• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Sarana dan Prasarana sesuai de

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Manajemen Sarana dan Prasarana sesuai de"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen Sarana dan Prasarana sesuai dengan

Standar Nasional Pendidikan

Oleh:

Indah Yuningsih ( 171011500237 )

02PPKp002 / 439

Program Studi PPkn S1

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Pamulang

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Rangkaian-rangkaian dari sub system atau unsur-unsur pendidikan yang saling terkait dalam mewujudkan keberhasilannya dinamakan sebagai sistem pendidikan. Yang meliputi tujuan, kurikulum, materi, metode, pendidik, peserta didik, sarana, alat, pendekatan dan sebagainya. Keberadaan satu unsur membutuhkan keberadaan unsur lain, tanpa keberadaan salah satu diantara unsur-unsur itu proses pendidikan menjadi terhalang, sehingga mengalami kegagalan. Keberadaan sarana pendidikan mutlak dibutuhkan dalam proses pendidikan, sehingga termasuk dalam komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan proses pendidikan. Tanpa sarana pendidikan, proses pendidikan akan mengalami kesulitan yang sangat serius, bahkan bias menggagalkan pendidikan. Hal ini adalah suatu kejadian yang harus dihindari oleh semua pihak yang terlibat dalam pendidikan.

Proses pendidikan dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Agar tujuan pendidikan tersebut dapat dicapai maka perlu diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan tujuan pendidikan itu. Dari sekian faktor penunjang keberhasilan tujuan pendidikan, kesuksesan dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dominan. Sebab didalam proses pembelajaran itulah terjadinya interialisasi nilai-nilai dan pewarisan budaya maupun norma-norma secara langsung. Karena itu, kegiatan belajar mengajar merupakan ujung tombak untuk tercapainya pewarisan nilai-nilai diatas. Untuk itu perlu sekali dalam proses pembelajaran itu diciptakan suasana yang kondusif agar peserta didik benar-benar tertarik dan bisa mengikuti proses yang ada.

(3)

B. Ruang Lingkup Masalah

Dalam makalah ini, saya membatasi pembahasan hanya mengenai definisi manajemen sarana dan prasarana, ruang lingkup, tujuan, fungsi, manfaat sarana prasarana, Standar Nasional Pendidikan Tentang Manajemen Sarana dan Prasarana dan Implikasi Standar Nasional Pendidikan terhadap Manajemen Sarana dan Prasarana.

Dengan demikian saya berharap pembahasan ini hanya terfokus pada tema tersebut.

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui tentang definisi manajemen sarana dan prasarana. 2. Untuk mengetahui tentang tujuan dari manajemen sarana dan

prasarana.

3. Untuk mengetahui ruang lingkup dari mananjemen sarana dan prasarana

4. Untuk mengetahui fungsi manajemen sarana dan prasarana. 5. Untuk mengetahui manfaat dari manajemen sarana dan prasarana. 6. Untuk menambah pengetahuan tentang Standar Nasional Pendidikan

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hakikat Manajemen Sarana dan Prasarana sesuai dengan Standar Nasional

Pendidikan

1. Definisi Sarana dan Prasarana

Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapa yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah, tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman untuk pengajaran biologi, halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga, komponen tersebut merupakan sarana pendidikan.

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalannya proses pendidikan. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan inventarisasi, dan penghapusan serta penataan.

Secara etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk

mencapai tujuan dalam pendidikan, misalnya: lokasi/ tempat, bangunan sekolah,

lapangan olahraga, dan sebagainya. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk

mencapai tujuan pendidikan. Misalnya; ruang, buku, perpustakaan, laboratorium.1

Dalam KBBI sarana memiliki makna yaitu segala sesuatu yang dapat dipakai

sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan; alat; media. Dan prasarana yang

berarti segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu

proses (usaha, pembangunan, proyek, dan sebagainya).

Perbedaan sarana pendidikan dan prasarana pendidikan adalah pada

fungsinya masing-masing, yaitu sarana pendidikan untuk “memudahkan

1

(5)

penyampaian/ mempelajari suatu materi pelajaran.” Sedangkan prasarana pendidikan “memudahkan penyelenggaraan pendidikan” Dalam makna inilah yang memunculkan sebutan “digunakan langsung” dan “digunakan tidak langsung” dalam proses pendidikan seperti yang telah disinggung sebelumnya dalam pengertian sarana dan prasarana pendidikan. Jelasnya, disebut “langsunng” itu terkait dengan penyampaian materi (mengajarkan materi pelajaran), atau mempelajari pelajaran.

Papan tulis, misalnya, digunakan langsung ketika guru mengajar (di papan tulis itu

guru menuliskan pelajaran). Meja murid tentu tidak digunakan murid untuk menulis pelajaran, melainkan untuk “alas” murid menuliskan pelajaran (yang dituliskan

dibuku tulis; buku tulis itulah yang digunakan langsung).2

2. Ruang Lingkup Sarana dan Prasarana

Burhanuddin menyebutkan bahwa ruang lingkup sarana prasarana dapat

ditinjau dari tiga sudut, yaitu:

a) ditinjau dari habis tidaknya;

b) ditinjau dari bergerak tidaknya, serta;

c) ditinjau dari hubungan dengan proses pembelajaran.

Secara umum ketiga pengelompokkan ini berfungsi untuk mempermudah

Inventarisasi. Secara khusus pengelompokkan berdasrakan habis tidaknya dipakai,

berfungsi membantu dalam hal pengadaan sarana prasaran. sementara ditinjau dari

hubungan dengan proses pembelajaran, ada sarana yang berhubungan langsung

dengan proses pembelajaran (misalnya alat pelajaran, alat peraga,dan media

pendidikan) dan ada pula prasarana yang tidak berhubungan langsung dengan proses

proses pembelajaran (misalnya bangunan sekolah, meja guru, perabot kantor tata

usaha,kamar kecil, dan sebagainya).

Salah satu aspek yang seyogianya mendapat perhatian utama oleh setiap

administrator pendidikan adalah mengenai sarana dan prasarana pendidikan. Sarana

dan prasarana pendiidkan pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat

2

(6)

kelompok, yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah. pengelolaan

3. Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana

Tujuan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan, secara umum adalah

memberikan fasilitas dan pelayanan secara profesional dibidang sarana dan prasarana

dalam rangka mewujudkan proses pendidikan di sekolah secara efektif dan efisien.

Adapun lebih jelasnya sebagai berikut:

1. untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem

perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. Melalui manajemen sarana

dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh

sekolah adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi, sesuai dengan

kebutuhan sekolah, dan dengan dana yang efisien;

2. mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana atau perlengkapan sekolah secara

tepat dan efisien. Dan menjamin keselamatan orang atau murid yang menggunakan

peralatan tersebut;

3. menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran pekerjaan

sehingga diperoleh hasil yang optimal;

4. mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, sehingga keberadaannya

selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua anggota sekolah.

4

3

(7)

4. Fungsi Sarana dan Prasarana a. Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan berdasarkan fungsinya dapat dibedakan menjadi seperti di

bawah ini :

1. Alat Pelajaran

Alat pelajaran adalah alat-alat yang digunakan untuk rekam-merekam bahan

pelajaran atau alat pelaksanaan kegiatan belajar. Yang disebut dengan kegiatan

merekam itu bisa berupa menulis, mencatat, melukis, menempel (di TK), dan

sebagainya. Misalnya papan tulis, spidol, penghapus papan tulis, buku tulis, bolpoin

termasuk alat pelajaran. Alat pelajaran yang bukan alat rekam-merekam pelajaran,

melainkan alat kegiatan belajar, adalah alat-alat pelajaran olahraga, alat-alat

praktikum, alat-alat kesenian dalam pelajaran kesenian dan sebagainya.

2. Alat Peraga

Alat peraga adalah segala macam alat yang digunakan untuk meragakan

(mewujudkan, menjadikan terlihat) objek atau materi pelajaran (yang tidak tampak

mata atau susah untuk diindera). Alat peraga suka dibedakan menjadi dua macam,

yaitu:

 alat peraga langsung, yaitu jika guru menerangkan dengan menunjukkan

benda sesungguhnya (benda dibawa ke kelas, atau anak diajak ke benda);

 alat peraga tidak langsung, yaitu jika guru mengadakan penggantian terhadap

benda sesungguhnya. Berturut-turut dari yang konkrit ke yang abstrak, maka

alat peraga dapat berupa: benda tiruan (miniatur), film, slide, foto, gambar,

sketsa atau bagan.

3. Media Pendidikan

Media pendidikan (media pengajaran) itu sesuatu yang agak lain sifatnya dari

alat pelajaran dan alat peraga. Kadang orang menyebut semua alat bantu pendidikan

itu media, padahal bukan. Alat pelajaran dan alat peraga memerlukan keberadaan

seorang guru. Alat pelajaran dan alat peraga membantu guru dalam mengajar. Guru

mengajarkan materi pelajaran dibantu oleh alat peraga dan pelajaran agar murid

dapat menangkap pelajaran dengan baik. Di sisi lain, oleh media, guru bisa dibantu

4

(8)

digantikan keberadaannya. Dengan kata lain, guru bisa tidak ada di kelas, digantikan

oleh media. Misalnya, media e-learning, radio dan televisi, surat kabar dan

sejenisnya.

b. Prasarana Pendidikan

Prasarana Pendidikan adalah segala macam alat, perlengkapan, atau

benda-benda yang dapat digunakan untuk memudahkan penyelenggaraan pendidikan.

Ruang kelas, meja dan kursi termasuk prasarana pendidikan. Kegiatan belajar di

ruang kelas yang sejuk dan sehat tentu lebih nyaman dibandingkan diluar ruangan

yang panas berdebu, Belajar dengan duduk di kursi yang nyaman tentu lebih enak

daripada duduk di bangku yang reyot, Menulis beralaskan meja tentu lebih nyaman

ketimbang menulis beralaskan lantai.5

5. Manfaat Sarana dan Prasarana

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur serta

menjaga sara dan prasarana pendidikan untuk memberikan kontribusi pada proses

pendidikan serta optimal dan berarti. Manfaat manajemen sarana prasarana yaitu.

1. Menyiapkan data dan informasi dalam rangka menentukan dan menyusun rencana

kebutuhan barang.

2. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan atau pedoman dalam

pengarahan pengadaan barang.

3. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan atau pedoman dalam

penyaluran barang.

4. Memberikan data dan infromasi dalam menentukan keadaan barang (tua, rusak atau

lebih) sebagai dasar ditambah atau dikurangnya barang.

5. Memberikan data dan informasi dalam rangka memudahkan pengawasan dan

pengendalian barang.

6. Memberikan data dan informasi dalam rangka pengontrolan dan pengevaluasian

sarana dan prasarana dalam sebuah lembaga tersebut.6

5

(9)

B. Standar Nasional Pendidikan TentangManajemen Sarana dan Prasarana Standar sarana dan prasarana merupakan kebutuhan utama sekolah yang

harus terpenuhi sesuai dengan amanat Undang – Undang Sistem Pendidikan

Nasional No. 20 tahun 2003, PP No 19 tahun 2005, dan Peraturan Menteri

Pendidikan Nasional No. 24 tahun 2007. Selain itu, juga harus memenuhi dari

ketentuan pembakuan sarana dan prasarana pendidikan yang telah dijabarkan dalam:

(1) Keputusan Mendiknas Nomor 129a/U/2004 tentang Standar Pelayanan Minimal

BidangPendidikan;

(2) Pembakuan Bangunan dan Perabot Sekolah Menengah Pertama Tahun 2004 dari

Direktorat Pembinaan SMP;

(3) Panduan Pelaksanaan dan Panduan Teknis Program Subsidi Imbal Swadaya:

Pembangunan Ruang Laboratorium Sekolah Tahun 2007 dari Direktorat Pembinaan

SMP. Standar sarana dan prasarana pendidikan yang dimaksudkan di sini baik

mengenai jumlah, jenis, volume, luasan, dan Iain-lain sesuai dengan kategori dan

tipe.

Landasan hukum dikeluarkannya standar sarana dan prasarana yaitu berdasarkan:

A. Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 Bab XII Pasal

45 tentang sarana prasarana yang berbunyi, sebagai berikut :

(1) Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan

prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan

perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan

peserta didik.

(2) Ketentuan mengenai penyediaan sarana dan prasarana pendidikan pada semua

satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan

peraturan.

B. Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Peraturan pemerintah yang mengatur standar sarana dan prasarana tercantum dalam

peraturan pemerintah No.24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana yang

(10)

Pasal

(1)

Standar sarana dan prasarana untuk sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI),

sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), dan sekolah

menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA) mencakup kriteria minimum sarana dan

prasarana.

Pasal

(2)

Penyelenggaraan pendidikan bagi satu kelompok pemukiman permanen dan terpencil

yang penduduknya kurang dari 1000 (seribu) jiwa dan yang tidak bisa dihubungkan

dengan kelompok yang lain dalam jarak tempuh 3 (tiga) kilo meter melalui lintasan

jalan kaki yang tidak membahayakan dapat menyimpangi standar sarana dan

prasarana sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini.

Pasal

(3)

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Berdasarkan PP No.24 tahun 2007, beberapa kriteria minimum standar sarana dan

prasarana:

A. Lahan terhindar dari potensi bahaya, antara lain sebagai berikut :

 Kemiringan lahan rata-rata kurang dari 15%

 Lahan terhindar dari : pencemaran air dan udara, serta kebisingan

 mendapat izin pemanfaatan tanah dari Pemerintah Daerah setempat.

B.Bangunan

 Memenuhi ketentuan rasio minimum luas lantai terhadap peserta didik seperti

tercantum pada lampiran PP No 24 tahun 2007

 Bangunan gedung memenuhi ketentuan tata bangunan

 Bangunan gedung memenuhi persyaratan keselamatan,keamanan dan

kenyamanan

 Bangunan gedung menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman,

(11)

 Bangunan gedung dilengkapi sistem keamanan

Bangunan gedung dilengkapi instalasi listrik dengan daya minimum 1300

watt.

 Pembangunan gedung atau ruang baru harus dirancang, dilaksanakan, dan

diawasi secara profesional

 Kualitas bangunan gedung minimum permanen kelas B, sesuai dengan PP

No. 19 Tahun 2005 Pasal 45, dan mengacu pada Standar PU

 Dapat bertahan minimum 20 tahun

 Bangunan gedung dilengkapi izin mendirikan bangunan dan izin

penggunaan.7

C. Implikasi Standar Nasional Pendidikan terhadap Manajemen Sarana dan

Prasarana

Penyusunan standar sarana dan prasarana diharapkan mampu memberikan motivasi dalam mendukung dan meningkatkan pendidikan di setiap jenjang pendidikan. Namun penerapan atau implementasinya secara keseluruhan tidak mudah, meskipun standar nasional merupakan kreteria minimum tidak setiap sekolah mampu memenehuinya. Implementasinya pun dilakukan secara bertahap dan diutamakan kebutuhan yang benar-benar diperlukan dalam proses pembelajaran. Setiap sarana dan prasarana yang disiapkan mewakili kebutuhan utama dari sebuah sekolah baik dasar dan menengah dengan kreteria minimum.

Pada dasarnya dengan standar nasional pendidikan diharapkan mampu memeratakan segala kegiatan maupun sarana pendukung dalam pendidikan yang meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Namun selalu ada implikasi dari setiap penerapan sebuah kebijakan, dan tidak pula dengan standar sarana dan prasarana, karena implikasi dari penerapannya menimbulkan kendala-kendalan dan permasalahan baru yang pemecahannya tidaklah mudah karena akan berkaitan dengan standar nasional yang lain. Misalkan saja kompetensi pendidik dan tenaga

7

(12)

kependidikan, Peserta didik dan kelulusannya, penilaian dan pengelolaan maupun pelaksanaan pembiayaan yang sesuai dan merata.

Implikasi berkaitan dengan akibat dari implementasi sebuah program atau kegiatan, dalam implementasi standar sarana dan prasarana tidak menutup kemungkinan terjadi sebuah implikasi dari penerapan tersebut. Bila setiap sarana dan prasaran yang di adakan dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam standar, maka akibat yang mungkit terjadi seperti yang diuraikan diatas adalah munculnya kebijakan lain yang berkaitan dengan pilihan untuk memenuhi terlebih dahulu kebutuhan utama dari sebuah sekolah ataupun satuan pemdidikan. Lahan dan bagunan dari sekolah yang akan didirikan tidak selamanya mengikuti ketentuan minimum sarana prasarana tapi disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekitar sekolah tersebut. Demikian pula dengan perlengkapan setiap ruang selalu di lakukan dengan bertahap dan berkelanjutan. Apabila dilakukan dengan secara langsung yang sesuai dengan ketentuan hambatan yang paling utama adalah pemeliharaan maupun pembiayaan yang tidak mencukupi dan memadai bagi sarana dan prasarana yang disiapkan.

Selain itu ketersediaan kompetensi setiap pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai sehingga mampu mengelola dan memanfaatkan setiap sarana pendukung tidak mampu menyamai perlengkapan yang diberikan dan ini berakibat pada penelantaran perlengkapan tersebut. Pembangunan yang disesuaikan dengan ketentuan sebuah bagunan pada lahan yang tersedia akan memberikan dampak pada sempitnya ruang bermain/olahraga ataupun pembunan sarana yang lainnya seperti laboratorium, UKS maupun perpustakaan. Kendala ini biasanya ditemui dikota-kota besar yang tidak memiliki lahan yang begitu luas, atau meskipun memiliki lahan yang luas, dengan penerimaan peserta didik yang tidak sesuai dengan rasio minimum dalam setiap kelas menjadikan penambahan gedung yang lebih banyak.8

8

(13)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana pendidikan yaitu komponen yang secara langsung maupun tidak langsung yang saling berkesinambungan dalam menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan.

Intinya, pengelolaan sarana dan prasarana merupakan proses pengurusan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran agar tercapainya tujuan pendidikan yang berjalan lancar, teratur, efektif, dan efisien. Pengelolaan sarana prasarana sekolah sangat penting dilakukan sebab apabila sarana prasarana sekolah dikelola dengan baik maka akan mendapatkan suatu hasil yang baik pula dan tercapainya tujuan yang diinginkan.

B. Saran

Dengan makalah ini saya harapkan pembaca dapat memahami dan menambah pengetahuan tentang definisi manajemen sarana dan prasarana, ruang lingkup, tujuan, fungsi, manfaat sarana prasarana, dan Standar Nasional Pendidikan Tentang Manajemen Sarana dan Prasarana serta Implikasi Standar Nasional Pendidikan terhadap Manajemen Sarana dan Prasarana.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

http://mametoisme.blogspot.com/2011/12/implementasi-dan-implikasi-standar.html

(diambil pada tanggal 26 Juni 2018, pukul 22.38)

https://amiamaliahanii.wordpress.com/2012/05/30/pengelolaan-sarana-dan-prasarana-pendidikan/ (diambil pada tanggal 26 juni 2018, pukul 23.14).

http://yamilah2014.blogspot.com/2015/01/standar-sarana-dan-prasarana-pendidikan.html (diambil pada tanggal 26 juni 2018, pukul 00.31).

Darmawan, manajemen Sarana dan Prasarana, ( Bandung, 2014) hlm 62

Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah (Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA,

2012) hlm49.

Suparlan, Manajemen Berbasis Sekolah ( Jakarta, PT BUMI AKSARA, 2013 ) hlm84.

Rohani, Pengelolaan Pengajaran, ( Jakarta, PT Rineka Cipta, 2010) hlm43.

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa prasarana pendidikan adalah perlengkapan dasar/fasilitas dasar yang secara tidak langsung menunjang jalannya

Yang dimaksud dengan sarana dan prasarana di sini adalah lahan, bangunan, dan berbagai peralatan untuk menunjang pencapai tujuan pendidikan di FE Unimed.. Rasional

 Media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara di dalam proses belajar mengajar untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi,. tetapi dapat pula

Standar Nasional Pendidikan tentang Manajemen Sarana dan Prasarana Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan. pendidikan,

Standar nasional Pendidikan tentang sarana dan prasarana bahwa 5 setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media

19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan diamana dalam PP tersebut juga mengatur mengenai standar sarana dan prasarana pendidikan secara nasional pada bab VII

Dalam sebuah lembaga pendidikan, perpustakaan tidak berbeda dengan lembaga yang lain yang tentu saja membutuhkan sarana dan prasarana untuk menunjang

dan prasarana pendidikan adalah semua benda bergerak dan tidak bergerak yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, baik secara langsung maupun