• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOC MODEL MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DOC MODEL MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan dan tuntutan masyarakat modern.

Dalam proses pembelajaran keberadaan guru sangatlah urgen, karena guru yang menentukan, apakah tujuan pembelajaran tercapai atau tidak?, bagaimana kompetensi siswa ?

Menurut pendapat oleh Peter Sheal (1989) sesuai dengan “Kerucut Pengalaman Belajar” Dia menyatakan (hasil penelitian) bahwa peserta didik yang hanya mengandalkan “penglihatan” dan “pendengaran” dalam proses pembelajarannya akan memperoleh daya serap kurang dari 50%. Di sisi lain, dalam melaksanakan proses belajar mengajar, kurang dari 20% guru yang menggunakan alat bantu pembelajaran. Kurang dari 30% guru yang selalu mengkaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga wajar apabila evaluasi hasil belajar hasilnya

belum seperti yang di

harapkan.Dampaklaindariprosespembelajarantersebutadalahsiswalebihseringmenon

tongurunyamengajardari pada memperhatikangurumengajar.

dalammenyikapiKurikulumTingkatSatuanPendidikan (KTSP) ituakanmenentukansiapadirikitasebenarnya. Apakahkitatermasukpenganutstatus quo ataumenjadiagent of change? Guru yang inginterjadiadanyaperubahan yang lebihbaik, memangbukansesuatu yang mudahuntukdilakukan.

Mencermatihaltersebut di atas, perluadanyaperubahan dan pembaharuan, inovasiataupungerakanperubahanmind set kearahpencapaiantujuanpendidikan pada

umumnya dan khususnyatujuanpembelajaran.

Pembelajaranmatematikahendaknyalebihbervariasimetodemaupunstrateginyagunam engoptimalkanpotensisiswa. Upaya-upayagurudalammengatur dan memberdayakanberbagaivariabelpembelajaran,

(2)

Keanekaragamanmodelpembelajaran yang hendak di sampaikan pada makalahinimerupakanupayabagaimanamenyediakanberbagaialternatifdalamstrategip

embelajaran yang hendakdisampaikan agar

selarasdengantingkatperkembangankognitif, afektif, dan psikomotorikpesertadidik pada jenjangSekolahDasar (SD) atauMadrsahIbtidaiyah (MI). Iniberartitidakadamodelpembelajaran yang palingbaik, ataumodelpembelajaran yang satulebihbaikdarimodelpembelajaran yang lain. Baiktidaknyasuatumodelpembelajaranataupemilihansuatumodelpembelajaranakanter gantung pada tujuanpembelajaran, kesesuaiandenganmateri yang hendakdisampaikan, perkembanganpesertadidik, dan juga kemampuangurudalammengelola dan memberdayakansemuasumberbelajar yang ada.

DenganKurikulumTingkatSatuanpendidikan (KTSP), menuntutadanyakeanekaragamanatauvariasidalampembelajaran yang mengarah pada pada PAKEM ( PembelajaranAktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan). Dengandemikianmakalahinidiharapkan bisa sebagiacuanbagiguru mata pelajaranmatematikadalamprosespembelajaran.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada makalah ini antara lain : 1) Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran?

2) Bagaimana kedudukan model pembelajaran dalam kegiatan mengajar ? 3) Bagaimana memilih model pembelajaran ?

4) Apa sajakah model pembelajaran matematika ? 1.3 Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini antara lain : 1) Mengetahui pengertian model pembelajaran.

2) Mengetahui kedudukan Model pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran. 3) Mengetahui cara meilihi model pembelajaran.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

2 1. PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN

Istilah model pembelajaran amat dekat dengan pengertian strategi pembelajaran dan dibedakan dari istilah strategi, pendekatan dan metode pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada suatu strategi, metode, dan teknik. Sedangkan istilah “strategi “ awal mulanya dikenal dalam dunia militer terutama terkait dengan perang atau dunia olah raga, namun demikian makna tersebut meluas tidak hanya ada pada dunia militer atau olahraga saja akan tetapi bidang ekonomi, sosial, pendidikan. Menurut Ruseffendi (1980), istilah strategi, metode, pendekatan dan teknik mendefinisikan sebagai berikut :

1. Strategi pembelajaran adalah separangkat kebijaksanaan yang terpilih, yang telah dikaitkan dengan faktor yang menetukan warna atau strategi tersebut, yaitu :

1. Pemilihan materi pelajaran (guru atau siswa)

2. Penyaji materi pelajaran (perorangan atau kelompok, atau belajar mandiri) 3. Cara menyajikan materi pelajaran (induktif atau deduktif, analitis atau

sintesis, formal atau non formal)

4. Sasaran penerima materi pelajaran ( kelompok, perorangan, heterogen, atau homogen

2. Pendekatan Pembelajaran adalah jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat bagaimana materi itu disajikan. Misalnya memahami suatu prinsip dengan pendekatan induktif atau deduktif.

3. Metode Pembelajaran adalah cara mengajar secara umum yang dapat diterapkan pada semua mata pelajaran, misalnya mengajar dengan ceramah, ekspositori, tanya jawab, penemuan terbimbing dan sebagainya.

4. Teknik mengajar adalah penerapan secara khusus suatu metode

pembelajaran yang telah disesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan media pembelajaran serta kesiapan siswa. Misalnya teknik

mengajarkan perkalian dengan penjumlahan berulang.

Sedangkan Model Pembelajaran adalah sebagai suatu disain yang menggambakan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa (Didang : 2005)

(4)

kebijaksanaan tertentu dalam dan perang damai, (2) rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.

2 2. KEDUDUKAN MODEL PEMBELAJARAN

Soedjadi (1999 :101) menyebutkan strategi pembelajaran adalah suatu siasat melakukan kegiatan pembelajaran yang bertujuan mengubah keadaan pembelajaran menjadi pembelajaran yang diharapkan. Untuk dapat mengubah keadaan itu dapat ditempuh dengan berbagai pendekatan pembelajaran. Lebih lanjut Soedjadi menyebutkan bahwa dalam satu pendekatan dapat dilakukan lebih dari satu metode dan dalam satu metode dapat digunakan lebih dari satu teknik. Secara sederhana dapat dirunut sebagai rangkaian :

teknik metode pendekatan strategi model

Istilah “ model pembelajaran” berbeda dengan strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan pendekatan pembelajaran. Model pembelajaran meliputi suatu model pembelajaran yang luas dan menyuluruh. Konsep model pembelajaran lahir dan berkembang dari pakar psikologi dengan pendekatan dalam setting eksperimen yang dilakukan. Konsep model pembelajaran untuk pertama kalinya dikembangkan oleh Bruce dan koleganya (Joyce, Weil dan Showers, 1992)

Salah satu usaha yang tidak pernah guru tinggalkan adalah bagaimana memahami kedudukan Model pembelajaran sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian dalam keberhasilan bagi kegiatan belajar mengajar. kerangka berfikir yang demikian bukanlah suatu hal yang aneh, tapi nyata dan memang betul-betul dipikirkan oleh seorang guru.

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah : (1) pendekatan pembelajaran, (2)strategi pembelajaran, (3)

(5)

Gambar 1. Kedudukan Metode Pembelajaran

2 3. PEMILIHAN MODEL PEMBELAJARAN

Dalam pembelajaran guru diharapkan mampu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Dimana dalam pemilihan Model pembelajaran meliputi pendekatan suatu model pembelajaran yang luas dan menyeluruh. Misalnya pada model pembelajaran berdasarkan masalah, kelompok-kelompok kecil siswa bekerja sama memecahkan suatu masalah yang telah disepakati oleh siswa dan guru. Ketika guru sedang menerapkan model pembelajaran tersebut, seringkali siswa menggunakan bermacam-macam keterampilan, prosedur pemecahan masalah dan berpikir kritis. Model pembelajaran berdasarkan masalah dilandasi oleh teori belajar konstruktivis. Pada model ini pembelajaran dimulai dengan menyajikan permasalahan nyata yang penyelesaiannya membutuhkan kerjasama diantara siswa-siswa. Dalam model pembelajaran ini guru memandu siswa menguraikan rencana pemecahan masalah menjadi tahap-tahap kegiatan.

Model-model pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajarannya, sintaks (pola urutannya) dan sifat lingkungan belajarnya. Sebagai contoh pengklasifikasian berdasarkan tujuan adalah pembelajaran langsung, suatu model pembelajaran yang baik untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar seperti tabel perkalian atau untuk topik-topik yang banyak berkaitan dengan penggunaan alat. Akan tetapi ini tidak sesuai bila digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep matematika tingkat tinggi.

Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran adalah pola yang menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umumnya disertai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran tertentu menunjukkan dengan jelas kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa. Sintaks (pola urutan) dari bermacam-macam model pembelajaran memiliki komponen-komponen yang sama. Contoh, setiap model pembelajaran diawali dengan upaya menarik perhatian siswa dan memotivasi siswa agar terlibat dalam proses pembelajaran. Setiap model pembelajaran diakhiri dengan tahap menutup pelajaran, didalamnya meliputi kegiatan merangkum pokok-pokok pelajaran yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru.

(6)

Pada saat ini banyak dikembangkan model-model pembelajaran. Menurut penemunya, model pembelajaran temuannya tersebut dipandang paling tepat diantara model pembelajaran yang lain. Untuk menyikapi hal tersebut diatas, maka perlu kita sepakati hal-hal sebagai berikut :

1. Siswa Pendidikan Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah banyak yang masih berada dalam tahap berpikir konkret. Model dan metode apapun yang diterapkan, pemanfaatan alat peraga masih diperlukan dalam menjelaskan beberapa konsep matematika.

2. Kita tidak perlu mendewakan salah satu model pembelajaran yang ada. Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelemahan dan kekuatan.

3. Kita dapat memilih salah satu model pembelajaran yang kita anggap sesuai dengan materi pembelajaran kita; dan jika perlu kita dapat menggabungkan beberapa model pembelajaran.

4. Model apa pun yang kita terapkan, jika kita kurang menguasai meteri dan tidak disenangi para siswa, maka hasil pembelajaran menjadi tidak efektif. 5. Oleh kerena itu komitmen kita adalah sebagai berikut :

1. Kita perlu menguasai materi yang harus kita ajarkan, dapat mengajarkannya, dan terampil dalam menggunakan alat peraga.

2. Kita berniat untuk memberikan yang kita punyai kepada para siswa dengan sepenuh hati, hangat, ramah, antusias, dan bertanggung jawab. 3. Menjaga agar para siswa “mencintai” kita, menyenangi materi yang kta

ajarkan, dengan tetap menjaga kredibilitas dan wibawa kita sebagai guru dapat mengembangkan model pembelajaran sendiri.

Model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh para guru sangat beragam. Model pembelajaran adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat di capai dengan lebih efektif dan efisien.

2 4. MACAM MACAM MODEL PEMBELAJARAN

Beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan : 1) Model pembelajaran langsung

2) Model Pembelajaran kooperatif

3) Model Pembelajaran missouri mathematics project (MMP) 4) Model Pembelajaran Penemuan terbimbing

5) Model pembelajaran berdasarkan masalah 6) Model Pembelajaran problem solving 7) Model pembelajaran problem posing

(7)

10) Model Pembelajaran Role Playing Dengan uraian sebagai berikut :

(1.) Model Pembelajaran Langsung

No. Langkah-langkah Peran guru

1. Menjelaskan tujuan pembela-jaran dan mempersiapkan siswa

Guru menjelaskan TPK, informasi latar belakang pembelajaran, pentingnya pelajaran dan memotivasi siswa

3. Membimbing pelatihan Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal

4. Menelaah pemahaman dan memberikan umpan balik

Guru mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik dan memberikan umpan balik

5. Memberikan kesempatan untuk pelatihan dan penerapan

Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, khusus penerapan pada situasi kompleks dalam kehidupan sehari-hari. (2.) Model Pembelajaran Kooperatif

1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memberi motivasi siswa agar dapat belajar dengan aktif dan kreatif

2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan cara demonstrasikan atau lewat bahan bacaan

3 Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien 4 Membimbing kelompok

bekerja dan belajar

Guru membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas-tugas

5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang dipelajari dan juga terhadap presentasi hasil kerja masing-masing kelompok

6 Memberi penghar-gaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu maupun kelompok

Dalam model kooperatif terdapat banyak pengembangan model seperti Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD, Model pembelajaran Kooperatif tipe jigsaw, Model Pembelajaran Kooperatif tipe think Pair and Share, Langkah-langkah Model pembelajaran TGT, Langkah Model Pembelajaran Group Investigation, 5. Langkah Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dll.

(8)

Langkah pertama : Review

dengan cara mengulah ulang mata pelajaran yang lalu, membahas tugas yang diberikan /pekerjaan rumah. Langkah kedua:Pengembangan

penyajian ide baru atau perluasan konsep matematika yang terdahulu

penjelasan tentang diskusi, demonstrasi, dengan contoh kongkret yang sifatnya piktoral dan simbolik.

Langkah ketiga :Latihan Terkontrol

siswa merespon soal guru mengamati belajarnya kooperatf

Langkah keempat : Seatwork

siswa bekerja sendiri untuk latihan atau perluasan konsep

Langkah kelima : Pekerjaan Rumah

Tugas membuat pekerjaan rumah.

(4.) Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing

Langkah yang ditempuh guru dalam pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah yang diberikan kepada siswa dengan data secukupnya.

Perumusan harus jelas, hindari pernyataan yang menimbulkan salah tafsir sehingga arah yang di tempuh siswa tidak salah.

2. Dari data yang diberikan guru, siswa menyusun, memproses, mengorganisir, dan menganalisis data tersebut. Bimbingan guru dapat diberikan sejauh yang di perlukan. Bimbingan sebaiknya mengarah siswa untuk melangkah ke arah yang hendak dituju, melalui pertanyaan-pertanyaan, atau lembar kerja siswa (work sheet). 3. Siswa menyusun konjektur (prakiraan) dari hasi analisis yang dilakukan

4. Konjektur yang telah dibuat siswa, diperiksa oleh guru. Hal ini digunakan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan siswa, sehingga akan menuju arah yang hendak dicapai.

5. Apabila telah diperoleh kepastian tentang kebenaran konjektur teresbut, maka verbalisasi konjektur sebaiknya diserahkan kepada siswa untuk menyusunnya. 6. Sesudah siswa menemukan apa yang dicari, hendaknya guru menyediakan soal

latihan atau soal tambahan.

(5.) Langkah-langkah Model pembelajaran Problem posing

Prinsipnya:mewajibkan siswa mengajukan soal sndiri melalui belajar soal secara mandiri.

 guru menjelaskan materi pelajaran, alat peraga disarankan.  memberikan latihan soal secukupnya.

 siswa mengajukan soal menantang,& dapat menyelesaikan secara kelompok.  pertemuan berikutnya, guru menyuruh siswa menyajikan soal temuan

dikelas.

(9)

(6.) Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah

Fase Indikator Kegiatan Guru

1 Orientasi siswa kepada masalah

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang diperlukan, memotivasi siswa terlibat aktif dan kreatif dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya

2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar

Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut 3 Membimbing penyelidikan

individual maupun kelompok

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai dan melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah

4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya 5 Menganalisis dan

mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

(7.) Langkah Model Pembelajaran Problem Solving

syarat (siswa)

Memlki prasyarat untk mngrjakn soal tsb. Belum tahu cara pmchan soal tsb.

Soal terjangkau

Siswa mau dan berkehendak untk menyelesaikan soal tsb

Langkah guru

Guru mengjarkn materi seperti biasa, alat peraga disarankan .

Dngan tanya jawab, guru memberikan contoh soal.

Guru membrikn soal yg dikerjakan siswa brdsar persyaratan soal sbgai problem. Siswa di pandu guru menyelesaikan soal.

(8.) Komponen Model Pembelajaran Kontekstual

1. Konstruktivisme

 Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal

 Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima

pengetahuan 2. Inquiri (menemukan)

 Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman  Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis 3.Questioning (bertanya)

 Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir

siswa

 Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis

(10)

.Learning Community (masyarakat belajar)

 Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar

 Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri

 Tukar pengalaman  Berbagi ide

5. Modeling (pemodelan)

 Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar  Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya

6. Authentic Assesment (penilaian yang sebenarnya)

 Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa  Penilaian produk (kinerja)

 Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual 7. Reflection (refleksi)

 Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari  Mencatat apa yang telah dipelajari

 Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok

(9.) Langkah Model Pembelajaran Example Non Example

CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD Langkah-langkah :

 Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran  Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP  Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk

memperhatikan/menganalisa gambar

 Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas

 Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya

 Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai

 Kesimpulan

(10.) Langkah Model Pembelajaran Role Playing

Langkah-langkah :

 Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan

 Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm

 Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang  Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai

 Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah

dipersiapkan

 Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan

mengamati skenario yang sedang diperagakan

 Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar

kerja untuk membahas

(11)

 Evaluasi  Penutup

BAB III PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

1.Sedangkan Model Pembelajaran adalah sebagai suatu disain yang menggambakan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa (Didang : 2005) Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998 : 203), pengertian strategi (1) ilmu dan seni menggunakan sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam dan perang damai, (2) rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.

2.Istilah “ model pembelajaran” berbeda dengan strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan pendekatan pembelajaran. Model pembelajaran meliputi suatu model pembelajaran yang luas dan menyuluruh. Konsep model pembelajaran lahir dan berkembang dari pakar psikologi dengan pendekatan dalam setting eksperimen yang dilakukan. Konsep model pembelajaran untuk pertama kalinya dikembangkan oleh Bruce dan koleganya (Joyce, Weil dan Showers, 1992)

3.Model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh para guru sangat beragam. Model pembelajaran adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat di capai dengan lebih efektif dan efisien. 4.Model Model Yang Dapat Digunakan Sebagai Model Pembelajaran

Diantaranya :Model Pembelajaran Langsung, Pembelajaran Kooperatif, Model Missouri Mathematics Project (Mmp), Model Penemuan Terbimbing, Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah , Pembelajaran Example Non Example, Model Pmbelajarn Problem Solving, Model Pmbelajarn Problem Posing, Pembelajaran Kontekstual, Roll Paying Dll

3.2. SARAN

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim1. 2011. Jenis-JenisMetodePembelajaran. [Online].Tersediadi :http://ek

ciznarciz.wordpress.com/2011/05/06/jenis-jenis-metode-pembelajaran/, di unduhpada 24 April 2014 pukul 13 : 38 WIB.

Anonim2. 2013. KedudukanMetodeDalamBelajarMengajar.

[Online].Tersediadi : http://banjirembun.blogspot.com/2013/06/kedudukan-metode-dalam-belajar-mengajar.html , diunduhpada 25 April 2014 pukul 13 : 36 WIB.

Sudrajat, Akhmat. 2008. PengertianPendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktikdan Model Pembelajaran. [Online].Tersediadi :http://akhmadsudrajat. wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-teknik-dan-model-pembelajaran/, diunduhpada 25 April 2014 pukul13 : 29 WIB.

Depdiknas. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga. Jakarta: BalaiPustaka

(13)

Tugas Kelompok

Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika (PPM)

MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA

DOSEN Nurimani, S.Pd.

Penyusun :

Mohamad Aminudin 20138310880 Mia Mulyati 20138310881

(14)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

KUSUMA NEGARA JAKARTA

TAHUN 2015

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala atas lindungan dan ijin Nya, Sholawat serta salam semoga tetap pada jungjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah mengajarkan kita pentingnya mencari ilmu dan akhirnya kami sebagai penulis dapat menyelesaikan makalah ini, yang telah di tugaskan oleh dosen mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika

Dalam makalah ini yang akan dibahas yaitu tentang Model Pembelajaran Matematika, makalah ini akan memberikan manfaat bagi kami para mahasiswa dan para pembaca agar lebih memahami dan mengetahui tantang Model Pembelajaran Matematika.

Dengan di buatnya makalah ini di harapkan kita dapat mengetahui lebih dalam bagaimana sejatinya seorang pegngajar dengan anak didik berinteraksi dengan baik sehingga munculnya pembinaan yang tepat, sehingga kita sebagai mahasiswa mengetahui dan mengerti dan dapat mengambil manfaat makalah ini.

Penulis sangat menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan di dalam penyusunan makalah ini, untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mohon kiranya di beri masukan dalam rangka melakukan perbaikan dan menjadi lebih baik di lain waktu. Semoga makalah ini memberikan manfaat bagi orang banyak dan menambah wawasan bagi kita semua.

Jakarta, 28 Maret 2015

(15)

DAFTAR ISI

KATA PENGHANTAR... I DAFTAR ISI...II

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 LATAR BELAKANG... 1

1.2 RUMUSAN MASALAH... 2

BAB II PEMBAHASAN... 3

2.1 PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN... 3

2.2 KEDUDUKAN MODEL PEMBELAJARAN... 4

2.3 PEMILIHAN MODEL PEMBELAJARAN ... 5

2.4 MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN ... 6

BAB III PENUTUP... 11

3.1 KESIMPULAN ... 11

3.2 SARAN ... 11

(16)

Referensi

Dokumen terkait

hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif..

1. model pembelajaran kooperatif yang dimaksud adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dikembangkan oleh Slavin, pada STAD siswa dibuat kelompok belajar

berbeda, ternyata kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dinilai dengan asesmen kinerja memperoleh rata-rata skor prestasi belajar

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji sig- nifikansi hasil belajar geografi yang berbeda antara pembelajaran kooperatif model investigasi grup dan pembelajaran

pembelajaran kooperatif model NHT. 3) Untuk mengetahui proses dan hasil belajar siswa setelah penerapan.. pembelajaran kooperatif model NHT.

Temuan penelitian khusus ditemukan perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dan model pembelajaran kooperatif tipe

Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw memiliki dampak positif dalam peningkatkan prestasi belajar siswa yang

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang mana siswa ditempatkan dalam tim belajar (kelompok) secara heterogen untuk