PROSEDUR PENGELOLAAN LIMBAH CITOTOKSIK
No. Dokumen No Revisi Halaman
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan :
Direktur Rumah Sakit Medika Dramaga
Dr. R. Gioseffi Purnawarman Sp.OG. MHKes
PENGERTIAN Limbah citotoksik adalah bahan yang terkontaminasi atau mungkin terkontaminasi dengan obat citotoksik selama peracikan, pengangkutan atau tindakan terapi citotoksik.
Tujuan Melakukan pengelolaan Limbah sitotoksik yang memiliki sifat sangat berbahaya, mutagenik (menyebabkan mutasi genetik), teratogenik (menyebabkan kerusakan embrio atau fetus), dan/atau karsinogenik (menyebabkan kanker) agar tidak membahayakan bagi lingkungan maupun petugas yang berhubungan secara langsung dalam penatalaksanaan pemakaian dan penyimpanan serta pembuangan limbah Sitotoksik, serta melaksanakan ketentuan – ketentuan teknis yang telah diatur oleh Pemerintah melalui Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.56 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tahun 2015, serta Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No Kep 1204/XII/2004, Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
PROSEDUR PENGELOLAAN LIMBAH CITOTOKSIK
No. Dokumen No Revisi Halaman
Prosedur A. PENGUMPULAN/PENAMPUNGAN SEMENTARA
CITOTOKSIK DISUMBER PENGHASIL LIMBAH
1. Limbah Citotoksik yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan di masing- masing Sumber penghasil limbah Citotoksik (Rawat Inap, Rawat Jalan, HCU, OK,VK, Poliklinik, IGD, Laboratorium, Radiologi, HD) dikumpulkan dalam tempat Penampungan Citotoksik yang telah disediakan di masing-masing unit penghasil limbah Citotoksik.
2. Limbah Genotoksik & Citotoksik dikumpulkan pada wadah khusus tempat limbah Genotoksik & Citotoksik yang diberi logo Telofase dengan dilapisi kantong plastik berwarna ungu.
3. Genotoksik berarti toksik terhadap asam deoksiribo nukleat (ADN), dan Sitotoksik berarti toksik terhadap sel. Termasuk dalam kelompok Limbah sitotoksik yaitu Limbah genotoksik yang merupakan Limbah bersifat sangat berbahaya, mutagenik (menyebabkan mutasi genetik), teratogenik (menyebabkan kerusakan embrio atau fetus), dan/atau karsinogenik (menyebabkan kanker).
Streptozocin; Raltitrexed; Tamoxifen; Temozolomide; Teniposide; Thioguanine; Thiotepa; Treosulfan; Topotecan; Trichlormethine; Valganciclovir; Vinblastine; Vincristine; dan Vinorelbine.
PROSEDUR PENGELOLAAN LIMBAH CITOTOKSIK
No. Dokumen No Revisi Halaman
C. DOKUMENTASI/MANIVEST HARIAN LIMBAH CITOTOKSIK a. Limbah Citotoksik yang telah dilakukan pengangkutan dibawa ke
area TPS LB3 (Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3) untuk dilakukan pencatatan Jenis dan Berat Limbah, serta dilakukan pelabelan harian Citotoksik.
b. Limbah Citotoksik yang telah dilakukan pencatatan disimpan dalam Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Citotoksik sebelum dilakukan pemusnahan limbah dengan ,menggunakan Incinerator pada suhu 1000 C.
D. ALAT PELINDUNG DIRI
Petugas sanitasi dalam melakukan pengelolaan Limbah Citotoksik mulai dari pengangkutan, penimbangan, serta pemusnahan limbah Citotoksik wajib menggunakan Alat pelindung Diri yang meliputi :
a. Masker
□ Laboratorium □ Ruang Operasi □ Ruang Bersalin □ Ruang Perina □ Instalasi Farmasi □ Unit PPI