DAMPAK PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001 TERHADAP KEHIDUPAN PEMELUK AGAMA ISLAM DI AMERIKA SERIKAT (2001-2011).

44 

Teks penuh

(1)

DAMPAK PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001 TERHADAP KEHIDUPAN

PEMELUK AGAMA ISLAM DI AMERIKA SERIKAT (2001-2011)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Sejarah

Oleh:

NOOR EGIE AZHARI

0800961

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

(2)

Dampak Peristiwa 11 September

2001 Terhadap Kehidupan

Pemeluk Agama Islam di Amerika

Serikat (2001-2011)

Oleh Noor Egie Azhari

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

© Noor Egie Azhari 2014 Universitas Pendidikan Indonesia

(3)

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI

NOOR EGIE AZHARI

0800961

DAMPAK PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001 TEHADAP KEHIDUPAN

PEMELUK AGAMA ISLAM DI AMERIKA SERIKAT (2001-2011)

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH PEMBIMBING:

Pembimbing I

Dr. Agus Mulyana, M.Hum

NIP. 19660808 199103 1 002

Pembimbing II

Moch. Eryk Kamsori, S.Pd

NIP. 19690430 199802 1 001

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah

Prof. Dr. H. Dadang Supardan, M.Pd

(4)

ABSTRAK

(5)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN... i

ABSTRAK... ... ii

KATA PENGANTAR ... ... iii

UCAPAN TERIMA KASIH ... ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL... ... viii

DAFTAR LAMPIRAN... ... ix

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1. Latar Belakang Masalah... 1

1.2. Rumusan Masalah Penelitian... 6

1.3. Tujuan Penelitian ... 7

1.4. Metode Penelitian... 7

1.5. Manfaat Penelitian... 9

1.6. Struktur Organisasi Skripsi... 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA... 12

2.1. Kebijakan Politik Luar Negeri Amerika Serikat Terhadap Pemeluk Agama Islam ... 12

2.2. Agama Islam di Amerika Serikat ... 18

2.3. Peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat... 23

BAB III METODE PENELITIAN... 30

3.1. Metode Penelitian dan Teknik Penelitian... 30

3.2. Persiapan Penelitian... 32

3.2.1. Penentuan dan Pengajuan Tema Penelitian... 33

3.2.2. Penyusunan Rancangan Penelitian... 34

3.2.3. Konsultasi (Bimbingan)... 35

(6)

3.3.1. Pengumpulan Sumber (Heuristik)... 36

3.3.2. Kritik Sumber ... 38

3.3.2.1. Krtik Eksternal... 39

3.3.2.2. Kritik Internal... 40

3.4. Interpretasi (Penafsiran Sumber)... 41

3.5. Historiografi (Penulisan Laporan Penelitian)... 42

BAB IV DAMPAK PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001 TERHADAP KEHIDUPAN PEMELUK AGAMA ISLAM DI AMERIKA SERIKAT (2001-2011)... 45

4.1. Perkembangan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat sebelum peristiwa 11 September 2001... 45

4.1.1. Periodesasi... 45

4.1.2. Agama Islam di Amerika Serikat... 48

4.2. Peristiwa 11 September 2001... 52

4.2.1. Latar Belakang Peristiwa 11 September 2001... 52

4.2.2. Kronologi Peristiwa 11 September 2001... 56

4.3. Sikap Pemerintah Amerika Serikat Terhadap Peristiwa 11 September 2001... 59

4.4. Reaksi Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat Terhadap Peristiwa 11 September 2001... 65

4.5. Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat... 68

4.5.1. Bidang Sosial-Politik... 68

4.5.2. Bidang Ekonomi... 78

4.5.3. Bidang Pendidikan... 80

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 85

5.1. Kesimpulan ... 85

(7)

DAFTAR PUSTAKA... 89

(8)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Pemeluk agama Islam di Amerika Serikat merupakan percampuran dari beberapa kelompok etnis, bahasa, serta ideologi, baik penduduk asli Amerika Serikat, ataupun para imigran yang menetap di Amerika Serikat. Percampuran tersebut salah satunya dikarenakan adanya ikatan atau hubungan berdasarkan pernikahan, dimana perempuan asli Amerika Serikat menikah dengan laki-laki pendatang yang sudah memeluk agama Islam. Para imigran yang beragama Islam dan menetap di Amerika Serikat, diantaranya berasal dari Timur Tengah, Asia Tenggara, Afrika, serta belahan dunia lainnya. Pemeluk agama Islam di Amerika Serikat berusaha untuk berintegrasi penuh secara politik dan sosial seperti halnya para penganut agama Kristen, Yahudi, Hindu, maupun agama-agama lain. Sehingga secara umum, rasa hormat warga Amerika Serikat terhadap suatu agama merupakan hal yang mendasar disamping masalah sosial dan politik. Kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat cukup diterima, karena pada dasarnya kehidupan masyarakat Amerika Serikat sejak awal tidak terlepas dari agama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan yang mereka anut (Smith, 2005: 191).

(9)

Sikap toleransi dalam kehidupan beragama bukan suatu hal yang baru di tengah-tengah kehidupan warga Amerika Serikat. Adanya sikap toleransi tersebut, membawa angin segar bagi perkembangan agama Islam di Amerika Serikat. Agama Islam menjadi pilihan alternatif bagi warga Amerika Serikat yang hendak mencari agama sebagai pegangan hidupnya, karena sebelumnya mereka merasa asing dengan tradisi agama serta norma-norma agama yang dijalankan. Seiring berjalannya waktu, dikarenakan agama Islam memiliki cara pandang tersendiri yang berbeda dengan agama lain, sehingga tidak mengherankan apabila banyak warga Amerika Serikat yang akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Perkembangan agama Islam di Amerika Serikat, rupanya berbanding terbalik dengan kondisi terkait data mengenai berapa jumlah pemeluk agama Islam di Amerika Serikat. Jumlah pemeluk agama Islam di Amerika Serikat sulit dipastikan, karena data sensus penduduk Amerika Serikat sendiri tidak mencatat agama yang dianut warganya. Dinas imigrasi Amerika Serikat juga tidak mencatat informasi tentang agama para imigran yang datang dan menetap di Amerika Serikat. Persoalan agama di Amerika Serikat diserahkan kepada masing-masing warganya. Namun, setidaknya ada sedikit data yang menunjukkan jumlah pemeluk agama Islam di Amerika Serikat, yaitu pada pertengahan tahun 2000 diperkirakan jumlah pemeluk agama Islam di Amerika Serikat mencapai sekitar 4.175.000 orang (Cincotta, 2005: 50).

(10)

Keadaan umat Islam di Amerika Serikat yang pada awalnya berjalan secara harmonis dan hidup berdampingan dengan berbagai kelompok etnis, agama, serta pemerintah rupanya tidak selamanya berjalan beriringan. Dalam suasana kerukunan umat beragama diantaranya masih terdapat salah persepsi, saling curiga, diskriminasi, bahkan menjurus kepada sikap permusuhan. Keadaan tersebut semakin jelas terlihat ketika terjadi suatu peristiwa yang mengejutkan berbagai pihak, yaitu peristiwa yang terjadi pada tanggal 11 September tahun 2001. Peristiwa tersebut menyebabkan runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) dan gedung Pentagon. Gedung World Trade Center merupakan salah satu gedung pusat ekonomi dan perdagangan, sedangkan gedung Pentagon merupakan pusat Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Peristiwa tersebut membawa dampak terhadap hubungan Amerika Serikat dengan umat Islam, yaitu adanya ketegangan, permusuhan, sikap diskriminatif, kekerasan, dan intimidasi terhadap umat Islam. Akibatnya pemeluk agama Islam yang tinggal di Amerika Serikat menjadi korban (Zainudin, 2011: 28).

Sikap-sikap negatif yang ditunjukan lebih dikarenakan adanya persepsi yang keliru mengenai agama Islam pada kalangan masyarakat umum maupun pemerintah Amerika Serikat. Amerika Serikat cenderung melihat agama Islam sebagai musuh. Begitu juga sebaliknya, sehingga tidak mengherankan apabila kebanyakan masyarakat di negara-negara lain yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, memandang Amerika Serikat sebagai lawan yang berniat menghancurkan agama mereka (Rauf, 2004: 13).

(11)

menyandera empat pesawat komersial, dan dua diantara pesawat tersebut digunakan sebagai pesawat bunuh diri. Peristiwa ini menelan banyak korban jiwa, namun sulit dipastikan berapa jumlah korban dalam peristiwa tersebut. Akan tetapi, diperkirakan sekitar 3.000 orang meninggal dunia (Hamby, 2005: 375).

Dampak lain dari peristiwa 11 September 2001, pemerintah Amerika Serikat melakukan invasi terhadap kelompok Taliban di Afghanistan yang dianggap melindungi Al-Qaeda. Invasi tentara Amerika Serikat ke Afghanistan dengan alasan untuk melumpuhkan kekuatan Taliban dan Al-Qaeda, serta adanya misi untuk menangkap Osama Bin Laden, yang dituduh sebagai orang yang bertanggungjawab dibalik peristiwa 11 September 2001 (Al-Ayyubi, 2004: 77).

Pemerintah dan media massa di Amerika Serikat juga mengatakan kepada publik bahwa orang-orang yang beragama Islamlah pelaku dibalik peristiwa 11 September 2001, padahal mereka tidak melakukan penyelidikan secara komprehensif terhadap peristiwa tersebut. Salah satu contoh saluran televisi Amerika Serikat (Fox TV), menayangkan pemberitaan bahwa musuh barat khususnya Amerika Serikat adalah mereka yang beragama Islam. Dalam pernyataan ini, terdapat suatu unsur kesengajaan untuk membangkitkan kemarahan rakyat Amerika Serikat, bukan saja terhadap pelaku-pelaku teror yang diduga pemeluk agama Islam. Akan tetapi, secara langsung menuduh agama Islam sebagai agama yang menganjurkan kekerasan dan teror (Shihab, 2004: 2).

(12)

Islamic Center di Kota Mareitta, Ga. Selain itu, ribuan pemeluk agama Islam

dibeberapa wilayah negara bagian Amerika Serikat ditahan dengan tuduhan melakukan tindakan kriminal dengan dalih melawan hukum. Para tahanan tersebut tidak mendapat jaminan hukum serta tidak dapat menghubungi keluarganya hanya dikarenakan mereka beragama Islam (Zainudin, 2011: 153).

Diskriminasi menjadi ancaman terbesar yang dihadapi pemeluk agama Islam di Amerika Serikat. Selain mengalami kondisi yang menyulitkan, sebagian besar umat Islam di Amerika Serikat merasa malu untuk menunjukkan identitas keislaman mereka. Misalnya, dengan membuka kerudung bagi perempuan, serta mencukur jenggot bagi laki-laki. Tidak jarang pula pemeluk agama Islam di Amerika Serikat mengalami kesulitan dalam bidang ekonomi. Seperti sulitnya mendapatkan pekerjaan, bahkan beberapa orang pemeluk agama Islam mengalami pemecatan (Smith, 2005: 263).

Akibat dari peristiwa 11 September 2001, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan beberapa kebijakan yang diantaranya merugikan pemeluk agama Islam. Seperi, orang-orang Muslim yang hendak ke Amerika Serikat harus menunggu waktu yang cukup lama untuk dapat memperoleh visa. Hal ini dikarenakan, Kongres Amerika Serikat meminta pemerintah untuk melakukan penelusuran terhadap setiap orang yang datang ke Amerika Serikat khususnya orang-orang yang memiliki wajah Timur Tengah. Pemerintah Amerika Serikat merasa khawatir adanya hubungan para pendatang dengan pelaku peristiwa 11 September 2001 (Shihab, 2004: 3).

(13)

bahwa Amerika Serikat merupakan negara yang paling banyak melanggar nilai-nilai demokrasi (Zainudin, 2011: 49).

Peristiwa 11 September 2001 yang menelan banyak korban jiwa, serta adanya pernyataan yang mengatakan bahwa pelaku dibalik peristiwa 11 September 2001 adalah pemeluk agama Islam, mengakibatkan adanya sikap diskriminasi terhadap pemeluk agama Islam di Amerika Serikat. Dalam hal ini, merupakan sebuah kekeliruan jika agama dijadikan sasaran kebencian ataupun sasaran kritik, karena tidak ada satupun agama yang menganjurkan tindak kekerasan dengan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah.

Sikap pemerintah Amerika Serikat yang menyudutkan umat Islam berkaitan dengan terjadinya peristiwa 11 September 2001, serta upaya untuk menumpas habis teroris yang identik dengan Islam, telah menyebabkan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat benar-benar seperti tidak mempunyai tempat lagi. Jika memang niat pemerintah Amerika Serikat semata-mata hanya untuk melawan teroris dan bukan melawan agama Islam. Seharusnya, pemerintah Amerika Serikat perlu mengklarifikasi bahwa perang yang mereka lakukan sama sekali tidak ditujukan untuk memusuhi atau bahkan memerangi pemeluk agama Islam yang terdapat di negaranya.

Berangkat dari latar belakang masalah penelitian yang telah dipaparkan di atas, penulis merasa tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam. Adanya sikap diskriminasi terhadap pemeluk agama Islampasca peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Dampak Peristiwa 11 September 2001

Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat (2001-2011)”.

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

(14)

“Bagaimana Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat Pasca Peristiwa 11 September 2001?”. Pembahasan dibagi ke dalam lima rumusan pertanyaan penelitian yang saling berkaitan, penyusunan pertanyaan penelitian dimaksudkan untuk mengarahkan pembahasan dan proses penelitian yang dilakukan. Kelima pertanyaan penelitian tersebut diantaranya:

1. Bagaimana perkembangan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat sebelum peritiswa 11 September 2001?

2. Bagaimana proses terjadinya peristiwa 11 September 2001?

3. Bagaimana sikap pemerintah Amerika Serikat terhadap peristiwa 11 September 2001?

4. Bagaimana reaksi pemeluk agama Islam di Amerika Serikat terhadap peristiwa 11 September 2001?

5. Bagaimana dampak dari peristiwa 11 September 2001 terhadap kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan gambaran hasil yang ingin dicapai peneliti setelah semua proses penelitian dilakukan, rumusan tujuan penelitian didasarkan atas pokok pikiran rumusan masalah yang dituangkan dalam bentuk pertanyaan penelitian, semua itu digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang sudah dirumuskan serta merupakan tujuan utama yang hendak dicapai oleh peneliti. Adapun tujuan umum dari penelitian yang telah peneliti tetapkan, yaitu :

(15)

2. Mendeskripsikan terjadinya peristiwa 11 September 2001, yang diuraikan dari latar belakang terjadinya peristiwa, serta berlangsungnya peristiwa 11 September 2001.

3. Mendeskripsikan sikap atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dalam menanggapi terjadinya peristiwa 11 September 2001.

4. Menggambarkan sikap atau reaksi yang ditunjukan umat Islam di Amerika Serikat terhadap peristiwa 11 September 2001.

5. Menjelaskan dampak yang ditimbulkan akibat peristiwa 11 September 2001 terhadap kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat, meliputi kehidupan sosial-politik, ekonomi, dan pendidikan.

1.4 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis atau metode sejarah. Menurut Ismaun (2005: 35) metode sejarah ialah rekonstruksi imajinatif tentang gambaran masa lampau peristiwa-peristiwa sejarah secara kritis dan analitis berdasarkan bukti-bukti dan data peninggalan masa lampau yang disebut sumber sejarah.

Adapun tahapan-tahapan tersebut diwujudkan dalam sebuah prosedur penelitian sejarah, seperti yang dikemukakan oleh Louis Gottschalk (1986: 32) terdiri dari 4 (empat) langkah kegiatan yang saling berurutan sehingga yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. Keempat langkah tersebut yaitu heuristik (pencarian atau penemuan sumber), kritik sumber (kritik internal maupun kritik eksternal), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penyajian dalam bentuk laporan sejarah).

(16)

maupun buku-buku referensi lain yang ada kaitannya dengan permasalahan yang akan dibahas.

2. Kritik Sumber. kritik sumber adalah tahap penilaian atau pengujian terhadap sumber-sumber sejarah yang telah dikumpulkan dilihat dari sudut pandang nilai kebenarannya. Kebenaran dari sumber-sumber sejarah ini dapat diteliti secara otentisitas maupun kredibilitasnya, sehingga benar-benar dapat teruji keasliannya. Dalam kritik sumber ini peneliti melakukan 2 (dua) cara yaitu kritik ekstern dan intern.

1. Kritik Eksternal, yaitu cara melakukan verifikasi atau pengujian terhadap aspek-aspek luar dari sumber sejarah (Sjamsuddin, 2007: 132). Seperti untuk menentukan keaslian dan keotentikan suatu sumber sejarah. Misalnya : kapan dan di mana serta dari bahan apa sumber tersebut ditulis, sumber utamanya merupakan sumber-sumber sejarah yang sejaman.

2. Kritik Internal, kritik internal dilakukan terutama untuk menentukan apakah sumber itu dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya atau tidak. Kritik internal ini dilakukan setelah penulis selesai melakukan kritik eksternal, yaitu untuk melakukan pembuktian apakah sumber-sumber tersebut benar-benar merupakan fakta historis.

(17)

4. Historiografi, merupakan langkah terakhir dari metode sejarah yang penulis lakukan. Tahap ini merupakan langkah penulisan sejarah yang disusun secara logis, menurut urutan kronologis dan tema yang jelas serta mudah dimengerti yang dilengkapi dengan pengaturan bab atau bagian-bagian yang dapat membangun urutan kronologis dan tematis.

Penjelasan lebih lanjut mengenai metode serta teknik yang digunakan dalam peneltian ini dijelaskan dalam bab tersendiri, yaitu di Bab III.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang bisa didapatkan dalam penelitian skripsi ini antara lain:

1. Bagi peneliti, dapat menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, sebagai bentuk dari aplikasi teori yang didapat selama mengikuti proses perkuliahan di Jurusan Pendidikan Sejarah. 2. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan

bagi para mahasiswa/mahasiswi khususnya di Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Pendidikan Indonesia.

3. Penelitian ini diharapkan menjadi karya tulis yang baik, serta dapat memberikan sumbangan terhadap perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia.

4. Memperluas kajian mengenai kehidupan beragama, khususnya Islam di negara-negara yang menganut paham liberal seperti Amerika Serikat. 5. Penelitian ini diharapkan menjadi sebuah bahan kajian untuk menepis atau

meluruskan kesalahapahaman dan cara pandang yang negatif terhadap agama Islam.

(18)

7. Sebagai bahan pengembangan materi bagi guru-guru mata pelajaran sejarah di tingkat Sekolah Menengah Atas kelas XII semester 1, terutama sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) yang menganalisis perkembangan sejarah dunia sejak Perang Dunia II sampai dengan perkembangan mutakhir, serta Kompetensi Dasar (KD) yang menganalisis perkembangan mutakhir sejarah dunia.

1.6 Struktur Organisasi Skripsi

Adapun Struktur Organisasi penulisan skripsi sesuai dengan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah UPI (2013: 11-36) yang akan dilakukan oleh penulis adalah:

Bab I Pendahuluan, merupakan bagian awal penulisan mengenai kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat, didalamnya diuraikan latar belakang masalah penelitian yang diangkat oleh peneliti, dilihat dari kesenjangan yang nampak dari sebuah realita yang ada dengan kondisi ideal dari masalah tersebut, sehingga dengan begitu terlihat alasan mengapa persoalan tersebut penting untuk diangkat. Selain dari latar belakang masalah penelitian, pada bagian ini juga terdapat rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian yang hendak dicapai oleh peneliti, metode penelitian, manfaat penelitian, dan teknik pengumpulan data serta terakhir mengenai struktur organisasi skripsi yang akan menjadi kerangka dan pedoman penulisan skripsi.

(19)

Bab III Metode Penelitian, merupakan kegiatan-kegiatan dan cara-cara yang dilakukan dalam penelitian skripsi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, di mana langkah-langkahnya terbagi menjadi heuristik atau pengumpulan sumber, kritik terhadap sumber yang telah dikumpulkan, interpretasi sumber, hingga ke tahap penulisan atau historiografi dan didukung pula dengan teknik penelitian dengan studi literatur.

Bab IV Pembahasan, dalam bab ini penulis membaginya menjadi lima bahasan utama. Pertama, mendeskripsikan perkembangan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat sebelum terjadinya peristiwa 11 September 2001. Kedua, mendeskripsikan proses terjadinya peristiwa 11 September 2001 yang menimpa gedung World Trade Center dan gedung Pentagon. Ketiga, mendeskripsikan tindakan yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat terkait peristiwa 11 September 2001. Keempat, menggambarkan sikap atau reaksi pemeluk agama Islam di Amerika Serikat terhadap peristiwa 11 September 2001. Kelima, menjelaskan dampak dari peristiwa 11 September 2001 terhadap kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat, apakah mereka mengalami bentuk diskriminasi hingga perlakuan lainnya.

Bab V Kesimpulan, dalam bab ini akan dipaparkan beberapa kesimpulan sebagai jawaban pertanyaan yang diajukan serta sebagai inti dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan menguraikan hasil-hasil temuan peneliti tentang permasalahan yang dikaji pada penulisan skripsi ini. Serta rekomendasi apa yang bisa diterapkan dari hasil penelitian ini terhadap pengembangan materi ajar sejarah di sekolah sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).

(20)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian dan Teknik Penelitian

Bab III secara umum merupakan pemaparan mengenai metodologi yang digunakan oleh penulis dalam mengumpulkan berbagai sumber, diantaranya berupa data dan fakta yang berkaitan dengan kajian mengenai “Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika

Serikat (2001-2011). Metode yang digunakan adalah, metode historis atau metode sejarah dengan menggunakan studi literatur sebagai teknik penelitiannya. Menurut Gottschalk (1986: 32), metode sejarah adalah menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Sedangkan Sjamsuddin (2007: 14) mengartikan, metode sejarah sebagai suatu cara bagaimana mengetahui sejarah.

Gilbert J. Garraghan dalam Abdurachman (1999: 43-44), mengungkapkan bahwa metode sejarah adalah seperangkat aturan dan prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, menilainya secara kritis, dan mengajukan sintesis dari hasil-hasil yang dicapai dalam bentuk tertulis. Berbeda dengan Gilbert, Kuntowijoyo (2003: xii) mengemukakan bahwa metode sejarah merupakan petunjuk khusus tentang bahan, kritik, interpretasi, dan penyajian sejarah.

(21)

Skripsi ini menggunakan metode historis karena permasalahan yang diangkat adalah permasalahan sejarah. Khususnya mengenai kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat pasca terjadinya peristiwa 11 September 2001. Penggunaan metode ini sangat penting dalam menggambarkan kejadian masa lampau sebagai cerminan pembelajaran masa kini. Keterkaitan utama metode ini dengan skripsi yang berjudul: Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat (2001-2011), adalah

menganalisis kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat yang meliputi berbagai bidang, diantaranya: bidang sosial-politik, ekonomi, dan pendidikan. Selain itu, mengetahui lebih dalam hubungan pemeluk agama Islam dengan pemeluk agama lain, dan hubungan pemeluk agama Islam dengan pemerintah Amerika Serikat.

Metodologi dalam penelitian sejarah memiliki tahapan-tahapan dalam proses penelitiannya. Louis Gottschalk (1986: 32) mengemukakan empat langkah kegiatan dalam penelitian sejarah yang saling berurutan, sehingga yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. Keempat langkah tersebut yaitu heuristik (pencarian atau penemuan sumber), kritik sumber, interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penyajian dalam bentuk cerita sejarah). Adapun langkah-langkah penelitian ini mengacu pada proses metodologi penelitian sejarah yang mengandung empat langkah penting, yaitu :

1. Heuristik, merupakan sebuah kegiatan mencari sumber-sumber untuk

(22)

tulisan-tulisan yang sejaman dalam surat kabar dan berkaitan dengan inti bahasan penelitian.

2. Kritik, sumber-sumber sejarah yang ditemukan diteliti lebih lanjut baik itu konten tulisan maupun bentuknya yaitu dilakukannya kritik internal dan eksternal. Kritik internal dilakukan peneliti untuk melihat kelayakan konten dari sumber-sumber yang telah didapatkan untuk selanjutnya dijadikan bahan untuk penelitian dan penulisan skripsi. Sedangkan kritik eksternal digunakan untuk melihat sumber-sumber yang ditemukan bukan dari kontennya. Akan tetapi, apakah sumber tersebut merupakan sumber yang sejaman atau sumber primer, dilihat dari tahun pembuatannya. 3. Interpretasi, peneliti memberikan penafsiran terhadap sumber-sumber

yang telah dikumpulkan selama penelitian berlangsung. Dalam tahap ini, peneliti membuat deskripsi, analisis kritis serta pemilihan fakta-fakta. Kegiatan penafsiran dilakukan dengan jalan menafsirkan fakta dan data dengan konsep dan teori yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Peneliti juga memberikan makna terhadap fakta dan data kemudian disusun, ditafsirkan, dan dikorelasikan satu dengan lainnya. Fakta dan data yang telah diseleksi dan ditafsirkan menjadi ide pokok sebagai kerangka dasar penelitian, dalam kegiatan ini peneliti memberikan penekanan penafsiran terhadap fakta dan data yang diperoleh dari sumber-sumber yang berkaitan dengan penulisan skripsi yang berjudul Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di

Amerika Serikat.

4. Historiografi, merupakan langkah terakhir dalam penelitian. Dalam kegiatan ini peneliti menyajikan hasil temuan pada tahapan heuristik, kritik, dan interpretasi yang dilakukan sebelumnya dengan cara

(23)

dimengerti dan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah serta kaidah penulisan yang baik dan benar.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti membagi metode sejarah yang digunakan ke dalam tiga tahapan penelitian, yaitu persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian dan laporan penelitian.

3.2 Persiapan Penelitian

Pada tahap ini ada beberapa hal yang dilakukan dalam penyusunan penulisan penelitian. Pertama ialah setelah peneliti membaca berbagai literatur, peneliti memilih dan menentukan topik penelitian yang akan dikaji. Peneliti mencari berbagai sumber tertulis yang relevan dan mempunyai korelasi dengan permasalahan yang dikaji, baik dari buku, artikel, makalah, jurnal dan hasil karya ilmiah lainnya. Selanjutnya topik tersebut diajukan kepada Tim Pertimbangan Penulisan Skripsi Jurusan Pendidikan Sejarah (TPPS). Adapun berbagai persiapan penelitian terdiri dari beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu :

3.2.1 Penentuan dan Pengajuan Tema Penelitian

(24)

Pada tahap selanjutnya penulis mencoba mencari sumber-sumber bacaan tentang kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat, baik dari sumber buku maupun dari sumber internet.

Penulis kemudian menentukan tema penelitian mengenai kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat setelah terjadinya peristiwa 11 September 2001, dan dilanjutkan dengan mengajukan judul penelitian kepada Tim Pertimbangan Penulisan Skripsi (TPPS) Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Judul pertama yang penulis ajukan adalah “Pengaruh Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat

(2001-2011)”. Setelah mendapat persetujuan, penulis diperkenankan untuk

menyusun suatu rancangan penelitian dalam bentuk proposal.

3.2.2 Penyusunan Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian merupakan kerangka dasar yang dijadikan acuan dalam penyusunan laporan penelitian, terlebih dahulu peneliti membaca beberapa buku yang berkaitan dengan permasalahan yang hendak dikaji. Sumber buku diperoleh penulis selanjutnya digunakan dalam membuat rancangan penelitian berupa proposal skripsi, proposal skripsi yang disusun mengikuti kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh bagian akademik Jurusan Pendidikan Sejarah maupun Universitas Pendidikan Indonesia.

Rancangan penelitian yang sudah disusun dalam bentuk proposal kemudian diserahkan kepada TPPS Jurusan Pendidikan Sejarah untuk dipertimbangkan dalam seminar proposal. Penetapan pengesahan judul dan seminar proposal penelitian ditetapkan melalui surat keputusan dengan nomor 009/TPPS/JPS/SEM/2013. Persetujuan tersebut mengantarkan penulis untuk

mempresentasikan judul skripsi “Pengaruh Peristiwa 11 September 2001

(25)

pembimbing dalam sebuah seminar proposal yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 1 Mei 2013, yang bertempat di Laboratorium Pendidikan Sejarah lantai IV gedung FPIPS UPI. Seminar tersebut dihadiri oleh Drs. H. Ayi Budi Santosa, M.Si, Encep Supriatna, S.Pd, M.Pd, Dr. Agus Mulyana, M.Hum dan Drs. Syarif Moeis.

Dalam seminar tersebut penulis mendapat beberapa masukan dari berbagai pihak terutama dari Bapak Dr. Agus Mulyana, M.Hum selaku calon pembimbing I. Masukan tersebut seperti dalam judul skripsi adanya sedikit perubahan agar bahasanya lebih baik dan menjadi lebih menarik. Tidak hanya judul, pada bagian latar belakang masalah juga harus diperbaiki.

Sehingga, judul skripsi sebagai hasil dari revisi seminar proposal tersebut adalah “Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat (2001-2011)”. Surat keputusan dan seminar yang diselenggarakan, selanjutnya menentukan pembimbing skripsi penulis, yaitu Bapak Dr. Agus Mulyana, M.Hum sebagai pembimbing I dan Bapak Moch. Eryk Kamsori, S.Pd sebagai pembimbing II.

3.2.3 Konsultasi (Bimbingan)

Konsultasi merupakan proses bimbingan penulisan laporan penelitian yang dilakukan dengan Pembimbing I dan II. Konsultasi ini sangat diperlukan bagi peneliti dalam penyusunan skripsi ini, karena dalam proses konsultasi inilah peneliti mendapat masukan dan arahan yang tepat dalam proses penyusunan laporan penelitian skripsi ini.

(26)

Bimbingan atau konsultasi terus dilaksanakan sampai semua bab selesai dan penulisannya benar.

Proses bimbingan sangat membantu penulis dalam melakukan penelitian dan menyusun skripsi ini. Proses bimbingan diperlukan dalam penelitian sebagai sarana untuk berkonsultasi, berdiskusi, dan memberikan pengarahan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh penulis. Setiap hasil bimbingan dicatat dalam lembar frekuensi bimbingan.

3.3 Pelaksanaan Penelitian

Bagian ini merupakan tahapan penting dari sebuah penelitian. Langkah-langkah dalam melaksanaan penelitian, sesuai dengan metode penelitian yang digunakan yaitu metode historis atau metode sejarah. Penulis menggunakan tahapan penelitian seperti yang dikemukakan oleh Sjamsuddin (2007: 85-239), yang mencakup heuristik (pengumpulan sumber), kritik, interpretasi dan penulisan sejarah (historiografi). Keempat langkah metode sejarah tersebut akan penulis uraikan seperti dibawah ini:

3.3.1 Pengumpulan Sumber (Heuristik)

Heuristik berasal dari bahasa Yunani heurishein yang berarti menemukan (Abdurahman, 2007: 64). Heuristik merupakan proses mencari dan mengumpulkan fakta-fakta sejarah dari sumber-sumber yang relevan dengan permasalahan yang dikaji penulis. Sama halnya dengan pendapat Helius Sjamsuddin (2007:86), heuristik adalah suatu kegiatan mencari sumber-sumber untuk mendapatkan data-data atau materi sejarah, atau evidensi sejarah yang berhubungan dengan permasalahan yang dikaji oleh penulis.

(27)

sejarah. Kegiatan peneliti untuk mencari, menemukan, dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah dalam penelitian ini dengan menggunakan literatur (sumber tertulis). Pada tahap ini, peneliti mencari dan mengumpulkan sumber tertulis berupa surat kabar, majalah, artikel, makalah, jurnal, dokumen serta buku-buku yang berkaitan dengan penelitian skripsi yang berjudul Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika

Serikat (2001-2011).

Proses pencarian sumber dilakukan dengan cara mengunjungi beberapa perpustakaan, baik perpustakaan yang ada di kota Bandung ataupun perpustakaan di luar kota Bandung. Adapun perpustakaan yang dikunjungi oleh penulis adalah sebagai berikut: Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Perpustakaan Konfrensi Asia Afrika (KAA), Perpustakaan Batu Api Jatinangor, dan Perpustakaan Universitas Indonesia Jakarta. Dari perpustakaan-perpustakaan tersebut penulis memperoleh beberapa literatur yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Sumber-sumber literatur yang penulis dapatkan adalah sebagai berikut:

1. Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Di perpustakaan ini penulis mendapatkan buku yang berkaitan dengan kebijakan politik Amerika Serikat, di perpustakaan UPI penulis kesulitan mencari literatur yang relevan dengan judul yang dikaji. 2. Perpustakaan Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA), di

perpustakaan ini penulis mendapat beberapa buku yang berkaitan dengan peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat.

3. Perpustakaan Batu Api Jatinangor, di perpustakaan ini penulis mendapatkan buku yang berkaitan dengan dampak peristiwa 11 September 2001 terhadap pemeluk agama Islam di Amerika Serikat. 4. Penulis juga mengunjungi Perpustakaan Universitas Indonesia Jakarta,

(28)

dengan kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat, dan buku-buku yang berkaitan dengan kebijakan politik Amerika Serikat terhadap pemeluk agama Islam pasca peristiwa 11 September 2001. Selain mengunjungi perpustakaan, penulis juga mencari sumber di beberapa toko buku di kota Bandung seperti Palasari, Gramedia, Togamas, dan Dewi Sartika. Penulis juga menggunakan buku-buku koleksi pribadi seperti diantaranya Membedah Islam di Barat Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman karya Alwi Shihab, Seruan Adzan dari Puing WTC karya Imam

Feisal Abdul Rauf, Art of Deception: Mereka Menipu Dunia Jerry D. Gray, Jejak-jejak Nyata Amerika Mengonok-obok Wajah Dunia, karya Moh. Zaenudin,

Demokrasi Barar Ala Amerika karya Jerry D. Gray, Islam yang Paling Toleran,

karya Ala Abu Bakar, serta buku-buku lainnya yang relevan dan dapat menunjang penulisan skripsi ini.

Penulis juga melakukan browsing internet untuk mendapatkan artikel-artikel yang berhubungan dengan kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat, dan juga tentang peristiwa 11 September 2001. Penelusuran melalui internet dilakukan untuk mendapatkan tambahan informasi agar dapat mengisi kekurangan-kekurangan dari sumber buku yang sudah didapatkan. Penulis menyadari bahwa sumber-sumber yang penulis dapatkan masih sangat kurang. Oleh karena itu, sampai saat ini penulis masih terus mencari sumber-sumber yang relevan dengan permasalahan yang dikaji, khususnya sumber primer.

3.3.2 Kritik Sumber

Tahap kedua setelah penulis mendapatkan sumber-sumber yang dianggap relevan dengan penelitian yang dikaji, tahap selanjutnya adalah melakukan kritik terhadap sumber-sumber yang telah ditemukan baik dari buku, dokumen, Browsing internet, sumber tertulis, maupun dari penelitian serta sumber lainnya.

(29)

Melainkan ia harus menyaringnya secara kritis, terutama terhadap sumber pertama, agar terjaring fakta-fakta yang menjadi pilihannya. Sehingga dari penjelasan tersebut dapat ditegaskan bahwa tidak semua sumber yang ditemukan dalam tahap heuristik dapat menjadi sumber yang digunakan oleh penulis, tetapi harus disaring dan dikritisi terlebih dahulu keotentikan sumber tersebut.

Menurut Dudung Abdurahman (2007: 68), bahwa verifikasi atau kritik sumber ini bertujuan untuk memperoleh keabsahan sumber. Dalam hal ini, dilakukan uji keabsahan tentang keaslian (autentisitas) yang dilakukan melalui kritik ekstern dan keabsahan tentang kesahihan sumber (kredibilitas) yang ditelusuri melalui kritik intern.

Sama halnya dengan pendapat di atas, Helius Sjamsuddin (2007: 105) menambahkan bahwa fungsi kritik sumber bagi sejarawan erat kaitannya untuk mencari kebenaran. Pada tahap ini sejarawan dihadapkan pada benar dan salah, kemungkinan dan keraguan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa kritik sumber dikelompokkan dalam dua bagian yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kritik eksternal menitikberatkan pada aspek-aspek luar sumber sejarah sedangkan kritik internal lebih menekankan pada isi (content) dari sumber sejarah. Sejarawan harus memutuskan apakah kesaksian atau data yang diperoleh dari berbagai sumber itu dapat diandalkan atau tidak. Kritik yang dilakukan oleh penulis ialah dengan cara melihat isi buku kemudian membandingkan dengan buku-buku yang lain. Jika terdapat perbedaan isi dalam sebuah buku, maka penulis melihat buku dari buku lain yang menggunakan referensi-referensi yang dapat diandalkan.

3.3.2.1Kritk Eksternal

(30)

Aspek-aspek luar tersebut bisa diuji dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: kapan sumber itu dibuat? Di mana sumber itu dibuat? Siapa yang membuat? Dari bahan apa sumber itu dibuat? Dan apakah sumber itu dalam bentuk asli? Khusus mengenai buku, penulis akan melakukan kritik yang berkaitan dengan fisik buku dan melihat sejauh mana kompetensi dari penulis buku sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Helius Sjamsuddin (2007: 132), kritik ekstern lebih banyak dilakukan terhadap sumber pertama atau sumber primer, untuk menilai keaslian dokumen tersebut atau kesaksian yang sesuai dengan pada zamannya.

Dalam melakukan kritik eksternal pada sumber-sumber tertulis berupa buku-buku, penulis tidak menelitinya secara ketat, hanya mengklasifikasikannya dari aspek latar belakang penulis buku tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk melihat keotentisitasnya sehubungan dengan tema penulisan skripsi ini. Temuan sumber dalam proses penyusunan penelitian ini lebih banyak berupa sumber sekunder. Objek kajian mengenai agama Islam di Amerika Serikat membuat peneliti kesulitan menemukan sumber primer. Buku yang digolongkan kepada sumber sekunder diantaranya Membedah Islam di Barat Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman karya Alwi Shihab (2004), Islam di Amerika karya

Jane I. Smith (2004), Kisah Muslim di Amerika Howard Cincotta (2005), Islam Yang Paling Toleran karya Ala Abu Bakar (2006), dan lain-lain. Sumber-sumber

tersebut sangat membantu penulis dalam mengkaji berbagai permasalahan yang diajukan.

(31)

Seminary di Connecticut. Jane adalah coeditor The Muslim World dan editor dari Encyclopedia of Women in World Religion, Jane juga aktif dalam menulis

buku-buku agama. Karya lain dari Jane I. Smith adalah buku-buku The Concept of Islam in the History of Qur’anic Exegesis.

Kritik eksternal kedua penulis lakukan terhadap buku yang ditulis oleh Alwi Shihab yang berjudul Membedah Islam di Barat: Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman (2004). Alwi Shihab pernah mengajar di tiga

universitas di Amerika Serikat. Diantaranya di College for Science and Textile Philadelphia, Hartford Seminari di Hartford Connecticut, dan di Harvard Divinity School, Cembridge Boston. Alwi pernah terlibat aktif sebagai beberapa organisasi Internasional, seperti International Connection Committee, American Academy of Religion di Atalanta, Georgia, USA. Karya lain Alwi Shihab adalah Islam Sufistik

dan Teaching Islam in the West.

Berdasarkan hasil kritik eksternal tersebut, penulis berasumsi bahwa kedua buku di atas bisa dipergunakan sebagai sumber untuk mempermudah penulis dalam menjawab berbagai permasalahan dalam skripsi ini.

3.3.2.2Kritik Internal

(32)

Berhubungan dengan tahap kritik atau verifikasi sumber, penulis dalam penelitian ini berusaha untuk mengkritisi semua sumber-sumber yang telah didapatkan pada proses heuristik. Contoh kritik yang dilakukan oleh penulis adalah dengan melihat perbandingan dari buku-buku yang penulis gunakan sebagai sumber dalam penulisan skripsi ini. Perbandingan isi sumber tersebut penulis lakukan terhadap buku yang ditulis oleh Jane I. Smith yang berjudul Islam di Amerika dengan buku yang ditulis oleh Howard Cincotta yang berjudul Kisah

Muslim di Amerika. Dalam bukunya, Jane memang banyak menjelaskan

mengenai kehidupan yang dijalankan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat dalam berbagai aspek. Diantaranya menjalankan dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain. Buku tersebut diperkuat oleh buku yang ditulis oleh Howard Cincotta yang juga banyak menguraikan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Seperti dalam beragama, penduduk asli Amerika Serikat yang beragama Islam sudah terintegrasi oleh kehidupan di negaranya, sedangkan para imigran yang berasal dari berbagai negara sudah mulai beradaptasi dengan kehidupan yang dijalankan oleh pemeluk agama Islam di Amerika Serikat.

Dalam proses ini, penulis juga harus cermat dalam membandingkan isi kedua buku tersebut. Penulis harus menilai apakah buku-buku tersebut banyak memuat unsur subjektivitas penulisnya atau tidak. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalisir tingkat subjektivitas dalam penelitian ini, sehingga interpretasi penulis akan lebih objektif.

3.4 Interpretasi (Penafsiran Sumber)

(33)

tersebut memiliki keterhubungan satu dengan yang lainnya dan menjadi satu rangkaian peristiwa sejarah yang logis dan kronologis yang dapat dipertanggungjawabkan serta dapat menjelaskan permasalahan penelitian.

Sjamsuddin (2007:158) menjelaskan ada dua dorongan utama mengapa sejarawan menulis sejarah, yaitu keinginan mencipta ulang (re-create) dan menafsirkan (Interpret). Dalam penelitian ini peneliti mencoba menafsirkan Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama

Islam di Amerika Serikat (2001-2011).

Melalui proses pengumpulan fakta peneliti melakukan proses interpretasi untuk mengemukakan hal-hal yang menjadi objek kajian. Salah satu proses interpretasi yang dilakukan oleh penelti adalah sebagai berikut. Dari sumber yang ditemukan dan melalui proses kritik, terdapat beberapa sumber yang menyatakan bahwa agama Islam berkembang dengan pesat di Amerika Serikat pasca peristiwa 11 September 2001. Latar belakang pesatnya perkembangan agama Islam di Amerika Serikat diantaranya: Pertama, orang Amerika Serikat adalah orang yang dikenal gemar mencari tahu, karena itu wajar jika keingintahuan orang-orang Amerika Serikat yang besar dapat membawa mereka kepada ajaran Islam yang benar. Kedua, perkembangan agama Islam di Amerika Serikat sesungguhnya lebih prospektif karena warganya terbiasa berfikir terbuka. Dalam lingkungan keluarga Amerika Serikat, pemilihan agama dilakukan secara bebas dan independen. Tidak sedikit orang tua yang mengijinkan patra-putrinya menjadi seorang Muslim, selama pilihannya itu membawa pada kebaikan. Ketiga, banyak perempuan Muslim Amerika Serikat berkesimpulan bahwa ternyata Islam sangat melindungi dan menghargai hak-hak perempuan. Dengan kata lain, perempuan dalam Islam dimuliakan dan posisinya sangat dihormati.

(34)

11 September 2001, diperkirakan perkembangannya melebihi mayoritas agama yang dianut penduduk Amerika Serikat yaitu Kristen dan Yahudi.

3.5 Historiografi (Penulisan Laporan Penelitian)

Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam prosedur penelitian. Laporan hasil penelitian merupakan puncak dari suatu prosedur penelitian sejarah setelah melakukan langkah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Seluruh hasil penelitian yang telah diperoleh, disusun menjadi suatu karya tulis ilmiah dengan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar yaitu berupa skripsi yang berjudul “Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat (2001-201) ”.

Laporan hasil penelitian ini ditulis dengan sistematika yang terdapat dalam buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Pendidikan Indonesia UPI (UPI, 2013: 11-36). Sedangkam teknik penulisan dalam skripsi ini menggunakan sistem Harvard yaitu sistem yang membahas format untuk penulisan dan pengorganisasian kutipan dari materi sumber. Sistem ini juga dikenal dengan sebutan author-date system (system penulis-tanggal) dan parenthetical referencing (penulisan referensi dalam kurung). Penulis menggunakan teknik

penulisan ini karena telah dipergunakan secara luas dilingkungan akademis di seluruh dunia dan sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah UPI.

Hasil penelitian akan disusun ke dalam sebuah laporan dengan sistematika yang terdiri dari lima bab, yaitu Pendahuluan, Kajian Pustaka, Metode Penelitian, Pembahasan, dan terakhir Kesimpulan. Pembagian ini bertujuan untuk memudahkan dan sistematisasi dalam memahami penulisan. Adapun struktur organisasi penulisan skripsi sebagai berikut:

(35)

yang nampak dari sebuah realita yang ada dengan kondisi ideal dari masalah tersebut, sehingga dengan begitu terlihat alasan mengapa persoalan tersebut penting untuk diangkat. Selain dari latar belakang masalah penelitian, pada bagian ini juga terdapat rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian yang hendak dicapai oleh peneliti, manfaat penelitian yang diharapkan oleh peneliti dengan dilakukannya penelitian ini, metode penelitian dan teknik pengumpulan data serta terakhir mengenai struktur organisasi Skripsi yang akan menjadi kerangka dan pedoman penulisan skripsi.

Bab II Kajian Pustaka, berisi mengenai penggunaan konsep atau teori serta referensi yang digunakan peneliti untuk menjelaskan berbagai permasalahan yang diangkat. Penjelasan pada bab kajian pustaka ini terbagi kedalam tiga bagian. Pertama, kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat terhadap pemeluk agama

Islam. Kedua, agama Islam di Amerika Serikat. Ketiga, Peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Bab III Metode Penelitian, merupakan kegiatan-kegiatan dan cara-cara yang dilakukan dalam penelitian skripsi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, di mana langkah-langkahnya terbagi menjadi heuristik atau pengumpulan sumber, kritik terhadap sumber yang telah dikumpulkan, interpretasi sumber, hingga ke tahap penulisan atau historiografi dan didukung pula dengan teknik penelitian dengan studi literatur.

(36)

dampak dari peristiwa 11 September 2001 terhadap kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat, apakah mereka mengalami bentuk diskriminasi hingga perlakuan lainnya.

Bab V Kesimpulan, dalam bab ini akan dipaparkan beberapa kesimpulan sebagai jawaban pertanyaan yang diajukan serta sebagai inti dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan menguraikan hasil-hasil temuan peneliti tentang permasalahan yang dikaji pada penulisan skripsi ini. Serta rekomendasi apa yang bisa diterapkan dari hasil penelitian ini terhadap pengembangan materi ajar sejarah di sekolah sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).

(37)

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Bab ini merupakan kesimpulan dari penulisan skripsi yang berjudul “Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat (2001-2011)”. Kesimpulan tersebut merujuk pada jawaban atas permasalahan penelitian yang telah dikaji oleh penulis di dalam bab sebelumnya. Dalam bab ini juga memuat rekomendasi yang dapat digunakan oleh pembaca.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang penulis dapatkan dari hasil penulisan skripsi yang berjudul “Dampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat (2001-2011)” adalah sebagai berikut: Pertama, perkembangan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat sebelum terjadinya peristiwa 11 September 2001 sudah mulai meningkat. Hal ini disebabkan pesatnya imigrasi orang-orang Islam dari Timur Tengah, Asia, Afrika, serta belahan dunia lainnya. Selain itu, pada era sebelumnya agama Islam dan penganutnya belum menjadi sorotan. Media-media masa Amerika Serikat juga tidak terlalu banyak memeberitakan tentang Islam, kecuali jika ada hal-hal sensitif terjadi di belahan dunia lain yang justru memperlihatkan gambaran-gamabaran yang negatif tentang Islam seperti teroris, kejam terhadap perempuan, dan lain-lain.

Kedua, peristiwa 11 September 2001 atau lebih dikenal dengan Black

September (9/11) menimbulkan berbagai kerugian baik moral atapun material,

(38)

Hubungan umat Islam dengan Amerika Serikat sebelum terjadi peristiwa 11 September 2001 berjalan dengan baik. Orang-orang Muslim di Afghanistan bekerja sama dengan Amerika Serikat membentuk tentara-tentara mujahidin dalam jihad melawan Uni Soviet. Namun, pasca peristiwa 11 September 2001 hubungan pemeluk agama Islam dengan Amerika Serikat mulai renggang, dikarenakan adanya tindakan-tindakan terorisme yang mengatasnamakan Islam.

Ketiga, pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden

George W. Bush merespon peristiwa 11 September 2001 dengan menyerukan perang terkait gerakan terorisme global (Global War and Terorism) yang dianggap sebagai ancaman bagi perdamaian dunia. Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan kebijakan-kebijakan yang ketat terhadap pihak-pihak yang berpotensi menimbulkan terorisme. Peristiwa 11 September 2001 telah mengubah banyak hal dalam cara orang Amerika Serikat memandang lingkungan dan diri mereka sendiri. Salah satu hal yang paling penting yaitu masalah keamanan.

Keempat, pemeluk agama Islam di Amerika Serikat menolak keras aksi

terorisme 11 September 2001, dan mengharapkan pemerintah Amerika Serikat melakukan tindakan yang adil terhadap pelaku peristiwa tersebut. Selain itu, pemeluk agama Islam di Amerika Serikat sangat menyayangkan dan tidak setuju atas sikap pemerintah Amerika Serikat dalam merespon peristiwa 11 September 2001 dengan mengeluarkan kebijakan terkait perang melawan terorisme. Hal ini dikarenakan dampak yang ditimbulkan terhadap pemeluk agama Islam di Amerika Serikat sangat besar, diantaranya adanya ketegangan, permusuhan, sikap diskriminatif, kekerasan, dan intimidasi terhadap umat Islam. .

Kelima, prasangka anti-Islam pasca peristiwa 11 September 2001

(39)

disisi lain memunculkan kecenderungan posistif warga Amerika Serikat untuk mengetahui lebih jauh tentang agama Islam dan para penganutnya. Rasa ingin tahu penduduk Amerika Serikat terhadap agama Islam menyebabkan banyak penduduk Amerika Serikat yang memutuskan untuk memeluk agama Islam. Bahkan perkembangan agama Islam di Amerika Serikat semakin pesat pasca peristiwa 11 September 2001.

Pemeluk agama Islam di seluruh penjuru Amerika Serikat memiliki sejarah tersendiri dalam mempertahankan eksistensinya terhadap kehidupan sekitar. Perjuangan pemeluk agama Islam agar diterima dalam kehidupan masyarakat Amerika Serikat tidak mudah. Banyak catatan kelam dan konflik-konlik yang sebelumnya dirasakan warga Muslim Amerika Serikat dalam setiap periode.

5.2 Rekomendasi

Pertama, untuk lembaga UPI, tulisan ini dapat dijadikan sumber bacaan

untuk menambah pengetahuan mengenai peristiwa bersejarah di Amerika Serikat. Untuk Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, nilai-nilai yang terkandung dalam suatu peristiwa sejarah dapat dijadikan pembelajaran bagi mahasiswa sebagai calon guru pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Kedua, untuk jurusan Pendidikan Sejarah, tulisan ini dapat memperkaya

penulisan dan sumber bacaan mengenai sejarah Amerika Serikat, khususnya tentang dampak peristiwa 11 September 2001 terhadap kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat (2001-2011).

(40)

mutakhir, serta kompetensi dasar yang menganalisis perkembangan mutakhir sejarah dunia.

Keempat bagi seluruh masyarakat, memberikan gambaran umum

mengenai kehidupan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat pasca peristiwa 11 September 2001, serta menambah pengetahuan kita akan perkembangan agama Islam di negara sekuler seperti Amerika Serikat.

Penulis disini hanya memberi gambaran awal sebagai pengantar tulisan-tulisan yang bertema serupa terutama yang berkaitan dengan topik bahasan pasca peristiwa 11 September 2001 yang telah membawa berbagaimacam dampak bagi kalangan Muslim Amerika Serikat.

(41)

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:

Abdurrachman, D. (1999). Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos.

Aden, F. (2011). The Hidden History: Menguak Konspirasi Yang Mengguncang Dunia. Yogyakarta: Pustaka Radhiya.

Aksan, H. (2008). Andai Obama Presiden Amerika: Harapan atau Ancaman. Bandung: PT Mizan Pustaka.

Andhini. (2012). Kapitalisme dan Blackwater. Jakarta: Mahaka Publishing.

Al-Ayyubi, S. (2004). Serangan WTC Dalam Timbangan Syar’i. Surakarta: Pustaka Al-Alaq.

Bakar, A.A. (2005). Islam yang Paling Toleran. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Cincotta, H. (2005). Kisah Muslim di Amerika. Jakarta: Global Publishing Solutions.

Clarke, R.A. (2004). Against All Enemies: Inside America’s War on Terror. Jakarta: Sinergi Publishing.

Garaudy, R. (1992). Islam Fundamentalis dan Fundamentalis Lainnya. Bandung: Pustaka.

(42)

Gray, J.D. (2007). Demokrasi Barbar Ala Amerika. Jakarta: Sinergi Publishing.

Gray, D.J. (2006). Dosa-Dosa Media Amerika. Jakarta: Ufuk Press.

Gottschalk, L. (1986). Mengerti Sejarah (Terjemahan). Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Hamby, A.L. (2005). Garis Besar Sejarah Amerika Serikat. Jakarta: Department Of State.

Ismaun. (2005). Pengantar Belajar Sejarah Sebagai Ilmu dan Wahana Pendidikan. Bandung: Historia Utama Press.

Kerrigan, M. ( 2011). Sejarah Gelap Presiden Amerika Serikat. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Kuntowijoyo, (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Luthfi, M. (2008). Melenyapkan Hantu Terorisme. Jakarta: Pustaka Al- Kautsar.

Leege, D.C. (2006). Agama dalam Politik Amerika. Jakarta: Mizan.

Muthahhari, M. (2007). Islam yang Menakutkan Amerika. Jakarta: El Faraj Publishing

(43)

Romli, A.S. (2000). Demologi Islam: Upaya Barat Membasmi Kekuatan Islam. Jakarta: Gema Insani.

Shihab, A. (2004). Membedah Islam di Barat: Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Smith, I.J. (2005). Islam di Amerika. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Soufan, A. (2011). The Black Banners: The Inside Story of 11/9 and The War Against Al-Qaeda. Jakarta: Blackstone Audiobooks.

Sukardi, (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Supardan, D. (2008). Pengantar Ilmu Sosial. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Susanto, R. (2001). Osama Bin Laden: Jihad Sepanjang Hayat. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.

Universitas Pendidikan Indonesia. (2013). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.

Wright, L. (2011). Sejarah Teror: Jalan Panjang Menuju 11/9. Yogyakarta: Kanisius.

Zainudin, M. (2011). Jejak-Jejak Nyata Amerika Mengobok-obok Wajah Dunia. Yogyakarta: Laksana.

(44)

Noviyanto, (2008). Fakta Ilmiah di Balik Tragedi WTC. [online]. Tersedia: http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/viyan/2008/09/15/fakta-ilmiah-di-balik-tragedi-wtc/comment-page-1/ [Diakses 7 maret 2013]

Samantho, A.Y. (2010). Italia Bongkar Konspirasi Besar Mossad – CIA Dalam

Peristiwa WTC 11 September [online]. Tersedia:

http://ahmadsamantho.wordpress.com/2010/03/19/italia-bongkar-konspirasi-besar-mossad-cia-dalam-peristiwa-wtc-11-september/ [Diakses 7 maret 2013]

Wardani, R.M. (2011). Kebohongan Amerika di Balik Peristiwa 11 September. [online]. Tersedia: http://info-rahman.blogspot.com/2011/05/kebohongan-amerika-dibalik-peristiwa-11.html [Diakses 7 maret 2013]

Budiman, D.A. (2008). Islam di Amerika Serikat. [online]. Tersedia: http://daniel-arief-budiman.blogspot.com/2008/01/islam-di-amerika-serikat.html [Diakses 12 Juni 2013]

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...