BAB II
PEMBAHASAN
Manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu berkaitan dengan konsep kesehatan dan keragaman. Konsep kesetaraan , pada pendekatan formal dan pendekatan substansif. Pada pendekatan formal kita mengkaji kesetaraan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku, baik berupa undang-undang , maupun norma sedangkan pendekatan substantif mengkaji konsep kesetaraan berdasarkan keluaran / output, maupun proses terjadinya kesetaraan.
Konsep kesetaraan biasanya dihubungkan dengan gender, status, hirarki sosial, dan berbagai hal lainnya yang mencirikan perbedaan-perbedaan serta persamaan-persamaan. Sedangkan konsep keragamaan merupakan hal yang wajar terjadi pada kehidupan dan kebudayaan umat manusia. Kalau kita perhatikan lebih cermat, kebudayaan barat dan timur mempunyai landasan dasar yang bertolak belakang. Kalau di barat budayanya bersifat antroposentis ( berpusat pada manusia ) , sedangkan timur yang di wakili oleh budaya india , cina dan islam , menunjukan ciri teosentris (berpusat pada tuhan).