• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAHKAMAH AGUNG RI PENGADILAN AGAMA KARAWANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAHKAMAH AGUNG RI PENGADILAN AGAMA KARAWANG"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

MAHKAMAH AGUNG RI

PENGADILAN AGAMA KARAWANG

Memenuhi Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI

Nomor 584/Sek/01/X/2010 Tanggal 29 Oktober 2010

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Kebijakan Umum Peradilan

Faktor yang menjadi prioritas kebijakan Pengadilan adalah pelayanan terhadap masyarakat pencari keadilan dengan azas cepat, sederhana dan biaya ringan, beberapa penunjang faktor tersebut adalah meminimalisir tunggakan perkara yang diikuti dengan system administrasi perkara yang efesien, meningkatkan mutu/kwalitas putusan, penataan sistem pendidikan dan pelatihan serta penataan sistem pengawasan yang ketat dan efektif.

Disamping itu pula perbaikan sistem organisasi mulai melakukan perbaikan dengan menganalisis jabatan/pekerjaan dengan cara inventarisasi jenis jabatan/ pekerjaan, pejabat fungsional maupun pejabat struktural untuk digunakan sebagai input dalam menyusun sistem analisis beban kerja dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam perhitungan remunerasi kerja.

Pengembangan Sumber Daya manusia (SDM) meliputi proses mengikuti Pelatihan – pelatihan baik yang diadakan oleh Mahkamah Agung RI, Pengadilan Tinggi Agama dan instansi lain yang mendukung terhadap kinerja.

Untuk lebih mengoptimalkan program yang menjadi prioritas tersebut Pengadilan Agama Karawang telah melaksanakan langkah-langkah diantaranya adalah Pengembangan system informasi meliputi :

1. Program Informasi Pengadilan berbasis Website di www.pa-karawang.go.id

2. Program Informasi perkara pada helpdesk menggunakan layar sentuh (touch screen)

3. Program pengadiministrasian perkara SIADPA (Sistem Adminiastrasi Perkara Peradilan Agama )

4. Program SIMPEG (Sistem Administrasi kepegawaian) 5. Program RKAKL dan SPM ;

6. Program Aplikasi Gaji (GPP) 7. Program SAK;

(3)

10. Program Sistem Informasi dan Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN);

11. Program Persediaan

B. Visi Dan Misi Visi :

Mewujudkan supremasi hukum melalui kekuasaan kehakiman yang mandiri, efektif, serta mendapatkan kepercayaan publik, propesional dalam memberi pelayanan hukum yang berkualitas, etis, terjangkau dan biaya rendah bagi masyarakat serta mampu menjawab panggilan pelayanan publik.

Misi :

1. Mewujudkan rasa keadilan sesuai dengan Undang-undang dan peraturan serta memenuhi rasa keadilan masyarakat ;

2. Mewujudkan Peradilan yang mandiri dan Independen bebas dari campur tangan pihak lain;

3. Meningkatkan akses pelayanan di bidang Peradilan kepada masyarakat; 4. Meningkatkan kualitas input internal pada proses Peradilan ;

5. Mewujudkan Institusi Peradilan yang efektif, efisien, bermartabat dan dihormati ;

6. Melaksanakan kekuasaan kehakiman yang mandiri, tidak memihak dan trasparan , melalui peningkatan sistem Informasi berbasis IT sehingga proses dan produk peradilan dapat diakses secara mudah dan transparan melalui Internet.

C. Rencana Strategis (Renstra)

1. Tujuan :

a. Tercapainya proses pelayanan yang lebih baik dan cepat dalam penerimaaan perkara.

b. Tercapainya registrasi perkara sesuai Pola Bindalmin.

c. Terlaksananya pola penerimaan secara transparan, terbuka, effesien, cepat dan biaya ringan.

(4)

cerai dalam waktu 114 hari setelah putusan dibacakan dan atau setelah putusan berkekuatan hukum tetap

f. Tercapainya penyelenggaraan arsip perkara sesuai Pola Bindalmin.

2. Sasaran :

a. Meningkatkan kualitas pelayanan penerimaan perkara b. Meningkatkan pengisian registrasi perkara.

c. Meningkatkan proses pemeriksaan perkara sesuai azas. d. Meningkatkan minutasi berkas perkara.

e. Meningkatkan pelayanan cepat kepada masyarakat dalam pengeluaran salinan putusan, salinan penetapan,akta cerai dll.

f. Meningkatkan pengelolaan arsip perkara sesuai Pola Bindalmin.

3. Kebijakan :

a. Melakukan penerimaan perkara secara terbuka melalui satu loket; b. Meningkatkan pengisian registrasi secara akurat dan cepat.

c. Meningkatkan pelayanan dalam proses pemeriksaan perkara sesuai azas.

d. Meningkatkan tempo hasil minutasi berkas perkara. e. Meningkatkan tempo penyelesaian salinan,akta cerai dll. f. Meningkatkan penetapan arsip perkara sesuai Pola Bindalmin. g. Menghindari kontak langsung pihak berperkara dengan Pegawai.

4. Program :

a. Peningkatan pengaturan petugas dan sarana.

b. Peningkatan pengisian register secara akurat dan cepat. c. Peningkatan pelayanan dalam proses pemeriksaan. d. Peningkatan pelaksanaan minutasi berkas.

e. Peningkatan pelayanan pemberian salinan, akta cerai dll. f. Peningkatan penataan arsip perkara.

(5)

BAB II

STRUKTUR ORGANISASI

A. Ketua : H.Asril Nasution, SH.M.Hum B. Wakil Ketua : Drs. Abu Thalib Zisma

C. Hakim :

1. Dra. Hj. Dasmi Sally, MH 2. Drs. H. Sururi, SH 3. H. Amin Al Husaini, SH 4. Drs. Asril Bustami, SH 5. Drs. Syafiuddin, SH MH 6. Drs. Hikmat Mulyana, MH 7. Dra. Mimin, MH 8. Drs. H. A. Ma’mun Sholeh 9. Drs. Muhammad Mauludin 10. Drs. H. Dalih Effendi, SH D. Panitera/Sekretaris : Dra. Hj. Aminah

E. Bagian Keperkaraan :

1. Wakil Panitera : .Suparman, S.Ag 2. Panmud Gugatan : Dindin Pahrudin, SH 3. Panmud Permohonan : Yuyu Yuliani, S.Ag MH 4. Panmud Hukum : Asnali, S.Ag

5. Panitera Pengganti :

a. Hj. Wiwi Tsanawiyah, BA b. Ahya Syarifuddin

c. Bagus Tukul Wibisono,SH. d. Siti Sofia Emalia, S.Ag e. Khalida, S.Ag, MH 6. Jurusita Pengganti : a. Solikhin b. Samsudin c. Edi Sutisna d. Usmaniah e. Harnowo Budiyanto f. A. Supandi S.Ag. g. Bustanul Arifin, SHI.

(6)

F. Bagian Kesekretariatan :

1. Wakil Sekretaris : Hj. Rohmatul Hasanah, SH MH 2. Kasub. Keuangan : Usmaniah

3. Kasub Umum : Asep Jamaludin, SH 4. Kasub Kepegawaian : Diana Risnawati,S.Sos 5. Pelaksana : Andi Putra SH

: M. Nevis Qomaruzaman, A.Md : Taufiqoh Bina Ariani, A.Md

A. Tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) Jabatan di Pengadilan Agama

Karawang adalah sebagai berikut:

A. KETUA

Ihtisar Jabatan : Merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi Peradilan Agama Tingkat Pertama. Serta mengawasi, mengepaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijakan tehnis Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku.

B. WAKIL KETUA

Ihtisar Jabatan : Merencanakan mewakili Ketua Pengadilan Agama dalam hal merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi Peradilan Agama tingkat pertama.Serta mengawasi dan mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas.Sesuai dengan kebijaksanaan tehnis Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

C. HAKIM

Ihtisar Jabatan : - Bertindak sebagai Ketua Majelis atas perintah Ketua Pengadilan Agama Karawang

- Menetapkan hari sidang

- Membantu pimpinan Pengadilan Agama Karawang dalam membuat laporan program kerja, pelaksanaan dan pengorganisasian.

(7)

D. PANITERA/SEKRETARIS

Ihtisar Jabatan : Merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan tehnis dibidang administrasi perkara.Administrasi Peradilan lainnya dan administrasi umum dilingkungan Pengadilan Agama Karawang. Serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Karawang dan Perundang-undangan yang berlaku.

E. BAGIAN KEPANITERAAN 1. WAKIL PANITERA

Ihtisar Jabatan : Mewakili Panitera dalam hal merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi perkara. Dan Peradilan dilingkungan Pengadilan Agama Karawang serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas.

2. PANMUD GUGATAN

Ihtisar Jabatan : Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan gugatan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lainnya yang ada hubungan dengan gugatan. Serta mengawasi mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Karawang dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku 3. PANMUD PERMOHONAN

Ihtisar Jabatan : Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan permohonan, melakukan

(8)

ada hubungannya dengan perkara perdata. Serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Karawang dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

4. PANMUD HUKUM

Ihtisar Jabatan : Merencanakan dan melakasanakan urusan kepaniteraan hukum, mengumpulkan, mengolah dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyimpan arsip berkas perkara yang masih berlaku, melakukan administrasi pembinaan hukum agama, melaksanakan hisab rukyat dan tugas lain serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Karawang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. PANITERA PENGGANTI

Ihtisar Jabatan : Membantu hakim dalam mengikuti dan mencatat perkara yang sudah putus berikut amar putusannya kepada Panitera Muda Hukum. Serta melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan tehnis Panitera /Sekretaris Pengadilan Agama Karawang dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

6. JURU SITA PENGGANTI

Ihtisar Jabatan : - Melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Agama Karawang, Ketua majelis sidang dan Panitera.

- Menyampaikan Relas Panggilan Sidang dan memberitahukan pengumuman teguran-teguran, proses-proses dan memberitahukan

(9)

putusan Pengadilan menurut cara berdasarkan ketentuan undang-undang.

F. BAGIAN KESEKRETARIATAN 1. WAKIL SEKRETARIS

Ihtisar Jabatan : Mewakili Sekretaris dalam : merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis di bidang administrasi umum di lingkungan Pengadilan Agama Karawang Karawang serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Pengadilan Agama Karawang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

2. KASUB KEPEGAWAIAN

Ihtisar Jabatan : Merencanakan dan melaksanakan pengurusan kepegawaian dan organisasi tatalaksana dilingkungan Pengadilan Agama Karawang. Serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Karawang dan Peratura Perundang-undangan yang berkaku.

3. KASUB KEUANGAN

Ihtisar Jabatan : Merencanakan dan melaksanakan pengurusan keuangan kecuali mengenai pengelolaan biaya perkara dilingkungan Pengadilan Agama Karawang. Serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai

(10)

dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

4. KASUB UMUM

Ihtisar Jabatan : Melaksanakan urusan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan perpustakaan. Serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Karawang dan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

5. PELAKSANA

Ihtisar Jabatan : - Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh atasannya;

- Membantu pengetikan-pengetikan

- Melaporkan tugas lain yang diberikan oleh atasan

- Melaporkan pelaksanaan tugas atasan.

B. Standar Operasional Prosedur (SOP)

1. SOP Berperkara

1 : Pihak berperkara datang ke Pengadilan Agama Karawang dengan membawa surat gugatan atau permohonan.

2 : Pihak berperkara menghadap petugas Meja I dan menyerahkan surat gugatan atau permohonan, minimal 2 (dua) rangkap. Untuk surat gugatan ditambah sejumlah Tergugat.

3 : Petugas Meja Pertama (dapat) memberikan penjelasan yang dianggap perlu berkenaan dengan perkara yang diajukan dan menaksir panjar biaya perkara yang kemudian ditulis dalam SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar). Besarnya panjar biaya perkara diperkirakan harus telah mencukupi untuk menyelesaikan perkara tersebut,(Pasal 182 ayat (1) HIR. Jo.Psl. 90 Undang Undang RI No. 3 Thn. 2006 Tentang Perubahan Atas Undang Undang No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama

(11)

4 : Petugas Meja I menyerahkan kembali surat gugatan atau permohonan kepada pihak berperkara disertai dengan SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar) dalam rangkap 3 (tiga).

5 : Pihak berperkara datang ke loket layanan bank yang ditunjuk dan mengisi slip penyetoran panjar biaya perkara. Pengisian data dalam slip bank tersebut sesuai dengan SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar), seperti nomor urut, dan besarnya biaya penyetoran. Kemudian pihak berperkara menyerahkan slip bank yang telah diisi dan menyetorkan uang sebesar yang tertera dalam Slip Bank tersebut.

6 : Setelah pihak berperkara menerima slip bank yang telah divalidasi dari petugas layanan bank, pihak berperkara menyerahkan slip bank tersebut dan menyerahkan (SKUM) Surat Kuasa Untuk Membayar kepada pemegang kas (Kasir).

7 : Pemegang Kas (Kasir) mencatat Panjar Biaya tersebut ke dalam Jurnal Keuangan Perkara serta menandatangani SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar), membubuhkan nomor perkara dan tanggal penerimaan perkara dalam SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar) dan dalam surat gugatan/permohonan sesuai dengan Nomor dan tanggal saat pencatatan dalam Jurnal Keuangan Perkara.

8 : Pemegang kas kemudian memberi tanda lunas dalam SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar), dan menyerahkan kembali kepada pihak berperkara asli SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar) serta satu salinan surat gugatan atau permohonan yang telah diberi nomor perkara dan tanggal pendaftaran, pendaftaran selesai.

9 : Selanjutnya Pihak/pihak-pihak berperkara akan dipanggil oleh jurusita/jurusita pengganti untuk menghadap ke persidangan setelah ditetapkan Susunan Majelis Hakim (PMH) dan hari sidang pemeriksaan perkaranya (PHS).

Hari sidang pertama, paling lambat 30 hari sejak pendaftaran Pemanggilan pihak-pihak dilakukan paling lambat tiga hari sebelum persidangan (hari waktu memanggil tidak dihitung) 10 : Pihak-pihak hadir di Persidangan sesuai dengan panggilan sidang;

Para pihak menyampaikan bukti-bukti yang diperlukan dalam meneguhkan dalil gugatannya atau bantahannya;

11 : Setelah Majelis Hakim membacakan putusan dalam sidang yang terbuka untuk umum, Ketua Majelis memberitahukan pada Penggugat/Pemohon untuk menghadap Kasir guna mengecek panjar biaya perkara yang bersangkutan.(Dengan menggunakan instrumen) Perkara harus sudah diputus, paling lambat enam bulan sejak pendaftaran (termasuk minutasi berkas perkara)

12 : Pemohon/Penggugat selanjutnya menghadap kepada Pemegang Kas untuk menanyakan perincian penggunaan panjar biaya perkara

(12)

13 : Pemegang Kas berdasarkan Buku Jurnal Keuangan Perkara memberi penjelasan mengenai rincian penggunaan biaya perkara

kepada Pemohon / Penggugat.

Catatan : Apabila terdapat sisa panjar biaya perkaranya, maka Pemegang Kas membuatkan kwitansi pengembalian sisa panjar biaya perkara dengan menuliskan jumlah uang sesuai sisa yang ada dalam buku jurnal dan diserahkan kepada Pemohon / Penggugat untuk ditanda tangani. Kwitansi pengembalian sisa panjar biaya perkara terdiri dari 3 (tiga) lembar : Lembar pertama untuk pemegang kas.- Lembar kedua untuk Pemohon / Lembar ketiga dimasukkan ke dalam berkas perkara 14 : Pemohon/Penggugat setelah menerima kwitansi pengembalian sisa panjar biaya perkara dan menanda tanganinya, kemudian menyerahkan kembali kwitansi tersebut kepada Pemegang Kas. 16 : Pemegang Kas menyerahkan uang sejumlah yang tertera dalam

kwitansi tersebut beserta tindasan pertama kwitansi kepada pihak Pemohon/Penggugat.

Catatan:

Apabila Pemohon/Penggugat tidak hadir dalam sidang pembacaan putusan atau tidak mengambil sisa panjarnya pada hari itu, maka oleh Panitera melalui surat akan diberitahukan adanya sisa panjar

biaya perkara yang belum ia ambil.

Dalam pemberitahuan tersebut diterangkan bahwa apabila Pemohon/Penggugat tidak mengambil dalam waktu 6 (enam), maka uang sisa panjar biaya perkara tersebut (Psl. 1948 KUH Perdata), akan disetorkan ke Kas Negara.

17 : Para Pihak dapat mengajukan Banding dalam tempo 14 hari setelah putusan dijatuhkan atau 14 hari setelah pemberitahuan amar putusan apabila pihak tidak hadir saat putusan diucapkan. Para Pihak dapat meminta Salinan Putusan/Penetapan pada Panitera

KHUSUS PERKARA PERCERAIAN

18 : Cerai Gugat :

Setelah Putusan berkekuatan hukum tetap, Panitera memberitahukan pada para pihak bahwa Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap

19 : Cerai Talak :

Penetapaan Ikrar Talak berkekuatan hukum tetap pada saat Penetapan itu ditetapkan(Tidak perlu ada pemberitahuan khusus) 20 : Panitera berkewajiban memberikan Akta Cerai pada para pihak

selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari terhitung setelah putusan yang berkekuatan hukum tetap tersebut diberitahuan pada para pihak. Khusus untuk Cerai Talak, 7 hari setelah Ikrar Talak diucapkan. (Psl. 84 ayat (4) Undang-undang No. 7/1989 yang telah diubah dengan Undang-undang. No. 3/2006 dan Undang-undang. No. 50/2009)

(13)

2. SOP Bagian Kepegawaian

1. Standard Operating Procedures (SOP) Pembuatan TASPEN Pegawai.

Pengertian : Tabungan yang diberikan kepada pegawai dimasa pensiun atau ahli waris pegawai yang telah meninggal dunia.

Tujuan : Setiap PNS akan menerima tabungan pensiun setelah sampai masa pensiun/meninggal dunia. Kebijakan : Peraturan Pemerintah Nomor : 25 Tahun 1981

Prosedur : 1. Kepegawaian membuat surat pengantar yang ditujukan kepada Pimpinan Taspen;

2. Foto Copy SK CPNS; 3. Foto Copy KP4;

4. Foto Copy surat Pernyataan Melaksanakan Tugas.

2. Standard Operating Procedures (SOP) Pembuatan Karpeg

Pengertian : Kartu Pengenal PNS yang berlaku selama yang bersangkutan menjadi PNS.

Tujuan : Pembantu PNS dalam pengurusan Kepegawaian pensiun dan yang meningal dunia.

Kebijakan : Peraturan Pemerintah dan Badan Kepegawaian Negara.

Prosedur : Kepegawaian membuat surat pengantar yang ditujukan kepada Kepala Kantor Badan Kepegawaian Negara dengan melampirkan persyaratan yang telah dilegalisir oleh Panitera/Sekretaris rangkap 3 (tiga) yaitu :

1. Foto Copy SK CPNS. 2. Foto Copy SK PNS.

(14)

3. Standard Operating Procedures (SOP) Pembuatan Karis/Karsu

Pengertian : Karis adalah Kartu Isteri dan Karsu adalah Kartu Suami, hanya berlaku selama pemegang menjadi Isteri/Suami PNS.

Tujuan : Membantu keluarga (ahli waris) untuk mengurus pegawai pensiun dan meningal dunia.

Kebijakan : Peraturan Pemerintah dan Badan Kepegawaian Negara.

Prosedur : Kepegawaian membuat surat pengantar yang ditujukan kepada Kepala Kantor Badan Kepegawaian melampirkan persyaratan yang telah dilegalisir oleh Panitera/Sekretaris rangkap 3

(tiga) yaitu :

1. Foto Copy SK CPNS. 2. Foto copy akta nikah

3. Laporan perkawinan pertama 4. Foto ukuran 2x3 : 2 (dua) lembar.

(15)

4. Standard Operating Procedures (SOP) Kenaikan Pangkat

Pegawai Ybs Pegawai Menyerahkan Berkas Kenaikan Pangkat Kepada Bagian

Kepegawaian

1. Salinan Sk Kenaikan Pangkat Terakhir. 2. Salinan DP3, 2 (Dua) Tahun Terakhir.

3. Salinan Sk Jabatan Terakhir.

4. Salinan Surat Pernyataan Pelantikan. 5. Salinan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas. 6. Salinan Surat Pernyataan Masih Menduduki Jabatan (Terbaru).

7. Salinan Sk CPNS.

Menyerahkan berkas Kenaikan Pangkat

1. Bagian kepegawaian meneliti berkas kenaikan pangkat. 2. Bagian Kepegawaian melegalisir persyaratan kenaikan pangkat

untuk ditanda tangani oleh Pansek.

Pengajuan berkas kepada kasubbag Kepegawaian

1. Kasubbag kepegawaian meneliti berkas kenaikan pangkat.

2.Bagian Kepegawaian melegalisir persyaratan kenaikan pangkat untuk ditanda tangani oleh Pansek. 3. Kasubbag Kepegawaian meneliti berkas lalu memaraf berkas

yang akan dilegalisir / ditandatangani panitera/sekretaris.

Pengajuan berkas kepada Wakil Sekretaris

meneliti berkas lalu memaraf berkas yang akan dilegalisir /

ditandatangani panitera/sekretaris.

Pengajuan berkas kepada

Panitera/Sekretaris

Panitera/sekretaris menandatangani berkas kenaikan pangkat lalu menyerahkan ke bagian umum untuk di stempel.

kasubbag Kepegawaian membuat konsep nota usul dan pengantar kenaikan pangkat.

Wakil Sekretaris Meneliti nota usul dan pengantar kenaikan pangkat lalu di paraf dan diteruskan ke Panitera/Sekretaris

Panitera/Sekretaris Panitera/Sekretaris memaraf nota usul dan pengantar Kenaikan Pangkat untuk diteruskan ke KPTA.

Ketua Menandatangani nota usul dan pengantar Kenaikan Pangkat.

PTA Bandung Mengusulkan ke Dirjen Badilag (untuk jabatan Fungsional) / ke Badan urusan Administrasi (untuk jabatan struktural dan pelaksana.

Dirjen Badilag MA.RI / B.U.A MA RI untuk diproses lebih lanjut.

(16)

5. Standard Operating Procedures (SOP) Pengajuan Cuti Tahunan

Mulai

Pengisian Formulir Cuti 1. Pegawai yang mengajukan cuti mengisi formulir. 2. Menyerahkan formula terisi kepada Bagian

Kepegawaian.

Penelitian Sisa Cuti 1. Bagian kepegawaian meneliti sisa cuti

yangbersangkutan.

Tahunan 2. Menyetujui atau mengkoreksi lama cuti yang

diambil.

Pengajuan Kepada Atasan Pegawai mengajukan kepada atasan langsung.

Langsung

Persetujuan Atasan 1. Atasan langsung memberi persetujuan atau

menunda cuti.

Langsung

2. jika ditunda, formulir dikembalikan kepada pegawai, jika diterima disampaikan kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti.

Setuju Cuti

ditunda

Persetujuan Pejabat yang

berwenang

Pegawai membuat

laporan

Pegawai membuat laporan kemajuan pelaksanaan

pekerjaan sebelum cuti.

Pegawai cuti Pegawai melaksanakan cuti.

(17)

3. SOP Bagian Keuangan

A. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembahasan dan Penelaahan RKAKL.

Mulai Mulai

menyusun RKAKL ke dalam Pegawai menyusun RKAKL ke dalam

Aplikasi Depkeu Aplikasi Depkeu

Penyesuaian RKAKL dalam Pagu Penyesuaian RKAKL dalam Pagu

sementara sementara :

1. Tim penyusun RKAKL mengikuti

Revisi rakor perencanaan di MA.

Disetujui 2. Tim menyesuaikan dan

Oleh Biro tidak menyempurnakan RKAKL dalam

Perencanaan Pagu Sementara

MA 3. Tim melakukan konsultasi

dengan Biro Perencanaan MA

ya untuk mendapatkan persetujuan.

Penyiapan TOR Tim menyiapkan TOR usulan

program dan penganggaran

Penelaahan RKAKL Penelaahan RKAKL di tingkat

Dengan Depkeu Depkeu :

1. Tim melakukan penelaahan

Revisi dengan Depkeu untuk

mendapatkan persetujuan

Disetujui tidak 2. Tim merevisi RKAKL dan TOR

Oleh Depkeu sesuai hasil penelaahan

ya

Pengumpulan final Tim mengumpulkan final RKAKL

RKAKL dan TOR Dan TOR di Depkeu

(18)

B. Standar Operasional Prosedur ( SOP ) Kegiatan Pembayaran dan Pertanggungjawaban DIPA.

1. Tujuan:

SOP (Standard Operating Procedure) ini bertujuan untuk menyeragamkan prosedur kegiatan Pembayaran dan Pertanggungjawaban Dana DIPA Pengadilan Agama Karawang tahun anggaran 2010.

2. Pengertian:

a. Yang dimaksud dengan pembayaran Uang persediaan (UP), Penggantian Uang Persediaan (GU) dan Pembayaran langsung (LS) adalah semua pembayaran yang dilaksanakan melalui dana yang bersumber dari APBN DIPA.

b. Yang dimaksud dengan pertanggungjawaban dana UP, GU dan LS adalah semua proses pertanggungjawaban mulai dari penerimaan dana sampai kepada hasil yang merupakan cerminan dari berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. c. Yang dimaksud dengan DIPA adalah Dokumen pelaksanaan anggaran

yang disusun oleh Kementrian Negara/lembaga dan disahkan oleh Dirjen Perbendaharaan atau Kanwil Dirjen Perbendaharaan setempat a.n. Menteri Keuangan.

d. SPM adalah Surat Perintah Membayar yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran atas dasar Surat Permintaan Pembayaran (SPP) e. SPP adalah Surat Permintaan Pembayaran untuk membiayai suatu kegiatan atau lebih yang diajukan oleh Pembuat Komitmen dengan mempertimbangkan ketersediaan dana dan kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator keluaran.

f. SP2D adalah Surat Perintah Pencairan Dana yang diterbitkan oleh KPPN berdasarkan SPM yang diajukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dari Satker yang bersangkutan.

3. Ketentuan:

UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara

UU No. 42 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 4. Prosedur:

A. Pengalokasian dana dari Tingkat Kementrian Negara sampai kepada Satuan Kerja

- Rapat kerja Tahunan – Renstra

- Sistem Perencanaan Penyusunan Program Penganggaran - Usulan Lembar Kerja – Draft DIPA

- SRAA – DIPA.

(19)

- Pembuat komitmen mengajukan SPP berupa Uang Persediaan ke Kuasa Pengguna Anggaran

- Kuasa Pengguna Anggaran menerbitkan SPM UP sesuai ketentuan yang berlaku dalam hal lampiran dokumen, besarannya uang persediaan yang diminta dengan catatan bahwa uang persediaan tersebut belum membebani mata anggaran yang tersedia dalam DIPA. Sebelum SPM ditandatangani oleh penanda tangan SPM, maka semua dokumen sebagai pendukung/persyaratan dalam pengajuan SPP harus diperiksa lebih dahulu oleh Kasub keuangan. - SPM diajukan ke KPPN dan KPPN menerbitkan SP2D dalam bentuk Giro yang dialokasikan ke Bendahara Pengeluaran atau atas nama rekening yang tertera dalam SPP atau SPM.

- Bendahara pengeluaran menarik uang tersebut sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

C. Pertanggungjawaban

- Pertanggungjawaban dari Bendahara Pengeluaran ke KPPN sesuai Kepmen 66/PB/2005 paling lambat 1 (satu) bulan terhitung sejak SP2D diterbitkan.

Untuk SPM UP.

- Pertanggung jawaban uang penggantian Persedian (SPM GU) sesuai dengan kebutuhan satker.

- Pertanggungjawaban untuk pembayaran langsung diatur tersendiri sesuai ketentuan yang berlaku.

C. Standar Operasional Prosedur (SOP)Kegiatan Pembayaran Gaji

1. Tujuan:

SOP (Standard Operating Procedure) Kegiatan Pembayaran Gaji bertujuan untuk menyeragamkan prosedur pembayaran gaji di lingkungan Pengadilan Agama Karawang.

2. Pengertian:

Yang dimaksud dengan pembayaran gaji adalah semua pembayaran gaji, tunjangan keluarga dan tunjangan beras melalui dana APBN DIPA.

3. Ketentuan:

Keppres No. 42 tahun 2002

Peraturan Pemerintah RI No.25 Tahun 2010. 4. Prosedur:

a. Kasub Kepegawaian Pengadilan Agama Karawang menyampaikan SK Calon Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Negeri Sipil, Kenaikan Gaji Berkala, Kenaikan Jabatan dan Kenaikan Pangkat kepada Pembuat Daftar Gaji.

(20)

Menerima, mengecek, dan memasukkan SK CPNS, PNS, kenaikan gaji berkala, kenaikan jabatan, dan kenaikan pangkat sesuai ketentuan penggajian.

Konsep gaji dan memasukkan ke dalam sistem penggajian Cetak daftar gaji

Meneliti daftar gaji

c. Pejabat Pembuat Daftar Gaji mengajukan SPP gaji ke Pejabat Pembuat komitmen.

d. Setelah disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat pembuat daftar gaji meneruskan SPP ke Pembuat SPM/Penanda tangan SPM untuk diterbitkan SPM.

e. Bendahara Pengeluaran Belanja Pegawai mengajukan SPP/SPM ke KPPN.

f. KPPN menerbitkan SP2D .

g. Bendahara pengeluaran menarik dana dari rekening untuk dibayarkan kepada pegawai ( didistribusikan melalui rekening tabungan masing-masing pegawai ).

4. Standar Operasional Prosedur (SOP) Bagian Umum

A. Standar Operasional Prosedur (SOP)Pekerjaan Borongan dan Pembelian.

1. Tujuan:

SOP (Standar Operasional Prosedur) Pekerjaan Borongan dan Pembelian bertujuan untuk menyeragamkan prosedur dan tata cara pekerjaan borongan dan pembelian di lingkungan Pengadilan Agama Karawang

2. Pengertian:

a. Yang dimaksud dengan pekerjaan borongan adalah pekerjaan fisik dan jasa yang dilaksanakan oleh pihak kedua (rekanan)

b. Yang dimaksud dengan pekerjaan pembelian adalah pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan oleh pihak kedua (rekanan).

3. Ketentuan:

Keppres No. 18 tahun 2000 Keppres No. 42 tahun 2002 4. Prosedur:

a. Rekanan mengajukan berkas pengadaan barang dan jasa serta kelengkapannya kepada panitia Pengadaan.

b. Keputusan panitia diajukan ke Atasan Langsung bendahara

c. Atasan Langsung Bendahara memerintahkan kepada Tim SPP (Surat Permintaan Pembayaran) untuk membuat SPP

d. Tim SPP membuat SPP/Dokumen lain dikirim ke Tim SPM

(21)

f. Penanda Tangan SPM/Pengetik SPM memeriksa hasil koreksi Tim SPM dan menandatangani SPM ke Bendahara Pendanaan

h. Bendahara mengajukan ke KPPN.

i. KPPN menerbitkan SP2D ke rekening Perusahaan yang ditunjuk dalam dokumen

B. Standar Operasional prosedur Pengelolaan Barang Milik Negara

(BMN)

TUJUAN :

Meningkatkan efesiensi dan efektifitas pengelolaan Barang Milik Negara ( BMN )

 Barang Milik Negara (BMN) diperoleh dengan cara :

1. Pengadaan / Pembelian; 2. Transfer masuk; 3. Hibah; 4. Perampasan; 5. Penyelesaian pembangunan; 6. Pembatalanm penghapusan; 7. Reklasifikasi masuk; 8. Saldo awal.

 Prosedur pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) :

1. Input data SIMAK-BMN sesuai dengan tanggal perolehan

barang atau Pembukuan BMN;

2. Input data Barang Milik Negara (BMN) berdasarkan klasifikasi

kode barang dan jenis masukan (DIR, DBL, KIB) 3. Kirim data BMN bulanan ke SAKPA;

4. Kirim data BMN semesteran ke Koordinator Wilayah, KPKNL

dan SAKPA (data terintegrasi dengan persediaan);

5. Cetak laporan BMN sesuai dengan data yang ada dalam

SIMAK-BMN.

C. Standar Operasional Prosedur (SOP)Pengelolaan Surat Keluar

Tujuan

Meningkatkan efesiensi dan efektifitas pengelolaan surat keluar

Prosedur

1. Unit Kerja membuat konsep surat untuk disetujui oleh pimpinan

kantor;

2. Konsep surat yang telah disetujui oleh pimpinan kantor diedit/ketik

(22)

3. Nomor, tanggal, perihal, serta tujuan surat keluar dicatat oleh

pengelola surat keluar didalam buku agenda surat keluar sebagai arsip;

4. Surat tersebut kemudian ditandatangani oleh pimpinan kantor dan di

beri cap kantor;

5. Surat yang telah di tandatangani dan di cap kantor kemudian

dimasukkan kedalam amplop yang telah ditulis alamat tujuan surat tersebut;

6. Pengiriman surat keluar dilakukan oleh bagian umum;

7. Kasub umum memerintahkan petugas ekspedisi untuk mencatat

surat keluar tersebut kedalam buku ekspedisi sesuai dengan tujuan (dalam kota dan luar kota);

8. Petugas ekspedisi mengantarkan surat tersebut. Surat dalam kota

diantar langsung ke alamat tujuan, sedangkan surat luar kota dikirim melalui PT.Pos Indonesia.

D. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Surat Masuk

Tujuan

Meningkatkan efesiensi dan efektifitas pengelolaan surat masuk

Prosedur

1. Surat masuk Pengadilan Agama Karawang diterima oleh bagian

Umum Pengadilan Agama Karawang;

2. Surat masuk tersebut dicatat dalam buku agenda surat masuk

dan diberi kertas disposisi (kertas disposisi terdiri dari 2 rangkap, warna putih dan merah) untuk kemudian dinaikkan kepada Pimpinan Kantor;

3. Surat masuk tersebut dinaikkan secara berjenjang ;

4. Setelah di disposisi oleh pimpinan, maka surat tersebut kembali

turun secara berjenjang untuk kemudian disalurkan kepada masing-masing unit kerja sesuai dengan perintah dalam disposisi pimpinan.

5. Kertas disposisi yang berwarna putih diserahkan kembali kepada

bagian umum untuk diarsipkan sebagai bukti penerimaan surat oleh unit kerja yang bersangkutan.

(23)

BAB III

KEADAAN PERKARA

PERKARA YANG DITERIMA DAN DIPUTUS

Perkara yang diterima dan diputus di Pengadilan Agama Karawang pada tahun 2010 adalah sebagai berikut :

NO JENIS PERKARA DITERIMA DIPUTUS SI

SA KET DIKABUL KAN DICA BUT DITOLAK GU GUR

1 Ijin Poligami 6 4 1 0 1 1 Sisa tahun lalu 1 Prk 2 Ijin Kawin 0 0 0 0 0 0

3 Perwalian 11 11 0 0 0 0 Sisa tahun lalu 2 Prk 4 Dispensasi Kawain 53 51 0 0 1 1 Sisa tahun lalu 1 Prk 5 Pencegahan Perkawinan 0 0 0 0 0 0 6 Penolakan Perk. Oleh PPN 0 0 0 0 0 0 7 Pembatalan Perkawinan 1 1 0 0 0 1 Sisa tahun lalu 1 Prk 8 Kelalaian Atas Kewj. Sumi/Isteri 0 0 0 0 0 0

9 Cerai Talak 353 309 12 3 8 66 Sisa tahun lalu 46 Prk 10 Cerai Gugat 731 645 31 2 4 158 Sisa tahun lalu 109Prk 11 Harta Bersama 2 1 0 0 0 0 12 Penguasaan Anak/Hadlonah 0 1 0 0 0 0 Sisa tahun lalu 1 Prk 13 Nafkah Anak Oleh Ibu 0 0 0 0 0 0 14 Hak-hak Bekas Isteri 0 0 0 0 0 0 15 Pengesahan Anak 0 0 0 0 0 0 16 Pencabutan

Kek. Orang Tua 0 0 0 0 0 0 17 Pencabutan

Kek. Wali 0 0 0 0 0 0 18 Orang Lain Sbg. Penunjukan

wali 0 0 0 0 0 0 19 Ganti Rugi Terhadap Wali 0 0 0 0 0 0 20 Asal Usul Anak 0 0 0 0 0 0

(24)

21

Penolakan Kawin Campuran

0 0 0 0 0 0

22 Itsbat Nikah 226 174 2 0 50 7 Sisa tahun lalu 7 Prk 23 Wali Adhol 4 4 0 0 0 0

24 Kewariasan 3 5 0 0 0 1 Sisa tahun lalu 3 Prk 25 Wasiat 0 0 0 0 0 0 26 Hibah 0 0 0 0 0 0 27 Wakaf 0 0 0 0 0 0 28 Shodakoh 0 0 0 0 0 0 29 Pengangkatan Anak 5 6 0 0 0 0 Sisa tahun lalu 1 Prk 30 Zakat 0 0 0 0 0 0 31 Infaq 0 0 0 0 0 0 32 Penetapan Ahli Waris 16 14 1 1 1 33 Ekonomi Syari’ah 0 0 0 0 0 0 Jumlah 1411 1344 47 6 65 239 172

Sisa perkara tahun 2009 sebanyak 172 perkara, adapun perkara baru tahun 2010 sebanyak 1411 perkara, telah diputus sebanyak 1344 perkara jadi sisa yang belum diputus sebanyak 239 perkara.

Jumlah Perkara yang diterima pada tahun 2010 dapat dilihat pada grafik berikut ini:

Adapun komposisi perkara yang diterima dan diputus sepanjang tahun

96 94 97 121 113 127 119 69 84 275 119 97 0 50 100 150 200 300

Jan Peb Mrt Apr Mei Jun Jul Agst Sept Okt Nop Des

(25)

Perbandingan Persentase Perkara yang diputus dengan sisa perkara dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Dari jumlah tersebut yang Banding sebanyak 9 perkara dan yang Kasasi sebanyak 1 perkara serta yang Peninjauan Kembali (PK) sebanyak 0 perkara.

Jumlah Perkara Yang Diterima dan Diputus

1411 1344 239 Perkara diterima perkara diputus sisa perkara 90% 10% perkara diputus sisa perkara

(26)

BAB IV

PENGAWASAN INTERNAL

Untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama Karawang baik dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat pencari keadilan maupun dalam rangka mewujudkan instansi yang bersih dan berwibawa, maka ditempuhlah langkah-langkah pengawasan internal sebagai berikut :

1. Melakukan pemeriksaan jalannya perkara pada hakim melalui court calender yang dikoordinir oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Karawang

2. Melakukan eksaminasi per tiga bulan (empat ) kali dalam satu tahun, dilakukan oleh Ketua Pengadilan Agama Karawang

3. Melakukan Pemeriksaan keuangan perkara baik secara periodik maupun secara mendadak (SIDAK), dilakukan oleh Ketua atau Panitera/Sekretaris;

4. Memfungsikan hakim Pengawas bidang (setiap bulan) untuk bagian Kepaniteraan maupun bagian kesekretariatan.

5. Melakukan pemeriksaan oleh Hakim Pengawas Bidang setiap 3 bulan sekali

6. Penyampaian laporan hasil kerja Hakim Pengawas Bidang setiap 3 bulan sekali.

7. Melakukan evaluasi terhadap hasil laporan Hakim Pengawas Bidang; 8. Menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat dengan memeriksa

Hakim/Panitera Pengganti/pegawai lain dan melaporkannya ke Pengadilan Tinggi Agama Bandung dan Mahkamah Agung RI,

9. Mengadakan pembinaan kepada seluruh karyawan Pengadilan Agama Karawang setiap sebulan sekali sebagai langkah prepentif untuk menangkal terjadinya penyimpangan

(27)

sementara untuk kegiatan tugas diluar seperti yang dilakukan oleh Jurusita Pengganti diberlakukan surat ijin keluar.

11. Pengawasan melekat juga diterapkan kepada para Hakim, Panitera Pengganti dan Jurusita Pengganti antara lain dilakukan pelarangan adanya tamu masuk ke ruangan masing-masing kecuali ada ijin dari Pimpinan.

(28)

BAB V

PEMBINAAN DAN PENGELOLAAN

A. Sumber Daya Manusia Teknis Yudisial

Sebagaimana diketahui dan dirasakan pada setiap Pengadilan Agama bahwa sumber daya manusia yang ada dirasakan sangat kurang sekali termasuk dalam hal ini di Pengadilan Agama Karawang. Dalam kondisi tersebut maka pembinaan dan pengelolaannya diperlukan satu Manajemen yang dapat dirasakan langsung oleh setiap Pegawai. Untuk itu di Pengadilan Agama Karawang dilakukan pembinaan dengan Manajemen Rahmah dalam arti Pimpinan harus bersikap Responsip atas semua persoalan ( Responsibility ) Pimpinan senantiasa berupaya mempertanggungjawabkan setiap kegiatan secara baik dan benar ( Akuntable), Dalam hal DIPA pimpinan mengarahkan kepada Personil di Kesekretariatan agar ( Hemat ) dengan mengacu kepada DIPA dan PO yang ada sehingga semuanya berjalan sesuai rencana. Semua yang dilakukan dalam hal ini pembinaan diarahkan agar bisa dirasakan ( manfaat) oleh setiap Pegawai dan pada saat terjadi adanya disharmoni dalam pelaksanaan tugas, maka penyelesaian konpliknya dilakukan secara manusia dengan mempertimbangkan kebaikan dan keburukan bagi yang bersangkutan ( humanis ).

Guna mengetahui kondisi riil kepegawaian selanjutnya dilakukan penjelasan seperti tersebut di bawah ini :

(29)

KEADAAN SUMBER DAYA MANUSIA TEKNIS YUDISIAL

PADA PENGADILAN AGAMA KARAWANG

Keadaan Per - Desember 2010

NO JABATAN NAMA/NIP TEMPAT/TGL TMT GOL TMT PENDIDIKAN KET

LAHIR MENDUDUKI JABATAN TERAKHIR

1 2 3 4 5 6 7 8

1 KETUA H.ASRIL NASUTION, SH.M.Hum Padang, 10-11-1950 IV/c : 01-10-2009 09-07-2008 S2 1 19501110-198003-1-006 2 WAKIL KETUA Drs. ABU THALIB ZISMA Kalianda, 12-12-1951 IV/c : 01-04-2010 05-11-2010 S 1 2 19511212-198503-1-002 3 HAKIM Dra. Hj.DASMI SALLY, MH Bukit Tinggi, 09-09-1948 IV/c : 01-04-2008 05-02-2007 S2 3 19480909-198102-2-001 4 HAKIM Drs. H.A.MA'MUN SHOLEH, MH Karawang, 04-08-1954 IV/c : 01-10-2008 27-07-2004 S2 4 19540804-198402-1-001 5 HAKIM Drs. ASRIL BUSTAMI, SH Pasaman, 23-11-1954 IV/c : 01-10-2008 07-01-2008 S1 5 19541123-198003-1-002 6 HAKIM Drs. H. SURURI, SH Klaten, 25-06-1953 IV/c :01-04-2009 29/11/2010 S1 4 19530625-198203-1-003 7 HAKIM Drs. SYAFI'UDDIN, SH, MH Cikarang, 08-06-1958 IV/b : 01-10-2007 26-04-1989 S2 7 19580608-198703-1-006 8 HAKIM Drs. HIKMAT MULYANA, MH Karawang, 26-02-1961 IV/b : 01-04-2007 04-12-1990 S2 6 19610226-198703- 1- 002 9 HAKIM Dra. MIMIN, MH Ciamis, 25-05-1955 IV/b : 01-04-2010 14-04-1992 S2 9 19550525-198303-2-006 10 HAKIM Drs. MUHAMMAD MAULUDIN Cikampek, 05-10-1957 IV/b : 01-04-2008 25-09-1995 S1 8 19571005-198803-1-003 11 HAKIM DRS. DALIH EFFENDI,SH Tangerang , 15-01-1967 IV/b : 01-10-2010 24-09-2010 S1 10

(30)

13 PAN/SEK Dra. Hj. AMINAH Jakarta, 28-11-1954 IV/b : 01-04-2005 09-04-2010 S1

19541128-197703- 2- 001 14 WAPAN SUPARMAN, S.Ag Garut, 05-06-1955 III/d : 01-04-2007 11-12-2009 S1 19550605- 198403- 1- 004 15 PANMUD HUKUM ASNALI, S.Ag Karawang, 07-03-1963 III/c : 01-04-2008 10-08-2010 S1 19630307- 199203- 1- 005 16 PANMUD GUGATAN DINDIN PAHRUDIN, SH Karawang, 06-11-1964 III/b : 01-04-2008 08-02-2007 S1 19641106- 199203- 1- 003 17 PANMUD PERMOHONAN YUYU YULIANI, S.Ag Purwakarta, 05-11-1962 III/d : 01-04-2010 08-02-2007 S1 19621105- 198303- 2 -004 18 PANITERA PENGGANTI Hj.WIWI TSANAWIYAH, BA Karawang, 04-04-1954 III/c : 01-07-2001 14-02-2006 SARMUD 19540404-198101-2-001 19 PANITERA PENGGANTI SITI SOFIA EMALIA, S.Ag Ciamis, 08-03-1975 III/c : 01-04-2007 17-02-2003 S1 19750308-199903-2-002 20 PANITERA PENGGANTI BAGUS TUKUL WIBISONO, SH Denpasar, 06-11-1966 III/d : 01-10-2010 06-05-2009 S1 19661106- 198703- 1- 004 21 PANITERA PENGGANTI AHYA SYARIFUDDIN Subang, 26-11-1960 III/b : 01-07-2001 26-01-1986 SMA 19601126- 198102- 1 -003 22 PANITERA PENGGANTI KHALIDA, S.Ag, MH. Rawang, 01-11-1974 III/b : 01-10-2007 24-09-2010 S2 19741102- 200312- 2-002 23 JURUSITA PENGGANTI EDI SUTISNA Cikampek, 16-03-1961 III/b : 01-10-2006 12-07-2001 SMA

19610316-198603- 1- 002

(31)

24 JURUSITA PENGGANTI A.SUPANDI, S.Ag Cisolok, 03-08-1959 III/b : 01-04-2007 11-12-2009 S1 19590803 -199203- 1- 002 25 JURUSITA PENGGANTI SOLIKHIN Rembang, 10-12-1965 III/a : 01-04-2008 16-07-1994 SMA 19651210-199203-1- 001 26 JURUSITA PENGGANTI SAMSUDIN Siring, 15-12-1959 III/a : 01-04-2010 02-09-1996 MAN 19591215- 199402- 1- 002 27 JURUSITA PENGGANTI BUSTANUL ARIPIN, SHI Bandung, 29-06-1980 III/a : 01-04-2009 11-12-2009 S1 19800629 -200604- 1- 003 28 JURUSITA PENGGANTI HARNOWO BUDIANTO Klaten, 23-09-1957 II/d : 01-04-2003 17-06-2008 SLTA 19570923- 199103 -1-001 29 JURUSITA PENGGANTI W A H Y U Bandung, 21-09-1972 II/b : 01-04-2008 10-08-2010 SLTA 19720921- 200312- 1- 004

(32)

2. Sumber Daya Manusia Non Teknis Yudisial

KEADAAN SUMBER DAYA MANUSIA NON TEKNIS YUDISIAL

PADA PENGADILAN AGAMA KARAWANG

Keadaan Per - Desember 2010

NO JABATAN NAMA/NIP TEMPAT/TGL TMT GOL TMT PENDIDIKAN KET

LAHIR MENDUDUKI JABATAN TERAKHIR

1 2 3 4 5 6 7 8

1 WASEK Hj.ROHMATUL HASANAH, SH.MH Karawang, 21-12-1956 III/d : 01-04-2010 09-07-2010 S2 19561221- 198903- 2- 001 2 KASUB UMUM ASEP JAMALUDIN, SH Garut, 12-07-1968 III/b : 04-04-2008 02-07-2007 S1

19680712- 199203- 1- 004

3 KASUB KEPEGAWAIAN DIANA RISNAWATI,S.Sos Bandung, 18-03-1977 III/b : 01-04-2010 09-07-2010 S1 19770318- 200312- 2- 002 4 KASUB KEUANGAN USMANIAH Bandung, 18-06-1970 III/b : 01-04-2010 09-07-2010 MAN 19700618- 199003 -2- 001 5 PELAKSANA ANDI PUTRA, SH Sawahlunto, 14-11-1972 III/a : 01-09-2010 - S1 19821114- 200904- 1- 005 6 PELAKSANA TAUFIQOH BINA ARIANI, A. Md. Balige, 31-03-1980 II/c : 01-12-2009 - D3 19800331- 200912- 2 -003 7 PELAKSANA M. NEVIS QOMARUZAMAN, A.Md Pekalongan, 15-06-1979 II/c : 01-12-2009 - D3 19790615 -200912- 1- 002

(33)

Promosi dan Mutasi

DATA JABATAN ESELON II,III, DAN IV YANG TELAH KOSONG DAN HARUS SEGERA DIISI KONDISI PER-31 DESEMBER 2010

NO TINGKAT ESELON NAMA JABATAN YANG KOSONG NAMA / NIP TANGGAL TEMPAT /

LAHIR TMT TERJADINYA LOWONGAN KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 - - - - NIHIL

(34)

DATA PEGAWAI PENSIUN , MUTASI, BERHENTI DAN MENINGGAL DUNIA KEADAAN PER 31 DESEMBER 2010

NO.

GOLONGAN DAN RUANG GAJI

KET

JENIS MUTASI JUMLAH II III IV

a b c d JMLH a b c d JMLH a b c d JMLH 1 2 3 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 MUTASI 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 JUMAH 4 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 2

(35)

DATA PEGAWAI PENSIUN , MUTASI, BERHENTI DAN MENINGGAL DUNIA KEADAAN PER 31 DESEMBER 2010

NO.

GOLONGAN DAN RUANG GAJI

KET

NAMA / NIP MUTASI JENIS II III IV

a b c d JMLH a b c d JMLH a b c d JMLH

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20

1 DRS.H.M.NAWAWI - 1 1 PTA JAKARTA NIP.19550515 198203 1 005 2 ELI PATMAWATI - 1 1 PA BANDUNG

19830524-200604-2-002 3 ITA SASMITA, SH. - PA DEPOK

19780801-200312-1-007 4 MOH. SYAR’I EFFENDY, Drs.SH - 1 1 PTA PALU

19551003-198403-1-001

(36)

DAFTAR PEGAWAI YANG MUTASI DARI DAERAH PADA TAHUN 2010

NO NIP NAMA G/R TEMPAT TUGAS SURAT KEPUTUSAN KET

LAMA BARU TANGGAL NOMOR TMT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 19541128-197703-2-001 AMINAH,Dra.Hj IV/b PA JAKSEL PA KARAWANG 13/01/2010 0059/DJA/KP.04.6/I/2010 09-04-2010 PTA JAKARTA

2 19770318- 200312- 2- 002 DIANA RISNAWATI,S.Sos III/b PA CIKARANG PA KARAWANG 14/06/2010 0051/SEK/peng.06.1/VI/2010 09/07/2010 PTA BANDUNG

4 19720921- 200312- 1- 004 WAHYU II/b PTA BANDUNG PA KARAWANG 31/05/2010 W10-A/1421/KP.04.5/IV/2010 02-08-2010 PTA BANDUNG

5 19670115-199203-1-005 DRS. DALIH EFFENDI,SH IV/b PA TULANG BAWANG PA KARAWANG 24/06/2010 2339/DjA/KP.04.6/VI/2010 24-09-2010 PTA LAMPUNG

3 19741102- 200312- 2-002 KHALIDA, S.Ag, MH. III/b PA MUARA TEBO PA KARAWANG 08/09/2010 3367/DjA/KP.04.6/IX/2010 24-09-2010 PTA JAMBI

6 19511212-198503-1-002 Drs. ABU THALIB ZISMA IV/c PA JAKARTA BARAT PA KARAWANG 16/09/2010 3455/DjA/KP.04.6/IX/2010 05-11-2010 PTA JAKARTA

7 19530625-198203- 1- 003 DRS. SURURI, SH IV/c PTA BANDUNG PA KARAWANG 08/11/2010 4006/DjA/KP.04.6/XI/2010 29/11/2010 PTA BANDUNG

(37)

DAFTAR PEGAWAI YANG TELAH MENDAPATKAN MUTASI PENDIDIKAN Keadaan Per 31 Desember 2010

NO NIP NAMA TGL LAHIR TEMPAT / G/R JABATAN Tk. Mutasi Pendidikan Yang diperoleh LULUS THN KET

Ijazah PT/Tempat Fak/Jurusan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 19480909-198102-2-001 DRA.HJ. DASMY SALLY, MH Bukit Tinggi, 09-09-1948 IV/c HAKIM MADYA UTAMA S 2 Universitas Islam As-syafi'iyah HUKUM 2010

2 19540804-198402-1-001 DRS.H.A. MA'MUN SHOLEH, MH Karawang, 04-08-1954 IV/c HAKIM MADYA UTAMA S 2 Universitas Islam As-syafi'iyah HUKUM 2010

3 19550525-198303-2-006 DRA. MIMIN, MH Ciamis, 25-05-1955 IV/b HAKIM MADYA MUDA S 2 Universitas Islam As-syafi'iyah HUKUM 2010

4 19520424-198303-1-002 H. AMIN AL-HUSAINI, SH, MH Serang, 24-02-1952 IV/a HAKIM MADYA PRATAMA S 2 Universitas Islam As-syafi'iyah HUKUM 2010

5 19641106- 199203- 1- 003 DINDIN PAHRUDIN, SH, MH Karawang, 06-11-1964 III/b PANITERA MUDA GUGATAN S 2 Universitas Islam As-syafi'iyah HUKUM 2010

(38)

DAFTAR PEGAWAI YANG TELAH MENDAPATKAN MUTASI KENAIKAN PANGKAT Pada tahun 2010

NO NIP NAMA LAMA BARU JABATAN SURAT KEPUTUSAN KET

G/R G/R NOMOR TGL

1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 19601126-198102-1-003 BAGUS TUKUL WIBISONO, SH III/c III/d PANITERA PENGGANTI 2948/DJA/KP.04.1/VIII/2010 03-08-2010 2 19700618-199003-2-001 USMANIAH III/a III/b JURU SITA PENGGANTI 0715/DJA/KP.04.1/III/2010 23-03-2010 3 19591215-199402-1-002 SAMSUDIN II/d III/a JURU SITA PENGGANTI 0711/DJA/KP.04.1/III/2011 23-03-2010

(39)

4. Pengisian Jabatan Struktural

DATA PEJABAT STRUKTURAL

PENGADILAN AGAMA KARAWANG

KEADAAN PER-31 DESEMBER 2010

NO. NAMA JABATAN NAMA / TEMPAT TGL LAHIR NIP JABATAN TMT

SURAT KEPUTUSAN DALAM JABATAN

TMT G/R JABATAN DIKLAT DIKLAT TAHUN

NOMOR TANGGAL G/R

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 PAN/SEK Dra. Hj. AMINAH 19541128-197703- 2- 001 09-04-2010 0059/DJA/KP.04.6/I/2010 13/01/2010 IV/b 01-04-2005 IV/b : ADUM 1998

Jakarta, 28-11-1954 2 WAPAN SUPARMAN, S.Ag 19550605- 198403- 1- 004 11-12-2009 500/DJA/KP.04.6/IX/2009 17/09/2009 III/d III/d :

01-04-2007

YUSTISIAL 1998

Garut, 05-06-1955

3 WASEK Hj.ROHMATUL HASANAH, SH.MH 19561221- 198903- 2- 002 09-07-2010 0051/SEK/peng.06.1/VI/2010 14/06/2010 III/d III/d :

01-04-2010 ADUM 1998

Karawang, 21-12-1956

4 PANMUD PERMOHONAN YUYU YULIANI, S.Ag 19621105- 198303- 2 -004 08-02-2007 UP.IV/2116/SEK/SK/2007 02/08/2007 III/d III/d :

(40)

5 PANMUD

HUKUM ASNALI, S.Ag 19630307- 199203- 1- 005 10-08-2010 2665/DJA/KP.04.6/VII/2010 12/07/2010 III/c 01-04-2008 III/c : - -

Karawang, 07-03-1963

6 PANMUD GUGATAN

DINDIN PAHRUDIN, SH 19641106- 199203- 1- 003 08-02-2007 UP.IV/2117/SEK/SK/2007 02/08/2007 III/b 01-04-2008 III/b : - -

Karawang, 06-11-1964

7 KASUB UMUM ASEP JAMALUDIN, SH 19680712- 199203- 1- 004 02-07-2007 PTA.i/K/KP.07.6/677/2002 19/12/2006 III/b III/b :

04-04-2008 - -

Garut, 12-07-1968

8 KASUB

KEPEGAWAIAN DIANA RISNAWATI,S.Sos 19770318- 200312- 2- 002 09-07-2010 0051/SEK/peng.06.1/VI/2010 14/06/2010 III/b

III/b :

01-04-2010 - -

Bandung, 18-03-1977

9 KASUB

KEUANGAN USMANIAH 19700618- 199003 -2- 001 09-07-2010 0051/SEK/peng.06.1/VI/2010 14/06/2010 III/b

III/b :

01-04-2010 - -

(41)

B. PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA

1. Sarana dan Prasarana Gedung

Sarana dan Prasarana adalah suatu sumber yang diperlukan untuk melaksanakan tugas maupun untuk mencapai keseluruhan tujuan yang sudah diprogramkan.

Sarana dan prasarana yang memperlancar tugas-tugas di Pengadilan Agama Karawang sebagai berikut :

A. PENGADAAN

- Tanah

1. Gedung Pengadilan Agama Karawang terletak di Jalan Jend. Ahmad Yani No. 53 Karawang dengan luas 1.635 M2 status Tanah tersebut masih Milik Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, sedangkan Pengadilan Agama Karawang menggunakan Tanah tersebut hanya Hak Guna Pakai sebagaimana SK. Bupati Kabupaten Karawang No. 102/SK/HK.021.1/PM.0140/1978 tertanggal 08 Juni 1978 dan diterbitkannya Sertifikat Hak Guna Pakai atas Tanah tersebut dengan Nomor : 10.06.01.08.3.00062 tertanggal 02 Juli 1997;

2. Pengadilan Agama Karawang dalam Revisi DIPA II tanggal 5 Desember 2007 mendapat Anggaran untuk Pembelian tanah Rumah Dinas sebanyak 500 M2 dan Realisasinya sebanyak 600 M2 yang terletak di Kp.Babaton Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang dengan nilai Rp. 266.400.000 ( Dua ratus enam puluh enam juta empat ratus ribu rupiah ) :

- Gedung

Gedung Pengadilan Agama Karawang adalah bangunan baru yang dibangun pada tahun anggaran 2006 dan 2007 dengan total anggaran Rp 8.033.143.000,- (delapan milyar tiga puluh tiga juta seratus empat puluh tiga ribu rupiah). Gedung tersebut terdiri dari dua lantai, lantai satu 810,64 M2 dan lantai

(42)

B. PEMELIHARAAN

Pemeliharaan gedung dan bangunan pada tahun anggaran 2010 Pengadilan Agama Karawang mendapatkan anggaran sebesar Rp. 21.500.000 ( Dua puluh satu juta lima ratus ribu rupiah ) anggaran tersebut telah dipergunan/dilaksanakan dengan swakelola dengan melihat kondisi Riil dilapangan dan telah dimanfaatkan secara maksimal, efektif dan efisien sehingga gedung dan bangnunan dapat terawat dengan baik.

C. PENGHAPUSAN

Pada tahun 2010 Pengadilan Agama Karawang tidak ada kegiatan Penghapusan, baik Gedung maupun Bangunan karena telah menempati gedung baru dan gedung lama telah dihapus tahun 2006 sehingga Pengadilan Agama tidak ada penghapusan.

2. Sarana dan Prasarana Fasilitas Gedung

A. PENGADAAN a . Kendaraan Dinas

1. - 1 ( Satu ) Buah Kendaraan Roda empat merek Toyota Kijang Innova tahun 2006 hibah dari Mahkamah Agung RI dengan kondisi baik .

- 1 (Satu) buah kendaraan roda empat merk Toyota Innova tahun 2009 Pinjam Pakai dari Pemerintah Kabupaten Karawang kondisi baik

2 6 (Enam ) buah kendaraan roda dua perincian sbb :

- 1 unit Motor Fujico tahun 2004 dengan keadaan rusak ringan

- 1 unit Motor Honda Mega Pro Cw tahun 2006 dengan keadaan rusak ringan.

- 2 unit Motor Honda Mega Pro STD dengan kondisi baik tahun 2007 dan 2008.

- 1 unit motor Honda Supra X 125 tahun 2008 kondisi baik

(43)

b. Perpustakaan

1.Buku-buku yang diterima tahun anggaran 2010 sebanyak 70 Judul ( 70 buah ).

2. Sehingga jumlah keseluruhan buku perpustakaan sebanyak 1393 buah.

3. Sistem yang dipakai DDC (Dewey Decimal Clasifikation)

c. Laporan Surat Masuk dan surat Keluar

Surat masuk dan surat keluar pada Pengadilan Agama Karawang dalam tahun 2010 :

- Surat masuk sebanyak 1695 buah surat - Surat keluar sebanyak 1702 buah surat

d. Alat Kantor dan Alat Rumah Tangga.

Untuk tahun 2010 Pengadilan Agama Karawang mempunyai alokasi Dana untuk pengadaan peralatan dan mesin dalam DIPA berupa :

1. Pengadaan Dispenser 2. Pacuum cleaner 3. Pengembangan IT

Dan pengadaan tersebut telah dilaksanakan dan telah tercatat dalam SIMAK BMN sehingga dengan tahun lalu berjumlah sebagaimana terlampir : NO NAMA BARANG KETERANGAN JUMLAH BAIK RUSAK RINGAN RUSAK BERAT 1 White board 2 - - 2 2 Buffet 26 - - 26 3 Lemari Kayu 27 - - 27 4 Rak Besi 7 - - 7 5 Rak Kayu 13 - - 13

6 Filing Kabinet kayu 6 - - 6

7 Papan Visual/ Papan Nama 10 - - 10

(44)

11 Tempat tidur kayu 1 - - 1

12 Tang bendera 6 - - 6

13 Lambang Garuda Pancasila 3 - - 3

14 Meja Resepsionisi 1 - - 1

15 Meja Komputer 48 - - 48

16 Meja rapat 1 - - 1

17 Meja makan kayu 3 - - 3

18 Sice 5 - - 5

19 Kursi kayu 17 - - 17

20 Kursi besi metal 367 - - 367

21 Kaca hias 1 - - 1

22 Alat detector barang terlarang 1 - - 1

23 Pot bunga 31 - - 31 24 PC unit 26 - - 26 25 Laptop 2 - - 2 26 Nakas 6 - - 6 27 Brankas 2 - - 2 28 Alat hias 26 - - 26

29 Telepon / Pesawat PABX 17 - - 17

30 Facsimile 1 - - 1 31 Loudspeker 4 - - 4 32 Tustel 1 - - 1 33 AC spilit 42 - - 42 34 Jam elektronik 10 - - 10 35 Podium 1 - - 1 36 Microphon 5 - - 5

37 Portable Water Pump 1 - - 1

38 Printer 13 - - 13

39 Toga Hakim 27 - - 27

40 Palu sidang 5 - - 5

41 Asbak tinggi 3 - - 3

42 Mesin Tik Elektrik 1 - - 1

43 Mesin Foto copy 1 - - 1

44 Mesin Absensi 1 - - 1

(45)

46 Aset tak berwujud 3 - - 3

47 Facum Cleaner 1 - - 1

48 Dispenser 1 - - 1

49 Televisi 2 - - 2

50 Modem 1 - - 1

51 Komputer Jaringan lainnya 1 - - 1

C. PENGELOLAAN KEUANGAN

Pengadilan Agama Karawang pada Tahun Anggaran 2010 semula mendapatkan Anggaran sebesar Rp. 2.738.254.000,- (dua milyar tujuh ratus tiga

puluh delapan juta dua ratus lima puluh empat ribu rupiah), yang tertuang dalam

DIPA Nomor 0048/005-01.2/XII/2010 tanggal 31 Desember 2009, dan pada tanggal 06 Desember 2010 Pengadilan Agama Karawang menerima Surat Rincian Alokasi Anggaran (SRAA) dari Badan Urusan Administrasi MA.RI sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas Juta rupiah), sehingga pagu dalam DIPA terdapat penambahan dengan jumlah pagu seluruhnya menjadi Rp.2.753.254.000,- ( dua milyar tujuh ratus lima puluh tiga juta dua ratus lima

puluh empat ribu rupiah ) dengan rincian sebagai berikut :

1. Belanja Pegawai

Tahun Anggaran 2010 Pengadilan Agama Karawang mendapatkan anggaran untuk belanja pegawai sebesar Rp. 2.273.824.000,- dengan rincian sebagai berikut:

a. Belanja Gaji Pokok PNS : Rp. 1.239.003.000,- b. Belanja Pembulatan : Rp. 26,000,- c. Belanja Tunjangan Isteri : Rp. 109.014.000,- d. Belanja Tunjangan Anak : Rp. 32.945.000,- e. Belanja Tunjangan Struktural : Rp. 26.130.000,- f. Belanja Tunjangan Fungsional : Rp. 426.240.000,- g. Belanja Tunjangan PPh : Rp. 103.462.000,- h. Belanja Tunjangan Beras : Rp. 51.789.000,- i. Belanja Tunjangan Umum PNS : Rp. 48.123.000,- j. Belanja Uang Makan PNS : Rp. 227.040.000,-

(46)

Realisasi penyerapan anggaran untuk belanja pegawai pada tahun 2010 sebesar Rp. 1.958.983.980,- atau terserap sebesar 86,24% dari Pagu, dengan rincian sebagai berikut:

a. Belanja Gaji Pokok PNS : Rp. 1.158.813.780,- b. Belanja Pembulatan : Rp. 22.457,- c. Belanja Tunjangan Isteri : Rp. 91.155.448,- d. Belanja Tunjangan Anak : Rp. 27.612.665,- e. Belanja Tunjangan Struktural : Rp. 31.710.000,- f. Belanja Tunjangan Fungsional : Rp. 363.865.000,- g. Belanja Tunjangan PPh : Rp. 52.518.080,- h. Belanja Tunjangan Beras : Rp. 65.161.800,- i. Belanja Tunjangan Umum PNS : Rp. 7.650.000,- j. Belanja Uang Makan PNS : Rp. 150.424.750,- k. Belanja Uang Lembur : Rp. 10.050.000,- Jumlah: :Rp. 1.958.983.980,-

Dari realisasi belanja pegawai tersebut terdapat sisa anggaran sebesar Rp. 312.979.770,- dengan rincian sebagai berikut:

a. Belanja Gaji Pokok PNS : Rp. 80.189.220,- b. Belanja Pembulatan : Rp. 3.543,- c. Belanja Tunjangan Isteri : Rp. 17.858.552,- d. Belanja Tunjangan Anak : Rp. 5.332.335,- e. Belanja Tunjangan Struktural : Rp. -5.940.000,- f. Belanja Tunjangan Fungsional : Rp. 62.375.000,- g. Belanja Tunjangan PPh : Rp. 50.943.920,- h. Belanja Tunjangan Beras : Rp. -13.372.800,- i. Belanja Tunjangan Umum PNS : Rp. 40.473.000,- j. Belanja Uang Makan PNS : Rp. 75.115.000,- k. Belanja Uang Lembur : Rp. 2.000,-

Jumlah: :Rp. 312.979.770,-

2. Belanja Barang

Pada tahun 2010 Pengadilan Agama Karawang mendapatkan anggaran belanja barang sebesar Rp. 423.930.000,- ( empat ratus tiga juta enam ratus tiga puluh ribu rupiah) dengan rincian sebagai berikut: a. Belanja Keperluan sehari-hari perkantoran : Rp. 148.400.000,- b. Honor operasional satuan kerja : Rp. 26.400.000,-

(47)

c. Belanja perjalanan lainnya : Rp. 3.750.000,- d. Belanja Langganan Daya dan Jasa : Rp. 129.000.000,- e. Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan : Rp. 21.500.000,- f. Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin : Rp. 60.530.000,- g. Belanja Perjalanan Biasa : Rp. 20.300.000,- h. Belanja Bahan : Rp. 10.800.000,- i. Belanja Jasa Pos dan Giro : Rp. 3.250.000,-

Jumlah : Rp. 423.930.000,-

Realisasi Penyerapan Anggaran Belanja Barang untuk tahun 2010 sebesar Rp. 415.388.293,- atau sebesar 97,95 % dari nilai pagu, dengan rincian sebagai berikut:

a. Belanja Keperluan sehari-hari perkantoran : Rp. 148.400.000,- b. Honor operasional satuan kerja : Rp. 23.475.000,- c. Belanja perjalanan lainnya : Rp. 3.750.000,- d. Belanja Langganan Daya dan Jasa : Rp. 124.575.125,- e. Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan : Rp. 21.043.175,- f. Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin : Rp. 59.794.993,- g. Belanja Perjalanan Biasa : Rp. 20.300.000,-

h. Belanja Bahan : Rp. 10.800.000,-

i. Belanja Jasa Pos dan Giro : Rp. 3.250.000,-

Jumlah : Rp. 415.388.293,-

Adapun sisa anggaran Belanja Barang sebesar Rp. 8.541.707,- dengan rincian sebagai berikut;

a. Belanja Keperluan sehari-hari perkantoran : Rp. 0,- b. Honor operasional satuan kerja : Rp. 2.925.000,- c. Belanja Perjalanan lainnya : Rp. 0,- d. Belanja Langganan Daya dan Jasa : Rp. 4.424.875,- e. Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan : Rp. 456.825,- f. Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin : Rp. 735.007,- g. Belanja Perjalanan Biasa : Rp. 0,- h. Belanja Bahan : Rp. 0,- i. Belanja Jasa Pos dan Giro : Rp. 0,-

(48)

3. Belanja Modal

Belanja Modal pada tahun 2010 sebesar Rp. 55.500.000,- (Lima puluh lima juta lima ratus ribu rupiah), dialokasikan untuk belanja modal Peralatan dan Mesin (Akun 532111) berupa pengadaan 1 unit Dispenser multifunction dan 1 unit vacuum cleaner sebesar Rp.5.500.000,- dan belanja modal Pengembangan IT berupa peralatan dan mesin (Akun 532111) pengadaan Hardware sebesar Rp. 30.000.000,- dan belanja modal peralatan dan mesin (Akun 536111) pengadaan Software sebesar Rp. 20.000.000,-,

Realisasi Penyerapan Anggaran untuk belanja modal Peralatan dan Mesin tahun 2010 sebesar Rp. 54.941.700,- atau sebesar 99,97% dari nilai pagu, dengan rincian sebagai berikut:

a. Pengadaan 1 unit dispenser dan vacumcleaner : Rp. 5.496.700,- b. Pengadaan Hardware : Rp. 29.865.000,- c. Pengadaan Software : Rp. 19.580.000,-

Jumlah : Rp. 54.941.700,- Untuk belanja modal peralatan dan mesin, terdapat sisa anggaran sebesar Rp.558.300,-

Daftar Pengelolaan Anggaran Tahun 2010 dapat dilihat selengkapnya pada tabel Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2010 di bawah ini:

C. Pengelolaan Administrasi

1. Administrasi Peradilan

a. Menangani dan menyelesaikan administrasi perkara baik ditingkat pertama, banding, kasasi dan Peninjauan Kembali;

b. Melaksanakan administrasi Peradilan, sesuai dengan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI. Nomor : KMA/001/S/K/I/1991, tentang Pola Bindalmin Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama yang meliputi diantaranya :

- Pengelolaan perkara yang masuk dengan menerapkan system meja, Meja pertama, meja kedua dan meja ketiga;

- Pengisian buku regiater, - Penjahitan dan pembendelan; - Penatan arsip putusan.

Gambar

Grafik Penerimaan Perkara Tahun 2010

Referensi

Dokumen terkait

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa menurut (Herry, 2015) diantaranya 1) Persepsi siswa terhadap pelajaran, 2) Kondisi fisik dan psikis siswa, 3)

Mengirim laporan updating website, Portal perkara, dan SMS Gatewai secara rutin ke PTA dan Badilag serta Mahkamah Agung. Melakasanakan Laporan updating website, Portal Perkara,

Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 2 Tahun 2009 tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaan pada Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan yang berada

Dalam melaksanakan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan secara elektronik dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor

Atas karunia yang Allah berikan penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul: “Asuhan Keperawatan Pada Tn.S Dengan Sistem Gangguan Persyarafan :

[r]

Menurut Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015, Kepaniteraan pada Pengadilan Agama Sumber / Pengadilan Agama Kelas IA adalah aparatur tata usaha negara

Hasil  yang  diperoleh  dari  penelitian  ini  menunjukkan  daerah  atau  kawasan‐kawasan  yang  dapat  dioptimalkan  sebagai  area  untuk  permukiman.  Secara