Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan
rahmat serta hidayah-Nya penulis dapat menyusun skripsi yang berjudul “Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri sebagai Kesiapan Usaha Bakery”.
Skripsi ini penulis susun guna memenuhi salah satu syarat memperoleh
gelar sarjana pendidikan di Jurusan PKK FPTK UPI. Skripsi ini berisi tentang
sejauh mana mahasiswa yang telah melalui proses pembelajaran mendapatkan
manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri yang akan menimbulkan kesiapan untuk
membuka usaha bakery.
Banyak pihak yang telah memberi saran dan masukan untuk kesempurnaan
penulisan skripsi ini. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat
ganda kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.
Bandung, Desember 2012
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
ii
UCAPAN TERIMA KASIH
Banyak pihak yang telah memberikan saran dan masukan untuk kesempurnaan penulisan skripsi ini. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada yang terhormat :
1. Dra Sudewi Yogha M.Si, selaku Dosen Pembimbing I, Dra. Tati Setiawati, M.Pd.MM, selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi dan pengarahan dengan penuh kesabaran, keikhlasan dan ketelitian sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
2. Dra. Yulia Rahmawati. M.Si dan Cica Yulia, S.Pd, M.Si sebagai Dosen Partisipan, yang telah memberikan saran dan masukannya yang sangat berharga kepada penulis untuk perbaikan skripsi ini..
3. Dra.Elly Lasmanawati, M.Si, selaku pembimbing akademik yang selalu membantu dan memotivasi penulis agar dapat lulus tepat waktu.
4. Prof. Dr. Mukhidin, M.Pd sebagai Dekan FPTK UPI, Dra. Hj. Tati Abas, M.Si sebagai Ketua Jurusan PKK FPTK UPI dan Prof. Dr. Ny. Arifah A. Riyanto, M.Pd sebagai Ketua Badan Bimbingan Penyelesaian Akhir Studi (BBPAS) yang telah memfasilitasi dalam menyelesaikan skripsi ini.
5. Dr. Ade Juwaedah, M.Pd dan Dr. Ellis Endang Nikmawati, M.Si sebagai Tim Badan Bimbingan Penyelesaian Akhir Studi Prodi Tata Boga.
6. Dr. Ai Nurhayati, M.Si sebagai Ketua Prodi Pendidikan Tata Boga sekaligus Tim Badan Bimbingan Penyelesaian Akhir Studi Prodi Tata Boga, Staf Tata Usaha Jurusan PKK FPTK UPI dan Mahasiswa Pendidikan Tata Boga Paket Manajemen Patiseri Jurusan PKK FPTK UPI Angkatan 2008 dan Angakatan 2009.
7. Sabahat-sahabatku Ayu, Ipid, Suci, Siti, Anak kosan CB42 dan teman-teman seperjuangan Jurusan PKK FPTK UPI Program Studi Pendidikan Tata Boga Angkatan 2008 yang telah memberi semangat dan motivasi. 8. Teristimewa, untuk kedua orang tua Bapak Zulkifli Siregar (alm), Mama
Yulita Anggraini S.Pd, kakakku Rayusi, Ranti dan nenekku yang tidak berhenti memberikan doa, semangat, motivasi baik moril maupun materil, serta tidak lupa untuk mas Budi Agusprianto yang senantiasa membantu baik tenaga, perhatian, kesabarannya, semangat dan dukungannya dalam menyelesaikan skripsi ini.
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
iii
ABSTRAK
MANFAAT HASIL BELAJAR BISNIS PATISERI SEBAGAI
KESIAPAN USAHA BAKERY
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin sempitnya lapangan pekerjaan sehingga Mahasiswa Pendidikan Tata Boga diharapkan dapat mengantisipasi dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru yaitu dengan cara membuka usaha
bakery. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang manfaat hasil
belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery berkaitan dengan pembuatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi usaha bisnis patiseri. Metode yang digunakan metode deskriptif dan sampel purposive sebanyak 15 orang yang telah mengontrak Mata Kuliah Bisnis Patiseri. Instrumen dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) dan observasi ke toko bakery yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery berkaitan dengan pembuatan perencanaan sebesar 65% berada pada kriteria bermanfaat, pelaksanaan sebesar 69% berada pada kriteria bermanfaat dan evaluasi sebesar 72% berada pada kriteria bermanfaat, mengandung implikasi bahwa mahasiswa mampu memahami mata kuliah Bisnis Patiseri yang bermanfaat untuk kesiapan membuka usaha bakery. Rekomendasi ditunjukkan kepada mahasiswa agar lebih meningkatkan kemampuan pengetahuan dengan membaca buku yang berhubungan dengan Bisnis Patiseri dan terus-menerus berlatih untuk membuat produk patiseri sehingga siap membuka usaha
bakery serta banyak belajar dengan magang di usaha-usaha bisnis bakery yang
sudah maju dan mempunyai prospek yang bagus.
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 13
4. Manfaat Hasil Belajar ... 16
B. Gambaran Umum Tentang Mata Kuliah Bisnis Patiseri ... 16
1. Deskripsi dan Tujuan Mata Kuliah Bisnis Patiseri ... 16
2. Materi Mata Kuliah Bisnis Patiseri ... 17
a. Pengertian dan Istilah Bisnis Patiseri ... 17
b. Fungsi dan Tujuan Bisnis Patiseri ... 17
c. Sejarah dan Hakekat Bisnis Patiseri ... 18
d. Konsep Pengolaan Bisnis Patiseri ... 18
e. Perencanaan Usaha Bisnis Patiseri (Business Plan) ... 18
f. Pelaksanaan Usaha Bisnis Patiseri ... 22
g. Evaluasi Usaha Bisnis Patiseri ... 37
C. Kesiapan Membuka Bakery ... 41
1. Pengertian Kesiapan ... 41
2. Prinsip- prinsip Kesiapan ... 42
3. Aspek-Aspek yang Mempengaruhi Kesiapan ... 42
4. Pengertian Bakery ... 43
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
1. Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan Usaha Bakery berkaitan dengan Pembuatan Perencanaan Usaha Bisnis Patiseri ... 54
2. Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan Usaha Bakery berkaitan dengan Pelaksanaan Usaha Bisnis Patiseri ... 64
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
Tabel 2.5 Format Evaluasi Perencanaan Usaha... 38
Tabel 2.6 Format Evaluasi Pelaksanaan Usaha ... 39
Tabel 2.7 Format Evaluasi Produk ... 40
Tabel 4.1 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Menentukan Jenis Usaha... 55
Tabel 4.2 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Memberi Nama Perusahaan ... 56
Tabel 4.3 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Menentukan Lokasi Perusahaan ... 57
Tabel 4.4 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Menentukan Konsumen yang dituju untuk Usaha Bakery ... 58
Tabel 4.5 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Perizinan yang diperlukan untuk Membuka Usaha ... 59
Tabel 4.6 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Menentukan Patner yang diajak Kerjasama Membuka Usaha Bakery ... 60
Tabel 4.7 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Menentukan Personil untuk menjalankan sebuah Perusahaan ... 61
Tabel 4.8 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Mencari Modal Awal Membuka Usaha Bakery ... 62
Tabel 4.9 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Bentuk Promosi yang diperlukan untuk Membuka Usaha Bakery ... 63
Tabel 4.10 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Macam-Macam Produk Patiseri ... 65
Tabel 4.11 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Menentukan Peralatan Dasar yang diperlukan untuk Membuat Produk Bakery ... 68
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
vii
Tabel 4.15 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan dengan Langkah- Langkah yang harus dilakukan dalam
Memperkenalkan atau Mempromosikan Produk Patiseri
dengan Pemahaman tentang Struktur Organisasi Bakery ... 72 Tabel 4.18 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan
dengan Evaluasi Perencanaan Usaha Bisnis Patiseri. ... 78 Tabel 4.23 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan
dengan Evaluasi Pelaksanaan Usaha Bisnis Patiseri ... 79 Tabel 4.24 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan
dengan Evaluasi Usaha Bisnis Patiseri ... 80 Tabel 4.25 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan
dengan Evaluasi Produk ... 81 Tabel 4.26 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan
dengan Pengembangan Usaha Bakery ... 82 Tabel 4.27 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan
dengan Penyebab Kerugian pada Usaha Bakery ... 83 Tabel 4.28 Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri berkaitan
dengan Cara Pembaruan Usaha Bakery... 86 Tabel 4.31 Rata-rata Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri
sebagai kesiapan Usaha Bakery berkaitan dengan Pembuatan Perencanaan Usaha Bisnis Patiseri ... 87 Tabel 4.32 Rata-rata Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
viii
Tabel 4.33 Rata-rata Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan Usaha Bakery berkaitan dengan Evaluasi Usaha Bisnis Patiseri ... 90 Table 4.34 Rata-rata Persentase Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri
sebagai kesiapan Usaha Bakery berkaitan dengan Pembuatan Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi Usaha Bisnis
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
ix
DAFTAR BAGAN
Halaman
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran I Kisi-kisi Instrumen Penelitian ... 102
Lampiran II Instrumen Penelitian ... 105
Lampiran III Daftar Bimbingan ... 118
1
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Penelitian
Pendidikan adalah fondasi untuk membangun bangsa. Upaya untuk membangun
bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi tidak dapat dilepaskan
keterkaitanya dengan pendidikan. Pendidikan dapat menghasilkan sumber daya
manusia yang berkualitas. Pendidikan Nasional berfungsi untuk meningkatkan
sumber daya manusia yang seimbang, baik kualitas, psikis maupun keterampilannya.
Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003, tentang Sistem
Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS) Pasal 3 mengemukakan bahwa :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Salah satu indikator yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional di atas adalah
membangun manusia yang mandiri. Manusia mandiri adalah seseorang tidak
bergantung kepada orang lain sehingga waktu yang ada bisa digunakan untuk usaha
sendiri, berkreasi, menghasilkan hal-hal baru . Manusia mandiri merupakan salah satu
kunci keberhasilan pembangunan nasional. Pendidikan dapat diselenggarakan melalui
tiga jalur yaitu Jalur Pendidikan Formal, Jalur Pendidikan Non Formal dan Jalur
2
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar secara berjenjang dan
berkesinambungan.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan suatu lembaga Perguruan
Tinggi membawahi 7 Fakultas salah satunya adalah Fakultas Pendidikan Teknologi
dan Kejuruan (FPTK), di dalamnya terdapat beberapa Jurusan diantaranya Jurusan
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Jurusan PKK pada saat ini mempunyai
tiga Program Studi yaitu Program Studi Pendidikan Tata Boga, Program Studi
Pendidikan Tata Busana dan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI
diwajibkan untuk mengikuti sejumlah perkuliahan yaitu : Mata Kuliah Umum
(MKU), Mata Kuliah Profesi (MKP), Mata Kuliah Keahlian Profesi (MKKP), Mata
Kuliah Latihan Profesi (MKLP), Mata Kuliah Keahlian (MKK) Fakultas, Mata
Kuliah Keahlian (MKK) Program Studi, serta Mata Kuliah Kemampuan Tambahan
(MKKT).
Mata Kuliah Bisnis Patiseri merupakan salah satu mata kuliah elektif
Manajemen Paket Patiseri Program Studi Pendidikan Tata Boga yang harus ditempuh
oleh mahasiswa pada semester 6 dengan bobot 3 sks yang dilaksanakan secara teori
30% dan praktek 70%. Tujuan perkuliahan Bisnis Patiseri tercantum dalam silabus
perkuliahan Bisnis Patiseri menurut Sudewi (2007:1) adalah “ Mahasiswa dapat
memahami dan menguasai konsep dari manajemen bisnis patiseri.
Kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja di bidang bakery harus
3
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
Bisnis Patiseri dapat dijadikan bekal yang sangat berharga dalam kesiapan mahasiswa
membuka usaha bakery, sebagai upaya mengembangkan potensi mahasiswa. Hasil
belajar Bisnis Patiseri akan berguna untuk mahasiswa, bila hasil belajar tersebut dapat
memberikan manfaat untuk kehidupannya.
Kesiapan seseorang dalam membuka usaha bakery harus memiliki pengetahuan
dan keterampilan dalam membuat bread, cake, cookies dan produk pastry lainnya.
Seseorang dikatakan siap membuka suatu usaha apabila sudah menyesuaikan kondisi
yang ada disekitarnya, anggapan ini diperkuat oleh Slameto (2010:113) “kesiapan
adalah keseruluhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon
atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi”.
Bakery berasal dari bahasa Inggris yang berarti toko roti dan kue. Bakery
merupakan toko roti dan kue yang memproduksi dan menjual bread, cake, pastry,
cookies dan produk-produk yang lain yang disajikan setelah di oven atau baking,
anggapan ini diperkuat oleh Rogak (2006:13) “bisnis toko roti dan kue adalah sebuah
bisnis yang menyediakan roti panggang segar, kue-kue, penganan, dan makanan
ringan bagi para pelanggan dan/atau pembeli grosir”.
Mahasiswa Program Studi Tata Boga yang membuka usaha bakery akan
berusaha maksimal dalam menyiapakan diri, baik pengetahuan, sikap maupun
keterampilan dibidang bakery. Membuka usaha bakery harus mempunyai
perencanaan yang matang, menjalankan pelaksanaan usaha dengan penuh ketelitian
dan kerja sama selanjutnya mengadakan evaluasi usaha yang bertujuan untuk
4
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
Patiseri akan bermanfaat bagi mahasiswa untuk membuka usaha bakery. Sesuai
dengan hasil studi yang penulis teliti bahwa mahasiswa angakatan 2008 sampai 2009
yang telah mengikuti mata kuliah Bisnis Patiseri mendapatkan nilai yang baik
diharapkan memiliki potensi menjadi pengusaha bakery sekaligus menjawab
tantangan kondisi perekonomian sekarang yang menyebabkan pengangguran karena
semakin sempitnya lapangan pekerjaanya anggapan ini diperkuat oleh RAS (2009:8)
“seorang pengusaha lebih berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya karena dapat
menciptakan lapangan pekerjaan”. Selanjutnya ditunjang oleh pendapat Permadi
(2007:7) “sempitnya lapangan pekerjaan, orang semakin banyak menganggur karena
tidak ada lapangan pekerjaan”.
Berdasarkan uraian di atas memotivasi penulis tertarik untuk melakukan
penelitian. Penelitian tersebut dimaksudkan guna memperoleh informasi bagaimana
manfaat yang dirasakan setelah belajar Bisnis Patiseri sebagai bekal untuk
mempersiapkan diri membuka usaha bakery.
B.Identifikasi dan Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang penelitian di atas penulis
mengidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery
berkaitan dengan pembuatan perencanaan usaha bisnis patiseri.
2. Bagaimana manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery
5
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
3. Bagaimana manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery
berkaitan dengan evaluasi usaha bisnis patiseri meliputi evaluasi perencanaan,
pelaksanaan dan produk.
Perumusan masalah dilakukan supaya penelitiannya lebih terarah. Sugiyono
(2010 :35), berpendapat bahwa : “Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan
yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data”. Permasalahan dalam
penelitian ini penulis membatasi masalah dalam penelitian yaitu Manfaat Hasil
Belajar Bisnis Patiseri sebagai Kesiapan usaha Bakery berkaitan dengan perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
“Bagaimana manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery?” .
C.Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi atau
gambaran tentang manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha
bakery.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus penelitian ini adalah memperoleh gambaran yang lebih rinci
tentang :
a. Manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery
berkaitan dengan pembuatan perencanaan usaha bisnis patiseri.
b. Manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery
6
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
4. Manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery berkaitan
dengan evaluasi usaha bisnis patiseri evaluasi perencanaan, pelaksanaan dan
produk.
D. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Nazir (2011 :54)
mengemukakan bahwa “Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status
sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun
suatu kelas peristiwa pada masa sekarang”. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari fenomena yang
terjadi di masa sekarang.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan berbagai pihak,
khususnya adalah:
1. Penulis, diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan
pengetahuan dalam penelitian tentang manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri
sebagai kesiapan usaha bakery.
2. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI,
diharapkan penelitian ini akan memberi masukan dalam upaya meningkatkan
penguasaan materi mata kuliah Bisnis Patiseri sebagai bekal untuk kesiapan
7
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
3. Dosen mata kuliah Bisnis Patiseri, diharapkan penelitian ini akan memberi
masukan untuk pengembangkan materi perkuliahan mata kuliah Bisnis
Patiseri.
F. Struktur Organisasi Skripsi
Upaya untuk memudahkan penelaahan bagian demi bagian dalam penelitian ini,
maka penulis menyajikan urutan penulisan dari setiap Bab sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan, berisi tentang latar belakang penelitian, identifikasi dan
perumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, manfaat
penelitian, struktur organisasi skripsi.
BAB II Kajian Pustaka, berisi tentang landasan teoritis yang mendukung dan
relevan dangan permasalahan penelitian.
BAB III Metode Penelitian, berisi tentang lokasi dan subjek penelitian, desain
penelitian, defenisi operasional, instrument penelitian, teknik
pengumpulan data dan analisis data.
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, berisi tentang pengelohan data atau
analisis data untuk menghasilkan temuan dan pembatasan hasil-hasil yang
diperoleh dalam penelitian.
BAB V Kesimpulan dan Saran, menyajikan penafsiran dan pemaknaan peneliti
47
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi , Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi
Penulis melakukan penelitian pada Mahasiswa Paket Manajemen Patiseri
Program Studi Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI yang berlokasi di Jl. Dr.
Setiabudhi No.207 Bandung 40154.
2. Populasi
Sugiyono (2010:80) mengemukakan bahwa pengertian “Populasi adalah
wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas
dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya”. Populasi dalam penelitian ini adalah
Mahasiswa Paket Manajemen Patiseri Program Studi Tata Boga Jurusan PKK
FPTK UPI Angkatan 2008 dan Angakatan 2009.
3. Sampel Penelitian
Sugiyono (2010:81) mengemukakan bahwa pengertian “ Sampel adalah
bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.
Dalam penelitian ini menggunakan sampel purposive yaitu teknik penentuan
sampel dengan pertimbangan tertentu. Jadi sampel tidak secara acak tetapi
ditentukan sendiri oleh peneliti. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa
Mahasiswa Paket Manajemen Patiseri Program Studi Tata Boga Jurusan PKK
48
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
orang. Total responden sebanyak 15 orang yang telah mengontrak dan lulus
Mata Kuliah Bisnis Patiseri
B. Desain Penelitian
Pada penelitian ini peneliti tidak melakukan perbandingan antara suatu variabel
dengan variable lain. Peneliti hanya merumuskan masalah secara deskriptif untuk
menjawab pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri. Langkah-langkah desain
penelitian yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :
1. Penyusunan BAB I mengenai latar belakang, tujuan, manfaat, metode, dan
struktur organisasi.
2. Penyusunan BAB II mengenai kajian pustaka
3. Penyusunan BAB III tentang metodologi penelitian.
4. Penyusunan kisi-kisi instrumen dan instrumen penelitian yaitu berupa angket
penelitian.
5. Penyebaran angket dimaksudkan untuk mengumpulkan data
6. Mengumpulkan kembali angket
7. Mentabulasi data yang diperoleh dari instrumen penelitian.
8. Membuat pembahasan hasil penelitian, kemudian menarik kesimpulan hasil
penelitian.
49
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
C. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan suatu cara mendapatkan data dengan tujuan dan
kegunaan untuk kepentingan suatu penelitian. Desain penelitian harus sesuai dengan
metode penelitian yang dipilih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode deskriptif, yaitu metode yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari
fenomena yang terjadi di masa sekarang, sesuai dengan pendapat Nazir (2011 :54)
mengemukakan bahwa “Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status
sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun
suatu kelas peristiwa pada masa sekarang”. Ciri-ciri metode deskriptif menurut
Suryabrata (2010:76) yaitu :
Secara harfiah, penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian. Dalam arti ini penelitian deskriptif itu adalah akumulasi data besar dalam cara deskriptif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan, mentest hipotesis, membuat ramalan, atau mendapatkan makna dan implikasi, walaupun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode-metode deskriptif.
Metode penelitian deskriptif ini digunakan untuk memperoleh gambaran
tentang Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery.
D. Defenisi Operasional
Definisi operasional diperlukan dengan tujuan untuk menghindari
kesalahpahaman antara pembaca dan penulis yang diawali dengan mengartikan
istilah-istilah yang terdapat pada judul ini, maka penulis akan menjelaskan defenisi
50
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
1. Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri
a. Manfaat
Manfaat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:630) adalah guna
atau faedah.
b. Hasil Belajar
Hasil belajar yang dikemukakan oleh Sudjana (2009:22) “kemampuan
-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman
belajarnya”.
c. Bisnis Patiseri
Bisnis Patiseri menurut Sudewi (2007:1) merupakan salah satu mata
kuliah bidang studi yang harus ditempuh oleh mahasiswa pada semester 6
dengan bobot 2 sks yang dilaksanakan secara teori dan praktek. Bisnis
Patiseri merupakan Mata Kuliah Pilihan Konsentrasi (MKPK).
Pengertian Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri yang dimaksud dalam
penelitian ini mengacu pada pengertian para ahli adalah kemampuan yang
dimiliki oleh mahasiswa setelah mempelajari tentang bisnis patiseri dapat
berguna sebagai bekal membuka usaha bakery.
2. Kesiapan Usaha Bakery
a. Kesiapan
Slameto (2010:113) “kesiapan adalah keseruluhan kondisi seseorang yang
membuatnya siap untuk memberi respon atau jawaban di dalam cara
51
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
b. Usaha
Usaha menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1538) adalah
kegiatan di bidang perdagangan (dengan maksud mencari untung).
c. Bakery
Menurut Faridah (2008:4), “bakery termasuk bagian dari patiseri yang
terdiri dari roti, cake, pastry dan cookies”.
Pengertian kesiapan usaha bakery yang dimaksud dalam penelitian ini
mengacu pada pengertian para ahli adalah bahwa mahasiswa dalam kondisi siap
membuka usaha di bidang boga khususnya usaha bakery yang bertanggung
jawab sebagai pembuatan bread, cake, pastry, cookies dan produk-produk yang
lain dan disajikan setelah di oven atau baking.
E. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian pada prinsipnya melakukan pengukuran terhadap
fenomena sosial maupun alam, anggapan ini diperkuat oleh Sugiyono (2010:102)
“Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam
maupun sosial yang diamati”. Alat ukur dalam penelitian disebut juga instrument
penelitian. Instrumen dalam penelitian ini mengunakan kuesioner tertutup sehingga
52
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan penulis gunakan adalah kuesioner atau
angket dan observasi ke toko bakery yang relevan . Kuesioner (angket) yaitu daftar
pertanyaan yang cukup terperinci dan lengkap yang diberikan kepada responden,
anggapan ini diperkuat oleh Sugiyono (2010:142) “Kuesioner merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau
pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah angket dengan alternatif jawaban pilihan ganda. Angket
yang dibuat oleh peneliti bertujuan untuk memperoleh informasi berkenaan dengan
kegiatan penelitian yang sedang dilakukan mengenai Manfaat Hasil Belajar Bisnis
Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery.
G. Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menjabarkan
hasil perhitungan persentase dari jawaban hasil angket yang disebarkan kepada
responden. Pengolahaan data terdiri dari tabulasi data yaitu mentabelkan data-data
yang diperoleh dari jawaban responden.
Teknik pengolahaan dalam penelitian ini adalah menggunakan persentase.
Persentase data digunakan untuk mengetahui besar kecilnya frekuensi jawaban dalam
angket yang dihitung dalam jumlah persentasenya. Menurut Sudjana (2010:129)
53
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
Keterangan : p : Persentase yang dicari
f : Jumlah frekuensi jawaban responden
n : Jumlah jawaban responden
100% : Bilangan tetap
Data yang dianalisis selanjutnya ditafsir dengan menggunakan batasan-batasan
menurut Riduwan (2011:41) penafsiran data yang dianalisis digunakan batasan
sebagai berikut :
0% - 20% = Sangat Lemah 21% - 40% = Lemah
41% - 60% = Cukup 61% - 80% = Kuat
81% - 100% = Sangat Kuat
Kriteria yang dikemukakan oleh Riduwan, dijadikan rujukan penulis dengan
bahasa penafsiran menurut penulis yaitu sebagai berikut :
0% - 20% = Sangat Kurang Bermanfaat
21% - 40% = Kurang Bermanfaat
41% - 60% = Cukup Bermanfaat
61% - 80% = Bermanfaat
81% - 100% = Sangat Bermanfaat
� =�
96
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan dan saran yang akan diuraikan pada bab ini, berdasarkan
keseluruhan kegiatan penelitian mengenai “Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri
Sebagai Kesiapan Usaha Bakery” pada mahasiswa Pendidikan Tata Boga Paket
Manajemen Patiseri Jurusan PKK FPTK UPI Angkatan 2008 dan Angakatan 2009.
A. Kesimpulan
Kesimpulan dalam penelitian ini berdasarkan dari rangkuman dan pembahasan
hasil penelitian mengenai “Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan
Usaha Bakery”. Mahasiswa mendapatkan manfaat hasil belajar Bisnis Patiseri
sebagai kesiapan usaha bakery” berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi usaha bisnis patiseri yaitu :
1. Hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery” berkaitan dengan
perencanaan berada pada kriteria bermanfaat. Manfaat hasil belajar Bisnis
Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery bermanfaat berkaitan dengan
pembuatan perencanaan yang meliputi jenis usaha, nama perusahaan atau
merek, lokasi usaha, konsumen yang dituju, perizinan, patner yang akan diajak
kerjasama, personil yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan, modal,
97
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
2. Hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery” berkaitan dengan
pelaksanaan usaha bisnis patiseri berada pada kriteria bermanfaat. Manfaat
hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery bermanfaat
berkaitan dengan pelaksanaan usaha bisnis patiseri meliputi menentukan jenis
produk patiseri yang akan dijual, membeli peralatan dan perlengkapannya,
pengemasan produk, pemasaran produk patiseri, struktur organisasi, jenis-jenis
usaha roti dan kue dan pencatatan dan pembukuan.
3. Hasil belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery” berkaitan dengan
evaluasi usaha bisnis patiseri berada pada kriteria bermanfaat. Manfaat hasil
belajar Bisnis Patiseri sebagai kesiapan usaha bakery bermanfaat berkaitan
dengan pelaksanaan usaha bisnis patiseri meliputi evaluasi perencanaan,
pelaksanaan, produk, harga produk, keuangan usaha, penjualan, dan promosi
penjualan serta pengembangan, hambatan dan pembaruan usaha bakery.
B. Saran
Saran yang penulis kemukakan berikut ini ditujukkan kepada :
1. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Paket Manajemen Patiseri
berdasarkan data yang penulis peroleh, penulis menyarankan agar lebih
meningkatkan kemampuan pengetahuan tentang bisnis patiseri dengan
membaca buku yang berhubungan dengan bisnis patiseri serta hendaknya
dapat terus-menerus berlatih untuk membuat aneka produk patiseri yang lebih
bervariasi dan inovatif dalam mendekorasi dan pengemasan serta lebih peka
98
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
tersebut. Selanjutnya banyak belajar dengan magang di usaha-usaha bisnis
bakery yang sudah maju dan mempunyai prospek yang bagus.
2. Tenaga pengajar atau Dosen Prodi Pendidikan Tata Boga UPI khususnya Tim
Dosen mata kuliah Bisnis Patiseri, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa
hasil belajar Bisnis Patiseri yang telah dipelajari bermanfaat, sehingga penulis
memberi masukkan kepada Dosen mata kuliah Bisnis Patiseri diharapkan
dosen dapat membantu untuk mencari peluang pasar usaha bakery serta
memotivasi dan memberikan wawasan tentang bisnis patiseri kepada
99
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Ayodya, Wulan. (2010). Cara Awal Buka Usaha Roti dan Kue. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Faridah, Anni. (2008). Patiseri jilid 1 dan 3. Jakarta : Direktorat Pembinaan.
Fadiati, Ari.(2011). Mengelola Usaha Jasa Boga yang Sukses. Bandung: PT Graha Ilmu Remaja Rosdakarya.
I Mujib, Izzudin.Dkk (2011). Rupiah Meriah dari Bisnis Roti & Kue. Jakarta: PPM.
M. Echols, Jhon. (2000). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
Nilasari, Irma & Sri Wiludjeng. (2006). Pengantar Bisnis.Yogyakarta: Graha Ilmu.
Nazir, Moh. (2011). Metode Penelitian. Bogor : Ghalian Indonesia.
Permadi, Gilang. (2007). Pedagang Kaki Lima. Jakarta : Yudhistira.
RAS, Redaksi. (2009). Rahasia Sukses Berbisnis Sampingan Skala Rumahan. Depok : Raih Asa Sukses.
Rogak, Lisa. (2006). 100 Bisnis Pilihan Terbaik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Riduwan. (2011). Dasar-Dasar Statistika. Bandung :Alfabeta.
Sisdiknas. (2003). Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Surabaya : Karina.
Sudewi, Yogha. (2007). Silabus Mata Kuliah Bisnis Patiseri .Program Studi Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI : Tidak diterbitkan.
. (2005). Cookies dan Candy . Program Studi Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI : Tidak diterbitkan
Sudjana, Nana. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
100
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
Sudjana, N. Ibrahim. (2010). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung :Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung :Alfabeta.
Suryabrata, Sumadi. (2010). Metodelogi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Slameto. (2010). Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT Rineka Cipta.
T. George Jerry, Leslie W. Ru. (2010) . Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara.
Tim Redaksi KBBI Pusat Bahasa Edisi Keempat. (2011). Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
Tohar, M. (2000). Membuka Usaha Kecil. Yogyakarta : Kanisius.
Universitas Pendidikan Indonesia. (2011). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Umar, husein. (2003). Business an Introduction. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Wibowo, Singgih. (2008). Pedoman Mengelola Perusahan Kecil. Jakarta : Penebar Swadaya.
Warsitaningsih, Agnes. (2009). Handout Manajemen Usaha Boga. Program Studi Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI : Tidak diterbitkan
Yamin, Martinis. (2008). Paradigma Pendidikan Konstruktivistik. Jakarta: PT. Gaung Persada Press.
Sumber Lain :
Grelanisa. (2012). Manfaat Hasil Belajar “Menyiapkan dan Mengolah Sup (Prepare
Soup) Pada Kesiapan Praktek Kerja Industri Siswa SMK Sandhy Putra
101
Risa Zuwita, 2012
Manfaat Hasil Belajar Bisnis Patiseri Sebagai Kesiapan Usaha Bakery Universitas Pendidikan Indonesia I repository.upi.edu
Fauziah, Upi. (2009). Pendapat Mahasiswa Tentang Pelaksanaan Pembelajaran
Manajemen Bisnis Patiseri di Prodi Pendidikan Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI. Skripsi pada Jurusan PKK FPTK UPI: Tidak Diterbitkan
Anonim. (2011).Handout Management Usaha Patiseri. Program Studi Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI : Tidak diterbitkan
Anonim. (2011). Sturktur Organisasi Pastry Kitchen di Banana Inn. Bandung : Tidak diterbitkan.
Anonim. (2011). Sturktur Organisasi Pastry Kitchen di Restoran & Bakery Braga
Permai. Bandung : Tidak diterbitkan.
Anonim. (2012).Bakery. [Online]. Tersedia : http://en.wikipedia.org/wiki/Bakery [23