• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH EFEKTIVITAS MODAL KERJA DAN LIKUIDITAS TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PT. PEGADAIAN (PERSERO) CABANG BANTAENG (PERIODE TAHUN )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH EFEKTIVITAS MODAL KERJA DAN LIKUIDITAS TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PT. PEGADAIAN (PERSERO) CABANG BANTAENG (PERIODE TAHUN )"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

(1)

i

SKRIPSI

Oleh

HENDRI GUNAWAN NIM 105721116116

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2021

(2)

ii

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana Manajemen pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Muhammadiyah Makassar

HENDRI GUNAWAN 105721116116

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2021

(3)

iii

Karya sederhana ini penulis persembahkan kepada :

1. Kepada kedua orang tua saya. Ayahanda Baharuddin dan Ibunda Rohani yang telah memberikan semangat dan doa restunya sehingga saya bisa menyelesaikan karya ilmiah ini.

2. Bapak dan Ibu Dosen, terkhusus kedua pembimbing yang selama ini tulus dan ikhlas dalam meluangkan waktunya menuntun dan memberi arahan dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.

3. Para sahabat saya yang selalu memberikan motivasi, semangat, dan bantuan sehingga saya bisa menyelesaikan karya ilmiah ini.

Motto

“ Barang siapa bertaqwa kapada Allah niscaya dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan dia memberi rezeki dari arah yang tidak disangka- sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya sesungguhnya Allah melaksanakan urusa-Nya.

Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”

(Q.S. Ath-Talaq ayat 2-3)

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

(7)

vii

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya. Salawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW Beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul “PengaruhEfektivitas Modal Kerja dan Likuiditas Terhadap Return On Assets (ROA) Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng.

Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis Bapak Baharuddin danIbu Rohani yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus tanpa pamrih.Dansaudara-saudariku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, dukungan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada :

(8)

viii

Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Muh. Nur Rasyid,SE.,M.M, selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. IbuDr. Hj Ruliaty, MM. selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.

5. Ibu A.Tenri Syahriani, S.Pd.,MM. selaku Pembimbing II yang telah berkenan membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.

6. Bapak/ibu dan asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lebih banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.

7. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Angkatan 2016 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.

8. Terima kasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan skripsi ini.

Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini.

(9)

ix

Billahi fii sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Makassar, 16 Juli 2021

Hendri Gunawan

(10)

x

Likuiditas terhadap Return On Assetspada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng”. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh IbuHj. Ruliaty Dan Ibu A. Tenri Syahriani.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas modal kerja dan likuiditas terhadap Return On Assets pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif. Data yang diolah adalah data resmi yang telah dipublikasikan oleh PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng tahun 2015 - 2019. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Analisis regresi terdiri atas analisis regresi linear berganda. Uji asumsi klasik terdiri atas uji normalitas, multikolonieritas, dan heteroskedastisitas. Uji hipotesis terdiri dari uji f, uji tdan uji koefisien determinasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas modal kerja dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng. Hal ini dapat dilihat pada nilai signifikasi lebih besar 0,05.

Kata kunci : Efektivitas modal kerja, likuiditas dan Return On Assets.

(11)

xi

Bantaeng". Thesis, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar.Supervised by Mrs. Hj. Ruliaty and A. Tenri Syahriani.

This study aims to determine the effect of working capital effectiveness and liquidity on Return On Assets at PT. Pegadaian (Persero) cabang Bantaeng Branch. This type of research is quantitative. The processed data is official data that has been published by PT. Pegadaian (Persero) CabangBantaeng Branch 2015-2019. Data collection techniques using documentation and observation.

The data analysis technique used is regression analysis, classic assumption test, and hypothesis testing. Regression analysis consists of multiple linear regression analysis. The classical assumption test consists of normality, multicolonierity, and heteroscedasticity. Hypothesis testing consists of the f test, t test andcoefficient of determination test.

The results showed that the effectiveness of working capital and liquidity no significant effect on Return On Assets at PT. Pegadaian (Persero) Bantaeng Branch. This can be seen at a significantly greater value of 0.05.

Keywords: Effectiveness of working capital, liquidity and Return On Assets.

(12)

xii

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO ... iii

LEMBAR PERSETUJUAN ... iv

LEMBAR PENGESAHAN ... v

SURAT PERNYATAAN ... vi

KATA PENGANTAR... vii

ABSTRAK BAHASA INDONESIA ... x

ABSTRACT ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah... 6

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

A. Landasan Teori ... 8

B. Return On Assets (ROA) ... 11

C. Modal Kerja ... 12

D. Rasio Keuangan ... 18

E. Tinjauan Empiris ... 22

(13)

xiii

A. Jenis Penelitian ... 32

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 32

C. Definisi Operasional Variabel Dan Pengukuran Variabel ... 32

D. Populasi Dan Sampel ... 34

E. Teknik Pengumpulan Data ... 35

F. Teknik Analisis Data ... 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 42

A. Sejarah Singkat PT. Pegadaian (Persero) ... 42

B. Hasil Penelitian ... 48

C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 56

BAB V PENUTUP ... 58

A. Kesimpulan ... 58

B. Saran ... 58 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

(14)

xiv

2.1. Penelitian Terdahulu ... 23

4.1. Hasil Perhitungan Modal Kerja Tahun 2015-2019 ... 48

4.2. Hasil Perhitungan Likuiditas Tahun 2015-2019 ... 49

4.3. Hasil Perhitungan Return On Assets Tahun 2015-2019 ... 49

4.4. Hasil Uji Regresi Linear Berganda ... 50

4.5. Hasil Uji Multikolinearitas ... 52

4.6. Hasil Uji F... 53

4.7. Hasil Uji t ... 55

4.8. Hasil Uji Koefisien determinasi ... 56

(15)

xv

2.1. Kerangka Konsep ... 31 4.1. Grafik Normal P-P Plot ... 51 4.2. Uji Heteroskedastisitas dengan Scatterplot ... 53

(16)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lembaga keuangan merupakan sebuah perantara dalam mengumpulkan dana dari masyarakat lalu menyalurkannya kembali kepada masyarakat.

Lembaga keuangan terdiri dari lembaga keuangan bank dan bukan bank lembaga keuangan cukup berperan penting dalam perekonomian Indonesia dan merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan manusia baik dalam bertransaksi, penyimpanan, layanan pembayaran maupun kebutuhan akan dana. Lembaga keuangan bukan bank meliputi pegadaian, perusahaan asuransi, koperasi dan lain sebagainya. Lembaga keuangan bukan bank terutama pegadaian dalam operasionalnya hampir sama dengan bank seperti pelayanan jasa, investasi berupa kepemilikan kendaraan bermotor dan logam mulia, pembiayaan usaha serta kebutuhan akan dana.

PT. Pegadaian (Perseo) adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai. Pegadaian juga mempunyai slogan yaitu “Mengatasi masalah tanpa masalah”. Pegadaian juga bertugas memberi kredit secara hukum gadai dimana masyarakat yang membutuhkan dana pinjaman diwajibkan menyerahkan harta gerak kepada kantor pegadaian disertai pemberian hak untuk melakukan penjualan lelang bila setelah waktu perjanjian kredit habis, nasabah tidak menebus barang tersebut. Maka dari itu pegadaian sendiri biasanya sangat memperhatikan laba atau tingkat

(17)

keuntungan yang diharapkan. Hal ini sangat penting agar pegadaian dapat mempertahankan kontunitas atau kelangsungan hidup usahanya.Kemampuan pegadaian untuk menghasilkan laba selama periode tertentu disebut juga dengan rentabilitas ekonomi atau return on assets (ROA).

Return on Assets atau sering disingkat dengan ROA adalah rasio yang mengukur seberapa efisien suatu perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba selama suatu periode. ROA juga dapat digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimiliki.Menurut Lestari dan Sugiharto (2007: 196) ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva.

Menurut Kasmir (2012:39) “modal kerja adalah modal yang digunakan untuk melakukan kegiatan operasi perusahaan”. Modal ini akan terus berputar dalam perusahaan selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha. Periode perputaran modal kerja dimulai dari saat dimana kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai dimana saat kembali menjadi kas.

Modal kerja juga merupakan kemampuan perusahaan untuk mencapai target yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan modal kerja secara tepat,sehingga modal kerja harus dikelola dan dimanfaatkan secara efektif dan efisien mengingat modal kerja sangat penting dalam proses atau jalannya suatu usaha, maka perusahaan harus mampu mengawasi setiap perputaran modal kerja agar dapat kembali sesuai dengan waktunya sehingga perusahaan akan dapat menjalankan aktivitasnya dengan lancar tanpa terhambat dengan dana yang belum kembali. Semakin cepat perputaran

(18)

modal kerja menunjukkan modal kerja digunakan secara efektif dalam menghasilkan laba.

Pengelolaan modal kerja berkaitan dengan kebijakan penentuan berapa besarnya jumlah aktiva lancar yang dibutuhkan dana. Keputusan mengenai jumlah aktiva lancar ini tidak terlepas dari sisi likuiditas yang harus dijaga, batas kemampuan aktiva lancar dalam melayani kegiatan perusahaan sehari- hari yang ditunjukkan oleh tingkat perputaran modal kerja, komposisi masing- masing aktiva lancar kemungkinan tingkat likuiditas akan terjaga namun kesempatan untuk memperoleh laba yang besar akan menurun pada akhirnya berdampak pada menurunnya return on assets.

Likuiditas itu sendiri yaitu untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan kas untuk membayar kewajiban jangka pendek maupun untuk membiayai operasional sehari-hari sebagai modal kerja.Likuiditas ini mempunyai hubungan yang erat dengan profitabilitas, karena likuiditas memperlihatkan tingkat ketersediaan modal kerja yang dibutuhkan dalam aktifitas operasional.

Menurut Kasmir (2012:130) menjelaskan bahwa rasio likuiditas atau sering juga disebut rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan.Likuiditasadalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau hutang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya. Likuiditas diukur dengan rasio aktiva lancar dibagi dengan kewajiban lancar.

Kas, piutang dan persediaan merupakan kemampuan komponen modal kerja (Esra & Apriweni).Unsur modal kerja yang memiliki tingkat likuiditas yang

(19)

aling tinggi adalah kas.Semakin besar jumlah kas yang dimiliki olehperusahaan maka semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa perusahaan akan dapat dengan mudah memenuhi kewajiban finansialnya. Namun bukan berarti perusahaan harus memertahankan jumlah persediaan kas yang sangat besar, karena semakin besar kas akan mengakibatkan banyak uang yang mengganggu sehingga akan memperkecil profitabilitas. Jumlah kas yang sebaiknya dipertahankan oleh perusahaan adalah tidak kurang dari 5% sampai 10% dari jumlah aktiva lancar (Riyanto, 2008).

Pegadaian berdasarkan peraturan direksi PT. Pegadaian (persero) nomor 22 / KEU / 2015 menetapkan batas maksimum 0,8% dari rata-rata proyeksi atau perkiraan saldo pinjaman yang di berikan (outstanding load) selama 6 bulan terakhir ditambah perkiraan pertumbuhan masing-masing kantor cabang akan meningkatkan biaya modal itu sendiri, hal ini akan berdampak padaprofitabilitas perusahaan. Kondisi PT. Pegadaian Kantor Wilayah Makassar sudah mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari pendapatan usahanya itu sendiri tercatat sebesar Rp. 1,3 triliun, dengan laba sebesar Rp.

664 miliar yang hal ini menunjukan performa yang baik untuk tahun 2018.

Variabel dalam penelitian ini serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Arum Sari Chamidatul Rosyidah (2020) yang menyatakan bahwa efektivitas modal kerja tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel dependen, Redaktur Wau (2017) menyatakan hasil penelitiannya yaitu secara parsial modal kerja tidak berpengaruh terhadap variabel dependen sedangkan secara simultan modal kerja berpengaruh terhadap variabel dependen.

Namun hasil berbeda ditemukan pada penelitian yang dilakukan oleh Dwi Hari

(20)

Priyanto (2016), Dian Pramitha Anggraeni (2017), dan Rosnani Said dan Henri Maude (2020), yang menyatakan bahwa efektivitas modal kerja berpengaruh terhadap dan signifikan terhadap variabel dependen. Untuk peneliitian yang dilakukan oleh Santi Octaviani dan Dahlia Komalasarai (2017) menyatakan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap variabel dependen, sedangkan menurut Dwi Hari Prayinto (2016) menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh terhadap variabel dependen. Lain halnya menurut Bagas Mangdahita, Fridayana Yudiatmaja dan I Wayan Suewendra (2016), Novi Sagita, Gede Edi Yuniarti dan Adek Sinarwati (2015), dan Agus Wibowo dan Sri Wartini (2012)yang melakukan 2 hasil penelitian yaitu secara simultan yang dimana likuiditas berpengaruh dan signifikan terhadap variabel dependen dan secara parsial likuiditas tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

Berdasarkan hasil uraian dan pendapat para peneliti terdahulu, maka dari itu hal ini sangat menarik bagi penulis untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai beberapa varibel yang dapat mempengaruhi tingkat ROA. Oleh sebab itu, penulis akan melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Efektifitas Modal Kerja dan Likuiditas terhadap Return on Assets pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng”.

(21)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:

1. Apakah efektivitas modal kerja berpengaruh terhadapReturn On Assets pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng ?

2. Apakah likuiditas berpengaruh terhadap Return On Assetspada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan tersebut, maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh efektivitas modal kerja terhadap Return On Assets pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng.

2. Untuk mengetahui pengaruh likuiditas terhadap Return On Assets pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Bantaeng.

D. Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat- manfaat sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

a. Untuk mengembangkan ilmu dibidang keuangan.

b. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu manajemen, khususnya dalam hal penerapan teori mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi return on assets,

(22)

serta dapat memberikan rangsangan dalam melakukan penelitian tindak lanjut.

c. Menjadi bahan masukan untuk kepentingan pengembangan ilmu bagi pihak-pihak tertentu guna menjadikan proposal ini menjadi acuan untuk penelitian lanjutan terhadap objek sejenis atau aspek lainnya yang belum tercakup dalam penelitian ini.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti

1) Hasil penelitian ini di harapkan dapat berguna dalam menambah wawasan pengetahuan di bidang manajemen keuangan.

2) Sebagai syarat untuk mendapatkan gelar S1 (S.E).

b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan menambah referensi perpustakaan fakultas dan kampus.

1) Bagi tempat penelitian sebagai sumbangan pemikiran.

2) Memberikan wawasan mengenai Manajemen keuangan, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam aktivitas kedepannya.

(23)

8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Pengertian Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan merupakan lembaga yang kegiatan utamanya melakukan kegiatan ekonomi finansial. Adapun defenisi lain mengatakan lembaga keuangan sebagai suatu badan usaha yang aset utamanya berbentuk aset keuangan (financial assets) maupun tagihan-tagihan (claims) yang dapat berupa saham (stocks) obligasi (bonds) dan pinjaman (loans), dibandingkan dengan aset non- keuangan (nonfinansial assets). Menurut Surat Keterangan Mentri Keuangan RI No.792 Tahun 1990 “Lembaga keuangan adalah semua badan yang kegiatannya bidang keuangan, melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan”. Pengertian lain tentang lembaga keuangan dikemukakan oleh Abdulkadir Muhammad yaitu lembaga keuangan (financial insititution) adalah “Badan usaha yang mempunyai kekayaan dalam bentuk aset keuangan (financial assets)”. Kekayaan berupa aset keuangan ini digunakan untuk menjalankan usaha dibidang jasa keuangan, baik penyediaan dana untuk membiayai usaha produktif dan kebutuhan konsumtif, maupun jasa keuangan bukan pembiayaan” sedangkan menurut Kasmir mendefinisikan

“lembaga keuangan adalah setiap perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, menghimpun dana, menyalurkan dana atau kedua-

(24)

duanya”. Artinya kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan selalu berkaitan dengan bidang keuangan, apakah kegiatannya hanya menghimpun dana atau hanya menyalurkan dana atau kedua-duanya menghimpun dan menyalurkan dana.

Sistem keuangan berfungsi sebagai fasilator perdagangan domestik dan internasional, memobilisasi simpanan menjadi berbagai instrumen investasi dan menjadi perantara antara penabung dan investor.Stabilitas dan pengembanggan sistem keuangan sangatlah penting agar masyarakat dapat meyakini bahwa sistem keuangan Indonesia aman, stabil, dan dapat memenuhi kebutuhan jasa keuangan. Adapun fungsi dan peran lembaga keuangan yaitu melancarkan pertukaran produk (barang dan jasa) dengan menggunakan jasa keuangan, membagikan pengetahuan atau informasi kepada pengguna jasa keuangan sehingga membuka peluang keuntungannya, menghimpun dana dari masyarakat untuk disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan, lembaga keuangan memberikan jaminan hukum mengenai keamanan dana masyarakat yang dipercayakan, dan menciptakan likuiditas sehingga dana yang disimpan dapat dipergunakan ketika dibutuhkan.

Lembaga keuangan yang masuk dalam sistem perbankan, yaitu lembaga keuangan yang berdasarkan peraturan perundangan dapat mengumpulkandana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dan dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.Maka dari itu lembaga keuangan ini

(25)

dapat menerima simpanan dari masyarakat, juga disebut depository financial institutions, yang terdiri atas Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Adapun lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan selain dari bank yang dalam kegiatan usahanya tidak diperkenankan menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Lembaga keuangan bukan bank disebut non depository financial institution.

2. Macam-Macam Lembaga Keuangan

MenurutAbdul Kadir Muhammad mengemukakan bahwa lembaga keuangan terdiri dari 2 kelompok besar, yaitu Lembaga Keuangan Bank (LKB), Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), dan Lembaga Pembiayaan.

a. Lembaga Keuangan Bank (LKB)

salah satu institusi yang memiliki peranan penting dalam dunia bisnis adalah lembaga keuangan perbankan. Institusi perbankan merupakan subsistem dari keberadaan lembaga keuangan (financial instutiton).Lembaga keuangan bank terdiri atas Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.

b. Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

Lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan selain dari bank yang dalam kegiatan usahanya tidak diperkenankan menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Lembaga keuangan bukan bank disebut non depositiry financial institutions.

(26)

B. Return On Assets (ROA)

1. Pengertian Return On Assets (ROA)

ROA berguna untuk mengukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimilikinya (Siahan, 2004).Menurut Lestari dan Sugiharto (2007: 196) ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva. Dengan kata lain, semakin tinggi rasio ini maka semakin baik produktivitas asset dalam memperoleh keuntungan bersih. Hal ini selanjutnya akan meningkatkan daya tarik perusahaan kepada investor. Peningkatan daya tarik perusahaan menjadikan perusahaan tersebut makin diminati investor, karena tingkat pengembalian akan semakin besar.

Hal ini juga akan berdampak bahwa harga saham dari perusahaan tersebut di Pasar Modal juga akan semakin meningkat sehingga ROA akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Menurut Lestari dan Sugiharto (2007: 196) angka ROA dapat dikatakan baik apabila > 2%. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Return On Assets (ROA)

Menurut Kasmir (2012:203), menjelaskan bahwa yang mempengaruhi Return on Assets (ROA) adalah hasil pengembalian atas investasi atau yang disebut sebagai Return on Assets (ROA) dipengaruhi oleh margin laba bersih dan perputaran total aktiva

(27)

karena apabila ROA rendah itu disebabkan oleh rendahnya margin laba yang diakibatkan oleh rendahnya margin laba bersih yang diakibatkan oleh rendahnya perputaran total aktiva.

Menurut Munawir (2007:89), besarnya Return on assets (ROA) dipengaruhi oleh dua faktor yaitu:

a. Turnover dari operating assets (tingkat perputaran aktiva yang digunakan untung operasi).

b. Profit Margin, yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam persentase dan jumlah penjualan bersih.

Profit Margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan di hubungkan dengan penjualannya.

C. Modal Kerja

1. Pengertian Modal Kerja

Modal kerja menurut Kasmir (2016:250) adalah “Modal yang digunakan untuk melakukan kegiatan operasi perusahaan.Modal kerja juga dapat diartikan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek seperti kas, surat-surat berharga, piutang, persediaan dan aktiva lancar lainnya”.Modal kerja juga sangat penting bagi operasional suatu perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan modal kerjanya, dengan terpenuhinya modal kerja perusahaan juga dapat memaksimalkan perolehan labanya. Untuk menunjang setiap aktivitas yang ada dalam suatu perusahaan, tentunya diperlukan modal kerja yang cukup dan baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Dengan adanya modal kerja yang cukup dan baik, perusahaan tidak akan

(28)

mengalami kesulitan dalam menghadapi krisis ekonomi atau masalah keuangan, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan baik dan optimal agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Dari uraian tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja adalah harta yang dimiliki perusahaan uang dipergunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai operasional perusahaan tanpa mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memperoleh laba yang optimal. Terdapat dua konsep utama modal kerja yaitu modal kerja bersih dan dan modal kerja kotor. Jika seorang akuntan menggunakan istilah modal kerja, pada umumnya ia mengacu pada modal kerja bersih, yaitu perbedaan jumlah aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Konsep ini merupakan ukuran sampai sejauh mana perusahaan dilindungi dari masalah likuiditas.

2. Tujuan Modal Kerja

Tujuan manajemen modal kerja bagi perusahaan menurut Kasmir (2016:253-254) adalah sebagai berikut :

a. Bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan profitabiitas perusahaan.

b. Perusahaan akan mampu memenuhi kewajiban tepat waktu jika mempunyai kecukupan.

c. Manajemen dapat melindungi perusahaan apabila terjadi masalah pada modal kerja disebabkan adanya penurunan nilai aktiva lancar.

d. Jika rasio keuangan memenuhi persyaratan, perusahaan bisa mendapatkan tambahan dana dari pihak kreditur.

(29)

e. Guna memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan.

f. Memungkinkan perusahaan untuk memiliki persediaan yang cukup dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggannya.

g. Memungkinkan perusahaan memberikan syarat kredit yang menarik minat pelanggan, dengan kemampuan yang dimilikinya.

h. Guna memaksimalkan penggunaan aktiva lancar guna meningkatkan penjualan dan laba.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Modal Kerja

Faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja menurut Kasmir (2016:254) yaitu :

a. Sifat/jenis perusahaan, didasarkan pada kebutuhan modal kerja pada peusahaan kepentingan umum (seperti perusahaan gas, telepon, air, minum dan sebagaianya) adalah relative rendah, oleh karena itu persediaan dan piutang dalam persediaan tersebut cepat beralih menjadi uang.sedangkan pada perusahaan industri memerlukan modal kerja yang cukup besar yakni untuk melakukan investasi dalam bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi.

b. Waktu yang diperlukan untuk memproduksi dan memperoleh barang yang akan dijual dan harga satuan barang yang bersangkutan. Adanya hubungan langsung antara jumlah modal kerja dan jangka waktu yang diperlukan untuk memproduksi barang itu dijjual kepada paea pembeli.

(30)

c. Kebutuhan modal kerja dari suatu perusahaan dipengaruhi oleh syarat-syarat pembelian dan penjualan. Makin banyak diperoleh syarat kredit yang lunak untuk membeli barang dari pemasok, maka lebih kurang atau sedikit uang yang perlu ditanamkan dalam persediaan.

d. Tingkat perputaran persediaan yaitu kebutuhan modal kerja tergantung dari jangka waktu yang diperlukan untuk menagih piutang. Makin sedikit waktu yang diperlukan untuk menagih piutang,makin sedikit modal kerja yang diperlukan.Pengendalian piutang secara efektif dapat dilaksanakan dengan mengatur kebijakan mengenai pemberian kredit, syarat penjualan, ditetapkannya kredit maksimum bagi para pembeli dan cara penagihan.

e. Siklus usaha (konjungtur, Dalam usaha “prosperity” konjungtur tinggi) aktivitas perusahaan diperluas dan ada kecenderungan bagi perusahaan untuk membeli barang mendahului kebutuhan agar dapat memanfaatkan harga rendah dan untuk memastikan diri akan adanya persediaan yang cukup.

f. Resiko kemungkinan penurunan harga aktiva lancar, suatu penurunan harga dibandingkan dengan nilai buku dari aktiva lancar seperti surat berharga, persediaan, piutang maka mengakibatkan penurunan modal kerja. Sehubungan dengan makin besar risiko kerugian semacam itu makin besar modal kerja yang diperlukan. Untuk dapat menampung kontingensi terdapat (kemungkinan yang belum pasti akan terjadi)

(31)

perusahaan mengusahakan adanya banyak uang/surat berharga.

g. Musim, apabila perusahaan tidak terpengaruh oleh musim maka penjualan tiap bulan rata-rata sama. Tetapi dalam hal ada musim, maka terdapat perbedaan didalam musim maka terjadi aktivitas yang besar, sedangkan di luar musim aktivitas adalah rendah, perusahaan yang mengalami musim memerlukan sejumlah modal kerja yang maksimum untuk jangka relatif pendek.

4. Macam-macam Modal Kerja

MenurutDjarwanto (2011:94) modal kerja terdiri dari beberapa macam antara lain sebagai berikut :

a. Modal kerja permanen, adalah modal kerja yang harus terus ada pada perusahaan untuk dapat terus menjalankan fungsinya. Modal kerja permanen ini dapat dibedakan menjadi:

1. Modal kerja primer, yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya.

2. Modal kerja normal, yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luar produksi yang normal.

b. Modal kerja variabel yaitu modal kerja yang jumlahya berubah- ubah sesuai dengan perubahan keadaan. Modal kerja variabel ini dapat dibedakan dalam:

(32)

1. Modal kerja musiman, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah. Perubahan tersebut disebabkan karena fluktuasi musim.

2. Modal kerja siklus, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi konjungtur.

3. Modal kerja darurat, yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat atau mendadak yang tidak dapat diketahui atau diramalkan terlebih dahulu.

5. Efektivitas Modal Kerja

Efektivitas merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan dalam setiap organisasi.Efektivitas disebut juga efektif, apabila tercapainya tujuan atau sasaran yang telah ditemukan sebelumnya.Hal ini sesuai dengan pendapat Soewarno yang mengatakan bahwa efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Efektivitas modal kerja merupakan suatu ukuran bagaimana modal kerja perusahaan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu return on assets yang tinggi (Gitusudarmo,2002:34), dengan rumus yang digunakan sebagai berikut:

(33)

D. Rasio Keuangan

1. Jenis-Jenis Rasio Keuangan

Sutrisno (2009:215) jenis rasio menurut tujuan penggunaan dapat dikelompokkan menjadi:

a. Rasio Likuiditas (Liquidity ratio), yaitu rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang-hutang jangka pendeknya.

b. Rasio Leverage (Leverage ratio), yaitu rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang.

c. Rasio Aktivitas (Activity ratio), yaitu rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber dananya.

d. Rasio Keuntungan (Profitability ratio), yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mendapatkan keuntungan.

e. Rasio Penilaian (Valuation ratio), yaitu rasio-rasio mengukur kemampuan manajemen untuk menciptakan nilai pasar agar melebihi biaya modalnya.

1. Pengertian Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas atau sering juga disebut rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan.Caranya adalah dengan membandingkan seluruh komponen yang ada di aktiva lancar dengan komponen di pasiva lancar (utang jangka pendek). Likuiditas didefinisikan sebagai

(34)

kepemilikan sumber dana yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban yang akan jatuh tempo serta kemampuan untuk membeli dan menjual aset dengan cepat (Adisamartha dan Noviari, 2015). Menurut Sudirman (2013:185) rasio likuiditas yang umum digunakan dalam dunia perbankan diukur melalui Loan to Deposit Ratio (LDR). Menurut Sudana (2011:20-21) Likiditas merupakan rasio yang mengukur seberapa besar penggunaan utang dalam pembelanjaan perusahaan.

Suatu perusahaan dikatakan mempunyai posisi keuangan yang kuat apabila mampu :

a. Memenuhi kewajiban-kewajibannya tepat pada waktunya yaitu pada waktu ditagih(kewajiban keuangan terhadap pihak ekstern).

b. Memelihara modal kerja yang cukup untuk operasi yang normal(kewajiban keuangan terhadap pihak intern).

c. Membayar bunga dan deviden yang dibutuhkan.

d. Memelihara tingkat kredit yang menguntungkan.

Posisi keuangan jangka pendek atau likuiditas oleh Bambang Riyanto dalam Munawir (2004:70) dapat diukur dengan 4 ratio yaitu :Curren ratio, cash ratio, acid tes ratio dan working capital ratio. Ratio yang paling umum digunakan untuk mengukur likuiditas adalah current ratio yaitu perbandingan antara aktiva lancar dan utang lancar yang dinyatakan dalam prosentase.Current ratio 200% hanya merupakan kebiasaan /rule of thumb dan akan digunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan analisis selanjutnya. Current ratio ini

(35)

menunjukkan tingkat keamanan (margin of safety) kreditur jangka pendek atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi utang- utang tersebut. Tetapi Current ratio yang tinggi belum tentu menjamin dibayarnya utang perusahaan karena proporsi atau distribusi dari utang lancar yang tidak menguntungkan.

2. Rasio Profitabilitas

Profitabilitas merupakan faktor yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan suatu laba atau keuntungan (Taufan &

Wahyudi 2013). Menurut Kasmir (2012:114) Rasio profitabilitas merupakan rasio yang dapat mengukur sejauh mana perusahaan dapat mendapatkan keuntungan atau laba dalam periode tertentu dan dapat digunakan untuk mengukur efektif atau tidaknya manajemen dalam menghasilkan laba penjualan dan pendapatan investasi.

Menurut Hantono (2018:11-12) Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mencetak laba. Tujuan Profitabilitas yaitu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profit yang dapat menguntungkan perusahaan dan para pemegang saham dan diharapkan akan tetap menjadi penyedia modal pada perusahaan (Zaki, Islahuddin &Shabri 2017).

Yang termasuk kelompok Rentabilitas menurut Hantono (2018:11- 12) :

a. Gross Profit Margin

Menunjukkan berapa persen keuntungan yang diperoleh dari penjualan produk.Dalam kondisi normal, Gross Profit

(36)

Marginsemestinya positif karena menunjukkan apakah perusahaan dapat menjual barang diatas harga pokok.Bila negatif, itu berarti perusahaan mengalami kerugian.

b. Net Profit Margin

Menunjukkan tingkat keuntungan bersih (setelah dikurangi dengan biaya-biaya) yang diperoleh dari bisnis atau menunjukkan sejauh mana perusahaan mengelola bisnisnya.Sama dengan GPM, perusahaan yang sehat semestinya juga memiliki NPM yang positif.

Rumus:

c. Return on Investment (ROI)

Return on investment atau return on assets adalah rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian bisnis dari seluruh investasi yang telah dilakukan.

Rumus:

d. Return on Equity

Return on equity adalah rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian yang diperoleh pemilik bisnis dari modal yang telah dikeluarkan untuk bisnis tersebut.

Rumus:

(37)

e. Earning Per Share

Rasio laba per lembar saham atau disebut juga rasio nilai buku merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham.

Rumus:

E. Tinjauan Empiris

Penelitian yang dilakukan oleh penulis berjdul “Pengaruh Efektivitas Modal Kerja dan Likuiditas Terhadap Return On Assets (ROA) pada PT.

Pegadaian (Persero) Cabang Bantarng”. Penelitian ini tentu tidak lepas dari penelitian terdahulu yang dijadilan sebagai pandangan dan juga referensi sebagai bahan dasar atas acuan penulisan ini. Adapun referensi penelitian terdahulu yaitu :

(38)

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

NO NAMA

PENELITI

JUDUL VARIABEL HASIL

PENELITIAN 1.

2.

Arum Sari Chamidatul Rosyidah (2020)

Rosnani Said dan Henri Mande (2020)

Pengaruh Efektifitas Modal Kerja Terhadap Profitabilitas pada

Perusahaan Subsektor Transportasi Yang Terdaftar di BEI dalam Persfektif Armadanya

Pengaruh Efektivitas Modal Kerja dan Growth Opportunity terhadap Profitabilitas pada

Efektivitas Modal Kerja dan

profitabilitas

Efektivitas modal kerja.

Growth opportunity dan

profitabilitas

Hasil analisis disimpulkan bahwa pada armada darat, perputaran

piutang berpengaruh signifikan positif terhadap ROI, sedangkan

variabel

perputaran modal kerja, perputaran

kas dan

perputaran

persediaaan tidak berpengaruh signifikan

terhadap return on invement (ROI). Pada armda laut dan armada udara, perputaran modal kerja, perputaran kas ,perputaran piutang dan perputaran

persediaan tidak berpengaruh signifikan

terhadap return on invismet (ROI).

Hasil penelitian perputaran kas berpengaruh terhadap

profitabiitas yang diprosikan

dengan return on assets (ROA)

(39)

3. Dian Pramitha Anggraeni

Perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang Listing di BEI

Pengaruh Efektivitas

Efektivitas Modal Kerja

pada perusahaan manufaktur

industry barang konsumsi yang listing di bursa efek Indonesia.

Perputaran piutang berpengaruh terhadap

profitabilitas yang diproksikan

dengan ROA padaperusahaan manufaktur

industry barang yang listing di bursa efek indinesia.

Perputaran persediaan berpengaruh terhadap

profitabilitas yang diproksikan

dengan ROA pada perusahaan manufaktur

industry baranf konsumsi yang listing di bursa efek indinesia.

Growth

Opportunity tidak berpengaruh terhadap

profitabilitas yang diproksikan

dengan ROA pada perusahaan manufaktur

industi barang konsumsi yang listing di bursa effek inndonesia (BEI)

Hasil penelitian secara simultan

(40)

4.

(2017).

Santi Octaviani dan Dahlia Komalasarai (2017).

Modal Kerja Terhadap ROI Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI

Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, dan

Solvabilitas terhadap Harga saham (Studi Kasus pada

Perusahaan Perbankan Yang Terdapat Di BEI)

dan ROI

Likuiditas, Prifitabilitas, solvabilitas dan harga saham

menunjukkan perputaran kas, perputaran

piutang dan perputaran

persediaan berpengaruh signifikan

terhadap ROI, sedangkan

secara parsial perputaran kas, perputaran

piutang dan perputaran

persediaan berpengaruh signifikan

terhadap ROI.

Dan hasil uji koefisien

determinasi parsiial diperoleh bahwa ariabel perputaran

piutang mempunyai pengaruh

dominan terhadap

ROI pda

perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Hal ini konsisten dengan penelititan yang dilakukan oleh Achmad Syaiful Susanto (2011)

yang dalam

penelitiannya menunjukkan

bahwa CR

(Likuiditas) tidak brpengaruh

(41)

5.

6.

Redaktur wau (2017).

Dwi Hari

Prayinto (2016).

Analisis Efektifitas Modal kerja dan

pengaruhnya terhadap Profitabilitas pada Sub Sektor

Farmasi yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.

Pengaruh Likuiditas, Efektivitas Modal Kerja,

Efektifitas Modal Kerja dan

Profitabilitas

Likuiditas, Efektivitas Modal Kerja dan Return

signifikan

terhadap harga saham.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara persial perputaran efektivitas modal kerja berpengaruh negative terhadap profitabilitas, perputaran kas tidak berpengaruh signifikan

terhadap terhadap profitabilitas, perputaran

piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, perputaran persediaan berpengaruh positif dan signifikan

terhadap profitabilitas, sedangkan

secara simultan perputaran modal kerja, perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran

persediaan berpengaruh positif dan signifikan

terhadap profitabilitas.

Hasil Penelitian menunjukan bahwa variable likuiditas,

(42)

7. Bagus Mangdahita, Fridayana Yudiaatmaja, dan I Wayan Suewendra (2016).

Levarage terhadap ROA dan ROE pada

KPRI di

Kabupaten Lamongan

Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Likuiditas Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Perusahaan

On Assets

Perputaran modal kerja, Likuiditas dan

Profitabilitas

efektivitas modal kerja, leverage secara bersama berpengaruh secara positif dan signifikan

terhadap ROA dan variable likuiditas,

efektivitas modal kerja, leverage secara bersama tidak berpengaruh secara positif dan signifikan

terhadap ROE, namun secara individu variable likuiditas,

efektivitas modal kerja berpengaruh secara negatef

dan tidak

signifikan

terhadap ROA.

variabel leverage berpengaruh secara negative dan signifikan terhadap ROA.

Variable likuiditas, efektivitas modal kerja berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap ROE.

Variabel leverage berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap ROE.

Hasil penelitian menunjukkan

bahwa ada

pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan dari perputaran modal

(43)

8. Novi Sagita,

Gede Adi

Yuniarti dan Ni Adek

Sinarwati(2015)

Food and Beverage)

Pengaruh Modal Kerja, Likuiditas, Aktivitas dan Ukuran

Perusahaan Terhadap Profitabilitas pada

Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI

Modal Kerja, Likuiditas, Aktivitas, ukuran perusahaan dan

Profitabilitas

kerja dan

likuiditas terhadap profitabilitas, ada pengaruh yang positif dan signifikan secara persial dari perputaran modal kerja terhadap profitabilitas, sedangkan likuiditas berpengaruh negative dan signifikan secara persial terhadap profitabilitas.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara persial modal kerja berpengaruh positif signifikan terhadap

profitabilitas, likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, aktivitas berpengaruh positif signifikan terhadap

profitabilitas, ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikn terhadap

profitabilitas.

Secara simultan modal kerja, likuiditas, aktivitas dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan

(44)

9. Ali Hamdi (2013)

Pengaruh Perputaran Modal Kerja Dan Likuiditas Terhadap Profitabilitas Dan Harga Saham

Perputaran Modal Kerja, Likuiditas dan

Profitabilitas

terhadap

profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI

Hasil penelitian yaitu perputaran kas, piutang, persediaan, current rastio, dan cash ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan

tergadap harga saham melalui return on equity, current ratio dan cash ratio sedangkan

perputaran persediaan berpengaruh positif dan tidak signifikan.

Disebabkan nilai perputaran kas, piutang,

persediaan, current ratio, acid test ratio dan cash ratio yang tinggi tidak bisa dijadikan jaminan return on equity juga mengalami peningatan dan semakin kecil return on equity, maka semakin tinggi harga

saham dan

sebaliknya. Ada [engaruh yang negatif dan tidak signifikan ini disebabkan semakin kecil

(45)

10. Agus Wibowo dan Sri Wartini (2012)

Efisiensi Modal Kerja, Likuiditas dan Lavarage terhadap Profitabilitas pada

perusahaan Manufaktur di BEI

Modal Kerja, Likiditas, lavarage dan

Profitabilitas

laba yang

diperoleh maka semakin tinggi pula hasil yang dinikmati oleh pemegang

saham.

Hasil analisis regresi

menunjukkan, dimana secara simultan (WCT,

CR, DTA)

berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas sebesar 21,9%, sedangkan

sisanya sebesar 78,1%

dipengaruhi oleh factor lain. Secara persial variabel efisiensi modal kerja berpengaruh signifikanterhadap profitabilitas yang artinya secara keseluruhan adalah bahwa besar kecilnya profitabilitas perusahaan dipengaruhi oleh efisiensi modal kerja, sedangkan likuiditas dan leverage tidak berpengaruh.

Referensi

Dokumen terkait

Tabel I Klasifikasi hipertensi menurut JNC 7...13 Tabel II Algoritma penatalaksanaan hipertensi berdasarkan JNC 7 ...18 Tabel III Pemberian Antihipertensi pada Pasien dengan

Masyarakat secara umum tidak diuntungkan oleh adanya berbagai program karena program - program yang diterapkan memiliki bias elite yang sangat kuat dan proses pemberdayaan

Survey ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi harapan siswa dan bagaimana performansi TAEC saat ini serta untuk mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan

Tarif impor adalah kebijakan mengenakan tarif atau bea terhadap barang yang diim- por agar harga barang impor menjadi lebih mahal. Dengan demikian, perusahaan dalam

Vasektomi atau sterilisasi pria atau Medis Operasi Pria (MOP) adalah tindakan penutupan (pemotongan. pengikacan, penyumbatan) kedua saluran mani pria/suami sebelah

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan seperti yang telah diuraikan diperoleh kesimpulan bahwa Kualitas pelaksanaan pembelajaran matematika SMA Negeri kelas XI di

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: makna pendidikan, nilai-nilai pendidikan, teori belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, media pembelajaran, serta hal-hal

Di Arab Saudi, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Abdulghani (2008), menyatakan bahwa prevalensi stres tertinggi dialami oleh mahasiswa fakultas kedokteran tahun