BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akhir tahun 2019 lebih tepatnya pada tanggal 31 Desember 2019 muncul sebuah kasus di Wuhan, Cina yang serupa dengan pneumonia yang diakibatkan oleh sebuah virus yang bernama virus corona atau lebih dikenal dengan COVID-19 (Corona Virus Desease-2019). Virus corona (COVID-19) adalah jenis penyakit baru menular ke manusia yang menyerang gangguan pernafasan, hingga berujung pada kematian. Karakteristik dari virus corona ini adalah kecepatan penyebarannya yang tinggi sehingga menyebabkan pandemic global yang tersebar di 216 negara di dunia. Virus corona mulai masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020 hingga saat ini sehingga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Kisah virus corona memiliki akhiran yang berbeda dari setiap negara, hal ini tergantung pada kebijakan yang diambil oleh pemerintah dari setiap negara. Di Indonesia sendiri pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan guna mengurangi angka persebaran virus corona dengan memberlakukan social distancing, physical distancing sampai pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah.
Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia memiliki dampak terhadap berbagai bidang seperti bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan.
Pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease-19) memiliki dampak yang sangat besar pada sistem pendidikan di seluruh dunia yang menyebabkan penutupan sekolah, universitas, dan perguruan tinggi. Pada tanggal 27 April 2020, sekitar 1,7 miliar siswa terkena dampak dari adanya pandemi tersebut.
Berbagai negara di dunia termasuk Indonesia mengambil kebijakan dengan meliburkan seluruh aktivitas offline pendidikan dan mentrasisikan menjadi program pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang didukung dengan
perkembangan teknologi yang tidak terbatas pada revolusi industri 4.0 pada saat ini. Dengan kondisi seperti ini memaksa kita untuk melakukan inovasi dan adaptasi berkenaan dengan pemanfaatan teknologi yang ada guna mendukung proses pembelajaran di masa pandemi. Pada prakteknya, pendidik maupun peserta didik diharuskan untuk melakukan interaksi dan melakukan kegiatan belajar mengajar secara online dengan memanfaatkan platform yang berupa aplikasi, website, media sosial ataupun learning management system.
Kecanggihan teknologi saat ini dinilai mampu untuk menjadi sebuah media yang efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar. Meluasnya perkembangan teknologi informasi saat ini memberikan peranan yang besar dalam bidang pendidikan. Dengan penerapan teknologi dan informasi bisa menciptakan suasana lingkungan belajar yang baru dan proses belajar yang baru juga. Melihat hal tersebut, maka perubahan budaya belajar tidak terhindarkan. Budaya belajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka di ruang kelas, menjadi budaya belajar online yang bisa dilakukan di rumah masing-masing. Hal ini juga terjadi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang dalam proses pengerjaan skripsi. Skripsi merupakan sebuah perwujudan karya mahasiswa setelah menjalani proses pembelajaran berbagai keilmuan, keahlian dan keterampilan yang diatur dalam kurikulum yang telah ditetapkan atau dibuat oleh kampus. Dengan adanya pandemi COVID-19 ini bimbingan skripsi yang biasanya dilakukan secara langsung di ruang dosen pembimbing kini berubah menjadi bimbingan skripsi yang dilakukan secara online atau daring.
Bimbingan skripsi adalah proses pembimbingan yang digunakan dalam membantu mahasiswa menulis skripsi (Sugito, 2017). Dalam melakukan bimbingan skripsi secara online, media memiliki peranan yang sangat penting dan berpengaruh terhadap keberhasilan bimbingan skripsi mahasiswa. Dalam memilih media yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan skripsi secara online, penting untuk memperhatikan faktor-faktor yaitu faktor acces, cost, technology, interactivity, organizational change, novelty, and speed (Pribadi, 2017). Saat ini banyak tersedia aplikasi atau website yang bisa
digunakan sebagai media untuk melakukan bimbingan skripsi secara online.
Salah satu aplikasi atau website yang bisa dijadikan media untuk melakukan bimbingan skripsi secara online adalah WhatsApp. Menurut Hartono (2012) WhatsApp merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan penggunanya bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena WhatsApp menggunakan paket data internet yang sama untuk membuka email, browsing web, dll. Aplikasi WhatsApp menggunakan koneksi 3G/4G atau WiFi untuk komunikasi data.
WhatsApp memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan media yang lainnya yaitu penggunaannya yang mudah, praktis, cepat, hemat data internet, dan bisa diakses dari berbagai perangkat seperti komputer, laptop, tablet, dll.
Fitur-fitur yang ada di WhatsApp sangat beraneka ragam, para pengguna WhatsApp bisa mengirimkan berbagai macam jenis pesan mulai dari pesan teks, multimedia hingga pesan suara. Pesan-pesan tersebut bisa dikirimkan untuk perseorangan maupun grup. Para pengguna juga bisa menyisipkan gambar, video, dokumen, suara, lokasi, dan kontak saat mengirim pesan.
Selain itu, WhatsApp bisa digunakan untuk melakukan panggilan suara dan juga panggilan video atau video call. Dan tentunya setiap pengguna smartphone bisa mengunduh WhatsApp secara gratis melalui Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOs. Penggunaan WhatsApp sangat membantu kegiatan berkomunikasi dalam pembelajaran jarak jauh di tengah kondisi saat ini (Ricu Sidiq, 2019).
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh We Are Social tahun 2021, WhatsApp menjadi media sosial paling disukai para pengguna internet di seluruh dunia dengan presentase 24,1% responden dengan rentang usia 16-64 tahun secara global kecuali Tiongkok. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan, WhatsApp menjadi media sosial paling disukai para penggunanya karena kemudahan dalam penggunaannya sehingga banyak digunakan hampir semua kalangan masyarakat termasuk kalangan dosen dan mahasiswa. Banyak dari mereka menggunakan WhatsApp di kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu banyak para dosen pembimbing dan mahasiswa menjadikan WhatsApp
sebagai media untuk melakukan bimbingan skripsi online. Melalui WhatsApp, dosen pembimbing bisa memanfaatkan fitur-fitur WhatsApp, salah satunya adalah WhatsApp grup. Para dosen pembimbing membentuk WhatsApp grup yang berisikan mahasiswa-mahasiswa bimbingannya. Melalui WhatsApp grup mereka para dosen pembimbing bisa memantau progres skripsi para mahasiswanya dengan mudah dan juga bisa mendekatkan diri pada para mahasiswanya. Selain itu, dengan penggunaan WhatsApp grup juga bisa memicu semangat dari mahasiswa bimbingannya, hal ini dikarenakan mereka bisa memantau progres dari skripsi mahasiswa yang lain. Proses bimbingan skripsi menggunakan media Whatspp ini tidak terikat jarak dan waktu untuk proses kegiatan bimbingannya, karena konsultasi antara dosen pembimbing dan mahasiswa bisa dilakukan kapan saja selama mereka terhubung dengan internet. Aplikasi WhatsApp menjadi media yang sangat potenial untuk dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran.
Keberhasilan sebuah proses pendidikan sebagian besar tergantung pada komunikasi interpersonal antara pengajar dan anak didik, dengan berbagi pikiran, informasi, ide, dan perasaan (Moke, 2004). Pada umumnya bimbingan skripsi dilakukan dengan melakukan diskusi antara mahasiswa dengan dosen pembimbing. Dalam melakukan bimbingan skripsi tentu saja terjadi proses komunikasi interpersonal antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Seperti komunikasi pada umumnya, komunikasi interpersonal selalu mencakup dua unsur pokok yaitu isi pesan dan bagaimana cara penyampaian pesan.
Komunikasi interpersonal bisa dilakukan secara verbal maupun nonverbal.
Komunikasi interpersonal sangat berpengaruh terhadap kelancaran bimbingan skripsi baik dilakukan secara online maupun secara offline. Komunikasi interpersonal sendiri didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka dimana pengirim dapat menyampaikan pesannya secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi pesan secara langsung (Cangara, 1998).
Berdasarkan pandangan Gerald Miller (1989) komunikasi interpersonal merupakan salah satu jenis komunikasi yang terjalin secara harmonis yang
mana masing-masing pelaku komunikasi bisa bertindak sebagai komunikator maupun komunikan secara bergantian dan dilingkupi dinamika psikologi yang begitu mendalam secara face to face. Tujuan utama dari komunikasi interpersonal yaitu untuk lebih mengenal diri sendiri dan orang lain, lebih mengetahui tentang dunia luar, menciptakan dan menjaga hubungan dengan orang lain, mengubah sikap dan perilaku seseorang, mencari hiburan dan membantu orang lain. Komunikasi interpersonal yang dilakukan pada tingkatan tertentu akan membuat suasana dan dinamika psikologis yang bermanfaat untuk kebutuhan psikologi emosional seseorang seperti keterbukaan, empati, suportif, sikap positif dan kesetaraan, cinta, kasih sayang, penghargaan, ketenangan dan kepercayaan. Komunikasi interpersonal menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang sehingga lebih memahami situasi sosial dan mampu untuk menyelesaikan masalah yang sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. Sebuah komunikasi interpersonal bisa terjadi atau dilakukan secara langsung atau face to face maupun melalui media.
Komunikasi interpersonal antara mahasiswa dan dosen pembimbing saat melakukan bimbingan skripsi yang dilakukan secara langsung dengan melalui media tentu akan sangat berbeda. Saat melakukan bimbingan skripsi secara langsung, mahasiswa maupun dosen pembimbing bisa melakukan komunikasi secara langsung baik verbal maupun nonverbal. Mahasiswa maupun dosen pembimbing bisa melakukan komunikasi nonverbal melalui gestur tubuh, ekspresi wajah, nada bicara saat melakukan bimbingan skripsi secara langsung. Selain itu, mereka juga bisa menerima dan memberikan feedback secara langsung dan bergantian. Sehingga bimbingan skripsi secara langsung minim akan missed communication. Hal ini akan sangat berbeda saat mahasiswa melakukan bimbingan skripsi secara online melalui media WhatsApp. Komunikasi yang terjalin antara mereka menjadi terbatas karena komunikasi yang mereka lakukan melalui tulisan. Tidak jarang komunikasi yang terjadi antara mahasiswa dan dosen pembimbing hanya berjalan satu arah. Saat melakukan komunikasi interpersonal melalui media WhatsApp,
feedback tidak diterima secara langsung. Selain itu, saat melakukan bimbingan skripsi secara online melalui WhatsApp rentan akan missed communication karena terdapat berbagai faktor seperti perbedaan presepsi, perbedaan bahasa, cara menanggapi, dll.
Dalam sebuah hubungan komunikasi, hubungan bisa berubah dan berkembang. Terkadang sebuah hubungan bisa terjalin dengan sangat mudah dan menyenangkan, namun ada juga hubungan yang sulit untuk berkembang sehingga hubungan tersebut menjadi aneh dan tidak menarik. Hubungan yang berhasil yaitu hubungan yang membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya bisa menjadi terbuka, merasa percaya satu sama lain, menjadi suportif, berempati satu sama lain, dll. Begitu juga dengan hubungan antara mahasiswa dan dosen pembimbing selama melakukan bimbingan skripsi. Hubungan antara mahasiswa dengan dosen pembimbing bisa saja berkembang apabila komunikasi di antara keduanya dapat terjalin dengan baik. Ketika komunikasi interpersonal sudah terjalin dengan baik, maka dalam melakukan bimbingan skripsi online menjadi lebih terbuka, mendapat energi positif, dan selama proses pengerjaan skripsi mahasiswa merasa mendapat dukungan..
Namun realitanya, tidak sedikit jalinan komunikasi interpersonal antara mahasiswa dengan dosen pembimbing tidak terjalin dengan baik sehingga menghadapi banyak kendala dan permasalahan yang nantinya akan menjadi penghambat pengerjaan skripsi. Kendala ataupun masalah yang sering dialami adalah adanya missed communication antara mahasiswa dengan dosen pembimbing, hal ini sering terjadi karena bimbingan skripsi dilakukan tidak secara langsung. Maka dari itu, penelitian ini akan sangat berguna untuk mengetahui komunikasi interpersonal mahasiswa dan dosen pembimbingnya khususnya FISIP UNS melalui WhatsApp dalam kelancaran bimbingan skripsi pada masa pandemi COVID-19.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah “Bagaimana sikap mahasiswa dan dosen pembimbing dalam melakukan komunikasi interpersonal melalui WhatsApp
dalam bimbingan skripsi mahasiswa FISIP UNS pada masa pandemi COVID- 19?”
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana sikap mahasiswa dan dosen pembimbing dalam melakukan komunikasi interpersonal melalui WhatsApp dalam bimbingan skripsi mahasiswa FISIP UNS pada masa pandemi COVID-19.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bemanfaat baik dari segi teoritis maupun praktis, sehingga dapat bermanfaat bagi semua pihak.
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kajian ilmu komunikasi, khususnya pada penelitian yang berkaitan dengan studi komunikasi interpersonal antara mahasiswa dan dosen pembimbing melalui WhatsApp dalam bimbingan skripsi mahasiswa FISIP UNS pada masa pandemi COVID-19.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis, penelitian ini digunakan untuk menyediakan data sebagai rekomendasi bagi pihak terkait dengan permasalahan yang tengah dikaji, yaitu mengenai studi komunikasi interpersonal antara mahasiswa dan dosen pembimbing melalui WhatsApp dalam bimbingan skripsi mahasiswa FISIP UNS pada masa pandemi COVID-19.