Integrasi Data Kepegawaian
Aplikasi Sub Sistem di Universitas Diponegoro
Melalui Web Service
1)
Kodrat Iman Satoto, 2)Rinta Kridalukmana
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Program Studi Teknik Sistem Komputer
Jl. Prof. Sudharto, S.H. Tembalang, Semarang 50725, Indonesia E-mail : 1)[email protected], 2)[email protected]
Abstract
As one of top universities in Indonesia, Diponegoro University have been developed many information system applications to support its operational activities. As the impact, IT department faces new problem in user authentication based on human resource application that exist in university to other application. To fulfill this function, web service will sent message to application that request information in JSON format.
Keywords : web service, application interface.
1. Pendahuluan
Sistem informasi di Universitas Diponegoro saat ini semakin banyak dikembangkan untuk memenuhi berbagai aspek kebutuhan, baik untuk pengelolaan data, monitoring, evaluasi, maupun untuk pencatatan berbagai aktifitas transaksi. Pengembangan sistem informasi ini tidak hanya dilakukan di unit pengelola sistem informasi di tingkat universitas, namun juga di unit pengelola di tingkat fakultas.
Permasalahan mulai muncul ketika pengembangan sistem informasi di tingkat universitas dan fakultas akan melakukan pengelolaan terhadap data yang sama. Sebagai contoh adalah data kepegawaian. Data kepegawaian saat ini telah dikelola melalui sistem informasi kepegawaian yang dikembangkan oleh unit sistem informasi tingkat universitas. Namun untuk keperluan yang berbeda, pengelola sistem informasi tingkat fakultas memerlukan data tersebut untuk mengembangkan sistem-sistem lain seperti misalnya sistem kepangkatan dan sistem beban kerja dosen.
Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, Vol. 11. No.1, Februari 2014 : 1 – 109
78
Universitas dengan data dari sistem lain yang dikembangkan di tingkat Fakultas. Salah satu penyebabnya adalah apabila akan dilakukan pembaharuan data, maka pembaharuan tersebut harus dilakukan di setiap sistem yang menyimpan data kepegawaian agar informasi yang diberikan selalu sama. Dikarenakan harus diperbaharui di setiap sistem yang mengelola data kepegawaian, maka sangat dimungkinkan apabila salah satu sistem tersebut tidak dilakukan pembaharuan data.
Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dicoba untuk menjembatani kebutuhan data kepegawaian dari yang telah dikelola oleh unit sistem informasi tingkat universitas untuk dapat dipergunakan oleh sistem-sistem lain yang akan dikembangkan di tingkat fakultas, yang selanjutnya sistem-sistem ini disebut dengan sub sistem, dengan mengembangkan web service.
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengembangkan application interface berbasis web yang berfungsi sebagai web service untuk mengirimkan data/pesan dari sistem kepegawaian ke sub-sub sistem lain yang akan menggunakan data kepegawaian. Batasan masalah dari penelitian ini adalah: 1) Application interface yang akan dikembangkan hanya melayani retrieve data, tidak melakukan aktifitas CRUD (create, update,
delete), 2) Data kepegawaian yang ditangani oleh web service dibatasi pada data dosen.
2. Kajian Pustaka
Pemahaman tentang application programming interfaces (APIs) sangat penting untuk memahami pengertian application interfaces. APIs merupakan mekanisme yang telah didefinisikan dengan baik yang dikembangkan untuk menghubungkan sumber daya yang ada seperti misalnya application server,
middleware layer, atau database (lihat Gambar 1) [5]. APIs memungkinkan
developer untuk menggunakan layanan dari entitas-entitas yang ada untuk memperoleh nilai yang dimiliki oleh entitas tersebut.
Misalnya untuk mengakses informasi pelanggan akan membutuhkan perantaraan API ke database pelanggan. Alasan dibuat API adalah :
1) Menyediakan akses ke data dan proses bisnis tanpa harus melalui user interface.
2) Menyediakan mekanisme yang memungkinkan berbagi informasi
Integrasi Data Kepegawaian( Satoto dan Kridalukmana )
Application interface yang dapat difungsikan untuk mengakses proses bisnis dan data dapat dikategorikan sebagai berikut :
1. Full service interface
Tipe ini menyediakan seluruh layanan untuk mengakses layanan bisnis,
object, dan data (Gambar 2).
Gambar 2 Full Service Interface [5]
2. Limited service interface
Pada limited service interface biasanya hanya diperkenankan untuk mengakses salah satu level saja dari layanan bisnis, object atau data (Gambar 3).
Gambar 3 Limited Service Interface [5]
3. Controlled service interface
Tipe ini menyediakan layanan minimal terhadap logik dan data (Gambar 4).
Gambar 4 Controlled Service Interface [5]
Jumlah pengguna aplikasi berbasis web yang terus meningkat memicu penyedia layanan untuk meningkatkan kinerja aplikasi dengan menambahkan banyak fitur ke dalamnya. Salah satu fitur yang sekarang ini terus dikembangkan adalah penggunaan web service. Web Service adalah layanan yang tersedia di internet yang menggunakan bahasa standar XML untuk pengiriman pesannya, tidak terikat kepada bahasa pemograman atau sistem operasi tertentu [14].
Definisi lainnya, Web Service mengacu pada perancangan berbasis pesan yang sering ditemukan di web dan di perangkat lunak perusahaan (enterprise).
Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, Vol. 11. No.1, Februari 2014 : 1 – 109
80
yang lain melalui jaringan dengan menggunakan serangkaian aturan-aturan (protokol) yang terstandarisasi [18]. Standar XML dan SOAP dikembangkan oleh W3C (World Wide Web Consortium). Selanjutnya, W3C juga terlibat dalam pengembangan standar protokol dan arsitektur untuk Web Service, seperti WSDL (Web Service Description Language), termasuk standar teknologi keamanan untuk
Web Service seperti XML Encryption, XML Signature, dan lain sebagainya. Di samping W3C, beberapa organisasi lain saat ini juga terlibat dalam pengembangan standarisasi untuk Web Service, seperti OASIS (Organization for Advancement of Structured Information Standard), WS-I (Web Service Interoperability Organization) dan Liberty Alliance Technology Group yang disponsori oleh Sun Microsystem.
Web Service bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara pemrogram dan perusahaan, yang memungkinkan sebuah fungsi di dalam Web Service dapat dipinjam oleh aplikasi lain tanpa perlu mengetahui detil pemrograman yang terdapat di dalamnya. Beberapa alasan mengapa Web Service digunakan adalah sebagai berikut:
1. Web Service dapat digunakan untuk mentransformasikan satu atau beberapa bisnis logic atau class dan objek yang terpisah dalam satu ruang lingkup yang menjadi satu, sehingga tingkat keamanan dapat ditangani dengan baik.
2. Web Service memiliki kemudahan dalam proses deployment-nya, karena tidak memerlukan registrasi khusus ke dalam suatu sistem operasi. Web Service cukup diunggah ke web server dan siap diakses oleh pihak-pihak yang telah diberikan otorisasi.
3. Web Service berjalan di port 80 yang merupakan protokol standar HTTP, dengan demikian Web Service tidak memerlukan konfigurasi khusus di sisi
firewall.
4. Teknologi Web Service memungkinkan sebuah aplikasi menjadi sangat kecil ukurannya, karena kebanyakan datanya disimpan di Web Service
sehingga tidak perlu disimpan secara lokal. Web Service ini juga memudahkan untuk memperbaharui data dalam aplikasi karena perubahan hanya tinggal dilakukan di Web Service dan semua aplikasi yang ter-install
secara lokal dan mengakses Web Service ini pun akan secara otomatis mengikuti perubahan ini. Teknologi Web Service ini sangat cocok untuk diterapkan pada aplikasi perangkat bergerak dimana perangkatnya kebanyakan selalu terkoneksi dengan internet dan membutuhkan aplikasi-aplikasi yang ringan dalam sisi instalasi lokalnya.
Web Service adalah suatu sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas dan interaksi antarsistem pada suatu jaringan. Web Service digunakan sebagai suatu fasilitas yang disediakan oleh suatu situs web
Integrasi Data Kepegawaian( Satoto dan Kridalukmana )
bahasa compiler. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Web Service
memiliki beberapa keunggulan, diantaranya : 1. Lintas platform
Pengunaan Web Service memungkinkan komputer-komputer yang berbeda sistem operasi dapat saling bertukar data.
2. Programming Language Independent
Sebuah Web Service dapat diakses dengan menggunakan bahasa pemrograman apa saja.
3. Jembatan penghubung dengan database
Umumnya sebuah aplikasi memerlukan driver database agar dapat melakukan koneksi ke dalam database. Web Service dapat dijadikan sebagai penghubung antara aplikasi dengan database. Dengan demikian,
Web Service dapat menggantikan peran driver untuk mengakses database. 4. Mempermudah proses pertukaran data
Penggunaan Web Service dapat mempermudah dan mempercepat pertukaran data diantara dua perusahaan, daripada harus menyesuaikan aplikasi dan database yang digunakan. Contoh Web Service: autentikasi akun pada facebook dan autentikasi keabsahan kartu kredit pada visa.com
CodeIgniter adalah sebuah aplikasi open-source yang berupa framework
dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website
dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter dilengkapi dengan berbagai pustaka siap pakai untuk berbagai kebutuhan. Misalnya saja koneksi database, email, session dan cookies, keamanan, manipulasi gambar dan banyak lagi lainnya, sehingga mempermudah pekerjaan programmer. Dengan menciptakan pustaka sendiri yang kemudian di-include-kan ke dalam framework, programmer
pun dapat menambah pustaka baru jika pustaka yang diinginkan tidak tersedia. Kadang juga beberapa pustaka dapat didapatkan di forum ( http://codeigniter-id.com) maupun wiki-nya (http://codeigniter.com/wiki/) [20].
Arsitektur MVC (Model-View-Controller) muncul atas pemikiran Prof. Trygve Reenskaug, seorang berkebangsaan Norwegia. Dasar arsitektur ini adalah pemisahan antara logika aplikasi dengan tampilan dan database. Menggunakan pola ini diharapkan dapat meminimalisasi penulisan perintah (membuat coding
lebih sederhana karena sudah dipisah dengan kode untuk tampilan), sehingga resiko terjadinya bug juga minimal, serta meningkatkan efisiensi pembangunan aplikasi karena programmer dapat bekerja secara terpisah dengan designer.
Programmer mengerjakan logic sedangkan designer berkutat dengan desain tampilan antarmuka.
Beberapa bahasa pemograman berbasis web yang framework-nya menerapkan konsep MVC adalah ASP (ASP Xtreme Evolution), Actionscript
(FlashMVC), Coldfusion (Fusebox), JavaScript (JavaScript MVC), XML (XForms) dan Ruby (Ruby on Rails). Contoh framework PHP MVC adalah
CakePHP, Symfony dan CodeIgniter (CI).
Gambaran penerapan arsitektur MVC pada CodeIgniter kurang lebih sebagai berikut [13]:
Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, Vol. 11. No.1, Februari 2014 : 1 – 109
82
mengubah, menghapus, dan menambahkan data.
View merupakan “tempat” untuk meletakkan apa yang akan ditampilkan di halaman browser. Sebuah berkas view umumnya berisi kode bahasa pemograman sisi klien.
Controller merupakan pengatur utama hubungan antara model, view, dan juga sumber daya lain yang tersedia. Sumber daya ini diperoleh dari kelompok/tipe kelas yang dapat disebut dengan elemen framework CI. CI menerapkan pola MVC yang fleksibel karena Model dapat tidak digunakan. Jadi hanya menggunakan View dan Controller saja jika memang tidak memerlukan pemisahan di dalam struktur data dan basis data atau penggunaan model dianggap hanya menambah kompleks aplikasi dengan keuntungan yang kurang sebanding.
3. Desain Parameter Input dan Output Interface Web Service
Interface web service secara umum merupakan controller merupakan jembatan akses dari aplikasi lain ke layanan web service. Interface akan dikembangkan sesuai dengan informasi yang akan diakses melalui web service. Pada penelitian ini, informasi yang akan dijadikan model untuk layanan interface web service adalah sebagai berikut:
a. Informasi Data Umum Dosen, yang meliputi nama, tempat lahir, tanggal lahir, golongan, jabatan fungsional, alamat, nomor induk pegawai, jurusan dan fakultas.
b. Informasi Pengabdian Dosen, yang meliputi judul pengabdian dan tahun dilaksanakannya pengabdian.
c. Informasi Karya Ilmiah Dosen, meliputi informasi judul karya ilmiah, tahun publikasi, nama jurnal, volume dan nomor jurnal, halaman artikel pada jurnal dan bulan terbit jurnal.
Selain informasi tersebut, untuk keperluan fungsi autentikasi user yang akan dilayani oleh web service, maka data-data credential pengguna pada aplikasi sistem kepegawaian yang meliputi username dan password juga akan dapat diakses. Untuk dapat berinteraksi dengan layanan web service, aplikasi harus menyediakan input parameter yang diminta oleh web service. Berdasarkan input parameter inilah web service memberikan respon pengiriman data dengan parameter-parameter output yang sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. Adapun interface pada web service yang dikembangkan meliputi autentikasi(), getInfoDosen (), getInfoPengabdian (),genInfoKaryaIlmiah() dan authenticateUser (). Tabel 1 berikut ini menunjukkan input dan output parameter masing-masing
Integrasi Data Kepegawaian( Satoto dan Kridalukmana )
Tabel 1 Input dan Output Parameter Interface Web Service
No Method Name Parameter Deskripsi Tipe data
1 autentikasi() Input parameter
-sharekey Key penghubung
Aplikasi dan web service
string
-applD Id aplikasi yang
Terdaftar di mesin
webservice
string
Ouput parameter
-statusInfo Keluaran hasil proses
autentikasi
Boolean
2 getInfoDosen() Input parameter
-nip Nomor induk pegawai string
- sharekey Key penghubung
Aplikasi dan web
- tptlahir tempat lahir string
- tptlahir tanggal lahir date
- gol golongan string
- jf jabatan fungsional string
- almt alamat string
-nip nip string
- jur jurusan string
- fakultas fakultas string
3 getInfoPengabdian() Input parameter
- nip nomor induk pegawai string
- sharekey
- appID
key penghubung aplikasi dan web service
id aplikasi yang terdaftar di mesin web service
string
string
- thawal tahun awal pengabdian string
- thakhir tahun akhir pengabdian string
Ouput parameter
- jdl judul pengabdian string
Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, Vol. 11. No.1, Februari 2014 : 1 – 109
84
Sambungan Tabel 1 Input dan Output Parameter Interface Web Service
4 getInfoKaryaIlmiah() Input parameter
- nip nomor induk pegawai string
- sharekey key penghubung aplikasi
dan web service
string
- appID id aplikasi yang terdaftar
di mesin web service
string
- thawal tahun awal karya ilmiah string
- thakhir tahun akhir karya ilmiah string
Ouput parameter
- jdl nama dosen string
- thpub tempat lahir string
- nmjurnal tanggal lahir date
- vol golongan string
5 AuthenticateUser() Input parameter
- userID input user ID string
- password password user string
- sharekey key penghubung aplikasi
dan web service
string
- appID id aplikasi yang terdaftar
di mesin webservice
string
Output Parameter
- statusUser keluaran hasil proses
autentikasi user
boolean
Output parameter adalah kumpulan variabel yang dikirimkan oleh web service kepada aplikasi yang meminta data melalui interface web service. Output
Integrasi Data Kepegawaian( Satoto dan Kridalukmana )
Berikutnya, data yang akan dilayani oleh web service dalam penelitian ini adalah data karya ilmiah dosen yang memiliki format JSON pada output
parameter seperti berikut ini:
Pada penelitian ini, selain dilakukan eksplorasi pengaksesan data kepegawaian melalui web service, data login kepegawaian ini juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan login oleh aplikasi lain melalui interafe autenticateUser(). Adapun format output parameter fungsi login user ini adalah:
4. Implementasi Model & Controller
Berikut ini adalah model_autentikasi yang diimplementasikan di lingkungan
CodeIgniter Framework dapat dilihat pada Kode Program berikut ini:
Kode Program 1 Implementasi Model model_autentikasi
Pada model tersebut, query disimpan pada variable data[‘jml_row’]. Data
ini berisi nilai jumlah baris yang dihasilkan dari query, yang bila diimplementasikan dengan CodeIgniter Framework dapat digunakan fungsi num_rows().
{ a a : a adose , tptlahir : te patlahirdose , tgllahir : -01- , gol : golo ga dose , jf :
fu gsio aldose , al t : Ala at Dose , ip : ip dose , jur : jurusa dose , fak : fakultas dose }
{ jdl : judul karya , thpub : , jur al : a a jur al , vol : volu e jur al , o : o er jur al ,
hal : hala a jur al , bl : bula terbit jur al }
{ statusUser : true }
atau
Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, Vol. 11. No.1, Februari 2014 : 1 – 109
86
Model model_infoumumdosen terhubung dengan tabel dosen, masterprogramstudi, dan masterfakultas. Query pada model _infoumumdosen bila diimplementasikan pada CodeIgniter Framework dapat dilihat pada Kode Program 2 berikut ini:
Kode Program 2 Implementasi Model model_infoumumdosen
Selanjutnya untuk model_pengabdian, query yang diimplementasikan pada
CodeIgniter Framework dapat dilihat pada Kode Program 3 berikut ini :
Kode Program 3 Implementasi Model model_pengabdian
Untuk model_karyailmiah, implementasi pada CodeIgniter Framework
Integrasi Data Kepegawaian( Satoto dan Kridalukmana )
Kode Program 4 Implementasi Model model_karyailmiah
Dan yang terakhir, implementasi model_userlogin pada CodeIgniter Framework dapat dilihat pada Kode Program 5 berikut ini :
Kode Program 5 Implementasi Model model_userlogin
Method autentifikasi() merupakan interface web service yang dipergunakan untuk memeriksa apakah suatu aplikasi berhak memanfaatkan layanan web service. Implementasi method autentikasi pada controller CodeIgniter Framework
dapat dilihat pada Kode Program 6 berikut ini:
Kode Program 6 Controller autentikasi()
Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, Vol. 11. No.1, Februari 2014 : 1 – 109
88
diimplementasikan pada CodeIgniter Framework dapat dilihat pada Kode Program 7 berikut:
Kode Program 7 Controller getInfoDosen()
Adapun implementasi controller getInfoPengabdian pada CodeIgniter Framework pada Kode Program 8 berikut ini:
Kode Program 8 Controller getInfoPengabdian()
Integrasi Data Kepegawaian( Satoto dan Kridalukmana )
Kode Program 9 Controller getInfoKaryaIlmiah()
Untuk method autenticateUser() hampir sama implementasi pada
CodeIgniter Framework dengan method autentikasi(). Kode program Implementasi autenticateUser() dapat dilihat pada Kode Program 10 berikut ini:
Kode Program 10 Controller autenticateUser()
5. Pengujian
Berikut merupakan hasil pengujian terhadap interface web service yang meliputi pengujian method autentikasi(), getInfoDosen(), getInfoPengabdian, getInfoKaryaIlmiah(), autenticateiUser().
Tabel 2 Hasil Pengujian Interface Web Service
Fungsi yang diuji Bentuk Pengujian Hasil Yang
Diharapkan
Hasil Pengujian
autentikasi() Pengujian akses web Service URL dengan Input parameter yang ditentukan
Menampilkan keluaran Output parameter dengan Format JSON
Berhasil
getInfoDosen() Pengujian akses web Service URL dengan Input parameter yang ditentukan
Menampilkan keluaran Output parameter dengan Format JSON
Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, Vol. 11. No.1, Februari 2014 : 1 – 109
90
Sambungan Tabel 2 Hasil Pengujian Interface Web Service
6. Kesimpulan dan Saran
Dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Penggunaan web service akan sangat membantu aplikasi lain dalam mengakses data, sehingga data yang sama tidak perlu disimpan berulang kali.
2. Format JSON sebagai output web service dapat dipergunakan untuk mendukung aplikasi web mobile.
3. Dengan dukungan web service, sub-sub sistem lain dapat memanfaatkan informasi login dari sistem kepegawaian untuk masuk ke sub sistem tersebut.
Adapun saran yang dapat dikemukakan dari hasil penelitian ini adalah : 1. Perlu dikelola dengan lebih baik manajemen share key dan identitas
aplikasi sehingga dapat lebih aman
2. Lokasi web service dapat diletakkan di satu server dengan aplikasi sistem kepegawaian mengingat database sistem kepegawaian tidak membuka
port komunikasi dari luar server.
Fungsi yang diuji Bentuk Pengujian Hasil Yang
Diharapkan
Hasil Pengujian
getInfoDosen() Pengujian Interface web Service pada aplikasi lain
Data dapat tampil pada Aplikasi mengakses web
Data dapat tampil pada Aplikasi mengakses web
Data dapat tampil pada Aplikasi mengakses web service
Berhasil
Integrasi Data Kepegawaian( Satoto dan Kridalukmana )
7. Daftar Pustaka
[1] Bartel, M., J. Boyer, B. Fox, B. LaMacchia, E. Simon, 2002, “XML
Signature Syntax and Processing”, W3C Recommendation, http://www.w3.org/TR/xmldsig-core/
[2] Champion, M., Ch. Ferris, E. Newcomer, D. Orchard, 2002, “Web
Services Architecture”, W3C Working Draft, 14 November 2002. Available : http://www.w3.org/TR/ws-arch
[3] Christensen, E., F. Curbera, G. Meredith, S. Weerawarana, 2001, Web Services Description Language (WSDL) 1.1, http://www.w3.org/TR/wsdl [4] CodeIgniter Developer Team, http://codeigniter.com/user_guide,
EllisLab Inc, 2006-2011, diakses Maret 2012
[5] David S. Linthicum, Enterprise Application Integration, Addison Wesley, ISBN 0-201-61583-5, 1999.
[6] Goodman, Danny, Michael Morrison, Paul Novitski, 2010, JavaScript Bible, Seventh Edition, Wiley Publishing.
[7] Gottschalk, K., S. Graham, H. Kreger, dan J. Snell, 2002, Introduction to
Web Services Architecture, IBM Journal,
http://www.deinf.ufma.br/~mario/pos/corba/artigos/gottschalk02ws-arch.pdf
[8] Keneth C. Laudon & Jane P. Laudon, Management Information System : Managing the Digital Firm, Seventh Edition, Prentice Hall, 2002, 208-210
[9] Kurniawan, Erick, 2010, Cepat Mahir ASP.NET 3.5 untuk Aplikasi Web Interaktif, Yogyakarta, Penerbit ANDI.
[10] Lucky, 2008, XML Web Service : Aplikasi Desktop, Internet, Handphone, Jasakom.
[11] Manish Srivastava, Legacy Integration : Which Approach Should Your Enterprise Adopt, SETLabs Briefings Vol. 1 No. 2, Infosys, 2003.
[12] Pranata, Antony, 2001, Panduan Pemograman JavaScript, Cetakan Ketiga, Yogyakarta, Penerbit ANDI.
[13] Pratama, Antonius Nugraha Widhi, 2010, CodeIgniter: Cara Mudah Membangun Aplikasi PHP, Jakarta, MediaKita.
[14] Purnamasari, Susan Dian, 2008, Web Service Sebagai Solusi Integrasi Data Pada Sistem Informasi Akademik Universitas Bina Darma, Palembang, Universitas Bina Darma.
[15] Qian, Kai, 2004. Design Patterns for Web Services, 5th ACIS International Conference on SNPD, China, https://ritdml.rit.edu/handle/1850/3896
[16] Rudolf Grunig & Richard Kuhn (2004), Process-based Strategic Planning,Third Edition, Springer, 2004, 7-9.
[17] Sunyoto, Andi, M.Kom., 2007, Ajax Membangun Web dengan Teknologi Asynchronous JavaScript dan XML, Yogyakarta, Penerbit ANDI.
[18] W3C, Web of Services,http://www.w3.org/standards/webofservices/ [19] Wahana Komputer, 2010, Panduan Praktis Menguasai Pemograman
Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, Vol. 11. No.1, Februari 2014 : 1 – 109
92
[20] Wardana, S.Hut, M.Si, 2010, Menjadi Master PHP dengan Framework CodeIgniter, Jakarta, Elex Media Computindo.