• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV KONSEP PERANCANGAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

42

BAB IV

KONSEP PERANCANGAN

A.

Analisa Kecukupan Data

Data yang telah didapat, baik itu berupa data primer maupun data sekunder yang digunakan sebagai referensi dan literatur dari perancangan media promosi Toko Kue Ngudi Rasa dianggap sudah mencukupi dan mewakili, berdasarkan data tersebut, kebutuhan toko kue Ngudi Rasa untuk mempromosikan dan menarik minat serta perhatian konsumennya melalui media cetak tentang produk yang ditawarkan oleh toko kue Ngudi Rasa sangatlah penting untuk meningkatkan nilai penjualan serta mencitrakan produk yang di tawarkan agar dapat bersaing dengan produk-produk sejenis

B.

Potensi Produk

Toko kue Ngudi Rasa merupakan produsen kue-kue berjenis bolu yang merupakan industry kuliner rumahan tradisional. Produk yang ditawarkan merupakan produk murni yang dibuat oleh pembuat-pembuat kue yang terampil. Dengan memiliki rasa yang tidak kalah lezat dan enak, produk yang ditawarkan oleh toko kue Ngudi rasa mempunyai peluang untuk bersaing dengan merk-merk kue bolu yang sudah terkenal.

Toko kue Ngudi Rasa berpotensi untuk menjadi salah satu produsen kue rumahan yang menjadi alternatif makanan yang sehat, lezat dan ekonomis yang ada di Tangerang.

C.

Profil Produk

Ngudi Rasa adalah sebuah toko kue yang berlokasi di jalan beringin raya, Perumnas, Karawaci, Tangerang. Toko kue ini berdiri sejak tahun 1995. Toko kue ini menjual berbagai macam kue berjenis bolu dan sebagainya yang di produksi sendiri. Produknya adalah, kue lapis surabaya, kue bolu gulung, bika ambon, lapis legit, dll. Toko kue Ngudi Rasa ini sangat populer dengan produk kue lapis Surabaya yang memiliki cita rasa yang khas, lembut, serta kualitas yang baik. Saat ini toko kue Ngudi Rasa sudah membuka 4 cabang di wilayah Tangerang. Untuk meningkatkan market share lebih luas lagi di wilayah

(2)

43 Jabodetabek, media promosi cetak dipilih untuk proses promosi toko kue Ngudi Rasa.

D.

Pesaing Produk

Toko kue Ngudi Rasa sebagai salah satu produsen kue rumahan yang masih menggunakan bahan bahan serta teknik tradisional dalam proses produksinya, saat ini mempunyai saingan yang sangat kuat yaitu produk produk kue yang lebih modern. Dengan adanya era modernitas menyebabkan produk industry rumahan dikesampingkan, hal ini bukan berarti industry produk modern dihilangkan, tetapi dapat dikatakan bahwa produk kue tradisional dapat berdiri bersama dengan produk yang telah modern, bahkan saling mendukung. Selain itu, toko kue Ngudi Rasa ini memiliki pesaing langsung yang hanya berjarak 5 toko dari lokasi toko kue Ngudi Rasa, yaitu toko kue Tiara. Toko kue Tiara ini juga merupakan toko kue yang menjual aneka macam kue olahan bolu seperti bolu gulung, kue lapis surabaya, brownies, dll. Toko kue ini juga memiliki media promosi yang sederhana berupa, banner, stand banner, packaging produk, tetapi toko kue ini sudah memiliki kesamaan warna dan image dari media promosi yang dibuat sehingga sudah menjadi identitas dari toko kue Tiara.

E.

Analisa S.W.O.T Toko Kue Ngudi Rasa

Dengan menggunakan analisa Strength, Weakness, Opportunity, Threath (S.W.O.T) untuk menunjang perancangan karya desain pada Toko Kue Ngudi Rasa ditinjau dari segi S.W.O.T adalah sebagai berikut :

1. Strength

 Media Promosi Toko Kue Ngudi Rasa merupakan strategi yang baik dilakukan untuk kemajuan produsen kue tersebut.

 Dengan kesamaan warna dan bentuk, proses media promosi tersebut dapat menciptakan cirri khas dari toko kue Ngudi Rasa tersebut.

 Menyampaikan informasi tentang produk-produk yang ditawarkan.

 Bentuk promosi yang beragam yang dapat menarik minat serta perhatian konsumen.

(3)

44

2. Weakness

• Kurangnya promosi yang dilakukan oleh produsen.

• Kurangnya apresiasi masyarakat awam terhadap media promosi yang ada.

• Media promosi yang dilakukan memiliki periode tertentu.

3. Opportunity

• Perkembangan strategi promosi yang beragam.

• Media promosi sangat berperan penting dalam proses pemasaran. • Masih jarangnya industri kue rumahan yang mementingkan proses

promosi.

4. Threath

• Munculnya media promosi yang beragam.

• Sulitnya bersaing dengan promosi yang dilakukan oleh produk-produk yang sudah ternama.

F. Ide / Gagasan Desain

1. Ide Desain

Berdasarkan hasil riset, ide desain disesuaikan dengan kebutuhan promosi toko kue Ngudi Rasa untuk menciptakan suatu identitas produk.

2. Inovasi Desain

Pembuatan desain lebih menunjukan identitas dari merk kue Ngudi Rasa itu sendiri sehingga lebih mudah dikenal oleh konsumen hanya dengan melihat gambar dan warnannya, karena sebelumnya hanya berupa tipografi saja, dan dikemas dalam plastik mika.Serta menggunakan bahan pembuat packaging ngudi rasa yang lebih inovatif agar mendapatkan kesan unik dan mendapakan nilai lebih dari segi kemasannya.

(4)

45

G. Sasaran Desain

1. Demografis

Primer : Laki – Laki dan Perempuan. Dengan umur 30 – 50 thn. Dengan kalangan ekonomi menengah.

Sekunder: Laki – Laki dan Perempuan. Dengan umur 20 – 30 thn.

2. Geografis

Di tujukan untuk wilayah Tangerang dan sekitarnya.

3. Psikografis

Masyarakat dengan gaya hidup yang penuh kesibukan aktifitas, yang ingin serba instant.

4. Behavior

Masyarakat yang ingin mengkonsumsi kue tanpa harus repot membuatnya.

H. Pendekatan Estetis Desain

Penggayaan dalam desain kemasan kue lapis Surabaya ini menggunakan elemen-elemen desain budaya jawa. Elemen desain ini dipilih kerena nama dari kue lapis Surabaya itu sendiri adalah “Ngudi Rasa” yang dalam bahasa Indonesia berarti menikmati rasa/merasakan rasa/menghayati rasa. Dari hal tersebut, penggunaan elemen-elemen budaya jawa yang dipilih yaitu gunungan/motif hayati, sebagai icon dalam pertunjukan wayang kulit. Kemudian motif padi/gabah yang terbentuk dalam motif hayati tersebut.

I.

Muatan Lokal Dalam Perancangan Karya Desain

Memperkenalkan kepada konsumen sebuah merk kue lapis Surabaya dalam sebuah desain kemasan yang menggunakan elemen-elemen desain budaya jawa, serta warna-warna lembut dengan tujuan memberikan identitas dari merk kue tersebut yang sudah menggunakan bahasa daerah jawa.

(5)

46

J. Proses Perancangan

1. Strategi desain

Tabel4.1 Strategi Desain

K. Konsep Perancangan

Konsep yang dipakai dalam desain media promosi pada toko kue Ngudi Rasa ini adalah pendekatan estetika budaya jawa.Konsep tersebut dipilih karena nama toko kue tersebut memakai kata dari bahasa Jawa, Ngudi Rasa.Ngudi Rasa itu sendiri dalam bahasa jawa memiliki arti yaitu merasakan rasa atau bisa disebut juga menghayati rasa. Merasakan rasa yang dimaksud oleh pemilik toko kue Ngudi Rasa adalah sebuah pencitraan terhadap produk kue lapis surabaya yang mempunyai rasa yang lembut, lezat, dan bersih.

Nama Ngudi Rasa tersebut sudah sangat jelas dengan budaya jawa. Konsep ini diperkuat dengan font-font yang memakai garis lengkung untuk mendapatkan estetika budaya jawa yang luwes, serta kesan keramah tamahan. Selain font, ditambahkan juga elemet-element pendukung untuk memperkuat konsep. Element yang ditambahkan adalah stilisasi dari bentuk motif hayati / gunungan dalam tokoh pewayangan jawa.Element tersebut dipilih karena mempunyai kesan yang sangat kuat untuk membangun image budaya jawa.

Kemudian ditambahkan juga stilisasi dari pohon padi. Motif pohon padi dipilihkarena melambangkan kemakmuran, kerendah hatian dan mewakili bahwa produk yang dibuat adalah produk pangan / makanan.

Latar belakang masalah Identifikasi Masalah Pengumpulan Data Analisis Data Konsep Skets Visualisasi

Proses Digital Proses Produksi

Finishing / Pameran

(6)

47 Konsep ini ditujukan agar produk Ngudi Rasa mempunyai identitas / ciri khas tersendiri dibandingkan produk-produk pesaingnya, selain dari nama Ngudi Rasa itu sendiri, tetapi juga dari image-image yang disajikan dalam media promosinya.

L. Proses Perancangan

1. Sketsa visualisasi

Gambar 4.1 Sketsa 1

Gambar 4.2 Sketsa 2

(7)

48

Gambar 4.4 Sketsa 4

2. Proses Digital

Gambar 4.5 Desain Awal

(8)

49

Gambar 4.7 Desain Akhir

(9)

50

M. Elemen Desain Perancangan

1. Tipografi

a. Jenis font yang dipakai pada desain Ngudi Rasa adalah Palace Script MT.

1234567890

abcdefghijklmnopqrstuvwxyz

Pemilihan font jenis ini karena font ini memiliki garis-garis lengkung, tidak kaku, untuk mendapakatkan kesan estetika budaya jawa yang luwes, serta kesan keramah tamahannya.

b. Jenis font pada kata “KUE LAPIS SURABAYA” adalah Argos Countur.

1234567890

abcdefghijklmnopqrstuvw

xyz

font ini dipilih karna memiliki garis-garis yang tegas namun tidak kaku, yang ditujukan untuk menegaskan bahwa ini produk Kue Lapis Surabaya.

2. Element bentuk

Bentuk ini adalah stilisasi dari motif hayati/gunungan. Merupakan bentuk dari tokoh pewayangan untuk memberikan kesan budaya jawa dalam bentuk-bentuk estetikanya.

(10)

51 Bentuk ini adalah stilisasi dari bentuk padi/gabah. Bentuk ini dipilih karena padi merupakan lambang dari kemakmuran, pangan, serta lambang keramah tamahan dalam budaya jawa.

3. Element Warna

Pemilihan warna menggunakan warna – warna yang identik dengan dengan warna khas budaya jawa, yaitu kuning, hijau, coklat. Warna kuning yang merupakan warna keagungan budaya jawa.

Warna kuning tersebut dipakai untuk mewakili kesan bahwa produk ngudi rasa merupakan produk yang nanti nya akan menjadi besar, tidak kalah dengan pesaing-pesaingnya.

Warna hijau untuk mewakilkan alam. Warna hijau dipakai untuk menimbulkan kesan segar, damai, tenang.

Warna coklat dipakai untuk mewakili kesan produk ngudi rasa adalah produk yang manis, dan lezat.

(11)

Gambar

Gambar 4.1 Sketsa 1
Gambar 4.4 Sketsa 4
Gambar 4.7 Desain Akhir

Referensi

Dokumen terkait

Warna hijau sebagai warna utama dalam desain media ini, warna hijau dipilih karena konsep dari project ini adalah untuk menginformasikan wisata yang berada di Kota Cimahi,

penulis menemukan sebuah Loyang kue gulung penulis menemukan suatu ide kreatif dimana sebuah Loyang bolu kukus tersebut bisa menjadi fungsi yang berbeda yang

Pada perancangan fashion center ini, konsep bentuk yang akan digunakan adalah konsep bentuk geometris, bentuk – bentuk geometri dapat memberikan kesan adanya bentukan

Untuk mempertahankan konsep pada software media pembelajaran multimedia interaktif ini desain bagian depan dan belakang cover memakai unsur desain lingkungan hijau

Konsep mikro merupakan perwujudan dari konsep makro yang mana dibagi menjadi konsep-konsep seperti konsep tata ruang dalam, konsep tapak, konsep bangunan, konsep

Perencanaan konsep estetika dan citra bangunan dikaitkan dengan unsur motor atau bagian - bagian motor yang menghiasi fasad bangunan serta penggunaan konsep transparansi

Selain material strukturnya material untuk tampilan fasad dipilih yang sesuai konsep bangunan yaitu mimikri sehingga terdapat pemakaian bahan-bahan buatan yang dapat menunjang

26 Visual yang akan dipakai dalam kemasan produk kue cikak ini akan memakai warna panas atau cerah dikarenakan warna-warna panas dapat menarik perhatian bagi mata manusia, penggunaan