• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET RAKYAT BERDASARKAN SKALA USAHA MINIMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET RAKYAT BERDASARKAN SKALA USAHA MINIMUM"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET

RAKYAT BERDASARKAN SKALA USAHA MINIMUM

(Studi Kasus : Desa Naman Jahe, Kec. Salapian, Kab. Langkat)

SKRIPSI

OLEH :

MURNI ARTHA CHRISTY TAMPUBOLON 090304128

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET

RAKYAT BERDASARKAN SKALA USAHA MINIMUM

(Studi Kasus : Desa Naman Jahe, Kec. Salapian, Kab. Langkat)

SKRIPSI

OLEH :

MURNI ARTHA CHRISTY TAMPUBOLON 090304128

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Dapat Memperoleh Gelar Sarjana di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara Medan

Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing

Ketua Anggota

(Dr. Ir. Tavi Supriana, MS)

NIP. 196411021989032001 NIP. 196510081992031001 (Ir. Luhut Sihombing,MP)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(3)

ABSTRAK

MURNI ARTHA CHRISTY TAMPUBOLON (090304128) dengan

judul skripsi ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET

RAKYAT BERDASARKAN SKALA USAHA MINIMUM (Studi Kasus : Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat). Penelitian ini

dibimbing oleh Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS dan Bapak Ir. Luhut Sihombing,

MP.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui berapa produksi perkebunan karet rakyat per hektar di daerah penelitian, (2) Untuk menganalisis berapa pendapatan petani perkebunan karet rakyat per hektar di daerah penelitian, (3) Untuk menganalisis berapa skala usaha minimum untuk memenuhi skala efisien dan kebutuhan hidup petani perkebunan karet rakyat.

Penetuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dengan jumlah sampel 50

petani yang dihitung menggunakan rumus slovin. Pengujian hipotesis

menggunakan metode (1) metode deskriptif yaitu dengan menjelaskan bagaimana produksi karet di daerah penelitian, (2) besar pendapatan yang dicari dengan rumus pengurangan dari penerimaan dengan biaya total, (3) metode analisis skala ekonomi dengan menggunakan pendekatan analisis Minimum Efficient Scale (MES).

Dari hasil penelitian di peroleh proses produksi usahatani karet rakyat di daerah penelitian belum sesuai dengan teknologi budidaya anjuran, produksi perkebunan karet rakyat di desa Naman Jahe, Kec.Salapian, Kab.Langkat Sumatera Utara untuk 0.5 Ha 12.023 Kg/Tahun, 1 Ha 66.032 Kg/Tahun, 1.5 Ha 6.662 Kg/Tahun, dan 2 Ha 15.465 Kg/Tahun, sedangkan untuk pendapatan petani karet rakyat di desa Naman Jahe, Kec.Salapian, Kab.Langkat untuk 0.5 Ha pendapatan rata-rata Rp 6.177.758/Ha/Tahun, 1 Ha pendapatan rata-rata Rp 6.499.278/Ha/Tahun, untuk 1.5 Ha pendapatan rata-rata Rp 6.589.300/Ha/Tahun, untuk 2 Ha pendapatan rata-rata Rp 4.425.045/Ha/Tahun serta skala usaha minimum untuk perkebunana karet rakyat berada pada skala usaha 1 Ha, dimana petani akan mengeluarkan biaya rata-rata yang lebih efisien dengan hasil produksi yang lebih banyak dan memberikan pendapatan yang menguntungkan kepada petani.

(4)

RIWAYAT HIDUP

MURNI ARTHA CHRISTY TAMPUBOLON lahir di Medan pada tanggal 14 Desember 1991, anak pertama dari tiga bersaudara, seorang putri dari Ayahanda Ir. E. Tampubolon dan Ibunda M. Simanjuntak S.pd.

Pendidikan formal yang telah ditempuh penulis adalah sebagai berikut :

1. Pada tahun 2003 lulus dari Sekolah Dasar Swasta Budi Murni 6 Medan.

2. Pada tahun 2006 lulus dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 17 Medan.

3. Pada tahun 2009 lulus dari Sekolah Menengah Atas Santo Thomas 2

Medan.

4. Pada tahun 2009 diterima di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian,

Universitas Sumatera Utara melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Kegiatan yang pernah diikuti penulis adalah sebagai berikut:

1. Menjadi anngota Departemen Pengkaderan pada Ikatan Mahasiswa

Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Paertanian, Universitas Sumataera Utara (IMASEP FP-USU) periode 2012-2013.

2. Menjadi bendahara PORSENI FP USU Tahun 2012.

3. Mengikuti organisasi kemahasiswaan Gerakan Mahasiswa Kristen

Indonesia (GMKI).

4. Bulan Juli-Agustus 2013, penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan

(PKL) di Desa Binjai, Kecematan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai.

5. Bulan Desember 2013 penulis melaksanakan penelitian skripsi di Desa

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat

serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Adapun judul

skripsi ini adalah “Analisis Tingkat Pendapatan Petani Karet Rakyat

Berdasarkan Skala Usaha Minimum (Studi Kasus: Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat)”. Skripsi ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi sebagian dari syarat – syarat guna menyelesaikan strata satu dan

memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Program Studi Agribisnis Fakultas

Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bimbingan dan dukungan dari berbagai

pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS selaku Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak Ir.

Luhut Sihombing, MP selaku anggota Komisi Pembimbing yang telah

meluangkan waktunya untuk membimbing dan memotivasi penulis dalam

penyelesaian skripsi ini,

2. Ibu Dr. Ir. Salmiah, M. S selaku Ketua Program Studi Agribisnis FP- USU dan

Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M. Ec selaku Sekretaris Program Stuudi

Agribisnis FP-USU yang telah memberikan kemudahan dalam hal perkuliahan

dan kegiatan di kampus,

3. Seluruh dosen Program Studi Agribisnis FP-USU, yang telah membekali ilmu

(6)

4. Seluruh pegawai Program Studi Agribisnis FP-USU khususnya Kak Lisbet,

Kak Runi, Kak Yani dan Kak Nita yang telah membantu penulis dalam

administrasi kampus.

5. Penulis juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Ayahanda Ir. E.

Tampubolon dan Ibunda M. Simanjuntak, Spd, adik-adik penulis Moses H.S

Tampubolon dan Rizky S.G Tampubolon serta keluarga besar penulis yang

telah memberi doa, dukungan, motivasi dan kasih sayang kepada penulis.

6. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat Apriyani

Barus S.P, Michaela Glady Sinambela, Juara Sinaga, Maysalina S.P, Wellman

Simamora, Theodoric Sigalingging, Friska Panjaitan S.P, Rafael Pandiangan,

Satria Simamora, Nia Purba S.P, Firmansyah, Boyman dan Guruh Julioyang

telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini, juga teman-teman stambuk

2009 di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara khususnya Agribisnis

yang tidak dapat disebut satu persatu yang telah banyak membantu dalam

pengerjaan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena

itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca

untuk perbaikan skripsi ini dikemudian hari. Akhir kata penulis mengucapkan

terima kasih dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Maret 2014

(7)

DAFTAR ISI

HALAMAN

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah... 9

1.3 Tujuan Penelitian ... 9

1.4 Kegunaan Penelitian ... 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 11

2.1 Tinjauan Pustaka ... 11

2.1.1 Tinjauan Aspek Agronomi Karet ... 11

2.1.2 Tinjauan Aspek Sosial-Ekonomi Karet ... 14

2.2 Landasan Teori ... 18

2.3 Kerangka Pemikiran ... 26

2.4 Hipotesis Penelitian ... 28

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 29

3.1 Metode Penentuan Daerah Penelitian ... 29

(8)

3.3 Metode Pengumpulan Data... 30

3.4 Metode Analisis Data ... 29

3.5 Definisi dan Batasan Operasional ... 31

3.5.1 Definisi ... 32

3.5.2 Batasan Operasional ... 33

BAB IV DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN ... 34

4.1 Luas dan Topografi Desa ... 34

4.2 Keadaan Penduduk ... 34

4.3 Sarana dan Prasarana ... 37

4.4 Karakteristik Sampel ... 38

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 40

5.1 Produksi Perkebunan Karet Rakyat ... 40

5.2 Pendapatan Petani Perkebunan Karet Rakyat ... 45

5.3 Skala Usaha Minimum Perkebunan Karet Rakyat ... 59

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN... 63

6.1 Kesimpulan ... 63

6.2 Saran ... 63

DAFTAR PUSTAKA

(9)

DAFTAR TABEL

No Judul Halaman

1.

Produksi Perkebunan Karet Rakyat Menurut jenis Tanah di

Sumatera Utara 2

2.

Luas Areal dan Prodeuksi Perkebunan Rakyat Komoditi Karet Per

Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara 3

3.

LuasAreal dan Produksi Karet Rakyat di Kabupaten Langkat

Tahun 2011 4

4. Perkembangan Harga Rata-rata Lump Mangkok 6

5. Pendapatan Usahatani Karet Rakyat Per Ha di Kabupaten Langkat 8

6.

Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Desa Naman

Jahe Tahun 2011 35

7.

Distribusi Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Desa Naman

Jahe Tahun 2011 36

8. Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2011 36

9. Sarana dan Prasarana di Desa Naman Jahe 2011 37

10. Karakteristik Petani Karet Rakyat Sampel Desa Naman Jahe 38

11.

Jarak Tanam yang Digunakan Petani Sampel di Desa Naman Jahe

Tahun 2013 40

12.

Perlakuan Pupuk Dalam Usahatani Karet di Desa Naman Jahe

Tahun 2013 42

13.

Produksi dan Produktivitas Getah Karet Rakyat di Desa Naman

Jahe Tahun 2013 44

14.

Rata-Rata Penggunaan Sarana Produksi Pada Usahatani Karet

Rakyat di Desa Naman Jahe Tahun 2013 46

15.

Rata-Rata Biaya Sarana Produksi Pada Usahatani Karet Rakyat di

(10)

16.

Rata-Rata Biaya Tenaga Kerja pada Usahatani Karet Rakyat di

Desa Naman Jahe Tahun 2013, (Rp/Ha/Tahun) 52

17.

Rata-Rata Biaya Produksi Pada Usahatani Karet Rakyat di Desa

Naman Jahe Tahun 2013, (Rp/Ha/Tahun) 53

18.

Rata-Rata Produksi, Harga, Total Biaya dan Penerimaan Usahatani

Karet Rakyat di Desa Naman Jahe Tahun 2013 , (Rp/Ha/Tahun) 55

19.

Rata-Rata Pendapatan Petani Karet Rakyat di Desa Naman Jahe

Selama Satu Tahun, Tahun 2013 57

20.

Rata-rata Kebutuhan Hidup Petani Karet Rakyat di Desa Naman

(11)

DAFTAR GAMBAR

No Judul Halaman

1.

Proses Penurunan Biaya Rata-rata Melalui Peningkatan

Jumlah Produk 23

2.

Penurunan Kurva Amplop dari Biaya Rata-Rata Jangka

Panjang dan Jangka Pendek 24

3. Skema Kerangka Pemikiran 27

4. Kurva LRAC 32

5. Kurva Biaya Total 59

6.

Penurunan Kurva SRAC dan LRAC, Minimum Efficient

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

No Judul

1. Karakteristik Petani Sampel

2. Jarak, Kebutuhan Bibit, Harga Bibit dan Biaya Bibit Per Petani

3. Jarak, Kebutuhan Bibit, Harga Bibit dan Biaya Bibit Per Ha

4. Jumlah, Harga, Total Biaya Pupuk dan Herbisida Per Petani

5. Jumlah, Harga, Total Biaya Pupuk dan Herbisida Per Ha

6. Biaya Sarana Produksi Per Petani

7. Biaya Sarana Produksi Per Ha

8. Biaya Penyusutan Peralatan Usahatani Karet Per Petani dan Per Ha

9. Upah Tenaga Kerja Usahatani Karet Rakyat

10. Biaya Total Per Petani dan Per Ha

11. Produksi GetahKaret Selama Satu Tahun, Tahun 2013 12. Harga Jual Getah Karet Tahun 2013

13. Kebutuhan Hidup Petani

14.

Biaya Total, Total Produksi, Biaya Rata-rata, Penerimaan, Pendapatan Petani dan Per Ha

15. Rata-rata Biaya Total, Penerimaan dan Pendapatan Petani, Tahun 2013 16. Rata-rata Biaya Total, Penerimaan dan Pendapatan Per Ha, Tahun 2013

Referensi

Dokumen terkait

RENIF ENDRIANI HARAHAP, 2003 : “ANALISIS KOMPARASI SOSIAL EKONOMI PADA USAHATANI TANAMAN KARET RAKYAT DI KABUPATEN DELI SERDANG”. Penelitian ini dilaksanakan di desa

getah karet rakyat, kontribusi masing-masing komponen biaya produksi karet rakyat terhadap harga pokok karet rakyat, efisiensi biaya produksi karet rakyat, jumlah produksi dan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Menganalisis tingkat pendapatan usahatani karet di Desa Mainan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, 2) Menghitung kontribusi

Permasalahan lain yang dihadapi perkebunan karet rakyat di Kabupaten Lahat yaitu belum adanya unit-unit pabrik pengolahan karet di wilayah Kabupaten Lahat sehingga sampai saat

Dari gambar kurva di atas, dapat dilihat bahwa skala usaha masing-masing petani mengakibatkan adanya perbedaan biaya yang dikelurkan oleh petani dalam usahataninya. Titik terendah

Faktor internal petani karet rakyat lainnya yang dapat menjadi penghambat bagi mereka untuk dapat berhasil berkontribusi dalam program peremajaan karet rakyat di Provinsi Jambi

Perhatikan bahwa dengan kurva LRAC yang berbentuk U, usahatani yang paling effisien untuk setiap tingkat output biasanya tidak akan beroperasi pada SRAC minimum, seperti yang

Pendapatan Usahatani Karet Rakyat Pendapatan usahatani diperoleh dari selisih antara total penerimaan dengan total biaya produksi yang dikeluarkan dalam usahatani karet di Kecamatan