Contoh OJL CaKep SD BAB 1 4.docx

48  3071  Download (79)

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang (OJL)

Kepala Sekolah memiliki peran strategis sebagai manajer di sekolah, ketika

perencanaan pendidikan dikerjakan dan struktur organisasi persekolahannyapun

disusun guna memfasilitasi perwujudan tujuan pendidikan, serta para anggota

organisasi, pegawai atau karyawan dipimpin dan dimotivasi untuk mensukseskan

pencapaian tujuan, tidak dijamin selamanya bahwa semua kegiatan akan

berlangsung sebagaimana yang direncanakan, dan dikelola dengan baik, di

antaranya adalah pengetahuan tentang manajemen. Peraturan Menteri Pendidikan

Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah

menetapkan 5 (lima) dimensi kompetensi yaitu: (1) kepribadian, (2) manajerial,

(3) kewirausahaan, (4) supervisi, dan (5) sosial. Dasar kompetensi kepribadian ini

akan sangat menentukan kompetensi lainnya, khususnya dalam melaksanakan

program pendidikan nasional, propinsi, dan kabupaten/kota. Sebagai tambahan

pengetahuan dan keilmuan dalam bidang perencanaan dan pelaksanaan program

pendidikan, kepala sekolah harus mampu menunjukkan kinerjanya berdasarkan

kebijakan, perencanaan, dan program pendidikan.

Kompetensi manajerial merupakan kompetensi kepala sekolah dalam

memahami sekolah sebagai sistem yang harus dipimpin dan dikelola dengan baik,

(2)

Dengan kemampuan dalam mengelola ini nantinya akan dijadikan sebagai

pegangan cara berfikir, cara mengelola dan cara menganalisis sekolah dengan cara

berpikir seorang manajer.

Kepala sekolah juga harus memiliki kompetensi kewirausahaan. Sebagai

salah satu cara bagaimana sekolah mampu mewujudkan kemampuan dalam

wirausahanya ini maka kepala sekolah harus mampu menunjukkan kemampuan

dalam menjalin kemitraan dengan pengusaha atau donatur, serta mampu

memandirikan sekolah dengan upaya berwirausaha.

Kompetensi supervisi ini sangat strategis bagi seorang kepala sekolah

khususnya dalam memahami apa tugas dan fungsi kepala sekolah sebagai

pemimpin sekolah. Tugas dan fungsi dari supervisi ini adalah untuk

memberdayakan sumber daya sekolah termasuk guru. Salah satunya adalah

melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan

pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.

Dalam rangka meningkatkan mutu kepala sekolah/madrasah, pemerintah

mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010

tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Permendiknas ini

memuat sistem penyiapan calon kepala sekolah/ madrasah, proses pengangkatan

kepala sekolah/madrasah, masa tugas, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

(PKB), penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah, mutasi dan pemberhentian

tugas guru sebagai kepala sekolah/madrasah.

Menindaklanjuti Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010, Kementerian

(3)

Kepala Sekolah (LPPKS) mengadakan pendidikan dan latihan calon kepala

sekolah. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi dan seleksi akademik. Diklat

tersebut dilaksanakan oleh LPPKS melalui kegiatan in service 1, On the Job

Training (OJL), dan in service 2.

Kegiatan OJL penting bagi peserta diklat calon kepala sekolah untuk

mempraktikkan kompetensi yang telah dipelajari selama kegiatan in service 1.

Dalam OJL dipraktikkan bagaimana mengkaji RKS, pengelolaan kurikulum

sekolah, pengelolaan keuangan, pembinaan tenaga administrasi sekolah,

pengelolaan peserta didik, pengelolaan sarana prasarana sekolah, pengelolaan

pendidikan dan tenaga kependidikan, pemanfaatan TIK dalam pembelajaran,

sistem monitoring dan evaluasi, program supervisi guru yunior, menyusun

perangkat pembelajaran, dan pelaksanaan rencana tindak kepemimpinan

berdasarkan AKPK. Kegiatan OJL dilaksanakan pada 2 sekolah magang, yaitu

pada sekolah tempat calon kepala sekolah bertugas dan sekolah lain.

Sebagai peserta Diklat calon kepala sekolah Kabupaten Pontianak, penulis

melaksanakan OJL pada SDN 01 Sungai Pinyuh (sekolah tempat penulis bertugas)

dan SDN 11 Sungai Pinyuh (sekolah magang lain). Berdasarkan petunjuk teknis

pelaksanaan OJL, maka penulis melaksanakan OJL pada SDN 01 Sungai Pinyuh

dan pada SDN 11 Sungai Pinyuh.

Berdasarkan hasil pelaksanaan OJL pada SDN 01 Sungai Pinyuh dan SDN

11 Sungai Pinyuh, penulis menyusun laporan akhir OJL. Laporan ini merupakan

salah satu tugas wajib peserta Diklat calon kepala sekolah berdasarkan kondisi

(4)

B. Tujuan (OJL)

Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi tujuan laporan OJL

ini adalah untuk mengetahui dan dapat meningkatkan:

1. Menghasilkan kepala sekolah yang mampu mengembangkan dan

meningkatkan 5 kompetensi berdasarkan Permendiknas Nomor 13 Tahun

2007, Kompetensi yang dimaksud berupa kompetensi kepribadian, manajerial,

sosial, kewirausahaan, dan supervisi.

2. Menghasilkan kepala sekolah yang dapat mengarahkan dan menggerakkan

guru untuk meningkatkan kuwalitas pembelajaran di sekolah.

3. Menghasilkan kepala sekolah yang mampu mengidentifikasi masalah yang

terkait dengan standar nasional pendidikan (SNP).

4. Menghasilkan kompetensi manajerial melalui pengkajian RKS, pengelolaan

kurikulum, pengelolaan keuangan, pembinaan tenaga administrasi sekolah,

pengelolaan peserta didik, pengelolaan sarana prasarana sekolah, pengelolaan

pendidikan dan tenaga kependidikan, pemanfaatan TIK dalam pembelajaran,

dan sistem monitoring dan evaluasi pada SDN 01 Sungai Pinyuh dan SDN 11

Sungai Pinyuh.

5. Menghasilkan kepala sekoalah yang mampu melakukan supervisi akademik

kepada guru dengan teknik yang benar.

6. Menghasilkan kepala sekolah yang mampu bekerja sama dengan pihak lain

untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah.

C. Hasil yang Diharapkan (OJL)

Setelah kegiatan On The Job Learning ini dilakukan maka sebagai calon

(5)

1. Mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam setiap kegiatan OJL, khususnya

pada pelaksanaan RTK.

2. Mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan dalam setiap kegiatan OJL,

khususnya pada pelaksanaan RTK.

3. Mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan yang selalu menempatkan

pembelajaran pada prioritas utama dalam pengambilan keputusan.

4. Meningkatkan kemampuan guru kelas dan mata pelajaran dalam membuat

media pembelajaran (power point).

5. Menyusun perangkat pembelajaran (RPP, bahan ajar dan evaluasi) sesuai

standar.

6. Memetakan kesenjangan sekolah sendiri dan sekolah magang lain dan

menyusun alternatif solusi untuk mengatasi kesenjangan.

7. Melaksanakan pra-observasi, observasi dan post-observasi dalam supervisi

(6)

BAB II

KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG

A. KONDISI SEKOLAH SENDIRI (Profil SDN 01 Sungai Pinyuh)

Berdasarkan Surat penunjukan dari kepala sekolah SDN 01 Sungai Pinyuh peserta OJL dapat melakukan pemetaan 8 standar nasional pendidikan (SNP) di SDN 01 Sungai Pinyuh berlokasi di jalan Pendidikan Sungai Pinyuh Kelurahan Sungai Pinyuh Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Pontianak Kalimantan Barat yang dibangun pada tahun 1974 di atas lahan seluas 3.600 m2 dan mulai beroperasi tahun 1974 dengan nama Sekolah Negeri Sungai Pinyuh. Visi SDN 01 Sungai Pinyuh “Unggul Dalam Prestasi, Beriman Dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cinta Sesama, Beramal, Dan Kepedulian Serta Berbudi Luhur”.

Misi SDN 01 Sungai Pinyuh :

1. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Berprestasi dalam segala lomba, baik ilmu pengeyahuan, olahraga, maupun kesenian.

3. Menciptakan suasana belajar mengajar yang aktif, kreatif, dan bermutu.

4. Membimbing siswa dalam kegiatan keagamaan, agar bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

5. Suka membantu teman dalam hal kebaikan.

6. Membimbing siswa dalam kegiatan peduli terhadap keindahan lingkungan.

7. Meningkatkan potensi fisik, menanamkan sportivitas dan selalu hidup sehat.

8. Sopan dan bertindak santun dalam berbicara.

(7)

SDN 01 Sungai Pinyuh memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sekolah yang cukup, sebanyak 18 orang PNS dan 4 orang non PNS. Sekolah SDN 01 Sungai Pinyuh memiliki sarana dan prasana yaitu memiliki 10 ruang belajar, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 gedung perpustakaan, 1 ruang UKS, 7 kamar WC/jamban guru dan siswa, 2 kantin didalam lingkungan sekolah. Prestasi siswa yang diraih SDN 01 Sungai Pinyuh empat tahun terakhir yaitu juara II lomba gerak jalan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia tahun 2014.

Kinerja SDN 01 Sungai Pinyuh dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan (SNP) dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel : DATA SISWA MENURUT ROMBEL SDN 01 Sungai Pinyuh

NO. KELAS

JENIS KELAMIN

JUMLAH LAKI-LAKI PEREMPUA

N

1. Kelas 1.A 11 19 30

2. Kelas 1.B 10 18 28

3. Kelas 2.A 16 15 31

4. Kelas 2.B 18 16 34

5. Kelas 3.A 13 18 31

6. Kelas 3.B 16 15 31

7. Kelas 4.A 13 18 31

8. Kelas 4.B 20 9 29

9. Kelas 5.A 13 12 25

10. Kelas 5.B 10 12 22

(8)

12. Kelas 6.B 11 18 29

J U M L A H 165 179 344

Tabel : DATA SISWA MENURUT KELAS SDN 01 Sungai Pinyuh

Tabel : DATA SISWA MENURUT AGAMA SDN 01 Sungai Pinyuh

N o.

AGAM A

(9)

N

Tabel : DATA SISWA MENURUT JENIS KELAMIN SDN 01 Sungai Pinyuh

Tabel : DATA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SDN 01 Sungai Pinyuh

NIP Gol STATUSGURU

1. ASYHARI AS, S.Pd L 19571011 1978031005 VIA SekolahKepala

2. NURHAYATI, S.Pd P 198103 200719580502 IVA Guru KelasI.A

3. SUMISYATI, S.Pd.SD P 198409 200119641022 IVA Guru KelasI.B

(10)

198102 2001 A II.A

5. HAMISAH, S.Pd.SD P 19640503

198502 2001

IV A

Guru Kelas II.B 6. ANNY SULASTRI, S.Pd P 198008 200519581231 IVA Guru KelasIII.A

7. JAINUDDIN, S.Pd.SD L 19740416 2000111001 IIIC Guru KelasIII.B

8. YOHANNA, S.Pd.SD P 198412 200119610409 IVA Guru KelasIV.A

9. ERNALITA, S.Pd.SD P 198504 200419641231 IVA Guru KelasVI.B

10

. SAKNIAH, S.Pd.SD P 199102 200119651028 IIIC Guru KelasV.B 12

. LIBERTA LIDIA, S.Ag P

19600302

. SUWARNO, S.Ag L 199907 100119720510 IIIC Guru AgamaBudha 18

. JONI ISKANDAR, S.Pd L 19641111 1986011002 IVA PenjaskesGuru 19 Tabel : KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURIKULUM 2013

SDN 01 Sungai Pinyuh

Kegiatan Ekstrakurikuler

ALOKASI WAKTU BELAJAR PERMINGGU

(11)

1. Kegiatan Kepramukaan (Wajib) 2 2 2 2 2 2

2. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 2 2 2 2 2 2

3. Palang Merah Remaja (PMR) 2 2 2 2 2 2

Jumlah Alokasi Perminggu 6 6 6 6 6 6

Tabel : KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL ( KKBM ) SDN 01 Sungai Pinyuh

MATA PELAJARAN KELAS

I II III IV V VI

Kelompok A

1. Pendidikan Agama dan Budi

Pekerti 70 70 70 70 70 70

2. Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan 70 70 70 70 70 70

3. Bahasa Indonesia 70 70 70 70 70 70

4. Matematika 70 70 70 70 70 70

5. Ilmu Pengetahuan Alam - - - 70 70 70

6. Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 70 70 70

Kelompok B

1. Seni Budaya Dan Prakarya 70 70 70 70 70 70

2. Pendidikan Jasmani, Olah

Raga dan Kesehatan 70 70 70 70 70 70

Tabel : STRUKTUR KURIKULUM 2013 SDN 01 Sungai Pinyuh

MATA PELAJARAN

ALOKASI WAKTU BELAJAR PERMINGGU

I II III IV V VI

Kelompok A WAKTU BELAJAR

(12)

1

. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4

2

. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 5 6 4 4 4 3

.

Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7

4 .

Matematika 5 6 6 6 6 6

5 .

Ilmu Pengetahuan Alam

- - - 3 3 3

6 .

Ilmu Pengetahuan Sosial

- - - 3 3 3

Kelompok B WAKTU BELAJARPERMINGGU 1

. Seni Budaya Dan Prakarya 4 4 4 5 5 5

2 .

Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan

Kesehatan 4 4 4 4 4 4

(13)

1. Standar Isi

SDN 01 Sungai Pinyuh pada tahun pelajaran 2014/2015 menerapkan kurikulum 2013 menggunakan panduan yang disusun berdasarkan standar isi mengacu pada Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dan Permendiknas Nomor 67 Tahun 2013 yaitu :

1. Kurikulum SDN 01 Sungai Pinyuh memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.

2. Pembelajaran pada kelas I, II, IV dan V dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan kelas III dan VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran dengan sistem KTSP.

3. Alokasi waktu : 1 jam pelajaran adalah 35 menit.

Kurikulum 2013 disekolah SDN 01 Sungai Pinyuh memiliki struktur sebagai berikut : Kelompok A terdiri mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Kelompok B terdiri mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan.

2. Standar Proses

RPP yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan RPP kurikulum KTSP bagi guru kelas III dan VI, bagi guru kelas I, II, IV dan V penyusunan RPP menggunakan panduan buku guru dan buku siswa mengunakan multi metode yang mengarah ke pendekatan saintifik. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan RPP dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan KKG sekolah ataupun KKG mata pelajaran dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.

(14)

Perolehan nilai ujian nasional tahun pelajaran 2013/2014 untuk masing-masing mata pelajaran memenuhi Standar kelulusan. Masing-masing-masing mata pelajaran ujian nasional Bahasa Indonesia 7,50, Matematika 6,65, Ilmu Pengetahuan Alam 7,00 Untuk setiap mata pelajaran dapat dikatakan bahwa siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL, dilihat dari tingkat kelulusan siswa 100% berhasil dan melanjutkan tingkat sekolah berikutnya.

4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 yang mengisyaratkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompentensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Untuk itu di SDN 01 Sungai Pinyuh Jumlah guru 18 orang dan dibantu sebanyak 4 orang tenaga kependidikan sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sekolah.

5. Standar Sarana dan Prasarana

SDN 01 Sungai Pinyuh memiliki luas lahan 3.600 m2 dengan jumlah gedung sebanyak 3 unit, Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 10 ruang kelas dengan ukuran masing-masing 7 x 8 m2 per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu white board sebagai papan tulis, satu meja dan kursi guru, satu lemari, masing-masing satu meja dan kursi untuk setiap siswa, memiliki prasaran lainnya seperti sapu, pengepel, tempat sampah, jam dinding dan sebagainya untuk kelengkapan ruang kelas.

(15)

Ruang perpustakaan terdiri dari satu unit bangunan dengan ukuran (10×15) m2, meja baca berjumlah 8 dengan tempat duduk secara resehan dilantai yang diberi tikar, 2 pasang meja kursi untuk petugas perpustakaan, 5 rak buku untuk meletakan buku-buku bacaan, judul buku lebih dari 100 judul.

Ruang kepala sekolah berukuran (4 × 5)m2 terdapat 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah, 1 set kursi tamu, 1 lemari piala, 1 set komputer PC dilengkapi dengan jaringan internet, dan 1 pendingin udara (AC). Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang UKS, jamban (WC) Kepala sekolah/Guru, tamu dan siswa.

6. Standar Pengelolaan

Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) disosialisasikan kepada warga sekolah. Sekolah sudah melakukan pengisian instrumen EDS sehingga RKS dan RKJM yang disusun berdasarkan rekomendasi EDS sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan.

Kegiatan supervisi sudah dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga mudah untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa.

(16)

Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS APBN dan dana pendidikan gratis pemerintah provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah Kabupaten Pontianak. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri. Penyusunan RKAS melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang relevan, lewat rapat dewan guru, kepala sekolah, beberapa guru dan bendahara sekolah, dengan tetap mempertimbangkan usulan-usulannya warga sekolah.

Penggunaan dana sekolah dilaporkan ke pihak pemerintah melalui Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pontianak.

8. Standar Penilaian Pendidikan

Sebagian guru sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan diinformasikan oleh guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian. Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional dengan memperhatikan prinsip-prinsip penilaian yaitu objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel, dan edukatif. Penilaian melalui ulangan harian dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh guru.

(17)

Dari ke 8 standar nasional diatas, 5 standar sudah terpenuhi dan 3 standar nasional yang terpenuhi secara maksimal. ( Data Dokumen Surat penunjukan terlampir di halaman 48 ).

B. KONDISI SEKOLAH LAIN (Profil SDN 11 Sungai Pinyuh)

Berdasarkan Surat penunjukan dari kepala sekolah SDN 11 Sungai Pinyuh peserta OJL dapat melakukan pemetaan 8 standar nasional pendidikan (SNP) di SDN 11 Sungai Pinyuh berlokasi di jalan Raya Galang-Anjongan Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Pontianak Kalimantan Barat yang dibangun pada tahun 1975 di atas lahan seluas 2.841 m2 dan mulai beroperasi tahun 1975 dengan status bangunan Inpres No.10 tahun 1975 Visi SDN 11 Sungai Pinyuh “Unggul Dalam Pelayanan Meningkatkan Prestasi, Terampil, Bertakwa, Bermoral Serta Mengembangkan Lingkungan Belajar Yang Sehat Dan Indah”.

Misi SDN 11 Sungai Pinyuh :

1. Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

2. Berprestasi dalam segala lomba, baik ilmu pengetahuan, olahraga maupun Kesenian.

3. Menciptakan suasana belajar mengajar yang aktif, kreatif dan bermutu. 4. Membimbing siswa dalam kegiatan keagamaan,agar bertaqwa kepada

Tuhan Yang Maha Esa.

5. Menanamkan kebiasaan berpikir positif dan menyayangi sesama. 6. Suka membantu teman dalam hal kebaikan.

7. Membimbing siswa dalam kegiatan peduli terhadap keindahan lingkungan,

8. Meningkatkan potensi fisik, menanamkan sportivitas dan selalu hidup sehat.

(18)

Tahun pelajaran 2014/2015 ini SDN 11 Sungai Pinyuh membina sebanyak 154 siswa yang terbagi ke dalam 6 rombongan belajar dari kelas I sampai VI, setiap ruang kelas menampung rata-rata sebanyak 30 siswa. SDN 11 Sungai Pinyuh memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sekolah yang cukup, sebanyak 9 orang PNS dan 2 orang non PNS. Sekolah SDN 11 Sungai Pinyuh memiliki sarana dan prasana yaitu memiliki 6 ruang belajar, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang UKS, 5 kamar WC/jamban guru dan siswa.

Kinerja SDN 11 Sungai Pinyuh dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan (SNP) dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel : DATA SISWA MENURUT ROMBEL SDN 11 Sungai Pinyuh

NO. KELAS

JENIS KELAMIN

JUMLAH LAKI-LAKI PEREMPUA

N

1. Kelas I 16 12 28

2. Kelas II 10 19 29

3. Kelas III 8 9 17

4. Kelas IV 13 11 24

5. Kelas V 10 18 28

6. Kelas VI 16 14 30

J U M L A H 73 83 156

(19)

N

o. AGAMA

DATA JUMLAH SISWA MENURUT AGAMA Kelas

Tabel : DATA SISWA MENURUT JENIS KELAMIN SDN 11 Sungai Pinyuh

No

. Jenis kelamin

DATA JUMLAH SISWA MENURUT JENIS KELAMIN

(20)

N

1. SABIRIN, S.Pd.SD L 19601002 1983051002 VIA SekolahKepala

2. BARJI, S.Pd.SD L 19600618 1982011006 IVA Guru Kelas I

3. SALMAH, S.Pd P 19620310 1983052011 IVA Guru Kelas II

4. SURATMI P 19570807 198109

2003

6. HAMIDAH, S.Pd.SD P 19650720 198909

2001

IV

A Guru kelas V

7. RIDUAN, S.Pd L 19660712 200604

1014

III

A Guru Kelas VI 8. UMIYATI, S.Pd.I P 19661201 1991022003 IVA Guru AgamaIslam

9. KARIM L 19590512 1984021002 IIC PenjagaSekolah 10

. SUHERNAWATI, S.Sos L - - GTT

11

. DIAN PUTERA, S.Pd L - - OperatorSekolah

Tabel : KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURIKULUM 2013 SDN 11 Sungai Pinyuh

Jumlah Alokasi Perminggu 2 2 2 2 2 2

(21)

SDN 11 Sungai Pinyuh

MATA PELAJARAN I II IIIKELASIV V VI

Kelompok A

1. Pendidikan Agama dan Budi

Pekerti 70 70 70 70 70 70

2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 70 70 70 70 70 70

3. Bahasa Indonesia 70 70 70 70 70 70

4. Matematika 65 65 65 65 65 65

5. Ilmu Pengetahuan Alam - - - 70 70 70

6. Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 70 70 70

Kelompok B

1. Seni Budaya Dan Prakarya 70 70 70 70 70 70

2. Pendidikan Jasmani, Olah

Raga dan Kesehatan 70 70 70 70 70 70

Tabel : STRUKTUR KURIKULUM 2013 SDN 11 Sungai Pinyuh

MATA PELAJARAN

ALOKASI WAKTU BELAJAR PERMINGGU

I II III IV V VI

Kelompok A WAKTU BELAJARPERMINGGU 1

. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4

2

. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 5 6 4 4 4 3

Kelompok B WAKTU BELAJARPERMINGGU 1

. Seni Budaya Dan Prakarya 4 4 4 5 5 5

2

(22)
(23)

1. Standar Isi

SDN 11 Sungai Pinyuh pada tahun pelajaran 2014/2015 menerapkan berdasarkan pada Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dan Permendiknas Nomor 67 Tahun 2013 yaitu :

1. Kurikulum SDN 11 Sungai Pinyuh memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.

2. Pembelajaran pada kelas I, II, IV dan V dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan kelas III dan VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran dengan sistem KTSP.

3. Alokasi waktu : 1 jam pelajaran adalah 35 menit.

Kurikulum 2013 disekolah SDN 11 Sungai Pinyuh memiliki struktur sebagai berikut : Kelompok A terdiri mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Kelompok B terdiri mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan.

2. Standar Proses

RPP yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan RPP kurikulum KTSP bagi guru kelas III dan VI, bagi guru kelas I, II, IV dan V penyusunan RPP menggunakan panduan buku guru dan buku siswa mengunakan multi metode yang mengarah ke pendekatan saintifik. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan RPP dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan KKG sekolah ataupun KKG mata pelajaran dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.

(24)

Perolehan nilai ujian nasional tahun pelajaran 2013/2014 untuk masing-masing mata pelajaran memenuhi Standar kelulusan. Masing-masing-masing mata pelajaran ujian nasional Bahasa Indonesia 7,25, Matematika 6,50, Ilmu Pengetahuan Alam 6,75 Untuk setiap mata pelajaran dapat dikatakan bahwa siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL, dilihat dari tingkat kelulusan siswa 100% berhasil dan melanjutkan tingkat sekolah berikutnya.

4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 yang mengisyaratkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompentensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Jumlah guru 9 orang dan dibantu sebanyak 2 orang tenaga kependidikan sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sekolah. Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SDN 11 Sungai Pinyuh belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi masing-masing.

5. Standar Sarana dan Prasarana

(25)

Ruang guru berukuran (7 × 8) m2 memuat 10 pasang meja dan kursi guru, 1 set kursi dan meja tamu, 2 rak buku, 4 lemari buku, 1 TV, 1 set sound system dan 1 buah jam dinding, komputer PC memiliki jaringan internet Wireless Network yang terkoneksi dengan modem prabayar.

Ruang perpustakaan ukuran (5 x 6) m2 dibangun secara swadaya sekolah bersebelahan dengan ruang kepala sekolah yang pembangunannya menyekat ruang kepala sekolah dengan kaki lima/teras bangunan sekolah yang dijadikan ruang perpustakaan, bangunan perpustakaan yang dari pemerintah belum ada, meja baca 2 pasang beralaskan tikar sebagai tempat duduk, 2 lemari rak buku.

Ruang kepala sekolah berukuran (4 × 5)m2 terdapat 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah, 1 set kursi tamu, 1 lemari piala.

Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang UKS, jamban (WC) Kepala sekolah/Guru, tamu dan siswa.

6. Standar Pengelolaan

Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) disosialisasikan kepada warga sekolah. Sekolah sudah melakukan pengisian instrumen EDS sehingga RKS dan RKJM yang disusun berdasarkan rekomendasi EDS sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan.

Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa.

(26)

Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS APBN dan dana pendidikan gratis pemerintah provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah Kabupaten Pontianak. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri. Penyusunan RKAS melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang relevan, lewat rapat dewan guru, kepala sekolah, beberapa guru dan bendahara sekolah, dengan tetap mempertimbangkan usulan-usulannya warga sekolah.

Penggunaan dana sekolah dilaporkan ke pihak pemerintah melalui Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pontianak.

8. Standar Penilaian Pendidikan

Sebagian guru sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan diinformasikan oleh guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian. Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional dengan memperhatikan prinsip-prinsip penilaian yaitu objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel, dan edukatif. Penilaian melalui ulangan harian dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh guru.

(27)

Dari ke 8 standar nasional diatas, 6 standar sudah terpenuhi dan 2 standar nasional yang terpenuhi secara maksimal. ( Data Dokumen Surat penunjukan terlampir di halaman 49 ).

BAB III

PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT ( RTL )

A. PELAKSANAAN RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN (RTK)

1) Tindakan Kepemimpinan calon kepala sekolah dengan indikator keberhasilan antara lain :

1. Mampu menyusun program inovasi untuk meningkatkan kinerja sekolah.

2. Mampu menyusun kerja sama dengan pihak lain baik perorangan maupun insitusi.

3. Mampu melaksanakan evaluasi dan perbaikan terhadap program dan pelaksanaan kerja sama.

4. Mampu melaksanakan supervisi akademik.

2) Meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik (unsur EDS) dengan indikator keberhasilan antara lain : 1. Guru mampu menjelaskan konsep sintifik pada pembelajaran.

2. Guru merancang kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. 3. Guru mampu menerapkan pendekatan pembelajaran saintifik.

(Data Dokumen RTK terlampir halaman 41 ). 1. Siklus Pertama

Indikator keberhasilan RTK Mampu menyusun program inovasi untuk meningkatkan kinerja sekolah.

a. Persiapan

a) Mengintegrasikan program pengolahan barang bekas ke dalam proses pembelajaran.

(28)

c) Membuat jadwal kegiatan. d) Membuat materi.

e) Menetapkan bahan bekas dan peralatan. f) Membuat lembar observasi.

g) Membagi kelompok kerja siswa.

h) Mensosialisasikan kegiatan pengolahan bahan bekas. b. Pelaksanaan

Dilaksanakan pada satu kali pertemuan dengan waktu pertemuan 2 x 35 menit dengan urutan pelaksanaan yang di tetapkan. Dari kegiatan ini berhasil di observasi ternyata aktivitas fisik dalam mengumpulkan bahan baku mencapai 18 orang, yang membawa peralatan lengkap 18 orang, Aktivitas mental siswa melaksanakan kegiatan sesuai petunjuk 22 orang, tepat waktu dalam bekerja 14 orang. Aktivitas emosional siswa bergembira melaksanakan kegiatan 20 orang, semangat dalam bekerja 16 orang dan menghargai hasil karya teman 12 orang dengan jumlah siswa 24 orang.

c. Monev

Berdasarkan observasi hasil monev aktivitas siswa yang baru mencapai 47,5 % disebabkan karena siswa belum terbiasa mengumpulkan barang bekas, peralatan yang tersedia kurang lengkap.

(29)

N

o Kegiatan Siklus I

persen

1 Membawa bahan Baku 18 7,5 %

2 Membawa peralatan Kerja 18 7,5 %

3 Mengunakan Petunjuk

Pelaksanaan 16

6,6 %

4 Waktu selesai 14 5,8 %

5 Senang dalam bekerja 20 8,3 %

6 Semangat bekerja 16 6,6 %

7 Menghargai karya teman 12 5,0 %

(30)

d. Refleksi

Berdasarkan hasil monev maka kelebihan dan kekurangan pada kegiatan pengolahan bahan bekas yang telah diketahui kendala dan hambatannya selama proses pelaksanaan yang kemudian akan diperbaiki pada kegiatan siklus II.

2. Siklus Kedua

Indikator keberhasilan RTK Mampu menyusun program inovasi untuk meningkatkan kinerja sekolah.

a. Persiapan

a) Mengintegrasikan program pengolahan bahan bekas ke dalam proses pembelajaran.

b) Menetapkan tema dan sub tema dalam menyusun program inovasi untuk meningkatkan kinerja sekolah yang diintergerasikan dalam proses pembelajaran.

c) Membuat jadwal kegiatan. d) Membuat materi.

e) Menetapkan bahan bekas dan peralatan. f) Membuat lembar observasi.

g) Membagi kelompok kerja siswa.

(31)

Dilaksanakan pada satu kali pertemuan dengan waktu pertemuan 2 x 35 menit dengan urutan pelaksanaan yang di tetapkan. Dari kegiatan ini berhasil di observasi ternyata aktivitas fisik dalam mengumpulkan bahan baku mencapai 23 orang, yang membawa peralatan lengkap 23 orang, Aktivitas mental siswa melaksanakan kegiatan sesuai petunjuk 20 orang, tepat waktu dalam bekerja 18 orang. Aktivitas emosional siswa bergembira melaksanakan kegiatan 22 orang, semangat dalam bekerja 20 orang dan menghargai hasil karya teman 19 orang dengan jumlah siswa 24 orang.

Tabel 2 Kegiatan pengolahan bahan bekas N

o Kegiatan Siklus I persen

1 Membawa bahan Baku 23 9,5 %

2 Membawa peralatan Kerja 23 9,5 %

3 Mengunakan Petunjuk

Pelaksanaan 20 8,3 %

4 Waktu selesai 18 7,5 %

5 Senang dalam bekerja 22 9,1 %

6 Semangat bekerja 20 8,3 %

7 Menghargai karya teman 19 7,9 %

(32)

c. Monev

Berdasarkan observasi hasil monev aktivitas siswa terjadi peningkatan dari semua aspek aktivitas siswa, siklus I berjumlah 47,5 % menjadi 60,1 % pada siklus II.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil monev maka kelebihan dan kekurangan pada kegiatan telah diperbaiki dalam siklus II dan hasilnya sudah menunjukan peningkatan 12,6 % dari siklus I dan siklus II.

Tabel 3 Hasil Kegiatan pengolahan bahan bekas N

o Kegiatan Siklus I Siklus II

1 Membawa bahan Baku 7,5 % 9,5 %

2 Membawa peralatan Kerja 7,5 % 9,5 %

3 Mengunakan Petunjuk Pelaksanaan

6,6 %

8,3 %

4 Waktu selesai 5,8 % 7,5 %

5 Senang dalam bekerja 8,3 % 9,1 %

6 Semangat bekerja 6,6 % 8,3 %

7 Menghargai karya teman 5,0 % 7,9 %

(33)

B. OBSERVASI GURU JUNIOR Siklus I (pertama)

Observasi guru junior merupakan serangkaian kegiatan membantu pendidik mengembangkan kemampuan dalam mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

1. Perencanaan

Pada tahap perencanaan colon terlebih dahulu melapor kepada kepala sekolah tentang rencana dan tujuan observasi guru junior, kemudian kepala sekolah menetapkan guru junior berdasarkan pertimbangan dan penilaian kepala sekolah terhadap guru junior, bersama kepala sekolah calon menetapkan jadwal pelaksanaan observasi, berdasarkan surat penunjukan kepala sekolah calon kemudian menyampaikan jadwal dan maksud dari supervisi terhadap guru junior.

(Data Dokumen surat penunjukan terlampir halaman 50 ).

2. Pelaksanaan

2.1. Pra-Observasi

Pra-Observasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta OJL sebelum melakukan observasi kelas. Tugas pengawasan pembelajaran oleh kepala sekolah dilakukan dalam bentuk kegiatan pemantauan, supervisi, evaluasi dan pelaporan sebagaimana dinyatakan dalam Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013, memperkuat Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007, tentang standar kepala sekolah bahwa supervisi adalah salah satu dimensi kepala sekolah. Berdasarkan hal tersebut maka ditetapkan bahwa guru junior yang ditunjuk untuk disupervisi dengan alasan bahwa guru tersebut sudah dilatih kurikulum 2013 dan melaksanakan kurikulum 2013 guru junior tersebut adalah:

Nama guru : Yohanna, S.Pd.SD,

(34)

Pangkat/Golongan : Pembina / IV.a Mengajar di kelas : IV

Langkah-langkah yang dilakukan menyiapkan instrumen perencanaan kegiatan pembelajaran (RPP), peserta ojl berkonsultasi dengan guru junior untuk merencanakan waktu observasi, meminta RPP pembelajaran 1 hari sebelum observasi, mengisi instrumen perencanaan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan langkah-langkah diatas dapat diketahui RPP sudah memuat komponen kurikulum 2013 menurut Permendiknas Nomor 81A Tahun 2013 tantang pelaksanaan kurikulum.

( Data Pra-observasi terlampir halaman 52 ).

2.2. Observasi

Observasi dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disepakati instrumen yang digunakan berupa instrumen penilaian proses rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Berdasarkan penilaian melalui instrumen hasil observasi proses pelaksanaan pembelajaran masih perlu diperbaiki karena dalam pelaksanaan belum terpenuhi sesuai dengan tuntutan Permendiknas Nomor 65 Tahun 2013.

( Data Observasi terlampir halaman 53 ).

2.3. Pasca Observasi

Post observasi dilaksanakan setelah selesai jam pembelajaran instrumen yang digunakan adalah instrumen penilaian proses pelaksanaan rencana persiapan pembelajaran, terdapat temuan-temuan yang belum terpenuhi secara maksimal seperti penilaian, kunci jawaban lembar kerja dan skor penilaian.

( Data Pasca Observasi terlampir halaman 55 ).

(35)

Proses tindak lanjut hasil siklus I dari RPP dan proses pembelajaran yang masih kurang maksimal dapat di tindak lanjuti pada siklus II guna perbaikan. ( Tindak lanjut terlampir halaman 58 ).

4. Hasil

Berdasarkan hasil pada siklus I maka hasil tersebut menjadi acuan pada perencanaan siklus II, dari hasil diskusi supervisor dengan guru junior memberikan solusi untuk perbaikan, kendala tersebut diutarakan kembali agar dapat diperbaiki pada siklus II.

( Hasil observasi terlampir halaman 60 ).

Tabel 1. Rata-rata peningkatan kompetensi tindakan siklus 1

Kompetensi awal (%)

Kompetensi setelah tindakan siklus 1

(%)

Peningkatan kompetensi

(%)

(36)

Siklus II (kedua)

Peserta ojl berkonsultasi dengan guru junior untuk merencanakan waktu observasi, meminta RPP pembelajaran 1 hari sebelum observasi, mengisi instrumen perencanaan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan instrumen RPP kurikulum 2013.

b. Observasi

Observasi dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disepakati instrumen yang digunakan berupa instrumen penilaian proses rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Berdasarkan penilaian melalui instrumen hasil observasi proses Siklus II pelaksanaan pembelajaran sudah ada peningkatan dibanding siklus I.

c. Pasca Observasi

Pasca observasi dilaksanakan setelah selesai jam pembelajaran instrumen yang digunakan adalah instrumen penilaian proses pelaksanaan rencana persiapan pembelajaran pada siklus II sudah terpenuhi dilihat dari poin siklus I yang belum tercapai.

3. Tindak Lanjut

RPP dan proses pembelajaran yang masih kurang pada siklus I ternyata sudah terpenuhi pada siklus II.

(37)

4. Hasil

Meningkatnya kwalitas proses pembelajaran yang mencakup; proses pembelajaran di sekolah, guru mampu menyusun RPP berstandar, dan mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik.

Tabel 3. Rata-rata peningkatan kompetensi Peningkatan

kompetensi siklus 1 (%)

Peningkatan kompetensi siklus 2

(%)

Peningkatan kompetensi

(%)

10 30 40

C. PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN (RPP)

Pembuatan perangkat pembelajaran mengacu pada Permendiknas No 65 tahun 2003 tentang standar proses, Permendiknas Nomor 81A Tahun 2013 tantang pelaksanaan kurikulum 2013 dimana dalam Permendiknas ini memuat tentang SKL dan Isi serta kerangka RPP. Perangkat yang disusun yaitu berupa RPP, Bahan ajar dan Instrumen penilaian.

1. RPP

(38)

2. Bahan Ajar

Bahan ajar di ambil dari buku siswa dan buku guru Media / alat bantu dan sumber belajar yang digunakan berupa benda- benda di kelas, lingkungan sekolah, Media /alat bantu ini mengarah pada benda konkret .

( Bahan Ajar terlampir halaman 66 ). 3. Instrumen Penilaian

Evaluasi yaitu berupa tes lisan dan tulis yang digunakan sebagai alat ukur keberhasilan proses dan ketercapaian indikator. Evaluasi berupa penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian sikap melalui observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian pengetahuan berupa tes lisan maupun tulis menggunakan lembar kerja siswa. Penilaian keterampilan menggunakan rubric sebagai acuan dalam penilaian. (Instrumen evaluasi terlampir halaman 69 ).

D. PENGKAJIAN ASPEK MANAGERIAL

Berdasarkan Permendiknas nomor 13 tahun 2007, tentang standar kepala sekolah, Permendiknas nomor 28 tahun 2010, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah peserta OJL melakukan kajian di SDN 01 Sungai Pinyuh dan SDN 11 Sungai Pinyuh sebagai berikut :

(Daftar Surat Keterangan Kajian Majerial SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir halaman 71 ).

(Daftar Surat Keterangan Kajian Majerial SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir halaman 72 ).

(39)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran penyusunan rencana kerja sekolah (RKS) kemudian mengkaji RKS dan RKJM SDN 01 Sungai Pinyuh dan SDN 11 Sungai Pinyuh penulis mengerti dan memahami beberapa cara penyusunan RKS dan RKJM diantaranya model RKS/RKJM yang disusun dikembangkan berdasarkan rekomendasi EDS mengelompokkan kegiatan-kegiatan sekolah ke dalam 8 standar : 1) standar isi, 2) Standar proses, 3) standar kompetensi lulusan, 4) PTK, 5) sarana dan prasarana, 6) pengelolaan, 7) pembiayaan, dan 8) penilaian.

Pengelompokan ini sejalan dengan ketentuan permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan yang mengamanatkan penyusunan RKS harus memuat kejelasan mengenai: 1) kesiswaan, 2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran, 3) PTK serta pengembangannya, 4) sarana dan prasarana, 5) keuangan dan pembiayaan, 6) budaya dan lingkungan sekolah, 7) peran serta masyarakat dan kemitraan, dan 8) rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.

Pemahaman penulis tentang penyusunan RKS/RKJM sekolah belum utuh dan sempurna karena belum pernah menyusun RKS/RKJM sekolah secara lengkap. Untuk memaksimalkan penguasaan kompetensi penulis tentang penyusunan RKS/RKJM, penulis berharap agar dalam penyusunan RKS/RKJM sekolah pada tahun berikutnya dapat dilibatkan secara langsung guna mempraktekkan ilmu yang telah dimiliki.

( Daftar Matrik Kajian RKS/RKJM SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 73 ).

( Daftar Matrik Kajian RKS/RKJM SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 74 ).

(40)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan keuangan sekolah kemudian mengkaji pengelolaan keuangan sekolah tempat magang, penulis dapat mengetahui sumber-sumber keuangan sekolah serta dapat memahami penentuan alokasi pembiayaan sekolah. Berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar nasional pendidikan dalam pembiayaan meliputi biaya personal, investasi, penyedia sarana prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap. Kompetensi yang belum penulis kuasai adalah pengetahuan tentang bentuk laporan pertanggung-jawaban penggunaan keuangan sekolah. Untuk memaksimalkan penguasaan tentang pengelolaan keuangan sekolah secara keseluruhan, penulis berharap dapat mempelajari contoh laporan pertanggungjawaban keuangan suatu sekolah.

( Daftar Matrik Kajian Keuangan SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 75 ).

( Daftar Matrik Kajian Keuangan SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 77 ).

(41)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan kemudian mengkaji pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan sekolah tempat magang, penulis mengetahui keadaan guru dan pegawai, kualifikasi pendidikan, serta memahami pengaturan pembagian tugasnya masing-masing. Berdasarkan permendiknas nomor 39 tahun 2009 tentang pemenuhan beban kerja guru dan pengawas sekolah yang mewajibkan guru mengajar 24 jam tatap muka kualifikasi pendidikan guru memperlihatkan bahwa guru-guru sudah memenuhi standar kualifikasi pendidikan. Untuk mengembangkan kompetensi guru-guru, kepala sekolah mengarahkan guru untuk terlibat aktif dalam kegiatan KKG atau ikut dalam pelatihan-pelatihan tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Penulis juga memahami kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan setelah mempelajari permendiknas terkait. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sekolah magang sebaiknya dapat diidentifikasi dan petakan oleh kepala sekolah untuk menjadi pertimbangan dalam pembagian tugas dan pembinaannya secara berkelanjutan. Untuk itu sebagai calon kepala sekolah, penulis berharap ada penilaian atau uji kompetensi bagi guru-guru untuk mengetahui tingkat kompetensinya.

( Daftar Matrik Kajian Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 79 ).

(42)

4. Pengelolaan Ketatausahaan Sekolah (TAS)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran pembinaan tenaga administrasi sekolah, permendiknas nomor 24 tahun 2008 tentang tenaga administrasi sekolah yang dimiliki dimensi kompetensi, yaitu: (1) kompetensi kepribadian, (2) kompetensi sosial, (3) kompetensi teknis administrasi sekolah, dan (4) kompetensi manajerial ketatausahaan sekolah.

Kemudian mengkaji pembinaan TAS tempat magang, penulis mendapat pengetahuan tentang kompetensi TAS yang harus dibina oleh kepala sekolah. Penulis juga memperoleh pengetahuan tentang model-model pembinaan TAS. ( Daftar Matrik Kajian Tenaga Administrasi Sekolah SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 83 ).

( Daftar Matrik Kajian Tenaga Administrasi Sekolah SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 84 ).

5. Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah (Sarpras)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan sarana dan prasarana sekolah kemudian mengkaji pengelolaan sarana dan prasarana sekolah tempat magang, penulis mengetahui sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah magang. Penulis juga mendapat pemahaman tentang perencanaan pengadaan, pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan sarana prasarana sekolah. Standar sarana dan prasarana sekolah menurut permendiknas nomor 24 tahun 2007 harus dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah. ( Daftar Matrik Kajian Sarana Prasarana SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 85 ).

( Daftar Matrik Kajian Sarana Prasarana SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 87 ).

(43)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan kurikulum kemudian mengkaji pengelolaan kurikulum sekolah tempat magang, penulis lebih mengerti tentang pengelolaan kurikulum sekolah, proses penyusunan kurikulum, bentuk-bentuk RPP yang memuat nilai-nilai karakter bangsa sesuai dengan KI dan KD yang dikembangkan. RPP yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan Kurikulum. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan RPP dilakukan secara mandiri ataupun berkompok dalam pertemuan Kelompok Kerja Guru ( KKG ) sekolah ataupun KKG mata pelajaran. Untuk memaksimalkan kompetensi pengelolaan kurikulum sekolah, termasuk penyusunan RPP yang memuat nilai-nilai karakter, penulis akan lebih banyak belajar dan berusaha selalu terlibat secara langsung dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum sekolah. ( Daftar Matrik Kajian Kurikulum SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 89 ).

( Daftar Matrik Kajian Kurikulum SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 91 ).

(44)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan peserta didik kemudian mengkaji pengelolaan peserta didik sekolah tempat magang, penulis memiliki pemahaman tentang perencanaan dan penerimaan peserta didik baru. Kegiatan pembinaan peserta didik sebagaimana diatur dalam permendiknas nomor 39 tahun 2008 tentang pembinaan dimaksud adalah : 1) Pembinaan budi pekerti luhur atau akhlak mulia; 2) Melaksanakan tata tertib sekolah; 3) Melaksanakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial); 4) Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tatakrama pergaulan; 5) Menumbuhkembangkan kesadaran untuk rela berkorban terhadap sesama; 6) Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah; 7) Melaksanakan kegiatan 7K (Keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, dan kedamaian ). Penulis juga mendapat informasi dan pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan pengembangan diri siswa yang dikembangkan berdasarkan bakat, minat, kreativitas dan kemampuan siswa. Untuk mengembangkan penguasaan kompetensi dalam pengelolaan peserta didik, penulis akan lebih banyak membaca bahan-bahan pembelajaran terkait pengelolaan peserta didik dari berbagai sumber. ( Daftar Matrik Kajian Peserta Didik SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 93 ).

( Daftar Matrik Kajian Peserta Didik SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 96 ).

(45)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran TIK dalam pembelajaran kemudian mengkaji pemanfaatn TIK dalam pembelajaran sekolah tempat magang, berdasarkan Permendiknas nomor 13 tahun 2007 kompetensi manajerial memiliki kemampuan mengoperasikan hardware dan software dalam presentasi multimedia pembelajaran dan pengaplikasian media pembelajaran TIK, penulis mendapat informasi tentang sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah yang masuk dalam ketegori TIK serta mendapat gambaran kompetensi pendidik (guru) dalam penguasaan TIK terutama komputer. ( Daftar Matrik Kajian TIK SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 99 ).

( Daftar Matrik Kajian TIK SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 101 ).

9. Monitoring dan Evaluasi (Monev)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran monitoring dan evaluasi program sekolah kemudian mengkaji monitoring dan evaluasi sekolah tempat magang, berdasarkan Permendiknas nomor 13 tahun 2007 kompetensi manajerial mencapai terget kompetensi “Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya” Penulis belum mendapatkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh sekolah magang berdasarkan prinsip-prinsip monitoring dan evaluasi sehingga belum memperoleh pengetahuan yang utuh yaitu paham secara teori dan praktek. Untuk meningkatkan penguasaan kompetensi penulis dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi program sekolah, maka penulis berharap agar dapat dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan monev program-program sekolah dimasa yang akan datang. ( Daftar Matrik Kajian Monitoring dan Evaluasi Program Sekolah SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 103 ).

(46)

E. PENINGKATAN KOMPETENSI BERDASARKAN AKPK 1. Persiapan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah dan dimensi kompetensi kewirausahaan yang dimaksud dalam Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 adalah sebagai berikut :

a. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi

pembelajar yang efektif.

c. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah.

d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah.

e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.

2. Pelaksanaan

(47)

3. Hasil

Pembelajaran kewirausahaan yang efektif untuk mengembangkan karakteristik yang mampu bersikap dan bertindak proaktif, inovatif, mengambil resiko dalam merancang program kewirausahaan yang mampu membentuk kompetensi siswa berkarakter pemimpin kewirausahaan.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

1. Kegiatan on the job learning meningkatkan kompetensi calon kepala

sekolah dalam bidang RKS, pengelolaan kurikulum, pendidikan dan

tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan peserta didik,

pembinaan tenaga administrasi sekolah, pemanfaatan TIK, dan system

monitoring dan evaluasi.

2. Kegiatan on the job learning merupakan solusi efektif dalam penyiapan

calon kepala sekolah yang berkualitas.

B. Saran – saran

1. Mengingat banyaknya bahan kajian yang harus dipersiapkan oleh calon

kepala sekolah, maka waktu pelaksanaan on the job learning perlu waktu

yang panjang. Masalah lainnya adalah pelaksanaan OJL di sekolah lain

yang kadang mengganggu proses belajar mengajar di sekolah sendiri

karena meninggalkan tugas mengajar di sekolah. Keadaan ini sulit

dihindari karena tidak adanya guru pengganti di sekolah sendiri.

2. Diperlukan kejelasan format dalam penyusunan laporan, sehingga tidak

(48)

3. Saran dan keritik sangat penulis harapkan untuk perbaikan dalam laporan

on the job learning (OJL).

4. Semua pihak yang membantu penulis membuat laporan akhir on the job

Figur

Tabel : DATA SISWA MENURUT ROMBEL

Tabel :

DATA SISWA MENURUT ROMBEL p.7
Tabel : DATA SISWA MENURUT KELAS

Tabel :

DATA SISWA MENURUT KELAS p.8
Tabel : DATA SISWA MENURUT AGAMA

Tabel :

DATA SISWA MENURUT AGAMA p.8
Tabel : DATA SISWA MENURUT JENIS KELAMIN

Tabel :

DATA SISWA MENURUT JENIS KELAMIN p.9
Tabel : KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURIKULUM 2013

Tabel :

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURIKULUM 2013 p.10
Tabel : KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL ( KKBM )

Tabel :

KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL ( KKBM ) p.11
Tabel : STRUKTUR KURIKULUM 2013

Tabel :

STRUKTUR KURIKULUM 2013 p.11
Tabel : DATA SISWA MENURUT ROMBEL

Tabel :

DATA SISWA MENURUT ROMBEL p.18
Tabel : DATA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANSDN 11 Sungai Pinyuh

Tabel :

DATA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANSDN 11 Sungai Pinyuh p.19
Tabel : KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURIKULUM 2013

Tabel :

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURIKULUM 2013 p.20
Tabel : KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL ( KKBM )

Tabel :

KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL ( KKBM ) p.20
Tabel : STRUKTUR KURIKULUM 2013

Tabel :

STRUKTUR KURIKULUM 2013 p.21
Tabel  3 Hasil Kegiatan pengolahan bahan bekas

Tabel 3

Hasil Kegiatan pengolahan bahan bekas p.32

Referensi

Memperbarui...