MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA SESUAI DENGAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
Disusun Oleh :
Monica Dwi Lestari ( 171011500151 )
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang
Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen. Salah satunya adalah sarana dan perasarana yang dibutukan dalam proses belajar dan mengajar di sekolah. Berbicara sarana dan prasarana di dalam lingkungan pendidikan merupakan aspek yang menarik untuk di ulas, apalagi dalam kegiatan proses belajar dan pembelajaran di sekolah yang berhubungan dengan pengunaan sarana dan prasarana.
Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai dengan pengelolaan dan pemanfaatan secara optimal.
Untuk mengoptimalkan penyedian, pendayagunaan, perawatan dan pengendalian sarana dan prasarana pendidikan, sekolah dituntut untuk memiliki kemandirian untuk mengatur dan mengurus kebutuhan sekolah menurut kebutuhan berdasarkan aspirasi dan partisipasi warga sekolah dengan tetap mengacu pada peraturan dan perundang undangan pendidikan nasional yang berlaku.
Agar sarana pendidikan dapat difungsikan dengan baik, maka diperlukan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan, maka sekolah akan mampu mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara lebih terkonsep dan terarah
B. Ruang lingkup kajian
Salah satu aspek yang seyogyanya mendapat perhatian utama dari setiap administrator pendidikan adalah mengenai sarana dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan umumnya mencakup semua peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan danmenunjang dalam proses pendidikan, seperti: gedung, ruang belajar/kelas, alat-alat/media pendidikan, meja, kursi dan sebagaianya. Sedangkan yang dimaksud dengan prasarana adalahfasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan,
seperti : halaman,kebun/taman sekolah, jalan menuju ke sekolah.Sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokan dalam empat kelompok,yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment, andfurniture). Agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan, hendaknya dikelola dengan dengan baik. Pengelolaan yang dimaksudmeliputi: (1) perencanaan, (2) Pengadaan, (3) Inventarisasi, (4) Penyimpanan, (5) Penataan, (6)Penggunaan, (7) Pemeliharaan dan, (8) Penghapusan
C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini dapat di uraikan sebagai berikut : 1. Agar dapat memahami pengertian dari sarana prasarana pendidikan. 2. Mengetahui pentingnya sarana prasarana dalam pendidikan.
3. Memahami bagaimana proses pengelolaan sarana prasarana pendidikan.
BAB II PEMBAHASAN A. Hakikat manajemen sarana dan prasarana pendidikan
1. Definisi manajemen sarana dan prasarana pendidikan
Pada dasarnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari dua unsur, yaitu sarana dan prasarana. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar. Prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah, tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman sekolah untuk pengajaran biologi, halaman sekolah sekaligus lapangan olah raga, komponen tersebut merupakan sarana pendidikan. dapat diartikan juga bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah segenap proses pengadaan dan pendayagunaan komponen-komponen yang secara langsung maupun tidak langsung jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Ini menunjukan bahwa sarana dan prasarana yang ada di sekolah perlu didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah. Pengelolaan ini dimaksudkan agar dalam menggunakan sarana dan prasarana di sekolah bisa berjalan dengan efektif dan efisien.1
2. Ruang lingkup manajemen sarana dan prasarana pendidikan
Ruang lingkup manajemen sarana dan prasarana pendidikan tidaklah sama. Sarana pendidikan adalah semua fasilitas ( peralatan,pelengkap,bahan dan perabotan) yang secara tidak langsung digunakan dalam proses belajar mengajar,seperti gedung ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat media pengajaran. Adapun prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran, seperti halaman, kebun atau taman sekolah, jalan menuju sekolah, dan sebagainya.² seperti papan tulis, spidol, penghapus, alat tulis, buku, dan media pengajaran. Sedangkan yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya suatu
proses pendidikan atau pengajaran di suatu lembaga pendidikan, seperti gedung, ruang kelas, halaman, kebun sekolah, jalan menuju sekolah, dan sebagainya. namun, apabila prasarana tersebut digunakan secara langsung untuk kegiatan belajar mengajar, misalnya kebun sekolah digunakan untuk kegiatan belajar biologi maka kebun sekolah menjadi sarana pendidikan.2 3. Tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan
Pada dasarnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan memiliki tujuan sebagai berikut : a) Menciptakan sekolah atau madrasah yang bersih,rapi,indah,sehingga menyenangkan bagi
warga sekolah atau madrasah.
b) Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai baik secara kualitas, maupun kuantitas dan relevan dengan kepentingan dan kebutuhan pendidikan.
Secara lebih rinci Tim pakar Manajemen Universitas Negeri Malang mengidentifikasi beberapa hal mengenai tujuan sarana dan prasarana pendidikan yaitu :
a) Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan secara hati-hati dan seksama, sehingga sekolah atau madrasah memiliki sarana dan prasarana yang baik sesuai dengan kebutuhan dana yang efisien.
b) Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah itu harus tepat dan efisien. c) Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan secara teliti dan tepat, sehingga keberadaan sarana dan prasarana tersebut akan selalu dalam keadaan siap pakai ketika akan digunakan atau diperlukan.
Jadi, Tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah untuk mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi pada proses pendidikan secara optimal dan berarti, kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan,pengadaan,penggunaan atau pemanfaatan, dan tanggung jawab. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati hati dan seksama. 'engan perkataan ini, melalui manajemen
perlengkapan pendidikan di harapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh sekolah adalah serana dan serana pendidikan yang berkualitas tnggi, sesuai dengan kebutuhan sekolah, dan dengan dana yang efsien. Untuk mengupayakan pemakaian sarana prasarana sekolah secara tepat dan efsien. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, sehingga keberadaannya selalu dan kondisi siap pakai setiap di perlukan oleh semua personel sekolah.
4. Fungsi manajemen sarana dan prasarana pendidikan
Fungsi manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah sarana dan prasarana ada yang berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan) dan ada yang berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap proses belajar mengajar. Prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan) contoh nya seperti tanah, halaman, pagar, tanaman, bangunan sekolah, jaringan air, jalan, listrik ,telepon. serta perabot atau mobiler. Sedangakan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) yerhadap proses belajar mengajar seperti, alat pengajaran,alat peraga, alat praktek, dan media pendidikan.
5. Manfaat manajemen sarana dan prasarana pendidikan
B. Standar nasional pendidikan tentang manajemen sarana dan prasarana
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berkaitan dengan Standar Sarana dan Prasarana :
A. Peraturan menteri pendidikan nasional republik indonesia Nomor 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana untuk sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah ( SD/MI ),sekolah menengah pertama aatau madrasah tsanawiyah ( SMP/MTS ),dan sekolah menengah atas atau madrasah aliyah ( SMA/MA). disebutkan bahwa standard sarana dan prasarana ini mencakup:
1) kriteria minimum sarana yang terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah,
2) kriteria minimum prasarana yang terdiri dari lahan, bangunan, ruang- ruang, dan instalasi daya dan jasa yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.
B. Peraturan menteri pendidikan nasional republik indonesia Nomor 40 tahun 2008 tentang standar sarana dan prasarana untuk sekolah menegah kejuruan (SMK) dan madrasah aliyah kujuruan (MAK)
C. Implikasi standar nasional pendidikan terhadap manajemen sarana dan prasarana
Penyusunan standar sarana dan prasarana diharapkan mampu memberikan motivasi dalam mendukung dan meningkatkan pendidikan di setiap jenjang pendidikan. Namun penerapan atau implementasinya secara keseluruhan tidak mudah, meskipun standar nasional merupakan kreteria minimum tidak setiap sekolah mampu memenehuinya. Implementasinya pun dilakukan secara bertahap dan diutamakan kebutuhan yang benar -benar diperlukan dalam proses pembelajaran. Setiap sarana dan prasarana yang disiapkan mewakili kebutuhan utama dari sebuah sekolah baik dasar dan menengah dengan kreteria minimum.
Pada dasarnya dengan standar nasional pendidikan diharapkan mampu memeratakan segala kegiatan maupun sarana pendukung dalam pendidikan yang meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Namun selalu ada implikasi dari setiap penerapan sebuah kebijakan, dan tidak pula dengan standar sarana dan prasaran, karena implikasi dari penerapannya menimbulkan kendala -kendalan dan permasalahan baru yang pemecahannya tidaklah mudah karena akan berkaitan dengan standar nasional yang lain. Misalkan saja kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, Peserta didik dan kelulusannya, penilaian dan pengelolaan maupun pelaksanaan pembiayaan yang sesuai dan merata.
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen sarana prasarana pendidikan merupakan suatu proses pengelolaan sarana prasarana di sekolah supaya berfungsi dengan baik sehingga antara guru dan siswa, keduanya dapat saling menjalankan tugasnya dengan baik pula dan tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Manajemen sarana prasarana merupakan suatu hal yang sangat penting karena berkaitan dengan proses pembelajaran. Sukses tidaknya suatu pembelajaran tergantung bagaimana warga sekolah memanajemen kekayaan yang dimiliki. Memahami tentang manajemen sarana prasarana dengan baik dapat membantu menambah wawasan tentang bagaimana melakukan manajemen sarana prasarana mulai dari merencanakan hingga mengevaluasi. Dalam pelaksanaan manajemen sarana prasarana siswa seharusnya diajak berperan aktif dalam pendayagunaan sarana prasarana di sekolah. Selain untuk mewujudkan pengelolaan sarana prasarana yang baik hal ini juga berfungsi untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa dalam kehidupan sekolah. Dengan adanya kerajasama yang kompak antara kepala sekolah, guru dan juga siswa, manajemen sarana prasarana dapat berjalan dengan baik, selain itu pemborosan dan hal-hal lain yang tidak diharapkan misalnya, adanya sarana yang rusak sementara seharusnya masih memiliki masa pakai yang lama, dapat dicegah.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
B. Saran
BAB IV DAFTAR PUSTAKA
Indrawan,Irjus. (2015). pengantar manajemen sarana dan prasarana sekolah. Yogyakarta : Deepublish
Oteng,sutisna. (1985).Administrasi pendidikan.Bandung : penerbit angkasa Muhaimin. (2009).manajemen pendidikan.Jakarta : PREENADAMEDIA GROUP Kristiawan,muhammad.dkk. (2017).manajemen pendidikan. Sleman : DEEPUBLISH M. Ed. Suparlan. (2013).Manajemen berbasis sekolah. Jakarta : PT Bumi aksara Https://amiamaliahanii.wordpress.com>pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan
Https://adriman1011.wordpress.com>pentingnya sarana dan prasarana pendidikan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar