BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
A. LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG
Penyakit scabies merupakan penyakit menular oleh kutu tuma gatal yang bernama
Penyakit scabies merupakan penyakit menular oleh kutu tuma gatal yang bernama
Sarcoptes Scabei
Sarcoptes Scabei, kutu tersebut memasuki kulit stratum korneum, membentuk , kutu tersebut memasuki kulit stratum korneum, membentuk
kanalikuli atau terowongan lurus atau
kanalikuli atau terowongan lurus atau berkelok.berkelok.
Laporan kasus skabies sering ditemukan pada keadaan lingkungan yang padat
Laporan kasus skabies sering ditemukan pada keadaan lingkungan yang padat
penduduk, status ekonomi rendah, tingkat pendidikan yang rendah dan kualitas
penduduk, status ekonomi rendah, tingkat pendidikan yang rendah dan kualitas
higienis pribadi yang kurang baik atau cenderung buruk.
higienis pribadi yang kurang baik atau cenderung buruk.
Rasa gatal yang ditimbulkannya terutama waktu malam hari, secara tidak langsung
Rasa gatal yang ditimbulkannya terutama waktu malam hari, secara tidak langsung
juga
juga ikut ikut mengganggu mengganggu kelangsungkelangsungan an hidup hidup masyarakat masyarakat terutama terutama tersitanya tersitanya waktuwaktu
untuk istirahat tidur,
untuk istirahat tidur, sehingga kegiatan yang akan dilakukannya disiang hari juga ikutsehingga kegiatan yang akan dilakukannya disiang hari juga ikut
terganggu. Jika hal ini dibiarkan berlangsung lama, maka efisiensi dan efektifitas
terganggu. Jika hal ini dibiarkan berlangsung lama, maka efisiensi dan efektifitas
kerja menjadi menurun yang akhirnya mengakibatkan menurunnya kualitas hidup
kerja menjadi menurun yang akhirnya mengakibatkan menurunnya kualitas hidup
masyarakat.
masyarakat.(Kenneth, F,1995)(Kenneth, F,1995)
Menurut Departemen Kesehatan RI prevalensi skabies di puskesmas seluruh
Menurut Departemen Kesehatan RI prevalensi skabies di puskesmas seluruh
Indonesia pada tahun 1986 adalah 4,6%-12,95%
Indonesia pada tahun 1986 adalah 4,6%-12,95% dan skabies menduduki urutan ketigadan skabies menduduki urutan ketiga
dari 12 penyakit kulit tersering. Di bagian Kulit dan Kelamin FKUI/RSCM pada
dari 12 penyakit kulit tersering. Di bagian Kulit dan Kelamin FKUI/RSCM pada
tahun 1988, dijumpai 704 kasus skabies yang merupakan 5,77% dari seluruh kasus
tahun 1988, dijumpai 704 kasus skabies yang merupakan 5,77% dari seluruh kasus
baru. Pada tahun 1989 dan 1990 prevalensi skabies adalah 6 % dan 3,9
baru. Pada tahun 1989 dan 1990 prevalensi skabies adalah 6 % dan 3,9 %% (Sungkar,S,(Sungkar,S,
1995).
1995).
Berdasarkan angka kesakitan diatas, maka kelompok tertarik membahas tentang
Berdasarkan angka kesakitan diatas, maka kelompok tertarik membahas tentang
pembahasan makalah dengan judul
pembahasan makalah dengan judul “ “ Asuhan Asuhan Keperawatan Keperawatan pada pada Klien Klien GangguanGangguan Kulit karena Para
B.
B. TUJUAN UMUMTUJUAN UMUM
Untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada klien
Untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada klien
Scabies dengan menggunakan metode proses keperawatan.
Scabies dengan menggunakan metode proses keperawatan.
C.
C. TUJUAN KHUSUSTUJUAN KHUSUS
1.
1. Mendapatkan gambaran tentang konsep penyakit Mendapatkan gambaran tentang konsep penyakit scabiesscabies
2.
2. Mampu membuat pengkajian keperawatan pada klien dengan scabiesMampu membuat pengkajian keperawatan pada klien dengan scabies
3.
3. Mampu membuat diagnosa keperawatan berdasarkan anamnesaMampu membuat diagnosa keperawatan berdasarkan anamnesa
4.
BAB II
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
A. KONSEP DASAR PENYAKITKONSEP DASAR PENYAKIT
1.
1. DEFINISIDEFINISI
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestisasi
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestisasi11 dan sensitisasidan sensitisasi
terhadap
terhadap Sarcoptes ScabieiSarcoptes Scabiei varian hominis dan produknya. Sinonim dari penyakitvarian hominis dan produknya. Sinonim dari penyakit
ini adalah kudis, the itch,
ini adalah kudis, the itch, gudig, budukan, dan gatal agogo. (gudig, budukan, dan gatal agogo. ( Handoko, 2007) Handoko, 2007)
Scabies (
Scabies (the itchthe itch, gudik, budukan, gatal agogo) adalah penyakit kulit yang, gudik, budukan, gatal agogo) adalah penyakit kulit yang
disebabkan oleh infestasi dan
disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadapsensitisasi terhadap Sarcoptes Scabiei Var. HominisSarcoptes Scabiei Var. Hominis
dan produknya.
dan produknya. (Arief, M, Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S. 2000)(Arief, M, Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S. 2000)
Scabies ialah penyakit yang disebabkan zoonosis
Scabies ialah penyakit yang disebabkan zoonosis22 yang menyerang kulit.yang menyerang kulit.
Merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh seekor tungau (kutu/
Merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh seekor tungau (kutu/ mitemite))
yang bernama
yang bernama Sarcoptes Scabiei,Sarcoptes Scabiei, filumfilum Arthopoda, Arthopoda, kelaskelas Arachnida, Arachnida, ordoordo
Ackarina,
Ackarina, superfamilysuperfamily Sarcoptes.Sarcoptes. Pada manusia olehPada manusia oleh Sarcoptes Scabiei Var.Sarcoptes Scabiei Var.
Hominis,
Hominis, pada babi olehpada babi oleh Sarcoptes Scabiei Var. Suis,Sarcoptes Scabiei Var. Suis, pada kambing olehpada kambing oleh
Sarcoptes Scabiei Var. Caprae,
Sarcoptes Scabiei Var. Caprae, pada biri-biri olehpada biri-biri oleh Sarcoptes Scabiei Var. Ovis.Sarcoptes Scabiei Var. Ovis.
(Sacharin, R.M, 2001)
(Sacharin, R.M, 2001)
Di Indonesia penyakit skabies sering disebut kudis, penyakit gudik wesi (jawa
Di Indonesia penyakit skabies sering disebut kudis, penyakit gudik wesi (jawa
timur, jawa tengah), budug (jawa barat),
timur, jawa tengah), budug (jawa barat), katala kubusu (sulawesi selatan). Disebutkatala kubusu (sulawesi selatan). Disebut
juga agogo atau disko, hal
juga agogo atau disko, hal ini kemungkinan karena penderita menggaruk badanyaini kemungkinan karena penderita menggaruk badanya
yang gatal menyerupai orang menari
yang gatal menyerupai orang menari (Hamzah, 1981)(Hamzah, 1981)
1 1 . bersifat menular . bersifat menular 2 2 . suatu
. suatuinfeksiinfeksiatauatauinfestasiinfestasiyang dapat diidap oleh manusia dan hewan lain yang merupakanyang dapat diidap oleh manusia dan hewan lain yang merupakan hosthostnormal ataunormal atau
biasanya; sebuah
2.
2. ETIOLOGIETIOLOGI
Scabies dapat disebabkan oleh kutu atau kuman
Scabies dapat disebabkan oleh kutu atau kuman Sarcoptes ScabeiSarcoptes Scabei VarianVarian
Hominis. Sarcoptes Scabiei ini termasuk filum Arthopoda, kelas Arachnida, ordo
Hominis. Sarcoptes Scabiei ini termasuk filum Arthopoda, kelas Arachnida, ordo
Ackarina, superfamili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes Scabiei Var.
Ackarina, superfamili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes Scabiei Var.
Hominis. Kecuali itu terdapat Sercoptes Scabiei yang lainnya pada kambing dan
Hominis. Kecuali itu terdapat Sercoptes Scabiei yang lainnya pada kambing dan
babi. Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya
babi. Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya
cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, berwarna putih kotor,
cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, berwarna putih kotor,
dan tidak bermata.
dan tidak bermata. (Arief, M, Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S. 2000)(Arief, M, Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S. 2000)
a.
a. Klasifikasi Sarcoptes ScabiesKlasifikasi Sarcoptes Scabies
Sarcoptes Scabies terbentuk Filum Arthropoda, kelas Arachida, Ordo
Sarcoptes Scabies terbentuk Filum Arthropoda, kelas Arachida, Ordo
Akrarina, super famili Sarcoptes. Pada manusia disebut
Akrarina, super famili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes Scabies VarSarcoptes Scabies Var
Hominis. Selain Sarcoptes Scabies, misalnya pada kambing dan
Hominis. Selain Sarcoptes Scabies, misalnya pada kambing dan sapi.sapi.
b.
b. Kebiasaan HidupKebiasaan Hidup
Tempat yang paling disukai oleh kutu betina adalah bagian kulit yang tipis dan
Tempat yang paling disukai oleh kutu betina adalah bagian kulit yang tipis dan
lembab, yaitu daerah sekitar sela jari tangan, siku, pergelangan tangan, bahu
lembab, yaitu daerah sekitar sela jari tangan, siku, pergelangan tangan, bahu
dan daerah kemaluan. Pada bayi yang memeliki kulit serba tipis, telapak
dan daerah kemaluan. Pada bayi yang memeliki kulit serba tipis, telapak
tangan, kaki, muka dan kulit kepala sering diserang kutu tersebut.
tangan, kaki, muka dan kulit kepala sering diserang kutu tersebut. (Republika(Republika
on-line, 26-12-2009)
on-line, 26-12-2009)
c.
c. Siklus HidupSiklus Hidup
Kopulasi (perkawinan) dapat terjadi dipermukaan kulit, yang jantan mati
Kopulasi (perkawinan) dapat terjadi dipermukaan kulit, yang jantan mati
setelah membuai tungau betina. Tungau betina yang telah dibuai menggali
setelah membuai tungau betina. Tungau betina yang telah dibuai menggali
terowongan dalam startum korneum, dengan kecepatan 2-3 milimeter sehari
terowongan dalam startum korneum, dengan kecepatan 2-3 milimeter sehari
dan sambil meletakkan telurnya 2-4 butir sehari mencapai 40-50. Bentuk
dan sambil meletakkan telurnya 2-4 butir sehari mencapai 40-50. Bentuk
betina yang dibuhai dapat hidup selamanya. Telur akan menetas, biasanya
betina yang dibuhai dapat hidup selamanya. Telur akan menetas, biasanya
dalam waktu 3-5 hari dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki.
dalam waktu 3-5 hari dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki.
Larva ini dapat tinggal dalam terowongan dan dapat juga diluar. Setelah 2-3
Larva ini dapat tinggal dalam terowongan dan dapat juga diluar. Setelah 2-3
larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk, jantan dan betina dengan
larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk, jantan dan betina dengan
4 pasang kaki, 2 pasang kaki didepan sebagai alat untuk melekat dan 2 pasang
4 pasang kaki, 2 pasang kaki didepan sebagai alat untuk melekat dan 2 pasang
kaki kedua padabetina terakhir dengan rambut, sedangkan pada yang jantan
kaki kedua padabetina terakhir dengan rambut, sedangkan pada yang jantan
pasangan ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan alat
pasangan ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan alat
perekat. Ukuran bentuk betina berkisar antara 330-450 mikron kali 250-350
perekat. Ukuran bentuk betina berkisar antara 330-450 mikron kali 250-350
mikro. Ukuran jantan lebih kecil 200-240 mikro kali 150-200 mikro. Seluruh
mikro. Ukuran jantan lebih kecil 200-240 mikro kali 150-200 mikro. Seluruh
siklusnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara
siklusnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara
8-12 hari
Kurang lebih 10% telur yang dapat menjadi bentuk dewasa, yang dapat
Kurang lebih 10% telur yang dapat menjadi bentuk dewasa, yang dapat
menularkan penyakitnya
menularkan penyakitnya (Howard, 1999).(Howard, 1999).
Tungau Sarcoptes scabiei
Tungau Sarcoptes scabiei
3.
3. PENGKLASIFIKASIAN SKABIESPENGKLASIFIKASIAN SKABIES
Terdapat beberapa bentuk skabies atipik yang jarang ditemukan dan sulit dikenal,
Terdapat beberapa bentuk skabies atipik yang jarang ditemukan dan sulit dikenal,
sehingga dapat menimbulkan kesalahan diagnosis. Beberapa bentuk tersebut
sehingga dapat menimbulkan kesalahan diagnosis. Beberapa bentuk tersebut
antara lain
antara lain (Sungkar, S, 1995)(Sungkar, S, 1995) ::
a.
a. Skabies pada Orang BersihSkabies pada Orang Bersih (Scabies Of Cultivated)(Scabies Of Cultivated)
Bentuk ini ditandai dengan lesi berupa papul dan terowongan yang sedikit
Bentuk ini ditandai dengan lesi berupa papul dan terowongan yang sedikit
jumlahnya s
jumlahnya sehingga sangaehingga sangat sukar ditemukant sukar ditemukan..
b.
b. SkabiesSkabies Incognito Incognito
Bentuk ini timbul pada scabies yang diobati dengan kortikosteroid sehingga
Bentuk ini timbul pada scabies yang diobati dengan kortikosteroid sehingga
gejala dan tanda klinis membaik, tetapi tungau tetap ada dan penularan masih
gejala dan tanda klinis membaik, tetapi tungau tetap ada dan penularan masih
bisa terjadi. Skabies
bisa terjadi. Skabies incognitoincognito sering juga menunjukkan gejala klinis yangsering juga menunjukkan gejala klinis yang
tidak biasa, distribusi atipik, lesi luas.
tidak biasa, distribusi atipik, lesi luas.
c.
c. SkabiesSkabies Nodular Nodular
Pada bentuk ini lesi berupa nodus cokelat kemerahan yang gatal. Nodus
Pada bentuk ini lesi berupa nodus cokelat kemerahan yang gatal. Nodus
biasanya terdapat didaerah tertutup, terutama pada genitalia laki
biasanya terdapat didaerah tertutup, terutama pada genitalia laki-laki, inguinal-laki, inguinal33
dan aksila. Nodus ini timbul sebagai reaksi hipersensetivitas terhadap tungau
dan aksila. Nodus ini timbul sebagai reaksi hipersensetivitas terhadap tungau
scabies. Pada nodus yang berumur lebih dari satu bulan tungau jarang
scabies. Pada nodus yang berumur lebih dari satu bulan tungau jarang
ditemukan. Nodus mungkin dapat menetap selama beberapa bulan
ditemukan. Nodus mungkin dapat menetap selama beberapa bulan sampai satusampai satu
tahun meskipun telah diberi
tahun meskipun telah diberi pengobatan anti scabies dan kortikosteroid.pengobatan anti scabies dan kortikosteroid.
3 3
. bagian lipatan paha
Scabies Nodular
Scabies Nodular
d.
d. Skabies yang ditularkan melalui hewan.Skabies yang ditularkan melalui hewan.
Di Amerika, sumber utama skabies adalah anjing. Kelainan ini berbeda
Di Amerika, sumber utama skabies adalah anjing. Kelainan ini berbeda
dengan skabies manusia yaitu tidak ter
dengan skabies manusia yaitu tidak terdapat terowongan, tidak menyerang seladapat terowongan, tidak menyerang sela
jari
jari dan dan genitalia genitalia eksterna. eksterna. Lesi Lesi biasanya tbiasanya terdapat erdapat pada pada daerah daerah dimana dimana orangorang
sering kontak atau memeluk binatang kesayangannya yaitu paha, perut, dada
sering kontak atau memeluk binatang kesayangannya yaitu paha, perut, dada
dan lengan. Masa inkubasi lebih pendek dan transmisi lebih mudah. Kelainan
dan lengan. Masa inkubasi lebih pendek dan transmisi lebih mudah. Kelainan
ini bersifat sementara (4
ini bersifat sementara (4
–
–
8 minggu) dan dapat sembuh sendiri karena S.8 minggu) dan dapat sembuh sendiri karena S.Scabiei Var. binatang tidak
Scabiei Var. binatang tidak dapat melanjutkan siklus hidupnya pada manusia.dapat melanjutkan siklus hidupnya pada manusia.
e.
e. Skabies NorwegiaSkabies Norwegia (Krustosa)(Krustosa)
Skabies Norwegia atau skabies
Skabies Norwegia atau skabies krustosakrustosa ditandai oleh lesi yang luasditandai oleh lesi yang luas
dengan
dengan krusta, skuama generalisatakrusta, skuama generalisata dandan hyperkeratosishyperkeratosisyang tebal.yang tebal.
Tempat predileksi biasanya kulit kepala yang berambut, telinga bokong, siku,
Tempat predileksi biasanya kulit kepala yang berambut, telinga bokong, siku,
lutut, telapak tangan dan kaki yang dapat disertai
lutut, telapak tangan dan kaki yang dapat disertai distrofidistrofi44 kuku. Berbedakuku. Berbeda
dengan skabies biasa, rasa gatal pada penderita skabies Norwegia tidak
dengan skabies biasa, rasa gatal pada penderita skabies Norwegia tidak
menonjol tetapi bentuk ini sangat menular karena jumlah tungau yang
menonjol tetapi bentuk ini sangat menular karena jumlah tungau yang
menginfestasi sangat banyak (ribuan). Skabies Norwegia terjadi
menginfestasi sangat banyak (ribuan). Skabies Norwegia terjadi
akibat
akibat defisiensi imunologik defisiensi imunologik sehingga sistem imun tubuh gagal membatasisehingga sistem imun tubuh gagal membatasi
proliferasi tungau dapat berkembang biak dengan
proliferasi tungau dapat berkembang biak dengan mudah.mudah.
f.
f. Skabies pada bayi dan anak Skabies pada bayi dan anak
Lesi skabies pada anak dapat mengenai seluruh tubuh, termasuk seluruh
Lesi skabies pada anak dapat mengenai seluruh tubuh, termasuk seluruh
kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki, dan sering terjadi infeksi sekunder
kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki, dan sering terjadi infeksi sekunder
berupa impetigo
berupa impetigo55, ektima, ektima66 sehingga terowongan jarang ditemukan. Pada bayi,sehingga terowongan jarang ditemukan. Pada bayi,
lesi di muka.
lesi di muka. (Harahap. M, 2000).(Harahap. M, 2000).
4 4
. degenerasi atau pembentukan
. degenerasi atau pembentukan abnormalabnormaldari kulit. Istilah ini sering digunakan untuk merujuk kepada penyakitdari kulit. Istilah ini sering digunakan untuk merujuk kepada penyakit
kuku.
kuku.
5 5
.
.infeksiinfeksibakteri dibakteri dikulitkulityang ditandai dengan lepuh mikroskopis berisi nanah. Tangan dan wajah adalah yang ditandai dengan lepuh mikroskopis berisi nanah. Tangan dan wajah adalah lokasilokasi
favorit untuk impetigo, tetapi seringkali juga muncul pada bagian lain dari tubuh (radang kulit ari). Impetigo
favorit untuk impetigo, tetapi seringkali juga muncul pada bagian lain dari tubuh (radang kulit ari). Impetigo
ditandai dengan gelembung-gelembung yang berisi nanah
Scabies pada bayi dan anak
Scabies pada bayi dan anak
g.
g. Skabies terbaring ditempat tidurSkabies terbaring ditempat tidur (Bed Ridden)(Bed Ridden)
Penderita penyakit kronis dan orang tua yang terpaksa harus tinggal ditempat
Penderita penyakit kronis dan orang tua yang terpaksa harus tinggal ditempat
tidur dapat menderita skabies yang lesinya terbatas.
tidur dapat menderita skabies yang lesinya terbatas. (Harahap. M, 2000)(Harahap. M, 2000)
4.
4. PATOFISIOLOGIPATOFISIOLOGI
Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya dari tungau scabies, akan tetapi juga
Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya dari tungau scabies, akan tetapi juga
oleh penderita sendiri akibat garukan. Dan karena bersalaman atau bergandengan
oleh penderita sendiri akibat garukan. Dan karena bersalaman atau bergandengan
sehingga terjadi kontak kulit yang kuat, menyebabkan lesi timbul pada
sehingga terjadi kontak kulit yang kuat, menyebabkan lesi timbul pada
pergelangan tangan. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap secret
pergelangan tangan. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap secret
dan ekskret tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah infestasi.
dan ekskret tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah infestasi.
Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemuannya papul,
Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemuannya papul,
vesikel, dan urtika. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi
vesikel, dan urtika. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi77, krusta, dan, krusta, dan
infeksi sekunder. Kelainan kulit dan gatal yang terjadi dapat lebih luas dari lokasi
infeksi sekunder. Kelainan kulit dan gatal yang terjadi dapat lebih luas dari lokasi
tungau.
tungau.(Handoko, R, 2001).(Handoko, R, 2001).
5.
5. MANIFESTASI KLINISMANIFESTASI KLINIS
Diagnosis dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda cardinal berikut :
Diagnosis dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda cardinal berikut :
a.
a. Pruritus noktuma (gatal pada malam hari) karena aktivitas tungau lebih tinggiPruritus noktuma (gatal pada malam hari) karena aktivitas tungau lebih tinggi
pada suhu yang lembab dan panas.
pada suhu yang lembab dan panas.
b.
b. Umumnya ditemukan pada sekelompok manusia, misalnya mengenai seluruhUmumnya ditemukan pada sekelompok manusia, misalnya mengenai seluruh
anggota keluarga.
anggota keluarga.
c.
c. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarnaAdanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna
putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang
putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang
1 cm, pada ujung menjadi polimorfi (pustul, ekskoriasi). Tempat predileksi
1 cm, pada ujung menjadi polimorfi (pustul, ekskoriasi). Tempat predileksi
6 6
. Radang karena infeksi streptokokus yang menyebabkan tukak tertutup keropeng yang biasanya ditungkai
. Radang karena infeksi streptokokus yang menyebabkan tukak tertutup keropeng yang biasanya ditungkai
bawah dan paha.
bawah dan paha.
7 7
. Lecet, kerusakan kulit yang lebih dalam. (tanda awal linier atau goresan (prurigo). Ekskoriasi dapat terjadi
. Lecet, kerusakan kulit yang lebih dalam. (tanda awal linier atau goresan (prurigo). Ekskoriasi dapat terjadi
tanpa adanya
biasanya daerah dengan stratum korneum tipis, yaitu sela-sela jari tangan,
biasanya daerah dengan stratum korneum tipis, yaitu sela-sela jari tangan,
pergelangan tangan bagian volar
pergelangan tangan bagian volar88, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan,, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan,
areola mammae dan lipat glutea, umbilicus, bokong, genitalia eksterna, dan
areola mammae dan lipat glutea, umbilicus, bokong, genitalia eksterna, dan
perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang bagian telapak tangan dan
perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang bagian telapak tangan dan
telapak kaki bahkan seluruh permukaan kulit. Pada remaja dan orang dewasa
telapak kaki bahkan seluruh permukaan kulit. Pada remaja dan orang dewasa
dapat timbul pada kulit kepala dan wajah.
dapat timbul pada kulit kepala dan wajah.
d.
d. Menemukan tungau merupakan hal yang paling diagnostk. Dapat ditemukanMenemukan tungau merupakan hal yang paling diagnostk. Dapat ditemukan
satu atau lebih stadium hidup tungau ini. Pada pasien yang selalu menjaga
satu atau lebih stadium hidup tungau ini. Pada pasien yang selalu menjaga
hygiene, lesi yang timbul hanya sedikit sehingga diagnosis kadang kala sulit
hygiene, lesi yang timbul hanya sedikit sehingga diagnosis kadang kala sulit
ditegakkan. Jika penyakit berlangsung lama, dapat timbul likenifikasi
ditegakkan. Jika penyakit berlangsung lama, dapat timbul likenifikasi99,,
impetigo, dan furunkulosis.
impetigo, dan furunkulosis. (Arief, M, Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S.(Arief, M, Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S.
2000)
2000)
6.
6. KOMPLIKASIKOMPLIKASI
Bila skabies tidak diobati selama beberapa minggu atau bulan, dapat timbul
Bila skabies tidak diobati selama beberapa minggu atau bulan, dapat timbul
dermatitis akibat garukan. Erupsi dapat berbentuk impetigo, ektima, selulitis, dan
dermatitis akibat garukan. Erupsi dapat berbentuk impetigo, ektima, selulitis, dan
furunkel
furunkel1010. Infeksi bakteri pada bayi dan anak kecil yang diserang skabies dapat. Infeksi bakteri pada bayi dan anak kecil yang diserang skabies dapat
menimbulkan komplikasi pada ginjal yaitu
menimbulkan komplikasi pada ginjal yaitu glomerulonefritis.glomerulonefritis.
Dermatitis iritan dapat timbul karena penggunaan preparat anti skabies yang
Dermatitis iritan dapat timbul karena penggunaan preparat anti skabies yang
berlebihan, baik pada terapi awal atau dari pemakaian yang terlalu sering. Salep
berlebihan, baik pada terapi awal atau dari pemakaian yang terlalu sering. Salep
sulfur, dengan konsentrasi 15% dapat menyebabkan dermatitis bila digunakan
sulfur, dengan konsentrasi 15% dapat menyebabkan dermatitis bila digunakan
terus menerus selama beberapa hari pada kulit yang tipis.
terus menerus selama beberapa hari pada kulit yang tipis.
Benzilbenzoat juga dapat menyebabkan iritasi bila digunakan 2 kali sehari selama
Benzilbenzoat juga dapat menyebabkan iritasi bila digunakan 2 kali sehari selama
beberapa hari, terutama di sekitar genetalia pria. Gamma benzena heksaklorida
beberapa hari, terutama di sekitar genetalia pria. Gamma benzena heksaklorida
sudah diketahui menyebabkan dermatitis iritan bila
sudah diketahui menyebabkan dermatitis iritan bila digunakan secara berlebihan.digunakan secara berlebihan.
8 8
. yang mengarah ketapak tangan
. yang mengarah ketapak tangan
9 9
. penyakit kulit yang ditandai dengan bintil-bintil kecil padat teratur secara berkelompok (penebalan
. penyakit kulit yang ditandai dengan bintil-bintil kecil padat teratur secara berkelompok (penebalankulit)kulit)
10 10
.Furunkel adalah infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutan
.Furunkel adalah infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutan
disekitarnya,furunkel sering disebut bisul.
7.
7. PEMERIKSAAN PENUNJANGPEMERIKSAAN PENUNJANG
Cara
Cara menemukan menemukan tungau tungau ::
a.
a. Carilah mula-mula terowongan, kemudian pada ujung dapat terlihat papul atauCarilah mula-mula terowongan, kemudian pada ujung dapat terlihat papul atau
vesikel. Congkel dengan jarum dan letakkan diatas kaca obyek, lalu tutup
vesikel. Congkel dengan jarum dan letakkan diatas kaca obyek, lalu tutup
dengan kaca penutup dan lihat
dengan kaca penutup dan lihat dengan mikroskop cahaya.dengan mikroskop cahaya.
b.
b. Dengan cara menikat dengan sikat dan ditampung di atas selembar kertasDengan cara menikat dengan sikat dan ditampung di atas selembar kertas
putih dan dilihat
putih dan dilihat dengan kaca pembesardengan kaca pembesar
c.
c. Dengan membuat biopsi irisan. Caranya: jepit lesi dengan 2 jari kemudianDengan membuat biopsi irisan. Caranya: jepit lesi dengan 2 jari kemudian
buat irisan tipis dengan pisau dan periksa dengan mikroskop cahaya
buat irisan tipis dengan pisau dan periksa dengan mikroskop cahaya
d.
d. Dengan biopsy oksisional dan diperiksa dengan pewarnaan HE.Dengan biopsy oksisional dan diperiksa dengan pewarnaan HE. (Arief, M,(Arief, M,
Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S. 2000)
Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S. 2000)
8.
8. PENATALAKSANAANPENATALAKSANAAN
Syarat obat yang ideal adalah efektif terhadap semua stadium tungau, tidak
Syarat obat yang ideal adalah efektif terhadap semua stadium tungau, tidak
menimbulkan iritasi dan toksik, tidak berbau atau kotor, tidak merusak atau
menimbulkan iritasi dan toksik, tidak berbau atau kotor, tidak merusak atau
mewarnai pakaian, mudah diperoleh dan harganya
mewarnai pakaian, mudah diperoleh dan harganya murah.murah.
Jenis
Jenis obat obat topical topical ::
a.
a. Belerang endap (sulfur presipitatum) 4-20% dalam bentuk salep atau krim.Belerang endap (sulfur presipitatum) 4-20% dalam bentuk salep atau krim.
Pada bayi dan orang dewasa sulfur presipitatum 5% dalam minyak sangat
Pada bayi dan orang dewasa sulfur presipitatum 5% dalam minyak sangat
aman dan efektif. Kekurangannya adalah pemakaian tidak boleh kurang
aman dan efektif. Kekurangannya adalah pemakaian tidak boleh kurang dari 3dari 3
hari karena tidak efektif terhadap stadium telur, berbau, mengotori pakaian
hari karena tidak efektif terhadap stadium telur, berbau, mengotori pakaian
dan dapat menimbulkan iritasi.
dan dapat menimbulkan iritasi.
b.
b. Emulsi benzyl-benzoat 20-25% efektif terhadap semua stadium, diberikanEmulsi benzyl-benzoat 20-25% efektif terhadap semua stadium, diberikan
setiap malam selama 3 kali. Obat ini sulit diperoleh, sering memberi iritasi,
setiap malam selama 3 kali. Obat ini sulit diperoleh, sering memberi iritasi,
dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.
dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.
c.
c. Gama benzena heksa klorida (gameksan) 1% daam bentuk krim atau losio,Gama benzena heksa klorida (gameksan) 1% daam bentuk krim atau losio,
termasuk obat pilihan arena efektif terhadap semua stadium, mudah
termasuk obat pilihan arena efektif terhadap semua stadium, mudah
digunakan, dan jarang memberi iritasi. Obat ini tidak dianjurkan pada anak
digunakan, dan jarang memberi iritasi. Obat ini tidak dianjurkan pada anak
dibawah umur 6 tahun dan wanta hamil karena toksik terhadap susunan saraf
dibawah umur 6 tahun dan wanta hamil karena toksik terhadap susunan saraf
pusat. Pemberiannya cukup sekali dalam 8 jam. Jika masih
pusat. Pemberiannya cukup sekali dalam 8 jam. Jika masih ada gejala, diulangiada gejala, diulangi
seminggu kemudian.
seminggu kemudian.
d.
d. Krokamiton 10% dalam krim atau losio mempunyaidua efek sebagai antiKrokamiton 10% dalam krim atau losio mempunyaidua efek sebagai anti
skabies dan antigatal. Harus dijauhkan dari mata, mulut, dan uretra. Krim
(eurax) hanya efetif pada 50-60% pasien. Digunakan selama 2 malam
(eurax) hanya efetif pada 50-60% pasien. Digunakan selama 2 malam
berturut-turut dan dibersihkan setelah 24 jam pemakaian terakhir.
berturut-turut dan dibersihkan setelah 24 jam pemakaian terakhir.
e.
e. Krim permetrin 5% merupakan obat yang paling efektif dan aman karenaKrim permetrin 5% merupakan obat yang paling efektif dan aman karena
sangat mematikan untuk parasit S.scabei dan memiliki toksisitas rendah pada
sangat mematikan untuk parasit S.scabei dan memiliki toksisitas rendah pada
manusia.
manusia.
f.
f. Pemberian antibiotika dapat digunakan jika ada infeksi sekunder, misalnyaPemberian antibiotika dapat digunakan jika ada infeksi sekunder, misalnya
bernanah di area yang terkena (sela-sela jari, alat kelamin) akibat garukan.
bernanah di area yang terkena (sela-sela jari, alat kelamin) akibat garukan.
(Arief, M, Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S. 2000)
(Arief, M, Suproharta, Wahyu J.K. Wlewik S. 2000)
B.
B. PROSES KEPERAWATANPROSES KEPERAWATAN
1.
1. PENGKAJIANPENGKAJIAN
a.
a. Riwayat kesehatanRiwayat kesehatan
1)
1) Keluhan UtamaKeluhan Utama
Pada pasien scabies terdapat lesi dikulit bagian punggung dan merasakan
Pada pasien scabies terdapat lesi dikulit bagian punggung dan merasakan
gatal terutama pada malam hari.
gatal terutama pada malam hari.
2)
2) Riwayat Kesehatan SekarangRiwayat Kesehatan Sekarang
Pasien mulai merasakan gatal yang memanas dan kemudian menjadi
Pasien mulai merasakan gatal yang memanas dan kemudian menjadi
edema karena garukan akibat rasa gatal yang sangat hebat.
edema karena garukan akibat rasa gatal yang sangat hebat.
3)
3) Riwayat Kesehatan DahuluRiwayat Kesehatan Dahulu
Pasien pernah masuk Rumah Sakit karena alergi
Pasien pernah masuk Rumah Sakit karena alergi
4)
4) Riwayat Kesehatan KeluargaRiwayat Kesehatan Keluarga
Dalam keluarga pasien ada yang menderita penyakit seperti yang klien
Dalam keluarga pasien ada yang menderita penyakit seperti yang klien
alami yaitu kurap, kudis.
alami yaitu kurap, kudis.
b.
b. Pola Fungsi KesehatanPola Fungsi Kesehatan
1)
1) Pola Persepsi Terhadap Pola Persepsi Terhadap KesehatanKesehatan
Apabila sakit, klien biasa membeliobat di tko obat terdeat atauapabila
Apabila sakit, klien biasa membeliobat di tko obat terdeat atauapabila
tidak terjadi perubahan pasien memaksakan diri ke puskesmas atau RS
tidak terjadi perubahan pasien memaksakan diri ke puskesmas atau RS
terdekat.
terdekat.
2)
2) Pola Aktivitas LatihanPola Aktivitas Latihan
Aktivitas latihan selama sakit
Aktivitas latihan selama sakit
3)
3) Pola Istirahat TidurPola Istirahat Tidur
Pada pasien scabies terjadi gangguan pola tidur akibat gatal yang hebat
Pada pasien scabies terjadi gangguan pola tidur akibat gatal yang hebat
pada malam hari.
4)
4) Pola Nutrisi Metabolik Pola Nutrisi Metabolik
Tidak ada gangguan dalam nutrisi
Tidak ada gangguan dalam nutrisi metaboliknya.metaboliknya.
5)
5) Pola EliminasiPola Eliminasi
Klien BAB 1x sehari, dengan konsitensi lembek, warna kuning bau khas
Klien BAB 1x sehari, dengan konsitensi lembek, warna kuning bau khas
dan BAK 4-5x sehari, dengan bau khas warna kuning jernih.
dan BAK 4-5x sehari, dengan bau khas warna kuning jernih.
6)
6) Pola Kognitif PerseptualPola Kognitif Perseptual
Saat pengkajian kien dalam keadaan sadar, bicara jelas, pendengaran dan
Saat pengkajian kien dalam keadaan sadar, bicara jelas, pendengaran dan
penglihatan normal.
penglihatan normal.
7)
7) Pola Peran HubunganPola Peran Hubungan
8)
8) Pola Konep DiriPola Konep Diri
9)
9) Pola Seksual ReproduksiPola Seksual Reproduksi
Pada klien scabies
Pada klien scabies mengalami gangguan pada seksual mengalami gangguan pada seksual reproduksinyareproduksinya..
10)
10)Pola KopingPola Koping
a)
a) Masalah utama yang terjadi selama klien sakit, klien selalu merasaMasalah utama yang terjadi selama klien sakit, klien selalu merasa
gatal, dan pasien menjadi malas untuk bekerja.
gatal, dan pasien menjadi malas untuk bekerja.
b)
b) Kehilangan atau perubahan yang terjadi perubahan yang terjadi klienKehilangan atau perubahan yang terjadi perubahan yang terjadi klien
malas untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
malas untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
c)
c) Takut terhadap kekerasan : tidak Takut terhadap kekerasan : tidak
d)
d) Pandangan terhadap masa depan klien optimis Pandangan terhadap masa depan klien optimis untuk sembuhuntuk sembuh
2.
2. DIAGNOSA KEPERAWATANDIAGNOSA KEPERAWATAN
a.
a. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biolNyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologiogi
b.
b. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeriGangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri
c.
c. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dalam penampilanGangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dalam penampilan
sekunder
sekunder
d.
d. Cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatanCemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
e.
e. Resiko infeksi berhubungan dengaResiko infeksi berhubungan dengan jaringan kulit n jaringan kulit rusak dan prosedur invasif rusak dan prosedur invasif
f.
f. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edemaKerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema
3.
3. INTERVENSI KEPERAWATANINTERVENSI KEPERAWATAN
a.
a. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biolNyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologiogi
Tujuan :
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan nyeri klien dapat
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan nyeri klien dapat
teratasi
Kriteria
Kriteria Hasil Hasil ::
1.
1. Nyeri terkontrolNyeri terkontrol
2.
2. Gatal mulai hilangGatal mulai hilang
3.
3. Puss hilangPuss hilang
4.
4. Kulit tidak memerahKulit tidak memerah
–
–
kaji TTVkaji TTVIntervensi :
Intervensi :
1.
1. Kaji intensitas nyeri, karakteristik dan catat lokasi Kaji intensitas nyeri, karakteristik dan catat lokasi nyerinyeri
2.
2. Berikan perawatan kulit dengan sering, hilangkan rangsangan lingunganBerikan perawatan kulit dengan sering, hilangkan rangsangan lingungan
yang kurang menyenangkan
yang kurang menyenangkan
3.
3. Kolaborasi dengan dokter pemberi analgesicKolaborasi dengan dokter pemberi analgesic
4.
4. Kolaborasi pemberian antibiotikaKolaborasi pemberian antibiotika
b.
b. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeriGangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri
Tujuan :
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan tidur klien tidak
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan tidur klien tidak
terganggu
terganggu
Kriteria
Kriteria Hasil Hasil ::
1.
1. Klien tidak bengkak lagiKlien tidak bengkak lagi
2.
2. Klien tidak sering terbangun dimalam hariKlien tidak sering terbangun dimalam hari
3.
3. Klien tidak pucatKlien tidak pucat
Intervensi :
Intervensi :
1.
1. Kaji pola tidur klienKaji pola tidur klien
2.
2. Berikan kenyamanaBerikan kenyamanan pada klien (kebersihan tempat tidur n pada klien (kebersihan tempat tidur klien)klien)
3.
3. Kolaborasi dengan dokter pemberian analgetik Kolaborasi dengan dokter pemberian analgetik
4.
4. Catat banyaknya klien terbangun dimalam hariCatat banyaknya klien terbangun dimalam hari
5.
5. Berikan lingkungan yang nyaman dan kurangi Berikan lingkungan yang nyaman dan kurangi kebisingankebisingan
6.
6. Berikan minum hangat (susu) jika perluBerikan minum hangat (susu) jika perlu
7.
7. Berian musik klasik sebagai pengantar tiBerian musik klasik sebagai pengantar tidurdur
c.
c. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dalam penampilanGangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dalam penampilan
sekunder
sekunder
Tujuan :
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan klien tidak
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan klien tidak
mengalami gangguan dalam cara penerapan citra diri
Intervensi :
Intervensi :
1.
1. Klien mengungkapan penerimaan atas penyakit yang di Klien mengungkapan penerimaan atas penyakit yang di alaminyaalaminya
2.
2. Mengakui dan memantapkan kembali system dukungan yang adaMengakui dan memantapkan kembali system dukungan yang ada
3.
3. Dorong individu untuk mengekspresian perasaan khususnya mengenaiDorong individu untuk mengekspresian perasaan khususnya mengenai
pikiran, pandangan tentang dirinya
pikiran, pandangan tentang dirinya
4.
4. Dorong individu untuk bertanya mengenai masalah penanganan,Dorong individu untuk bertanya mengenai masalah penanganan,
perkembangan kesehatan
perkembangan kesehatan
d.
d. Cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatanCemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
Tujuan :
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan klien tidak cemas
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan klien tidak cemas
lagi
lagi
Kriteria
Kriteria Hasil Hasil ::
1.
1. Klien tidak resahKlien tidak resah
2.
2. Klien tampak tenang dan Klien tampak tenang dan mampu menerima kenyaataanmampu menerima kenyaataan
3.
3. Klien mampu mengidentifiasi dan Klien mampu mengidentifiasi dan mengungkamengungkapkan gejala cemaspkan gejala cemas
4.
4. Postur tubuh ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktivitasPostur tubuh ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktivitas
menunjukkan bekurangnya kecemasan
menunjukkan bekurangnya kecemasan
Intervensi :
Intervensi :
1.
1. Identifiasi kecemasanIdentifiasi kecemasan
2.
2. Gunakan pendekatan yang menenanganGunakan pendekatan yang menenangan
3.
3. Temani pasien untuk memberian keamanan dan mengurangi takutTemani pasien untuk memberian keamanan dan mengurangi takut
4.
4. Bantu pasien mengenal situasi Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan kecemasayang menimbulkan kecemasann
5.
5. Berikan informasi faktual Berikan informasi faktual tentang diagnosis, tindakan prognosistentang diagnosis, tindakan prognosis
6.
6. Berikan obat untuk mengurangi kecamasanBerikan obat untuk mengurangi kecamasan
e.
e. Resiko infeksi berhubungan dengaResiko infeksi berhubungan dengan jaringan kulit n jaringan kulit rusak dan prosedur invasiverusak dan prosedur invasive
Tujuan :
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan klien tidak terjadi
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan klien tidak terjadi
resiko infeksi
resiko infeksi
Kriteria Hasil :
Kriteria Hasil :
1.
1. Klien bebas dari tanda dan gejala infeksiKlien bebas dari tanda dan gejala infeksi
2.
2. Menunjukan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksiMenunjukan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi
3.
Intervensi :
Intervensi :
1.
1. Klien mampu mendeskripsikan proses penularan penyakit, faktor yangKlien mampu mendeskripsikan proses penularan penyakit, faktor yang
mempengaruh
mempengaruhi i penularan dan penularan dan penatalaksanapenatalaksanaannyaannya
2.
2. Monitor tanda dan gejala infeksiMonitor tanda dan gejala infeksi
3.
3. Monitor kerentanan terhadap infeksiMonitor kerentanan terhadap infeksi
4.
4. Batasi pengunjung bila perluBatasi pengunjung bila perlu
5.
5. Instruksikan pada pengunjung untk mencuci tangan saat berkunjung danInstruksikan pada pengunjung untk mencuci tangan saat berkunjung dan
setelah meninggalkan pasien
setelah meninggalkan pasien
6.
6. Pertahankan lingkngan aseptic selama pemasangan alatPertahankan lingkngan aseptic selama pemasangan alat
7.
7. Berikan perawatan kulit pada area epidemalBerikan perawatan kulit pada area epidemal
8.
8. Inspeksi kulit dan Inspeksi kulit dan membrane mukosa terhadap kemerahan dan panasmembrane mukosa terhadap kemerahan dan panas
9.
9. Inspeksi kondisi lukaInspeksi kondisi luka
10.
10.Berikan terapi antibiotik bila perluBerikan terapi antibiotik bila perlu
11.
11.Ajarkan cara menghindari infeksiAjarkan cara menghindari infeksi
f.
f. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edemaKerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema
Tujuan :
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan lapisan kulit klien
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan diharapkan lapisan kulit klien
terlihat normal
terlihat normal
Kriteria
Kriteria Hasil Hasil ::
1.
1. Integritas kulit yang bak dapat dipetahankan (sensasi, elastisitas,Integritas kulit yang bak dapat dipetahankan (sensasi, elastisitas,
temperatur)
temperatur)
2.
2. Tidak ada luka atau lesi Tidak ada luka atau lesi pada kulitpada kulit
3.
3. Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembapan kulit sertaMampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembapan kulit serta
perawatan alami
perawatan alami
4.
4. Perfusi jaringan baik Perfusi jaringan baik
Intervensi :
Intervensi :
1.
1. Anjurkan pasien menggunakan pakaian yang longgarAnjurkan pasien menggunakan pakaian yang longgar
2.
2. Jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan keringJaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering
3.
3. Monitor kulit Monitor kulit akan adanya kemerahanakan adanya kemerahan
4.
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP A. A. KESIMPULANKESIMPULAN
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa scabies adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh
kesimpulan bahwa scabies adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh
tungau Sarcoptes Scabei. Penyakit scabies dapat menular dan kulit menjadi gatal.
tungau Sarcoptes Scabei. Penyakit scabies dapat menular dan kulit menjadi gatal.
Penularan dapat terjadi melalui kontak fisik yang erat seperti berjabat tangan, tidur
Penularan dapat terjadi melalui kontak fisik yang erat seperti berjabat tangan, tidur
bersama dan hubungan seksual, serta dapat juga melalui pakaian dalam, handuk, dan
bersama dan hubungan seksual, serta dapat juga melalui pakaian dalam, handuk, dan
tempat tidur.
tempat tidur.
Ada 7 pengklasifikasian scabies, yaitu Skabies pada Orang Bersih
Ada 7 pengklasifikasian scabies, yaitu Skabies pada Orang Bersih (Scabies Of (Scabies Of
Cultivated),
Cultivated), SkabiesSkabies Incognito, Incognito, SkabiesSkabies Nodular, Nodular, Skabies yang ditularkan melaluiSkabies yang ditularkan melalui
hewan, Skabies Norwegia
hewan, Skabies Norwegia (Krustosa),(Krustosa), Skabies pada bayi dan anak, Skabies terbaringSkabies pada bayi dan anak, Skabies terbaring
ditempat tidur
ditempat tidur (Bed Ridden)(Bed Ridden)..
Pengobatan scabies dapat dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan untuk
Pengobatan scabies dapat dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan untuk
menghilangkan kutu penyebab scabies dan pemberian antibiotika jika scabies
menghilangkan kutu penyebab scabies dan pemberian antibiotika jika scabies
terinfeksi.
terinfeksi.
B.
B. SARANSARAN
1.
1. Sebaiknya seorang perawat dapat melaksanakn asuhan keperawatan kepada klienSebaiknya seorang perawat dapat melaksanakn asuhan keperawatan kepada klien
skabies sesuai dengan indikasi
skabies sesuai dengan indikasi penyakitpenyakit
2.
2. Sebaiknya seorang perawat dapat melakukan asuhan keperawatan pada pasienSebaiknya seorang perawat dapat melakukan asuhan keperawatan pada pasien
skabies dengan baik dan benar
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Harahap. M, 2000. Ilmu penyakit kulit.
Harahap. M, 2000. Ilmu penyakit kulit. Hipokrates. Jakarta.Hipokrates. Jakarta.
Masjoer Arif dkk. Kapita
Masjoer Arif dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius FK UI;2000.Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius FK UI;2000.
Sungkar S. Skabies. Jakarta: Yayasan Penerbit Ikatan Dokter Indonesia, 1995.
Sungkar S. Skabies. Jakarta: Yayasan Penerbit Ikatan Dokter Indonesia, 1995.
Santosa, Budi. 2005-2006. Diagnosa Keperawa
Santosa, Budi. 2005-2006. Diagnosa Keperawatan NANDA. Jakarta : Pritan NANDA. Jakarta : Prima Medikal.ma Medikal.
Ramali, Ahmad dkk, 2003,
Ramali, Ahmad dkk, 2003, Kamus Kedokteran Arti dan Keterangan Istilah,Kamus Kedokteran Arti dan Keterangan Istilah, Jakarta:Jakarta:
Djambatan
Djambatan
Sumber
Sumber Lainnya Lainnya ::
http://duniabola12.blog
http://duniabola12.blogspot.com/2010/10spot.com/2010/10/askep-scabie/askep-scabies.htmls.html
http://nursingbegin.com/askep-scabies/
http://nursingbegin.com/askep-scabies/
http://medlinux.blogspot.com/2009/02/skabies.html