BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.
A. Latar Latar BelakangBelakang
Pengelolaan sampah sampai sekarang masih menjadi permasalahan Pengelolaan sampah sampai sekarang masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan oleh bangsa ini.Sampah menjadi ancaman yang belum terpecahkan oleh bangsa ini.Sampah menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup di Indonesia. Bila tidak di kelola dengan serius bagi kelangsungan hidup di Indonesia. Bila tidak di kelola dengan baik , beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan baik , beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah. Kementrian lingkunagan hidup hidup bersama tumpukan sampah. Kementrian lingkunagan hidup mencatat rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 2,5 liter mencatat rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 2,5 liter sampah perhari atau 625 juta liter dari jumlah total penduduk. Kondisi ini sampah perhari atau 625 juta liter dari jumlah total penduduk. Kondisi ini akan terus bertambah sesuai dengan kondisi lingkungannya (Chiras, akan terus bertambah sesuai dengan kondisi lingkungannya (Chiras, 2009)
2009)
Menurut badan Perencanaan Dan Pengembangan Nasional Menurut badan Perencanaan Dan Pengembangan Nasional (Bappenas) memperkirakan, Indonesia membutuhkan sekitar 122 tempat (Bappenas) memperkirakan, Indonesia membutuhkan sekitar 122 tempat sampah sebesar Gelora Bung Karno (GBK) setiap tahun untuk sampah sebesar Gelora Bung Karno (GBK) setiap tahun untuk menampung sampah yang tidak terangkut. Direktur perumahan dan menampung sampah yang tidak terangkut. Direktur perumahan dan pemukiman Bappenas Nugroho, mengatakan Volume sampah di pemukiman Bappenas Nugroho, mengatakan Volume sampah di Indonesia sekitar 1 juta m
Indonesia sekitar 1 juta m33setiap hari, namun baru 42% diantaranya yangsetiap hari, namun baru 42% diantaranya yang terangkut dan di olah dengan baik. Jadi , sampah yang tidak diangkut terangkut dan di olah dengan baik. Jadi , sampah yang tidak diangkut setiap
setiap harinya harinya sekitar sekitar 348.000 348.000 mm33 atau sekitar 122 tempat sama ratanya atau sekitar 122 tempat sama ratanya yang terangkut dan diolah dengan baik. Jadi sampah yang tidak diangkut yang terangkut dan diolah dengan baik. Jadi sampah yang tidak diangkut
setiap harinya sekitar 348.000 m
setiap harinya sekitar 348.000 m33 atau sekitar 300.000 ton. Pesatnya atau sekitar 300.000 ton. Pesatnya pertumbuhan penduduk, pengguna lahan yang semakin meningkat akibat pertumbuhan penduduk, pengguna lahan yang semakin meningkat akibat desakan pembangunan,akan mempunyai implikasi yang mempengaruhi desakan pembangunan,akan mempunyai implikasi yang mempengaruhi sumber -sumber alam dan kualitas lingkungan.
sumber -sumber alam dan kualitas lingkungan.
Pemerintah telah memperlihatkan prioritas pentingnya sanitasi Pemerintah telah memperlihatkan prioritas pentingnya sanitasi lingkungan dengan menciptakan system kompetisi antar daerah dalam lingkungan dengan menciptakan system kompetisi antar daerah dalam meningkatkan dan menjaga kebersihan.Aktivitas manusia dalam meningkatkan dan menjaga kebersihan.Aktivitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yangdianggapnya sudah memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yangdianggapnya sudah tidak berguna lagi, sehingga diperlakukannya sebagai barang tidak berguna lagi, sehingga diperlakukannya sebagai barang buangan,yaitu sampah dan limbah
buangan,yaitu sampah dan limbah (Widyatmoko,dkk, 2002).(Widyatmoko,dkk, 2002).
Sampah (limbah padat) adalah segalabentuk limbah yang Sampah (limbah padat) adalah segalabentuk limbah yang ditimbulkan dari kegiatan manusia maupun binatang yang ditimbulkan dari kegiatan manusia maupun binatang yang biasanyaberbentuk padat dan secara umum sudah dibuang, tidak biasanyaberbentuk padat dan secara umum sudah dibuang, tidak bermanfaat atau tidak dibutuhkanlagi
bermanfaat atau tidak dibutuhkanlagi (Tchobanoglous, 1977).(Tchobanoglous, 1977).Kondisi iniKondisi ini terjadi pula di pasar Lapulu sebagai salah satuwadah perekonomian terjadi pula di pasar Lapulu sebagai salah satuwadah perekonomian sebagian besar masyarakat perkotaan.Aktivitas yang ada baik itu jual beli sebagian besar masyarakat perkotaan.Aktivitas yang ada baik itu jual beli antara pedagang dengan pengunjung atau pembeli secara tidak antara pedagang dengan pengunjung atau pembeli secara tidak langsung menyebabkan adanya timbulan sampah pada pasar tersebut langsung menyebabkan adanya timbulan sampah pada pasar tersebut tiap harinya.
tiap harinya.
Timbulan sampah yang semakin hari semakin bertambah dan Timbulan sampah yang semakin hari semakin bertambah dan tidak dapat terangkut setiap harinya, pada kenyataannya akan tidak dapat terangkut setiap harinya, pada kenyataannya akan dibebankan kepada pengelola yang bertanggung jawab akan kinerja dibebankan kepada pengelola yang bertanggung jawab akan kinerja
pengelolaan sampah tersebut. Kondisi ini diindikasikan dengan adanya pengelolaan sampah tersebut. Kondisi ini diindikasikan dengan adanya anggapan bahwa kurang efektif danefisiennya.sistem pengelolaan yang anggapan bahwa kurang efektif danefisiennya.sistem pengelolaan yang diterapkan oleh pihak pengelola, telah mengakibatkan kondisi pasar diterapkan oleh pihak pengelola, telah mengakibatkan kondisi pasar menjadi kotor dan menimbulkan gangguan lingkungan. Sistem menjadi kotor dan menimbulkan gangguan lingkungan. Sistem pengelolaan sampah pasar pada umumnya diwenangkan kepada Dinas pengelolaan sampah pasar pada umumnya diwenangkan kepada Dinas Pasar sebagai pengelola yang sah dari jajaran Pemerintah Kota. Tetapi Pasar sebagai pengelola yang sah dari jajaran Pemerintah Kota. Tetapi saat ini, Dinas Pasar mengalami defisit anggaran, sehingga saat ini, Dinas Pasar mengalami defisit anggaran, sehingga mengharuskan Pemerintah Kota untuk mengambil suatu langkah yang mengharuskan Pemerintah Kota untuk mengambil suatu langkah yang sesuai dan tepat, supaya pengelolaan sampah di pasar Lapulu tidak sesuai dan tepat, supaya pengelolaan sampah di pasar Lapulu tidak terbengkalai. Langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota tersebut antara terbengkalai. Langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota tersebut antara lain adalah dengan pelibatan pihak swasta atau sering disebut dengan lain adalah dengan pelibatan pihak swasta atau sering disebut dengan swastanisasi. Disamping itu, saat ini pemerintah sedang berusaha untuk swastanisasi. Disamping itu, saat ini pemerintah sedang berusaha untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikutmembantu dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikutmembantu dalam pengelolaan pembangunan, khususnya infrastruktur melalui organisasi pengelolaan pembangunan, khususnya infrastruktur melalui organisasi masyarakat atau disebut juga dengan pemberdayaan masyarakat. Hal ini masyarakat atau disebut juga dengan pemberdayaan masyarakat. Hal ini berlaku juga pada pasar Lapulu yang saat ini juga diarahkan kepada berlaku juga pada pasar Lapulu yang saat ini juga diarahkan kepada pemberdayaan organisasi pedagangyang ada.jumlah pedagang sekitar pemberdayaan organisasi pedagangyang ada.jumlah pedagang sekitar 422orang yang menghasilkan sampah relative banyak.
422orang yang menghasilkan sampah relative banyak.
Di kota kendari, jumlah sampah dari tahun ke tahun semakin Di kota kendari, jumlah sampah dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk , data yang di meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk , data yang di peroleh pada tahun 2013, kota kendari di kelompokan menjadi kota peroleh pada tahun 2013, kota kendari di kelompokan menjadi kota
Kota kendari dengan jumlah penduduk 217.285 jiwa, menghasilkan Kota kendari dengan jumlah penduduk 217.285 jiwa, menghasilkan 651.86m
651.86m33 timbul sampah.Jumlah ini di peroleh dari jumlah penduduk di timbul sampah.Jumlah ini di peroleh dari jumlah penduduk di kalikan produksi sampah di bagi dengan 1000 (m
kalikan produksi sampah di bagi dengan 1000 (m33hari). Pada tahun 2014,hari). Pada tahun 2014, jumlah produksi sampah di kota kendarimening
jumlah produksi sampah di kota kendarimeningkat 703.39 mkat 703.39 m3/3/hari. Hal inihari. Hal ini di sebabkan dengan seiiring bertambahnya jumlah penduduk di kota di sebabkan dengan seiiring bertambahnya jumlah penduduk di kota kendari.Pertumbuhan volume sampah di kota kendari tercatat 257.185 m kendari.Pertumbuhan volume sampah di kota kendari tercatat 257.185 m 33 pada tahun 2013,dan 264.193 m
pada tahun 2013,dan 264.193 m33 pada tahun 2015. Meningkat menjadi pada tahun 2015. Meningkat menjadi 269,470/ m
269,470/ m33/hari pada tahun 2016. Sementara itu untuk pasar lapulu/hari pada tahun 2016. Sementara itu untuk pasar lapulu jumlah produksi
jumlah produksi sampah yang sampah yang di di hasilkan 92,391 mhasilkan 92,391 m33/hari dengan jumlah/hari dengan jumlah pedagang sebanyak 422 pedagang.
pedagang sebanyak 422 pedagang.
Jenis sampah yang dihasilkan setiap harinya adalah Jenis sampah yang dihasilkan setiap harinya adalah sayur-sayuran kotoran ikan,plastik,dan sisa kemasan makanan seperti dos dll. sayuran kotoran ikan,plastik,dan sisa kemasan makanan seperti dos dll. Pengelolaan sampah oleh pedagang dengan cara di bakar dan di buang Pengelolaan sampah oleh pedagang dengan cara di bakar dan di buang di sekitar pasar tersebut.
di sekitar pasar tersebut.
Berdasarkan data di atas partisipasi masyarakat sangat di Berdasarkan data di atas partisipasi masyarakat sangat di butuhkan dalam hal penanganan sampah secara dini.karena partisipasi butuhkan dalam hal penanganan sampah secara dini.karena partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor dalam menyukseskan program masyarakat menjadi salah satu faktor dalam menyukseskan program kesehatan lingkungan. Sebaik apapun program yang dilakukan kesehatan lingkungan. Sebaik apapun program yang dilakukan pemerintah tanpa peran aktif msyarakat, program tersebut tidak akan pemerintah tanpa peran aktif msyarakat, program tersebut tidak akan mencapai hasil yang diharapkan. Partisipasi masyarakat dalam mencapai hasil yang diharapkan. Partisipasi masyarakat dalam pengolahan sampah merupakan salah satu isu penting dalam kesehatan pengolahan sampah merupakan salah satu isu penting dalam kesehatan lingkungan. Keharusan berpartisipasi bertolak dari arah bawahlingkungan lingkungan. Keharusan berpartisipasi bertolak dari arah bawahlingkungan
hidup adalah. Milik bersama yang pemeliharannya dan pemanfaatannya hidup adalah. Milik bersama yang pemeliharannya dan pemanfaatannya harus di laksakan bersama- sama oleh pemerintah.
harus di laksakan bersama- sama oleh pemerintah.
Program ini meliputi kegiatan pemilahan sampah, yaitu sampah Program ini meliputi kegiatan pemilahan sampah, yaitu sampah organik dan non organik yang bisa dibuat produk daur ulang di organik dan non organik yang bisa dibuat produk daur ulang di kumpulkan oleh masih- masing pedagang.kemudian di kumpulkan secara kumpulkan oleh masih- masing pedagang.kemudian di kumpulkan secara kolektif perkios. Sampah organik dan nonorganik lainnya di kumpulkan di kolektif perkios. Sampah organik dan nonorganik lainnya di kumpulkan di tong sampah yang telah disediakan.
tong sampah yang telah disediakan.
Pedagang pasar Lapulu saat ini masih belum melaksakan Pedagang pasar Lapulu saat ini masih belum melaksakan pemisahan antara
pemisahan antara sampah sampah organic dan organic dan sampah sampah anorganik anorganik hal tersebuthal tersebut kemungkinanan
kemungkinanan di di sebabkan sebabkan oleh oleh pedagang pedagang masih masih belum belum memilikimemiliki pengetahuan tentang pengolahan sampah yang baik dan benar serta pengetahuan tentang pengolahan sampah yang baik dan benar serta yang efektif. Pada salah satu alternative pengelolaan sampah yang bisa yang efektif. Pada salah satu alternative pengelolaan sampah yang bisa di lakukan oleh pedagang setempat, adalah dengan melakukan di lakukan oleh pedagang setempat, adalah dengan melakukan pemilahan terlebih dahulu, tetapi pemilahan sampah merupakan perilaku pemilahan terlebih dahulu, tetapi pemilahan sampah merupakan perilaku yang baru dalam masyarakat, oleh sebab itu studi mengenai yang baru dalam masyarakat, oleh sebab itu studi mengenai pengetahuan dan perilaku masyarakat perlu di lakukan.
pengetahuan dan perilaku masyarakat perlu di lakukan.
Berdasarkan latar belakang dan data di atas maka yang menjadi Berdasarkan latar belakang dan data di atas maka yang menjadi permasalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan permasalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan pengetahuan dan
pengetahuan dan perilaku perilaku pedagang pedagang dengan dengan pengelolaan sampah pengelolaan sampah didi pasar Lapulu Kota Kendari Tahun 2017.
B.
B. Rumusan Rumusan MasalahMasalah
Bedasarkan uraian di atas maka perumusan masalah dalam penelitian Bedasarkan uraian di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
ini adalah : 1.
1. Apakah aApakah ada da hubungan pengetahuanpedagang hubungan pengetahuanpedagang dalam pengelolaandalam pengelolaan sampah di
sampah di pasar Lapulu pasar Lapulu Kota Kota Kendari?Kendari?
2. Apakah ada hubungan sikap pedagang dalampengelolaan sampah di 2. Apakah ada hubungan sikap pedagang dalampengelolaan sampah di
pasar Lapulu Kota Kendari? pasar Lapulu Kota Kendari?
3. Apakah ada hubungan tindakan pedagang dalam pengelolaan sampah 3. Apakah ada hubungan tindakan pedagang dalam pengelolaan sampah
di pasar Lapulu Kota Kendari? di pasar Lapulu Kota Kendari? C.
C. Tujuan Tujuan PenelitianPenelitian 1.
1. Tujuan Tujuan UmumUmum
Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dalam Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dalam perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di pasar Lapulu Kota perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di pasar Lapulu Kota Kendari.
Kendari.
2. Tujuan Khusus 2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan pedagang pasar dalam a. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan pedagang pasar dalam
pengelolaan sampah di pasar Lapulu Kota Kendari Tahun 2017. pengelolaan sampah di pasar Lapulu Kota Kendari Tahun 2017. b.
b. Untuk Untuk mengetahui mengetahui hubungan hubungan sikap sikap pedagang pedagang pasar pasar dalamdalam pengelolaan sampah di pasar Lapulu Kota Kendari Tahun 2017. pengelolaan sampah di pasar Lapulu Kota Kendari Tahun 2017. c.
c. Untuk mengetUntuk mengetahui hubungan ahui hubungan tindakan pedagang tindakan pedagang pasar dalampasar dalam pengelolaan sampah di pasar Lapulu Kota Kendari Tahun 2017. pengelolaan sampah di pasar Lapulu Kota Kendari Tahun 2017.
D.
D. Manfaat Manfaat PenelitianPenelitian 1. Manfaat praktis 1. Manfaat praktis
Penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan masukan dan Penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan masukan dan sumbang pemikiran bagi berbagai pihak yang terlibat dalam sumbang pemikiran bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah di daerah seperti pasar untuk membangun peran pengelolaan sampah di daerah seperti pasar untuk membangun peran aktif dalam pegelolaan sampah.
aktif dalam pegelolaan sampah. 2. Manfaat teoritis
2. Manfaat teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan bahan bacaan atau sebagai bahan pustaka untuk peneliti selanjutnya bahan bacaan atau sebagai bahan pustaka untuk peneliti selanjutnya
BAB II BAB II
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA A.
A. Tinjauan UTinjauan Umum Tentang mum Tentang PasarPasar 1.
1. Pengertian Pengertian PasarPasar
Pasar adalah suatu tempat tertentu, bertemunya antara Pasar adalah suatu tempat tertentu, bertemunya antara penjual dan pembeli termasuk fasilitasnya dimana penjual dapat penjual dan pembeli termasuk fasilitasnya dimana penjual dapat memperagakan barang dagangannya dengan membayar retribusi memperagakan barang dagangannya dengan membayar retribusi (DEPKES. RI, 1993).
(DEPKES. RI, 1993).
Menurut Gilarso (2004), pengertian pasar dalam arti sempit Menurut Gilarso (2004), pengertian pasar dalam arti sempit adalah suatu tempat dimana pada hari tertentu para penjual dan adalah suatu tempat dimana pada hari tertentu para penjual dan pembeli dapat bertemu untuk jual beli barang. Sedangkan pembeli dapat bertemu untuk jual beli barang. Sedangkan pengertian pasar dalam arti yang lebih luas yaitu dimana pengertian pasar dalam arti yang lebih luas yaitu dimana pertemuan antara penjual dan pembeli untuk melaksanakan pertemuan antara penjual dan pembeli untuk melaksanakan transaksi jual beli tidak lagi terbatas pada suatu tempat tertentu transaksi jual beli tidak lagi terbatas pada suatu tempat tertentu saja maupun pada hari tertentu.
saja maupun pada hari tertentu.
Sedangkan pengertian pasar menurut Dahl dan Hammond Sedangkan pengertian pasar menurut Dahl dan Hammond (Yogi, 2006) mengatakan bahwa “pasar adalah sebagai suatu (Yogi, 2006) mengatakan bahwa “pasar adalah sebagai suatu lingkungan atau ruang tempat kekuatan permintaan dan lingkungan atau ruang tempat kekuatan permintaan dan penawaran bekerja untuk menentukan atau memodifikasi harga penawaran bekerja untuk menentukan atau memodifikasi harga sehingga terjadi pertukaran kepemilikkan barang dan jasa serta sehingga terjadi pertukaran kepemilikkan barang dan jasa serta adanya fakta kegiatan fisik dan institusional”.
2.
2. Pengelompokkan Pengelompokkan Pasar Pasar
Menurut Nastiti (2003), terdapat beberapa kelas pasar Menurut Nastiti (2003), terdapat beberapa kelas pasar tradisional umumnya berdasarkan area (luas meter persegi) dan tradisional umumnya berdasarkan area (luas meter persegi) dan jumlah
jumlah pedagang pedagang yang yang juga juga diklasifikdiklasifikasikan asikan berdasarberdasarkan kan jumlahjumlah Kios, Los, dan pedagang kaki lima. Metode klasifikasi berbeda Kios, Los, dan pedagang kaki lima. Metode klasifikasi berbeda pada setiap pemerintah daerah, namun biasanya pasar kelas I atau pada setiap pemerintah daerah, namun biasanya pasar kelas I atau kelas A adalah pasar besar dengan jumlah pedagang lebih dari kelas A adalah pasar besar dengan jumlah pedagang lebih dari 600 pedagang. Untuk kelas II atau kelas B adalah pasar sedang, 600 pedagang. Untuk kelas II atau kelas B adalah pasar sedang, dengan jumlah pedagang antara 500-600 pedagang. Sedangkan dengan jumlah pedagang antara 500-600 pedagang. Sedangkan untuk kelas III tau kelas C adalah pasar kecil, dengan jumlah untuk kelas III tau kelas C adalah pasar kecil, dengan jumlah pedagang lebih kecil dari 400 pedagang. Pengklasifikasi pasar pedagang lebih kecil dari 400 pedagang. Pengklasifikasi pasar terdiri dari :
terdiri dari : a.
a. Pasar Pasar tradisionaltradisional
Pasara tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan Pasara tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual-pembeli secara langsung dan biasanya ada proses pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. Bangunan biasanya terdiri dari kios, los dan dasarnya menawar. Bangunan biasanya terdiri dari kios, los dan dasarnya terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.
pasar. b.
b. Pasar Pasar modernmodern
Pada pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak Pada pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak
yang tercantum dalam barang, berada dalam bangunan dan yang tercantum dalam barang, berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan seperti; buah, sayuran, daging sebagian besar bahan makanan seperti; buah, sayuran, daging sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah Hypermarket, pasar lama. Contoh dari pasar modern adalah Hypermarket, pasar swalayan, minimarket.
swalayan, minimarket. B.
B. Pengelolaan Pengelolaan Sampah Sampah PasarPasar
Persyaratan pengelolaan sampah pasar mengacu pada Persyaratan pengelolaan sampah pasar mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 519/MENKES/SK/VI/2008 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar 519/MENKES/SK/VI/2008 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat, BAB V, Persyaratan Kesehatan Lingkungan Pasar, Sebagai Sehat, BAB V, Persyaratan Kesehatan Lingkungan Pasar, Sebagai berikut.
berikut. a.
a. Setiap kios/los/lorong Setiap kios/los/lorong tersedia tempat tersedia tempat sampah sampah basah basah dan dan keringkering b. Tempat sampah terbuat dari bahan kedap air, tidak mudah b. Tempat sampah terbuat dari bahan kedap air, tidak mudah
berkarat, kuat, tertutup, dan mudah dibersihkan. berkarat, kuat, tertutup, dan mudah dibersihkan. c.
c. Tersedia alat angkut Tersedia alat angkut sampah yang kuat, sampah yang kuat, mudah dibersihkan danmudah dibersihkan dan mudah dipindahkan.
mudah dipindahkan.
d. Tersedia tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang d. Tersedia tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang kedap air, kuat, mudah dibersihkan, dan mudah dijangkau oleh kedap air, kuat, mudah dibersihkan, dan mudah dijangkau oleh petugas pengangkut sampah.
e.
e. TPS tidak TPS tidak menjadi tempat menjadi tempat perindukkan binatang perindukkan binatang (vektor) penularan(vektor) penularan penyakit
penyakit f.
f. Lokasi TPS Lokasi TPS tidak berada tidak berada dijalur utama dijalur utama pasar pasar dan berjarak dan berjarak minimalminimal 10 M dari bangunan pasar
10 M dari bangunan pasar g.
g. Sampah diangkut Sampah diangkut minimal 1 minimal 1 X X 24 jam.24 jam.
C.
C. Hubungan Pasar Hubungan Pasar dengan Kesehatan dengan Kesehatan ManusiaManusia
Menurut Madelan (2007), pasar mempunyai hubungan yang Menurut Madelan (2007), pasar mempunyai hubungan yang sangat penting dalam mempengaruhi kesehatan manusia, karena : sangat penting dalam mempengaruhi kesehatan manusia, karena : a. Pasar yang kurang diperhatikan segi kebersihannya merupakan a. Pasar yang kurang diperhatikan segi kebersihannya merupakan
sumber berkembang biaknya vektor penyakit. sumber berkembang biaknya vektor penyakit.
b. Pasar yang tidak memperhatikan lokasinya maka akan dapat b. Pasar yang tidak memperhatikan lokasinya maka akan dapat
menimbulkan gangguan bagi pedagang dan pengunjung. menimbulkan gangguan bagi pedagang dan pengunjung. D.
D. Fasilitas Fasilitas Sanitasi Sanitasi PasarPasar
Fasilitas-fasilitas yang penting dan harus mendapat perhatian Fasilitas-fasilitas yang penting dan harus mendapat perhatian dipasar yang terdiri dari pembuangan sampah, penyediaan air bersih dipasar yang terdiri dari pembuangan sampah, penyediaan air bersih dan jamban. Untuk fasilitas pembuangan sampah harus memenuhi dan jamban. Untuk fasilitas pembuangan sampah harus memenuhi persyaratan, yaitu :
persyaratan, yaitu : a.
a. Tersedia kotak tempat sampah dan bak Tersedia kotak tempat sampah dan bak penampungan sampahpenampungan sampah yang tertutup rapat dan kedap air, mudah diangkat, jumlah dan yang tertutup rapat dan kedap air, mudah diangkat, jumlah dan fasilitasnya disesuaikan dengan kebutuhan.
b. Bak penampungan sampah yang sebelum diangkut dianjurkan b. Bak penampungan sampah yang sebelum diangkut dianjurkan mempunyai volume yang cukup, sebesar dua kali lebih besar dari mempunyai volume yang cukup, sebesar dua kali lebih besar dari volume rata-rata produksi sampah setiap hari (Depkes. RI, 1993). volume rata-rata produksi sampah setiap hari (Depkes. RI, 1993). E.
E. Tinjauan Tinjauan Umum Umum Tentang PedagangTentang Pedagang
Pedagang adalah orang atau institusi yang memperjualbelikan Pedagang adalah orang atau institusi yang memperjualbelikan produk atau barang kepada konsumen baik secara langsung maupun produk atau barang kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan studi sosiologi ekonomi tentang tidak langsung. Berdasarkan studi sosiologi ekonomi tentang pedagang yang telah dilakukan oleh Geertz dalam Damsar (2007:107) pedagang yang telah dilakukan oleh Geertz dalam Damsar (2007:107) dapat disimpulkan bahwa pedagang dibagi atas :
dapat disimpulkan bahwa pedagang dibagi atas : 1)
1) Pedagang professional yPedagang professional yaitu pedagang aitu pedagang yang menganggap yang menganggap aktivitasaktivitas perdagangan merupakan sumber utama dan satu-satunya bagi perdagangan merupakan sumber utama dan satu-satunya bagi ekonomi keluarga.
ekonomi keluarga.
2) Pedagang semi professional adalah pedagang yang mengakui 2) Pedagang semi professional adalah pedagang yang mengakui aktivitasnya untuk memperoleh uang, tetapi pendapatan dari hasil aktivitasnya untuk memperoleh uang, tetapi pendapatan dari hasil perdagangan merupakan sumber tambahan bagi ekonomi perdagangan merupakan sumber tambahan bagi ekonomi keluarga. Derajat tambahan tersebut berbeda pada setiap orang. keluarga. Derajat tambahan tersebut berbeda pada setiap orang. 3)
3) Pedagang subsistensi merupakan Pedagang subsistensi merupakan pedagang yang pedagang yang menjual produkmenjual produk atau barang dari hasil aktivitas atas substensi untuk memenuhi atau barang dari hasil aktivitas atas substensi untuk memenuhi ekonomi rumah tangga.
ekonomi rumah tangga. 4)
4) Pedagang Pedagang semu semu adalah adalah orang yang orang yang melakukan melakukan kegiatankegiatan perdagangan karena hobi atau untuk mendapat suasana baru atau perdagangan karena hobi atau untuk mendapat suasana baru atau mengisi waktu luang. Pedagang jenis ini tidak mengharapkan mengisi waktu luang. Pedagang jenis ini tidak mengharapkan
kegiatan perdagangan sebagai sarana untuk memperoleh uang, kegiatan perdagangan sebagai sarana untuk memperoleh uang, malahan bias saja sebaliknya ia akan memperoleh kerugian dalam malahan bias saja sebaliknya ia akan memperoleh kerugian dalam berdagang.
berdagang.
Metode pelayanan yang digunakan di pasar tradisional adalah Metode pelayanan yang digunakan di pasar tradisional adalah tawar menawar dimana harga terbentuk melalui kesepakatan antara tawar menawar dimana harga terbentuk melalui kesepakatan antara penjual dan pembeli. Sebagian besar tempat berjualan yang ditempati penjual dan pembeli. Sebagian besar tempat berjualan yang ditempati oleh pedagang di pasar berbentuk kios dan los yang terdiri dari oleh pedagang di pasar berbentuk kios dan los yang terdiri dari berbagai macam ukuran.
berbagai macam ukuran.
B.Tinjauan Umum Tentang Sampah B.Tinjauan Umum Tentang Sampah
1.
1. Pengertian Pengertian sampahsampah Sampah
Sampah (solid waste) (solid waste) adalah benda adalah benda yang yang tidak dapat tidak dapat dipakai,dipakai, tidak diingini dan dibuang, yang berasal dari suatu aktifitas manusia tidak diingini dan dibuang, yang berasal dari suatu aktifitas manusia dan yang bersifat padatPengertian sampah menurut Undang-Undang dan yang bersifat padatPengertian sampah menurut Undang-Undang no 18 tahun 2008 diartikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari dan atau no 18 tahun 2008 diartikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari dan atau dari proses alam yang berbentuk padat.Sampah diartikan sebagai dari proses alam yang berbentuk padat.Sampah diartikan sebagai benda yang tidak dipakai tidak diingini dan dibuang, yang berasal dari benda yang tidak dipakai tidak diingini dan dibuang, yang berasal dari aktifitas manusia dan bersifat padat.sampah menurut (Notoadmojo,s aktifitas manusia dan bersifat padat.sampah menurut (Notoadmojo,s 2007) adalan suatu bahan atau benda yang sudah digunakan dalam 2007) adalan suatu bahan atau benda yang sudah digunakan dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang.
suatu kegiatan manusia dan dibuang.
Menurut kamus istilah lingkungan hidup, sampah mempunyai Menurut kamus istilah lingkungan hidup, sampah mempunyai definisi sebagai bahan yang tidak mempunyai nilai, bahan yang tidak definisi sebagai bahan yang tidak mempunyai nilai, bahan yang tidak
berharga untuk maksud biasa, pemakain bahan rusak, barang yang berharga untuk maksud biasa, pemakain bahan rusak, barang yang cacat dalam pembuatn munufaktur, materi berkelebihan, atau bahan di cacat dalam pembuatn munufaktur, materi berkelebihan, atau bahan di tolak.
tolak. 2.
2. Sumber Sumber SampahSampah
Sumber-sumber sampah buangan rumah tangga, temaksud Sumber-sumber sampah buangan rumah tangga, temaksud sisa bahan makanan, sisa pembungkus makanan dan pembungkus sisa bahan makanan, sisa pembungkus makanan dan pembungkus perabotan rumah tangga sampai sisa tumbuhan kebun dan perabotan rumah tangga sampai sisa tumbuhan kebun dan sebagainya.
sebagainya.
a. Sampah buangan pasar dan tempat umum (warung, took dan a. Sampah buangan pasar dan tempat umum (warung, took dan sebagainya)termaksud sisa makanan, sampah pembungkus sebagainya)termaksud sisa makanan, sampah pembungkus makanan dan pembungkus lainnya,sisa bagunan, sampah tanaman makanan dan pembungkus lainnya,sisa bagunan, sampah tanaman dan sebagainya.
dan sebagainya. b.
b. Sampah Sampah buangan buangan jalanan jalanan termaksud termaksud diantaranyadiantaranya sampahberupadebu jalan, sampah sisa tumbuhan tanam, sampah sampahberupadebu jalan, sampah sisa tumbuhan tanam, sampah pembungkus bahan makanan dan bahan lainnya, sampah sisa pembungkus bahan makanan dan bahan lainnya, sampah sisa makan, sampah burupa kotoran atau bangkai hewan.
makan, sampah burupa kotoran atau bangkai hewan. c.
c. Sampah industry termaksuk Sampah industry termaksuk di antaranya di antaranya air limbah industry,debuair limbah industry,debu Industry. Sisa bahan baku dan bahan jadi dan sebagainya (Dainur, Industry. Sisa bahan baku dan bahan jadi dan sebagainya (Dainur, 1995).
3. Jenis-Jenis Sampah 3. Jenis-Jenis Sampah
a. Sampah basah (Garbage) a. Sampah basah (Garbage)
Adalah
Adalah jenis jenis sampah sampah yang yang terdiri terdiri dari dari sisa- sisa- sisa sisa potongapotongann hewan atau sayur-sayuran hasil dai pengolahan, pembuatan dan hewan atau sayur-sayuran hasil dai pengolahan, pembuatan dan penyediaan makan yang sebagian besar tediri dari zat- zat yang penyediaan makan yang sebagian besar tediri dari zat- zat yang mudah membusuk.
mudah membusuk.
b. Sampah kering (Rubbish) b. Sampah kering (Rubbish)
Adalah
Adalah jenis jenis sampah sampah yang yang dapat dapat terbakar terbakar dan dan tidak tidak dapatdapat terbakar yang berasal dari rumah-rumah, pusat perdagangan terbakar yang berasal dari rumah-rumah, pusat perdagangan ,kantor-kantor. Sampah yang mudah terbakar umumnya terdiri dari ,kantor-kantor. Sampah yang mudah terbakar umumnya terdiri dari zat-zat organic seperti kertas, karbon, kardus, plastic, dan lain-lain. zat-zat organic seperti kertas, karbon, kardus, plastic, dan lain-lain. sedangkan sampah yang tidak dapat/sukar terbakar sebagian besar sedangkan sampah yang tidak dapat/sukar terbakar sebagian besar mengandung bahan inorganic seperti logam-logam,kaleng-kaleng mengandung bahan inorganic seperti logam-logam,kaleng-kaleng dan sisa pembakaran.
dan sisa pembakaran. c. Abu (ashes)
c. Abu (ashes)
Sampah jenis ini adalah sampah yang berasal dari sisa Sampah jenis ini adalah sampah yang berasal dari sisa pembakaran dari zat yang mudah terbakar seperti dirumah, kantor, pembakaran dari zat yang mudah terbakar seperti dirumah, kantor, maupun dipabrik- pabrik industry.
maupun dipabrik- pabrik industry. d. Sampah jalanan
d. Sampah jalanan
Sampah jenis ini berasal dari pembersihan jalan dan trotoar Sampah jenis ini berasal dari pembersihan jalan dan trotoar baik dengan tenaga manusia maupun tenaga mesin yang terdiri dari baik dengan tenaga manusia maupun tenaga mesin yang terdiri dari
e.
e. Bangkai Bangkai binatangbinatang
Sampah jenis ini berupa sampah biologisyang berasal dari Sampah jenis ini berupa sampah biologisyang berasal dari bangkai binatang yang mati karena alam, penyakit atau kecelakaan. bangkai binatang yang mati karena alam, penyakit atau kecelakaan. f.
f. Sampah Sampah rumah rumah tanggatangga
Sampah jenis ini merupakan jenis sampah campuran yang Sampah jenis ini merupakan jenis sampah campuran yang terdiri dari Rubbish, Garbage, Ashes, yang berasal dari daerah terdiri dari Rubbish, Garbage, Ashes, yang berasal dari daerah perumahan.
perumahan. g.
g. Bangkai Bangkai kendaraankendaraan Adalah
Adalah sampah sampah yang yang berasal berasal dari dari bangkabangkai-bangkai i-bangkai mobilmobil atau motor.
atau motor. h.
h. Sampah Sampah industryindustry
Merupakan sampah padat yang berasal dari industry
Merupakan sampah padat yang berasal dari industry – –industriindustri pengolahan hasil bumi atau tumbuh-tumbuhan dan industry lain pengolahan hasil bumi atau tumbuh-tumbuhan dan industry lain i.
i. Sampah Sampah perumahanperumahan Adalah sa
Adalah sampah yanmpah yang berasal g berasal dari sisa dari sisa pembangpembangunan gedunan gedung,ung, perbaikan, dan pembaharuan gedung-gedung, sampah dari daerah perbaikan, dan pembaharuan gedung-gedung, sampah dari daerah ini berasal dari batu-batuan, mengandung tanah, potongan kayu, ini berasal dari batu-batuan, mengandung tanah, potongan kayu, alat perekat dan lain lain.
alat perekat dan lain lain. j.
j. Sampah Sampah padat padat sampah sampah yang yang terdiri terdiri dari dari benda-bendbenda-benda a kasar kasar yangyang umumnya zat organic hasil saringan pada pintu masuk suatu umumnya zat organic hasil saringan pada pintu masuk suatu pengolahan air atau buangan.
k.
k. Sampah Sampah khususkhusus
Jenis sampah yang memerlukan penaganan khusus misalnya Jenis sampah yang memerlukan penaganan khusus misalnya kaleng cat, filmbekas, zat radioaktif, dan lain- lain (manik ,2007). kaleng cat, filmbekas, zat radioaktif, dan lain- lain (manik ,2007). C.
C. Faktor-Faktor Penyebab Faktor-Faktor Penyebab PenumpukanSampah.PenumpukanSampah. a.
a. Volume sVolume sampah sangat ampah sangat besar dan besar dan tidak ditidak diimbangi olimbangi oleh dayaeh daya tampung TPA sehingga melebihi kapasitasnya.
tampung TPA sehingga melebihi kapasitasnya.
b. Lahan TPA semakin menyempit akibat tergusur untuk penggunaan b. Lahan TPA semakin menyempit akibat tergusur untuk penggunaan
lain lain c.
c. Jarak TPA dan Jarak TPA dan pusat sampah pusat sampah relatif jaurelatif jauh hingga waktu h hingga waktu untukuntuk mengangkut sampah kurang efektif.
mengangkut sampah kurang efektif. d.
d. Fasilitas Fasilitas pengangkutan pengangkutan sampah sampah terbatas terbatas dan dan tidak tidak mampumampu mengangkut seluruh sampah. Sisa sampah di TPS berpotensi mengangkut seluruh sampah. Sisa sampah di TPS berpotensi menjadi tumpukan sampah.
menjadi tumpukan sampah. e.
e. Teknologipengolahan Teknologipengolahan sampah sampah tidak tidak optimal optimal sehingga sehingga lambatlambat membusuk.
membusuk.
f. Sampah yang telah matang dan berubah menjadi kompos tidak f. Sampah yang telah matang dan berubah menjadi kompos tidak segera dikeluarkan daritempat penampungan sehingga semakin segera dikeluarkan daritempat penampungan sehingga semakin menggunung.
menggunung. g.
g. Tidak semua Tidak semua lingkungan memilingkungan memiliki lokasi liki lokasi penampungan sampah.penampungan sampah. Masyarakat sering membuang sampah disembarangan tempat Masyarakat sering membuang sampah disembarangan tempat sebagai jalan pintas.
h.
h. Kurangnya Kurangnya sosialisasi sosialisasi dan dan dukungan dukungan pemerintah pemerintah mengenaimengenai pengelolaan dan pengolahan sampah serta produknya.
pengelolaan dan pengolahan sampah serta produknya.
i. Minimnya edukasi dan manajemen diri yang baik mengenai i. Minimnya edukasi dan manajemen diri yang baik mengenai
pengolahan sampah secara tepat. pengolahan sampah secara tepat. j.
j. Manajemen Manajemen sampah sampah tidak tidak efektif. efektif. Hal Hal ini ini dapat dapat menimbulkmenimbulkanan kesalahpahaman,
kesalahpahaman, terutama terutama bagi bagi masyarakat masyarakat sekitar.sekitar. D.
D. Elemen Fungsional Elemen Fungsional Pengelolaan SampahPengelolaan Sampah
Konsep pengolahan sampah diIndonesia yang masih banyak Konsep pengolahan sampah diIndonesia yang masih banyak dilakukan.sampai dengan saat ini adalah baru pada tahap dilakukan.sampai dengan saat ini adalah baru pada tahap pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir (3P).Sedangkan pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir (3P).Sedangkan penanganan sampah melalui pengolahan masih belum populer. Bila penanganan sampah melalui pengolahan masih belum populer. Bila konsep pengelolaan dengan 3P masih dipertahankan pada konsep pengelolaan dengan 3P masih dipertahankan pada tahun-tahun mendatang, maka akan memperberat tugas pemerintah daerah tahun mendatang, maka akan memperberat tugas pemerintah daerah karena penambahan sarana dan prasarana pengelolaan sampah tidak karena penambahan sarana dan prasarana pengelolaan sampah tidak secepat pertambahan jumlah timbulan sampah yang harus ditangani. secepat pertambahan jumlah timbulan sampah yang harus ditangani. Teknik pengelolaan sampah dapat dimulai dari sumber sampah Teknik pengelolaan sampah dapat dimulai dari sumber sampah sampai pada tempat pembuangan akhir sampah. Usaha pertama sampai pada tempat pembuangan akhir sampah. Usaha pertama adalah mengurangi sumber sampah baik dari segi kuantitas maupun adalah mengurangi sumber sampah baik dari segi kuantitas maupun kualitas dengan cara :
kualitas dengan cara : a.
a. Meningkatkan Meningkatkan pemeliharaan pemeliharaan dan kualitas badan kualitas barang sehingga rang sehingga tidaktidak cepat menjadi sampah.
b.
b. Meningkatkan Meningkatkan penggunaan bpenggunaan bahan yang ahan yang dapat dapat terurai terurai secarasecara alamiah, misalnya pembungkus plastik diganti dengan pembungkus alamiah, misalnya pembungkus plastik diganti dengan pembungkus kertas.
kertas.
Semua usaha ini memerlukan kesadaran dan peran Semua usaha ini memerlukan kesadaran dan peran sertamasyarakat. Selanjutnya, pengelolaan ditujukan pada sertamasyarakat. Selanjutnya, pengelolaan ditujukan pada pengumpulan sampah mulai dari produsen sampai pada Tempat pengumpulan sampah mulai dari produsen sampai pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan membuat tempat pembuangan Pembuangan Akhir (TPA) dengan membuat tempat pembuangan sampah sementara (TPS), transportasi yang sesuai lingkungan, dan sampah sementara (TPS), transportasi yang sesuai lingkungan, dan pengelolaan pada TPA.Sebelum dimusnahkan sampah dapat juga pengelolaan pada TPA.Sebelum dimusnahkan sampah dapat juga diolah dulu baik untuk memperkecil volume, untuk daur ulang atau diolah dulu baik untuk memperkecil volume, untuk daur ulang atau dimanfaatkan kembali.Pengolahan dapat sangat sederhana seperti dimanfaatkan kembali.Pengolahan dapat sangat sederhana seperti pemilahan, sampai pada pembakaran atauInsenerasi (Slemet, 2000). pemilahan, sampai pada pembakaran atauInsenerasi (Slemet, 2000). E. Cara-cara Pengelolaan Sampah
E. Cara-cara Pengelolaan Sampah a. Hog Feeding.
a. Hog Feeding.
Yaitu penggunaan sampah garbage untuk makanan ternak. Yaitu penggunaan sampah garbage untuk makanan ternak. b. Insenaration(Pembakaran).
b. Insenaration(Pembakaran).
Yaitu dengan pembuangan sampah diTPA, kemudian dibakar. Yaitu dengan pembuangan sampah diTPA, kemudian dibakar. Pembakaran sampah dilakukan ditempat tertutup dengan mesin Pembakaran sampah dilakukan ditempat tertutup dengan mesin dan peralatan khusus yang dirancang untuk pembakaran sampah. dan peralatan khusus yang dirancang untuk pembakaran sampah. Sistim ini memerlukan biaya besar untuk pembangunan, Sistim ini memerlukan biaya besar untuk pembangunan, operasional dan pemeliharaan mesin dan peralatan lain.
Yaitu pembuangan sampah dengan cara menimbun sampah Yaitu pembuangan sampah dengan cara menimbun sampah dengan tanah yang dilakukan lapis demi lapis, sedemikian rupa dengan tanah yang dilakukan lapis demi lapis, sedemikian rupa sehingga sampah tidak berada dialamterbuka, jadi tidak sampai sehingga sampah tidak berada dialamterbuka, jadi tidak sampai
menimbulkanbau serta tidak menjadi tempat
menimbulkanbau serta tidak menjadi tempat
binatangbersarang.Cara ini tentu amat bermanfaat jika sekaligus binatangbersarang.Cara ini tentu amat bermanfaat jika sekaligus bertujuan untukmeninggikan tanah yang rendah seperti rawa-rawa, bertujuan untukmeninggikan tanah yang rendah seperti rawa-rawa, genangan air, dan sebagainya.
genangan air, dan sebagainya. d. Composting(Pengomposan). d. Composting(Pengomposan).
Merupakan pemanfaatan sampah organic menjadi bahan Merupakan pemanfaatan sampah organic menjadi bahan kompos Untuk tujuan pengomposan sampah harus dipilah-pilah kompos Untuk tujuan pengomposan sampah harus dipilah-pilah sehingga sampah organik dan anorganik terpisah.
sehingga sampah organik dan anorganik terpisah. e. Discharge To Seweres.
e. Discharge To Seweres.
Disini sampah harus dihaluskan dahulu dan kemudian Disini sampah harus dihaluskan dahulu dan kemudian dibuang kedalam saluran pembuangan air bekas.Cara ini dapat dibuang kedalam saluran pembuangan air bekas.Cara ini dapat dilakukan pada rumah tangga atau dikelola secara terpusat di dilakukan pada rumah tangga atau dikelola secara terpusat di kota-kota.Cara ini membutuhkan biaya yang besar serta tidak kota-kota.Cara ini membutuhkan biaya yang besar serta tidak mungkin dilakukan jika sistim pembuangan air kotor tidak baik. mungkin dilakukan jika sistim pembuangan air kotor tidak baik. f. Dumping(Penumpukan).
f. Dumping(Penumpukan).
Yaitu pembuangan sampah denganpenumpukan diatas Yaitu pembuangan sampah denganpenumpukan diatas tanah terbuka. Dengan cara ini TPA memerlukan tanah yang luas tanah terbuka. Dengan cara ini TPA memerlukan tanah yang luas dan sampah ditumpuk begitu saja tanpa adanya perlakuan. Sistim dan sampah ditumpuk begitu saja tanpa adanya perlakuan. Sistim dumpingmemang dapat menekan biaya, tetapi sudah jarang dumpingmemang dapat menekan biaya, tetapi sudah jarang
dilakukan karena masyarakat sekitarnya sangat terganggu.Cara ini dilakukan karena masyarakat sekitarnya sangat terganggu.Cara ini berpengaruh buruk terhadap lingkungan, berupasumber penyakit, berpengaruh buruk terhadap lingkungan, berupasumber penyakit, tempat binatang bersarang.
tempat binatang bersarang. g.
g. Individual Individual Inceneration.Inceneration.
Ialah pembakaran sampah yang dilakukan secara Ialah pembakaran sampah yang dilakukan secara perorangan dirumah tangga. Pembakaran haruslah dilakukan perorangan dirumah tangga. Pembakaran haruslah dilakukan dengan baik, jika tidak asapnya akan mengotori udara serta dapat dengan baik, jika tidak asapnya akan mengotori udara serta dapat menimbulkan bahaya kebakaran.
menimbulkan bahaya kebakaran. h. Recycling.
h. Recycling.
Ialah menghancurkan sampah menjadi jumlah yang lebih Ialah menghancurkan sampah menjadi jumlah yang lebih kecil dan hasilnya dimanfaatkan misalnya kaleng, kaca dan kecil dan hasilnya dimanfaatkan misalnya kaleng, kaca dan sebagainya.Cara ini berbahaya untuk kesehatan, terutama jika sebagainya.Cara ini berbahaya untuk kesehatan, terutama jika tidak mengindahkan segi kebersihan.
tidak mengindahkan segi kebersihan. i. Reduction.
i. Reduction.
Ialah menghancurkan sampah menjadi jumlah yang lebih Ialah menghancurkan sampah menjadi jumlah yang lebih kecil dan hasilnya dimanfaatkan, misalnya garbagereductionyang kecil dan hasilnya dimanfaatkan, misalnya garbagereductionyang dapat menghasilkan lemak.Hanya saja biayanya sangat mahal dapat menghasilkan lemak.Hanya saja biayanya sangat mahal tidaksebanding dengan hasilnya (Azwar, 2005).
tidaksebanding dengan hasilnya (Azwar, 2005). F.
F. Hubungan Hubungan Sampah Sampah Kesehatan ManuKesehatan Manusia sia Dan Dan Lingkungan.Lingkungan.
Sampah berhubungan erat dengan manusia dan Sampah berhubungan erat dengan manusia dan lingkungankarena
tersebut tergantung kepada kita bagaimana mengelolanya. tersebut tergantung kepada kita bagaimana mengelolanya. Pengelolaan sampah yang baik akan memberikan Pengelolaan sampah yang baik akan memberikan dampakmenguntungkan dan pengelolaan sampah yangkurang baik dampakmenguntungkan dan pengelolaan sampah yangkurang baik akan memberikan dampak yang merugikan.
akan memberikan dampak yang merugikan. G.
G. Hambatan Dalam Hambatan Dalam Pengelolaan SampahPengelolaan Sampah
Masalah pengelolaan sampah di Indonesia merupakan masalah Masalah pengelolaan sampah di Indonesia merupakan masalah yang rumitkarena:
yang rumitkarena: a.
a. Cepatnya Cepatnya perkembangan perkembangan teknologi, teknologi, lebih lebih cepatdaripadacepatdaripada kemampuanMasyarakatuntuk mengelola dan memahami persoalan kemampuanMasyarakatuntuk mengelola dan memahami persoalan sampah.
sampah. b.
b. Meningkatnya Meningkatnya taraf taraf hidup hidup masyarakat, masyarakat, yang yang tidak tidak disertaidisertai dengankeselarasanpengetahuan tentang persampahan.
dengankeselarasanpengetahuan tentang persampahan. c.
c. Kebiasaan Kebiasaan pengolahan pengolahan sampah sampah yang yang tidakefisientidakefisien menimbulkanPencemaranudara, tanah dan air, gangguan estetika menimbulkanPencemaranudara, tanah dan air, gangguan estetika danmemperbanyak populasi lalat dantikus.
danmemperbanyak populasi lalat dantikus. d.
d. Kurangnya Kurangnya pengawasan pengawasan dan dan pelaksanaanpelaksanaan peraturan.Kurangnyapartisipasi masyarakat untuk memelihara peraturan.Kurangnyapartisipasi masyarakat untuk memelihara kebersihan dan membuangsampah pada tempatnya (Slamet, kebersihan dan membuangsampah pada tempatnya (Slamet, 2002).Dari uraian diatas dapat dilihatbahwa faktor yang lebih 2002).Dari uraian diatas dapat dilihatbahwa faktor yang lebih dominanmenimbulkan hambatan dalam pengolahan sampah adalah dominanmenimbulkan hambatan dalam pengolahan sampah adalah kurangnya pengetahuan tentang pengolahan sampah, kebiasaan kurangnya pengetahuan tentang pengolahan sampah, kebiasaan pengolahan sampah yang kurang baik dan kurangnya partisipasi pengolahan sampah yang kurang baik dan kurangnya partisipasi
masyarakat dalam memelihara kebersihan. Keseluruhan dari masyarakat dalam memelihara kebersihan. Keseluruhan dari faktor-faktor diatas merupakan bagian dariperilaku, baik perilaku individu, faktor diatas merupakan bagian dariperilaku, baik perilaku individu, kelompok maupun masyarakat.
kelompok maupun masyarakat.
H.
H. Manfaat Manfaat Pegolahan Pegolahan SampahSampah
Sampah apapun jenis dan sifatnya mengandung senyawa kimia Sampah apapun jenis dan sifatnya mengandung senyawa kimia yang diperlukan oleh manusia secara langsung atau secara tidak yang diperlukan oleh manusia secara langsung atau secara tidak langsung.Dalam hal ini yang penting sampai berapa jauh manusia langsung.Dalam hal ini yang penting sampai berapa jauh manusia dapatmenggunakan dan memanfaatkan. Penggunaan dan dapatmenggunakan dan memanfaatkan. Penggunaan dan pemanfaatansampah untuk manusia sudah sejak lama telah di lakukan, pemanfaatansampah untuk manusia sudah sejak lama telah di lakukan, antara lain :
antara lain : a.
a. Pengisi Pengisi TanahTanah
Sudah bukan aneh lagi bila kota kota besar sekarang tumbuh Sudah bukan aneh lagi bila kota kota besar sekarang tumbuh tmpattempat pemukiman baru , rumah,toko, kompleks perbelanjaan tmpattempat pemukiman baru , rumah,toko, kompleks perbelanjaan baruyang asalnya dari rawa- rawa atau tempat tanah berair lainnya baruyang asalnya dari rawa- rawa atau tempat tanah berair lainnya ataubahkan dari tempat pembuangan sampah.
ataubahkan dari tempat pembuangan sampah. b.
b. Sumber Sumber Pupuk Pupuk OrganikOrganik
Kompos adalah sejenis pupuk organic yang sangat di Kompos adalah sejenis pupuk organic yang sangat di butuhkankhususnya oleh petani sayuran.Kompos banyak di buat dari butuhkankhususnya oleh petani sayuran.Kompos banyak di buat dari sampahwalaupun akhir -akhir ini kehadiran plastik merupakan masalah sampahwalaupun akhir -akhir ini kehadiran plastik merupakan masalah yangbelum sepenuhnya teratasi.
Kejadian senya organik dalam bentuk humus di dalam tanah Kejadian senya organik dalam bentuk humus di dalam tanah dapatmempertahankan sifat-sifat tanah, dengan sifat-sifat yang baik dapatmempertahankan sifat-sifat tanah, dengan sifat-sifat yang baik makakemampuan tanah menyerap dan mempertahankan air dapat makakemampuan tanah menyerap dan mempertahankan air dapat terjadidengan baik.
terjadidengan baik. d.
d. Media Media penanaman penanaman jamurjamur
Sampah dapat juga di gunakan sebagai media Sampah dapat juga di gunakan sebagai media penanamanjamur,Penggunaan media ini ternyata telah memberikan hasil penanamanjamur,Penggunaan media ini ternyata telah memberikan hasil yang memuaskan.Misalnya media jamur merang, jamur shitake,dan jamur yang memuaskan.Misalnya media jamur merang, jamur shitake,dan jamur tiram putih tumbuh dengan baik pada bahan organic dan kompos.
tiram putih tumbuh dengan baik pada bahan organic dan kompos. e.
e. Penyubur Penyubur planktonplankton
Plankton adalah makanan utama ikan, yang biasanya terdiri dari Plankton adalah makanan utama ikan, yang biasanya terdiri dari hewan dan tanaman bersel tunggal. Kolam ikan yang banyak hewan dan tanaman bersel tunggal. Kolam ikan yang banyak sekaliplanktonnya ini dapat menyebabkan pertumbuhan yang cepat pula sekaliplanktonnya ini dapat menyebabkan pertumbuhan yang cepat pula pada ikan- ikan yang di pelihara.Misalnya di kolam-kolam suburnya pada ikan- ikan yang di pelihara.Misalnya di kolam-kolam suburnya plankton karena pemasukan bahan-bahan organik dari sampah.
plankton karena pemasukan bahan-bahan organik dari sampah. f.
f. Bahan Bahan pembuat pembuat biogasbiogas
Salah satu manfaat sampah adalah membantu program hemat Salah satu manfaat sampah adalah membantu program hemat energy dan dalam pencarian sumber energy baru.Menggigat bahwa energy dan dalam pencarian sumber energy baru.Menggigat bahwa sumber energy yang berbahan baku bahan bakar fosil merupakan sumber sumber energy yang berbahan baku bahan bakar fosil merupakan sumber daya alam yang terbatas oleh karena itu, sampah dapat di jadikan daya alam yang terbatas oleh karena itu, sampah dapat di jadikan alternatife untuk keperluan tersebut.
alternatife untuk keperluan tersebut. g.
Sampah sebagai bahan makanan ternak secara langsung (yang Sampah sebagai bahan makanan ternak secara langsung (yang masih segar) dan melalui proses fermentasi telah di gunakan di masih segar) dan melalui proses fermentasi telah di gunakan di mana-mana dengan hasil yang baik.
mana dengan hasil yang baik.
C. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan C. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan
Pengetahuan marupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah Pengetahuan marupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan.Pengetahuan atau Kognitif merupakan orang melakukan penginderaan.Pengetahuan atau Kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang.Tingkatan Pengetahuan didalam domain kognitif.
seseorang.Tingkatan Pengetahuan didalam domain kognitif. 1. Tahu (Know)
1. Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam tingkatan ini adalah mengingat dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam tingkatan ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.
merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. 2. Memahami.
2. Memahami.
Memahami dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk Memahami dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, yang dapat menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, yang dapat mempersentasekan materi tersebut secara benar.
mempersentasekan materi tersebut secara benar. 3. Aplikasi.
Aplikasi
Aplikasi diartikan diartikan sebagasebagai i kemampuakemampuan n untuk untuk menggunamenggunakankan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya.
materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya. 4. Analisis.
4. Analisis.
Analisis atau kema
Analisis atau kemampuan untuk menjampuan untuk menjabarkan materi atabarkan materi atau suatuu suatu objek kedalam komponen-komponen,tetapi masih didalam suatu objek kedalam komponen-komponen,tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain. struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain. 5. Sintesis
5. Sintesis
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk melaksanakan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu melaksanakan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalahsuatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalahsuatu kemampuan untuk menyusun suatu formulasi baru dari kemampuan untuk menyusun suatu formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.
formulasi yang ada. 6. Evaluasi.
6. Evaluasi.
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukanklarifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. melakukanklarifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu be\-rdasarkan suatu kriteria yang ditemukan Penilaian-penilaian itu be\-rdasarkan suatu kriteria yang ditemukan sendiri, ataumenggunakankriteria-kriteria yang ada (Notoatmodjo, sendiri, ataumenggunakankriteria-kriteria yang ada (Notoatmodjo, 2003).
2003).
D. Tinjauan Umum Tentang Sikap D. Tinjauan Umum Tentang Sikap
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadapsuatu stimulus atau objek.Sikap secara nyata seseorang terhadapsuatu stimulus atau objek.Sikap secara nyata
menunjukkan kontraksi adanyakesesuaian reaksiterhadap menunjukkan kontraksi adanyakesesuaian reaksiterhadap stimulustertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi stimulustertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial.Sikap yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial.Sikap merupakankesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan merupakankesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikapbelum merupakan suatu tindakan atau pelaksanaan motif tertentu. Sikapbelum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku.
Allport
Allport (1954) (1954) menjelaskan menjelaskan bahwa bahwa sikap sikap itu itu mempunymempunyai ai tigatiga komponen pokok yaitu :
komponen pokok yaitu :
1. Kepercayaan (Keyakinan.), ide dan konsep terhadap suatu objek. 1. Kepercayaan (Keyakinan.), ide dan konsep terhadap suatu objek. 2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek.
2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek. 3. Kecenderungan untuk bertindak
3. Kecenderungan untuk bertindak
Ketiga komponen ini bersama-sama membentuk sikap yang utuh. Ketiga komponen ini bersama-sama membentuk sikap yang utuh. Berbagai tingkatan sikap yaitu :
Berbagai tingkatan sikap yaitu :
1. Menerima, diartikan subjek mau dan memperhatikan stimulus yang 1. Menerima, diartikan subjek mau dan memperhatikan stimulus yang 2. Merespon, memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan 2. Merespon, memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan Menyelesaikan tugas yang di berikan adalah suatu indikasi dari Sikap. Menyelesaikan tugas yang di berikan adalah suatu indikasi dari Sikap. 3.
3. Menghargai, Menghargai, Mengajak Mengajak orang orang lain lain untuk untuk mengerjakan mengerjakan atauatau Mendiskusikansuatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkattiga. Mendiskusikansuatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkattiga. 4. Bertanggung jawab, atas segala sesuatu yang telah dipilihnyaDengan 4. Bertanggung jawab, atas segala sesuatu yang telah dipilihnyaDengan segalah resiko merupakan sikap yang paling tinggi (Notoadmodjo, segalah resiko merupakan sikap yang paling tinggi (Notoadmodjo, 2003).
28 28
Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overtBehavior). Untuk terwujudnya sikap menjadi suatu (overtBehavior). Untuk terwujudnya sikap menjadi suatu perbedaannyata di
perbedaannyata di perlukan perlukan faktor faktor pendukung pendukung atau atau suatu suatu kondisikondisi yangmemungkinkan, antara lain adalah fasilitas.(Notoatmodjo, yangmemungkinkan, antara lain adalah fasilitas.(Notoatmodjo, 2007).Lebih lanjut Notoatmodjo menguraikan tingkat-tingkat tindakan 2007).Lebih lanjut Notoatmodjo menguraikan tingkat-tingkat tindakan yaitu:
yaitu: 1.
1. persepsi persepsi (perception)(perception)
Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakanyang akan diambil merupakan tindakan tingkat pertama. tindakanyang akan diambil merupakan tindakan tingkat pertama. 2.
2. Respon Respon terpimpin terpimpin (Guided (Guided Respons)Respons)
Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar sesuaidengan contoh adalah indicator tindakan tingkat dua.
sesuaidengan contoh adalah indicator tindakan tingkat dua. 3. Mekanisme
3. Mekanisme Apabila
Apabila seseoraseseorang ng melakukamelakukan n sesuatu sesuatu dengan dengan benarbenar secaraotomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan makaia secaraotomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan makaia sudah mencapai tindakan tingkat tiga.
sudah mencapai tindakan tingkat tiga. 4.
4. Adaptasi Adaptasi (adaptation)(adaptation) Adaptasi
Adaptasi adalah adalah suatu suatu tindakatindakan n yang yang sudah sudah berkembberkembangang dengan baik.Artinya, tindakan itu sudah di modifikasinya sendiri dengan baik.Artinya, tindakan itu sudah di modifikasinya sendiri tanpa mengurangi kebenaran tindakanya tersebut.Pihak-pihak tanpa mengurangi kebenaran tindakanya tersebut.Pihak-pihak yangberkepentingan harusikut bertanggung jawab dalam yangberkepentingan harusikut bertanggung jawab dalam Memberikanpemahaman kepadamasyarakat tentang manfaat ikut Memberikanpemahaman kepadamasyarakat tentang manfaat ikut
berpartisipasi dalam menjaga/melestarikan lingkungan sebagai berpartisipasi dalam menjaga/melestarikan lingkungan sebagai upaya mengantisipasi kerusakan yang dapat menimbulkan upaya mengantisipasi kerusakan yang dapat menimbulkan bencanaalam.dalam hal ini memberikan pengertian dan bencanaalam.dalam hal ini memberikan pengertian dan pemahaman dalamupaya meningkatkan kesadaran warga pemahaman dalamupaya meningkatkan kesadaran warga
pedagang untuk ikut serta dalampengelolaan
pedagang untuk ikut serta dalampengelolaan
persampahan.semakin besar pemahaman pedagang tentang persampahan.semakin besar pemahaman pedagang tentang pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan,semakin banyak pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan,semakin banyak pulapengetahuan pedagang,semakin tinggi motivasi serta pulapengetahuan pedagang,semakin tinggi motivasi serta semakinmenyadaripentingnya pengelolaan lingkungan semakinmenyadaripentingnya pengelolaan lingkungan pemukiman.Menurut slamet (2000), terdapat syarat-syarat yang di pemukiman.Menurut slamet (2000), terdapat syarat-syarat yang di perlukan agar pedagang dapat berpartisipasi dalam perlukan agar pedagang dapat berpartisipasi dalam pembangunan,yaitu adanya kesempatan untuk membangun pembangunan,yaitu adanya kesempatan untuk membangun kesempatan dalam pembangunan,adanya kemampuan untuk kesempatan dalam pembangunan,adanya kemampuan untuk memanfaatkan kesempatan itu,dan adanya kemauan untuk memanfaatkan kesempatan itu,dan adanya kemauan untuk berpartisipasi. Kemauan pedagang untuk ikut berpartisipasi dalam berpartisipasi. Kemauan pedagang untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan sampah sangat di perlukan sekali,misalnya dengan pengelolaan sampah sangat di perlukan sekali,misalnya dengan menyediakan sendiri tempat sampah seperti tong sampah, menyediakan sendiri tempat sampah seperti tong sampah, meletakkan sampah yang di produksinya secara teratur di lokasi meletakkan sampah yang di produksinya secara teratur di lokasi yang mudah dijangkau oleh petugas pengumpul sampah,menjaga yang mudah dijangkau oleh petugas pengumpul sampah,menjaga agar sampah tidak berserakan.
BAB III BAB III
KERANGKA KONSEP KERANGKA KONSEP
A.
A. Dasar Pemikiran Dasar Pemikiran Variabel Yang DiVariabel Yang Ditelititeliti
Morgan (2009) menyatakan bahwa permasalahan sampah adalah Morgan (2009) menyatakan bahwa permasalahan sampah adalah kurang ketidak pedulian masyarakat/pedagang untuk membuang kurang ketidak pedulian masyarakat/pedagang untuk membuang sampah. Sehingga masyarakat/pedangan tidak banyak berpikir sampah. Sehingga masyarakat/pedangan tidak banyak berpikir kemana sampah-sampah tersebut akan dibawa dan apa yang akan kemana sampah-sampah tersebut akan dibawa dan apa yang akan terjadi pada sampah tersebut. Hal ini akan mendorong masyarakat terjadi pada sampah tersebut. Hal ini akan mendorong masyarakat untuk terus memproduksi lebih banyak sampah. Sehingga untuk untuk terus memproduksi lebih banyak sampah. Sehingga untuk mengurangi produksi sampah, masyarakat harus dapat berpikir mengurangi produksi sampah, masyarakat harus dapat berpikir mengenai Cara pengelolaan sampah, Upaya pengelolaan sampah mengenai Cara pengelolaan sampah, Upaya pengelolaan sampah dengan baikadalah suatu hal yang penting dalam menyelesaikan dengan baikadalah suatu hal yang penting dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang ada selama ini.Di perlukan suatu permasalahan sampah yang ada selama ini.Di perlukan suatu tindakan nyata oleh masyarakat/pedagang tehadap penanganan tindakan nyata oleh masyarakat/pedagang tehadap penanganan sampah yang di duga berhubungan dengan tindakan kehidupan sampah yang di duga berhubungan dengan tindakan kehidupan sehari-hari terhadap sampah. Pengetahuan masyarakat ini akan sehari-hari terhadap sampah. Pengetahuan masyarakat ini akan membentuk sikap atau tindakannya terhadap pengelolaan membentuk sikap atau tindakannya terhadap pengelolaan sampah.tingkat pengetahuan yang baik juga ikut membentuk tindakan sampah.tingkat pengetahuan yang baik juga ikut membentuk tindakan dalam mengelola sampah.
B.
B. Kerangka Kerangka konsepkonsep
Kerangka konsep pada penelitian ini dapat di gambarkan sebagai Kerangka konsep pada penelitian ini dapat di gambarkan sebagai berikut :
berikut :
Gambar 1. Kerangka konsep Gambar 1. Kerangka konsep Keterangan :
Keterangan :
: Variabel yang di teliti : Variabel yang di teliti
: Varabel yang tidak di teliti : Varabel yang tidak di teliti
C.
C. Variabel Variabel PenelitianPenelitian Adapun v
Adapun variable dariable dalam penealam penelitian ini litian ini adalah :adalah :
1. Varibel Independen adalah Pengetahuan, sikap dan tindakan 1. Varibel Independen adalah Pengetahuan, sikap dan tindakan 2. Variabel Dependen adalah pengolahan sampah
2. Variabel Dependen adalah pengolahan sampah
Pengetahuan Pengetahuan Sikap Sikap Tindakan Tindakan Pengelolaan Pengelolaan Sampah Sampah
D.Definisi oprasionaldan kriteria obyektif D.Definisi oprasionaldan kriteria obyektif
1. Pengetahuan 1. Pengetahuan
Pengetahuan tentang Pengelolaan sampah yaitu apa yang di Pengetahuan tentang Pengelolaan sampah yaitu apa yang di ketahui Pedagang tentang Pengelolaan sampah. Pengukuran ketahui Pedagang tentang Pengelolaan sampah. Pengukuran pengetahuan berdasarkan skala
pengetahuan berdasarkan skala GuttmanGuttmanuntuk pertanyaan positifuntuk pertanyaan positif dengan jawaban “benar” diberi skor 1 dan untuk jawaban “salah” dengan jawaban “benar” diberi skor 1 dan untuk jawaban “salah” diberi skor 0. Untuk pertanyaan negatif pemberian skor dibalik diberi skor 0. Untuk pertanyaan negatif pemberian skor dibalik dengan jawaban “benar” diberi skor 0 dan jawaban “salah” diberi dengan jawaban “benar” diberi skor 0 dan jawaban “salah” diberi skor 1.
skor 1.
Jumlah pertanyaan untuk tingkat pengetahuan : 10 Jumlah pertanyaan untuk tingkat pengetahuan : 10 Nilai
Nilai jawaban jawaban responden responden : : 1 1 dan dan 00 Skor
Skor tertinggi tertinggi : : 10 10 x x 1 1 = = 10 10 (100%)(100%) Skor
Skor terendah terendah : : 10 10 x x 0 0 = = 0 0 (0%)(0%)
Range = 100% - 0% = 100%, maka interval (I) dapat dihitung Range = 100% - 0% = 100%, maka interval (I) dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Ridwan, 2008) :
dengan menggunakan rumus (Ridwan, 2008) :
== RRKK
Keterangan : Keterangan : I I = = IntervalInterval R R = = Range/kisaranRange/kisaran KK = = Jumlah Jumlah kategori kategori (2)(2)
I
I ==
−
−
= 50 = 50 Batas
Batas atas atas = = Skor Skor tertinggi tertinggi = = 100%100% Batas
Batas Bawah Bawah = = (Batas (Batas AtasAtas – – I I )) = (100
= (100 – – 50) 50) = 50%
= 50%
Sehingga kriteria objektifnya : Sehingga kriteria objektifnya :
A.
A. Cukup Cukup : : Apabila Apabila hasil hasil jawabajawaban n respondresponden en memperolmemperoleheh skor ≥
skor ≥ 50% dari 50% dari total skor total skor maksimalmaksimal B. Kurang
B. Kurang : Apabila : Apabila hasil hasil jawaban jawaban respon respon dan dan memperolehmemperoleh skor< 50% Dari total skor
skor< 50% Dari total skor
2. Sikap 2. Sikap
a.
a. Definisi Definisi OperasionalOperasional
Sikap masyarakat adalah Kepercayaan, penerimaan, dan Sikap masyarakat adalah Kepercayaan, penerimaan, dan kecenderungan, berprilaku responden terhadap pengelolaan kecenderungan, berprilaku responden terhadap pengelolaan sampah dengan baik dan benar.
sampah dengan baik dan benar. b.
b. Kriteria Kriteria ObjektifObjektif
Skala yang digunakan untuk mengukur sikap responden Skala yang digunakan untuk mengukur sikap responden yaitu dengan menggunakan skala Likkert yakni skor 1 jika yaitu dengan menggunakan skala Likkert yakni skor 1 jika jawaban sangat
jawaban sangat setuju (STS), setuju (STS), skor 2 skor 2 bila jawaban bila jawaban Tidak setujuTidak setuju (TS), skor 3 bila jawaban ragu-ragu (RR), skor 4 bila jawaban (TS), skor 3 bila jawaban ragu-ragu (RR), skor 4 bila jawaban
setuju (S) dan skor 5 bila jawaban Sangat setuju(SS). (Wawan setuju (S) dan skor 5 bila jawaban Sangat setuju(SS). (Wawan dan Dewi,2010). dan Dewi,2010). Skor nilai : Skor nilai : Skor tertinggi : 10 x 5 = 50 (100%) Skor tertinggi : 10 x 5 = 50 (100%) Skor terendah : 10 x 1 = 10 (20%) Skor terendah : 10 x 1 = 10 (20%) Interval
Interval kelas kelas :: R R I = I = K K 10-0 10-0 I = I = 2 2 I = 5 (50%) I = 5 (50%) I
I : : Interval Interval kelaskelas R : Range/kisaran R : Range/kisaran K : Jumlah kategori K : Jumlah kategori
Cukup
Cukup : Jika responden memperoleh skor ≥ 50%: Jika responden memperoleh skor ≥ 50% dari
dari seluruh seluruh pertanyaan pertanyaan yang yang diajukan.diajukan.
Kurang
Kurang : : Jika Jika responden responden memperoleh memperoleh skor skor < < 50%50% dari seluruh pertanyaan yang di ajukan dari seluruh pertanyaan yang di ajukan