MAKALAH MAKALAH
DISUSUN OLEH KLP 1: DISUSUN OLEH KLP 1:
FAKULTAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
TAHUN 2012
TAHUN 2012
ADHYATMA
ADHYATMA RAHMAN
RAHMAN
: : 210240138
210240138
HABiBI
HABiBI
: : 210240092
210240092
MASRI
MASRI
: : 210240133
210240133
SUHERMAN
SUHERMAN
: : 210240057
210240057
SAMSULIHIN
SAMSULIHIN
: : 210240102
210240102
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Kami juga bersyukur rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Kami juga bersyukur atas berkat rezeki dan kesehatan yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat atas berkat rezeki dan kesehatan yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat mengumpulkan bahan-bahan materi makalah ini dari buku yang kami pelajari. Kami telah mengumpulkan bahan-bahan materi makalah ini dari buku yang kami pelajari. Kami telah berusaha semam
berusaha semampu kami pu kami untuk menguntuk mengumpulkan berbagaumpulkan berbagai macam i macam bahan tentabahan tentang ng matamata kuliah
kuliahEPIDEMIOLOGEPIDEMIOLOGI I PERENCANAANPERENCANAANyang berjudulyang berjudul “ANALISIS SITUASI KESEHATAN”.“ANALISIS SITUASI KESEHATAN”.
Kami sadar bahwa makalah yang
Kami sadar bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh kami buat ini masih jauh dari kesempurnaan, karenadari kesempurnaan, karena itu kami mengharapkan saran dan
itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan makalahkritik yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu kami mohon bantuan dari para pembaca,
ini menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu kami mohon bantuan dari para pembaca,
Demikianlah makalah ini kami buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan, kami Demikianlah makalah ini kami buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan, kami mohon maaf yang sebesarnya d
mohon maaf yang sebesarnya dan sebelumnya kami mengucapkan terima kasih.an sebelumnya kami mengucapkan terima kasih.
Parepare,
Parepare, Desember Desember 20122012
Penyusun Penyusun
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
KATA
KATA PENGANTAR PENGANTAR ... ... ii DAFTAR
DAFTAR ISI ISI ... ... iiii BAB
BAB 1 1 PENDAHULUAN ...PENDAHULUAN ... ... 11
A.
A. LATARBELAKANG LATARBELAKANG ... 1... 1 B.
B. RUMUSAN MASALAH RUMUSAN MASALAH ... ... 22 C.
C. TUJUAN PENULISAN TUJUAN PENULISAN ... ... 22
BAB 2 PEMBAHASAN ... 3 BAB 2 PEMBAHASAN ... 3
A.
A. FAKTOR-FAKTOR YANFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DERAJAT KESEHAG MEMPENGARUHI DERAJAT KESEHATAN TAN ... ... 33 B.
B. ANALISIS DERAJAT MASALAH KESEHATAN ANALISIS DERAJAT MASALAH KESEHATAN ... ... 55 C.
C. ANALISIS LINGKUNGAN KESEHATAN ANALISIS LINGKUNGAN KESEHATAN ... ... 88 D.
D. ANALISIS PERILAKU KESEHATAN ..ANALISIS PERILAKU KESEHATAN ... 9... 9 E.
E. ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN ... 9... 9 F.
F. METODE ANALISIS DAN PENYAMPAIAN DATA METODE ANALISIS DAN PENYAMPAIAN DATA ... 13... 13
BAB 3 PENUTUP ... 15 BAB 3 PENUTUP ... 15 A. A. KESIMPULAN KESIMPULAN ... 1... 155 DAFTAR PUSTAKA... 16 DAFTAR PUSTAKA... 16
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.A. Latar belakangLatar belakang
Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para
manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan sehingga menjadi objek atau manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan sehingga menjadi objek atau sasaran manajemen adalah sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Sistem adalah sasaran manajemen adalah sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Sistem adalah suatu kesatuan yang utuh, terpadu dari berbagai elemen (sub-sistem) yang saling suatu kesatuan yang utuh, terpadu dari berbagai elemen (sub-sistem) yang saling menghubungkan dalam suatu proses atau struktur dalam upaya menghasilkan sesuatu menghubungkan dalam suatu proses atau struktur dalam upaya menghasilkan sesuatu atau mencapai suatu tujuan tertentu.
atau mencapai suatu tujuan tertentu.
Sistem pelayanan kesehatan adalah sturktur atau gabungan dari suatu sub sistem Sistem pelayanan kesehatan adalah sturktur atau gabungan dari suatu sub sistem dalam suatu unit atau dalam suatu proses untuk mengupayakan pelayanan kesehatan dalam suatu unit atau dalam suatu proses untuk mengupayakan pelayanan kesehatan masyarakat baik preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif. Sistem pelayanan masyarakat baik preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif. Sistem pelayanan kesehatan ini dapat berbentuk Puskesmas, Rumah sakit, Balkesmas, dan unit-unit atau kesehatan ini dapat berbentuk Puskesmas, Rumah sakit, Balkesmas, dan unit-unit atau organisasi lain yang
organisasi lain yang mengupayakan peningkatan kesehatan.mengupayakan peningkatan kesehatan.
Perencanaan merupakan kegiatan inti manajemen, karena semua kegiatan Perencanaan merupakan kegiatan inti manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Dengan perencanaan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Dengan perencanaan tersebut memungkinkan para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan tersebut memungkinkan para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan sumber daya mereka secara berhasil guna dan berdaya guna. Di bidang kesehatan, sumber daya mereka secara berhasil guna dan berdaya guna. Di bidang kesehatan, proses perencanaan ini pada umumnya menggunakan pendekatan pemecahan masalah proses perencanaan ini pada umumnya menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving).
(problem solving).
Perencanaan menjadi keterampilan yang utama dalam manajemen modern. Tetapi Perencanaan menjadi keterampilan yang utama dalam manajemen modern. Tetapi banyak kemudian orang frustrasi dengan perencanaan karena kegiatan yang sudah banyak kemudian orang frustrasi dengan perencanaan karena kegiatan yang sudah direncanakan gagal dilaksanakan karena dana dan sumber lain tidak tersedia dan tidak direncanakan gagal dilaksanakan karena dana dan sumber lain tidak tersedia dan tidak cukup orang yang termotivasi untuk pelaksanaan. Dalam konteks Indonesia, setiap orang cukup orang yang termotivasi untuk pelaksanaan. Dalam konteks Indonesia, setiap orang yang terlibat dalam perencanaan seperti diberi harapan bahwa kegiatan mereka akan yang terlibat dalam perencanaan seperti diberi harapan bahwa kegiatan mereka akan dibiayai. Tetapi kemudian kenyataannya biaya tidak cukup dan pelaksanaan kegiatan dibiayai. Tetapi kemudian kenyataannya biaya tidak cukup dan pelaksanaan kegiatan yang direncanakan tetap sebagai ren
yang direncanakan tetap sebagai rencana.cana.
Perencanaan merupakan suatu fungsi penganalisaan tujuan yang telah di tetapkan Perencanaan merupakan suatu fungsi penganalisaan tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu menjadi urutan tindakan yang
terlebih dahulu menjadi urutan tindakan yang sistematis. Perencanaan merupakan suatusistematis. Perencanaan merupakan suatu organisasi adalah suatu proses yang berkesinambungan, tidak akan pernah berhenti, organisasi adalah suatu proses yang berkesinambungan, tidak akan pernah berhenti, karena organisasi akan terus menghasilkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh karena organisasi akan terus menghasilkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh unit-unit pelaksanaan.
unit pelaksanaan.
Dalam problem solving cycle proses pemecahan masalah selalu dimulai dari analisis Dalam problem solving cycle proses pemecahan masalah selalu dimulai dari analisis
Proses
Proses pemecahan mpemecahan masalah asalah harus daharus dapat benar- pat benar- benar memecabenar memecahkan mhkan masalahasalah kesehatan yang ada dimasyarakat.semua itu memerlukan dukungan informasi yang kesehatan yang ada dimasyarakat.semua itu memerlukan dukungan informasi yang tepat dari proses analisis situasi.
tepat dari proses analisis situasi.
B.
B. Rumusan masalahRumusan masalah
Bagaimana sebenarnya proses analisis situasi dalam proses perencanaan kesehatan Bagaimana sebenarnya proses analisis situasi dalam proses perencanaan kesehatan dalam memecahkan suatu masalah kesehatan dan aspek-aspek apa saja yang termasuk dalam memecahkan suatu masalah kesehatan dan aspek-aspek apa saja yang termasuk dalam proses analisis situasi kesehatan akan di bahas di
dalam proses analisis situasi kesehatan akan di bahas di dalam makalah ini.dalam makalah ini.
C.
C. ManfaatManfaat
Untuk menambah wawasan penulis dalam
Untuk menambah wawasan penulis dalam menganalisa masalah-masalah kesehatan danmenganalisa masalah-masalah kesehatan dan mencari alternatif pemecahannya.
mencari alternatif pemecahannya.
BAB II
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Menurut Hendrik L Blum ada 4 faktor yang mempengaruhi status derajat kesehatan Menurut Hendrik L Blum ada 4 faktor yang mempengaruhi status derajat kesehatan masyarakat atau perorangan. Faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai
masyarakat atau perorangan. Faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:berikut: 1. Lingkungan
1. Lingkungan
Lingkungan memiliki pengaruh yang dan peranan terbesar diikuti perilaku, fasilitas Lingkungan memiliki pengaruh yang dan peranan terbesar diikuti perilaku, fasilitas kesehatan dan keturunan. Lingkungan sangat bervariasi, umumnya digolongkan menjadi kesehatan dan keturunan. Lingkungan sangat bervariasi, umumnya digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik dan sosial. Lingkungan yang tiga kategori, yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik dan sosial. Lingkungan yang berhubungan dengan aspek fisik contohnya sampah, air, udara, tanah, ilkim, berhubungan dengan aspek fisik contohnya sampah, air, udara, tanah, ilkim, perumahan, dan sebagainya. Sedangkan lingkungan sosial merupakan hasil interaksi perumahan, dan sebagainya. Sedangkan lingkungan sosial merupakan hasil interaksi antar manusia seperti kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya
antar manusia seperti kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya 2. Perilaku
2. Perilaku
Perilaku merupakan faktor kedua yang
Perilaku merupakan faktor kedua yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakatmempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena sehat atau tidak sehatnya lingkungan kesehatan individu, keluarga dan karena sehat atau tidak sehatnya lingkungan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat sangat tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Di samping itu, juga masyarakat sangat tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Di samping itu, juga dipengaruhi oleh kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, pendidikan sosial dipengaruhi oleh kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku-perilaku lain yang melekat pada
ekonomi, dan perilaku-perilaku lain yang melekat pada dirinya.dirinya. 3. Pelayanan
3. Pelayanan kesehatankesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi derajat Pelayanan kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam kesehatan masyarakat karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan keperawatan serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. keperawatan serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Ketersediaan fasilitas dipengaruhi oleh lokasi, apakah dapat dijangkau atau tidak. Yang Ketersediaan fasilitas dipengaruhi oleh lokasi, apakah dapat dijangkau atau tidak. Yang kedua adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan, informasi dan motivasi masyarakat kedua adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan, informasi dan motivasi masyarakat untuk mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan serta program pelayanan untuk mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan serta program pelayanan kesehatan itu sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memerlukan. kesehatan itu sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memerlukan. 4. Keturunan
Keturunan (genetik) merupakan faktor yang telah ada dalam diri manusia yang Keturunan (genetik) merupakan faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir, misalnya dari golongan penyakit keturunan seperti diabetes melitus dibawa sejak lahir, misalnya dari golongan penyakit keturunan seperti diabetes melitus dan asma bronehial.
dan asma bronehial.
Faktor
Faktor lingkungan/Environmenlingkungan/Environment t
Contoh : Akses terhadap air bersih, Jamban/ tempat BAB, Sampah, Lantai Rumah, Breeding Contoh : Akses terhadap air bersih, Jamban/ tempat BAB, Sampah, Lantai Rumah, Breeding places, Polusi, Sanitasi tempat umum, Bahan Beracun Berbahaya (B3), Kebersihan TPU places, Polusi, Sanitasi tempat umum, Bahan Beracun Berbahaya (B3), Kebersihan TPU (Tempat Pelayanan Umum)
(Tempat Pelayanan Umum)
Faktor perilaku / Life
Faktor perilaku / Life stylesstyles
Contoh : alkohol, rokok, promiscuity: tempat-tempat berisiko, narkoba, olah raga dan Contoh : alkohol, rokok, promiscuity: tempat-tempat berisiko, narkoba, olah raga dan Health seeking behavior :
Health seeking behavior : Kalau tidak sakit parah tidak akan pergi ke Kalau tidak sakit parah tidak akan pergi ke puskesmaspuskesmas
Faktor pelayanan kesehatan / Medical care services Faktor pelayanan kesehatan / Medical care services
Contoh : ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan (balai pengobatan) maupun rujukan Contoh : ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan (balai pengobatan) maupun rujukan
Faktor Herediter atau Kependudukan / Heredity Faktor Herediter atau Kependudukan / Heredity
Contoh : Penyakit-penyakit yang sifatnya turunan dan mempengaruhi sumberdaya Contoh : Penyakit-penyakit yang sifatnya turunan dan mempengaruhi sumberdaya masyarakat, Jumlah penduduk dan Pertumbuhan penduduk serta jumlah kelompok masyarakat, Jumlah penduduk dan Pertumbuhan penduduk serta jumlah kelompok khusus/rentan: bumil, persalinan, bayi, dll.
khusus/rentan: bumil, persalinan, bayi, dll.
Derajat kesehatan bukan ditentukan oleh satu faktor saja, sehingga dalam Derajat kesehatan bukan ditentukan oleh satu faktor saja, sehingga dalam menganalisis suatu masa
menganalisis suatu masalah kesehatan lah kesehatan sebagai proses dalam analissebagai proses dalam analisis situasi mengharuskanis situasi mengharuskan kita menganalisis masalah kesehatan secara
kita menganalisis masalah kesehatan secara multifaktoral pula.multifaktoral pula.
B.
B. Analisis derajat ( masalah ) Analisis derajat ( masalah ) kesehatankesehatan
Sehat dapat mencakup pengertian yang sangat luas, yaitu bukan saja sehat dalam arti
Sehat dapat mencakup pengertian yang sangat luas, yaitu bukan saja sehat dalam arti
bebas dari penyakit tetapi termasuk juga tercapainya kesejahteraan fisik, sosial dan mental.
bebas dari penyakit tetapi termasuk juga tercapainya kesejahteraan fisik, sosial dan mental.
Untuk menilai suatu kondisi kesehatan digunakan indikator-indikator yang merupakan
Untuk menilai suatu kondisi kesehatan digunakan indikator-indikator yang merupakan
kesepakatan mengenai kuantifikasi fenomena kesehatan yang terjadi di masyarakat.
kesepakatan mengenai kuantifikasi fenomena kesehatan yang terjadi di masyarakat.
Indikator keadaan kesehatan dapat dibandingkan dengan standar pelayanan kesehatan,
Indikator keadaan kesehatan dapat dibandingkan dengan standar pelayanan kesehatan,
cakupan, target program kesehatan di daerahnya (puskesmas, kabupaten, propinsi,
cakupan, target program kesehatan di daerahnya (puskesmas, kabupaten, propinsi,
nasional) atau dibandingkan dengan daerah lain serta dapat dianalisa kejadian dari waktu ke
nasional) atau dibandingkan dengan daerah lain serta dapat dianalisa kejadian dari waktu ke
waktu (trend / kecenderungan).
waktu (trend / kecenderungan).
Analisa derajat kesehatan akan menjelaskan masalah kesehatan apa yang dihadapi . Analisa derajat kesehatan akan menjelaskan masalah kesehatan apa yang dihadapi . Analisis ini akan menghasilkan ukuran-ukuran derajat kesehatan secara kuantitatif, Analisis ini akan menghasilkan ukuran-ukuran derajat kesehatan secara kuantitatif, penyebaran masalah menurut kelompok umur penduduk, menurut tempat dan waktu . penyebaran masalah menurut kelompok umur penduduk, menurut tempat dan waktu .
Dalam menganalisis masalah kesehatan diperlukan kemampuan untuk mengaplikasikan Dalam menganalisis masalah kesehatan diperlukan kemampuan untuk mengaplikasikan metode dan konsep epidemiologi, sebab pada dasarnya ukuran-ukuran yang digunakan metode dan konsep epidemiologi, sebab pada dasarnya ukuran-ukuran yang digunakan dalam menggambarkan masalah atau derajat kesehatan adalah ukuran-ukuran epidemiologi dalam menggambarkan masalah atau derajat kesehatan adalah ukuran-ukuran epidemiologi seperti morbiditas (angka kesakitan) dan
seperti morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian).mortalitas (angka kematian).
1.
rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per tahun. rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per tahun. Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk pada jumlah individual yang memiliki Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk pada jumlah individual yang memiliki penyakit selama periode waktu tertentu. Ada beberapa jenis angka kematian yang penyakit selama periode waktu tertentu. Ada beberapa jenis angka kematian yang mempunyai kepekaan lebih terhadap masalah kesehatan dibandingkan jenis angka mempunyai kepekaan lebih terhadap masalah kesehatan dibandingkan jenis angka kematian lainnya.
kematian lainnya. a.
a. Angka kematian bayi ( infant mortality rate )Angka kematian bayi ( infant mortality rate )
Penelitian menunjukkan bahwa IMR sangat erat kaitannya dengan kualitas Penelitian menunjukkan bahwa IMR sangat erat kaitannya dengan kualitas lingkungan hidup, gizi masyarakat, keadaan sosial ekonomi, tingginya IMR menunjukkan lingkungan hidup, gizi masyarakat, keadaan sosial ekonomi, tingginya IMR menunjukkan bobot masalah mengenai perinatal,: komplikasi kehamilan, perawatan kehamilan, bobot masalah mengenai perinatal,: komplikasi kehamilan, perawatan kehamilan, komplikasi persalinan dan perawatan bayi. Kematian balita sangat berkaitan dengan
komplikasi persalinan dan perawatan bayi. Kematian balita sangat berkaitan dengan kualitaskualitas sanitasi rumah tangga dan keadaan gizi anak
sanitasi rumah tangga dan keadaan gizi anak
2.
2. MorbiditasMorbiditas
Setiap gangguan di dalam fungsi maupun struktur tubuh seseorang dianggap sebagai Setiap gangguan di dalam fungsi maupun struktur tubuh seseorang dianggap sebagai penyakit. Penyakit, sakit, cedera, gangguan dan sakit, semuanya dikategorikan di dalam penyakit. Penyakit, sakit, cedera, gangguan dan sakit, semuanya dikategorikan di dalam istilah tunggal MORBIDITAS. Morbiditas merupakan derajat sakit, cedera atau gangguan istilah tunggal MORBIDITAS. Morbiditas merupakan derajat sakit, cedera atau gangguan pada suatu populasi. Morbiditas juga merupakan suatu pen
pada suatu populasi. Morbiditas juga merupakan suatu pen yimpangan dari status sehat danyimpangan dari status sehat dan sejahtera atau keberadaan suatu kondisi sakit. Morbiditas juga mengacu pada angka sejahtera atau keberadaan suatu kondisi sakit. Morbiditas juga mengacu pada angka kesakitan, yaitu jumlah orang yang sakit dibandingkan dengan populasi tertentu yang sering kesakitan, yaitu jumlah orang yang sakit dibandingkan dengan populasi tertentu yang sering kali merupakan kelompok yang sehat atau kelompok yang beresiko. Di dalam Epidemiologi, kali merupakan kelompok yang sehat atau kelompok yang beresiko. Di dalam Epidemiologi, ukuran utama morbiditas adalah angka insidensi & prevalensi dan berbagai ukuran turunan ukuran utama morbiditas adalah angka insidensi & prevalensi dan berbagai ukuran turunan dari kedua indikator tersebut. Setiap kejadian penyakit, kondisi gangguan atau kesakitan dari kedua indikator tersebut. Setiap kejadian penyakit, kondisi gangguan atau kesakitan dapat diukur dengan angka insidensi dan
dapat diukur dengan angka insidensi dan angka prevalensi.angka prevalensi. a.
a. Incidence rateIncidence rate
Incidence rate adalah jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu Incidence rate adalah jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka
jangka waktu waktu tertentu tertentu (umumnya (umumnya 1 1 tahun) tahun) dibandingkan dibandingkan dengan dengan jumlah jumlah penduduk penduduk yangyang mungkin terkena penyakit baru tersebut pada pertengahan jangka waktu yang mungkin terkena penyakit baru tersebut pada pertengahan jangka waktu yang bersangkutan . Yang dimaksud kasus baru adalah perubahan status dari sehat menjadi sakit. bersangkutan . Yang dimaksud kasus baru adalah perubahan status dari sehat menjadi sakit. Periode waktu adalah jumlah waktu yang
Misalnya di kecamatan x yang berpenduduk 11.345 jiwa, jumlah kasus baru penyakit DBD g Misalnya di kecamatan x yang berpenduduk 11.345 jiwa, jumlah kasus baru penyakit DBD g ditemukan selama tahun 1995 sebanyak 234 orang . dalam kasus DBD , seluruh penduduk ditemukan selama tahun 1995 sebanyak 234 orang . dalam kasus DBD , seluruh penduduk beresiko terhadap penyakit ini, oleh
beresiko terhadap penyakit ini, oleh karena itu angka insidensnya :karena itu angka insidensnya :
x 100 = 2,06 %x 100 = 2,06 %
Atau 2,06 kasus baru per seribu penduduk selama setahun. Atau 2,06 kasus baru per seribu penduduk selama setahun.
b.
b. Angka prevalens Angka prevalens
Gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada suatu Gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada suatu jangka
jangka waktu waktu tertentu tertentu di di sekelompok sekelompok masyarakat masyarakat tertentu. tertentu. Pada Pada perhitungan perhitungan angkaangka Prevalensi, digunakan jumlah seluruh penduduk tanpa memperhitungkan orang/penduduk Prevalensi, digunakan jumlah seluruh penduduk tanpa memperhitungkan orang/penduduk yang Kebal atau Pendeuduk dengan Resiko (Population at Risk). Sehingga dapat dikatakan yang Kebal atau Pendeuduk dengan Resiko (Population at Risk). Sehingga dapat dikatakan bahwa Angka Prevalensi sebenarnya BUKAN-lah suatu RATE yang murni, karena Penduduk bahwa Angka Prevalensi sebenarnya BUKAN-lah suatu RATE yang murni, karena Penduduk yang tidak mungkin terkena penyakit juga
yang tidak mungkin terkena penyakit juga dimasukkan dalam perhidimasukkan dalam perhitungan. tungan. Secara umumSecara umum nilai prevalen dibedakan menjadi 2, yaitu :
nilai prevalen dibedakan menjadi 2, yaitu : a) Period Prevalen Rate a) Period Prevalen Rate
Jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka Jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan jangka waktu waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan jangka waktu yang bersangkutan Nilai Periode Prevalen Rate hanya digunakan untuk penyakit yang yang bersangkutan Nilai Periode Prevalen Rate hanya digunakan untuk penyakit yang sulit diketahui saat munculnya, misalnya pada penyakit Kanker dan
sulit diketahui saat munculnya, misalnya pada penyakit Kanker dan Kelainan Jiwa.Kelainan Jiwa. Rumus yang digunakan :
Rumus yang digunakan :
Period prevalence rate =
Period prevalence rate =
x 100x 100
b) Point Prevalen Rate b) Point Prevalen Rate
Rumus : Rumus :
Point prevalence rate =
Point prevalence rate =
x 100x 100
C.
C. Analisis lingkungan kesehatanAnalisis lingkungan kesehatan
Aspek lingkungan adalah faktor yang memiliki pengaruh yang paling besar terhadap Aspek lingkungan adalah faktor yang memiliki pengaruh yang paling besar terhadap derajat kesehatan. Secara spesifik aspek lingkungan yang berhubungan dengan kesehatan derajat kesehatan. Secara spesifik aspek lingkungan yang berhubungan dengan kesehatan dapat digolongkan menjadi 3 yaitu
dapat digolongkan menjadi 3 yaitu aspek lingkungan fisik, biologis, dan lingkungan sosial.aspek lingkungan fisik, biologis, dan lingkungan sosial. 1.
1. Lingkungan fisik Lingkungan fisik
Kinerja manusia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor Kinerja manusia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan fisik. Lingkungan fisik bisa berupa suhu, cuaca, manusia lain, pemandangan, lingkungan fisik. Lingkungan fisik bisa berupa suhu, cuaca, manusia lain, pemandangan, suara, bau, dan lain-lain. Yang semua aspek tersebut besar kecilnya dapat mempengaruhi suara, bau, dan lain-lain. Yang semua aspek tersebut besar kecilnya dapat mempengaruhi terjadinya penyakit dan tingkat
terjadinya penyakit dan tingkat kesehatan masyarakat.kesehatan masyarakat.
Analisis lingkungan fisik ini dapat dilakukan dengan mempergunakan data yang Analisis lingkungan fisik ini dapat dilakukan dengan mempergunakan data yang diperoleh dari sumber-sumber data yang ada seperti Badan Meteorologi dan
diperoleh dari sumber-sumber data yang ada seperti Badan Meteorologi dan Geofisika, BPS,Geofisika, BPS, dan lain-lain.
dan lain-lain. 2.
2. Lingkungan biologisLingkungan biologis
Komponen yang termasuk dalam lingkungan biologis adalah sanitasi, kuman Komponen yang termasuk dalam lingkungan biologis adalah sanitasi, kuman penyakit, vektor, binatang tenak, dan lain-lain. Ada berbagai jenis indikator dalam penyakit, vektor, binatang tenak, dan lain-lain. Ada berbagai jenis indikator dalam menganalisis lingkungan bilogis seperti akses terhadap air bersih, jumlah jamban dan menganalisis lingkungan bilogis seperti akses terhadap air bersih, jumlah jamban dan pembuangan sampah, keberadaan vektor penyakit. Tergantung dari jenis datanya.
pembuangan sampah, keberadaan vektor penyakit. Tergantung dari jenis datanya. 3.
3. Linkungan sosial-ekonomi Linkungan sosial-ekonomi
Informasi mengenai keadaan sosial ekonomi masyarakat juga sangat bermanfaat Informasi mengenai keadaan sosial ekonomi masyarakat juga sangat bermanfaat dalam menganalisis faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan.
dalam menganalisis faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan.
Tingkat ekonomi masyarakat juga juga dapat menjadi indikator dari kemampuan Tingkat ekonomi masyarakat juga juga dapat menjadi indikator dari kemampuan masyarakat untuk ikut menikmati pelayanan kesehatan. Adanya akses ke pelayanan masyarakat untuk ikut menikmati pelayanan kesehatan. Adanya akses ke pelayanan kesehatan saja belum dapat dijadikan jaminan bahwa mereka akan dapat pelayanan kesehatan saja belum dapat dijadikan jaminan bahwa mereka akan dapat pelayanan kesehatan secara optimal.
Mengenai lingkungan sosial dapat berguna dalam menganalisis situasi kesehatan. Mengenai lingkungan sosial dapat berguna dalam menganalisis situasi kesehatan. Misalnya secara sosial diketahui bahwa penderita penyakit kusta selalu dikucilkan dari Misalnya secara sosial diketahui bahwa penderita penyakit kusta selalu dikucilkan dari pergaulan karena dianggap dapat menularkan ke orang lain.
pergaulan karena dianggap dapat menularkan ke orang lain.
Data yang diperlukan untuk menganalisis lingkungan kesehatan diantaranya adalah Data yang diperlukan untuk menganalisis lingkungan kesehatan diantaranya adalah indikator ekonomi daerah seperti produk domestik bruto per kapita, perkembangan indikator ekonomi daerah seperti produk domestik bruto per kapita, perkembangan pendapatan asli daerah, dan lain-lain. Sedangkan untuk data
pendapatan asli daerah, dan lain-lain. Sedangkan untuk data lingkungan sosial diperoleh darilingkungan sosial diperoleh dari lembaga-lembaga yang ada
lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat seperti organisasi sosial kemasyarakatan.dalam masyarakat seperti organisasi sosial kemasyarakatan.
D.
D. Analisis perilaku kesehatanAnalisis perilaku kesehatan
Terdapat dua paradigma dalam kesehatan yaitu paradigma sakit dan paradigma Terdapat dua paradigma dalam kesehatan yaitu paradigma sakit dan paradigma sehat.Paradigma sakit adalah paradigma yang beranggapan bahwa rumah sakit adalah sehat.Paradigma sakit adalah paradigma yang beranggapan bahwa rumah sakit adalah tempatnya orang sakit. Hanya di saat sakit, seseorang diantar masuk ke rumah sakit. Ini tempatnya orang sakit. Hanya di saat sakit, seseorang diantar masuk ke rumah sakit. Ini adalah paradigma yang salah yang menitikberatkan kepada aspek kuratif dan rehabilitatif. adalah paradigma yang salah yang menitikberatkan kepada aspek kuratif dan rehabilitatif. Sedangkan paradigma sehat Menitikberatkan pada aspek promotif dan preventif, Sedangkan paradigma sehat Menitikberatkan pada aspek promotif dan preventif, berpandangan bahwa tindakan pencegahan itu lebih baik dan lebih murah dibandingkan berpandangan bahwa tindakan pencegahan itu lebih baik dan lebih murah dibandingkan pengobatan.
pengobatan.
Sumber data dan informasi tentang analisis perilaku kesehatan ini ada yang dapat dicari Sumber data dan informasi tentang analisis perilaku kesehatan ini ada yang dapat dicari dai susenas, SKRT, dan lain-lain. Dab ada pula
dai susenas, SKRT, dan lain-lain. Dab ada pula yang dapat dicari secara kualitatif dari sumberyang dapat dicari secara kualitatif dari sumber data yang lansung dimsyarakat seperti tokoh masyarakat, bidan, dukun dan lain-lain. Secara data yang lansung dimsyarakat seperti tokoh masyarakat, bidan, dukun dan lain-lain. Secara teknis tidak semua indikator perilaku kesehatan in dapat didapat.
teknis tidak semua indikator perilaku kesehatan in dapat didapat.
Analisis ini memberikan gambaran tentang pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Analisis ini memberikan gambaran tentang pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat sehubungan dengan kesehatan maupun upaya kesehatan Dapat menggunakan teori sehubungan dengan kesehatan maupun upaya kesehatan Dapat menggunakan teori pengetahuan, sikap praktek, atau health belief model atau teori lainnya .
pengetahuan, sikap praktek, atau health belief model atau teori lainnya .
E.
E. Analisis pelayanan kesehatanAnalisis pelayanan kesehatan
Pelayanan atau upaya kesehatan meliputi upaya promotif, preventif, kuratif maupun Pelayanan atau upaya kesehatan meliputi upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif . Analisis ini menghasilkan data tau informasi tentang input, proses, out put dan rehabilitatif . Analisis ini menghasilkan data tau informasi tentang input, proses, out put dan dampak dari pelayanan kesehatan.
dampak dari pelayanan kesehatan.
Sumber-sumber data yang ada untuk analisis ini adalah sistem pencatatan dan Sumber-sumber data yang ada untuk analisis ini adalah sistem pencatatan dan
Analisis program dan pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan menggunakan Analisis program dan pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem, yaitu dengan memperhatikan komponen input-proses-output. Namun pendekatan sistem, yaitu dengan memperhatikan komponen input-proses-output. Namun karenaaspek proses dalam program dan pelayanan kesehatan sangat banyak dan karenaaspek proses dalam program dan pelayanan kesehatan sangat banyak dan berbeda-beda antar program maka analisis lebih ditekankan
beda antar program maka analisis lebih ditekankan pada komponen input dan output.pada komponen input dan output. 1.
1. Analisis inputAnalisis input
Ada berbagai input upaya kesehatan, seperti tenaga, dana, fasilitas dan sarana, Ada berbagai input upaya kesehatan, seperti tenaga, dana, fasilitas dan sarana, kebijakan, teknologi dan lain-lain. Langkah dalam analisis input adalah merinci secara jelas kebijakan, teknologi dan lain-lain. Langkah dalam analisis input adalah merinci secara jelas input yang ada untuk setiap jenis input baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Misalnya input yang ada untuk setiap jenis input baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Misalnya analisis keadaan fasilitas kesehatan yang ada di DATI II dapat dilakukan dengan membuat analisis keadaan fasilitas kesehatan yang ada di DATI II dapat dilakukan dengan membuat daftar dari semua fasilitas yang ada :
daftar dari semua fasilitas yang ada :
Keadaan fasilitas kesehatan di kabupaten “X” tahun Keadaan fasilitas kesehatan di kabupaten “X” tahun 20122012
No
No Jenis Jenis fasilitas fasilitas JumlahJumlah 1
1 Rumah Rumah sakit sakit umum umum 22 2
2 Rumah Rumah sakit sakit khusus khusus 11 3
3 Rumah Rumah bersalin bersalin 55 4
4 Puskesmas Puskesmas DTP DTP 1111 5
5 Puskesmas Puskesmas non-DTP non-DTP 2727 6
6 Puskesmas Puskesmas pembantu pembantu 5252 7
7 Poliklinik Poliklinik swasta swasta 1212 8
8 Praktek Praktek dokter dokter 7070 9
9 Laboratorium Laboratorium klinik klinik 33 10
10 apotek apotek 55
Keadaan fasilitas RS
Keadaan fasilitas RS di kabupaten “X” tahun 2012di kabupaten “X” tahun 2012
No
3
3 RS “C”RS “C” C C 35 35 PemerintahPemerintah 4
4 RS bersalin “A”RS bersalin “A” - - 10 10 SwastaSwasta 5
5 RS bersalin “B”RS bersalin “B” - - 25 25 SwastaSwasta 6
6 RS bersalin “C”RS bersalin “C” - - 15 15 swastaswasta
Dari tabel
Dari tabel – –tabel di atatabel di atas dapat dias dapat diambil beberapa mbil beberapa indikator indikator berupa rasio berupa rasio antaraantara jumlah
jumlah jumlah jumlah puskesmas puskesmas dengan dengan jumlah jumlah penduduk, penduduk, rasio rasio kapasitas kapasitas tempat tempat tidur tidur dengandengan jumlah
jumlah penduduk penduduk dan dan lain-lain. lain-lain. Gambaran Gambaran ini ini penting penting untuk untuk menganalisis menganalisis kebutuhankebutuhan masyarakat akan akses ke fasilitas kesehatan.
masyarakat akan akses ke fasilitas kesehatan.
Analisis juga perlu dilakukan untuk aspek-aspek lain dari komponen input. Contoh Analisis juga perlu dilakukan untuk aspek-aspek lain dari komponen input. Contoh
berikut adalah analisis sumber daya tenaga kesehatan yang ada dikabupaten “X” tahun berikut adalah analisis sumber daya tenaga kesehatan yang ada dikabupaten “X” tahun
2012. 2012.
Keadaan sumber daya tenaga kesehatan di kabupaten “X” tahun 2012 Keadaan sumber daya tenaga kesehatan di kabupaten “X” tahun 2012
No
No Jenis Jenis tenaga tenaga jumlahjumlah 1
1 Dokter ahli Dokter ahli 1515
2
2 Dokter Dokter umum umum 5252
3
3 Dokter Dokter gigi gigi 1414
4
4 Apoteker Apoteker 99
5
5 Sarjana Sarjana kesehatan kesehatan masyrakat masyrakat 55 6
6 Sarjana Sarjana kesehatan kesehatan lain lain 77 7
7 Paramedis perawatan Paramedis perawatan 897897 8
8 Paramedis Paramedis non non perawatan perawatan 205205 9
9 Paramedis Paramedis pembantu pembantu 299299 10
10 Tenaga Tenaga non non kesehatan kesehatan 321321
Dari hasil rincian dapat dianalisis lebih
Dari hasil rincian dapat dianalisis lebih lanjut tentang kecukupan tenaga kesehatan dilanjut tentang kecukupan tenaga kesehatan di daerah tersebut. Indikatornya dapat berupa rasio tenaga dengan jumlah penduduk yang daerah tersebut. Indikatornya dapat berupa rasio tenaga dengan jumlah penduduk yang
2.
2. Analisis ouput upaya kesehatanAnalisis ouput upaya kesehatan
Dari berbagai pelaksanaan program , dapat dilakukan analisis tentang hasil yang Dari berbagai pelaksanaan program , dapat dilakukan analisis tentang hasil yang dicapai dengan upaya kesehatan tersebut. Dalam analisis perlu dibedakan antara dicapai dengan upaya kesehatan tersebut. Dalam analisis perlu dibedakan antara pencapaian program dengan output program. Pencapaian program lebih bersifat statis , pencapaian program dengan output program. Pencapaian program lebih bersifat statis , yaitu hanya menggambarkan keadaan sampai suatu saat tertentu, misalnya angka yaitu hanya menggambarkan keadaan sampai suatu saat tertentu, misalnya angka pencapaian imunisasi campak yang dinyatakan dalam % ( jumah bayi yang diimunisasi pencapaian imunisasi campak yang dinyatakan dalam % ( jumah bayi yang diimunisasi campak dibagi dengan jumlah target populasi imunisai campak yaitu seluruh
campak dibagi dengan jumlah target populasi imunisai campak yaitu seluruh populasi bayi).populasi bayi). Output program lebih bersifat dinamis, yang menggambarkan berapa banyak outpu Output program lebih bersifat dinamis, yang menggambarkan berapa banyak outpu (hasil) yang diproduksi per satuan waktu, misalnya per bulan. Dengan mengetahui output (hasil) yang diproduksi per satuan waktu, misalnya per bulan. Dengan mengetahui output imunisasi campak per bulan misalnya, maka akan bisa dilihat pola/ trend output selama imunisasi campak per bulan misalnya, maka akan bisa dilihat pola/ trend output selama setahun. Trend ini pada dasarnya menggambarkan kapasitas upaya kesehatan dan akan setahun. Trend ini pada dasarnya menggambarkan kapasitas upaya kesehatan dan akan berguna untuk penetapan sasaran pada masa yang akan
berguna untuk penetapan sasaran pada masa yang akan datang.datang.
3.
3. Analisis peran serta Analisis peran serta masyarakatmasyarakat
Peran serta masyarakat sering kali menjadi faktor penting dalam keberhasilan Peran serta masyarakat sering kali menjadi faktor penting dalam keberhasilan program kesehatan. Kesulitannya adalah bahwa belum adanya ukuran standar peran serta program kesehatan. Kesulitannya adalah bahwa belum adanya ukuran standar peran serta masyarakat dalam program kesehatan, sehingga indikatornya tidak dapat dibandingkan masyarakat dalam program kesehatan, sehingga indikatornya tidak dapat dibandingkan dengan pengukuran pada daerah atau waktu yang lain.
dengan pengukuran pada daerah atau waktu yang lain.
Contoh analisis peran serta masyarakat ini adalah tingkat partisipasi masyarakat Contoh analisis peran serta masyarakat ini adalah tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti posyand, rasio kader kesehatan yang aktif
dalam mengikuti posyand, rasio kader kesehatan yang aktif dan lain-lain.dan lain-lain.
4.
4. Analisis kebijakan pembangunan kesehatanAnalisis kebijakan pembangunan kesehatan
Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. Perlu juga dilakukan analisis terhadap kebijakan pembangunan maupun pemerintah. Perlu juga dilakukan analisis terhadap kebijakan pembangunan kesehatan, yang sesuai dengan tingkat analisisnya masing-masing.
kesehatan, yang sesuai dengan tingkat analisisnya masing-masing.
F.
data adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan yang terkandung di dalam data data adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan yang terkandung di dalam data tersebut, dan menggunakan hasil analisis tersebut untuk memecahkan suatu masalah.
tersebut, dan menggunakan hasil analisis tersebut untuk memecahkan suatu masalah.
Analisis epidemiologi pada dasarnya adalah mengelompokkan kejadian penyakit pada Analisis epidemiologi pada dasarnya adalah mengelompokkan kejadian penyakit pada variabel orang, tempat, dan waktu. Dengan pengelompokan ini dapat siapa atau kelompok variabel orang, tempat, dan waktu. Dengan pengelompokan ini dapat siapa atau kelompok mana yang menderita penyakit tertentu, sehingga identifikasi masalah dan penetapan mana yang menderita penyakit tertentu, sehingga identifikasi masalah dan penetapan tujuan program dapat lebih akurat.
tujuan program dapat lebih akurat. 1.
1. Analisis perbandinganAnalisis perbandingan
Rata-rata antara dua atau lebih kelompok sampel data. asumsi mendasar dalam Rata-rata antara dua atau lebih kelompok sampel data. asumsi mendasar dalam analisis perbandingan adalah bahwa variabel data yang akan dibandingkan harus mengikuti analisis perbandingan adalah bahwa variabel data yang akan dibandingkan harus mengikuti distribusi normal.Asumsi lainnya yang harus dipenuhi dalam analisis perbandingan dengan distribusi normal.Asumsi lainnya yang harus dipenuhi dalam analisis perbandingan dengan ANOVA (
ANOVA ( Analysis of Variance Analysis of Variance) adalah homogenitas varians. Ini dilakukan melalui uji) adalah homogenitas varians. Ini dilakukan melalui uji Levene'sLevene's homogenity-of-variance test
homogenity-of-variance test .. 2.
2. Analisis kecenderunganAnalisis kecenderungan
Analisis kecenderungan sangat berguna dilakukan untuk melihat kecenderungan Analisis kecenderungan sangat berguna dilakukan untuk melihat kecenderungan kejadian penyakit disuatu daerah . bila pada suatu daerah yang diketahui endemis tb,paru kejadian penyakit disuatu daerah . bila pada suatu daerah yang diketahui endemis tb,paru diketemukan bahwa prevalens penderita semakin meningkat pada tahun-tahun terakhir, diketemukan bahwa prevalens penderita semakin meningkat pada tahun-tahun terakhir, maka patut dicurigai terjadi peningkatan tingkat resistansi basil tuberculosis terhadap maka patut dicurigai terjadi peningkatan tingkat resistansi basil tuberculosis terhadap antibiotika.
antibiotika.
Analisis kecenderungan juga berguna dalam melihat apakah kejadian penyakit Analisis kecenderungan juga berguna dalam melihat apakah kejadian penyakit tertentu mempunyai kecenderungan siklus atau tidak. Dapat pula diperkirakan hubungan tertentu mempunyai kecenderungan siklus atau tidak. Dapat pula diperkirakan hubungan kejadian penyakit dengan terjadinya kasus kasus tertentu, misalnya dengan adanya kasus kejadian penyakit dengan terjadinya kasus kasus tertentu, misalnya dengan adanya kasus kerusuhan belakangan ini diberbagai daerah yang mengakibatkan tururnnya aktivitas kerusuhan belakangan ini diberbagai daerah yang mengakibatkan tururnnya aktivitas imunisasi . dapat diperkirakan terjadi peningkatan penyakit yang terkait pada masa yang imunisasi . dapat diperkirakan terjadi peningkatan penyakit yang terkait pada masa yang akan datang.
akan datang.
Untuk penyampaian data dan informasi dapat berupa : Untuk penyampaian data dan informasi dapat berupa :
a.
a. Naratif Naratif
Informasi yang terkumpul dapat disajikan secara naratif. Informasi yang ada Informasi yang terkumpul dapat disajikan secara naratif. Informasi yang ada dituliskan secara rinci dan jelas. Metode ini tepat untuk menyajikan informasi yang bersifat dituliskan secara rinci dan jelas. Metode ini tepat untuk menyajikan informasi yang bersifat
Tabel adalah penyajian data dalam bentuk kumpulan angka yang disusun menurut Tabel adalah penyajian data dalam bentuk kumpulan angka yang disusun menurut kategori-kategori tertentu, dalam suatu daftar. Dalam tabel, disusun dengan cara alfabetis, kategori-kategori tertentu, dalam suatu daftar. Dalam tabel, disusun dengan cara alfabetis, geografis, menurut besarnya angka, historis, atau menurut kelas-kelas yang
geografis, menurut besarnya angka, historis, atau menurut kelas-kelas yang lazim.lazim. c.
c. GrafikGrafik
Grafik dapat didefinisikan sebagai penyajian data berangka, suatu
Grafik dapat didefinisikan sebagai penyajian data berangka, suatu tabel gambar yangtabel gambar yang dapat mempunyai nilai informasi yang sangat berfaedah, namun dari grafik yang dapat mempunyai nilai informasi yang sangat berfaedah, namun dari grafik yang menggambarkan intisari informasi sekilas akan lebih efektif, grafik merupakan keterpaduan menggambarkan intisari informasi sekilas akan lebih efektif, grafik merupakan keterpaduan yang lebih menarik dari sejumlah tabulasi data yang tersusun dengan baik, tujuan membuat yang lebih menarik dari sejumlah tabulasi data yang tersusun dengan baik, tujuan membuat grafik adalah untuk memperhatikan perbandingan, informasi kwalitatif dengan cepat serta grafik adalah untuk memperhatikan perbandingan, informasi kwalitatif dengan cepat serta sederhana. Ada beberapa macam grafik, dan yang paling umum di gunakan adalah sederhana. Ada beberapa macam grafik, dan yang paling umum di gunakan adalah grafik-grafik garis, batang, lingkaran atau piring dan grafik-grafik bergambar. Efektivitas penggunaan grafik garis, batang, lingkaran atau piring dan grafik bergambar. Efektivitas penggunaan grafik diantaranya: cara penyajian, karakteristik warga belajar, tujuan pendidikan, dan teknik grafik diantaranya: cara penyajian, karakteristik warga belajar, tujuan pendidikan, dan teknik
BAB III BAB III
Derajat kesehatan bukan ditentukan oleh satu faktor saja, sehingga dalam menganalisis Derajat kesehatan bukan ditentukan oleh satu faktor saja, sehingga dalam menganalisis suatu mas
suatu masalah kesalah kesehatan ehatan sebagai proses dalasebagai proses dalam analisis m analisis situasi situasi mengharuskan mengharuskan kitakita menganalisis masalah kesehatan secara multifaktoral pula.
menganalisis masalah kesehatan secara multifaktoral pula. Dalam analisis situasi kesehatan selayaknya meliputi 5
Dalam analisis situasi kesehatan selayaknya meliputi 5 aspek yaitu :aspek yaitu : a.
a. analisis derajat ( masalah kesehatan )analisis derajat ( masalah kesehatan ) b.
b. analisis perilaku kesehatananalisis perilaku kesehatan c.
c. analisis lingkungan kesehatananalisis lingkungan kesehatan d.
d. analisis faktor kependudukan termasuk faktor keturunananalisis faktor kependudukan termasuk faktor keturunan e.