3 BAB II
PEMAHAMAN PROYEK
2.1 Pemahaman proyek
Sebuah yayasan pendidikan di Kota Metro, saat ini merencanakan akan membangunan sebuah proyek kawasan pendidikan, yaitu sekolah umum berasrama. Proyek ini direncanakan akan dibangun di Desa Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Proyek ini merupakan proyek sekolah umum yang diberi nama SMA Wismaraja, pemberian nama Wismaraja didasarakan dari kata ‘wisma’ yang berarti rumah, dengan filosofi Wismaraja yaitu sebuah rumah yang dibangun dan didirikan bagi calon-calon raja penggerak bangsa yang berada disuatu lingkungan rumah yang teredukasi dan terbina dengan baik.
Berdasarakan kebutuhannya sekolah asrama ini akan dirancang dengan kapasitas maksimal jumlah sebanyak 440 siswa, dan juga perlu bangunan asrama sebagai tempat tinggal sementara untuk para siswa-siswanya. Sekolah umum dengan konsep Boarding school ini mengharuskan bagi siswa- siswanya untuk tinggal dan menetap di asrama dalam kurun waktu tertentu, tidak hanya siswa- siswanya saja yang menetap di asrama sebagian pengajar pun juga diperbolehkan tinggal dan menetap didalam lingkungan sekolah umum berasrama ini.
Selain konsep Boarding school sekolah asrama ini juga harus memiliki beberapa bangunan penunjang lainnya untuk memenuhi nilai kebutuhan akademis dan non-akademis para siswanya.
Salah satunya bangunan auditorium yang berfungsi sebagai bangunan serba guna yang digunakan untuk kegiatan besar dan upacara. Sebagai bangunan pendidikan sekolah berasrama ini memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengajaran kompetensi, dan pengetahuan bagi siswa didiknya untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupannya. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan juga memiliki metode pendidikan yang digunakan untuk menghasilkan peserta didik yang mandiri dan terampil, salah satunya adalah sistem sekolah berasrama (Boarding school).
2.2 Tipologi proyek
Sekolah memiliki makna asli yaitu bersenang-senang, dahulunya konsep sekolah ini barawal dari Yunani, dimana sekolah pertama adalah akademi plato. Akademi plato ini lebih kedalam forum diskusi tanya-jawab untuk membahas berbagai masalah yang ada. Sistem akademi ini dicetuskan pertama kali oleh salah satu murid dari Aristoteles yaitu Socratos, sehingga dia dijuluki sebagai
‘bapak tipologi’.
Sedangkan di Arab, sekolah disebut dengan ‘madrasah’ yang berarti sekolah di pelataran masjid.
Sekolah ini berawal dari Pendidikan agama yang kemudian menjadi pendidikan privat di rumah guru atau guru yang memberikan pendidikan di rumah muridnya.
4 Di Indonesia, sistem pendidikan diatur dalam Sistem Pendidikan Nasional (SisDikNas 2003), yaitu:
1. Pendidikan formal
Pendidikan dasar (SD & SMP), Pendidikan menengah (SMA & SMK), dan Pendidikan tinggi (akademi, sekolah tinggi, institute, universitas)
2. Pendidikan non-formal
Pendidikan kursus ataupun keterampilan 3. Pendidikan in-formal
Pendidikan keluarga, pesantren, perguruan, dan PAUD
Berdasarkan berbagai kajian literatur yang ada, tipologi untuk massa bangunan sekolah umum berasrama ini nantinya akan seperti :
• Tipologi bangunan sekolah
Berdasarkan berbagai kajian literatur yang ada, tipologi dari bangunan sekolah di Indonesia memiliki ciri sebagai berikut :
1. Satu kampus satu jenjang
Sekolah yang hanya terdiri dari satu jenjang pendidikan saja. Contohnya SD saja, atau SMP saja.
2. Satu kampus lebih dari satu jenjang
Sekolah yang terdiri lebih dari satu jenjang. Contohnya sekolah yang digabung SD dan SMP.
3. Sekolah inklusif
Sekolah umum yang terbuka bagi siswa berkebutuhan khusus.
4. Sekolah berasrama
Sekolah yang memiliki sistem pendidikan dengan mengharuskan muridnya tinggal di asrama.
5. Sekolah khusus
Sekolah yang memisahkan muridnya berdasarkan pria dan wanita.
• Konfigurasi bangunan sekolah
Secara umum, di Indonesia konfigurasi dari bangunan sekolah memiliki bentuk seperti : 1. Ruang dihubungkan dengan koridor
Memiliki semacam lorong yang menghubungkan antara suatu gedung dengan gedung lainnya.
5
Gambar 2.1. Konsep koridor
2. Mengelilingi halaman tengah
Memiliki semacam taman terbuka yang berada di tengah ruang bangunan (innercourt).
Gambar 2.2. Konsep innercourt
3. Dikelompokan dalam kluster
Memiliki pengelompokan pada ruang-ruang tertentu.
Gambar 2.3. Pengelompokan klaster
4. Ruang tersebar, tanpa koridor penghubung.
6 2.3 Studi Preseden
Berikut merupakan preseden untuk proyek sejenis dari sekolah berasrama, penulis mengambil beberapa preseden dari luar dan dalam negeri :
1. Dari dalam negeri
• SMA Dwiwarna Islamic Boarding School
Gambar 2.4. SMA Dwiwarna Islamic Boarding Scholl Sumber : https://www.smadwiwarna.sch.id/ (2021)
SMA Dwiwarna adalah salah satu sekolah swasta yang berada di Bogor, Jawa Barat. Sekolah dengan konsep asrama yang modern ini memiliki status sebagai SMA plus Standart Indonesia. Sekolah Dwiwarna (Boarding school) merupakan sekolah dengan asrama yang memiliki fasilitas yang cukup baik, didukung dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang professional dengan idealisme untuk bisa membentuk karakter siswa dengan nilai nasionalisme dan nilai religious. Sekolah ini memiliki fasilitas prasarana seperti :
Tabel 2.1. Fasilitas SMA Dwiwarna Islamic Boarding Scholl
Prasarana sekolah Fasilitas
Ruang kelas Dilengkapi wifi, ruang ber-AC, maks. 20 siswa
Laboratorium Memiliki Laboratorium biologi, fisika,
kimia, Komputer, Bahasa, dan Green House Sarana Olah raga Lapangan tenis, Basket, Futsal, dan kolam
renang
Keamanan Lingkungan sekolah lengkap dengan
CCTV
Fasilitas Asrama Berkapasitas 4 siswa per kamar, dengan fasilitas Wifi
Penunjang Memiliki fasilitas berupa Fasilitas, Masjid,
Kantin, Studio musik, ruang kriya.
7
• SMANU MHT (Muhammad Husni Thamrin)
Gambar 2.5. SMA Negeri Unggulan M.H Thamrin Sumber : http://www.smanu-mht.sch.id/ (2021)
SMANU M.H.T adalah sekolah sains yang memiliki kontribusi dalam memberikan Pendidikan berkualitas bagi para siswanya yang memiliki potensi dan kecerdasan istimewa.
SMAN MHT merupakan sekolah negeri dengan segudang prestasi yang pernah diraihnya.
Berada di Jakarta, tepatnya di Bilangan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Sekolah ini merupakan sekolah yang dirancang khusus dengan penguatan pada mata peajaran berbasis penguatan pada pelajar hard science, seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi. Selain memiliki kurikulum pendidikan yang baik, sekolah SMANU MHT ini juga dilengkapi fasilitas asrama yang baik pula, meliputi :
Tabel 2.2. Fasilitas SMANU M.H.T
Prasarana sekolah Prasarana sekolah
• Ruang Kepala Sekolah • Ruang Ibadah/Masjid
• Ruang Wakil Kepala Sekolah • Ruang Keamanan/SATPAM
• Ruang Guru • Ruang MGMP
• Ruang Tata Usaha • Ruang Tamu
• Ruang Bimbingan dan Konseling • Ruang Koperasi
• Ruang Penasehat Akademik • Lapangan Upacara
• Ruang OSIS • Kantin
• Ruang Komite Sekolah • Toilet/WC
• Samsung Smart Learning Class • Ruang Piket/tunggu
• Ruang Aula/Serbaga Guna • Asrama Putra dan Asrama Putri
• Ruang Kesehatan/UKS • Kebun Swades
8 2. Dari luar negeri
• Institut De Promotion Socio – Educative
Sekolah ini merupakan sekolah tingkat atas (SMA) yang berada di El Yadida, Maroko.
Proyek sekolah ini dikerjakan oleh tim arsitek bernama Tarik Zoubdi Architecte Bersama Moubir Benchekroun Architect. Yang menarik dari bangunan sekolah ini berupa secondary skin bangunannya yang menggunakan semacam roster dengan lubang angin, yang berfungsi sebagai sirkulasi angin ke dalam bangunan. Selain itu, kondisi keadaan iklim negara ini juga menyerupai iklim di Indonesia.
a) Secondary Skin sekolah b) fasad bangunan sekolah
c) massa bangunan sekolah d) interior kelas sekolah Gambar 2.6. Institut De Promotion Socio – Educative
Sumber : www.Archdaily.com (2021)
9 1) Singapore International School Of Bangkok
Proyek bangunan sekolah tingkat atas (SMA) yang berada di negara Thailand ini dikerjakan oleh tim arsitek dari Plan Architect. Sekolah ini memiliki jumlah siswa sebanyak 750 siswa, sekolah ini memiliki 2 bangunan utama, salah satu bangunannya dilengkapi dengan fasilitas auditorium yang mampu menampung hingga 400 penonton. Adapun fasilitas pendukung yang ada pada sekolah ini berupa 2 bangunan asrama, kolam berenang, serta lapangan sepak bola.
a) Gedung sekolah I b) Gedung Sekolah II
c) Material Gedung d) Penggunaan roster motif
e) Gedung auditorium f) Auditorium
Gambar 2.7. Singapore International School Of Bangkok Sumber : www.Archdaily.com (2021)
10 2) Gallery Of Student Housing Diagonal
Gallery Of Student Housing Diagonal merupakan proyek redential untuk fasilitas tempat tinggal mahasiswa kampus. Bangunan ini berada di San Adrián Del Besós, Spanyol.
Bangunan yang terdiri dari 5 lantai bangunan ini memiliki bentuk massa bangunan yang unik, bangunan yang berbentuk diagonal dan dibentuk agak mengerucut dibagian ujung bangunannya. Konsep bangunan asrama dengan adanya central open space dibagian tengah bangunan yang difungsikan sebagai courtyard membuat bangunan ini mendapatkan cahaya matahari yang masuk ke dalam bangunan, memberikan kesan hangat dan alami sehingga membuat para penghuni dan pengunjung dapat merasakan suasana nyaman dan santai ketika mengunjungi bangunan asrama ini.
a) Koridor lantai bawah b) Koridor lantai atas
c) Konsep inner garden d) Tampak gedung asrama
Gambar 2.8. Gallery of housing diagonal Sumber : www.Archdaily.com (2021)
11 2.4 Kesimpulan Studi Preseden
Berdasarkan hasil studi preseden dan tiplogi untuk bangunan sekolah, maka dapat disimpulkan bahwa :
1) Kesimpulan studi preseden
Dalam menganalisis preseden proyek sejenis, disimpulkan beberapa poin arsitektur yang dapat diterapkan dalam perancangan sekolah umum berasrama nantinya:
Tabel 2.3. Kesimpulan studi preseden
No Nama bangunan Gambar bangunan Implementasi ke proyek sekolah berasrama 1. SMA Dwiwarna
Islamic Boarding School
Perbandingan jumlah kebutuhan ruang untuk bangunan sekolah
2. SMANU MHT Perbandingan jumlah
kebutuhan ruang untuk bangunan asrama 3. Institut De
Promotion Socio
Penggunaan secondary skin, berupa roster dengan lubang angin, untuk sirkulasi, dan sebagai muka fasad utama bangunan.
4. Singapore International School Of Bangkok
Pengadaan fasilitas ruang auditorium, yang cukup menampung banyak penonton.
5. Gallery Of Student Housing Diagonal
Bangunan asrama dengan massa berbentuk diagonal dan dengan konsep open space ditengh bangunan yang difungsikan sebagai courtyard
12 2) Kesimpulan tipologi umum sekolah
Dari hasil analisis yang didapatkan dari kajian literatur yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa tipologi untuk massa bangunan sekolah :
a) Tipologi proyek
Proyek pembangunan sarana pendidikan ini merupakan sekolah berasrama.
b) Konfigurasi bangunan
Dalam perencanaan pembangunan sarana Pendidikan sekolah asrama ini, bentukan konfigurasi bangunan ditentukan sebagai berikut :
• Massa bangunan sekolah
Untuk bentukan massa bangunan sekolah nantinya, akan dibangun seperti cluster plan, dengan memiliki dua tingkat lantai untuk bangunannya, dan menggunakan pola single loaded corridor sebagai alur sirkulasi didalam bangunan.
Gambar 2.9. Konfigurasi massa bangunan sekolah
• Masa bangunan asrama
Untuk bentukan massa bangunan asrama, akan dibangun dengan pola blok plan, dan memiliki dua tingkat lantai pada bangunanya.
Gambar 2.10. Konfigurasi massa bangunan asrama