• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN ANTROPOLOGI RAGAWI DAN ANTROPO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERBEDAAN ANTROPOLOGI RAGAWI DAN ANTROPO"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

PERBEDAAN ANTROPOLOGI RAGAWI DAN ANTROPOLOGI SOSIAL BUDAYA

BERDASAR KAJIAN STUDI

RAHMAT AVIANTO

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga

([email protected])

Abstrak

Antropologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang variasi manusia baik dalam variasi sosial-budaya maupun variasi biologis yang ada di seluruh dunia, nantinya dua variasi ini akan diwakili oleh dua cabang utama dalam antropologi. Cabang - cabang tersebut adalah: Antropologi sosial-budaya & Antropologi ragawi. Antropologi sosial-budaya & Antropologi ragawi menjadi induk dari beberapa ilmu yang juga berkonsentrasi di antropologi seperti: Paleoantropologi, Antropologi linguistik, Antropologi Pedesaan, Antropobiologi, dll. Penulis di makalah ini juga akan mengidentifikasi perbedaan dari Antropologi sosial-budaya & Antropologi ragawi berdasarkan kajian studi, walaupun sama-sama berasal dari Antropologi namun terdapat perbedaan diantara kedua cabang ilmu tersebut. Penulis membuat makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ilmu Antropologi karena menurut pengalaman penulis masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum mengerti pengertian tentang Antropologi dan juga apa saja yang menjadi kajian di ilmu Antropologi. Penulis juga akan menjabarkan beberapa cabang cabang ilmu yang terdapat dalam ilmu Antropologi di dalam makalah ini.

Kata kunci: Penjabaran, Antropologi, Antropologi soial-budaya, Antropologi ragawi

1. Pendahuluan

Topik yang dipilih penulis dalam makalah ini adalah pengertian tentang suatu ilmu, ilmu yang dipilih penulis adalah Antropologi. Akan dibahas nanti oleh penulis tentang pengertian

Antropologi dan beberapa cabang dari ilmu antropologi. Hal yang melatar belakangi penulis untuk menulis makalah ini dan melakukan penelitian skala kecil untuk makalah ini adalah keinginan penulis untuk memperkenalkan ilmu Antropologi kepada pembaca dan masyarakat luas. Penulis pernah ditanya oleh beberapa orang saat penulis berada di angkutan umum atau tempat umum menegenai ilmu Antropologi setelah mereka menanyai penulis tentang jurusan apa yang diambil di Universitas Airlangga yang menjadi tempat kuliah penulis, dan pertanyaan itulah

yang menjadi misi penulis dalam makalah ini

.

2. Metode Penelitian

(2)

2

3. Hasil & Pembahasan

3.1. Berbagai Definisi Antropologi

Sebelum penulis membahas lebih lanjut, ini adalah beberapa definisi tentang Antropologi dari berbagai sumber yang berhasil dikumpulkan oleh penulis, berbahasa asing maupu berbahasa Indonesia:

“Anthropology is the study of humans, past and present” (American

Anthropological Association 2015)

 “Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun

generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia” (Haviland 1993)

 “ilmu tt manusia, khususnya tt asal-usul, aneka warna bentuk fisik, adat istiadat,

dan kepercayaannya pd masa lampau” (Kemdikbud 2015a)

“the science of human beings; especially : the study of human beings and their ancestors through time and space and in relation to physical character,

environmental and social relations, and culture” (Encyclopedia Britannica Company 2015)

Dilihat dari beberapa pengertian tersebut secara jelas disebutkan bahwa Antropologi adalah ilmu yang mengkaji manusia baik secara fisiknya yang berasal dari nenek moyangnya, hubungan sosial dan juga perilakunya antar manusia. Dari simpulan sederhana ini penulis mengidentifikasi Antropologi sosial-budaya dan Antropologi ragawi sebagai subfields besar yang ada di Antropologi.

3.2. Antropologi Sosial Budaya

Antropologi sosial budaya adalah cabang kajian yang cukup besar dari Antropologi, antropologi sosial budaya mempelajari kebudayaan di Indonesia dan juga di seluruh dunia. (Haryono 2012) “Bidang ini mempelajari bagaimana manusia dengan akal dan struktur fisiknya yang unik berhasil merobah lingkungannya berdasarkan pengalaman dan pengajaran dalam arti seluas-luasnya”. Jadi konkritnya, ilmu ini mencoba untuk mempelajari bagaimana cara hidup setiap kelompok bangsa di dunia yang berbeda-beda. Tri Joko Sri Haryono dalam buku yang disusunnya “Pengantar Antropologi” menyebutkan secara khusus antropologi sosial-budaya dibagi dalam tiga cabang yaitu: arkeologi, antropologi linguistik dan etnologi.

a. Arkeologi

(3)

3

American Archeology 2012). Pendapat tersebut menyatakan bahwa arkeologi adalah kajian tentang manusia masa lampau dan saat ini yang diteliti melalui sisa sisa barang peninggalan manusia tersebut. Otomatis seorang arkeolog (orang yang ahli dalam arkeologi) akan sangat bergantung pada analisis dari barang yang tersisa oleh suatu masa atau peradaban (artefak).

b.

Antropologi Linguistik

Sebagai sebuah ilmu sebenarnya antropologi linguistik lebih tua dari antropologi itu sendiri. Antropologi linguistik mempelajari tentang bahasa bahasa yang ada di seluruh dunia dan cara penyebarannya ke seluruh penjuru dunia, Karena itu seorang ahli antropologi terkemuka dunia Malinowski (1961:3) mengatakan salah satu tugas seorang antropolog adalah “penerjemah pribumi”

c.

Etnologi

Etnologi berasal dari kata “etnis” yang berarti suku bangsa dan “logos” yang berarti ilmu. Itu berarti Etnologi adalah ilmu yang mempelajari tentang suku bangsa dan tidak hanya itu etnologi juga mempelajari “dinamika kebudayaan” bagaimana kebudayaan bisa berkembang, berubah, hilang, mempengaruhi dan berubah di pelajari di etnologi ini.

3.3.

Antropologi Ragawi

Ralph Linton (1936) mengatakan bahwa Antropologi adalah “the study of man”, sehingga Antropologi Ragawi ini juga mempelajari manusia sebagai organisme biologis dan juga bagaimana munculnya manusia dari waktu ke waktu. Antropologi ragawi juga mempelajari perubahan fisik manusia yang membuktikan teori evolusi manusia. Antropologi ragawi dalam kajiannya mempelajari variasi fisik manusia dari seluruh dunia karena setiap suku bangsa yang tinggal di tempat berbeda akan memaksa tubuh manusia untuk melakukan adaptasi. Antropologi ragawi juga memeiliki cabang-cabang ilmu yang akan mempelajari

tubuh manusia sebagai makhluk biologis. 2 cabang tersebut adalah

:

a. Somatologi

Menurut The International Academy of Health and Skin Care (The International Academy of Health and Skin Care 2013)

Somatology is defined as the study or science, of the human body. This also includes the study of material substances, as in physics, chemistry, biology, botany which are under the general heading of human physicalism

Pernyataan tersebut jelas bahwa somatologi adalah ilmu yang mempelajari

keseluruhan tubuh manusia. Somatologi ini juga akan mengkaji variasi fisik, cirri cirri tubuh, dan juga penggolongan manusia kedalam ras.

(4)

4

Pengertian paleoantropologi menurut kbbi (Kemdikbud 2015b) “ilmu tt asal-usul

manusia dng cara meneliti fosil yg telah membatu”. Sehingga pengertian

paleoantropologi ini merujuk pada hal hal yang berkaitan dengan proses evolusi manusia dan juga hal hal yang menyebabkan manusia bisa menjadi seperti sekarang ini. Dalam bidang Paleoantropologi ada kriteria dimana perubahan morfologis manusia saat evolusi,

(Glinka 1987) “Inilah satu kriterium sangat penting (perubahan menuju bentuk badan manusia) dalam merekonstruksikan jalan evolusi yang ditempuh leluhur manusia: Bipedi, Berakhiasi dan Cerebralisasi”. Walaupun juga ada sifat Dentisi, (Haryono 2012) “Kekhasan dentisi adalah taring tidak menonjol diatas gigi geligi yang lain”.

4. Simpulan

Simpulannya adalah bahwa Antropologi adalah Studi tentang manusia baik secarasosio-kultural maupun manusia sebagain manusia sebagai makhluk biologis yang berevolusi dan berkembang. Antropologi secara garis besar memiliki dua kajian studi yaitu: Antropologi sosial budaya dan Antropologi ragawi. Walaupun dua kajian studi tersebut punya sesuatu yang khas pada masing masing ruang lingkup studinya, tapi pada intinya dua kajian studi tersebut

mempelajari dan mengidentifikasi manusia

.

Sebagai penutup, penulis sangat terinspirasi oleh pendapat seorang ahli antropologi, Alfred L. Kroeber “Anthropology is the most humanistic of the sciences and the most scientific of humanities”

Daftar Pustaka

American Anthropological Association, 2015. What Is Anthropology? Available at:

http://aaanet.org/about/WhatisAnthropology.cfm [Accessed January 3, 2015].

Burba, J., 2007. :One Discipline, Four Ways: British, German, French, and American

Anthropology. Isis, 98, pp.188–189.

Encyclopedia Britannica Company, 2015. Merriam-Webster’s online version dictionary.

Available at: www.merriam-webster.com/dictionary/anthropology [Accessed January 3,

2015].

Haryono, T.J.S., 2012. Buku Ajar Pengantar Antropologi, Surabaya: PT. REVKA PETRA

MEDIA.

(5)

5

Kemdikbud, 2015. Paleoantropologi. Available at: http://kbbi.web.id/paleoantropologi

[Accessed January 3, 2015].

Kemdikbud, 2015. Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring. Available at:

http://kbbi.web.id/antropologi. [Accessed October 3, 2014].

Linton, R., 1936. The Study Of Man, Wisconsin: Appleton Century Crofts, Inc.

Myrtati, A. & Fitriyana, A. eds., 2012. Bunga Rampai Antropologi Ragawi 1st ed., Surabaya:

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga.

Society for American Archeology, 2012. What is Archeology? Available at:

http://www.saa.org/ForthePublic/Resources/EducationalResources/ForEducators/Archae

ologyforEducators/WhatisArchaeology/tabid/1346/Default.aspx [Accessed January 3,

2015].

SVD, J.G., 1987. Sekitar terjadinya Manusia 1st ed., Flores: Penerbit Nusa indah.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mempelajari antropologi diharapkan peserta didik mampu menggunakan ilmu antropologi sebagai pengetahuan dan keterampilan, serta menerapkannya dalam

Meskipun banyak ilmu yang mengkaji manusia, titik tekan kajian antropologi lebih pada sejarah perkembangan manusia sebagai makhluk sosial serta warna-warni kebudayaan dalam

Berdasarkan dari pemaparan dan pengkajian tersebut, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa; antropologi Islam adalah suatu ilmu yang mempelajari dan mengkaji tentang manusia

Antropologi Ekonomi adalah ilmu yang mengemukakan tentang gaya hidup manusia dengan sistem pencarian makanan secara subtantif dan juga sebuah bidang kajian dalam antropologi

Terdapat aspek penting dalam kajian antropologi gizi adalah sifat sosial,budaya & psikologis dari makanan (yaitu peranan sosial-budaya dari makanan)

Memahami Antropologi sebagai ilmu yang mempelajari keanekaragaman dan kesamaan manusia Indonesia dan cara hidupnya secara holistik dalam rangka membangun sikap

Dari beragam definisi tersebut, dapat dinyatakan bahwa antropologi adalah sebuah bidang ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan yang

Seluruh kerabat angkatan 2013 Departemen Antropologi sosial Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang penulis sayangi, telah menjadi