ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. C ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. C
DENGAN OMSK (OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK) DENGAN OMSK (OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK)
DI POLI THT RSUD CIAWI DI POLI THT RSUD CIAWI
Untuk memenuhiTugasPKKD di RSUD KabupatenCiawi Untuk memenuhiTugasPKKD di RSUD KabupatenCiawi
Disusunoleh : Disusunoleh :
KELOMPOK I KELOMPOK I
AYU
AYU WULANDARI WULANDARI P17320312012P17320312012
ERSA
ERSA FAUJI FAUJI P17320312024P17320312024
MELANI
MELANI ARFANA ARFANA P17320312039P17320312039
OKKY
OKKY RIZKY RIZKY RAMDANI RAMDANI P17320312054P17320312054
SUMIATI P17320312073
SUMIATI P17320312073
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG
PROGAM STUDI KEPERAWATAN BOGOR
PROGAM STUDI KEPERAWATAN BOGOR
Jl. Dr. Semeru No. 116 Bogor Barat, Kota Bogor Jl. Dr. Semeru No. 116 Bogor Barat, Kota Bogor
ii
ii
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penyusunan makalah ini dapat berjalan dengan lancar rahmat dan hidayahNya sehingga penyusunan makalah ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya.
dan selesai tepat pada waktunya. Ma
Makalah PKKD yang berjudul dan membahas “ASUHAN KEPERAWATANkalah PKKD yang berjudul dan membahas “ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. C DENGAN OMSK (OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK)”ditunjukan PADA NY. C DENGAN OMSK (OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK)”ditunjukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti PKKD di RSUD Ciawi Kabupaten untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti PKKD di RSUD Ciawi Kabupaten Bogor.Dalam pembuatan makalah ini kami sudah melakukan yang terbaik dan semaksimal Bogor.Dalam pembuatan makalah ini kami sudah melakukan yang terbaik dan semaksimal mungkin dan penuh denga kesungguhan dan ketelitian.kami berharap makalah kami dapat mungkin dan penuh denga kesungguhan dan ketelitian.kami berharap makalah kami dapat bermanfaat umtuk semua mahasiswa khususnya untuk kelompok kami.
bermanfaat umtuk semua mahasiswa khususnya untuk kelompok kami.
Akhir kata Kami berharap semoga makalah in dapat berguna bagi Kami dan semua Akhir kata Kami berharap semoga makalah in dapat berguna bagi Kami dan semua pihak yang memerlukannya khususnya untuk bahan pembelajaran.
pihak yang memerlukannya khususnya untuk bahan pembelajaran.
Bogor,
Bogor, desember desember 20132013
Penulis Penulis
Kelompok I Kelompok I
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
Kata
Kata pengantar pengantar ... ... ... ... ... ... ... ... .... .... ii Daftar Isi ... ii Daftar Isi ... ii BAB I BAB I PENDAHULUAN ... 1 PENDAHULUAN ... 1 A.
A. Latar Latar Belakang Belakang ... ... ... ... ... ... ... ... ... 11 B.
B. Rumusan Rumusan Masalah Masalah ... ... ... ... ... ... ... 33 C. C. Tujuan Tujuan ... ... ... ... ... ... ... ... ... 33 a. a. TujuanUmum TujuanUmum ... ... ... ... ... ... ... ... 33 b. b. TujuanKhusTujuanKhusus us ... ... ... ... ... ... ... ... ... 33 c.
c. Metode Metode Penulisan Penulisan dan dan Teknik Teknik Pengumpulan Pengumpulan Data Data ... ... ... ... ... 44 BAB II BAB II TINJAUAN TEORI ... 6 TINJAUAN TEORI ... 6 A. A. Pengertian Pengertian ... ... ... ... ... ... ... ... ... 66 B.
B. KlasifikKlasifikasi asi ... ... ... ... ... ... ... ... 77 C.
C. Etiologi Etiologi ... ... ... ... ... ... ... ... ... 77 D.
D. Tanda Tanda dan dan Gejala Gejala ... ... ... ... ... ... ... ... 88 E.
E. TANDA TANDA KLINIS KLINIS ... ... ... ... ... ... ... ... ... 1010 F.
F. Pemeriksaan Pemeriksaan Diagnostik Diagnostik ... ... ... ... ... ... ... 1111 G.
G. PatofisioPatofisiologi logi ... ... ... ... ... ... ... ... ... 1313 H.
H. Pathway Pathway ... ... ... ... ... ... ... ... ... 1515 I.
I. KomplikasKomplikasi...i... ... ... ... ... ... ... ... ... 1616 J.
J. PenatalakPenatalaksanaan sanaan Medis Medis ... ... ... ... ... ... ... ... 1616 BAB III BAB III TINJAUAN KASUS ... 20 TINJAUAN KASUS ... 20 A. A. PENGKAJIAN PENGKAJIAN ... ... ... ... ... ... ... ... ... 2020 B.
B. ANALISA ANALISA DATA DATA ... ... ... ... ... ... ... ... ... 2323 C.
C. DIAGNOSA DIAGNOSA KEPERAWATAN KEPERAWATAN ... ... ... ... ... ... . . 2424 D.
D. RENCANA RENCANA KEPERAWATAN KEPERAWATAN ... ... ... ... ... .... .... 2525 E.
iii iii BAB BAB IV IV ... ... ... ... ... ... ... ... ... 3030 PENUTUP ... 30 PENUTUP ... 30 A. A. Kesimpulan Kesimpulan ... ... ... ... ... ... ... ... 3030 Daftar
1 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
A. Latar BelakangLatar Belakang
Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks. Indera Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks. Indera pende¬ngaran berperan penting p
pende¬ngaran berperan penting pada partisipasi seseorang dalam aktivitas kehidupan sehada partisipasi seseorang dalam aktivitas kehidupan seh ari-hari.ari-hari. Sangat penting untuk perkembangan normal dan pemeliharaan bicara, dan kemampuan Sangat penting untuk perkembangan normal dan pemeliharaan bicara, dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain melalui bicara tergantung pada kemampuan mendengar.
berkomunikasi dengan orang lain melalui bicara tergantung pada kemampuan mendengar.
Pendengaran adalah persepsi saraf mengenai energi suara. Gelombang suara adalah getaran Pendengaran adalah persepsi saraf mengenai energi suara. Gelombang suara adalah getaran udara yang merambat dan terdiri dari daerah-daerah bertekanan tinggi karena kompresi udara yang merambat dan terdiri dari daerah-daerah bertekanan tinggi karena kompresi (pemampatan)molekul-molekul udara yang berselang seling dengan daerah-daerah bertekanan (pemampatan)molekul-molekul udara yang berselang seling dengan daerah-daerah bertekanan rendah karena penjarangan molekul tersebut. (Sherwood, 2001).
rendah karena penjarangan molekul tersebut. (Sherwood, 2001).
Sewaktu suatu gelombang suara mengenai jendela oval, tercipta suatu gelombang tekanan di Sewaktu suatu gelombang suara mengenai jendela oval, tercipta suatu gelombang tekanan di telinga dalam.Gelombang tekanan menyebabkan perpindahan mirip-gelombang pada membrane telinga dalam.Gelombang tekanan menyebabkan perpindahan mirip-gelombang pada membrane basilaris
basilaris terhadap terhadap membrane membrane atektorium.Sewaktu atektorium.Sewaktu menggesek menggesek membrane membrane atektorium, atektorium, sel-selsel-sel rambut tertekuk.Hal ini menyebabkan terbentuknya potensialaksi. Apabila deformitasnya cukup rambut tertekuk.Hal ini menyebabkan terbentuknya potensialaksi. Apabila deformitasnya cukup signifikan, maka saraf-saraf aferen yang bersinaps dengan sel-sel rambut akan terangsang untuk signifikan, maka saraf-saraf aferen yang bersinaps dengan sel-sel rambut akan terangsang untuk melepaskan potensi alaksi dan sinyal disalurkan keotak (Corwin, 2001).
melepaskan potensi alaksi dan sinyal disalurkan keotak (Corwin, 2001).
Proses mendengar pada anak atau orang dewasa normal merupakan proses yang alami, Proses mendengar pada anak atau orang dewasa normal merupakan proses yang alami, timbul tanpa usaha tertentu dari individu dan sepertinya terjadi secara otomatis dan tanpa kita timbul tanpa usaha tertentu dari individu dan sepertinya terjadi secara otomatis dan tanpa kita sadari, padahal untuk dapat mendengar bunyi atau suara percakapan harus melalui suatu tahapan sadari, padahal untuk dapat mendengar bunyi atau suara percakapan harus melalui suatu tahapan atau proses.
atau proses.
Proses mendengar sebenarnya sudah terjadi segera setelah bayi dilahirkan normal ke dunia, Proses mendengar sebenarnya sudah terjadi segera setelah bayi dilahirkan normal ke dunia, bahkan
bahkan organ organ pendengaran pendengaran sudah sudah berfungsi seperti berfungsi seperti layaknya layaknya orang orang dewasa dewasa tatkala tatkala janin janin berusiaberusia 20 minggu kehamilan. Janin sudah dapat memberikan reaksi ketika diberikan stimulus berupa 20 minggu kehamilan. Janin sudah dapat memberikan reaksi ketika diberikan stimulus berupa nada murni berfrekwensi tinggi melalui microphone yang ditempatkan pada perut ibu seperti nada murni berfrekwensi tinggi melalui microphone yang ditempatkan pada perut ibu seperti
2 2
yang dilaporkan pertama kali oleh seorang peneliti yang bernama
yang dilaporkan pertama kali oleh seorang peneliti yang bernama Johansson Johansson et al pada tahun et al pada tahun 1964.
1964.
Kemudian dalam perjalanan hidupnya sejak dilahirkan, bayi akan mendapat input Kemudian dalam perjalanan hidupnya sejak dilahirkan, bayi akan mendapat input suara-suara yang ada dilingkungan sekitarnya sehari-hari secara terus menerus. Dalam keadaan suara yang ada dilingkungan sekitarnya sehari-hari secara terus menerus. Dalam keadaan pendengaran
pendengaran normal, normal, rangsangan rangsangan suara suara tadi tadi akan akan direkam direkam dan dan dipersepsikan dipersepsikan dipusat dipusat sensoriksensorik diotak sehingga anak dapat mengenal suara yang pernah didengarnya.
diotak sehingga anak dapat mengenal suara yang pernah didengarnya.
Pendengaran sebagai salah satu indera, memegang peranan yang sangat penting karena Pendengaran sebagai salah satu indera, memegang peranan yang sangat penting karena perkembangan
perkembangan bicara bicara sebagai sebagai komponen komponen utama utama komunikasi komunikasi pada pada manusia manusia sangat sangat tergantungtergantung pada
pada fungsi fungsi pendengaran.Dari pendengaran.Dari uraian uraian diatas diatas sangatlah sangatlah jelas jelas hubungan hubungan antara antara kemampuan kemampuan anakanak untuk mendengar dan kemampuan untuk berbicara. Apabila terjadi gangguan pendengaran sejak untuk mendengar dan kemampuan untuk berbicara. Apabila terjadi gangguan pendengaran sejak dini maka akan terjadi pula gangguan perkembangan bicara.
dini maka akan terjadi pula gangguan perkembangan bicara.
Otitis Media kronik adalah suatu infeksi pada telinga tengah yang disebabkan karena Otitis Media kronik adalah suatu infeksi pada telinga tengah yang disebabkan karena masuknya bakteri patogenik ke dalam telinga tengah (Smeltzer, 2001). Otits media akut (OMA) masuknya bakteri patogenik ke dalam telinga tengah (Smeltzer, 2001). Otits media akut (OMA) dapat terjadi kare beberapa faktorpenyebab, seperti sumbatan tuba eustachius (merupakan dapat terjadi kare beberapa faktorpenyebab, seperti sumbatan tuba eustachius (merupakan penyebab
penyebab utama utama darikejadian darikejadian otitis otitis media media yang yang menyebabkan menyebabkan pertahanan pertahanan tubuh tubuh pada pada siliasilia mukosa tubaeustachius terganggu), ISPA (infeksi saluran pernafasan atas), dan bakteri( mukosa tubaeustachius terganggu), ISPA (infeksi saluran pernafasan atas), dan bakteri( Streptococcus peumoniae, Haemophylus influenza, Moraxella catarrhalis,dan bakteri piogenik Streptococcus peumoniae, Haemophylus influenza, Moraxella catarrhalis,dan bakteri piogenik lain, seperti Streptococcus hemolyticus, Staphylococcus aureus, E. coli, Pneumococcus vulgaris). lain, seperti Streptococcus hemolyticus, Staphylococcus aureus, E. coli, Pneumococcus vulgaris).
Di Amerika Serikat, diperkirakan
Di Amerika Serikat, diperkirakan bahwa sekitar 9,3 bahwa sekitar 9,3 juta anak-anak juta anak-anak mengalami seranganmengalami serangan OMSK pada 2 tahun pertama kehidupannya (Berman, 1995).Menurut Teele (1991) dalam OMSK pada 2 tahun pertama kehidupannya (Berman, 1995).Menurut Teele (1991) dalam Commissoet al. (2000), 33% anak akan mengalamisekurang-kurangnya satu episode OMSK Commissoet al. (2000), 33% anak akan mengalamisekurang-kurangnya satu episode OMSK pada usia
pada usia 3 tahun 3 tahun pertama. Terdapat pertama. Terdapat 70%anak usia 70%anak usia kurang dari kurang dari 15 tahun 15 tahun pernah pernah mengalami satumengalami satu episode OMSK (Bluestone,1996). Faktanya, ditemukan bahwa otitis media menjadi penyebab episode OMSK (Bluestone,1996). Faktanya, ditemukan bahwa otitis media menjadi penyebab 22,7% anak-anak pada usia dibawah 1 tahun dan 40% anak-anak pada usia 4 sampai dengan 22,7% anak-anak pada usia dibawah 1 tahun dan 40% anak-anak pada usia 4 sampai dengan 5tahun yang datang berkunjung ke dokter anak. Selain itu, sekitarsepertigakunjungan ke dokter 5tahun yang datang berkunjung ke dokter anak. Selain itu, sekitarsepertigakunjungan ke dokter didiagnosa sebagai OMSK dan sekitar 75% kunjungan balik
didiagnosa sebagai OMSK dan sekitar 75% kunjungan balik ke dokter adalah untuk ke dokter adalah untuk follow- follow-uppenyakit otitis media tersebut (Teeleet al.,1989).
Menurut Casselbrant (1999) dalam Titisari (2005), menunjukkan bahwa19% hingga 62% Menurut Casselbrant (1999) dalam Titisari (2005), menunjukkan bahwa19% hingga 62% anak-anak mengalami sekurang-kurangnya satu episode OMSK dalam tahun pertama anak-anak mengalami sekurang-kurangnya satu episode OMSK dalam tahun pertama kehidupannya dan sekitar 50-84% anak-anak mengalamipaling sedikit satu episode OMSK kehidupannya dan sekitar 50-84% anak-anak mengalamipaling sedikit satu episode OMSK ketika ia mencapai usia 3 tahun. Di AmerikaSerikat, insidens OMSK tertinggi dicapai pada usia ketika ia mencapai usia 3 tahun. Di AmerikaSerikat, insidens OMSK tertinggi dicapai pada usia 0 sampai dengan 2 tahun,diikuti dengan anak-anak pada usia 5 tahun.
0 sampai dengan 2 tahun,diikuti dengan anak-anak pada usia 5 tahun.
B.
B. Rumusan MasalahRumusan Masalah
1.
1. Apakah yang dimaksudOMSK ?Apakah yang dimaksudOMSK ? 2.
2. Bagaimana pendokumentasian Bagaimana pendokumentasian pada klien pada klien OMSK OMSK ??
C.
C. TujuanTujuan a.
a. TujuanUmumTujuanUmum
Untuk mengetahuan asuhan keperawatan pada pasien dengan OMSK (Otitis Media Untuk mengetahuan asuhan keperawatan pada pasien dengan OMSK (Otitis Media Supuratip Kronik).
Supuratip Kronik).
b.
b. TujuanKhususTujuanKhusus
a.
a. Mampu memahami definisi pada penyakit OMSKMampu memahami definisi pada penyakit OMSK b.
b. Mampu memahami etiologi OMSKMampu memahami etiologi OMSK c.
c. Mampu menjelaskan tanda dan gejala OMSKMampu menjelaskan tanda dan gejala OMSK
d.
d. Mampu menjelaskan patofisiologi pada penyakit OMSKMampu menjelaskan patofisiologi pada penyakit OMSK e.
e. Mampu menjelaskan pathways keperawatan pada penyakit OMSKMampu menjelaskan pathways keperawatan pada penyakit OMSK f.
f. Mampu melakukan pengkajian untuk mengetahui keluhan pasien dan fokusMampu melakukan pengkajian untuk mengetahui keluhan pasien dan fokus untuk menentukan masalah yang terjadi pada pasien OMSK
untuk menentukan masalah yang terjadi pada pasien OMSK g.
g. Mampu menegakkan diagnosa keperawatan yang muncul pada pasienMampu menegakkan diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien OMSK
OMSK h.
h. Mampu menyusun rencana tindakan keperawatan yang diberikan untukMampu menyusun rencana tindakan keperawatan yang diberikan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada pasien OMSK
4 4
i.
i. Mampu mengimplementasikan tindakan keperawatan yang telah disusunMampu mengimplementasikan tindakan keperawatan yang telah disusun untuk mengatasi masalah pada pasien OMSK
untuk mengatasi masalah pada pasien OMSK j.
j. Mampu mengevaluasi hasil akhir dari implementasi.Mampu mengevaluasi hasil akhir dari implementasi.
c.
c. Metode Penulisan dan Teknik Pengumpulan DataMetode Penulisan dan Teknik Pengumpulan Data
Metode yang dipakai dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah dengan Metode yang dipakai dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah dengan menggunakan penulisan diskriptif yaitu menggambarkan bagaimana suatu proses menggunakan penulisan diskriptif yaitu menggambarkan bagaimana suatu proses keperawatan pada klien dengan OMSK.
keperawatan pada klien dengan OMSK.
Pendekatan proses keperawatan terdiri dari pengkajian, perencanaan, implementasi, dan Pendekatan proses keperawatan terdiri dari pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Adapun teknik penulisan yaitu pengumpulan data dengan melakukan observasi evaluasi. Adapun teknik penulisan yaitu pengumpulan data dengan melakukan observasi kemudian menggambarkannya dengan memaparkan dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah, kemudian menggambarkannya dengan memaparkan dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah, sedangkan untuk mengumpulkan data sebagai berikut :
sedangkan untuk mengumpulkan data sebagai berikut : 1.
1. Observasi PartisipatifObservasi Partisipatif
Dengan menggunakan pengamatan langsung dan berperan serta selama Dengan menggunakan pengamatan langsung dan berperan serta selama perawatan yakni dengan mengamati keadaan umum perkembangan p
perawatan yakni dengan mengamati keadaan umum perkembangan p enyakitenyakit
pasien, penatalaksanaan dan pengobatan berperan serta aktif memberikan pasien, penatalaksanaan dan pengobatan berperan serta aktif memberikan
asuhan keperawatan. asuhan keperawatan. 2.
2. WawancaraWawancara
Melakukan kegiatan untuk mendapatkan keterangan langsung dengan Melakukan kegiatan untuk mendapatkan keterangan langsung dengan
menggunakan tanya jawab kepada pasien, keluarga pasien, perawat ruangan, menggunakan tanya jawab kepada pasien, keluarga pasien, perawat ruangan, dokter, atau kesehatan lainnya.
dokter, atau kesehatan lainnya. 3.
3. Pemeriksaan Data FokusPemeriksaan Data Fokus
Pemeriksaan adalah ketrampilan dasar yang digunakan selama pemeriksaan Pemeriksaan adalah ketrampilan dasar yang digunakan selama pemeriksaan
antara lain inspeksi, palpasi, yang memungkinkan perawat memperoleh data fokus dari antara lain inspeksi, palpasi, yang memungkinkan perawat memperoleh data fokus dari klien.
klien. 4.
4. Studi DokumenterStudi Dokumenter
Pengumpulan data tentang keadaan pesien dari catatan medik, catatan Pengumpulan data tentang keadaan pesien dari catatan medik, catatan perawatan, hasil laboratorium, serta pemeriksaan lain.
5.
5. Studi KepustakaanStudi Kepustakaan
Metode pengumpulan data dengan mempelajari sumber tertulis berupa buku Metode pengumpulan data dengan mempelajari sumber tertulis berupa buku
yang ada hubungannya dengan materi yang bersifat dalam pembuatan Karya Tulis yang ada hubungannya dengan materi yang bersifat dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah dan melalui akses internet.
6 6
BAB II
BAB II
TINJAUAN TEORI
TINJAUAN TEORI
A. A. PengertianPengertianOtitis media supuratif kronis (OMSK), dahulu disebut otitis media perforata (OMP) atau Otitis media supuratif kronis (OMSK), dahulu disebut otitis media perforata (OMP) atau dalam bahasa awam disebut sebagai congek, ialah infeksi kronis di telinga tengah dengan dalam bahasa awam disebut sebagai congek, ialah infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi
perforasi membran membran timpani timpani dan dan sekret sekret yang yang keluar keluar dari dari telinga telinga tengah, tengah, baik baik terus-menerusterus-menerus atau hilang timbul. Penyakit ini muncul sebagai kelanjutan dari OMA yang rekuren, namun atau hilang timbul. Penyakit ini muncul sebagai kelanjutan dari OMA yang rekuren, namun dapat pula muncul sebagai kelanjutan dari penyakit lain dan trauma. OMA dengan perforasi dapat pula muncul sebagai kelanjutan dari penyakit lain dan trauma. OMA dengan perforasi membran timpani akan menjadi OMSK apabila prosesnya sudah lebih dari 2 bulan. Bila membran timpani akan menjadi OMSK apabila prosesnya sudah lebih dari 2 bulan. Bila proses
proses infeksi infeksi kurang kurang dari dari 2 2 bulan, bulan, maka maka disebut disebut OMS OMS subakut. subakut. Perbedaan Perbedaan OMSK OMSK dengandengan otitis media serosa kronis adalah bahwa pada otitis media serosa kronis tidak disertai adanya otitis media serosa kronis adalah bahwa pada otitis media serosa kronis tidak disertai adanya perforasi membran timpani.
perforasi membran timpani.
Penyakit ini sudah dikenal sejak jaman dahulu di berbagai belahan dunia. Orang Mesir Penyakit ini sudah dikenal sejak jaman dahulu di berbagai belahan dunia. Orang Mesir kuno mengenal OMSK sebagai penyakit telinga dan mengobatinya dengan lemak bebek, kuno mengenal OMSK sebagai penyakit telinga dan mengobatinya dengan lemak bebek, boraks,
boraks, dan dan susu susu sapi. sapi. Sementara Sementara ahli ahli pengobatan pengobatan tradisional tradisional India India mengobati mengobati penyakit penyakit iniini melalui pendekatan medis dan perilaku. Mereka menganggap bahwa mengkonsumsi melalui pendekatan medis dan perilaku. Mereka menganggap bahwa mengkonsumsi mentega, bersikap diam, dan mencegah kelelahan, dapat mengobati OMSK. Hippocrates mentega, bersikap diam, dan mencegah kelelahan, dapat mengobati OMSK. Hippocrates memahami bahwa OMSK dapat bersifat rekuren dan menempatkan pasien pada terapi medis memahami bahwa OMSK dapat bersifat rekuren dan menempatkan pasien pada terapi medis dan perilaku yang berbeda tergantung dari supurasi yang terjadi. Dia akan meresepkan air dan perilaku yang berbeda tergantung dari supurasi yang terjadi. Dia akan meresepkan air hangat, air susu ibu, dan minuman anggur manis, serta menyarankan kepada pasiennya untuk hangat, air susu ibu, dan minuman anggur manis, serta menyarankan kepada pasiennya untuk menghindari sinar matahari, angin kencang, dan ruangan berasap. Untuk kasus rekuren, menghindari sinar matahari, angin kencang, dan ruangan berasap. Untuk kasus rekuren, Hippocrates akan menambahkan serbuk topikal berisi timbal oksida dan timbal karbonat. Hippocrates akan menambahkan serbuk topikal berisi timbal oksida dan timbal karbonat.
McKenzie dan Brothwell (1967) menyatakan tentang dokumentasi OMSK pada jaman McKenzie dan Brothwell (1967) menyatakan tentang dokumentasi OMSK pada jaman prasejarah
prasejarah dan dan penemuan penemuan kolesteatoma kolesteatoma pada pada tulang tulang tengkorak tengkorak di di Norfolk, Norfolk, Inggris, Inggris, yangyang diduga berasal dari periode Anglo-Saxon. Perubahan radiologi pada mastoid akibat infeksi diduga berasal dari periode Anglo-Saxon. Perubahan radiologi pada mastoid akibat infeksi ditemukan pada 417 tulang temporal dari pemakaman orang Indian Dakota Selatan (Gregg, ditemukan pada 417 tulang temporal dari pemakaman orang Indian Dakota Selatan (Gregg, 1965) dan pada 15 tulang temporal orang Iran jaman prasejarah (Rathbun, 1977).
B.
B. KlasifikasiKlasifikasi
OMSK dibagimenjadi 2 jenis yaitu : OMSK dibagimenjadi 2 jenis yaitu :
1.
1. OMSK tipebenigna (tipemukosa = tipeaman)OMSKtipebenigna (tipemukosa = tipeaman)
Proses peradangan terbatas pada mukosa saja dan biasanya tidak mengenai Proses peradangan terbatas pada mukosa saja dan biasanya tidak mengenai tulang.Perforasi terletak di sentral. Umumnya
tulang.Perforasi terletak di sentral. Umumnya OMSK OMSK tipe benigna jarangtipe benigna jarang menimbulkan
menimbulkan komplikasi komplikasi yang berbahaya. Padayang berbahaya. Pada OMSK OMSK tipe benigna tidak terdapattipe benigna tidak terdapat kolesteatom.
kolesteatom.
2.
2. OMSKOMSK tipemaligna (tipetulang = tipebahaya)tipemaligna (tipetulang = tipebahaya)
OMSK
OMSK tipe maligna ialah OMSK yang disertai dengan kolesteatoma. Perforasitipe maligna ialah OMSK yang disertai dengan kolesteatoma. Perforasi terletak pada margina atau di atik, kadang-kadang terdapat juga kolesteatoma terletak pada margina atau di atik, kadang-kadang terdapat juga kolesteatoma dengan perforasi subtotal. Sebagian
dengan perforasi subtotal. Sebagian komplikasi komplikasi yang berbahaya atau total timbulyang berbahaya atau total timbul pada atau fatal, timbul pada OMSK tipe maligna.
pada atau fatal, timbul pada OMSK tipe maligna.
C.
C. EtiologiEtiologi
Mekanisme infeksi saluran telinga tengah terjadi akibat translokasi bakteri dari saluran Mekanisme infeksi saluran telinga tengah terjadi akibat translokasi bakteri dari saluran telinga luar melalui perforasi membran timpani kemudian masuk ke telinga tengah. Beberapa telinga luar melalui perforasi membran timpani kemudian masuk ke telinga tengah. Beberapa ahli menduga bahwa organisme patogen masuk melalui refluks tuba Eustachius, namun ahli menduga bahwa organisme patogen masuk melalui refluks tuba Eustachius, namun data-data yang mendukung teori ini kurang memuaskan. Sebagian besar bakteri patogen yang data yang mendukung teori ini kurang memuaskan. Sebagian besar bakteri patogen yang masuk adalah bakteri yang terdapat pada saluran teli
masuk adalah bakteri yang terdapat pada saluran telinga luar.nga luar.
Beberapa penelitian yang berupaya menunjukkan hubungan antara frekuensi penyakit Beberapa penelitian yang berupaya menunjukkan hubungan antara frekuensi penyakit dengan pendidikan orang tua, perokok pasif, pola
dengan pendidikan orang tua, perokok pasif, pola menyusui, status sosioekonomi, dan jumlahmenyusui, status sosioekonomi, dan jumlah infeksi saluran pernafasan atas dalam setahun, tidak memberikan hasil yang memuaskan. infeksi saluran pernafasan atas dalam setahun, tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Pasien dengan anomali kraniofasial merupakan populasi khusus yang berisiko untuk Pasien dengan anomali kraniofasial merupakan populasi khusus yang berisiko untuk menderita OMSK. Celah palatum, sindrom Down, sindrom Cri du Chat, atresia khoana, celah menderita OMSK. Celah palatum, sindrom Down, sindrom Cri du Chat, atresia khoana, celah bibir,
bibir, dan midan mikrosefal krosefal adalah adalah berbagai berbagai kelainan kelainan yang dapat yang dapat meningkatkan rismeningkatkan risiko iko OMSK. HOMSK. Halal ini diduga karena adanya perubahan anatomi dan fungsi tuba Eustachius pada berbagai ini diduga karena adanya perubahan anatomi dan fungsi tuba Eustachius pada berbagai kelainan tersebut.
8 8
Jenis bakteri penyebab OMSK berbeda dengan jenis bakteri penyebab OMA. Organisme Jenis bakteri penyebab OMSK berbeda dengan jenis bakteri penyebab OMA. Organisme yang biasa ditemukan pada OMSK meliputi
yang biasa ditemukan pada OMSK meliputi Pseudomonas Pseudomonas aeruginosaaeruginosa, spesies, spesies Proteus Proteus,, Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus,, Klebsiella Klebsiella pneumoniaepneumoniae, difteroid, dan infeki anaerobik campuran., difteroid, dan infeki anaerobik campuran. Bakteri anaerob dan jamur dapat pula berkembang bersama dengan bakteri aerob secara Bakteri anaerob dan jamur dapat pula berkembang bersama dengan bakteri aerob secara simbiotik.
simbiotik.2,52,5
Pseudomonas aeruginosa
Pseudomonas aeruginosa merupakan penyebab tersering yang ditemukan pada OMSK. merupakan penyebab tersering yang ditemukan pada OMSK. Berbagai ahli selama beberapa dekade terakhir menemukan bakteri ini pada 48
Berbagai ahli selama beberapa dekade terakhir menemukan bakteri ini pada 48 – – 98 % pasien 98 % pasien dengan OMSK.
dengan OMSK. Stafilokokus aureusStafilokokus aureus merupakan organisme tersering kedua; data merupakan organisme tersering kedua; data menunjukkan bahwa bakteri ini ditemukan pada 15
menunjukkan bahwa bakteri ini ditemukan pada 15 – – 30 % pasien dengan OMSK. OMSK 30 % pasien dengan OMSK. OMSK juga disebabkan oleh
juga disebabkan oleh berbagai jenis berbagai jenis bakteri gram bakteri gram negatif. Bakteri negatif. Bakteri spesiesspesies Klebsiella Klebsiella (10 (10 – – 21 21 %) dan
%) dan Proteus Proteus (10 (10 – – 15 %) sedikit lebih sering ditemukan pada OMSK dibandingkan 15 %) sedikit lebih sering ditemukan pada OMSK dibandingkan dengan bakteri gram negatif lainnya.
dengan bakteri gram negatif lainnya.
Selain faktor bakteri,
Selain faktor bakteri, status sosioekonomi status sosioekonomi yang rendah, kepadatan penduduk yang tinggi,yang rendah, kepadatan penduduk yang tinggi, gizi buruk, dan penyakit infeksi (seperti campak), turut berperan dalam perkembangan gizi buruk, dan penyakit infeksi (seperti campak), turut berperan dalam perkembangan OMSK. OMSK dapat pula merupakan hasil dari predisposisi genetik, terutama berkaitan OMSK. OMSK dapat pula merupakan hasil dari predisposisi genetik, terutama berkaitan dengan disfungsi tuba Eustachius. Disfungsi ini dapat dilihat pada berbagai populasi, seperti dengan disfungsi tuba Eustachius. Disfungsi ini dapat dilihat pada berbagai populasi, seperti pada
pada orang orang Eskimo Eskimo dan dan Indian Indian Amerika, Amerika, dan dan juga juga pada pada orang orang dengan dengan celah celah palatum.palatum. Hipertrofi adenoid dan sinustis kronis juga berperan pada perkembangan OMSK.
Hipertrofi adenoid dan sinustis kronis juga berperan pada perkembangan OMSK.
D.
D. Tanda dan GejalaTanda dan Gejala
Pasien mengeluh otore, vertigo, tinitus, rasa penuh ditelinga atau gangguan pendengaran. Pasien mengeluh otore, vertigo, tinitus, rasa penuh ditelinga atau gangguan pendengaran. (Arif Mansjoer, 2001 : 82).
(Arif Mansjoer, 2001 : 82). Nyeri telinga
Nyeri telinga atau tatau tidak nyaman idak nyaman biasanya ringan biasanya ringan dan seperti dan seperti merasakan amerasakan adanya tekanandanya tekanan ditelinga. Gejala-gejala tersebut dapat terjadi secara terus menerus atau intermiten dan dapat ditelinga. Gejala-gejala tersebut dapat terjadi secara terus menerus atau intermiten dan dapat terjadi pada salah satu atau pada kedua telinga. (www.health central.com, 2004).
terjadi pada salah satu atau pada kedua telinga. (www.health central.com, 2004).
1.
1. Telinga berair (otorrhoe)Telinga berair (otorrhoe)
Sekret bersifat purulen ( kental, putih) atau mukoid ( seperti air dan encer) tergantung Sekret bersifat purulen ( kental, putih) atau mukoid ( seperti air dan encer) tergantung stadium peradangan. Sekret yang mukus dihasilkan oleh aktivitas kelenjar sekretorik stadium peradangan. Sekret yang mukus dihasilkan oleh aktivitas kelenjar sekretorik telinga tengah dan mastoid. Pada OMSK tipe jinak, cairan yang keluar mukopus yang telinga tengah dan mastoid. Pada OMSK tipe jinak, cairan yang keluar mukopus yang tidak berbau busuk yang sering kali sebagai reaksi iritasi mukosa telinga tengah oleh tidak berbau busuk yang sering kali sebagai reaksi iritasi mukosa telinga tengah oleh
perforasi
perforasi membran membran timpani timpani dan dan infeksi. infeksi. Keluarnya Keluarnya sekretbiasanya sekretbiasanya hilang hilang timbul.timbul. Meningkatnya jumlah
Meningkatnya jumlah sekret dapat disebabkan sekret dapat disebabkan infeksi infeksi saluran nafas atas atau saluran nafas atas atau kontaminasikontaminasi dari liang telinga luar setelah mandi atau berenang. Pada OMSK stadium inaktif tidak dari liang telinga luar setelah mandi atau berenang. Pada OMSK stadium inaktif tidak dijumpai adanya sekret telinga. Sekret yang sangat bau, berwarna kuning abu-abu kotor dijumpai adanya sekret telinga. Sekret yang sangat bau, berwarna kuning abu-abu kotor memberi kesan kolesteatoma dan
memberi kesan kolesteatoma dan produk
produk degenerasinya. degenerasinya. Dapat Dapat terlihat terlihat keping-keping keping-keping kecil, kecil, berwarna berwarna putih, putih, mengkilap.mengkilap. Pada OMSK tipe ganas unsur mukoid dan sekret telinga tengah berkurang atau hilang Pada OMSK tipe ganas unsur mukoid dan sekret telinga tengah berkurang atau hilang karena rusaknya lapisan mukosa secara luas. Sekret yang bercampur darah berhubungan karena rusaknya lapisan mukosa secara luas. Sekret yang bercampur darah berhubungan dengan adanya jaringan granulasi dan polip telinga dan merupakan tanda adanya dengan adanya jaringan granulasi dan polip telinga dan merupakan tanda adanya kolesteatom yang mendasarinya. Suatu sekret yang encer berair tanpa nyeri mengarah kolesteatom yang mendasarinya. Suatu sekret yang encer berair tanpa nyeri mengarah kemungkinan tuberkulosis.
kemungkinan tuberkulosis.
2.
2. Gangguan pendengaranGangguan pendengaran
Ini tergantung dari derajat kerusakan tulang-tulang pendengaran. Biasanyadijumpai tuli Ini tergantung dari derajat kerusakan tulang-tulang pendengaran. Biasanyadijumpai tuli konduktif namun dapat pula bersifat campuran. Gangguan pendengaran mungkin ringan konduktif namun dapat pula bersifat campuran. Gangguan pendengaran mungkin ringan sekalipun proses patologi sangat hebat, karena daerah yang sakit ataupun kolesteatom, sekalipun proses patologi sangat hebat, karena daerah yang sakit ataupun kolesteatom, dapat menghambat bunyi dengan efektif ke fenestra ovalis. Bila tidak dijumpai dapat menghambat bunyi dengan efektif ke fenestra ovalis. Bila tidak dijumpai kolesteatom, tuli konduktif kurang dari 20 db ini ditandai bahwa rantai tulang pendengaran kolesteatom, tuli konduktif kurang dari 20 db ini ditandai bahwa rantai tulang pendengaran masih baik. Kerusakan dan fiksasi dari rantai tulang pendengaran menghasilkan penurunan masih baik. Kerusakan dan fiksasi dari rantai tulang pendengaran menghasilkan penurunan pendengaran lebih
pendengaran lebih dari dari 30 db. 30 db. Beratnya ketulian Beratnya ketulian tergantung dari tergantung dari besar besar dan dan letak letak perforasiperforasi membran timpani
membran timpani
serta keutuhan dan mobilitas sistem pengantaran suara ke telinga tengah. Pada OMSK tipe serta keutuhan dan mobilitas sistem pengantaran suara ke telinga tengah. Pada OMSK tipe maligna biasanya didapat tuli konduktif berat karena putusnya rantai tulang pendengaran, maligna biasanya didapat tuli konduktif berat karena putusnya rantai tulang pendengaran, tetapi sering kali juga kolesteatom bertindak sebagai penghantar suara sehingga ambang tetapi sering kali juga kolesteatom bertindak sebagai penghantar suara sehingga ambang pendengaran
pendengaran yang yang didapat didapat harus harus diinterpretasikan diinterpretasikan secara secara hati-hati. hati-hati. Penurunan Penurunan fungsifungsi kohlea biasanya terjadi perlahan-lahan dengan berulangnya infeksi karena penetrasi toksin kohlea biasanya terjadi perlahan-lahan dengan berulangnya infeksi karena penetrasi toksin melalui jendela bulat (foramen rotundum) atau fistel labirin tanpa terjadinya labirinitis melalui jendela bulat (foramen rotundum) atau fistel labirin tanpa terjadinya labirinitis supuratif. Bila terjadinya labirinitis supuratif akan terjadi tuli saraf berat, hantaran tulang supuratif. Bila terjadinya labirinitis supuratif akan terjadi tuli saraf berat, hantaran tulang dapat menggambarkan sisa fungsi kohlea.
dapat menggambarkan sisa fungsi kohlea.
3.
3. Otalgia ( nyeritelinga)Otalgia ( nyeritelinga)
Nyeri tidak
Nyeri tidak lazim dikelulazim dikeluhkan penderita hkan penderita OMSK, dan OMSK, dan bila ada bila ada merupakan suatu merupakan suatu tanda tanda yangyang serius. Pada OMSK keluhan nyeri dapat karena terbendungnya drainase pus. Nyeri dapat serius. Pada OMSK keluhan nyeri dapat karena terbendungnya drainase pus. Nyeri dapat
10 10
berarti
berarti adanya adanya ancaman ancaman komplikasi komplikasi akibat akibat hambatan hambatan pengaliran pengaliran sekret, sekret, terpaparnyaterpaparnya durameter atau dinding sinus lateralis, atau ancaman pembentukan abses otak. Nyeri durameter atau dinding sinus lateralis, atau ancaman pembentukan abses otak. Nyeri telinga mungkin ada tetapi mungkin oleh adanya otitis eksterna sekunder. Nyeri telinga mungkin ada tetapi mungkin oleh adanya otitis eksterna sekunder. Nyeri merupakan tanda berkembang komplikasi OMSK seperti Petrositis, subperiosteal abses merupakan tanda berkembang komplikasi OMSK seperti Petrositis, subperiosteal abses atau trombosis sinus lateralis.
atau trombosis sinus lateralis.
4.
4. VertigoVertigo
Vertigo pada penderita OMSK merupakan gejala yang serius lainnya. Keluhanvertigo Vertigo pada penderita OMSK merupakan gejala yang serius lainnya. Keluhanvertigo seringkali merupakan tanda telah terjadinya fistel labirin akibat erosi dinding labirin oleh seringkali merupakan tanda telah terjadinya fistel labirin akibat erosi dinding labirin oleh kolesteatom. Vertigo yang timbul biasanya akibat perubahan tekanan udara yang kolesteatom. Vertigo yang timbul biasanya akibat perubahan tekanan udara yang mendadak atau pada panderita yang sensitif keluhan vertigo dapat terjadi hanya karena mendadak atau pada panderita yang sensitif keluhan vertigo dapat terjadi hanya karena perforasi besar
perforasi besar membran timpani membran timpani yang akan menyebabkan labirin yang akan menyebabkan labirin lebih mudah lebih mudah terangsangterangsang oleh perbedaan suhu. Penyebaran infeksi ke dalam labirin juga akan meyebabkan keluhan oleh perbedaan suhu. Penyebaran infeksi ke dalam labirin juga akan meyebabkan keluhan vertigo. Vertigo juga bisa terjadi akibat komplikasi serebelum. Fistula merupakan temuan vertigo. Vertigo juga bisa terjadi akibat komplikasi serebelum. Fistula merupakan temuan yang serius, karena infeksi kemudian dapat berlanjut dari telinga tengah dan mastoid ke yang serius, karena infeksi kemudian dapat berlanjut dari telinga tengah dan mastoid ke telinga dalam sehingga
telinga dalam sehingga
timbul labirinitis dan dari sana mungkin berlanj ut menjadi meningitis. Uji fistula perlu timbul labirinitis dan dari sana mungkin berlanj ut menjadi meningitis. Uji fistula perlu dilakukan pada kasus OMSK dengan riwayat vertigo. Uji ini memerlukan pemberian dilakukan pada kasus OMSK dengan riwayat vertigo. Uji ini memerlukan pemberian tekanan positif dan negatif pada membran timpani, dengan demikian dapat diteruskan tekanan positif dan negatif pada membran timpani, dengan demikian dapat diteruskan melalui rongga telinga tengah.
melalui rongga telinga tengah.
E.
E. TANDA KLINISTANDA KLINIS
Tanda-tanda klinis OMSK tipe maligna : Tanda-tanda klinis OMSK tipe maligna :
a.
a. Adanya Abses atau fistelretroaurikularAdanya Abses atau fistelretroaurikular b.
b. Jaringan granulasi atau polip diliang telinga yang berasal dari Jaringan granulasi atau polip diliang telinga yang berasal dari kavum timpani.kavum timpani. c.
c. Pus yang selalu aktif atau berbau busuk( aromakolesteatom)Pus yang selalu aktif atau berbau busuk( aromakolesteatom) d.
F.
F. Pemeriksaan DiagnostikPemeriksaan Diagnostik
Untuk melengkapi pemeriksaan, dapat dilakukan pemeriksaan klinik sebagaiberikut : Untuk melengkapi pemeriksaan, dapat dilakukan pemeriksaan klinik sebagaiberikut :
1.
1. Pemeriksaan AudiometriPemeriksaan Audiometri
Pada pemeriksaan audiometri penderita OMSK biasanya didapati tuli konduktif. Tapi Pada pemeriksaan audiometri penderita OMSK biasanya didapati tuli konduktif. Tapi dapat pula dijumpai adanya tuli sensotineural, beratnya ketulian tergantung besar dan dapat pula dijumpai adanya tuli sensotineural, beratnya ketulian tergantung besar dan letak perforasi membran timpani serta keutuhan dan mobilitas sistim penghantaran suara letak perforasi membran timpani serta keutuhan dan mobilitas sistim penghantaran suara ditelinga tengah. Paparela, Brady dan Hoel (1970) melaporkan pada penderita OMSK ditelinga tengah. Paparela, Brady dan Hoel (1970) melaporkan pada penderita OMSK ditemukan tuli sensorineural yang dihubungkan dengan difusi produk toksin ke dalam ditemukan tuli sensorineural yang dihubungkan dengan difusi produk toksin ke dalam skala timpani melalui membran fenstra rotundum, sehingga menyebabkan penurunan skala timpani melalui membran fenstra rotundum, sehingga menyebabkan penurunan ambang hantaran tulang secara temporer/permanen yang pada fase awal terbatas pada ambang hantaran tulang secara temporer/permanen yang pada fase awal terbatas pada lengkung basal kohlea tapi dapat meluas kebagian apek kohlea. Gangguan pendengaran lengkung basal kohlea tapi dapat meluas kebagian apek kohlea. Gangguan pendengaran dapat dibagi dalam ketulian ringan, sedang, sedang berat, dan ketulian total, tergantung dapat dibagi dalam ketulian ringan, sedang, sedang berat, dan ketulian total, tergantung dari hasil pemeriksaan ( audiometri atau test berbisik). Derajat ketulian ditentukan dari hasil pemeriksaan ( audiometri atau test berbisik). Derajat ketulian ditentukan dengan membandingkan rata-rata kehilangan intensitas pendengaran pada frekuensi dengan membandingkan rata-rata kehilangan intensitas pendengaran pada frekuensi percakapan
percakapan terhadap terhadap skala skala ISO ISO 1964 1964 yang yang ekivalen ekivalen dengan dengan skala skala ANSI ANSI 1969. 1969. DerajatDerajat ketulian dan nilai ambang pendengaran menurut
ketulian dan nilai ambang pendengaran menurut ISO 1964 dan ANSI 1969.ISO 1964 dan ANSI 1969.
Derajat ketulian Nilai ambang pendengaran Derajat ketulian Nilai ambang pendengaran
Normal Normal : -10 dB sampai 26 dB: -10 dB sampai 26 dB
Tuliringan Tuliringan : : 27 27 dB dB sampai sampai 40 40 dBdB
Tulisedang Tulisedang : : 41 41 dB dB sampai sampai 55 55 dBdB
Tulisedangberat Tulisedangberat : : 56 56 dB dB sampai sampai 70 70 dBdB
Tuliberat Tuliberat : : 71 71 dB dB sampai sampai 90 90 dBdB
Tuli Tuli total total : : lebihdari lebihdari 90 90 dB.dB.
Evaluasi audimetri penting untuk menentukan fungsi konduktif dan fungsi kohlea. Evaluasi audimetri penting untuk menentukan fungsi konduktif dan fungsi kohlea. Dengan menggunakan audiometri nada murni pada hantaran udara dan tulang serta Dengan menggunakan audiometri nada murni pada hantaran udara dan tulang serta penilaian
penilaian tutur, tutur, biasanya biasanya kerusakan kerusakan tulang-tulang tulang-tulang pendengaran pendengaran dapat dapat diperkirakan, diperkirakan, dandan bisa
bisa ditentukan ditentukan manfaat manfaat operasi operasi rekonstruksi rekonstruksi telinga telinga tengah tengah untuk untuk perbaikanperbaikan pendengaran. Untuk melakuk
12 12
a.
a. Perforasi biasa umumnya menyebabkan tuli konduktif tidak lebih dari 15-20 dBPerforasi biasa umumnya menyebabkan tuli konduktif tidak lebih dari 15-20 dB b.
b. Kerusakan rangkaian tulang-tulang pendengaran menyebabkan tuli konduktif30-50Kerusakan rangkaian tulang-tulang pendengaran menyebabkan tuli konduktif30-50 dB apabila disertai perforasi.
dB apabila disertai perforasi. c.
c. Diskontinuitas rangkaian tulang pendengaran dibelakang membran yang masihDiskontinuitas rangkaian tulang pendengaran dibelakang membran yang masih utuh menyebabkan tuli konduktif 55-65 dB.
utuh menyebabkan tuli konduktif 55-65 dB. d.
d. Kelemahan diskriminasi tutur yang rendah, tidak peduli bagaimanapun keadaanKelemahan diskriminasi tutur yang rendah, tidak peduli bagaimanapun keadaan hantaran tulang, menunjukan kerusakan kohlea parah.
hantaran tulang, menunjukan kerusakan kohlea parah.
Pemeriksaan audiologi pada OMSK harus dimulai oleh penilaian pendengarandengan Pemeriksaan audiologi pada OMSK harus dimulai oleh penilaian pendengarandengan menggunakan garpu tala dan test Barani. Audiometri tutur dengan maskingadalah menggunakan garpu tala dan test Barani. Audiometri tutur dengan maskingadalah dianjurkan, terutama pada tuli konduktif bilateral dan tuli campur.
dianjurkan, terutama pada tuli konduktif bilateral dan tuli campur.
2.
2. Pemeriksaan Radiologi.Pemeriksaan Radiologi.
Pemeriksaan radiografi daerah mastoid pada penyakit telinga kronis nilaidiagnostiknya Pemeriksaan radiografi daerah mastoid pada penyakit telinga kronis nilaidiagnostiknya terbatas dibandingkan dengan manfaat otoskopi dan audiometri. Pemerikasaan radiologi terbatas dibandingkan dengan manfaat otoskopi dan audiometri. Pemerikasaan radiologi biasanya
biasanya mengungkapkan mengungkapkan mastoid mastoid yang yang tampak tampak sklerotik, sklerotik, lebih lebih kecil kecil dengandengan pneumatisasi
pneumatisasi lebih lebih sedikit sedikit dibandingkan masdibandingkan mastoid toid yang yang satunya satunya atau atau yang yang normal. normal. ErosiErosi tulang, terutama pada daerah atik memberi kesan kolesteatom. Proyeksi radiografi yang tulang, terutama pada daerah atik memberi kesan kolesteatom. Proyeksi radiografi yang sekarang biasa digunakan adalah :
sekarang biasa digunakan adalah : a.
a. Proyeksi Schuller, yang memperlihatkan luasnya pneumatisasi mastoid dariarahProyeksi Schuller, yang memperlihatkan luasnya pneumatisasi mastoid dariarah lateral dan atas. Foto ini berguna untuk pembedahan karena memperlihatkan posisi lateral dan atas. Foto ini berguna untuk pembedahan karena memperlihatkan posisi
sinus lateral dan tegmen. Pada keadaan mastoid yang skleritik,
sinus lateral dan tegmen. Pada keadaan mastoid yang skleritik,
gambaranradiografiinisangatmembantuahlibedahuntukmenghindariduraatau sinus
gambaranradiografiinisangatmembantuahlibedahuntukmenghindariduraatau sinus
lateral. lateral. b.
b. Proyeksi Mayer atau Owen, diambil dari arah dan anterior telinga tengah. AkanProyeksi Mayer atau Owen, diambil dari arah dan anterior telinga tengah. Akan tampak gambaran tulang-tulang pendengaran dan atik sehingga dapat diketahui tampak gambaran tulang-tulang pendengaran dan atik sehingga dapat diketahui apakah kerusakan tulang telah mengenai struktur-struktur.
apakah kerusakan tulang telah mengenai struktur-struktur. c.
c. ProyeksiStenver, memperlihatkan gambaran sepanjang pyramid petrosu sdan yangProyeksiStenver, memperlihatkan gambaran sepanjang pyramid petrosu sdan yang lebih jelas memperlihatkan kanalis auditorius interna, vestibulum dan kanalis semi lebih jelas memperlihatkan kanalis auditorius interna, vestibulum dan kanalis semi sirkularis. Proyeksi ini menempatkan antrum dalam potongan melintang sehingga sirkularis. Proyeksi ini menempatkan antrum dalam potongan melintang sehingga dapat menunjukan adanya pembesaran akibat kolesteatom.
dapat menunjukan adanya pembesaran akibat kolesteatom. d.
d. Proyeksi Chause III, member gambaran atik secara longitudinal sehingga dapatProyeksi Chause III, member gambaran atik secara longitudinal sehingga dapat memperlihatkan kerusakan dini dinding lateral atik. Politomografi dan atau CT scan memperlihatkan kerusakan dini dinding lateral atik. Politomografi dan atau CT scan
dapat menggambarkan kerusakan tulang oleh karena kolesteatom, ada atau tidak dapat menggambarkan kerusakan tulang oleh karena kolesteatom, ada atau tidak tulang-tulang pendengaran dan beberapa kasus terlihat fistula pada kanalis semi tulang-tulang pendengaran dan beberapa kasus terlihat fistula pada kanalis semi sirkularis horizontal. Keputusan untuk melakukan operasi jarang berdasarkan hanya sirkularis horizontal. Keputusan untuk melakukan operasi jarang berdasarkan hanya dengan hasil X-ray saja. Pada keadaan tertentu seperti bila dijumpai sinus lateralis dengan hasil X-ray saja. Pada keadaan tertentu seperti bila dijumpai sinus lateralis terletak lebih anterior menunjukan adanya penyakit mastoid.
terletak lebih anterior menunjukan adanya penyakit mastoid.
G.
G. PatofisiologiPatofisiologi
OMSK timbul sebagai kelanjutan dari infeksi akut yang berulang. Patofisiologi OMSK OMSK timbul sebagai kelanjutan dari infeksi akut yang berulang. Patofisiologi OMSK diawali dengan iritasi dan inflamasi subsekuen pada mukosa telinga tengah. Respon inflamasi diawali dengan iritasi dan inflamasi subsekuen pada mukosa telinga tengah. Respon inflamasi menyebabkan edema mukosa. Proses peradangan yang berlangsung pada akhirnya menyebabkan edema mukosa. Proses peradangan yang berlangsung pada akhirnya menyebabkan ulserasi mukosa dan kerusakan epitel. Upaya tubuh untuk menanggulangi menyebabkan ulserasi mukosa dan kerusakan epitel. Upaya tubuh untuk menanggulangi infeksi atau peradangan menghasilkan jaringan granulasi yang dapat berkembang menjadi infeksi atau peradangan menghasilkan jaringan granulasi yang dapat berkembang menjadi polip dalam rongga telinga tengah.Siklus inflamasi ulserasi infeksi dan pembentukan jaringan polip dalam rongga telinga tengah.Siklus inflamasi ulserasi infeksi dan pembentukan jaringan granulasi dapat terus berlanjut sehinggamenyebabkan kerusakan tulang di sekitarnya dan granulasi dapat terus berlanjut sehinggamenyebabkan kerusakan tulang di sekitarnya dan akhirnya menyebabkan berbagai komplikasi dari OMSK.
akhirnya menyebabkan berbagai komplikasi dari OMSK.
Walaupun belum terbukti, kepentingan hubungan antara bakteri anaerob dengan bakteri Walaupun belum terbukti, kepentingan hubungan antara bakteri anaerob dengan bakteri aerob pada OMSK diduga meningkatkan virulensi infeksi ketika kedua jenis bakteri tersebut aerob pada OMSK diduga meningkatkan virulensi infeksi ketika kedua jenis bakteri tersebut berkembang di
berkembang di telinga telinga tengah. tengah. Dengan memDengan memahami ahami mikrobiologi penyakit mikrobiologi penyakit ini, ini, ahli ahli kesehatankesehatan dapat mengembangkan suatu rencana penatalaksanaan dengan efikasi terbaik dan morbiditas dapat mengembangkan suatu rencana penatalaksanaan dengan efikasi terbaik dan morbiditas terendah
terendah
1.
1. JenisJenis
OMSK dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu OMSK tipe benigna (tipe mukosa = tipe OMSK dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu OMSK tipe benigna (tipe mukosa = tipe aman) dan OMSK tipe ”maligna” (tipe tulang = tipe bahaya). Berdasarkan aktifitas aman) dan OMSK tipe ”maligna” (tipe tulang = tipe bahaya). Berdasarkan aktifitas sekret yang keluar, dikenal juga OMSK aktif dan OMSK tenang. OMSK aktif ialah sekret yang keluar, dikenal juga OMSK aktif dan OMSK tenang. OMSK aktif ialah OMSK dengan sekret yang keluar dari kavum timpani secara aktif, sedangkan OMSK OMSK dengan sekret yang keluar dari kavum timpani secara aktif, sedangkan OMSK tenang ialah yang keadaan kavum timpaninya terlihat basah atau kering.
tenang ialah yang keadaan kavum timpaninya terlihat basah atau kering.
roses peradangan pada OMSK tipe benigna terbatas pada mukosa saja, dan biasanya roses peradangan pada OMSK tipe benigna terbatas pada mukosa saja, dan biasanya tidak mengenai tulang. Perforasi terletak di sentral. Umumnya OMSK tipe benigna tidak mengenai tulang. Perforasi terletak di sentral. Umumnya OMSK tipe benigna jarang
jarang menimbulkan menimbulkan komplikasi komplikasi yang yang berbahaya. berbahaya. Pada Pada OMSK OMSK tipe tipe benigna benigna tidaktidak terdapat kolesteatoma.
14 14
Yang dimaksud dengan OMSK tipe maligna ialah OMSK yang disertai dengan Yang dimaksud dengan OMSK tipe maligna ialah OMSK yang disertai dengan kolesteatoma. OMSK ini dikenal juga dengan OMSK tipe bahaya atau OMSK tipe kolesteatoma. OMSK ini dikenal juga dengan OMSK tipe bahaya atau OMSK tipe tulang. Perforasi pada OMSK tipe maligna letaknya marginal atau di atik, terkadang tulang. Perforasi pada OMSK tipe maligna letaknya marginal atau di atik, terkadang terdapat juga kolesteatoma pada OMSK dengan perforasi subtotal. Sebagian besar terdapat juga kolesteatoma pada OMSK dengan perforasi subtotal. Sebagian besar komplikasi yang berbahaya timbul pada OMSK tipe maligna.
H. H. PathwayPathway Proses peradangan Proses peradangan Nyeri Nyeri Peningkatanproduk Peningkatanproduk si cairan serosa si cairan serosa cemas cemas Infeksi telinga tengah
Infeksi telinga tengah Invasi bakteri Invasi bakteri
Akumulasi cairan Akumulasi cairan mukus dan serosa mukus dan serosa
Terdapatkolesteatompad Terdapatkolesteatompad atelingatengah atelingatengah Tekanan udara Tekanan udara telinga tengah (-) telinga tengah (-)
Sekret berbentuk nanah Sekret berbentuk nanah
dan bau khas dan bau khas Ketidaktauan klien Ketidaktauan klien mengenai pentingnya mengenai pentingnya kebersihan telinga kebersihan telinga Gangguan persepsi Gangguan persepsi sensori sensori Hantaran Hantaran udara/suara yang udara/suara yang diterima menurun diterima menurun Retraksi membran Retraksi membran timpani timpani
Gangguan citra tubuh Gangguan citra tubuh Otore=PUS pada MAE Otore=PUS pada MAE
Ke
16 16
I.
I. KomplikasiKomplikasi
Kerusakan yang permanen dari telinga dengan ber
Kerusakan yang permanen dari telinga dengan berkurangnya pandangan atau ketulian.kurangnya pandangan atau ketulian.
MastuiditisMastuiditis
CholesteatomaCholesteatoma
Absesapidural (peradangandisekitarotak)Absesapidural (peradangandisekitarotak)
ParalisiswajahParalisiswajah
Labirintitis.Labirintitis.
Menurut Arief Mansjoer, dkk. 2001 halaman 82 : Menurut Arief Mansjoer, dkk. 2001 halaman 82 :
Paralisis nervus fasialis, fistula labirin, labirinitis, labirinitis supuratif, petrositis, Paralisis nervus fasialis, fistula labirin, labirinitis, labirinitis supuratif, petrositis, tromboflebitis sinus lateral, abses ekstra dural, abses subdural, meningitis, abses otak, dan tromboflebitis sinus lateral, abses ekstra dural, abses subdural, meningitis, abses otak, dan hidrosefalus otitis.
hidrosefalus otitis.
J.
J. PenatalaksPenatalaksanaan anaan MedisMedis
Terapi OMSK tidak jarang memerlukan waktu lama, serta harus berulang-ulang. Sekret Terapi OMSK tidak jarang memerlukan waktu lama, serta harus berulang-ulang. Sekret yang keluar tidak cepat mengering atau selalu kambuh lagi. Keadaan ini antara lain yang keluar tidak cepat mengering atau selalu kambuh lagi. Keadaan ini antara lain disebabkan oleh beberapa keadaan, yaitu:
disebabkan oleh beberapa keadaan, yaitu: 1.
1. Adanya perforasi membran timpani yang permanen, sehingga telinga tengahAdanya perforasi membran timpani yang permanen, sehingga telinga tengah berhubungan dengan
berhubungan dengan dunia luar.dunia luar. 2.
2. Terdapat sumber infeksi di faring, nasofaring, hidung, dan sinus paranasal.Terdapat sumber infeksi di faring, nasofaring, hidung, dan sinus paranasal. 3.
3. Sudah terbentuk jaringan patologis yang ireversibel dalam rongga mastoid.Sudah terbentuk jaringan patologis yang ireversibel dalam rongga mastoid. 4.
4. Gizi dan higienis yang kurang.Gizi dan higienis yang kurang.
a.
a. MedikamentosaMedikamentosa
Prinsip terapi OMSK tipe benigna ialah konservatif atau dengan Prinsip terapi OMSK tipe benigna ialah konservatif atau dengan medikamentosa. Bila sekret yang keluar terus-menerus, maka diberikan obat pencuci medikamentosa. Bila sekret yang keluar terus-menerus, maka diberikan obat pencuci telinga berupa larutan H
telinga berupa larutan H22OO22 3 % selama 3 3 % selama 3 – – 5 hari. Setelah sekret berkurang, maka 5 hari. Setelah sekret berkurang, maka
terapi dilanjutkan dengan memberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotika terapi dilanjutkan dengan memberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotika dan kortikosteroid. Banyak ahli berpendapat bahwa semua obat tetes yang dijual di dan kortikosteroid. Banyak ahli berpendapat bahwa semua obat tetes yang dijual di pasaran
pasaran saat saat ini ini mengandung mengandung antibiotika antibiotika yang yang bersifat bersifat ototoksik. ototoksik. Oleh Oleh sebab sebab itu,itu, Djaafar (2004) menganjurkan agar obat tetes telinga tidak diberikan terus-menerus Djaafar (2004) menganjurkan agar obat tetes telinga tidak diberikan terus-menerus
lebih dari 1 atau 2 minggu, atau pada OMSK yang sudah tenang. Secara oral diberikan lebih dari 1 atau 2 minggu, atau pada OMSK yang sudah tenang. Secara oral diberikan antibiotika dari golongan ampisilin, atau eritromisin (bila pasien alergi terhadap antibiotika dari golongan ampisilin, atau eritromisin (bila pasien alergi terhadap penisilin),
penisilin), sebelum sebelum tes tes hasil hasil resistensi resistensi diterima. diterima. Pada Pada infeksi infeksi yang yang dicurigai dicurigai karenakarena penyebabnya
penyebabnya telah telah resisten resisten terhadap terhadap ampisilin, ampisilin, dapat dapat diberikan diberikan ampisilin ampisilin asamasam klavulanat.
klavulanat. b.
b. PembedahanPembedahan
Indikasi pembedahan pada OMSK adalah sebagai berikut: Indikasi pembedahan pada OMSK adalah sebagai berikut:
Perforasi yang bertahan lebih dari 6 minggu.Perforasi yang bertahan lebih dari 6 minggu.
Otore yang berlangsung lebih dari 6 Otore yang berlangsung lebih dari 6 minggu setelah menggunakan antibiotik.minggu setelah menggunakan antibiotik.
Pembentukan kolesteatoma.Pembentukan kolesteatoma.
Bukti radiografi adanya mastoiditis kronis.Bukti radiografi adanya mastoiditis kronis.
Jenis operasi mastoid yang dilakukan tergantung pada luasnya infeksi atau Jenis operasi mastoid yang dilakukan tergantung pada luasnya infeksi atau kolesteatoma, sarana yang tersedia, serta pengalaman operator. Beberapa jenis kolesteatoma, sarana yang tersedia, serta pengalaman operator. Beberapa jenis pembedahan atau
pembedahan atau teknik operasi teknik operasi yang dapat yang dapat dilakukan pada dilakukan pada OMSK dengan OMSK dengan mastoiditismastoiditis kronis, baik tipe benigna atau maligna, antara lain:
kronis, baik tipe benigna atau maligna, antara lain:
1.
1. Mastoidektomi sederhana (Mastoidektomi sederhana (ssiimplmpl e mastoidee mastoidectomy ctomy ).).
Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe benigna yang dengan pengobatan Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe benigna yang dengan pengobatan konservatif tidak sembuh. Dengan tindakan operasi ini, dilakukan pembersihan ruang konservatif tidak sembuh. Dengan tindakan operasi ini, dilakukan pembersihan ruang mastoid dari jaringan patologis. Tujuannya ialah agar infeksi tenang dan telinga tidak mastoid dari jaringan patologis. Tujuannya ialah agar infeksi tenang dan telinga tidak berair lagi. Pada operasi ini, fungsi pendengaran tidak
berair lagi. Pada operasi ini, fungsi pendengaran tidak diperbaiki.diperbaiki. 2.
2. MastoidekMastoidektomi tomi radikal.radikal.
Operasi ini dilakukan pada OMSK maligna dengan infeksi atau kolesteatoma Operasi ini dilakukan pada OMSK maligna dengan infeksi atau kolesteatoma yang sudah meluas, Pada operasi ini, rongga mastoid dan kavum timpani dibersihkan yang sudah meluas, Pada operasi ini, rongga mastoid dan kavum timpani dibersihkan dari semua jaringan patologis. Dinding batas antara lubang telinga luar dan telinga dari semua jaringan patologis. Dinding batas antara lubang telinga luar dan telinga tengah dengan rongga mastoid diruntuhkan, sehingga ketiga daerah anatomi tersebut tengah dengan rongga mastoid diruntuhkan, sehingga ketiga daerah anatomi tersebut menjadi satu ruangan. Tujuan operasi ini ialah untuk membuang semua jaringan menjadi satu ruangan. Tujuan operasi ini ialah untuk membuang semua jaringan patologis
patologis dan dan mencegah mencegah komplikasi komplikasi ke ke intrakranial. intrakranial. Fungsi Fungsi pendengaran pendengaran tidaktidak diperbaiki.
diperbaiki.
Kerugian operasi ini ialah pasien tidak diperbolehkan berenang seumur Kerugian operasi ini ialah pasien tidak diperbolehkan berenang seumur hidupnya. Pasien harus datang dengan teratur untuk kontrol agar tidak terjadi infeksi hidupnya. Pasien harus datang dengan teratur untuk kontrol agar tidak terjadi infeksi kembali. Pendengaran berkurang sekali sehingga dapat menghambat pendidikan atau kembali. Pendengaran berkurang sekali sehingga dapat menghambat pendidikan atau karir pasien.
18 18
Modifikasi operasi ini ialah dengan memasang tandur (
Modifikasi operasi ini ialah dengan memasang tandur ( graft graft ) pada rongga) pada rongga operasi serta membuat
operasi serta membuat meatal plastymeatal plasty yang lebar, sehingga rongga operasi kering yang lebar, sehingga rongga operasi kering permanen, tetapi terdapat cacat anatomi, yaitu meatus luar lubang telinga menjadi lebar. permanen, tetapi terdapat cacat anatomi, yaitu meatus luar lubang telinga menjadi lebar.
3.
3. MastoidektMastoidektomi radikal omi radikal dengan modifikasi. (Operasi Bondy).dengan modifikasi. (Operasi Bondy).
Opeasi ini dilakukan pada OMSK dengan kolesteatoma di daerah atik, tetapi Opeasi ini dilakukan pada OMSK dengan kolesteatoma di daerah atik, tetapi belum
belum merusak merusak kavum kavum timpani. timpani. Seluruh Seluruh rongga rongga mastoid mastoid dibersihkan dibersihkan dan dan dindingdinding posterior
posterior lubang lubang telinga telinga direndahkan. direndahkan. Tujuan Tujuan operasi operasi ialah ialah untuk untuk membuang membuang semuasemua jaringan patologis
jaringan patologis dari rongga dari rongga mastoid, mastoid, dan mempertahankan dan mempertahankan pendengaran yang pendengaran yang masihmasih ada.
ada.
4.
4. Miringoplasti.Miringoplasti.
Operasi ini merupakan jenis timpanoplasti yang paling ringan, dikenal juga Operasi ini merupakan jenis timpanoplasti yang paling ringan, dikenal juga dengan nama timpanoplasti tipe I. Rekonstruksi hanya dilakukan pada membrana dengan nama timpanoplasti tipe I. Rekonstruksi hanya dilakukan pada membrana timpani. Tujuan operasi ialah untuk mencegah berulangnya infeksi telinga tengah pada timpani. Tujuan operasi ialah untuk mencegah berulangnya infeksi telinga tengah pada OMSK tipe benigna dengan perforasi yang menetap. Opearasi ini dilakukan pada OMSK tipe benigna dengan perforasi yang menetap. Opearasi ini dilakukan pada OMSK tipe benigna yang sudah tenang dengan ketulian ringan yang hanya disebabkan OMSK tipe benigna yang sudah tenang dengan ketulian ringan yang hanya disebabkan oleh perforasi membran timpani.
oleh perforasi membran timpani.
5
5.. TimpanoplastiTimpanoplasti..
Operasi ini dikerjakan pada OMSK tipe benigna dengan kerusakan yang lebih Operasi ini dikerjakan pada OMSK tipe benigna dengan kerusakan yang lebih berat
berat atau atau OMSK OMSK tipe tipe benigna benigna yang yang tidak tidak bisa bisa ditenangkan ditenangkan dengan dengan pengobatanpengobatan medikamentosa. Tujuan operasi ialah untuk menyembuhkan penyakit serta medikamentosa. Tujuan operasi ialah untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran.
memperbaiki pendengaran.
Pada operasi ini, dilakukan rekonstruksi membran timpani dan rekonstruksi Pada operasi ini, dilakukan rekonstruksi membran timpani dan rekonstruksi tulang pendengaran. Berdasarkan bentuk rekonstruksi tulang pendengaran yang tulang pendengaran. Berdasarkan bentuk rekonstruksi tulang pendengaran yang dilakukan, maka dikenal istilah timpanoplasti tipe II, III, IV, dan V. Sebelum dilakukan, maka dikenal istilah timpanoplasti tipe II, III, IV, dan V. Sebelum rekonstruksi dikerjakan, dilakukan terlebih dahulu eksplorasi kavum timpani dengan rekonstruksi dikerjakan, dilakukan terlebih dahulu eksplorasi kavum timpani dengan atau tanpa mastoidektomi untuk membersihkan jaringan patologis. Tidak jarang operasi atau tanpa mastoidektomi untuk membersihkan jaringan patologis. Tidak jarang operasi ini terpaksa dilakukan dua tahap dengan jarak waktu 6
ini terpaksa dilakukan dua tahap dengan jarak waktu 6 – – 12 bulan. 12 bulan.
6.
6. PendekatPendekatan kombinasi an kombinasi timpanoplasti (timpanoplasti (CombiCombined aned approach tympanoplpproach tympanopl asasty ty ).).
Operasi ini merupakan teknik operasi timpanoplasti yang dikerjakan pada kasus Operasi ini merupakan teknik operasi timpanoplasti yang dikerjakan pada kasus OMSK tipe maligna atau OMSK tipe benigna dengan jaringan granulasi yang luas. OMSK tipe maligna atau OMSK tipe benigna dengan jaringan granulasi yang luas.
Tujuan operasi ini ialah untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki Tujuan operasi ini ialah untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran
pendengaran tanpa tanpa melakukan melakukan teknik teknik mastoidektomi mastoidektomi radikal radikal (tanpa (tanpa meruntuhkanmeruntuhkan dinding posterior lubang telinga).
dinding posterior lubang telinga).
Pembersihan kolesteatoma dan jaringan granulasi di kavum timpani, dikerjakan Pembersihan kolesteatoma dan jaringan granulasi di kavum timpani, dikerjakan melalui dua jalan (
melalui dua jalan (combined approachcombined approach), yaitu melalui lubang telinga dan rongga), yaitu melalui lubang telinga dan rongga mastoid dengan melakukan timpanotomi posterior. Teknik operasi ini pada OMSK tipe mastoid dengan melakukan timpanotomi posterior. Teknik operasi ini pada OMSK tipe maligna belum disepakati oleh para ahli, karena sering terjadi kolesteatoma kambuh maligna belum disepakati oleh para ahli, karena sering terjadi kolesteatoma kambuh kembali.
20 20
BAB III
BAB III
TINJAUAN KASUS
TINJAUAN KASUS
A. A. PENGKAJIANPENGKAJIAN Hari/Hari/ Tanggal Tanggal : : 19 19 November November 20132013 Pengkaji
Pengkaji : : Melani Melani ArfanaArfana
Ruang
Ruang : : Poliklimik Poliklimik THTTHT
A.
A. IdentitasIdentitas 1.
1. KlienKlien Nama
Nama : Ny. C: Ny. C
Umur
Umur : : 51 51 tahuntahun
Jenis
Jenis kelamin kelamin : : PerempuanPerempuan Agama
Agama : : IslamIslam
Alamat
Alamat : : Kp. Kp. Sirna Sirna Galih Galih Rt.02/02Rt.02/02 Status
Status perkawinan perkawinan : : KawinKawin
Pekerjaan
:-Pekerjaan
:- No RM
No RM : : 451416451416
Diagnosis
Diagnosis medis medis : : OMSKOMSK
B.
B. Keluhan Utama :Keluhan Utama :
Klien mengatakan telinga kanannya keluar cairan dan mempengaruhi pendengaran Klien mengatakan telinga kanannya keluar cairan dan mempengaruhi pendengaran klien.
klien.
C.
C. Riwayat Kesehatan Sekarang :Riwayat Kesehatan Sekarang :
Klien mengatakan sudah enam bulan pendengarannya berkurang dan ditelinga Klien mengatakan sudah enam bulan pendengarannya berkurang dan ditelinga kanannya keluar cairan klien merasa malu atas penyakitnya karena seringnya mengeluarkan kanannya keluar cairan klien merasa malu atas penyakitnya karena seringnya mengeluarkan bau yang tidak enak.
bau yang tidak enak.
D.
D. Riwayat Kesehatan yang LaluRiwayat Kesehatan yang Lalu
Klien mengatakan sebelumnya pernah menderita penyakit yang sama dan dia berobat Klien mengatakan sebelumnya pernah menderita penyakit yang sama dan dia berobat tetapi tidak ditindaklanjuti pengobatannya.
E.
E. Riwayat Kesehatan KeluargaRiwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan dikeluarganya tidak ada yang memiliki penyakit yang sama seperti Klien mengatakan dikeluarganya tidak ada yang memiliki penyakit yang sama seperti klien
klien
F.
F. Pemeriksaan Fisik :Pemeriksaan Fisik : 1.
1. Tingkat Kesadaran :Tingkat Kesadaran :
a.
a. Kualitas Kualitas : : ComposMentisComposMentis b.
b. Kuantitas :Kuantitas :
Respon Respon Motorik Motorik : : 66
Respon Respon Verbal Verbal : : 55
Respon Respon Membuka Membuka Mata Mata : : 4 4 ++ Jumlah
Jumlah : : 1515
2.
2. Tanda-tanda vital :Tanda-tanda vital :
Suhu Suhu : : 3838CC
Nadi Nadi :78 x/menit:78 x/menit
Pernafasan Pernafasan :20 :20 x/menitx/menit
Tekanan Tekanan Darah Darah : : 110/70 110/70 mmHgmmHg
G.
G. Data FokusData Fokus
Telinga kananTelinga kanan bentuk t
bentuk telinga elinga simetris simetris , , setelah setelah dilihat dilihat dengan dengan menggunakan otoskop menggunakan otoskop terdapatterdapat cairan berupa
cairan berupa nanah dan nanah dan terdapat perforasi terdapat perforasi pada membran pada membran timpani , timpani , adanya lesiadanya lesi adanya nyeri tekan.
adanya nyeri tekan.
Telinga kiriTelinga kiri
Bentuk telinga simetris setelah dilihat menggunakan otoskop terdapat penumpukan Bentuk telinga simetris setelah dilihat menggunakan otoskop terdapat penumpukan serumen
22 22
H.
H. Data PsikologiData Psikologi
Klien mengatakan malu dengan keadaanya sekara
Klien mengatakan malu dengan keadaanya sekarangng
I.
I. Data SosialData Sosial
Klien tampak bersikap kooperatif dengan dokter dan perawat saat dilakukan tindakan. Klien tampak bersikap kooperatif dengan dokter dan perawat saat dilakukan tindakan.
J.
J. Data SpiritualData Spiritual
Klien selalu berdoa agar cepat sembuh Klien selalu berdoa agar cepat sembuh
K.
K. TherapyTherapy -Pertelinga -Pertelinga
-
- Forumen Forumen Ear Ear Drops Drops 10cc 10cc 3tetes/hari3tetes/hari
-
- Otopain Otopain 4x1 4x1 (3-5tetes)(3-5tetes)
-Peroral -Peroral
-
B.
B. ANALISA DATAANALISA DATA
No
No Data Data Senjang Senjang Etiologi Etiologi Masalah Masalah KeperawatanKeperawatan
1
1 Ds Ds : : Klien Klien mengatakan mengatakan pendengarannyapendengarannya berkurang sejak dua bulan y
berkurang sejak dua bulan yang lalu.ang lalu. Do :Telinga kanan klien tampak ada Do :Telinga kanan klien tampak ada penumpukan cairan dan klien tampak penumpukan cairan dan klien tampak
kebingungan apa yang dibicarakan oleh kebingungan apa yang dibicarakan oleh dokter dan perawat.
dokter dan perawat.
Invasi Invasi kuman/bakteri kuman/bakteri Infeksi telinga Infeksi telinga tengah tengah Peningkatan Peningkatan produksi cairan produksi cairan serosa serosa Akumulasi cairan Akumulasi cairan mukus dan serosa mukus dan serosa
Hantaran Hantaran udara/suara yang udara/suara yang diterima menurun diterima menurun Gangguan persepsi Gangguan persepsi sensori sensori Gangguan persepsi Gangguan persepsi sensori sensori 2
2 Ds Ds : : Klien Klien mengatakan mengatakan malu malu dengandengan penyakitnya
penyakitnya karena karena menimbulkan menimbulkan baubau yang tidak enak
yang tidak enak
Do : Klien tampak malu ketika diperiksa Do : Klien tampak malu ketika diperiksa telingan kanannya telingan kanannya Infeksi telinga Infeksi telinga tengah tengah Ketidaktauan klien Ketidaktauan klien mengenai mengenai pentingnya pentingnya kebersihan telinga kebersihan telinga Sekret berbentuk Sekret berbentuk nanah dan bau khas nanah dan bau khas
Otore=PUS pada Otore=PUS pada MAE MAE (Kental/Busuk) (Kental/Busuk) Gangguan citra Gangguan citra tubuh tubuh
Gangguan citra tubuh Gangguan citra tubuh ..
24 24
C.
C. DIAGNOSA KEPERAWATANDIAGNOSA KEPERAWATAN
1.
1. Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan hantaran udara/suara yangGangguan persepsi sensori berhubungan dengan hantaran udara/suara yang diterima menurun
diterima menurun 2.
2. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dengan bau yangGangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dengan bau yang keluar dari telinga kanannya.