KATA PENGANTAR. Puji Syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan hidayah-nya Laporan

Teks penuh

(1)
(2)

i KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan hidayah-Nya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Tahun 2016 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan dapat diselesaikan dengan baik.

Laporan Akuntabilitas ini merupakan bentuk pertanggungjawaban Kepala Balai dalam melakukan pengelolaan anggaran Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Tahun4. Dalam rangka mendukung kinerja Badan Karantina Pertanian, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan telah melakukan upaya untuk mengoptimalkan kinerja dari aspek teknis maupun administratif.

Pada tahun 2016 Kepala Balai telah melakukan Kontrak Kinerja dengan Kepala Badan Karantina Pertanian dalam bentuk Penetapan Kinerja Badan Karantina Pertanian. Oleh karena itu LAKIP Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan berisikan realisasi target dari penetapan kinerja berikut evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerjanya.

Upaya peningkatan kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan telah dilakukan secara berkesinambungan. Berbagai hambatan dan tantangan yang muncul memicu Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan untuk selalu meningkatkan kinerja sesuai dengan target. Sebagai suatu unit kerja yang memberikan pelayanan ingin melakukan kinerja yang lebih terukur sehingga pelayanan kepada publik dapat lebih optimal.

Dengan berakhirnya pelaksanaan kegiatan pada Tahun 2016 berarti Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan telah menyesuaikan kegiatan untuk tahun kedua dari Rencana Strategis Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan tahun

(3)

ii 2015 – 2019 sebagai acuan bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk mencapai Visi dan Misi.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih ada beberapa hal untuk disempurnakan, sehingga saran dan masukan demi perbaikan laporan sangat diperlukan. Saran dan masukan diharapkan dapat memberikan pertanggung jawaban pemanfaatan anggaran yang dapat lebih akuntabel dimasa mendatang.

Tarakan, 27 Januari 2017 Kepala Balai,

Amril, S.Sos, MM NIP. 19650725 198603 1 001

(4)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI iii

IKHTISAR EKSEKUTIF ……….... 1

I. PENDAHULUAN ……….. 7

1.1 Latar Belakang ………. 7

1.2 Kedudukan, tugas pokok dan fungsi……….. 8

1.3 Organisasi dan Tata Kerja ... 10

1.4 Landasan Hukum Pelaksanaan Tugas ……… 11

II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA………. 12

III. AKUNTABILITAS KINERJA ……… 19

3.1 Perjanjian Kinerja ………... 20 3.2 Pengukuran Kinerja...………. 22 3.3 Akuntabilitas Keuangan……… 32 IV. PENUTUP...………... 61 LAMPIRAN 1. PERJANJIAN KINERJA iv 2. PENGUKURAN KINERJA vi

3. STRUKTUR ORGANISASI vii

4. Form 1 viii 5. Form 2 ix 6. Form 3 x 7. Form 4 xi 8. Form 5 xii 9. Form 6 xiii

(5)
(6)

iv

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TARAKAN

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Amril

Jabatan : Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Selanjutnya disebut pihak pertama

Nama : Banun Harpini

Jabatan : Kepala Badan Karantina Pertanian

Selaku atasan langsung pihak pertama, selanjutnya disebut pihak kedua

Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.

Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.

Jakarta, 14 Januari 2016

Pihak Kedua Pihak Pertama,

(7)

v

PERJANJIAN KINERJA

BADAN KARANTINA PERTANIAN

Unit Pelaksana Teknis : BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TARAKAN Tahun Anggaran : 2016

Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target

Meningkatnya tindakan karantina

Jumlah sertifikat karantina Impor, ekspor dan Antar Area terhadap media pembawa OPTK dan HPHK melalui pelaksanaan tindakan karantina.

8.305

Jumlah dukungan operasional pemantauan HPHK / OPTK

2 Keg Jumlah pengujian laboratorium 978

Sampel Jumlah dukungan operasional

koordinasi pengawasan

6 Keg Dukungan Internal Administrasi

pengelolaan Sertifikasi Karantina Pertanian.

12 Bln

Terwujudnya good governance & clean government

Dukungan Aparatur Pegawai & Layanan Perkantoran.

12 Bln

Tersedianya sarana dan prasarana perkarantinaan yang memadai

Jumlah dan jenis sarana, teknologi informasi yang sesuai kebutuhan dan memadai.

169 Unit

Pengembangan Infrastruktur tanah, gedung / bangunan / Instalasi

635 m2

Jumlah Anggaran : Rp. 11.124.104.000,-

Jakarta, 14 Januari 2016 Kepala Badan Karantina Pertanian

Banun Harpini

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan

(8)

vi PENGUKURAN KINERJA

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TARAKAN

SasaranStrategis IndikatorKinerja Target Realisasi %

(1) (2) (3) (4) (5)

Pelayanan Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati yang efektif

1. Realisasi target operasional sertifikat karantina dan pengawasan keamanan hayati KT : Impor : Ekspor : 235 Domas : 2500 Dokel : 300 KH Domas : 2000 Dokel : 3270 KT : Impor : - Ekspor : 85 Domas : 3.137 Dokel : 406 KH Domas : 2.925 Dokel : 7.214 36,17 % 125,48 % 135,33 % 146,25 % 220,61 % 2. Tingkat kesesuaian operasional tindakan karantina dan pengawasan keamanan hayati terhadap kebijakan, standart teknik dan metode yang berlaku

80 % 100 % 100 %

3. Prosentase penolakan kiriman barang ekspor yang disertifikasi karantina pertanian

0 % 0 % 100 %

4. Indek Kepuasan dan

kepatuhan pengguna jasa Baik

(62,51-81,25)

Sangat Baik

(81,79) 100 ,66 %

5. Indek Budaya Kerja

2,51-3,25 Sangat Baik (3,65) 112.30 % 6. Jumlah sampel Lab yang

diperiksa sesuai ruang lingkup pengujian (Uji Standar, rujukan,

konfirmasi dan profisiensi)

978 1.727 176,58 %

Jumlah Anggaran Tahun 2017 : Rp. 9.600.440.000,- Jumlah Realisasi Tahun 2016 : Rp. 10.731.706.279,-

(9)

vii

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 Tanggal 3 April 2008 adalah sebagai unit pelaksana teknis dibawah Badan Karantina Pertanian dan bertanggung jawab langsung kepada Badan Karantina Pertanian.

.

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TARAKAN TAHUN 2016

KEPALA BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TARAKAN

( Amril, S.Sos, MM )

KASI KARANTINA T U M B U H A N

( Mustamin, SP )

KELOMPOK

Pejabat Fungsional

KASI KARANTINA HEWA

( drh. A. Azhar )

KASUBAG TU

(10)
(11)

1 IKHTISAR EKSEKUTIF

Dalam pencapaian kinerja tahun 2016, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan telah melakukan pencegahan masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Selama pengukuran kinerja tahun 2016, monitoring pengujian Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) tidak dilakukan karena tidak ada Impor Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dari Luar Negeri.Upaya pencegahan masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK yang dilakukan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan merupakan pencapaian visi dan misi.

Tahun 2016, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan menjalankan tupoksinya dengan menghasilkan output sertifikasi karantina komoditas tumbuhan dan produknya : dengan frekuensi : Impor : Tidak ada pelaksanaan pemeriksaan tindakan karantina tumbuhan terhadap media pembawa komoditas Impor selama tahun 2016; Ekspor : 85 kali menurun 53,55% dari tahun 2015 dengan frekuensi 183 kali; Domestik Masuk: 3.137 kali, mengalami peningkatan sebanyak 703 kali atau 28,88% dari tahun 2015 yang berjumlah 2.434 kali;Domestik Keluar : 406 kali, mengalami peningkatan 109 kali atau 36,70% dari tahun 2015 yang berjumlah 297 kali;

Sedangkan untuk komoditas hewan dan produknya adalah Domestik Masuk: 2.925 kali mengalami kenaikan frekuensi sebanyak 13,03% dibanding dengan tahun 2015, dan Domestik Keluar : 7.214 kali mengalami kenaikan frekuensi sebanyak 19,05% dibanding tahun 2015. Dengan demikian total komoditas tumbuhan/komoditas hewan dan produknya sejumlah 13.767 kali mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan tahun 2015 yaitu 11.293 kali.

(12)

2 Sesuai dengan rencana strategis, yang mengacu pada tujuan Badan Karantina Pertanian, yaitu :

1. Melaksanakan dan meningkatkan efektifitas pelayanan karantina dan pengawasan keamanan hayati dalam rangka mencegah masuk, menyebar dan keluarnya HPHK/OPTK dan bahan pangan yang tidak sehat/aman.

2. Meningkatnya kualitas sumberdaya dan implementasi prinsip tata pemerintahan yang baik.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dapat diketahui melalui indikator dan target 2015 :

1) Layanan sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati; 2) Dukungan manajemen UPT lingkup Badan Karantina Pertanian;

3) Presentase (%) penolakan kiriman barang ekspor yang disertifikasi Karantina Pertanian;

4) Peningkatan Indeks Kepuasaan dan Kepatuhan pengguna jasa;

Tingkat kepatuhan dapat diukur dengan menghitung persentase (%) tindakan penahanan, penolakan dan pemusnahan terhadap total frekuensi tindakan pemeriksaan sebagai berikut :

Frekuensi Penahanan + Penolakan + Pemusnahan / Total Frekuensi Tindakan Pemeriksaan x 100% = 123 : 13.767 x 100% = 0,89%. Jadi tingkat kepatuhannya sebesar = 100% - 0,89% = 99,1%. Sedangkan tingkat kepuasan pengguna jasa menggunakan hasil pengolahan data Indeks Kepuasan Masyarakat dengan hasil 81,79%. Jadi tingkat kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina terhadap pengawasan dan pelayanan karantina pertanian sebesar 99% (≥85%).

(13)

3 Tingkat efektifitas pengendalian ancaman resiko yang berhubungan dengan masuk dan menyebarnya HPHK/OPTK serta bahan pangan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan nasional dengan menghitung realisasi frekuensi sertifikasi karantina hewan dan tumbuhan. Pada tahun 2015 sertifikasi karantina hewan/tumbuhan telah melebihi dari target rencana (8.305 kali), yaitu sebesar 13.767 kali.

Sedangkan tingkat efektifitas pelayanan ekspor terhadap komoditas pertanian dan produk tertentu yang dipersyaratkan dapat diukur dari hasil penolakan ekspor media pembawa organisme pengganggu tumbuhan, pada tahun 2016 BKP Kelas II Tarakan tidak terdapat ekspor benih/bibit tanaman.

Secara ringkas dapat disampaikan bahwa capaian sasaran utama yang telah dicapai sebagai berikut :

1. Menjaga masuk dan tersebarnya OPTK A1 (dari luar negeri) golongan I dan II melalui media pembawa ke wilayah kerja UPT BKP Kelas II Tarakan (100%)

2. Menjaga masuk dan tersebarnya OPTK A2 (dari satu area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia) golongan I dan II melalui media pembawa ke wilayah kerja UPT BKP Kelas II Tarakan (100%)

3. Peningkatan pengawasan media pembawa OPTK dan pengawasan keamanan hayati nabati (116,44%)

4. Pelayanan pengujian sampel media pembawa karantina Tumbuhan di Laboratorium (106,33%)

5. Menjaga pemasukan komoditas pangan segar asal tumbuhan dari cemaran residu pestisida, alfatoksin, dan logam berat (100%)

(14)

4 6. Menjamin sertifikasi tindakan karantina untuk akselerasi ekspor (100%)

7. Peningkatan pelayanan sertifikasi karantina hewan dan keamanan hayati hewani (192,39%)

8. Pelayanan pengujian laboratorium (176,58%)

9. Mencegah masuknya HPHK gol I dari luar negeri (50%)

10. Mencegah masuk/tersebarnya HPHK gol II dari area lain (100%)

11. Tersedianya SDM yang berkualitas, kompeten dalam jumlah yang memadai (90,51%)

12. Meningkatnya efektifitas pengendalian intern (100%).

Berdasarkan capaian sasaran tersebut, yang tercantum dalam penetapan kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan pada tahun 2016 pada umumya telah tercapai sesuai target rencana. Akan tetapi, terdapat beberapa hambatan-hambatan untuk pencapaian tujuan dan sasaran yang muncul sebagai berikut :

- Masih terbatasnya Sumber Daya Manusia yang tersedia di Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan sehingga dalam aktifitas pelayanan perkantoran terjadi rangkap tugas.

- Luasnya wilayah pengawasan yang sebagian besar adalah tempat pemasukan pengeluaran yang belum ditetapkan.

- Lalu lintas perdagangan lintas batas yang bersifat tradisional sehingga persyaratan teknis karantina sering dikesampingkan.

- Masih lemahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peran karantina dalam perlindungan sumber daya alam hayati.

(15)

5 Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu koordinasi atau konsultasi dengan Badan Karantina Pertanian Bagian Umum dengan mengusulkan penambahan SDM melalui Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil dengan mempertimbangkan kapasitas kinerja Unit Pelaksanan Teknis, koordinasi dengan instansi terkait CIQS dan peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi perkarantinaan.

Untuk pencapaian kinerja dalam perencanaan anggaran tahun 2016, telah dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2010 tentang Rincian Anggaran Pembangunan Belanja Negara dalam 1 (satu) Tahun Anggaran atau 12 (dua belas) bulan berjalan.

Sebagaimana perubahan dari PP No.7 Tahun 2004 menjadi PP No.48 Tahun 2012 tanggal 12 April 2012, yang telah direvisi menjadi PP No.35 Tahun 2016 dimana pada pasal 5 berbunyi : dalam hal media pembawa dan penyakit hewan atau media pembawa organisme pengganggu tumbuhan dilakukan tindakan penolakan atau pemusnahan, jasa karantina hewan dan jasa karantina tumbuhan sebagaimana dimaksud dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini tidak dikenai tarif. Terdapat juga adanya perubahan dapat diketahui pada pasal 4 yang berbunyi : terhadap jenis Penerimaan Negara Bukan pajak yang berasal dari jasa tindakan karantina hewan dan tumbuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (1) huruf e untuk : a. Hewan organik yang dilalulintaskan dalam rangka pelaksanaan tugas; dan b. Media pembawa hama penyakit hewan karantina atau organisme pengganggu tumbuhan karantina dalam rangka pelaksanaan bantuan sosial dikenai tarif sebesar Rp. 0,00 (nol rupiah).

(16)

6 Realisasi PNBP Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan tahun 2016 adalah 228,37 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 130.000.000,- dalam realisasi per 31 Desember 2016 sebesar Rp. 296.881.569,-.

Dalam pelaksanaan kegiatan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan menghadapi berbagai kendala dan hambatan, namun upaya perbaikan terus dilakukan demi tercapainya Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan yang Tangguh dan Terpercaya dalam Perlindungan Kelestarian Sumber Daya Alam Hayati Hewan dan Tumbuhan, Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati serta Kemanan Pangan.

(17)

7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Karantina memiliki peran dalam upaya melindungi pertanian Indonesia untuk mewujudkan pelestarian ketahanan dan keamanan pangan serta sumber daya hayati. Peran ini meliputi aspek pengamanan pelestarian sumber daya hayati, pencegahan masuk/tersebarnya HPHK/OPTK, kelestarian lingkungan dan keamanan pangan yang sehat. Selain itu juga peran karantina harus mampu mengakselerasi ekspor komoditas pertanian sebagimana ditetapkan dalam visi misi kementerian pertanian.

Dalam rangka mendukung program pembangunan pertanian di Indonesia, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan senantiasa melakukan upaya-upaya yang dapat memberikan kontribusi di bidang pembangunan pertanian sesuai tupoksi yang diamanatkan. Target dan sasaran kinerja yang ditetapkan tersebut terkait dengan Penetapan Kinerja Tahun 2016.

Pengukuran kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, dapat diukur melalui beberapa hal yaitu :

1. Terselenggaranya pelayanan sertifikasi media pembawa HPHK dan OPTK. 2. Tercegahnya masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK dari dan ke luar negeri

serta area di dalam wilayah RI.

3. Tercegahnya pemasukan Pangan Segar Asal Hewan dan Tumbuhan yang tidak aman untuk dikonsumsi

(18)

8 5. Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pengguna jasa (cepat, efektif,

transparan dan akuntabel)

6. Meningkatkan pengujian sampel media pembawa Karantina baik hewan maupun tumbuhan dan pemanfaatan laboratorium KH dan KT dalam mendukung tindakan karantina 8P

7. Penerapan sistem teknologi informasi (E-Plaq dan E-QVet)

8. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan pertanian dan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia.

Selain itu juga, dibutuhkan adanya dukungan dan koordinasi dengan Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, instansi terkait lainnya maupun pengguna jasa karantina.

1.2 Kedudukan, tugas dan fungsi

Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan dipimpin oleh seorang Kepala Balai yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pertanian RI Berdasarkan Permentan No. 61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian.

Pembangunan pertanian dilakukan melalui pendekatan sistem dan usaha agribisnis dengan sistem pembangunan yang bertumpu pada 3 (tiga) aspek pokok yaitu (1) pendekatan ketahanan pangan, (2) pemberdayaan ekonomi rakyat, dan (3) peningkatan daya saing komoditas ekspor produk pertanian.

Dalam hal program peningkatan ketahanan pangan karantina hewan berperan membantu upaya peningkatan produktifitas melalui perlindungan sumber daya alam hayati dari ancaman Hama Penyakit Hewan Karantina ( HPHK

(19)

9 ) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Dalam hal pemberdayaan ekonomi rakyat karantina berperan aktif mendorong pelaksanaan tugas dan fungsi karantina, lebih lanjut peran karantina semakin strategis dalam peningkatan daya saing komoditas pertanian khususnya hewan dan produk hewan serta komoditas tumbuhan dalam kegiatan ekspor pada era pasar bebas sekarang ini.

Tugas Pokok

Dalam UU No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan pada pasal 3 disebutkan bahwa tujuan karantina hewan dan tumbuhan adalah :

- Mencegah masuknya hama dan penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia

- Mencegah tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia

- Mencegah keluarnya organisme pengganggu tumbuhan tertentu dari wilayah negara Republik Indonesia apabila negara tujuan menghendakinya.

Tugas Pokok Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22/Permentan/OT.140 /4/2008 tanggal 3 April 2008 adalah Melaksanakan Kegiatan Operasional Perkarantinaan Hewan dan Tumbuhan, serta Pengawasan Keamanan Hayati Hewani dan Nabati “

(20)

10 Fungsi

Disamping melaksanakan tugas pokok Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, juga melaksanakan fungsi :

1. Penyusunan rencana, evaluasi dan pelaporan

2. Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan dan pembebasan media pembawa HPHK dan OPTK

3. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK 4. Pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK

5. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati

6. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina hewan dan tumbuhan

7. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan kemanan hayati hewani dan nabati

8. Pengelolaan sistem informasi, dokumentasi, dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan

9. Pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan keamanan hayati hewani dan nabati

10. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

1.3 Organisasi dan Tata Kerja

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan selama tahun 2014 dibantu oleh unsur-unsur :

(21)

11

 Subbagian Tata Usaha

 Seksi Karantina Hewan

 Seksi Karantina Tumbuhan

 Pejabat Fungsional

Secara rinci struktur Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan terdapat pada Lampiran

1.4 Landasan Hukum Pelaksanaan Tugas

UU No. 16 / 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan

PP No. 82 / 2000 tentang Karantina Hewan

PP No. 14 / 2002 tentang Karantina Tumbuhan

PP No. 28 / 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan

 Permentan No. 22/OT.140/4/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian

(22)

12

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Rencana strategis Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan pada dasarnya merupakan komitmen bersama dengan Badan Karantina Pertanian mengenai upaya terencana untuk meningkatkan kinerja serta pencapaiannya melalui perbaikan, penyempurnaan yang mengacu pada kebijakan perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati agar tercapainya efektfitas, efisiensi dan produktifitas dalam penyelenggaraan perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati.

2.1 Visi dan Misi

Visi

Visi pembangunan Badan Karantina Pertanian adalah “MenjadiInstansi yang Tangguh dan Terpercaya dalam Perlindungan Kelestarian Sumberdaya alam Hayati Hewan dan Tumbuhan, Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati serta Keamanan Pangan“ dan salah satu misinya adalah melindungi kelestarian sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan hama penyakit hewan karantina (HPHK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Terkait dengan hal itu karantina pertanian yang ruang lingkup didalamnya terdiri dari karantina hewan dan tumbuhan memiliki peran yang sangat strategis dalam hal turut serta meningkatkan, mempertahankan dan

(23)

13 melindungi produk-produk pertanian khususnya hewan ternak dan produknya dan tanaman serta hasil tanaman yang menjamin akan keamanan ( safety ), mutu (

quality ) dan keutuhan ( wholesomeness ).

Peningkatan intensitas dan frekuensi arus lalu lintas barang dan orang dalam era globalisasi ini pada akhirnya tidak lagi mengenal batas-batas antar sistem, sehingga dalam kondisi seperti ini peran karantina pertanian khususnya menjadi sedemikian penting dalam melakukan perlindungan dan pengamanan hewan/tumbuhan dan produk hewan/tumbuhan dari serangan HPHK dan OPTK.

Kedepan terjadi perubahan pendekatan karantina yang lebih luas karena dapat dianggap sebagai bagian dari perdagangan dan transportasi hewan, tumbuhan dan produk-produknya, bagian dari kesehatan nasional dan lingkungan serta bagian dari keamanan dan ketahanan pangan.

Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan yang memiliki wilayah kerja berbatasan langsung dengan sistem tetangga Malaysia mempunyai peran sangat strategis dalam tetap mempertahankan wilayah Indonesia bebas dari HPHK dan OPTK eksotik. Kemampuan dan dedikasi Sumber Daya Manusia serta ketersediaan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mutlak dalam menunjang keberhasilan tupoksi karantina di wilayah perbatasan

Berpijak dari hal-hal tersebut maka Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan menyusun Rencana Strategis Pembangunan Karantina Pertanian 2015 – 2019. Rencana Strategis ini mengacu kepada 6 (enam) komponen penting yang masih relevan perlu direvitalisasi Badan Karantina Pertanian diantaranya : (1) Penguatan Sumber Daya Manusia, (2) Pembangunan Infrastruktur, (3)

(24)

14 Pengembangan Teknologi Informasi, (4) Penataan Kelembagaan UPT, (5) Pemantapan Peraturan Perundang-undangan dan (6) Pengembangan Public Awareness.

Misi

Untuk mencapai Visi tersebut, ditetapkan Misi Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan yang menggambarkan ruang lingkup hal yang harus dilaksanakan, yaitu:

 Melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan dari tumbuhan dari serangan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)

 Mendukung terwujudnya keamanan pangan

 Memfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan akses pasar komoditas pertanian

 Memperkuat kemitraan perkarantinaan

 Meningkatkan citra dan kualitas layanan publik

2.2 Tujuan dan Sasaran

Visi dan Misi memiliki unsur yang relatif untuk menentukan tujuan dan sasaran strategis. Tujuan merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. Sesuai sifat Tupoksi Karantina yaitu melaksanakan perkarantinaan hewan dan tumbuhan, maka hasil yang dapat digambarkan adalah tingkat efektifitas penyelenggaraannya.

Untuk dapat mengukur keberhasilan visi dan misi maka tujuan harus memiliki indikator keberhasilan, berdasarkan sifat pelaksanaan tugas dan kriteria

(25)

15 output yang dihasilkan organisasi yaitu “sertifikasi karantina pertanian” dan berdasarkan hasil perbandingan dengan institusi tahun sebelumnya. Sasaran strategis merupakan penjabaran dari tujuan dengan arah yang lebih terukur. Sasaran strategis berhubungan dengan perencanaan teknis secara umum, penyediaan dan pelaksanaan anggaran yang optimal, sumber daya informasi, kelembagaan dan peraturan perundangan yang secara prinsip melandasi operasional perkarantinaan.

Adapun tujuan dan sasaran strategis yang ingin dicapai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan :

1) Melaksanakan dan meningkatkan efektifitas pelayanan karantina dan pengawasan keamanan hayati dalam rangka mencegah masuk, menyebar dan keluarnya HPHK/OPTK dan bahan pangan yang tidak sehat / aman. Sasaran Strategis :

a. Menjaga masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK Kategori A1 (Golongan I dan Golongan II) dan Kategori A2 (Golongan I dan Golongan II) melalui media pembawa ke wilayah kerja UPT BKP Kelas II Tarakan.

Indikator Kinerja.

 Wilayah Kerja BKP kelas II Tarakan masih bebas dari HPHK/OPTK Golongan I Kategori A1, berdasarkan pemeriksaan lalu lintas media pembawa Impor.

 Wilayah Kerja BKP kelas II Tarakan masih bebas dari HPHK/OPTK Golongan II Kategori A2 berdasarkan pemeriksaan lalu lintas media pembawa antar area.

(26)

16 b. Peningkatan Pengawasan Media Pembawa OPTK dan HPHK Pengawasan

Keamanan Hayati.

Indikator Kinerja.

 Peningkatan pelayanan sertifikasi tindakan karantina tumbuhan dan tindakan karantina hewan terhadap media pembawa :impor, ekspor, dan antar area masuk dan/atau keluar.

c. Pelayanan Pengujian sampel Media Pembawa Karantina Tumbuhan dan Karantina Hewan di Laboratorium.

Indikator Kinerja

 Peningkatan jumlah hasil pengujian sampel Media Pembawa OPT/OPTK dan HPH/HPHKdi laboratorium Karantina Tumbuhan dan Karantina Hewan.

d. Menjaga pemasukan komoditas Pangan Segar Asal Tumbuhan dari cemaran residu pestisida, alfatoksin dan logam berat.

Indikator Kinerja

 Pangan Segar Asal Tumbuhan yang masuk bebas dari cemaran residu pestisida, alfatoksin dan logam berat.

e. Menjamin Sertifikasi Tindakan Karantina untuk akselerasi Ekspor

Indikator Kinerja

 Tidak ada penolakan kiriman barang ekspor yang disertifikasi dari BKP Kelas II Tarakan.

(27)

17 f. Peningkatan Pelayanan sertifikasi karantina hewan dan karantina tumbuhan

keamanan hayati.

Indikator Kinerja

 Peningkatan frekuensi tindakan KH dan KT (Jumlah sertifikat KH dan KT) g. Pelayanan pengujian laboratorium.

Indikator Kinerja

 Peningkatan jumlah sampel yang diuji terhadap media pembawa HPH/HPHK dan OPT/OPTK laboratorium Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan.

h. Mencegahmasuknyadan tersebarnya HPHK gol I dari luar negeri dan HPHK gol II dari area lain.

Indikator Kinerja

 Wilayah kerja BKP Kelas II Tarakan bebas dari PMK dan HPAI dan terbebas dari brucellosis dan antraks.

2) Meningkatnya kualitas sumberdaya dan implementasi prinsip tata pemerintahan yang baik.

Sasaran Strategis :

a. Tersedianya SDM yang berkualitas, kompeten dalam jumlah yang memadai. Indikator Kinerja

 Tingkat kesesuaian dan ketersediaan SDM terhadap standar kompetensi dan standar kebutuhan sesuai beban kerja operasional.

(28)

18  Peningkatan jumlah SDM yang terlatih setelah mendapatkan pendidikan

formal (S-1/ S-2) maupun non formal (diklat keteknisan perkarantinaan dan kemanan hayati).

b. Terwujudnya kelembagaan dan perundang-undangan yang mendukung strategi.

Indikator Kinerja

 Jumlah uraian jabatan yang disusun sesuai ketentuan manajemen kinerja terkini.

 Tersedianya rencana strategis yang selaras dengan arah kebijakan kementerian dan nasional.

c. Tersedianya sarana operasional serta teknologi dan sistem informasi yang optimal dalam mendukung kinerja manajemen dan operasional karantina. Indikator Kinerja

 Tingkat kesiapan infrastruktur TI terhadap kebutuhan pertukaran data dan informasi.

 Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana terhadap standar kebutuhan sesuai rencana.

d. Meningkatkan efektifitas pengendalian intern. Indikator Kinerja

 Kualitas opini laporan keuangan.  Kualifikasi laporan kinerja (LAKIP).

 Ketepatan penyampaian laporan keuangan dan kinerja.  Jumlah SOP yang disusun dan implementasi sesuai rencana.

(29)

19

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas Kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Tahun 2016, tertuang dalam rencana strategis tahun 2015 s/d 2019 , Rencana Kerja Tahunan ( formulir RKT ), Penyusunan Kinerja Kegiatan ( formulir PKK ) dan Pengukuran Pencapaian Sasaran ( formulir PPS ).

Sebagai gambaran rincian anggaran dan realisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2016, terhadap pelaksanaan kegiatan Karantina Pertanian di Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan sebagai berikut :

Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja

Uraian Anggaran Semula ( Rp. ) Anggaran Setelah Revisi ( Rp. ) Realisasi Belanja ( Rp. ) Persentase 1 2 3 4 5=(4/3)x100% Rupiah Murni 11.059.104.000 10.996.113.000 10.666.884.563 97,02 Pinjaman LN 0 0 0 0 Hibah 0 0 0 0 Rupiah Murni Pendamping 0 0 0 0 PNBP 65.000.000 65.000.000 64.821.716 99,72 Jumlah 11.124.104.000 11.061.113.000 10.731.706.279 97,02

Capaian realisasi anggaran Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan per 31 Desember 2016 senilai Rp. 10.731.706.279 dengan pagu Rp. 11.061.113.000 atau

(30)

20 97,02%, tetapi terdapat pagu Blokir senilai Rp. 305.000.000 sehingga pagu yang bisa direalisasikan menjadi Rp. 10.756.113.000 dengan capaian realisasi Rp. 10.731.706.276 atau 99,77%.

3.1 PERJANJIAN KINERJA

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TARAKAN Unit Organisasi Eselon I : Badan Karantina Pertanian

Tahun Anggaran : 2016

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3)

1. Menjaga masuk dan tersebarnya OPTK A1 dan A2 melalui media pembawa ke wilayah kerja UPT BKP Kelas II Tarakan.

1. Wilayah Kerja BKP kelas II Tarakan masih bebas dari OPTK Golongan I dan II Kategori A1, berdasarkan pemeriksaan lalu lintas media pembawa Impor.

2. Wilayah Kerja BKP kelas II Tarakan masih bebas dari OPTK Golongan I dan II Kategori A2 berdasarkan pemeriksaan lalu lintas media pembawa antar area

23 jenis OPTK A1 55 jenis OPTK A2 2. Peningkatan Pengawasan Media Pembawa OPTK dan Pengawasan

Keamanan Hayati Nabati

Peningkatan pelayanan sertifikasi tindakan karantina tumbuhan terhadap media pembawa ; Impor, ekspor, dan antar area masuk dan/atau keluar

3.035 Kali 3. Pelayanan Pengujian sampel Media Pembawa Karantina Tumbuhan di Laboratorium

Peningkatan jumlah hasil pengujian sampel Media Pembawa OPT/OPTK laboratorium Karantina Tumbuhan.

300 sampel

4. Menjaga pemasukan komoditas pangan segar asal tumbuhan dari cemaran residu pestisida, alfatoksin dan

Pangan Segar Asal Tumbuhan yang masuk bebas dari cemaran residu pestisida, alfatoksin dan logam berat.

Residu Pestisida dan Logam

(31)

21 logam berat.

5. Menjamin Sertifikasi Tindakan Karantina untuk akselerasi Ekspor

Tidak ada penolakan kiriman barang ekspor yang disertifikasi dari BKP Tarakan. Peningkatan Indeks kepuasan dan kepatuhan pengguna jasa

0 %

6. Peningkatan Pelayanan sertifikasi karantina hewan dan keamanan hayati hewani

Frekuensi tindakan KH (Jumlah sertifikat KH)

5.270 Sertifikat

7. Pelayanan pengujian laboratorium

Jumlah sampel yang diuji 978 sampel 8. Mencegah masuknya

HPHK gol I dari luar

Wilker BKP Kelas II Tarakan bebas dari PMK dan HPAI

2 jenis 9. Mencegah

masuk/ter-sebarnya HPHK gol II dr area lain

Wilayah kerja BKP Kelas II Tarakan bebas dari brucellosis dan antraks

2 jenis HPHK 10. Tersedianya SDM

yang berkualitas, kompeten dalam jumlah yang memadai

Tingkat kesesuaian dan ketersediaan SDM terhadap standar kebutuhan sesuai beban kerja operasional Peningkatan Kualitas SDM

1. SDM yang telah mengikuti ujian dinas 2. SDM yang telah terlatih dalam

pelatihan teknis karantina hewan, karantina tumbuhan dan keamanan hayati

3. SDM yang tugas belajar S-3 dan S2

136 Orang 1 Orang 23 Orang 6 Orang 11. Meningkatnya efektifitas pengen-dalian intern

1. Kualitas lndeks Penerapan Nilai-Nilai Budaya Kerja

Baik

Jumlah Anggaran : Rp. 11.061.113.000,-

Program : Program Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati

Jakarta, 14 Januari 2016 Kepala Balai Karantina Pertanian

Kelas II Tarakan

Amril, S.Sos, MM NIP. 19650725 198603 1 001

(32)

22 3.2 PENGUKURAN KINERJA

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TARAKAN

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja Target Realisasi %

(1) (2) (3) (4) (5) 1. Menjaga masuk dan tersebarnya OPTK A1 dan A2 melalui media pembawa ke wilayah kerja UPT BKP.Tarakan. 1. Wilayah Kerja BKP kelas II Tarakan masih bebas dari OPTK Golongan I dan II Kategori

A1,berdasarkan

pemeriksaan lalu lintas media pembawa

Impor.

2. Wilayah Kerja BKP kelas II Tarakan masih bebas dari OPTK Golongan I dan II Kategori A2 berdasarkan

pemeriksaan lalu lintas media pembawa antar area 28 jenis OPTK A1 65 jenis OPTK A2 Tidak ditemukan OPTK Gol I dan II kategori A1 Tidak ditemukan OPTK Gol I dan II kategori A2 100 100 2. Peningkatan Pengawasan Media Pembawa OPTK dan Pengawasan Keamanan Hayati Nabati Peningkatan pelayanan sertifikasi tindakan karantina tumbuhan terhadap media pembawa ; Impor, ekspor, dan antar area masuk dan/atau keluar 3.035 Kali 3.534 Kali 116,44 3. Pelayanan Pengujian sampel Media Pembawa Karantina Tumbuhan di Laboratorium

Peningkatan jumlah hasil pengujian sampel Media Pembawa OPT/OPTK laboratorium Karantina Tumbuhan. 300 sampel 319 sampel 106,33

(33)

23 pemasukan komoditas pangan segar asal tumbuhan dari cemaran residu pestisida, alfatoksin dan logam berat.

Tumbuhan yang masuk bebas dari cemaran residu pestisida, alfatoksin dan logam berat Pestisida & Logam Berat pemasukan PSAT 5. Menjamin Sertifikasi Tindakan Karantina untuk akselerasi Ekspor

Tidak ada penolakan kiriman barang ekspor yang disertifikasi dari BKP Kelas II Tarakan.

Peningkatan Indeks kepuasan dan kepatuhan pengguna jasa Tidak ada NNC 78 Tidak ada NNC 81,79 100 104,85 6. Peningkatan Pelayanan sertifikasi karantina hewan dan keamanan hayati hewani Frekuensi tindakan KH (Jumlah sertifikat KH) 5.270 10.139 Sertifikat 192,39 7. Pelayanan pengujian laboratorium

Jumlah sampel yang diuji 978 sampel 1.727 sampel 176,58 8. Mencegah masuknya HPHK gol I dari luar negeri

Wilayah kerja BKP Kelas II Tarakan bebas dari PMK dan Avian Influenza

2 jenis HPHK Bebas PMK, tertular AI di Kab. Nunukan, Bulungan 50 9. Mencegah masuk/terseb arnya HPHK gol II dr area lain

Wilayah kerja BKP Kelas II Tarakan bebas bebas dari

brucellosis dan antraks

2 jenis HPHK Seluruh wilker bebas brucellosis dan antraks 100 11. Tersedia-nya SDM

Tingkat kesesuaian dan ketersediaan SDM

136 Orang

(34)

24 yang ber-kualitas, kompeten dalam jumlah yang memadai terhadap standar

kebutuhan sesuai beban kerja operasional

Peningkatan Kualitas SDM 1. SDM yang telah

mengikuti ujian dinas 2. Bertambahnya SDM

yang telah terlatih dalam pelatihan teknis karantina hewan,

karantina tumbuhan dan keamanan hayati 3. SDM yang berpendidikan S-3 dan S2 1 Orang 23 Orang 6 Orang 1 Orang 26 Orang 7 Orang 100 113,04 116,66 12. Mening-katnya efektifitas pengenda-lian intern 1. Kualitas lndeks Penerapan Nilai-Nilai Budaya Kerja Baik Baik 100

Secara keseluruhan jumlah pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan sampai dengan 31 Desember 2015 adalah 45 orang, namun berdasarkan Surat Sekretaris Badan No. 128/KPTS/KP.250/L/1/2016 tanggal 27 Januari 2016, 3 ( tiga ) pegawai Mutasi Alih Tugas Pegawai Negeri Sipil Lingkup Badan Karantina Pertanian yaitu terdiri dari a.n Pegawai Elizabeth Butarbutar, SP mutasi ke BKP Kelas I Jambi, a.n Bambang Wuri Handayani dan a.n Totok Prayitno ke BBKP Surabaya sehingga berjumlah 42 pegawai namun ada penambahan 1 ( satu ) pegawai berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Badan tentang Pemberhentian, Pemindahan dan Pengangkatan Jabatan Administrator ( Eselon III ), Pengawasan ( Eselon IV ) dan Pelaksana ( Eselon V

(35)

25 ) No. 154/Kpts/KP.230/3/2016 tanggal 3 Maret 2016 a.n drh. Azhar menjabat sebagai Kepala Seksi Karantina Hewan sehingga jumlah 43 pegawai namun Surat Sekretaris Badan No. 954/KPTS/KP.250/L/6/201 tanggal 27 Juni 2016 ada 2 ( dua ) pegawai Mutasi Alih Tugas Pegawai Negeri Sipil Lingkup Badan Karantina a.n Sdri drh. Linda Hapsari ke BKP Kelas I Balikpapan, Sdr Iskandar, A.Md Ke Sekretaris Badan Karantina Pertanian, ada penambahan 2 ( dua ) Pegawai berdasar Surat Keputusan Menteri pada tanggal 8 Nopember 2016, Nomor : 1598/KPTS/KP.250 /K/11/2016 tentang mutasi Alih Tugas Pegawai Negeri Sipil Lingkup Badan Karantina Pertanian Sdr. M. Jafar dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangkaraya dan Maruliman Bhiton Hardianto Penjaitan, SP dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan namun ada Penambahan lagi 1 ( satu ) Pegawai berdasarkan Surat melaksanakan Tugas dari Ka. Biro Organisasi dan Kepegawaian Badan Karantina Pertanian, tanggal : 2 Nopember 2016 Nomor : B-1887/Kp.320/A2/11/2016, Sdr. Laeli Zuhroida dari Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan Tarakan, sehingga jumlah seluruh Pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan sejumlah pada tanggal 31 Desember 2016 berjumlah 44 pegawai.

Untuk meningkatkan kualitas sumberdaya para pegawai yang ada pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan selain melalui pendidikan formal juga dilakukan melalui pendidikan nonformal yang dilaksanakan melalui kegiatan pendidikan /pelatihan/kursus yang diselanggarakan oleh instansi dalam lingkup Departemen Pertanian maupun instansi di luar lingkup Departemen Pertanian. Instansi dalam lingkup Departemen Pertanian seperti Badan Karantina Pertanian, maupun instansi di luar lingkup Kementrian Pertanian seperti

(36)

26 Direktorat Jenderal Perbendaharaan di pusat maupun di Kantor Wilayah Kota Tarakan, POLDA Kalimantan Utara dan instansi-instansi terkait lainnya.

Pelatihan dan pendidikan yang diselenggarakan oleh Badan Karantina Pertanian pada tahun anggaran 2016, yang diikuti oleh Pegawai Lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan meliputi pelatihan teknis maupun pelatihan non teknis.

a. Pelatihan Teknis

Beberapa pelatihan teknis yang diikuti oleh pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, antara lain :

1. Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan 2. Pendidikan dan Pelatihan Polsus

3. Pendidikan dan Pelatihan PPNS Badan Karantina Pertanian Pola JP T.A. 2016;

b. Pelatihan NonTeknis

Beberapa pelatihan non teknis yang diikuti oleh pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, antara lain :

1. In House Training

2. Bimtek dan Diseminasi Tindakan Karaina Hewan

3. Perumusan Analisis Resiko Organisasi Pengganggu Tumbuhan (AROPT) 4. Bimtek Persiapan Penghargaan ABDI BAKTI TANI

(37)

27 Adapun daftar pegawai yang mengikuti pelatihan Tahun Anggaran 2016 :

Tabel 30. Daftar Pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Yang Mengikuti Pelatihan Pada Tahun 2016

No Nama Pegawai Tanggal Nama

Pelatihan Tempat Pelatihan Lama Pelatihan 1. Mustamin M, SP NIP. 19771231 200501 1 002 15 Maret s.d 23 Juli 2016 Diklatpim Tk. IV 2016 PPMKP Ciawi - Bogor 4 Bulan 2. drh. Istianah Nip. 19820130 201101 2 006 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 3. drh. Sapto Hudaya NIP. 19880917 201403 1 003 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 29 Agust s.d 1 Sep 2016 In House Traning “ Uji Diagnotik Terhadap Brucellosis dengan Metode Complenment Fixation Test BKP Kls I Balikpapan 3 Hari 25 Sep s.d 1 Okt 2016 Bintek dan Desiminasi Tindakan Karantina pada Produk Hewan BUTTMKP Bekasi 7 Hari 28 s.d 30 Nop 2016 In House Traning Pengujian Rose Bengal BKP Kelas II Tarakan 3 Hari

(38)

28 Test ( RBT ) 4. La Fendi Taa NIP. 19621230 199703 1 001 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 28 s.d 30 Nop 2016 In House Traning Pengujian Rose Bengal Test ( RBT ) BKP Kelas II Tarakan 3 Hari 5.

Dwi Nur Susanti, S.Si NIP. 19830812 201403 2 001 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 6. Nanang Kurniawan, S.Si NIP. 19900917 201403 1 002 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 11 Maret s.d 17 Juni 2016 Perumusan Analisis Resiko Organisasi Pengganggu Tumbuhan (AROPT) Wisma Pertamina Sappire Cipayung - Bogor 5 Hari 7.

Catur Oki Yuwono, A.Md NIP.19870311 200912 1 006 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 2 s.d 4 Maret 2016 In House Training Hemaglutinasi ( HA ) - Hemaglutinasi In hibition ( HI ) BKP Kelas II Tarakan 4 Hari

(39)

29 8. Surianyah NIP.19730312 200112 1 001 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 28 s.d 30 Nop 2016 In House Traning Pengujian Rose Bengal Test ( RBT ) BKP Kelas II Tarakan 3 Hari 9. Mimis Seaace NIP. 19750805 200701 2 001 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 28 s.d 30 Nop 2016 In House Traning Pengujian Rose Bengal Test ( RBT ) BKP Kelas II Tarakan 3 Hari 10. Zubaidil Bahri NIP.19770918 200912 1 001 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 11. Noor Effendi NIP. 19811012 201503 1 001 7 s.d 8 Maret 2016 In House Training Sistem Arsip Digital BKP Kelas II Tarakan 2 Hari 12. Arindra Cahyadi K,SP NIP.19801023 201101 1 008 9 Peb s.d 31 Maret 2016 Diklat Polsus Th. 2016 Sekolah Kepolisian Polda Metro Jaya lido (SPN PMJ LIDO) Cigopong - Jabar 31 Hari

13. Nurul Khotimah 3 s.d 9 Diseminiasi Paramedik

Balai Vet. Banjarmas

(40)

30 NIP. 19830318 200312 2 001 April 2016 Veteriner in 14. Nanang Kurniawan, S.Si NIP. 19900917 201403 1 002 10 s.d 17 April 2016 Bintek AROPT BUTTMKP Bekasi 8 Hari 28 s.d 30 Nop 2016 In House Traning Pengujian Rose Bengal Test ( RBT ) BKP Kelas II Tarakan 3 Hari 15 Baban Albadri NIP.19840517 200604 1 001 22 s.d 29 Mei 2016 Disimininasi Perlakuan Panas BUTTMKP Bekasi 8 Hari 16 Amril, S.Sos,.MM NIP. 19650725 198603 1 001 1 s.d 6 Juni 2016 Bimtek Persiapan Penghargaan ABDI BAKTI TANI BUTTMKP Bekasi 6 Hari 17 drh. A. Azhar NIP.19830315 200901 1 008 1 s.d 6 Juni 2016 Bimtek Persiapan Penghargaan ABDI BAKTI TANI BUTTMKP Bekasi 6 Hari 18 Hari Abdi NIP. 19760410 200604 1 002 17 Juli s.d 19 Agustus 2016 Diklat Intelijen Pola 200 JP Th. 2016 Kantor Pusat Barantan 34 Hari 19

Moh. Rozalo Velly, SP NIP. 19840910 201101 1 019 19 s.d 21 Sep 2016 In House Training Nematoda BKP Kelas I Balikpapan 3 Hari 28 s.d 30 Nop 2016 In House Traning Pengujian Rose Bengal Test ( RBT ) BKP Kelas II Tarakan 3 Hari

(41)

31 20 Saloma NIP. 19790702 200812 2 002 8 s.d 23 Okt 2016 Up Date Aplikasi Inhouse Training System Barantan Terkait PP No. 35 Th. 2016 Wisma Hijau – Depok. 3 Hari 21

Agus Ali Hamzah, SH NIP.19800818 200501 1 003 20 s.d 21 Okt 2016 Bimtek Aplikasi CALBMN - CALK Hotel Grend Pangeran – Tg. Selor. Kaltara 2 Hari 22 Bambang Kuswantoro, A.Md NIP.19840225 201101 1 004 20 s.d 21 Okt 2016 Bimtek Aplikasi CALBMN - CALK Hotel Grend Pangeran – Tg. Selor. Kaltara 2 Hari 23 Pandu Prabowo NIP. 19870309 201101 1 008 20 s.d 21 Okt 2016 Bimtek Aplikasi CALBMN - CALK Hotel Grand Pangeran –Tj. Selor. Kaltara 2 Hari 23 drh. Novelia Indriani NIP. 19881107 201403 2 001 16 s.d 19 Nop 2016 Magang terkait dengan Lab. BKP Kelas II Tarakan BBKP Surabaya 4 Hari 24

Lia Kumalasari, S.Si NIP. 19830525 201403 2 001 16 s.d 19 Nop 2016 Magang terkait dengan Lab. BKP Kelas II Tarakan BBKP Surabaya 4 Hari 25 drh. Istianah Nip. 19820130 201101 2 006 28 s.d 30 Nop 2016 In House Traning Pengujian Rose Bengal BKP Kelas II Tarakan 3 Hari

(42)

32 Test ( RBT ) 26 Noor Effendi NIP. 19810125 201503 1 001 28 s.d 30 Nop 2016 In House Traning Pengujian Rose Bengal Test ( RBT ) BKP Kelas II Tarakan 3 Hari 3.3 AKUNTABILITAS KEUANGAN

Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Tahun 2016 mendapat total alokasi anggaran sebesar Rp. 11.061.113.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. Rp. 10.731.706..279,- atau 97,02 % dengan sisa anggaran sebesar Rp. 24.406.721 atau 0,22 %, tetapi terdapat pagu Blokir senilai Rp. 305.000.000 sehingga pagu yang bisa direalisasikan menjadi Rp. 10.756.113.000 dengan capaian realisasi Rp. 10.731.706.279 atau 99,77% dengan rincian :

Rupiah Murni (RM)

(dalam Rupiah)

KODE

OUTPUT URAIAN PAGU REALISASI %

1823.101 Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati 1.369.654.000 1.369.597.715 100 1823.102 Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian Ekspor 37.500.000 18.010.000 48,03

(43)

33 1823.994 Belanja Pegawai Layanan Perkantoran 2.606.333.000 3.763.644.000 2.601.812.805 3.763.495.558 99,83 100 1823.995 Kendaraan Bermotor 508.680.000 508.679.675 100 1823.996 Perangkat Pengolah Data

dan Komunikasi

425.902.000 425.899.010 100

1823.997 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran

289.800.000 289.799.800 100

1823.998 Gedung/Bangunan 1.689.600.000 1.689.590.000 100 TOTAL RUPIAH MURNI (RM) 10.691.113.000 10.666.884.563 99,77

Realisasi Anggaran yang bersumber dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)adalah :

(dalam Rupiah)

KODE OUTPUT URAIAN PAGU REALISASI %

1823.101.521811 Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi 15.000.000 15.000.000 100 1823.101.524111 Belanja Perjalanan Biasa 44.000.000 43.825.900 99,60 1823.994.524119 Belanja Perjalanan Lainnya 6.000.000 5.995.816 99,93 TOTAL PNBP 65.000.000 64.821.716 99,73

Secara keseluruhan penyerapan anggaran Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Tahun Anggaran 2016 adalah, dengan Rp. 10.731.706.279,-atau secara persentase adalah 99,77%.

(44)

34

TARGET PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP)

Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Melaksanakan Pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak berdasarkan Peraturan Pemerintah No : 48 Tahun 2012 dengan Perincian Sebagai Berikut :

TAHUN TARGET REALISASI

Tahun 2016 Rp. 130.000.000,- Rp. 296.881.569,-

Realisasi PNBP Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan tahun 2016 adalah 228,37 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 130.000.000,- dalam realisasi per 31 Desember 2016 sebesar Rp. 296.881.569,-.

Hasil rekapitulasi tindakan pemeriksaan terhadap Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) pada tahun 2016 sebagai berikut :Impor : Tidak ada pelaksanaan pemeriksaan tindakan karantina tumbuhan terhadap media pembawa komoditas Impor selama tahun 2016; Ekspor : 85 kali 53,55% dari tahun 2015 dengan frekuensi 183 kali; Domestik Masuk: 3.137 kali, mengalami peningkatan sebanyak 703 kali atau 28,88% dari tahun 2015 yang berjumlah 2.434 kali; Domestik Keluar : 406 kali, mengalami mengalami peningkatan 109 kali atau 36,70% dari tahun 2015 yang berjumlah 297 kali;. Sedangkan Hasil rekapitulasi tindakan pemeriksaan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) sebagai berikut Domestik Masuk: 2.925 kali mengalami kenaikan frekuensi sebanyak 13,03% dibanding dengan tahun 2015, dan Domestik Keluar : 7.214 kali mengalami kenaikan frekuensi sebanyak 19,05% dibanding tahun 2015. Sehingga total frekuensi pemeriksaan hewan/tumbuhan dan produknya sebanyak 13.767 kali.

(45)

35 Apabila kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya frekuensi pemeriksaan karantina hewan dan tumbuhan cenderung mengalami peningkatan. Pelayanan Karantina Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati efektif karena beberapa OPTK berhasil terdeteksi dan tertangkal :

Kegiatan

Frekuensi (kali)

2014 2015 2016

Karantina Hewan 6.702 8.379 10.139

Karantina Tumbuhan 2.784 2.914 3.628

Cegah Tangkal Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina di Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 93/Permentan/OT.140/12/2011 tentang Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)

No Nama

OPTK Inang/Host

Media

Pembawa Asal Kategori A1 Kelompok Fitoplasma

1 Aster Yellows Phytoplasm a

(P) : Allium cepa (onion), Alstroemeria(Inca lily), Anemone

coronaria (Poppyanemone), Apium graveolens (celery),Brassica napus var. napus (rape),Brassica oleracea var. capitata (cabbage),Brassica oleracea

var. italica (broccoli),Brassica rapa subsp. rapa (turnip),Callistephus

chinensis (China aster),Chrysanthemum coronarium (garland-chrysanthemum), Chrysanthemumfrutescens (marguerite), Daucus carota(carrot), Fragaria ananassa

Buah (fruits/pods), titik tumbuh (growing points), inflorescence, daun (leaves), akar (roots), batang (stems) dan keseluruhan bagian Malaysia

(46)

36 (strawberry),Gladiolus hybrids (sword lily),

Hydrangeamacrophylla (French

hydrangea), Lactucasativa (lettuce),

Pau-lownia tomentosa(pauPau-lownia), Primula sp.

(primrose),Ranunculus asiaticus (garden crowfoot),Spinacia oleracea (spinach),

Taget-espatula (French marigold),

Trifolium repens-(white clover), Zea mays

(maize).(S) : Catharanthus roseus (Pinkperiwinkle), Celtis australis

(Europeannettle wood), Cornus racemosa (graydogwood), Cryptotaenia

Canadensis(honewort), Cucurbita pepo

(ornamentalgourd), Cyclamen persicum (cyclamens),Delphinium hybrids (florist's larkspur),Echinacea purpurea (purple coneflower),Eupatorium capillifolium (Dog fennel), Euphorbia pulcherrima

(poinsettia), Lotuscorniculatus (bird's-foot trefoil), Lycopersicon esculentum

(tomato), Morus-bombycis (Japanese mulberry), Myrtuscom-munis (myrtle),

Olea europaea subsp. europaea (olive), Opuntia sp. (pricklypear), Petroselinum crispum (parsley), Populus (poplars),

Populus nigra (black poplar),Prunus armeniaca (apricot), Prunuspersica var.

nuci-persica (nectarine),Prunus salicina

(Japanese plum),Santalum album (Indian sandalwood), Solanum melongena

(aubergine), Solanum-tuberosum (potato),Solidago (Goldenrod), Spiraea

tomentosa (Hardhack), Trifoliumpra-tense

(purple clover), Vaccinium(blueberries),

Vitis vinifera (grapevine),Ambrosia artemisi-ifolia (commonragweed), Calendula officinalis (Potmarigold),

Conyza canadensis (Canadi-anfleabane), Lepidium draba (hoary cress), Malva

(mallow), Papaver rhoeas (common-poppy), Portulaca oleracea (purslane),

Raphanus raphanistrum (wild

radish),Stellaria media (common chickweed) tanaman (whole plant). 2 Phytoplasm a; lethal yellowing,

(P): Cocos nucifera (kelapa,

coconut), Elaeis guineensis (kelapa sawit, oilpalm), and other Palmae (Arenga engleri, Borassus flabellifer,

benih (seed), bibit (seedling), Vector: Myndus crudus, Papua New Guinea

(47)

37

Caryota mitis, Howea forsteriana, Hyophorbe verschaffeltii, Phoenix canarien-sis, P. dactylifera, P. reclinata, P. sylvestris, Chrysalidocarpuscabadae, Corypha utan, Dictyosperma album, Lataniaspp., Livistona chinensis,L. rotundifolia, Trachycarpus fortunei, Veitchia macandielsii, Veitchia merrillii, Panandus utilis)

Cicadelloidea & Fulgoroidea

Kategori A1 Kelompok Serangga 3 Frankliniella

occidentalis

(P): Gossypium barbadens (kapas, cotton), Allium ascalonicum (bawang merah, shallot), Brassica oleracea

capitata (kubis, cabbage), Fragaria vesca (Fragaria vesca(arbei, strawberry),

strawberry), Cucurbitaceae, Orchidaceae (anggrek, orchid),Amaranthus

palmeri (palmer amaranth), Arachys hypogaea (kacang tanah, groundnut,

peanut), Beta vulgaris (bit,

beetroot), Begonia spp., Carthamus

tinctorius, Citrus x paradise

(grapefruit), Capsicum annuum (paprika, bellpepper), Cyclamenspp., Dahlia spp., Daucus carota (wortel, carrot), Dianthus caryophyllus (anyelir,

carnation), Euphorbia pulcherrima, Ficus

carica (buah ara,

fig), Fuchsia sp., Gerbera

jamesonii, Geranium spp., Gladiolus hybrids, Gypsophila, Hibiscus, Impatiens,

Kalanchoe, Lactuca sativa (sla, lettuce), Limonium sinuatum,

Lisianthus spp. , Lathyrus odoratus, Leucaena

leucocephala (lamtoro, wild

tamarind), Lycopersicum esculentum (tomat, tomato), Malus

domes-ticum (apel, apple), Medicago

sativa, Petro-selinum crispum (parslei,

parsley), Vigna spp. (buncis,

cowpea), Pisum sativum (kapri, sweet pea), Prunus americana (aprikot, apricot), Prunus

domesticum (plam,plum), Prunus persica var. nucipersica (nektarin,

nectarine), Prunus persica (persik, peach), Purshia batang (stem), daun (leaf), bunga (flower/inflores ence) Malaysia

(48)

38

tridentata, Raphanusraphanistrum, Rhododendron spp. (azalea), Rosa spp.

(mawar, rose), Salvia spp., Secale

cereale (rye), Sinapis arvensis,Sinningia speciosa, St. paulia ionantha,Solanum melongena (terung, eggplant, aubergine)

, Sonchus spp., Syzygium aquea (jambu air, star apple),Trifolium spp. , Triticum

aes-tivum (gandum, wheat), Vitis vinifera (anggur,

grapevine), Zinnia spp. 4 Bactrocera

kinabalu

Persea americana (alpokat, avocado) buah (fruit), media tanam (planting medium), tanah (soil) Malaysia 5 Macrosiphu m euphorbiae

(P): Beta vulgaris (bit gula,

beetroot), Ipomoea batatas (ubi jalar, sweet potato), Lactuca sativa (sla, lettuce), Lycopersicum

esculentum (tomat, tomato), Rosa spp. (mawar, rose), Solanum

melongena (terung, eggplant,

aubergine), Solanum tubero-sum (kentang, potato), Zea mays (jagung, corn, maize)

batang (stem), daun (leaf), bunga (flower/inflores ence) Malaysia

Kategori A1 Kelompok Nematoda 6 Ditylenchus

destructor

(P): Solanum tuberosum (kentang, potato), Ipomoea batatas (ubi jalar, sweet potato), Fragaria vesca (arbei, strawberry), Beta vulgaris (bit,

beetroot), Daucus carota (wortel, carrot), Allium ascalonicum (bawang merah, shallot), Allium sativum

(bawang putih,garlic), Arachys

hypogaea (kacang tanah, groundnut,

peanut), Camellia sinensis(teh, tea), Chrysanthemum spp. (krisan, chrysant), Citrus sinensis (jeruk manis,navel orange), Capsicum

annuum (paprika,

bell-pepper),Cucumis

sativus (mentimun,cucumber), Cucurbita maxima (waluh, labu parang,

pumpkin), Dahlia hybrids, Gladiolus

hybrids, Glycine max (kedelai,

soybean),Humulus lupulus (hops),

umbi (tuber/corm), rhizome, batang (stem), planlet, tanah (soil) Malaysia

(49)

39

Irish spp.,Lycopersicum esculentum (tomat,

tomato), Mentha spp. (mentol, mint),

Panaxschinseng (ginseng),Solanum melonge-na (terung, eggplant, aubergine), Trifolium spp., Triticum

aestivum (gandum, wheat), Tulipa

spp., Zea mays (jagung, corn, maize) 7 Bursaphele

nchus cocophilus

(P): Cocos nucifera (kelapa,

coconut), Elaeis guineensis (kelapa sawit, oilpalm) (S): Phoenix

canariensis, Phoenix dactylifera (kurma,

dates-palm), Sabal palmetto

tunas (bud), kulit kayu (bark of wood), planlet, batang (stem), daun (leaf), akar (root), kayu (wood of), tanah (soil), Kosta Rika

Kategori A1 Kelompok Cendawan 8 Ascochyta

gossypii

(P): Gossypium barbadens (kapas,

cotton)

(S): Capsicum annuum (cabai, hot pepper, chilies, red

pepper), Abelmoschus mos-chatus (okra, lady’s finger), Solanum

me-longena (terung, eggplant, aubergine), Nicotianatabacum (tembakau,

tobacco), Glycine max(kedelai, soybean), Vigna

ungui-culata, Hibiscus spp., Vigna spp. (buncis,

cowpea) benih (seed), buah (fruit), daun (leaf), batang (stem) Malaysia 9 Botryospha eria ribis

(P): Persea americana (alpokat, avocado), Juglans spp., Malus domesticum (apel, apple), Macadamia sp. tanaman (plant), bagian tanaman (part of plant), media tanam (planting medium) Malaysia 10 Fusarium oxysporum f .sp. elaeidis

(P): Elaeis guineensis (kelapa sawit, oilpalm) (S): Amaranthus

spinosus, Chromo-laena

odorata, Imperata cylindrica (ilalang,

bedding grass) benih (seed), buah (fruit), bunga (flower/inflores ence), (pollen), bagian tanaman (part of plant), media tanam (planting medium) Papua New Guinea,K osta Rica

(50)

40 11 Didymella

bryoniae

(P): Cucurbitaceae, Citrullus

vulgaris (semangka,

watermelon), Cucumis melo(melon, melon), Cucumis sativus (mentimun, cucumber), Cucurbita spp., Momordica

charantia (paria, bitter gourd), Sechium edule (labu siam), Solanum

tuberosum (kentang, potato)

benih (seed), bagian tanaman (part of plant), media tanam (planting medium) Malaysia 12 Leptosphae ria coniothyriu m

(P): Rubus spp., Rosa spp. (mawar, rose).

(S): Ribes, Vaccinium, Fragaria,

Bambusa, Juniperus, Malus domesticum (apel, apple),Pinus

sylvestris, buah batu (stone fruit), Taxus,

Thuja tanaman (plant), bagian tanaman (part of plant) Malaysia 13 Mycosphaer ella fijiensis

Musa spp. (pisang, banana) benih (seed) Malaysia

14 Pythium

irregulare

(P): Beta , Brassica , Fabaceae (leguminous plants), Poaceae (grasses) (S): Allium (garlic, leek), Allium

cepa (bawang bombay, onion), Alstroemeria (Inca lily), Arctium

lappa (burdock), Cajanus cajan (pigeon

pea), Capsicum (peppers),Capsicum frutescens (chilli), Carthamus

tinctorius (safflower), Carya illinoinensis(pecan), Cicer arietinum (chickpea), Citrullus lanatus (semangka,

watermelon),Cucumissativus (ketimun, cucumber), Daucus carota (wortel, carrot), Dianthus caryophyllus (anyelir, carnation), Eucalyptus (Eucalyptus tree), Fragaria (stroberi, strawberry), Gerbera (Barbeton daisy), Glycine max (kedelai, soyabean), Gossypium (kapas,

cotton), Hordeum vulgare (barley), Juniperus (junipers),Lactuca

sativa(lettuce), Lens culinaris ssp. culinaris (lentil), Lycopersicon esculentum (tomat, tomato),Malus domestica (apel, apple), Medicago sativa(lucerne), Nicotiana

tabacum(tembakau, tobacco), Olea europaea subsp. Europaea(olive), Oryza sativa (padi, paddy,rice), Petroselinum

Akar (root), batang (stem), bibit tanaman (seedling)

(51)

41

crispum (parsley), Phacelia, Phaseolus

(beans), Phaseolus vulgaris(common bean), Picea abies (common spruce),

Pinopsida(conifers), Pinus (pines), Pisum sativum (pea), Prunus avium(sweet

cherry), Salix (willows), Solanum

melongena (terung, aubergine), Spinacia oleracea (bayam, spinach), Stylosanthes guyanensis , Trifolium

vesiculosum(Arrowleaf clover), Triticum aestivum (gandum, wheat), Tulipa

(tulip), Vitis vinifera(anggur,

grapevine), Zea mays (jagung, maize) 15 Pythium

splendens

(P): Anacardium, Ananas

cornosus (nenas, pineapple), Anona,

Anthurium, Aralia, Degonia, Begonia, Brassica, Cajanus, Caladium,

Cavalia, Carthamus

tinctorius(Safflower), Catlleya, Celosia, Chrysantemum (daisy), Citrus,

Coleus, Colocasia esculenta (talas, taro), Corchorus (jutes), Cucumis (melons, cucumbers, gerkins),Elaeis

guineensis (kelapa sawit, oil palm), Eucalyptus (Eucalyptus tree), Fatsia, Geranium (cranesbill), gerbera (barbeton daisy), Gossypium (kapas, cotton), Helianthus (sunflowers), Hevea

brasiliensis (karet, rubber), Hordeum

(barleys), Ipomoea (morning glory), Mangifera indica (mangga, mango), Manihot, Madicago(medic), Nerium (oleander), Nicotiana

tabaccum (tembakau, Tobacco),

Pawlonia, Pelargonium (pelargoniums), Persea, Phaseolus (beans),

Philodendron, Pinus (pines), Piper (pepper), Pisum (pea), Polytictus, Pyrus

communis (European pear), Saccharum,

Schefflera (umbrella tree), Scindapsus, Solanum (nightshade), Theobroma, Tithonia, Triticum (wheat), Vicia (vetch), Vigna (cowpea), Vitis

(grape), Xanthosoma sagittifolium (yautia (yellow)), Zea mays (jagung, maize), Zingiber (jahe, ginger)

bagian tanaman (part of plant) Malaysia 16 Stemphyliu m

(P): Allium cepa (onion), Allium

cepa var. aggregatum (shallot), Allium

Umbi (bulb), buah (fruits),

(52)

42

vesicarium sativum(garlic), Asparagusofficinalis (as paragus), Glycine

max (soyabean), Lycopersicon esculentum (tomato), Mangifera indica (mango), Medicago

sativa (lucerne),Medicago

tribuloides (barrel medic), Pyrus communis (European pear) (S): Aster

polong (pods), daun (leaves) dan batang (stems).

Kategori A1 Kelompok Bakteri 17 Pantoea

ananas pv. a nanas

(P): Ananas comosus (nenas,

pineapple), Saccharum officinarum (tebu, sugarcane), Cucumismelo (melon, melon)

(S): Oryza sativa (padi, paddy)

tunas (bud), buah (fruit), biji (grain)

Malaysia

Kategori A1 Kelompok Virus 18 Papaya ring spot potyvirus strain W (PRSV) (P): Carica papaya (S): Cucurbitaceae tanaman (plant), bibit (seedling), buah (fruit), bunga (flower/inflores ence), Malaysia

Kategori A1 Kelompok Gulma 19 Asphodelus fistulosus (L .).; asphodelus, wild onion (Gulma)

Cicer arietinum, Linum usitatissimum, Nicotiana

tabacum (tembakau, tobacco), Pisum sativum (kapri, sweet pea), Solanum tuberosum (kentang, potato),Triticum aestivum (gandum, wheat)

- Malaysia

Kategori A1 Kelompok Tungau 20 Aceria

guerrenroni s

Cocos nucifera (kelapa, coconut) dan Lytocaryum weddellianum

buah (fruit), bagian tanaman (part of plants) India, Sri Lanka, 21 Brevipalpus californicus

(P): Camellia sinensis (teh,

tea), Citrus spp.

(S): Abelmoschus esculentus (okra, lady’s finger), Citharexylum quadrangulare,

Cymbidium, Cucurbita,

Dendrobium, Ipomoea batatas (ubi alar,

sweet po-tato),Musa spp. (pisang,

banana), Vigna sinensis (buncis, common bean), Phalaenopsis,Psidium

guajava(jambu biji, guava), Pittosporum, Rhododendron, Robinia, Schinus

buah (fruit), dan bagian tanaman (part of plants)

Figur

Tabel 30.  Daftar  Pegawai  Balai  Karantina  Pertanian  Kelas  II  Tarakan  Yang  Mengikuti Pelatihan Pada Tahun 2016

Tabel 30.

Daftar Pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Yang Mengikuti Pelatihan Pada Tahun 2016 p.37

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :
Outline : Rupiah Murni (RM)