• Tidak ada hasil yang ditemukan

soal ulangan Sistem transportasi (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "soal ulangan Sistem transportasi (1)"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM TRANSPORTASI

PENDAHULUAN

Transportasi yang menyangkut pergerakan orang dan barang pada hakekatnya sudah dikenal secara alamiah semenjak manusia ada di bumi, meskipun pergerakan atau perpindahan itu dilakukan dengan sederhana. Sepanjang sejarah transportasi baik volume maupun teknologinya berkembang dengan pesat. Sebagai akibat dari kebutuhan akan transportasi, maka timbulah tuntutan untuk menyediakan sarana dan prasarana agar pergerakan tersebut dapat berlangsung dengan aman, nyaman dan lancar serta ekonomis dari segi waktu dan biaya. Pejalan kaki adalah perpindahan orang tanpa alat angkut (alat angkutnya adalah kaki)

Dalam penyediaan prasarana transportasi yakni bangunan-bangunan yang diperlukan tentunya disesuaikan dengan jenis sarana atau alat angkut yang digunakan. Penyediaan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, a.l. kondisi alam, kehidupan manusia serta teknologi bahan dan bangunan.

Definisi ;

Sistem adalah suatu bentuk keterkaitan antar variable / komponen dalam tatanan yang terstruktur, sehingga berkelakuan sebagai suatu keseluruhan dalam menghadapi rangsangan yang diterima dibagian manapun.

Jika satu komponen dalam sistem berubah, akan berpengaruh terhadap komponen yang lain / keseluruhan.

Sistem transportasi adalah suatu bentuk keterkaitan dan keterikatan antara penumpang, barang, sarana dan prasarana yang berinteraksi dalam rangka perpindahan orang atau barang yang tercakup dalam tatanan baik secara alami maupun buatan.

Maksud ;

(2)

dengan cara mengatur komponen-komponennya yaitu prasarana sebagai media dan sarana sebagai alat yang digunakan dalam proses transportasi.

Tujuan ;

Sistem transportasi diselenggarakan dengan tujuan agar proses transportasi penumpang dan barang dapat dicapai secara optimum dalam ruang dan waktu tertentu dengan pertimbangan factor keamanan, kenyamanan, kelancaran dan efisiensi atas waktu dan biaya.

Sistem transportasi ini merupakan bagian integrasi dan fungsi aktifitas masyarakat dan perkembangan teknologi. Secara garis besar transportasi ini dapat dibagi menjadi :

1. Transportasi Udara

 Lain-lain ; pipa, belt conveyer dsb.

Perkembangan transportasi yang pesat merupakan sumbangan bagi kualitas kehidupan manusia di masyarakat. Hal ini karena transportasi telah ikut meratakan hasil-hasil pembangunan dan memberikan pelayanan pergerakan orang dan barang hampir keseluruh penjuru negeri sehingga memberi andil bagi pengembangan serta kemajuan daerah dan membuka isolasi daerah terpencil.

(3)

Pada daerah tambang dan industri , sebagai alternatif digunakan angkutan pipa (minyak dll), belt conveyer (untuk bijih besi dll) atau angkutan kabel. Transportasi sendiri terjadi karena tidak selamanya aktifitas dapat dilakukan di tempat tinggalnya.

HAL YANG MEMPENGARUHI SISTEM TRANSPORTASI

1. TATA GUNA TANAH (Land use). a. lokasi perumahan

b. daerah industri c. pusat bisnis (CBD)

d. contoh; adanya “mall” akan membangkitkan arus lalulintas; sehingga jalan jadi padat.

2. SISTEM JARINGAN JALAN a. grid

b. radial

c. adanya jalan-jalan kolektor d. lain-lain

3. SISTEM MODA ANGKUTAN

a. angkutan umum (public transport) b. angkutan cepat / lambat

c. taksi

4. SISTEM PARKIR a. on street b. off street

5. SISTEM TERMINAL a. halte

b. teluk bus c. lain-lain

6. SISTEM TANDA LALULINTAS a. rambu-rambu

(4)

7. SOSIAL BUDAYA

8. LAIN-LAIN

Dari beberapa hal yang mempengaruhi system transportasi di atas, tata guna lahan (land use) merupakan yang terpenting. Hal ini dikarenakan tata guna lahan memacu bangkitnya arus lalulintas, lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

THE LAND USE TRANSPORTATION CYCLE

Perubahan fungsi dari lahan akan menaikkan/membangkitkan perjalanan ke tempat tersebut, dampaknya akan menaikkan kebutuhan akan transportasi/lalulintas. Untuk itu perlu penambahan fasilitas transportasi (angkutan umum dsb), selanjutnya dengan adanya penambahan fasilitas transportasi akan memberikan kemudahan asesbilitas ke tempat tersebut. Dengan fasilitas dan kemudahan akses yang ada nilai tanah tersebut jadi tinggi, tanah jadi mahal. Dengan makin mahalnya

Changed land use

Increase trip generation

Increase land value

Greater traffic need

Increase accesibility

(5)

tanah yang ada, maka akan terjadi perubahan fungsi lahan dst akan berulang lagi siklusnya seperti di atas.

Tata guna lahan ini sangat dominan pada pergerakan yang sifatnya Spasial (ruang terbatas). Pergerakan yang spasial sangat ditentukan oleh letak :

1. daerah pemukiman 2. daerah industri 3. daerah pertanian

Transportasi (pergerakan orang dan barang) akan berkisar pada tiga daerah tersebut. Orang bekerja ke daerah industri dan sore hari pulang ke rumah, demikian juga barang / hasil pertanian dll dibawa ke pabrik untuk diolah dan hasilnya dipasarkan ke daerah pemukiman sebagai konsumennya.

Para pekerja akan cenderung bertempat tinggal mendekati tempat kerjanya untuk mengurangi biaya transportasi karena makin jauh jarak kerjanya makin besar biaya transportasi yang harus dikeluarkan. Dengan demikian terjadi urbanisasi. Sebaliknya tanah di kota semakin mahal orang mencari lahan untuk kantor / pabrik cenderung keluar kota, sehingga terjadi juga des-urbanisasi.

Selain pergerakan spasial ada juga pergerakan yang tidak dibatasi ruang yaitu pergerakan yang didasari sebab terjadinya pergerakan antara lain ; maksud, sosial budaya dll. Pergerakan ini disebut pergerakan Non Spasial, contohnya adalah orang mau

Tp. tinggal Tp. kerja

(6)

silaturahmi ke saudaranya, lebih jelas dapat dilihat pada uraian di bawah ini.

A. SEBAB TERJADINYA PERGERAKAN

Sebab terjadinya pergerakan dikelompokkan sesuai karakteristik dasarnya antara lain ;

1. ekonomi

 mencari nafkah

 belanja

2. sosial

 menjalankan hubungan pribadi  mengunjungi famili

 menengok orang sakit

3. pendidikan

 ke sekolah

 kursus

4. rekreasi dan hiburan

 ke puncak

 nonton bioskop

 kafe

5. kebudayaan (nyadran, mudik lebaran dll) 6. lain-lain

B. WAKTU TERJADINYA PERGERAKAN

(7)

disebut “jam puncak” atau peak hours. Dalam satu hari biasanya terjadi tiga kali jam puncak, yaitu pagi hari (saat orang berangkat kerja), siang hari (jam istirahat/ pulang sekolah) dan sore hari (saat pulang kerja dll). Dari pengamatan, jam puncak yang terjadi seperti di bawah ini :

1. puncak pagi : 06.00 – 08.00 2. puncak siang: 12.00 – 14.00 3. puncak sore : 16.00 – 18.00

Pola variasi harian jam puncak tiap daerah berbeda, tergantung karakteristik daerah masing-masing (daerah industry berbeda dengan CBD berbeda pula dengan daerah pariwisata) . Informasi ini sangat penting bagi seorang perencana tranposrtasi untuk mengetahui beban puncak yang diterima oleh prasarana jalan raya.

0 7 .0 0 1 3 .0 0 1 7 .0 0 j a m

(8)

C. JENIS SARANA ANGKUTAN YANG DIGUNAKAN

Moda angkutan yang digunakan sangat variatif dengan karakteristik yang berbeda-beda;

 bus, taksi, angkot

 kereta api  kapal, ferri

 kendaraan pribadi

 jalan kaki

Pemilihan jenis moda ini sangat tergantung dengan tujuan dan sifat perjalanan yang akan dilakukan (lih.modal split), contohnya ;

 untuk bekerja → menggunakan kendaraan umum / pribadi

 antar pulau → pesawat atau kapal

 ke pasar → becak

 perjalanan < 1 km → jalan kaki

 membawa orang sakit / meninggal → ambulans

Pada anak-anak sekolah karena mereka masih muda/remaja dan kebanyakan belum punya kendaraan maka kebanyakan dari mereka ke sekolah dengan jalan kaki atau naik angkutan umum. Sedangkan untuk mereka yang sudah bekerja, rata-rata berangkat kerja dengan kendaraan pribadi.

Semua issu yang ada dalam transportasi akan selalu berkaitan dengan ;

 barang dan orang

 publik dan private

(9)

memberikan pedoman untuk pengembangan transportasi yang sifatnya nasional yaitu Sistem Transportasi Nasional (SISTRANNAS) yang tertuang dalam GBHN 93 – 98. Semua pembangunan jaringan transportasi di daerah harus mengacu pada Sistranas, supaya jasa transportasi menjadi handal dan berkemampuan tinggi dan mampu menyajikan kinerja secara efektif dan efisien.

SISTRANNAS

Sistrannas berfungsi ganda yaitu sebagai unsur penunjang (ship follows the trade) dalam arti transportasi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, politik, sosial budaya, pertanahan dan keamanan serta sebagai unsur perangsang (ship promotes the trade) dalam arti sistem transportasi ditujukan untuk membuka daerah terisolir / terpencil dan daerah perbatasan yang belum berkembang atau daerah lain dengan alasan hankam perlu dilayani transportasi teratur dalam rangka untuk mewujudkan Wawasan Nusantara dan Katahanan Nasional serta supaya daerah yang terpencil berkembang sejajar dengan daerah lain.

MISI SISTRANNAS

Misi sistrannas yaitu menyelenggarakan transportasi guna memperlancar arus penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain diseluruh wilayah tanah air dan untuk pelayanan internasional.

MAKSUD DAN TUJUAN SISTRANNAS

(10)

Tujuannya adalah untuk dapat terselenggaranya jasa transportasi yang terpadu, tertib, lancar, aman, nyaman dan efisien serta terjangkau oleh kemampuan masyarakat dalam rangka mencapai jasa transportasi yang andal dan berkemampuan tinggi.

PENGERTIAN SISTRANAS

SISTRANNAS sebagai suatu tatanan yang terorganisasi terdiri atas komponen-komponen pelayanan jasa transportasi secara nasional dan merupakan bagian sistem pembangunan nasional dari seluruh kegiatan yang meliputi kumpulan perangkat lunak, perangkat keras dan perangkat pikir sistem transportasi darat, laut, dan udara serta penunjangnya dengan proses saling memperkuat (sinergetik) dalam tatanan yang membentuk satu kesatuan pelayanan jasa transportasi secara nasional yang berhasil guna berdaya guna.

Dalam rangka mewujudkan SISTRANAS yang sekaligus merupakan sasaran utama dalam penyelenggaraan jaringan prasarana yang meliputi simpul, ruang lalulintas transportasi dan jaringan pelayanan, perlu diketahui 7 (tujuh) pilar kebijakan umum, yaitu :

1. meningkatnya pelayanan transportasi nasional

2. meningkatnya keselamatan dan keamanan transportasi 3. meningkatnya pembinaan pengusahaan transportasi

4. meningkatnya kualitas sumber daya manusia, serta ilmu pengetahuan dan teknologi

5. meningkatnya pemeliharaan dan kualitas lingkungan hidup serta penghematan penggunaan energy

6. meningkatnya penyediaan dana pembangunan transportasi

(11)

Lebih jauh mengenai sistrannas dapat dibaca pada buku Sistrannas yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Perhubungan.

PROBLEM TRANSPORTASI

Problem transportasi timbul apabila sarana dan prasarana yang ada tidak dapat melayani pergerakan arus penumpang dan barang dengan lancar, aman, nyaman. Ada 2 (dua) problem utama dalam angkutan darat yaitu :

-Problem yang kelihatan (manifestation problem) -Akar penyebab problem (root problem)

Pada transportasi darat problem yang kelihatan (manifestation problem) adalah seperti berikut :

 Kemacetan → BOK jadi naik

 Kecelakaan → jumlahnya meningkat

 Kebisingan → naik

 Polusi udara → lebih dari 50%

(12)

suatu angka yang fantastis. Belum lagi kerugian akibat kecelakaan, baik fatal maupun tidak.

Selain itu, polusi udara yang terjadi sekarang ini ternyata sebagian besar, yaitu lebih dari separo (50%) berasal dari knalpot kendaraan. Belum lagi kalau dihitung kerugian materi karena bahan bakar terbuang percuma gara-gara jalanan macet. Waktu yang terbuang, stres yang timbul juga merupakan dampak dari problem transportasi, bahkan puncak dari semua ini adalah terjadinya kecelakaan sebagai akibat dari semrawutnya lalulintas yang ada di jalan raya.

Problem yang ada di atas sebetulnya terjadi karena ada akar permasalahan (root problem) yang terjadi di masyarakat. Akar permasalahan tersebut antara lain :

 Naiknya pendapatan (income)

 Naiknya jumlah kepemilikan kendaraan  Lain-lain

Untuk mengatasi hal tersebut di atas maka perlu diselesaikan dulu akar permasalahannya baru kemudian masalah yang tampak di lapangan diselesaikan. Perlu aturan-aturan terkait transportasi ini dan pengendalian atau pengawasan yang ketat, karena kerugian yang ditimbulkan akibat macet dsb sangat besar. Dengan demikian baru akan tercipta transportasi yang andal dan berkelanjutan (suistainable transportation) sesuai tujuan dari Sistranas.

RUANG GERAK / BATAS TRASPORTASI

(13)

itu sering disebut juga bahwa transportasi merupakan turunan pertama dari ekonomi.

Lebih dari 50% komponen harga jual suatu produk adalah biaya transportasi, sehingga jika biaya transportasi ini dapat ditekan maka harga jual produk akan turun.

Dengan demikian batas gerak yang baik bagi transportasi adalah Satuan Wilayah Ekonomi (SWE), misal wilayah urban, bukan Satuan Wilayah Administrasi (SWA). Hal ini untuk menghindari biaya transportasi yang tinggi karena harus berganti moda setiap memasuki wilayah lain (batas SWA).

Oleh karena itu sistem transpotasi yang efisien dan menejemen yang baik membuat pengiriman barang sampai di lokasi tepat waktu sesuai pesanan, sehingga mengurangi kebutuhan gudang yang disiapkan jika barang harus menginap karena waktu pengiriman yang tidak pas dengan pesanan, dengan demikian biaya transportasi dapat ditekan dan harga barang menjadi lebih murah. Dulu gudang merupakan asset perusahaan, sekarang merupakan pemborosan. Sistem ini dikenal dengan istilah Just in Time (JIT) , yang awalnya dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang.

Dari penjelasan di atas jelas bahwa transportasi memegang peran penting bagi perkembangan suatu Negara. Menurut Schummer (1974) ada tiga hal yang membuat Negara jadi besar dan makmur yaitu :

-tanah yang subur -kerja keras dan

(14)

KETERKAITAN TRANSPORTASI DENGAN ILMU LAINNYA

Masalah transportasi akan selalu terkait dengan masalah yang ada di masyarakat karena transportasi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat, baik itu masalah sosial, ekonomi, budaya maupun politik.

Oleh karena itu transportasi sangat terkait dengan disiplin ilmu lainnya, keterkaitan itu dapat digambarkan sebagai berikut :

T e k n i k E k o n o m i P l a n o l o g i

H u k u m S o s i a l B u d a y a G e o g r a fi

W i l a y a h T t . r u a n g

T r a n s -p o r t a s i

L i n g -k u n g a n

(15)

kepentingan serta penegakan hukum perlu dilakukan secara terus menerus agar tercipta transportasi yang handal, yang dapat menunjang perkembangan ekonomi Negara.

PERANAN TRANSPORTASI

Transportasi memiliki banyak peran di masyarakat, baik ekonomi, social, politik maupun dalam menjaga pertahanan keamanan serta mempertahankan negara kesatuan. Secara rinci peranan transportasi tersebut seperti di bawah ini.

1. Peranan Ekonomi

Dalam pertumbuhan ekonomi, kebutuhan akan transportasi pasti meningkat pula, secara umum dapat dilihat dari 3 faktor.

a. Produksi meningkat → bahan baku yang diangkut dari lokasi bahan / pertanian meningkat, demikian juga hasil produksi yang diangkut ke konsumen meningkat pula. b. Peningkatan volume produksi → berarti perluasan wilayah

eksploitasi sumber bahan baku dan wilayah pemasaran c. Peningkatan kegiatan ekonomi → meningkatkan mobilitas

Pada prinsipnya jika sistem transportasi dapat diselenggarakan secara optimum, maka nilai tambah ekonomis dapat diperbesar. Selain itu penyediaan sarana transportasi tidak sama dengan barang yang lain, dimana sarana ini dapat disimpan untuk dilayankan pada waktu dan tempat lain. Jika kelebihan mubazir dan hilang begitu saja

2. Peranan Sosial

(16)

ke sanak saudara/teman, menengok orang sakit, menghindari undangan pesta dan lain-lain. Dalam hal ini transportasi menyediakan berbagai kemudahan yaitu :

 memperpendek jarak antara rumah dan pusat

kegiatan lainnya

 menyediakan berbagai sarana dan prasarana

 perluasan wilayah kota ke daerah pinggiran  pelayanan untuk perorangan atau kelompok

 perjalanan rekreatif

 perluasan jangkauan perjalanan social

3. Peranan Politik

Indonesia sebagai negara kepulauan, secara politis rentan terhadap masalah kesatuan dan persatuan bangsa. Oleh karena itu dibutuhkan peranan politik untuk mengembangkan sistem transportasi yang handal dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Beberapa peranan transportasi secara politik antara lain :

 meningkatkan kualitas persatuan dan kesatuan dengan

meniadakan daerah isolasi

 meratakan hasil-hasil pembangunan

 memudahkan mobilitas dalam pertahanan dan

keamanan

 untuk memudahkan mobilitas jika terjadi bencana alam

4. Peranan lingkungan

(17)

melampaui batas. Pertumbuhan ekonomi yang menuntut pertambahan transportasi ternyata membawa dampak yang tidak diinginkan. Oleh karena itu diharapkan sistem transportasi selain dapat melayani pengguna sistem secara optimal, juga tidak merusak lingkungan. Sangat diharapkan sistem transportasi dapat memperbaiki kualitas lingkungan hidup mesyarakat.

Selain peranan tersebut di atas transportasi juga berperan dalam bidang hukum,perkembangan wilayah dan peranan geografi serta dalam pertahanan keamanan.

TEKNOLOGI TRANSPORTASI

Prinsip dasar dari pengembangan teknologi transportasi adalah usaha peningkatan kinerja pergerakan penumpang dan barang dengan berpatokan pada indicator jenis dan karakteristik teknologi transportasi dalam hal ini tingkat pelayanan dan operasi sistem dan kompleksnya permasalahan. Hal ini tercermin dari keterbatasan kapasitas, jarak tempuh dan kecepatan

pergerakan serta kenyamanannya. Kemudian disusun konsep perbaikan dan pengembangan teknologi transportasi.

Dalam perkembangannya selain untuk mengatasi masalah si atas, teknologi transportasi dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja nya sehingga dapat menekan biaya transportasi. Kinerja transportasi ini tercermin dalam biaya per ton-km atau orang/km dari masing-masing alat angkut.

Sampai saat ini belum dihasilkan suatu bentuk teknologi transportasi yang benar-benar mampu memenuhi setiap aspek tuntutan kapasitas dukung, jarak tempuh, kecepatan pergerakan, kenyamanan dan keringanan biaya secara sempurna.

(18)

a. transportasi darat

Awalnya manusia memindahkan barang dengan tangan dan punggungnya, tapi kemampuannya sangat terbatas. Kemudian mulai menggunakan hewan (kuda, keledai, unta dll) sehingga produktivitas, jarak tempuh, kecepatan perpindahan meningkat,

Sejalan dengan kemajuan teknologi, mulai dikembangkan kereta kuda / pedati, selanjutnya perkembangan teknologi otomotif, metal dan elektronika membuat orang dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk membuat bermacam-macam kendaraan bermotor dan lokomotif yang cukup berhasil memenuhi kebutuhan pergerakan penumpang dan barang.

b. transportasi laut

Sebelum dapat memanfaatkan tenaga angin, manusia menggunakan rakit dan sampan sebagai sarana penangkut penumpang dan barang melalui laut. Dengan dukungan perkembangan teknologi dapat dibuat perahu motor, kapal laut berbagai jenis ukuran dan fungsi sehingga keterbatasan kapasitas, jarak tempuh, kecepatan dan lain-lain dapat diatasi.

c. transportasi udara

(19)

barang dalam jumlah yang lebih banyak dengan aman, cepat, nyaman ke tempat-tempat yang jauh.

Pengembangan teknologi masa mendatang diarahkan kepada kemampuan mengatasi keterbatasan kapasitas angkut, jarak tempuh, kecepatan pergerakan, kenyamanan, keselamatan, biaya ringan dan tidak merusak lingkungan. Dengan kata lain perbaikan sistem transportasi diharapkan mampu mengurangi total biaya transportasi serta mampu mengurangi kerusakan lingkungan.

KARAKTERISTIK TRANSPORTASI

Transportasi merupakan jasa (industri jasa) yang mempunyai karakteristik khusus, antara lain :

a. Intangible : dpt dirasakan, tapi tidak dapat dipegang seperti material

b. Perishable : sekali digunakan maka selesai, konsumen / penumpang hanya dapat membawa pulang kesan

c. Immediate : kebutuhan akan jasa transportasi tidak dapat ditangguhkan

d. Complex : transportasi melibatkan banyak orang, sarana dan prasarana (lihat penjelasan di muka)

e. Amorphous : penilaian mutu pelayanan transportasi bervariasi tergantung pendapat perseorangan.

TATA GUNA TANAH DAN TRANSPORTASI

(20)

pemukiman, pertanian, industri dll yang berbeda tiap daerah mnghasilkan pola dan karateristik pergerakan/transportasi yang berbeda pula masing-masing daerah. Perubahan dan perkembangan daerah baru akan menimbulkan arus pergerakan orang dan barang, artinya timbul transportasi baru untuk melayani daerah tersebut.Termasuk dalam hal ini adalah pemekaran kota sebagai akibat bertambahnya jumlah penduduk dan aktifitas manusia.

Guna lahan Guna lahan

1 transportasi 2

Konsep ;

Konsep yang digunakan dalam interaksi antara guna lahan dan transportasi adalah seperti berikut.

A. → guna lahan dan fasilitas transportasi merupakan sistem tertutup

→ kegiatan guna lahan memerlukan pengadaan prasarana transportasi

→ sedang pengadaan prasarana transportasi mendorong timbulnya kegiatan guna lahan.

B. → besarnya lalu lintas yang terjadi tergantung tingkat kegiatan guna lahan dan karakteristik fisik fasilitas transportasi.

Dengan demikian seorang Land Use Planner dapat

menghidupkan dan mematikan suatu daerah dengan mengubah

(21)

baru dibuka, keramaian / perkembangan terjadi di sekitar jalan baru. Pembuatan jalan baru dapat memacu perkembangan daerah, demikian juga sebaliknya keramian suatu daerah atau pembangunan fasilitas umum baru (mall, pasar, kampus dll) akan menyebabkan dibukanya jalan baru. Oleh karena itu pembangunan fasilitas umum yang baru pada daerah yang sudah padat perlu hati-hati. Sebab akan membangkitkan arus lalulintas. Lebih jauh dapat dilihat lagi pada “land use transportation cycle’.

Tujuan :

Perencanaan sistem interaksi land use dan transportasi ini adalah untuk mencapai keseimbangan yang efisien antara kegiatan guna lahan dan kemampuan transportasi.Dengan kata lain, tidak bisa merencanakan suatu tata guna lahan tanpa sekaligus merencanakan system transportasinya.

Contoh Ploting tata guna lahan ;

1. EXPLISIT

Pada sistem ini tiap jenis peruntukan / kegiatan dibedakan lokasinya ;

 pemukiman  industri

 pertokoan

P e m u k i m a n

I n d u s t r i

(22)

Keuntungan ;- kegiatan tersentralisir

- rumah tidak terganggu polusi - arah yang dituju lebih jelas

Kerugian ; - lalulintas searah

- kalau siang ramai, kalau malam sepi - terjadi “lonely street”

2. MIX LAND USE

Pada sistem ini tiap kegiatan tidak dibedakan lokasinya, jadi lokasi perumahan, pertokoan dan bahkan industri bisa jadi ada di lokasi yang sama. Konsep dasar yang digunakan adalah orang bekerja sedekat mungkin dengan rumah. Sehingga banyak perumahan pegawai yang satu lokasi dengan kantor tempatnya bekerja. Bahkan secara ekstreem ada bangunan bertingkat dimana lantai teratas untuk perumahan, lantai bawahnya untuk kantor dan lantai dasar untuk super market sedang basement untuk parkir. Kondisi seperti ini banyak terjadi pada daerah-daerah pusat perdagangan, perkantoran dimana sering terjadi kemacetan lalulintas dan harga tanah yang sangat mahal sehingga orang memanfaatkan tanah seefisien mungkin (sistim Blok / super blok). Pada skala kecil dikenal istilah rumah-toko (ruko) atau rumah kantor (rukan) yang banyak dijumpai di daerah urban. Ditinjau dari segi transportasi sistem mix-land-use menguntungkan karena akan mengurangi jumlah pergerakan kendaraan di jalan raya yang pada akhirnya mengurangi kemacetan lalulintas.

3. GUNA LAHAN DOMINASI

Merupakan gabungan dari sistem 1 dan 2.

(23)

suatu lokasi perkantoran tapi ada toko, bengkel dan pemukiman. Ditinjau dari sisi transportasi hal ini tidak baik, karena misalnya bengkel berkembang maka trotoar akan dipakai untuk kegiatan bengkel dan ini akan mengganggu fungsi dari trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki.

Konsep ini menjadi dasar berkembangnya kota mandiri, dengan harapan semua kegiatan yang ada ( bekerja, belanja, bertempat tinggal, belajar dll. ) difasilitasi di kota mandiri sehingga tidak menjadi beban kota yang sudah ada. Berkembangnya juga kota-kota satelit di daerah urban yang diharapkan nantinya berkembang sebagai kota sendiri.

K o ta i n d u k

M a n -d i r i

(24)

P u s a t k o ta I

P u s a t k o ta I I ( k o ta b a r u )

J a r a k

C

os

t /

b

ia

ya

G b r . G r a fi k h u b u n g a n B i a y a d a n ja r a k

Pada pusat kota, harga tanah untuk perkantoran sangat mahal, semakin jauh daripusat kota harga tanah semakin murah, hal ini akan berbeda jika di luar kota ada daerah/kota satelit atau kota mandiri. Sebaliknya biaya untuk transportasi semakin dekat dengan tempat bekerja, biaya makin murah.

Dengan demikian perlu pertimbangan yang matang bagi pemerintah untuk memberikan izin peruntukan suatu lahan. Sebagai contoh adalah pembangunan fasilitas umum (mall) dll.

1). Pembangunan Mall

membangkitkan perjalanan fasilitas jalan, parkir lingkungan ?

(25)

3). Munculnya lokasi-lokasi perumahan yang lagi marak akan membangkitkan perjalanan.

Penentuan zona-zona dalam tata guna tanah ( zona industri, jasa perumahan dsb ) sebetulnya merupakan “transport demand” yang perlu dilayani ( lihat “land use transportation cycle” ).

FOUR STEPS MODEL

Dalam transportasi, untuk memprediksi, menganalisis dan merencanakan suatu transportasi dikenal istilah “four steps model (model 4 langkah) yaitu :

1. perjalanan yang dibangkitkan ( trip generatiton ) 2. distribusinya ( trip distribution )

3. moda yang dipakai ( modal split ) 4. rute yang dilalui ( trip assignment )

Dalam hal ini, misalnya jika suatu lokasi dibangun mall, kampus atau perumahan, maka perlu diperkirakan :

Trip generation.

Perjalanan yang dibangkitkan adalah jumlah perjalanan yang dibangkitkan oleh suatu pusat kegiatan. Jumlah yang dibangkitkan ini dapat dibagi menjadi dua;

 berapa banyakkah perjalanan yang akan tertarik ke lokasi tersebut (trip attraction ) dan

 berapakah yang meninggalkan (trip production).

(26)

 tipe tata guna lahan

 jumlah aktifitas dari tanah tersebut.

Perbedaan tipe guna lahan akan menghasilkan tipe lalulintas yang berbeda (pejalan kaki, truk, mobil). Selain itu tipe tipe guna lahan yang berbeda pula (kawasan perkantoran akan menghasilkan lalulintas pada pagi dan sore teratur, sedangkan toko menghasilkan lalulintas yang berfluktuasi sepanjang hari).

Trip distribution

Tujuan permodelan distribusi perjalanan ini adalah untuk mengkalibrasi persamaan-persamaan yang akan menghasilkan hasil observasi lapangan pola pergerakan asal tujuan perjalanan seakurat mungkin.

a) Data yang dibutuhkan ;

 data matrik asal tujuan

 data matrik hambatan (impedansi), matrik antar zona (jarak, waktu, biaya)

 distribusi frekuensi pergerakan untuk setiap impedensi transportasi.

 Beberapa permodelan dapat digunakan a.l :

b) Model faktor pertumbuhan

Model ini didasarkan asumsi bahwa pola pergerakan saat ini dapat diproyeksikan ke masa yang akan datang dengan menggunakan tingkat pertumbuhan zona.

Ada 5 model factor pertumbuhan : model Unifrom, Average, Fratar, Detroit, dan model Furness.

(27)

c) Model gravitasi.

Model ini berdasarkan prinsip fisika bahwa daya tarik antar 2 buah tata guna tanah sama dengan gaya pada model gravitasi. Ada 4 model ; Unconstrained, Production constrained, Double constrained. Model production dan Attraction juga disebut model single constrained.

Modal Split

Model pemilihan moda untuk mengetahui jenis kendaraan (moda) yang diperkirakan akan digunakan, apakah mereka memakai kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Hal ini dipakai untuk mendapatkan prediksi pemilihan moda dengan menggunakan beberapa variable, misal karakteristik perjalanan (jarak, waktu, tujuan), karakteristik sistem transportasi (biaya, waktu, frekuensi bus, kenyamanan, pelayanan,dll), karakteristikkota atau zona. Dalam permodelan split perlu diperhatikan adanya biaya actual dan biaya dipersepsi dalam mengambil keputusan serta adanya pemakai angkutan umum captive (captive user) yang tidak mempunyai kebebasan dalam memilih moda.Lawan dari captive user adalah choice user yaitu pemakai angkutan yang karena punya kemampuan lebih sehingga dapat memilih kendaraan yang akan dipakai.

Trip assignment

Pelimpahan rute adalah suatu proses dimana pergerakan antara 2 zona untuk suatu moda tertentu dibebankan atau dilimpahkan ke suatu rute yang terdiri dari ruas-ruas jalan tertentu.

Analisis pelimpahan rute ini terdiri dari dua bagian utama;

 Alasan pemakai jalan memilih rute tertentu

(28)

Pada alasan pemilihan rute ada 3 hipotesa yang menghasilkan model yang berbeda yaitu ;

All or nothing assigment

Pemakai jalan secara rasional memilih rute terpendek yang meminimkan impedence (jarak, waktu, biaya), semua lalulintas antara zona akan menggunakan satu rute yang sama.

Multipath assigment

Disasumsikan pengendara tidak tahu informasi rute tercepat. Pengendara akan mengambil rute yang dipikirkan tercepat, persepsi yang berbeda mengakibatkan bermacam-macam rute yang dipilih antara zona tertentu.

Probabilistic assigment

Pemakai jalan menggunakan factor-factor selain transport impedence, misal factor kualitatif seperti pemandangan yang indah, aman.

Capacity restraint

Adanya pembatasan kapasitas jalan untuk lalulintas tertentu.

Jadi model pelimpahan rute yang disesuaikan dengan hipotesa di atas adalah :

- All or nothing asignment,

- Multipath assignment,

- Probabilistic assignment, dan

- Capacity restraint

(29)

disiapkan untuk mengantisipasi arus lalulintas yang meningkat.

- berapa area parkir yang perlu dibangun?

- apakah lebar/kapasitas jalan sudah mencukupi ? - apakah lebar trotoar mencukupi?

- apakah simpangnya perlu trafic light? - marka jalan ?

- apakah sudah ada angkutan umum kesana? Dan lain-lain.

Dengan demikian hubungan interaksi antara guna lahan dan transportasi dapat berjalan dengan baik.

Selain hal tersebut di atas, dalam merencanakan transportasi perlu dipertimbangkan adanya regulasi kebijakan daerah masing-masing. Hal ini dapat mempengaruhi teknik-teknik pembangkitan, distribusi perjalanan atau bahkan perubahan moda dan pelimpahan rute. Misalnya regulasi 3-in-1 akan mempengaruhi prediksi jumlah lalulintas, meskipun jumlah perjalanannya bisa tetap.

Kota-kota tua bahkan memiliki program konservasi bangunan yang tentunya akan membatasi lalulintas yang lewat karena dikuatirkan getaran dari kendaraan berat akan memperpendek usia bangunan bersejarah tersebut. Hal ini akan berdampak juga terhadap prediksi perjalanan angkutan barang.

Oleh karena itu, perencaan transportasi perlu dilaksanakan secara komprehensip dengan selalu melihat keterkaitan dengan aspek-aspek kebijakan dan regulasi yang sangat mungkin mempengaruhi teknik 4 steps model ini.

JARINGAN TRANSPORTASI

(30)

terminal, ruas jalan dan persimpangan jalan harus diikut sertakan dalam analisis karena pelayanan transportasi tidak ada di setiap tempat dan dari jenis dan kualitas yang sama. Ini terutama dilakukan dengan menggunakan konsep jaringan jalan ( lihat di depan )

MACAM-MACAM JARINGAN JALAN

Seperti yang sudah dijelaskan di depan, perencanaan transportasi/ infra struktur jaringan jalan tidak bias lepas dari perencanaan tataguna lahan, karena jaringan jalan yang direncanakan akan memperlancar aktifitas yang ada. Bentuk jaringan jalan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan perjalanan adalah yang berhubungan erat dengan pola perjalanan terpencar. Berbagai bentuk ideal jaringan transportasi seperti di bawah ini;

a) Jaringan jalan Grid

Bentuk ini yang paling umum di daerah metropolitan, yang merupakan bentuk jaringan jalan yang telah direncanakan. Bentuknya lurus, rute pararel dengan jarak antara yang seragam dan berpotongan dengan kelompok lain jenis. Banyak kota-kota di Amerika memiliki jaringan jalan bentuk ini. Cocok untuk kota dengan pusat kegiatan yang tersebar, karena orang dapat langsung ke tujuan akhir tanpa harus melalui titik pusat. Selain itu sistem menjadi sederhana dan dapat dikombinasikan dengan pola lain.

b) Jaringan jalan Radial

(31)

direlokasikan keluar kota. Kota-kota di Eropa banyak menggunakan bentuk ini.

c) Jaringan jalan Cincin Radial

Jaringan jalan radial yang digabung dengan kisi-kisi plan-plan ekspress yang menunjukkan pentingnya CBD dibandingkan dengan berbagai pusat kegiatan lainnya.

d) Jaringan jalan

Jaringan ini sering terdapat pada jaringan transportasi antar kota pada banyak koridor perkotaan yang telah berkembang pesat.

e) Jaringan Heksogonal

Jaringan jalan ini jarang dipakai tetapi mempunyai keuntungan dengan adanya persimpangan-persimpangan jalan yang berpencar dan mengumpul tetapi tanpa melintas satu dengan lainnya secara langsung.

f) Jaringan jalan Delta

Jaringan jalan ini hampir sama dengan jaringan jalan heksoganal dengan perbedaan pada bentuknya

(32)

a) Grid

b) Radial

c) cincin radial

(33)

e) heksagonal

(34)

1 JAKARTA 2 CIREBON

5 BANDUNG

4 BOGOR

3 SUBANG

6 CIANJUR

7 SUKABUMI

Sedangkan simpul dan ruas seperti berikut ini :

Simpul : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Ruas : 1 – 2 , 1 – 3

1 – 4 , 3 – 5 3 – 5 , 4 – 7 5 – 6 , 6 – 7

TERMINAL DAN TEMPAT HENTI

Salah satu sistem yang perannya dalam sistem transportasi adalah terminal dan tempat henti dan merupakan fasilitas umum dalam menunjang terselenggaranya angkutan umum yang handal. Kualitas layanan angkutan umum sering dinilai dari 2 aspek yaitu :

1. layanan di atas bus (on board service quality) 2. layanan di luar bus (ofboard service quality)

(35)

TERMINAL

DEFINISI :

Terminal adalah suatu titik dimana penumpang dan angkutan barang memasuki dan meninggalkan sistem trasportasi.

Terminal selain merupakan komponen fungsional utama dari suatu sistem transportasi juga merupakan prasarana yang mahal yang jika tidak direncanakan dengan baik bisa mengurangi efisiensi suatu sistem transportasi, misalnya menjadi kurang berfungsi atau malah menjadi titik rawan kemacetan.

Fungsi utama dari terminal adalah menyediakan fasilitas untuk masuk dan keluarnya orang/barang yang akan diangkut menuju dan meninggalkan sistem trasportasi.

Secara umum fungsi terminal adalah :

a. memuat dan membongkar barang dan penumpang

b. menyediakan fasilitas menunggu sementara penumpang dan barang dari waktu kedatangan hingga waktu keberangkatan. Termasuk pengepakan barang dan fasilitas kenyamanan penumpang (kedai makan dll).

c. Dokumen pencatatan pergerakan, termasuk penghitungan penumpang, pembagian barang, pemilihan trayek, penjualan tiket, pengecekan pemesanan dan sebagainya. d. Tempat menunggu sementara, pemeliharaan singkat serta

persiapan pemberangkatan dari kendaraan-kendaraan angkut.

e. Tempat penumpang dan barang mengumpul dan berkelompok, dalam ukuran yang ekonomis untuk suatu perjalanan serta sebagai tempat menyebar penumpang yang datang atau mengakhiri perjalanan.

(36)

Pada prinsipnya, penumpang angkutan kota berada tersebar di sepanjang jalan / rute bus. Beberapa kawasan padat membangkitkan penumpang lebih banyak dibanding kawasan yang longgar. Tempat-tempat tertentu secara tipikal membangkitkan arus penumpang yang tinggi, misal jalan masuk pemukiman, persimpangan atau tempat publik yang lain seperti pertokoan, perkantoran, pasar, rumah sakit.

Untuk itu perlu direncanakan tempat henti dengan maksud agar keselamatan pengguna angkutan umum bus terjamin, baik saat naik turun bus maupun dari pergrakkan lalulintas. Konflik antara bus dengan arus lalulintas perlu diminimalkan supaya lalulintas lancar. Hal ini penting pada tempat-tempat tertentu yang jumlah penumpangnya tinggi.

Kurang sempurnanya perencanaan tempat henti ini menyebabkan munculnya tempat henti tidak resmi yang bersifat sementara maupun tetap. Hal ini menunjukkan adanya permintaan untuk itu dan disisi lain menunjukkan lokasi yang enak/mudah bagi pengguna bus. Dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kelancaran lalulintas dan keselamatan penumpang.

PERENCANAAN TERMINAL

Kegiatan angkutan umum selalu diawali dan diakhiri di terminal melibatkan banyak factor seperti manusia, barang, kendaraan, pola pergerakan dan lain-lain. Banyaknya kegiatan yang harus diwadahi menyebabkan kebutuhan akan ruang yang cukup luas serta pengaturan pola kegiatan atau pergerakan yang efisien. Untuk itu perlu diciptakan kondisi terminal yang aman, nyaman, teratur dan mudah dicapai dan sebagainya, perlu langkah perencanaan yang komprehensif, mengenai :

(37)

b. Penentuan luas area c. Tata letak bangunan

d. Pola pergerakan kendaraan, orang dan barang e. Pengelola terminal

a). Penentuan lokasi

Penentuan lokasi terminal dilakukan dengan mempertimbangkan ;

- terminal mempunyai sifat melayani penduduk, sehingga letak terminal harus dekat dengan pemukiman penduduk. - Pergerakan yang terbanyak adalah pergerakan menuju ke

tempat-tempat dengan daya tarik tinggi, misalnya pusat pertokoan,pusat perkantoran. Oleh katena itu terminal sebaiknya di dekat tempat-tempat tersebut.

- Luas terminal harus dipertimbangkan dengan seksama agar tidak hanya dapat melayani kebutuhan sekarang, tapi juga kebutuhan di masa mendatang.

b). Penentuan Luas Area yang dibutuhkan

Luas area yang dibutuhkan dalam pembuatan terminal dipengaruhi beberapa factor :

- Sifat terminal ; misalnya sebagai sub terminal, terminal AKAP, terminal terpadu dan sebagainya

- Jumlah penumpang dan barang yang dilayani

- Jumlah armada / frekuensi perjalanan yang dijadwalkan - Jenis angkutan yang melayani

- Kebutuhan fasilitas penunjang

- Kemungkinan penegmbangan di masa yang akan datang

c).Tata Letak Bangunan di Terminal

(38)

bangunan-bangunan di terminal sebaik mungkin. Penataan ini harus memungkinkan terjadinya :

- Pola pergerakan yang efisien, aman dan nyaman

- Hubungan yang efisien antara bangunan satu dengan lainnya yang memiliki fungsi berbeda

- Tingkat keamanan dan keselamatan secara umum - Pengoperasian yang baik

- Kemudahan memanfaatkan fasilitas yang ada.

d). Pola Pergerakan

Di dalam terminal terdapat 3 macam pergerakan orang, barang dan kendaraan. Ketiga jenis pergerakan ini harus diatur agar tidak memberi gangguan pada masing-masing pergerakan dan untuk memudahkan proses pergerakan.

Perencanaan awal pergerakan kendaran terkait dengan tata letak bangunan, demikian juga untuk pergerakan orang dan barang. Pola pergerakan harus menjamin kelancaran, keamanan dan kenyamanan pergerakan. Untuk itu perlu rambu-rambu lalulintas untuk pergerakan kendaraan, fasilitas dan disiplin pengemudi, sedang untuk orang dan barang perlu informasi yang jelas, fasilitas penunjang yang cukup dan kemudahan pergerakan.

Adanya pemisahan yang jelas dari masing-masing kegiatan, misal ; keluar masuk orang/barang dan kendaraan, ruang tunggu, naik-turun kendaraan dan lain-lain akan memberikan tingkat kemudahan, keteraturan dan kenyamanan yang baik.

e). Pengelolaan Terminal

(39)

kegiatan, dan fungsi akan menghasilkan suatu sistem pergerakan yang teratur dan pasti.

Penanganan penumpang jarak jauh (> 100 km) mempunyai cara berbeda dengan penumpang urban dan regional. Penumpang jarak jauh biasanya membawa barang bawaan banyak, sehingga butuh tempat dan akomodasi yang baik selama perjalanan. Mereka ini diatur menurut jadwal perjalanan dengan tenggang waktu jam-jaman atau harian. Sedang penumpang urban regional jarang membawa banyak barang dan perjalanannya relatif singkat, kepentingan penumpang ini adalah ketepatan waktu dalam mencapai stasiun tujuan yang diinginkan, frekuensi angkutan lebih sering dengan ongkos yang rendah.

Perbedaan jenis penumpang untuk kelompok pertama akan menimbulkan keadaan pada saat-saat tertentu sepanjang hari, membengkaknya kebutuhan angkutan umum, taksi dan kendaraan pribadi untuk mencapai dan meninggalkan terminal. Kalau jadwal kedatangan dan keberangkatan kedua kelompok ini bersamaan, maka kebutuhan tempat parkir dan penunjang lainnya akan semakin besar.

Oleh karena itu perlu adanya sistem pengelolaan untuk bidang-bidang berikut ini :

- Administrasi keuangan dan personil - Moda angkutan yang dibutuhkan - Keamanan dan keselamatan

- Kebersihan dan keindahan lingkungan - Pengembangan.

(40)

Lokasi dan rancangan tempat henti angkutan umum akan mempengaruhi efisiensi (kecepatan, keandalan pelayanan) angkutan yang sedang beroperasi serta kenyamanan penumpang yang berorientasi pada jangkauan pelayanan dan kecepatan perjalanan yang ditempuh.

Perencanaan tempat perhentian angkutan umum menurut Vuchric (1981) menyangkut tiga aspek utama yaitu :

a). Spasi b). Lokasi

c). Rancangan tempat perhentian.

a). Spasi

Spasi atau jarak rata-rata antar tempat perhentian angkutan umum disarankan oleh Vuchic sebesar 400 hingga 600 meter, namun masih dimungkinkan pada jarak 300 meter. Penggunaan spasi yang kurang dari 300 meter pada jalur bus reguler mengakibatkan penurunan kualitas pelayanan dan berpengaruh terhadap kelancaran lalulintas.

Confederation of British Road Passenger Transport

(1981), memberikan batasan perhentian angkutan umum, 2 – 3 tempat per km. Kriteria yang sama juga diberikan oleh The Instute of Highways and Transportation with Departement of Transport. Sebenarnya jarak optimumnya tergantung pada kondisi kegiatan sepanjang jalan tersebut. Pada daerah dengan kegiatan rendah, jarak dapat dibuat lebih berjauhan, demikian pula sebaliknya. Dengan demikian spasi dapat diatur sesuai kebutuhan.

Institute of Transpotation Engineering (1984) memberikan standar spasi tempat perhentian bus seperti berikut :

Tabel. Standar Spasi Tempat Pemberhentian Bus

Tipe bus Spasi (m)

(41)

lama Baru

Lokal 120 – 240 150 – 240 300 – 450

Limited stop 120 – 240 360 – 900 600 – 1.500 Ekspres 120 – 300 1.200 – 9.000 1 – 3 mil

b). Lokasi

Menurut Vuchic (1981), lokasi terpat perhentian umum di jalan raya diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu :

-Near Side (NS) -Far Side (FS) -Mid Block (MB)

1 2 3

Gambar tempat perhentian

1. (NS) : pada persimpangan jalan sebelum memotong jalan simpang

2. (FS) : pada persimpangan jalan setelah melewati jalan simpang

3. (MB) : pada tempat yang cukup jauh dari persimpangan atau pada ruas jalan tertentu.

(42)

Berdasarkan tipe area, lokasi tempat perhentian bus dibedakan oleh Confederation of British Road Passenger Transport (1981) menjadi :

1. daerah pemukiman 2. daerah industri

3. pusat kegiatan bisnis

4. fasilitas pendidikan dan kesehatan 5. kegiatan hiburan

Kriteria untuk masing-masing lokasi di atas berbeda-beda disesuaikan dengan karakteristik daerah yang bersangkutan. Secara umum penentuan lokasi harus memperhatikan berbagai factor yang mempengaruhinya, misal :

- koordinasi lampu pengatur lalulintas, - akses bagi penumpang

- kondisi lalulintas dan pejalan kaki - geometri perhentian kota

- dan gerakan membelok bus kota

RANCANGAN TEMPAT PERHENTIAN

Beberapa bentuk fasilitas bus kota yang sering dijumpai adalah :

- kerb side - bus shelter - lay-bus

a). Kerb Side

(43)

digunakan pada trotoar dan jalan sempit yang tidak memungkinkan bus kota berhenti terlalu lama, karena akan mengganggu arus lalulintas. Sebagai tanda, diberikan rambu perhentian bus kota.

b). Lay-bys

Bentuk ini digunakan pada trotoar yang cukup lebar sehingga dapat dibuat lekukan yang memungkinkan bus berhenti di dalam lekukan tersebut di luar badan jalan. Keuntungan bentuk ini adalah mengurangi ganggungan terhadap lalulintas pada saat menaikkan bus berhenti lebih lama.

20 m 20 m

TROTOAR

2,75 m

Gmb. Standart Single bus-lay-by

c).Bus Shelter

Padabentuk ini, calon penumpang yang menunggu bus kota mendapat fasilitas tempat menunggu yang beratap yang memungkinkan terhindar dari sengatan matahari dan tempat hujan. Sedangkan perhentian bus kotanya sendiri dapat berupa kerb side atau lay-bus

Bahkan pada lokasi tertentu, idealnya bus shelter ada jadwal kedatangan dan keberangkatan bus kota, nomer bus, kode jalur dan rute yang dilalui, sehingga calon penumpang dapat mengetahui jam berapa dia harus berangkat dari rumah ke bus shelter supaya mendapat bus kota yang diinginkan.

(44)

Salah satu yang ikut mempengaruhi sistem transportasi aadalah sistem parkir. Dari hasil penelitian dalam waktu 24 jam, kendaraan parkir 21,5 jam. Dengan demikian terlihat bahwa penyediaan lahan parkir meruapakan hal yang penting. Selain itu pada jam sibuk terlihat kendaraan parkir di tepi jalan sehingga mengurangi lebar manfaat jalan. Secara garis besar parkir ini dibedakan menjadi 2 yaitu :

1. Parkir di jalan ( On Street parking)

2. Parkir di luar jalan / di taman parkir (Of Street parking)

Dalam perkembangannya, persoalan parkir ini menjadi satu hal yang cukup penting. Setiap bangunan umum (mal, hotel, super market dll) diharuskan mempunyai fasilitas parkir, sehingga mengurangi parkir di jalan yang akhirnya akan mengurangi gangguan lalulintas. Bahkan parkir berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan, banyak dibangun area-area parkir di daerah pusat kegiatan.

Lebih jauh tentang parkir akan dibahas pada mata kuliah Rekayasa lalulintas.

SISTEM BUDAYA

(45)

dipakai untuk duduk-duduk, ngobrol, dll yang dapat membahayakan jika ada kendaraan yang lewat.

Kebiasaan menyeberang jalan yang seenaknya tanpa mempedulikan lalulintas juga menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. Banyak jembatan penyeberangan yang dibangun tidak difungsikan sehingga dibongkar lagi. Selain itu tempat penyeberangan sebidang yang berupa zebra cross banyak yang tidak dimanfaatkan, orang menyeberang semaunya sehingga mengganggu kelancaran lalulintas. Masih banyak hal-hal yang berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang belum pas dengan sistem transportasi yang diharapkan. Kedisiplinan berlalulintas masih perlu disosialisasikan dan dikembangkan untuk menuju transportasi yang andal, aman dan nyaman.

MODA TRASPORTASI

Penyelenggaraan transportasi bisa berbagai macam, namun hakekatnya adalah perpindahan barang dan orang dari tempat asal ke tempat tujuan. Karena kondisi geografis yang beragram dan perkembangan teknologi transportasi yang terus berkembang maka jenis-jenis sarana dan prasarana tertentu akan sesuai dengan kondisi geografi tertentu pula.

Secara garis besar, dengan melihat mediumnya, transportasi ini dapat dibedakan menjadi moda darat, air dan udara. Lebih jauh moda darat dapat dibedakan moda jalan dan kereta api. Pengembangan teknologi masing-masing moda mendorong perkembangan moda tersebut yang akhirnya akan memacu perkembangan transportasi.

MODA DARAT

(46)

a. transportasi jalan raya b. transportasi rel

c. transportasi pipa

d. trasnportasi gantung (angkutan melalui kabel) e. transportasi sungai, danau dan penyeberangan.

a). Transportasi jalan raya Sifatnya-sifatnya :

- door to door service

- memberi kebebasan pengendara dalam ruang dan waktu - mudah dikembangkan

- biaya operasi lebih murah. Keburukannya :

- tidak efisien

- pemborosan energi - keselamatan rendah

- menimbulkan polusi, terutama di perkotaan

- membutuhkan tempat parkir yang makin sulit disediakan di perkotaan

Lain-lain :

- dapat membuka, membangkitkan, mengembangkan wilayah

- menaikkan nilai jalan

- melindungi kawasan/kota, contoh : jalan arteri, by pass.

Moda ini sangat didukung adanya jaringan jalan yang memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Jalan itu sendiri dapat diklasifikasikan atas beberapa hal berikut (HIRARKI JALAN) :

(47)

-Primer -Sekunder

2. Menurut peran/fungsinya, - Arteri

- Kolektor - Lokal

- Lingkungan

SISTEM JARINGAN

DAN FUNGSI JALAN SESUAI UNDANG – UNDANG

Fungsi jalan Kecp. min, km/jam

Lebar

min, m Akses kejalan Volume,smp

Arteri Primer 60 11 Terbatas Lalulintas jarak jauh tdk boleh terganggu Sekunder 30 9 Terbatas >20.000 Lalulintas cepat dan lambat terpisah

Kolektor Primer 40 9 Terbatas >10.000 Jalan tidak terputus

Sekunder 20 9 Terbatas >6.000 Lalulintas cepat dan lambat terpisah

Lokal Primer 20 7,5

tidak

dibatasi >2.000 Jalan tidak boleh terputus

(48)

Lingkungan Primer 15 kesatu dengan kota jenjang kedua

-Arteri sekunder, yaitu jalan yang menghubungkan kws primer dengan kws sekunder kesatu, atau menghubungkan kws sekunder kesatu dengan kws sekunder kesatu lainnya atau kws sekunder kesatu dengan kws sekunder kedua

-Kolektor Primer, yaitu jalan yang menghubungkan antar kota jenjang kedua atau kota jenjang kedua dengan ketiga

-Kolektor sekunder, yaitu jalan yang menghubungkan antara pusat jenjang kedua atau antara pusat jenjang kedua dengan ketiga

-Lokal Primer, yaitu jalan yang menghubungkan persil dengan kota pada semua jenjang.

-Lokal Sekunder, yaitu jalan yang menghubungkan pemukiman dengan semua kawasan sekunder

-Lingkungan Primer, yaitu jalan yang menghubungkan antar pusat kegiatan dalam kws perdesaan dan jalan di dalam lingkungan kws perdesaan

(49)

3. Berdasar daya dukungnya

-Jalan kelas I, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatannya dengan lebar tidak lebih dari 2.500 mm, panjang 18.000 mm dan muatan sumbu terberat lebih besar dari 10 ton, atau LHR > 20.000 smp

-Jalan kelas II, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan dengan lebar tidak melebihi 2.500 mm, panjang 18.000 mm dan muatan sumbu terberat yang diijinkan 10 ton, atau LHR < 20.000 smp

-Jalan Kelas IIIA, yaitu jalan arteri atau kol,ektor yang dapat dilalui kendaraan bersama muatannya dengan ukuran tidak lebih dari 2.500 mm, panjang 18.000 mm dan muatan sumbu yang diijinkan 8 ton.

-Jalan Kelas IIIB, yaitu jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan dengan muatannya dengan ukuran lebar tidak lebih dari 2.500 mm, panjang 12.000 dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton

-Jalan Kelas IIIC, yaitu jalan local yang dapat dilalui kendaraan dengan muatannya, dengan lebar tidak lebih dari 2.100 mm, panjang 9.000 mm sumbu terberat yang diizinkan 8 ton

4. Menurut pungutan - Tol

- Non Tol

5. Menurut hambatan

- Bebas hambatan, ditandai simpang tidak sebidang

- Biasa, ditandai simpang sebidang

(50)

- Jalan Nasional, yaitu jalan yang dibina pemerintah pusat

- Jalan Propinsi, jalan yang dibina oleh pemerintah daerah propinsi

- Jalan Daerah (kabupaten, kota), yaitu jalan yang dibina oleh pemerintah daerah (kabupaten/kota) - Jalan desa, yaitu jalan yang dibina oleh

pemerintah desa

Dalam perencanaan jalan, karena kendaraan yang ada sangat beragam maka perlu diseragamkan dengan konsep satuan mobil penumpang (smp), artinya berbagai jenis kendaraan yang ada tersebut dibandingan dengan mobil penumpang dengan suatu nilai EMP (ekivalensi mobil penumpang) untuk masing-masing jenis kendaraan.

Selain itu dikenal juga istilah LHR (lalulintas harian rata-rata) yang menggambarkan beban lalulintas ruas jalan dalam satu hari. Penghitungan LHR dilakukan seperti di bawah ini.

365

Selain itu dikenal pula istilah Volume jam puncak (peak hours) Volume jam puncak ini = volume terbesar 4 x 15 menit berurutan.

Untuk ketertiban lalulintas, jalan perlu dilengkapi dengan rambu-rambu lalulintas, marka jalan, traffic light, pagar pengamanan, median pemisah jalur dan lain-lain.

(51)

Transportasi ini lebih dikenal dengan istilah kareta api karena dulunya digerakkan dengan batu bara yang cerobong asapnya mengeluarkan percikan api. Pengelolaannya sekarang pada PT. KAI di bawah koordinasi Departemen Perhubungan.

- Kelebihannya : efisien dan ekonomis

- Kekurangan : padat modal, banyak dipengaruhi oleh regulasi politik, tidak door to door sevice

- Sebagai angkutan jarak menengah, urban dan sub urban, untuk DIY sedang diusahakan untuk dijadikan angkutan ‘komuter’(1 rangkaian kereta komuter terdiri dari 1 lokomotif dan 4 gerbong penumpang).

- Lebih ramah lingkungan jika digerakkan dengan listrik - Kecepatannya antara 60 km/jam sampai 160 km/jam.

Kereta rel cepat mempunyai kecepatan antara 200 – 400 km/jam.

- Perlu dipertimbangkan perlintasan sebidang dengan jalan raya, terkait dengan frekuensi gangguan yang ditimbulkannya.

Dilihat dari lokomotif sebagai penggeraknya, dapat dibedakan menurut jenisnya : listrik, diesel, uap.

Listrik :

 mahal investasi

 polusi rendah

 tidak bising

 perlu tambahan ekstra clearence

Diesel :

 praktis

(52)

 bising

 kotor

Uap :

 bising

 kotor

 tidak dipakai secara komersial

Lokomotif jenis yang banyak dipakai di Indonesia adalah jenis diesel, umur konstruksinya 15 – 25 tahun dan pemakaian 100.000 – 480.000 km/thn. Bahan bakarnya 5.000 – 15.000 ltr/km.

Sistem kontrolnya antara lain dengan : jadwal (lalulintas rendah), Automatic Block System (ABS), Sinyal (yang memandu saat memasuki blok) dan yang paling mutakhir dengan Traffic Control System yaitu pengontrolan pusat, gerakan kereta tertayang pada layar dan pertemuan dapat diatur effisien.

c).Transportasi pipa

Transportasi jenis ini banyak digunakan antara lain ;

- Untuk mengangkut barang cair, gas, benda padat seperti batu bara, kapur, biji-bijian

- Sarana-sarana pipa biasanya ditanam di dalam tanah - Jaringan pipa biasanya mengikuti jaringan jalan raya, air

minum dan gas

- Penempatannya pada Ruang Milik Jalan (RUMIJA)

Keunggulan ;

(53)

Contohnya, pengangkutan BBM dari Cilacap ke Bandung dan dari Cilacap ke Yogyakarta.

Daya penggerak barang tersebut dapat melalui ; - Pompa tekan

- Daya gravitasi

d). Trasportasi gantung

Transportasi gantung (melalui kabel) ini biasanya digunakan untuk keperluan khusus, misalnya untuk wisata bukan untuk keperluan sehari-hari.

Sarana yang dibutuhkan adalah : - Gerbong pengangkut

- rel untuk merentangkan kabel baja yang dikontrol dari terminal.

Sebagai contohnya adalah kereta gantung pada daerah wisata atau pada daerah bersalju untuk berolah raga (membawa olah ragawan ke tempat peluncuran).

MODA LAUT

Instansi yang berwenang pada moda laut adalah Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Termasuk dalam mode ini adalah pelayaran rakyat, pelayaran antar pulau, pelayaran samudra baik domestik maupun internasional. Beberapa perusahaan yang besar antara lain PT. Pelni, PT. Djakarta Lloyd, PT. Samudra Indonesia.

Sarana kapal ini dapat dibagi menurut :

(54)

- tanker

- kapal curah

- kapal cargo umum - kapal penumpang - kapal penolong

b) Berat

- Berat kosong

Loaded (penuh)

Light (kosong) sama dengan berat air yang dipindahkan

- Dead weight Ton (DWT) sama dengan selisih berat penuh dengan berat kosong.

c) Jenis menurut bongkar muat yaitu :

- Lolo (lift on – lift of / vertikal) : dengan kereta derek (gantry)

 Kapal konvensional

 Kapal peti kemas

Kedua contoh di atas efisien, tetapi lamban dan investasi mahal.

- Roro (roll on – of / horizontal)

 Vessel jarak pendek termasuk feri

 Vessel jarak menengah / jauh

Kedua contoh di atas kurang efisien, tetapi cepat dan investasi lebih murah.

(55)

MODA UDARA

Instansi yang berwenang membina moda ini adalah Direktorat Jenderal Perhubungan udara, Departemen Perhubungan. Perusahaan penerbangan seperti Garuda, Sempati, Bourag, Lion, Merpati dan yang lain merupakan perusahaan / operator penyedia jasa angkutan udara.

Pengangkutan udara dilaksanakan dengan menggunakan pesawat terbang baik untuk orang maupun barang. Sifat yang menonjol adalah cepat dan relatif aman. Bandara memerlukan lahan yang cukup luas sehingga biasanya tidak dapat dekat dengan kota.

Jenis penerbangan dapat dibagi menurut : 1. Umum (General Aviation)

- Pribadi, perusahaan

- Sekolah penerbangan, SAR, pertanian. 2. Komersial : oleh Maskapai Penerbangan

 Organisasi : ICAO (International Civil Aviation Oraganisation), FAA (Federation Aviation Agency America), dan IATA (International Association of Travel Agency).

 Sifat-sifat pesawat dan dibagi menurut ;

- Berat : berat kosong, berat lepas landas, berat muatan

- Ukuran : bentang pesawat, panjang badan

Sifat-sifat ini dipakai untuk merancang, apron, konfigurasi terminal, lebar runway dan taxi way.

 Kapasitas ; jumlah maksimum pesawat dan penumpang yang dapat dilayani.

(56)

 Sifat-sifat lainnya.

 Operasi pesawat dan panjang landasan

Fator-faktor yang mempengaruhi panjang landasan secara garis besar ada tiga yaitu :

1. syarat operasi (lepas landas dan mendarat) 2. keadaan lingkungan bandara

3. berat pesawat lepas landas dan mendarat

Pada keadaan lingkungan bandara dikenal istilah angin depan (head wind) yang akan memperpendek landasan, dan Angin Belakang (tail wind) yang akan memperpanjang kebutuhan landasan. Demikian juga dengan ketinggian tanah, makin tinggi tanah makin panjang landasan diperlukan. Tiap 1000 fit membutuhkan 7 % lebih panjang landasan. Sama halnya ketinggian maka tiap 1 % tanjakan diperlukan 7 – 10 % tambahan landasan.

PERENCANAAN TERMINAL MODA UDARA

Pada perencanaan terminal angkutan udara, secara konsepsual dipisahkan atas dua bagian yaitu :

- sisi darat (Land Side) - sisi udara (Air Side)

Sedangkan penanganan penumpangnya dibagi seperti di bawah ini :

- Askes dari luar

 kendaraan datang pergi (antar jemput)

 parkir

 sirkulasi

 bongkar atau muat barang bawaan

 rel, stasiun, bus stop dll

(57)

 Fasilitas untuk tiket

 Fasilitas untuk check ini

 Fasilitas untuk klaim bagasi

 Keamanan, kesehatan, pabean, imigrasi

 Ruang tunggu, fasilitas umum.

- Persiapan terbang

 Ruang tunggu

 Fasilitas naik pesawat

 Fasilitas transportasi antar pesawat

Lebih jauh mengenai moda udara ini akan dibahas pada mata kuliah Lapangan Terbang

KONSEP INTERMODA

Suatu kebutuhan perjalanan mungkin akan dipenuhi melalui satu atau lebih moda angkutan, contohnya adalah seperti berikut, dari rumah jalan kaki ke tempat perhentian bus, kemudian naik bus kota ke stasiun kereta api dan berganti moda kereta api, turun dari kereta api naik ojek ke tempat tujuan. Bagi pengguna yang penting adalah keamanan, kelancaran,kecepatan dan kenyamanan dalam perjalanan.

Seperti telah diterangkan dimuka dasar pemilihan moda antara lain adalah :

1. Dasar pemilihan

a. Ciri perjalanan yang dilakukan berdasarkan atas : waktu, tujuan

(58)

c. Sistem pengangkutannya, contoh lama perjalanan, biaya dan nyamanan

d. Efisiensi

2. Faktor yang mempengaruhi a. Kecepatan perjalanan

b. Jarak perjalanan c. Kenyamanan d. Biaya

e. Kesenangan f. Jenis kelamin

g. Sistem social dan ekonomi h. Komposisi

Sumber dari lalulintas adalah pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat yang lain, pergerakan ini yang menimbulkan arus lalulintas. Maka salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi adalah dengan mengurangi pergerakan lalulintas tanpa mengurangi mobilitas individu. Oleh karena itu perlu efisiensi pelayanan yang tinggi, untuk itu perlu pengembangan pola prasarana transportasi terpadu, yaitu selain melayani angkutan jalan raya juga mendukung moda angkutan yang lain.

Keterpaduan antar moda ini dapat ditinjau dari 2 hal yaitu ; a. Keterpaduan secara sistem

b. Keterpaduan secara fisik

Pada keterpaduan secara sistem, yang diutamakan adalah adanya kemungkinan bagi seseorang yang menggunakan suatu moda angkutan untuk berpindah ke moda yang lain.

(59)

Keterpaduan secara fisik selain memungkinkan perpindahan moda, juga meningkatkan kemudahan dan kecepatan perpindahan moda.

Keterpaduan secara sistem tidak mensyaratkan adanya kesatuan antara terminal bus, kereta api, pelabuhan laut/udara. Yang dipentingkan adanya jaringan trasportasi antar terminal, stasiun dan pelabuhan tersebut. Oleh karena itu efisiensi pergerkan belum dikatakan maksimal. Terlebih bila jarak antar terminal /stasiun / pelabuhan itu jauh. Efisiensi ini dapat ditingkatkan jika menggunakan trasportasi khusus, misalnya menggunakan kereta bawah tanah atau kereta layang, tetapi jika trasportasi antar terminal/stasiun/ pelabuhan tersebut menggunakan jalan raya, maka tetap akan mengganggu arus lalulintas jalan raya.

Oleh karena itu, dari dua pilihandi atas, keterpaduan secara fisik tetap pilihan utama. Dengan keterpaduan secara fisik, maka efisiensi pergerakan lalulintas menjadi maksimal, perpindahan moda dari bus ke kereta api dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Suatu terminal dianggap terpadu secara fisik jika terminal itu ada 2 moda angkutan yang dilayani misalnya bus dan kereta api.

Jika keterpaduan secara fisik dapat direalisir, maka keterpaduan layanan juga akan mudah dilakukan. Beberapa kemungkinan yang dipadukan adalah :

a. Sistem informasi, cukup satu informasi untuk layanan yang ada

b. Sistem karcis lapangan

c. Pelayanan kepada masyarakat semakin baik d. Layanan jam puncak

e. Layanan pemeliharaan kendaraan

(60)

DEMAND TRANSPORTASI

Transportasi bukanlah suatu tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya orang hendak bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain atau orang mau mengirim barang ke tujuan tertentu, butuh jasa trasportasi untuk mencapai tujuannya. Beberapa sifat-sifat terkait permintaan akan jasa transportasi yang berbeda dengan dengan permintaan akan barang-barang lainnya, antara lain :

1. Derived demand : permintaan akan jasa transportasi merupakan suatu permintaan yang bersifat turunan (disebutkan bahwa transportasi adalah turunan pertama dari ekonomi)

2. Pemintaan akan jasa transportasi tidak dapat ditunda, sangat dipengaruhi oleh waktu yang bersifat harian, mingguan (utk rekreasi) bulanan atau tahunan (liburan sekolah, lebaran, natalan). 3. Permintaan akan jasa transportasi sangat

dipengaruhi elastisitas pendapatan.

4. Permintaan akan jasa transportasi penumpang bersifat in elastic, sedangkan permintaan angkutan barang bersifat elastic.

5. Permintaan akan jasa transportasi adalah kompleks karena jasa transportasi adalah campuran (product mixed), permintaan akan jasa transportasi tidak hanya karena keinginan utk berpindah tempat, tetapi banyak variable-variabel lain yang mempengaruhi, mis. Kecepatan, keamanan dll.

Dengan kata lain, permintaan/kebutuhan akan transportasi ini dipengaruhi banyak hal, terutama hal-hal di bawah ini :

(61)

Contohnya adalah, dengan naiknya perekonomian masyarakat, maka permintaan akan jasa trasportasi akan naik pula

 Moda → dalam hal ini adalah keterpaduan antar moda, seperti yang telah diuraikan di depan

 Jaringan jalan (pemekaran kota), jalan-jalan yang baru akan menarik perjalanan dan akan meningkatkan permintaan akan jasa trasportasi

 Fasilitas terminal (tingkat kemudahan dan pelayanan)

 Tata guna tanah, dll

Selain hal tersebut di atas, pada angkutan umum faktor yang mempengaruhi permintaan akan transportasi ini perlu ditambah faktor-faktor ;

 Income (pendapatan), →

 Tingkat kepemilikan kendaraan (jika kepemilikan kendaraan naik → demand terhadap angkutan umum akan turun, demikian pula sebaliknya)

Price (generalized price) → makin tinggi ongkosnya, demand akan turun

Level of service → layanan yang baik akan meningkatkan demand trasportasi

 Sifat dan jarak perjalanan

 Populasi dll

Gambar

Gambar tempat perhentian
Tabel 2. Ukuran Kendaraan Standar Mobil Penumpang
Tabel .1. Ukuran kebutuhan ruang parkir pusat perdagangan
Tabel .7. Uk. kebutuhan ruang parkir hotel dan tempat penginapan
+3

Referensi

Dokumen terkait

PANDEGLANG CIBITUNG CIKALONG TERTINGGAL 49.30 PANDEGLANG CIBITUNG CIKIRUH TERTINGGAL 44.56 PANDEGLANG CIBITUNG CITELUK TERTINGGAL 42.56 PANDEGLANG CIBITUNG

Ada tiga kabupaten yang memiliki IPM tertinggi yaitu Kota Bukitinggi, Kota Padang, dan Kota Padang Panjang untuk merencanakan pembangunan di Sumatera Barat harus

Pada saat selector switch berada pada sistem operasi lokal maka plant gardu distribusi berada pada posisi lokal maka sumber 5 VDC akan digunakan sebagai

Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, pola makan, aktivitas fisik, genetik, psikologis, kebiasaan olah raga

Dalam Kamus Bahasa Indonesia kata “karakter” diartikan dengan tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain, dan

didapatkan hasil yang lebih baik, dengan menggunakan piring rotari horizontal kapasitas 30 kg/jam.mesin yang dirancang ini sangat berbeda dengan mesin yang ada

Oleh karena itu hendaknya SMK Cut Nya’ Dien Semarang tetap mempertahankan dan senantiasa meningkatkan kenyamanan pembelajaran di dalam kelas khususnya yang menyangkut sumber bahan

(1) Perorangan warga negara Indonesia atau badan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 ayat (1), yang melakukan usaha budidaya tanaman tertentu di atas skala tertentu