• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Kalkulus Aplikasi Turunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Kalkulus Aplikasi Turunan"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR  KATA PENGANTAR 

Seg

Segala ala pujpuji i bagbagi i AllAllah ah SWT SWT yanyang g teltelah ah menmenoloolong ng hahambamba-Ny-Nya a menmenyelyelesaesaikaikann makalah ini

makalah ini dengan penuh kedengan penuh kemudahan. Tanpmudahan. Tanpa pertolongan Allah SWT munga pertolongan Allah SWT mungkin penyusunkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik.

tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Mak

Makalaalah h ini diini disussusun agaun agar pembr pembacaca dapa dapat menat mengetgetahuahui prosei proses pems pemececahaahan dann dan  pengayaka

 pengayakan n yang kami yang kami sajikan berdasarkan sajikan berdasarkan pengamatan dari pengamatan dari berbagai sumber. berbagai sumber. Makalah Makalah iniini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akh

dari Tuhan akhirnya Makalah irnya Makalah ini dapat terselesaini dapat terselesaikan.ikan. Makalah

Makalah ini memuini memuat tentang at tentang “ Pengg“ Penggunaan unaan Aplikasi TuAplikasi Turunan ” runan ” dan sedan sengaja dngaja dipilihipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua  pihak

 pihak yang yang peduli peduli terhadap terhadap dunia dunia Kesehatan Kesehatan Penyusun Penyusun juga juga mengucapkamengucapkan n terima terima kasihkasih ke

kepapada da gugururu/d/dososen en pepembmbimimbibing ng yayang ng tetelalah h babanynyak ak memembmbanantu tu pepenynyususun un agagar ar dadapapatt menyelesaikan Makalah ini.

menyelesaikan Makalah ini. Semoga Makala

Semoga Makalah h ini dapat memberikaini dapat memberikan wawasan yang lebn wawasan yang lebih luas kepada pemih luas kepada pembaca.baca. Wala

Walaupun Makalaupun Makalah h ini memiliki kelebiini memiliki kelebihan dan han dan kekukekurangrangan. Penyusan. Penyusun mohon untuk saranun mohon untuk saran dan kritiknya. dan kritiknya. Wassalam Wassalam Penulis Penulis

(2)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang Kalkulus (

Kalkulus (Bahasa LatinBahasa Latin:: calculuscalculus, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah

ca

cabanbang g ilmilmuu matematikamatematika yang yang mencmencakupakup limitlimit,, turunanturunan,, integralintegral, , ddaann derederet t taktetakterhingrhinggaga.. Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana

Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometrigeometri adalah ilmu mengenaiadalah ilmu mengenai  bentuk

 bentuk dandan aljabar aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan sertaadalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta apl

aplikaikasinsinya. ya. KalKalkulkulus us memmemiliiliki ki aplaplikaikasi si yanyang g lualuas s dadalam lam bidbidangang-bid-bidangangsains,sains, ekonomi,ekonomi, dan

dan teknikteknik; ; sesertrta a dadapapat t memememecacahkhkan an beberbrbagagai ai mamasasalalah h yayang ng titidadak k dadapapat t didipepecacahkhkanan dengan

dengan aljabar elementer aljabar elementer ..

Kalkulus memiliki dua cabang utama,

Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensialkalkulus diferensial dandan kalkulus integralkalkulus integral yangyang saling berhubungan melalui

saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulusteorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang m

meennuujju u ppeellaajjaarraan n mmaatteemmaattiikka a llaaiinnnnyya a yyaanng g lleebbiih h ttiinnggggii, , yyaanng g kkhhuussuuss mempelajari

mempelajari fungsifungsi dandan limitlimit, yang secara umum dinamakan, yang secara umum dinamakan analisis matematikaanalisis matematika..

Turunan merupakan salah satu bagian dari kalkulus yang mempunyai peranan yang Turunan merupakan salah satu bagian dari kalkulus yang mempunyai peranan yang sangat be

sangat besar sar baik dalam baik dalam bidang–bidanbidang–bidang lain mag lain maupun dalaupun dalam matematika m matematika itu sendiri. itu sendiri. DenganDengan mempelajari turunan, maka dapat

mempelajari turunan, maka dapat mempermudah kita dalam mempermudah kita dalam menyelesaikmenyelesaikan masalah–masalahan masalah–masalah yang berkaitan dengan fungsi, integral dan bidang kalkulus lainnya. Turunan juga dapat yang berkaitan dengan fungsi, integral dan bidang kalkulus lainnya. Turunan juga dapat di

digugunanakakan n ununtutuk k dadapapat t memengnggagambmbararkakan n grgrafafik ik susuatatu u fufungngsi si alaljajababar r yayaititu u dedengnganan menggunakan penerapannya. Untuk menentukan turunan suatu fungsi biasanya digunakan menggunakan penerapannya. Untuk menentukan turunan suatu fungsi biasanya digunakan konsep limit.

(3)

BAB 2 BAB 2 PEMBAHASAN PEMBAHASAN APLIKASI TURUNAN APLIKASI TURUNAN

I.1 Maksimum dan Minimum I.1 Maksimum dan Minimum Definisi:

Definisi:

 Andaikan S, daerah a

 Andaikan S, daerah asal dari f, mengandung sal dari f, mengandung titik c. Kita katakan bahwa:titik c. Kita katakan bahwa:

•  f(c) adalah nilai maksimum f pada  f(c) adalah nilai maksimum f pada S jika f(c) ≥ f(x) untuk semua x di S;S jika f(c) ≥ f(x) untuk semua x di S; •

•  f(c) adalah nilai minimum f pad f(c) adalah nilai minimum f pada S jika f(c) ≤ f(x) untuk semua x di S;a S jika f(c) ≤ f(x) untuk semua x di S; •

•  f(c) adalah nilai ekstrim f pada S jika ia ad f(c) adalah nilai ekstrim f pada S jika ia adalah nilai maksimum atau minalah nilai maksimum atau minimum.imum. •

•  Fungsi yang ingin kita maksimumka Fungsi yang ingin kita maksimumkan atau minimumkan adn atau minimumkan adalah fungsi objektif.alah fungsi objektif.

Teorema A Teorema A Teo

Teoremrema a kekeberberadaadaan an makmaksimsimum-um-minminimuimum m jikjika a f f padpada a selselang ang tuttutup up [a[a,b],b], , makmaka a f f  mencapai nilai maksimum dan minimum disana.

mencapai nilai maksimum dan minimum disana. Dimana terjadinya nilai ekstrim?

Dimana terjadinya nilai ekstrim?

 Nilai-nilai

 Nilai-nilai ekstrim ekstrim dari dari fungsi fungsi yang yang didedinisikan didedinisikan pada pada selang selang tertutup tertutup seringkaliseringkali terjadi pada titik-titik ujung.

terjadi pada titik-titik ujung.

Jika c sebuah titik tempat f’(c) = 0 kita sebut c titik stasioner. Pada titik stasioner  Jika c sebuah titik tempat f’(c) = 0 kita sebut c titik stasioner. Pada titik stasioner  grafik f mendatar, karena garis

grafik f mendatar, karena garis singgung mendatar.singgung mendatar.

Jika c adalah titik didalam I tempat f aksen tidak ada, kita sebut c titik singular yang Jika c adalah titik didalam I tempat f aksen tidak ada, kita sebut c titik singular yang  berupa titik

 berupa titik tempat tempat grafik grafik f f berpojok tajam, berpojok tajam, garis garis singgung tegak, singgung tegak, atau atau berupa loncatan berupa loncatan atauatau didekatnya grafik bergoyang sanagt buruk. Sembarang titik dalam daerah asal fungsi f yang didekatnya grafik bergoyang sanagt buruk. Sembarang titik dalam daerah asal fungsi f yang termasuk salah satu dari tipe ini disebut titik kritis

termasuk salah satu dari tipe ini disebut titik kritis f.f. Teorema B

Teorema B

Teorema titik kritis: Teorema titik kritis:

Andaikan f terdefinisikan pada selang I yang memuat titik c. Jika (c) adalah nilai ekstrim, Andaikan f terdefinisikan pada selang I yang memuat titik c. Jika (c) adalah nilai ekstrim, maka c haruslah berupa suatu titik kritis; yakni c berupa salah satu:

maka c haruslah berupa suatu titik kritis; yakni c berupa salah satu:

• Titik ujung dari I;Titik ujung dari I; •

• Titik stasioner dari f(f’(c)=0); atauTitik stasioner dari f(f’(c)=0); atau •

• Titik singular dari f(f’(c) tidak Titik singular dari f(f’(c) tidak ada)ada)

Bukti: Bukti:

(4)

f (c) berupa nilai maksimum f pada

f (c) berupa nilai maksimum f pada I  I dan andaikan c bukan titik ujung ataupun titikdan andaikan c bukan titik ujung ataupun titik

singular. Karena f(c) adalah nilai maksimum, maka f(x) ≥ f(c) untuk semua x dalam I yaitu singular. Karena f(c) adalah nilai maksimum, maka f(x) ≥ f(c) untuk semua x dalam I yaitu f(x) – f(c) ≤ 0

f(x) – f(c) ≤ 0 Jadi jika x < c,

Jadi jika x < c, sehingga x-c < 0 sehingga x-c < 0 maka maka (1) f(x) – f(c) ≥ 0 x – c se(1) f(x) – f(c) ≥ 0 x – c sedangkan jika x dangkan jika x > c, maka:> c, maka: (2) f(x) – f(c) ≤ 0 x – c Tetapi f’(c) ada, karena c bukan titik singular. Akibatnya bila kita (2) f(x) – f(c) ≤ 0 x – c Tetapi f’(c) ada, karena c bukan titik singular. Akibatnya bila kita  biarkan

 biarkan x x c¯ c¯ dalam dalam (1) (1) dan dan x x cc++dalam (2), kita memperoleh masing-masing f’(c) ≥ 0 dandalam (2), kita memperoleh masing-masing f’(c) ≥ 0 dan

f’(c) ≤ 0. kita

f’(c) ≤ 0. kita simpulkansimpulkan  bahwa f’(c) = 0.

 bahwa f’(c) = 0.

4.2 Kemonotonan dan

4.2 Kemonotonan dan kecekungankecekungan  Definisi:

 Definisi:

 Andaikan f terdefinisi

 Andaikan f terdefinisi pada selang I (pada selang I (terbuka, tertutup, atau terbuka, tertutup, atau tak satupun). Dapat katakantak satupun). Dapat katakan bahwa:

bahwa:

•  f naik pada I jika, untuk setiap pa f naik pada I jika, untuk setiap pasang bilangan xsang bilangan x11dan xdan x22 dalam I,dalam I, •

•  x x11< x< x22f(xf(x11 ) < f(x ) < f(x22 ) ) •

•  f turun pada I jika, untuk setiap pa f turun pada I jika, untuk setiap pasang bilangan x1 dan sang bilangan x1 dan x2 dalam I,x2 dalam I, •

•  x x11< x< x22f(xf(x11 ) > f(x ) > f(x22 ) ) •

•  f monoton murni pada I jika f naik pada I atau tu f monoton murni pada I jika f naik pada I atau turun pada I.run pada I.

Turunan pertama dan kemonotonan Turunan pertama dan kemonotonan

Turunan pertama f’(x) memberi kita kemiringan dari garis singgung pada grafik f  Turunan pertama f’(x) memberi kita kemiringan dari garis singgung pada grafik f  dititik x. Kemudian jika f’(x) > 0 maka garis singgung naik kekanan. Dan jika f’(x) < 0 maka dititik x. Kemudian jika f’(x) > 0 maka garis singgung naik kekanan. Dan jika f’(x) < 0 maka garis singgung turun

garis singgung turun kekanan.kekanan. Teorema A

Teorema A

Teorema kemonotonan: Teorema kemonotonan:

Andaikan f kontinue pada selang I dan terdefinisikan pada setiap titik-dalam dari I. Andaikan f kontinue pada selang I dan terdefinisikan pada setiap titik-dalam dari I.

• Jika f’(x) > 0 Jika f’(x) > 0 semua x titik-dalam I, maka f naik pada I.semua x titik-dalam I, maka f naik pada I. •

• Jika f’(x) < 0 Jika f’(x) < 0 semua x titik-dalam I, maka f turun pada Isemua x titik-dalam I, maka f turun pada I

Turunan kedua dan kecekungan Turunan kedua dan kecekungan

Suatu fungsi mungkin naik dan tetap mempunyai grafik yang bergoyang. Jika garis Suatu fungsi mungkin naik dan tetap mempunyai grafik yang bergoyang. Jika garis singgung berbelok secara tetap dalam arah yang berlawanan arah outaran jarum jam, kita singgung berbelok secara tetap dalam arah yang berlawanan arah outaran jarum jam, kita katakan bahwa grafik cekung ke atas, dan

katakan bahwa grafik cekung ke atas, dan jika garis singguang berbelok searah putaran jarumjika garis singguang berbelok searah putaran jarum  jam, maka grafik ce

 jam, maka grafik cekung ke arah bkung ke arah bawah.awah.

Definisi kecekungan Definisi kecekungan

(5)

Andaikan f terdiferensialkan pada selang terbuka I, kita mengatakan bahwa f (dan grafiknya) Andaikan f terdiferensialkan pada selang terbuka I, kita mengatakan bahwa f (dan grafiknya) cekung ke atas pada I jika f’

cekung ke atas pada I jika f’ naik pada I, dan kita mengatakan bahwa f cekung ke bawah padanaik pada I, dan kita mengatakan bahwa f cekung ke bawah pada I jika f’ turun pada I.

I jika f’ turun pada I. Teorema A

Teorema A Teorema

Teorema kecekungakecekungan:n:

Andaikan f terdeferensiasikan dua kali pada selang buka I. Andaikan f terdeferensiasikan dua kali pada selang buka I.

• Jika f”(x) > 0 untuk semua x dalam I, Jika f”(x) > 0 untuk semua x dalam I, maka f cekung ke atas pada I.maka f cekung ke atas pada I. •

• Jika f”(x) < 0 untuk semua x dalam I, Jika f”(x) < 0 untuk semua x dalam I, maka f cekung ke bawah pada I.maka f cekung ke bawah pada I.

Titik balik  Titik balik 

Andaikan f kontinue di c, kita sebut (c.

Andaikan f kontinue di c, kita sebut (c. f(c) f(c)) suatu titik balik dari grafik f jika f cekung keatas) suatu titik balik dari grafik f jika f cekung keatas

 pada satu sisi d

 pada satu sisi dan cekung ke an cekung ke bawah pada bawah pada sisi lainnya dari csisi lainnya dari c..

4.3 Maksimum dan Minimum Lokal 4.3 Maksimum dan Minimum Lokal  Definisi 

 Definisi 

 Andaikan S daerah a

 Andaikan S daerah asal dari f, mengandung titik c, dapsal dari f, mengandung titik c, dapat dikatakan bahwa:at dikatakan bahwa:

•  f(c) adalah suatu nilai maksimum lokal dari f jika terdapat sebuah interval (a,b) yang  f(c) adalah suatu nilai maksimum lokal dari f jika terdapat sebuah interval (a,b) yang 

berisi c s

berisi c sehingga f(c) adalah nilai maksimum dari f ehingga f(c) adalah nilai maksimum dari f pada (a,b) simbol gabungan S;pada (a,b) simbol gabungan S;

•  f(c)  f(c) adalah suatu adalah suatu nilai minimum nilai minimum lokal dari lokal dari f jika f jika terdapat sebuah terdapat sebuah interval interval (a,b) yang (a,b) yang 

berisi c s

berisi c sehingga f(c) adalah nilai minimum dari f ehingga f(c) adalah nilai minimum dari f pada (a,b) simbol gabungan S;pada (a,b) simbol gabungan S;

•  f(c)  f(c) adalah adalah suatu suatu nilai nilai ekstrim ekstrim lokal lokal dari dari f f jika jika kedua-duanya kedua-duanya adalah adalah sebuah sebuah nilainilai

maksimum lokal atau sebuah nilai minimum lokal. maksimum lokal atau sebuah nilai minimum lokal. Teorema A

Teorema A

Uji turunan pertama: Uji turunan pertama:

Andaikan f kontinu pada selang buka (a,b) yang memuat titik kritis c. Andaikan f kontinu pada selang buka (a,b) yang memuat titik kritis c.

• Jika f’(x) > 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b),Jika f’(x) > 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b), maka f(c) adalah nilai

maka f(c) adalah nilai maksimum lokal.maksimum lokal. •

• Jika f’(x) < 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) > 0 untuk semua x dalam (c,b),Jika f’(x) < 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) > 0 untuk semua x dalam (c,b), maka f(c) adalah nilai minimum lokal.

maka f(c) adalah nilai minimum lokal. •

• Jika f(x) bertanda sama pada kedua pihak c, maka f(c) bukan nilai ekstrim lokal f.Jika f(x) bertanda sama pada kedua pihak c, maka f(c) bukan nilai ekstrim lokal f.

Bukti (i) Bukti (i)

Karena f’(x) > 0

Karena f’(x) > 0 untuk semua x dalam (a,c), maka menurut teorema kemonotonan f untuk semua x dalam (a,c), maka menurut teorema kemonotonan f naik padanaik pada (a,c].

(6)

Karena f’(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b), maka f turun pada [c,b). Jadi f’(x) < f’(c) untuk Karena f’(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b), maka f turun pada [c,b). Jadi f’(x) < f’(c) untuk semua x dalam (a,b), kecuali tentu saja di x = c. Kita menyimpulkan bahwa f(c) adalah semua x dalam (a,b), kecuali tentu saja di x = c. Kita menyimpulkan bahwa f(c) adalah maksimum lokal. Demikian juga untuk bukti (ii) dan (iii).

maksimum lokal. Demikian juga untuk bukti (ii) dan (iii).

Teorema B Teorema B

Uji Turunan kedua: Uji Turunan kedua:

Andaikan f’ dan f” ada pada setiap titik selang terbuka (a,b) yang memuat c, dan andaikan Andaikan f’ dan f” ada pada setiap titik selang terbuka (a,b) yang memuat c, dan andaikan f’(c) = 0.

f’(c) = 0. •

• Jika f”(c) < 0, f(c) Jika f”(c) < 0, f(c) adalah nilai maksimum lokal f.adalah nilai maksimum lokal f. •

• Jika f”(c) > 0, f(c) Jika f”(c) > 0, f(c) adalah nilai minimum lokal f.adalah nilai minimum lokal f.

1.

1. Kemonotonan dan KecekunganKemonotonan dan Kecekungan Definisi :

Definisi :

Andaikan

Andaikan f  f terdefinisi pada selangterdefinisi pada selang I  I (terbuka, tertutup atau tak satupun). Kita (terbuka, tertutup atau tak satupun). Kita katakan bahwa :katakan bahwa :

i.i.  f  f adalah naik padaadalah naik pada I  I jika untuk setiap pasang bilangan xjika untuk setiap pasang bilangan x11 dan xdan x22 dalamdalam I  I , , xx11 < < xx22 →→

f(x

f(x11) < f(x) < f(x22))

ii.

ii.  f  f adalah turun padaadalah turun pada I  I jika untuk setiap pasang bilangan xjika untuk setiap pasang bilangan x11dan xdan x22 dalamdalam I  I , , xx11 > > xx22 →→

f(x

f(x11) > f(x) > f(x22))

iii.

iii.  f  f monoton murni padamonoton murni pada I  I jika ia naik padajika ia naik pada I  I atau turun padaatau turun pada I  I  Teorema A

Teorema A

(Teorema Kemonotonan)

(Teorema Kemonotonan). Andaikan. Andaikan  f  f kontinu pada selangkontinu pada selang  I  I dan dapat dideferensialkandan dapat dideferensialkan

 pada setiap titik da

 pada setiap titik dalam darilam dari I  I 

ii.. JJiikkaa f’  f’ (x) > 0 untuk semua titik (x) > 0 untuk semua titik dalam x daridalam x dari I, I,makamaka f  f naik padanaik pada I  I 

iiii.. JJiikkaa f’  f’ (x) < 0 untuk semua titik (x) < 0 untuk semua titik dalam x daridalam x dari I, I,makamaka f  f turun padaturun pada I  I  Turunan Pertama dan Kemonotonan

Turunan Pertama dan Kemonotonan

Ingat kembali bahwa turunan pertama

Ingat kembali bahwa turunan pertama  f’  f’ (x) memberi kita kemiringan dari garis(x) memberi kita kemiringan dari garis

singgung

singgung f  f dititik x, kemudian jikadititik x, kemudian jika f’  f’ (x) > 0, garis (x) > 0, garis singgung naik ke kanan, serupa, jikasinggung naik ke kanan, serupa, jika f’  f’ (x) <(x) <

0, garis singgung jatuh ke

(7)

Turunan Kedua dan Kecekungan Turunan Kedua dan Kecekungan

Sebuah fungsi mungkin naik dan tetap mempunyai grafik yang sangat bergoyang (Gambar  Sebuah fungsi mungkin naik dan tetap mempunyai grafik yang sangat bergoyang (Gambar  B), maka kita perlu mempelajari bagaimana garis singgung berliku saat kita bergerak B), maka kita perlu mempelajari bagaimana garis singgung berliku saat kita bergerak sepanjang grafik dari kiri ke kanan. Jika secara tetap berlawanan arah putaran jarum jam, kita sepanjang grafik dari kiri ke kanan. Jika secara tetap berlawanan arah putaran jarum jam, kita katakan bahwa grafik cekung ke atas, jika garis singgung berliku searah jarum jam, grafik katakan bahwa grafik cekung ke atas, jika garis singgung berliku searah jarum jam, grafik cekung ke bawah pada

cekung ke bawah pada I. I. Teorema B

Teorema B

(Teorema kecekungan).

(Teorema kecekungan). AndaikanAndaikan f  f terdeferensial dua kali pada selang terbuka (a,b).terdeferensial dua kali pada selang terbuka (a,b).

ii.. JJiikkaa f’’  f’’ (x) > 0 (x) > 0 ntuk semua x dalam (a,b) makantuk semua x dalam (a,b) maka f  f cekung ke atas pada (a,b)cekung ke atas pada (a,b)

iiii.. JJiikkaa f’’  f’’ (x) < 0 (x) < 0 ntuk semua x dalam (a,b) makantuk semua x dalam (a,b) maka f  f cekung ke bawah pada (a,b)cekung ke bawah pada (a,b) Titik Balik 

Titik Balik 

Andaikan

Andaikan f  f kontinu di c, kita sebut (c,kontinu di c, kita sebut (c, f  f (c)) suatu titik balik dari grafik(c)) suatu titik balik dari grafik f  f jikajika f  f cekungcekung

ke atas pada satu sisi dan cekung ke bawah pada sisi lainnya dari c. grafik dalam Gambar C ke atas pada satu sisi dan cekung ke bawah pada sisi lainnya dari c. grafik dalam Gambar C menunjukkan sejumlah

menunjukkan sejumlah kemungkinan.kemungkinan. Gambar 

Gambar 

soal : soal :

Jika f(x) = x

Jika f(x) = x33+ 6x+ 6x22+ 9x + 3 + 9x + 3 cari dimana f naik dan dimana turun?cari dimana f naik dan dimana turun?

Penyelesaian: Penyelesaian: Mencari turunan f  Mencari turunan f  f’(x) = 3x f’(x) = 3x22+ 12x + 9= 3 (x+ 12x + 9= 3 (x22+ 4x + 3)= 3 (x+3)(X+1)+ 4x + 3)= 3 (x+3)(X+1)

(8)

Kita perlu menentukan (

Kita perlu menentukan ( x x +3) (+3) ( x x +1) > 0 dan (+1) > 0 dan ( x x +3) (+3) ( x x + 1) < 0 terdapat titik pemisah+ 1) < 0 terdapat titik pemisah

-3 dan -1, membagi sumbu

-3 dan -1, membagi sumbu x x atas tiga selang ( -∞, -3), (-3, -1) dan (-1, ∞). Dengan memakaiatas tiga selang ( -∞, -3), (-3, -1) dan (-1, ∞). Dengan memakai

titik uji -4, -2, 0 didapat

titik uji -4, -2, 0 didapat f  f `(`( x x) > ) > 0 pada pertama dan akhir selan0 pada pertama dan akhir selang dang dan f  f `(`( x x) < 0 pada selang) < 0 pada selang

tengah. tengah.

Jadi, f naik pada (-∞, -3] dan [

Jadi, f naik pada (-∞, -3] dan [-1, ∞) dan turun pada [-3, -1]-1, ∞) dan turun pada [-3, -1] Grafik

Grafik f  f (-3) = 3(-3) = 3  f  f (-1) = -1(-1) = -1  f  f (0) = 3(0) = 3

2.

2. Maksimum dan Minimum LokalMaksimum dan Minimum Lokal Definisi :

Definisi :

Andaikan S, daerah asal

Andaikan S, daerah asal f  f , memuat titik c. kita katakan bahwa :, memuat titik c. kita katakan bahwa :

i.i.  f(  f( c) nilai maksimum lokalc) nilai maksimum lokal  f  f jika terdapat selang (a,b) yang memuat c sedemikianjika terdapat selang (a,b) yang memuat c sedemikian

sehingga

sehingga f  f (c) adalah nilai (c) adalah nilai maksimummaksimum f  f pada (a,b) ∩ Spada (a,b) ∩ S

ii.

ii.  f  f (c) nilai minimum lokal(c) nilai minimum lokal  f  f jika terdapat selang (a,b) yang memuat c sedemikianjika terdapat selang (a,b) yang memuat c sedemikian

sehingga

sehingga f  f (c) adalah nilai minimum(c) adalah nilai minimum f  f pada (a,b) ∩ Spada (a,b) ∩ S

iii.

iii.  f  f (c) nilai ekstrim lokal(c) nilai ekstrim lokal f  f  jika ia berupa nilai maksimum lokal ata jika ia berupa nilai maksimum lokal atau minimum lokalu minimum lokal

Teorema titik kritis pada dasarnya berlaku sebagaimana dinyatakan dengan nilai ekstrim Teorema titik kritis pada dasarnya berlaku sebagaimana dinyatakan dengan nilai ekstrim diganti oleh nilai ekstrim lokal, bukti pada dasarnya sama. Jika turunan adalah positif pada diganti oleh nilai ekstrim lokal, bukti pada dasarnya sama. Jika turunan adalah positif pada salah satu pihak dari titik kritis dan negative pada pihak lainnya, maka kita mempunyai salah satu pihak dari titik kritis dan negative pada pihak lainnya, maka kita mempunyai ekstrim lokal.

ekstrim lokal.

GAMBAR MAKS.LOKAL DAN MINIM LOKAL GAMBAR MAKS.LOKAL DAN MINIM LOKAL

Teorema A Teorema A

(Uji Turunan Pertama untuk Ekstrim Lokal)

(Uji Turunan Pertama untuk Ekstrim Lokal). Andaikan. Andaikan f  f kontinu pada selang terbukakontinu pada selang terbuka

(a,b) yang memuat titik kritis c. (a,b) yang memuat titik kritis c.

ii.. JJiikkaa f’  f’ (x) > 0 untuk semua x dalam (a,c) dan(x) > 0 untuk semua x dalam (a,c) dan  f’  f’ (x) < 0 untuk semua x dalam (c,b),(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b),

maka

maka f  f (c) adalah nilai maksimum lokal(c) adalah nilai maksimum lokal f  f 

iiii.. JJiikkaa f’  f’ (x) < 0 untuk semua x dalam (a,c) dan(x) < 0 untuk semua x dalam (a,c) dan  f’  f’ (x) < 0 untuk semua x dalam (c,b),(x) < 0 untuk semua x dalam (c,b),

maka

maka f  f (c) adalah nilai minimum lokal(c) adalah nilai minimum lokal f  f 

iiiiii.. JJiikkaa f’  f’ (x) bertanda sama pada kedua pihak c, (x) bertanda sama pada kedua pihak c, makamaka f  f (c) bukan nilai ekstrim lokal(c) bukan nilai ekstrim lokal f  f .. Teorema B

(9)

(Uji Turunan Kedua untuk Ekstrim Lokal).

(Uji Turunan Kedua untuk Ekstrim Lokal). AndaikanAndaikan f  f ’ dan’ dan f’’  f’’ ada pada setiap titik dalamada pada setiap titik dalam

selang terbuka (a,b) yang memuat c,

selang terbuka (a,b) yang memuat c, dan andaikandan andaikan f’  f’ (c) = 0(c) = 0 i.

i. JikaJika f’’  f’’ (c) < 0,(c) < 0, f  f (c) adalah nilai maksimum lokal(c) adalah nilai maksimum lokal f  f 

ii. Jika

ii. Jika f’’  f’’ (c) > 0,(c) > 0, f  f (c) adalah nilai minimum lokal(c) adalah nilai minimum lokal f  f 

Ditunjukkan oleh grafik di bawah ini. Ditunjukkan oleh grafik di bawah ini.

soal :Cari (jika mungkin) nilai maksimum dan minimum dari

soal :Cari (jika mungkin) nilai maksimum dan minimum dari f  f (( x x) =) = x x33 – 3 – 3 x x22+4+4 pada ( -∞, ∞).pada ( -∞, ∞).

Penyelesaia Penyelesaian n ::  f   f `(`( x x) = 3) = 3 x x22– 6x = x(3– 6x = x(3 x x– 6)– 6) x=0 dan x= 2 x=0 dan x= 2  f   f (2) =(2) =00  f   f ((00) =) =44

fungsi memiliki nilai maksimum 4 fungsi memiliki nilai maksimum 4 (pada 0) dan nilai minimum 0 (pada 2) (pada 0) dan nilai minimum 0 (pada 2)

5

5.. PPeenneerraappaan n EEkkoonnoommiik  k  

Dalam mempelajari banyak masalah ekonomi sebenarnya kita menggunakan konsep Dalam mempelajari banyak masalah ekonomi sebenarnya kita menggunakan konsep kalkulus. Misalkan dalam suatu perusahaan, PT ABC. Jika ABC menjual x satuan barang kalkulus. Misalkan dalam suatu perusahaan, PT ABC. Jika ABC menjual x satuan barang tahun ini, ABC akan mampu membebankan harga, p(x) untuk setiap satuan. Kita tunjukkan tahun ini, ABC akan mampu membebankan harga, p(x) untuk setiap satuan. Kita tunjukkan  bahwa p

 bahwa p tergantung pada tergantung pada x. pendapatan total x. pendapatan total yang diharapkan ABC yang diharapkan ABC diberikan oleh diberikan oleh R(x) = R(x) = xx  p(x), banyak sa

 p(x), banyak satuan kali harga tiap stuan kali harga tiap satuan.atuan.

Untuk memproduksikan dan memasarkan x satuan, ABC akan mempunyai biaya total Untuk memproduksikan dan memasarkan x satuan, ABC akan mempunyai biaya total C(x). Ini biasanya jumlah dari biaya tetap ditambah biaya variable. Konsep dasar untuk C(x). Ini biasanya jumlah dari biaya tetap ditambah biaya variable. Konsep dasar untuk sebuah perusahaa

sebuah perusahaan adalah total laba n adalah total laba P(x), yakni slisih antara P(x), yakni slisih antara pendapatan dan biaya.pendapatan dan biaya.

P(x) = R(x) – C(x) = x p(x) – C(x) P(x) = R(x) – C(x) = x p(x) – C(x)

Umumnya, sebuah perusahaan berusaha memaksimumkan total

Umumnya, sebuah perusahaan berusaha memaksimumkan total labanya.labanya.

Pada dasarnya suatu produksi akan berupa satuan-satuan diskrit. Jadi R(x), C(x) dan P(x) Pada dasarnya suatu produksi akan berupa satuan-satuan diskrit. Jadi R(x), C(x) dan P(x)  pada

 pada umumnya umumnya didefinisikan didefinisikan hanya hanya untuk untuk x= x= 0,1,2,3,…..dan 0,1,2,3,…..dan sebagai sebagai akibatnya, akibatnya, grafiknyagrafiknya aka

akan n terterdirdiri i dardari i tittitik-ik-tittitik ik disdiskrikrit. t. AgaAgar r kitkita a dadapat pat memmemperpergungunakaakan n kalkalkulkulus, us, tittitik-ik-tittitikik tersebut kita hubungkan satu sama lainsehingga membentuk kurva. Dengan demikian, R,C, tersebut kita hubungkan satu sama lainsehingga membentuk kurva. Dengan demikian, R,C, dan P dapat dianggap ebagai fungsi yang dapat dideferensialkan.

dan P dapat dianggap ebagai fungsi yang dapat dideferensialkan.

Penggunaaan Kata Marjinal Penggunaaan Kata Marjinal

(10)

Andaikan ABC mengetahui fungsi biayanya C(x) dan ntuk sementara direncanakan Andaikan ABC mengetahui fungsi biayanya C(x) dan ntuk sementara direncanakan memproduksi 2000 satuan tahun in. ABC ingin menetapan biaya tambahan tiap satuan. Jika memproduksi 2000 satuan tahun in. ABC ingin menetapan biaya tambahan tiap satuan. Jika fungsi biaya adalah seperti pada gambar A, Direktur Utama ABC menanyakan nilai ∆C/∆X fungsi biaya adalah seperti pada gambar A, Direktur Utama ABC menanyakan nilai ∆C/∆X  pada saat ∆x =

 pada saat ∆x = 1. tetapi kita mengh1. tetapi kita mengharapkan bahwa arapkan bahwa ini akan sangaini akan sangat dekat terhadap nt dekat terhadap nilai Limilai Lim Pada saat x = 2000. ini disebut biaya marjinal. Kita mengenalnya sebagai dc/dx, turunn C Pada saat x = 2000. ini disebut biaya marjinal. Kita mengenalnya sebagai dc/dx, turunn C terhadap x. dengan demikian, kita definisikan harga marjinal sebagai dp/dx, pendapatan terhadap x. dengan demikian, kita definisikan harga marjinal sebagai dp/dx, pendapatan marjinal dR/dx, dan keuntungan marjinal sebagai dP/dx.

marjinal dR/dx, dan keuntungan marjinal sebagai dP/dx. soal :

soal :

Ini berarti bahwa rata-rata biaya tiap satuan adalah Rp. 8960 untuk memproduksi Ini berarti bahwa rata-rata biaya tiap satuan adalah Rp. 8960 untuk memproduksi 400

400satsatuan uan yanyang g perpertamtama, a, untuntuk uk memmemproprodukduksi si sasatu tu satsatuauan n tamtambabahan han diadiatas tas 400 400 hanhanyaya memerlukan biaya Rp. 1960.

memerlukan biaya Rp. 1960.

6.

6. Limit Limit di di KetakhinggaanKetakhinggaan, , Limit Limit Tak Tak TerhinggaTerhingga

Definisi-definisi Cermat Limit bila x→ ± ∞ Definisi-definisi Cermat Limit bila x→ ± ∞

Dalam analogi dengan definisi, kita untuk limit-limit biasa, kita membuet definii berikut. Dalam analogi dengan definisi, kita untuk limit-limit biasa, kita membuet definii berikut.

Definisi: Definisi:

(Limit bila x → ∞). Andaikan f terdefinisi pada [c,∞) untuk suatu bilangan c. kita katakan (Limit bila x → ∞). Andaikan f terdefinisi pada [c,∞) untuk suatu bilangan c. kita katakan  bahwa

 bahwa Lim Lim f(x) f(x) = = L L jika jika untuk untuk masing-masing masing-masing ε ε >0, >0, terdapat terdapat bilangan bilangan M M yang yang x→∞x→∞  berpadanan s

 berpadanan sedemikian sehingedemikian sehinggaga X > M → │f(x) - L│ < ε

X > M → │f(x) - L│ < ε

Definisi: Definisi:

(Limit bila x → -∞). Andaikan f terdefinisi pada ( -∞, c] untuk suatu bilangan c. kita katakan (Limit bila x → -∞). Andaikan f terdefinisi pada ( -∞, c] untuk suatu bilangan c. kita katakan  bahwa Lim f(x) = L jika u

 bahwa Lim f(x) = L jika untuk masing-masinntuk masing-masing ε >0, terdapat bilangg ε >0, terdapat bilangan M yang x→ -∞an M yang x→ -∞  berpadanan s

 berpadanan sedemikian sehingedemikian sehinggaga X < M → │f(x) – L│ < ε

(11)

Definisi: Definisi:

(Limit-limit tak- terhingga). Kita katakan bahwa Lim f(x)

(Limit-limit tak- terhingga). Kita katakan bahwa Lim f(x) = ∞ jika untuk tiap bilangan= ∞ jika untuk tiap bilangan x→c

x→c++ positif M, berpadanan suatu δ>0 demikian sehingga 0 < x – c < positif M, berpadanan suatu δ>0 demikian sehingga 0 < x – c < δ→ f(x) > δ→ f(x) > MM

Hubungan Terhadap Asimtot Hubungan Terhadap Asimtot

Garis x = c adalah asimtot vertical dari grafik y = f(x). misalkan garis x = 1 adalah Garis x = c adalah asimtot vertical dari grafik y = f(x). misalkan garis x = 1 adalah asimtot tegak. Sama halnya garis-garis x = 2 dan x = 3 adalah asimtot vertical. Dalam nafas asimtot tegak. Sama halnya garis-garis x = 2 dan x = 3 adalah asimtot vertical. Dalam nafas yang serupa, garis y = b adalah asimtot horizontal dari grafik y = f(x) jika Lim f(x) = b atau yang serupa, garis y = b adalah asimtot horizontal dari grafik y = f(x) jika Lim f(x) = b atau Lim f(x) = b x→∞ x→ -∞ , Garis y = 0 adalah asimtot horizontal.

Lim f(x) = b x→∞ x→ -∞ , Garis y = 0 adalah asimtot horizontal.

7

7.. PPeennggggaammbbaarraan n GGrraaffiik k CCaannggggiihh

Kalkulus menyediakan alat ampuh untuk menganalisis struktur grafik secara baik, Kalkulus menyediakan alat ampuh untuk menganalisis struktur grafik secara baik, khususnya dalam mengenali titik-titik tempat terjadinya perubahan cirri-ciri grafik. Kita khususnya dalam mengenali titik-titik tempat terjadinya perubahan cirri-ciri grafik. Kita dapat menempatka titik-titik maksimum lokal, titik-titik minimum lokal, dan titik-titik balik. dapat menempatka titik-titik maksimum lokal, titik-titik minimum lokal, dan titik-titik balik. Kita dapat menentukan secara persis dimana grafik naik atau

Kita dapat menentukan secara persis dimana grafik naik atau dimana cekung ke atas.dimana cekung ke atas.

POLINOM

POLINOM. . PoPolilinonom m dederarajajat t 1 1 atatau au 2 2 jejelalas s ununtutuk k di di gagambmbar ar grgrafafikiknynya, a, yayangng

 berderajat

 berderajat 50 50 hampir hampir mustahil. mustahil. Jika Jika derajatnya derajatnya cukup cukup ukurannya, ukurannya, misalka misalka 3 3 sampai sampai 6. 6. kitakita dapat memakai alat-alat dari kalkulus dengan manfaat besar.

dapat memakai alat-alat dari kalkulus dengan manfaat besar.

FUNGSI RASIONAL

FUNGSI RASIONAL. Fungsi rasional, merupakan hasil bagi dua fungsi polinom,. Fungsi rasional, merupakan hasil bagi dua fungsi polinom,

lebih rumit untuk digrafikkan disbanding polinom. Khususnya kita dapat mengharapkan lebih rumit untuk digrafikkan disbanding polinom. Khususnya kita dapat mengharapkan  perilaku yang dram

 perilaku yang dramatis dimanapun patis dimanapun penyebut nol.enyebut nol.

RING

RINGKASAN KASAN METOMETODEDE. . DalDalam am menmenggaggambambarkarkan n gragrafik fik funfungsigsi, , tidtidak ak terterdapdapatat

 pengganti

 pengganti untuk untuk akal akal sehat. sehat. Tetapi, Tetapi, dalam dalam banyak banyak hal hal prosedur prosedur berikut berikut akan akan sangatsangat membantu. membantu. soal : soal : Sketsakan grafik f(x) = (2x Sketsakan grafik f(x) = (2x55– 30x– 30x33)/108)/108  penyelesaia  penyelesaian :n :

karena f(-x) = -f(x), f adalah fungsi ganjil, oleh karena itu grafiknya simetri terhadap titik karena f(-x) = -f(x), f adalah fungsi ganjil, oleh karena itu grafiknya simetri terhadap titik asal. Dengan menetapk

asal. Dengan menetapkan f(x) = an f(x) = 0 berarti {2x0 berarti {2x55– 30x– 30x33}/108 = 0 dan x}/108 = 0 dan x33(2x(2x22– 30)/108 = 0– 30)/108 = 0

ki

kita ta tetemumukakan n peperprpototonongagan n susumbmbu u x x adadalalah ah 0 0 dadan n     15 15  3,85 3,85 KeKemumudidian an kikitata deferensialkan f’(x) = (10x

deferensialkan f’(x) = (10x44 – 90x – 90x22)/108 = {10x)/108 = {10x22(x(x22-9)}/108-9)}/108

kita peroleh titik kritis -3, 0, 3 kita peroleh titik kritis -3, 0, 3

ff((--33) ) = = 3 3 ff((00) ) = = 00 ff((33) ) = = 1122

kemudian kita deferensialkan kembali f”(x) = (

(12)

kita peroleh x = -2.1 x = 2.1 x = 0 kita peroleh x = -2.1 x = 2.1 x = 0

ff((--22..11) ) = = 11..88 ff((22..11) ) = = --11.. ff((00) ) = = 00

8.Teorema Nilai Rata-Rata 8.Teorema Nilai Rata-Rata

Teorema nilai rata-rata adalah bidang kalkulus – tidak begitu penting, tetapi sering Teorema nilai rata-rata adalah bidang kalkulus – tidak begitu penting, tetapi sering kali membantu melahirkan teorema-teorema lain yang cukup

kali membantu melahirkan teorema-teorema lain yang cukup berarti. Dalam bahasa geometri,berarti. Dalam bahasa geometri, teorema nilai rata-rata mudah dinyatakan dan dipahami.

teorema nilai rata-rata mudah dinyatakan dan dipahami. GAMBAR 1 dan 2

GAMBAR 1 dan 2

Teorema A Teorema A

(Teorema Nilai rata-rata untuk Turunan)

(Teorema Nilai rata-rata untuk Turunan). Jika. Jika f  f kontinu pada selang tertutup [a,b] dankontinu pada selang tertutup [a,b] dan

terdeferensial pada titik-titik dalam dari (a,b), maka terdapat paling sedikit satu bilangan c terdeferensial pada titik-titik dalam dari (a,b), maka terdapat paling sedikit satu bilangan c dalam (a,b) dimana

dalam (a,b) dimana

 f 

 f (b) – (b) –  f  f (a) / b – a =(a) / b – a = f’  f’ (c) (c) atau seatau secara secara setara, dimatara, dimanana f  f (b) – (b) –  f  f (a) =(a) = f’  f’ (c) (b-a)(c) (b-a) Teorema B

Teorema B

Jika F’(x) = G’(x) untuk semua –x dalam (a,b), maka terdapat konstanta C sedemikian Jika F’(x) = G’(x) untuk semua –x dalam (a,b), maka terdapat konstanta C sedemikian sehingga F(x) = G(x) + C

sehingga F(x) = G(x) + C Untuk semua x dalam (a,b) Untuk semua x dalam (a,b) soal:

soal:

Cari bilangan c yang dijamin oleh teorema Nilai rata-rata untuk f(x) =

Cari bilangan c yang dijamin oleh teorema Nilai rata-rata untuk f(x) = xx22– 3 pada [1,3]– 3 pada [1,3]

 penyelesaia  penyelesaian :n :

f’(x) = 2x dan {f(3) – f(1)}/ 3 – 1 = {6 – (-2)}/2 = 8/2 = 4, mjadi kita harus menyelesaikan 2C f’(x) = 2x dan {f(3) – f(1)}/ 3 – 1 = {6 – (-2)}/2 = 8/2 = 4, mjadi kita harus menyelesaikan 2C = 4 maka C = 2

= 4 maka C = 2  jawaban tungga

(13)
(14)

BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP K  K ESIMPULANESIMPULAN BEBERAPA

BEBERAPA APLIKASIAPLIKASI TURUNANTURUNAN

1.

1. K K OEFISIENOEFISIEN ARAHARAH GARISGARIS SINGGUNGSINGGUNG, , ((GARISGARIS  NORMAL NORMAL,, GARISGARIS SINGGUNGSINGGUNG,, SUBSUB-- NORMAL NORMAL,, SUB

SUB--TANGENTANGEN).).

2.

2. LIMITLIMIT DENGANDENGAN BENTUK BENTUK TAKTENTUTAKTENTU ((DALILDALIL LL’’HOSPITALHOSPITAL))

3.

3. LAJULAJU PERUBAHANPERUBAHAN

4.

4. MAKSIMAMAKSIMA &&MINIMAMINIMA

Kalkulus

Kalkulus ((Bahasa LatinBahasa Latin:: calculuscalculus, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah

cabang ilmu

cabang ilmu matematikamatematika yang mencakupyang mencakup limitlimit,, turunanturunan,, integralintegral, dan, dan deret takterhinggaderet takterhingga.. Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana

Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometrigeometri adalah ilmu mengenaiadalah ilmu mengenai  bentuk

 bentuk dandan aljabar aljabar  adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan sertaadalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang

aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang sains,sains, ekonomiekonomi, dan, dan teknik

teknik; serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan; serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar elementer 

aljabar elementer ..

Kalkulus memiliki dua cabang utama,

Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensialkalkulus diferensial dandan kalkulus integralkalkulus integral yangyang

saling berhubungan melalui

saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus.teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbangPelajaran kalkulus adalah pintu gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus mempelajari

menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus mempelajari fungsifungsi dandan limit

(15)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Purcell, Edwin J. 2003.

Purcell, Edwin J. 2003. Kalkulus jilid 1 Kalkulus jilid 1. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Erlangga

Sari, Intan. 2009.

Sari, Intan. 2009. PenggunaaPenggunaan turunan.n turunan.

http://nengint

http://nengintanmsari.wordpranmsari.wordpress.com/2009/0ess.com/2009/03/15/penggunaa3/15/penggunaan-turunan/n-turunan/ (diakses(diakses

tanggal 22 April 2012) tanggal 22 April 2012) Setiawan. 2004.

Setiawan. 2004. PDF Pengantar kalkulus PDF Pengantar kalkulus.. http://Depdiknas.yogyakarta.com/http://Depdiknas.yogyakarta.com/

(diakses taggal 22 April 2012) (diakses taggal 22 April 2012) Sutri

Sutrisno,asno,agunggung. . 20092009..  Matematika  Matematika dasardasar..WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COMWWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM ((diakses tanggal 22 April 2012)diakses tanggal 22 April 2012)

(16)

Gambar

Gambar Gambar 
GAMBAR MAKS.LOKAL DAN MINIM LOKALGAMBAR MAKS.LOKAL DAN MINIM LOKAL
GAMBAR 1 dan 2GAMBAR 1 dan 2

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari penelitian ini adalah, bahwa terdapat fungsi dengan dua peubah yang kontinu di suatu titik tertentu tetapi tidak mempunyai turunan parsial pertama di titik

Laba Marginal adalah tambahan keuntungan yang diperoleh berkaitan dengan satu unit hasil yang terjual atau diproduksi.. Secara matematis, fungsi Laba Marginal adalah turunan

Penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sebagai referensi untuk mempelajari ilmu matematika tentang diferensial (turunan) yang merupakan salah satu materi

 Ketepatan dalam memeriksa apakah suatu fungsi mempunyai turunan di satu titik, ketepatan dalam menggunakan aturan rantai untuk menentukan turunan, ketepatan dalam

Pada definisi titik kritis untuk 1 variabel, titik = adalah titik kritis fungsi ( ) jika salah satu kondisi berikut terjadi, yaitu.. Berikut diberikan definisi titik kritis

Letakkan titik awal salah satu vector (misalkan b) pada titik ujung vector yang Letakkan titik awal salah satu vector (misalkan b) pada titik ujung vector yang lain (dalam hal ini

Plak gigi adalah salah satu penyebab masalah penyakit karies dan periodontal.Plak merupakan lapisan tipis dan transparan.Plak mengalami mineralisasi sehingga

Turunan sendiri menjadi cabang kalkulus yang dapat diterapkan dalam berbagai hal, semua itu dibagi menjadi beberapa bagian salah satunya persamaan garis singgung.. Turunan sendiri