Unit : Internis Tgl. pengkajian : 4 mei 2016 Ruang/kamar : St. Melania/74-1 Waktu pengkajian : 10.00 WIB Tgl. masuk RS : 25 April 2016 Auto anamnese :
Rekam medis : 00-35-58-08 Allo anamnese : .1. PENGKAJIAN
1. PASIEN
Nama inisial : Ny. R Tempat/Tgl. Lahir : 3 Juni 1976
Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Status Perkawinan : Menikah
Jumlah Anak : 3 Orang
Agama/Suku : Protestan/Batak Toba
Warga Negara : Indonesia Asing Bahasa Yang Digunakan : Indonesia
Daerah Asing
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat Rumah : Siantar
35
√ √
― √
√ ―
√
▸ Baca selengkapnya: pertanyaan tentang sistem integumen dan jawabannya
(2)2. PENANGGUNG JAWAB
Nama : Tn. P
Alamat : Siantar
Hubungan dengan pasien : Suami
3. DATA MEDIK
a. Dikirim oleh : IGD
Dokter praktek
b. Diagnosa medik : Sindrom Steven Jhonson - Saat masuk : Sindrom Steven Jhonson - Saat pengkajian : Sindrom Steven Jhonson
4. PENGKAJIAN POLA KESEHATAN
I. PERSEPSI KESEHATAN-PEMELIHARAAN KESEHATAN Alasan Masuk RS/Keluhan Utama :
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu seluruh kulit terasa panas, gatal dan kulit terasa nyeri seperti ditarik-tarik.
Riwayat Penyakit Yang Pernah Dialami :
Kapan Catatan
Pasien tidak pernah mengalami sakit parah
Kapan Catatan
Riwayat Kesehatan Sekarang 1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan kesehatan adalah hal utama dan sangat penting untuk dijaga, jika pasien merasa terganggu dengan kesehatannya seperti flu, batuk, dan demam maka pasien langsung berobat ke klinik terdekat. Pasien biasanya mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali sehari, dan keramas 2 kali sehari.
b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu tidak dapat menjaga kesehatannya karena kondisi yang dirasakan sangat berat dan pasien sulit untuk melakukan kebiasaan sehari-hari.
2) Data objektif a. Observasi
- Kebersihan rambut : kering dan kotor - Kulit kepala : berketombe
- Kebersihan kulit : kulit bersisik dan terkelupas - Kebersihan rongga mulut : kotor dan berbau
- Kebersihan genetalia : kotor - Kebersihan anus : kotor
Genogram
Keterangan :
: laki-laki : perempuan : meninggal : pasien
: tinggal serumah II. NUTRISI DAN METABOLIK 1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan sebelum sakit makan teratur 3 kali sehari dengan menu nasi, lauk pauk, sayur, terkadang makan buah, dan minum air putih ± 1 L/hari. Pasien mengatakan tidak ada alergi pada makanan.
39
16 13 9
b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu tidak mampu memenuhi kebutuhan makanannya. Pasien mengatakan tidak mampu menghabiskan makanannya karena susah mengunyah, sulit menelan dan ada rasa mual.
2) Data objektif a. Observasi
Pasien diberi makan melalui selang NGT makanan diet sonde sebanyak 250 cc + 100 cc air putih + obat oral.
b. Pengukuran
1) Pemeriksaan fisik
- Lingkar lengan atas : 26 cm/ lipat kulit triceps : 17 cm - Tinggi badan : 152 cm Berat badan : 47 kg
- IMT : 20,3 kg
Kesimpulan : berat badan 20,3 kg Catatan : berat badan pasien ideal
- Suhu : 37oC oral aksila rektal - Keadaan rambut : hitam dan mudah rontok
- Hidrasi kulit : kering
- Palpebrae : ada bayangan hitam - Konjungtiva : tidak anemik - Sklera : tidak ikterik
- Rongga mulut : ada krusta berwarna hitam dibibir pasien - Gusi : gusi tampak merah
- Gigi geligi : gigi geligi utuh
utuh 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 tidak utuh 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 - Gigi palsu : tidak ada gigi palsu
ada gigi palsu 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 tidak ada 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8
- Kemampuan mengunyah keras :pasien tampak tidak mampu mengunyah makanan keras
- Lidah : tampak simetris
- Tonsil : ada pembesaran tidak ada pembesaran - Faring : tidak mengalami peradangan
- Kelenjar parotis : ada pembesaran tidak ada pembesaran - Kelenjar tiroid : ada pembesaran tidak ada pembesaran - Abdomen
Inspeksi : Bentuk : simetris
Bayangan vena : tidak ada bayangan Benjolan vena : tidak ada benjolan vena
Auskultasi : peristaltik 25 x/i
Palpasi : Tanda nyeri umum : tidak ada nyeri pada abdomen
Massa : tidak ada massa pada abdomen
Turgor kulit : turgor kulit kembali ±3 detik
Nyeri tekan : R. Epigastrik R. Suprapubik Titik Mc. Burney R. Iliaka √
―
―
√
― √
― √
√ ―
― ―
Perkusi :
Asites : negatif positif
- Kelenjar limfe inguinal : teraba ada pembesaran tidak ada pembesaran
- Kulit :
Spider nevi : negatif positif
Uremic frost : negatif positif
Edema : negatif positif
Ikterik : negatif positif
Tanda-tanda radang : ada peradangan pada kulit daerah glutea
Lesi : terdapat lesi pada olakranon kiri dan kanan ekstremitas atas dan terdapat lesi pada glutea, dan punggung. Luas lesi pada glutea ±9,5 cm.
III. POLA ELIMINASI 1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan tidak ada masalah untuk BAK atau BAB. Pasien biasanya BAK 5-6 kali sehari dengan warna urin kuning jerami, dan BAB 1 kali sehari yaitu pada pagi hari.
√
―
―
√
√ ―
√ ―
√ ―
b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu BAK 4-5 kali sehari dan BAB 3 kali sehari dan tidak ada rasa nyeri saat BAK atau BAB. Pasien mengatakan bila bersentuhan dengan alat tenun kulit terasa nyeri.
2) Data objektif a. Observasi
Pasien menggunakan kateter, BAK berwarna kuning pekat, bau amoniak, dan volume urin 500 cc per 8 jam, BAB berwarna kuning kecoklatan dengan konsistensi lembek dan cair.
b. Pemeriksaan fisik
- Palpasi suprapubik : kandung kemih : kosong penuh - Nyeri ketuk ginjal :
Kiri : negatif positif
Kanan : negatif positif
- Mulut uretra : terdapat peradangan pada mulut uretra
- Anus :
Peradangan : negatif positif
Fisura : negatif positif
Hemoroid : negatif positif
Prolapsus recti : negatif positif
√ ―
― ―
― ―
― √
√ ―
√ ―
IV. POLA AKTIVITAS DAN LATIHAN 1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan pekerjaan sehari-hari adalah bekerja sebagai petani, pasien pergi ke ladang menggunakan sepeda motor bersama anaknya. Pasien mengatakan tidak pernah merasa sesak atau kaku otot pada saat beraktivitas. b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu aktivitas menjadi terbatas, semua aktivitas dibantu oleh perawat dan keluarga. Pasien mengatakan kulit terasa nyeri saat melakukan miring kiri dan miring kanan.
2) Data objektif a. Observasi
- Kesadaran
1) Kualitatif : compos mentis somnolen
apatis koma
soporkoma
2) Kuantitatif :
Skala coma glasgow
Respon motorik : 6
Respon bicara : 5
Respon membuka mata : 4
Jumlah : 15
3) Kesimpulan : pasien tampak sadar penuh
√ ―
― ―
4) Flapping tremor : positif negatif Mobilisasi ditempat tidur :
Ambulasi :
Postur tubuh : pasien tampak berbaring lemah diatas tempat tidur
Gaya jalan : pasien tampak bedrest total
Anggota gerak yang cacat : tidak ada anggota gerak yang cacat Fiksasi : pasien tidak menggunakan fiksasi Trakeostomi : pasien tidan menggunakan trakeostomi b. Pemeriksaan fisik
- JVP : pasien tidak menggunakan JVP - Thoraks dan pernapasan
Inspeksi : bentuk thoraks : simetris
* Stridor negatif positif
* Dyspnea d’effort negatif positif * Sianosis negatif positif
― √
Palpasi : Vokal fremitus : getaran paru kiri dan kanan sama
Perkusi : sonor redup pekak
Batas paru hepar : 7 cm
Kesimpulan : pasien tidak mengalami hepatomegali
Auskultasi :
Suara napas : vesikuler
Suara ucapan : pasien berbicara kurang jelas Suara tambahan : tidak ada suara tambahan
Frekuensi : 22 x/i, irama teratur - Jantung
Inspeksi : ictus cordis : terlihat di ICS 5 linea midklavikula
Pasien menggunakan alat pacu jantung : negatif positif
Palpasi : ictus cordis teraba pada ICS 5 sinistra Thrill : negatif positif Batas atas jantung : ICS 2 linea midsternalis sinistra Batas kanan jantung : ICS 5 midklavikula sinistra Batas kiri jantung : ICS 5 aksila anterior
Auskultasi :
Bunyi jantung II A : ICS 2 sternalis dekstra Bunyi jantung II P : ICS 2 sternalis sinistra Bunyi jantung I T : ICS 3 sternalis sinistra
√ ― ―
√ ―
Bunyi jantung I M : ICS 2 midklavikula sinistra Bunyi jantung III irama gallop : positif
Murmur : negatif positif
Nadi : 78 x/i
Tekanan darah : 110/70 mmHg
MAP : 83,3 mmHg
Kesimpulan : perfusi ginjal pasien normal Bruit : A.aorta : negatif positif
A.renalis : negatif positif A.fermoralis : negatif positif - Lengan dan tungkai
Atrofi otot : negatif positif
Rentang gerak : pasien tidak mengalami rentang gerak
* Mati sendi ditemukan tidak ditemukan * Kaku sendi ditemukan tidak ditemukan
Uji kekuatan otot : Kiri Kanan
Refleks fisiologis : pasien dapat menggerakkan tangan dan kaki
Refleks patologis : Babinski
* Kiri : negatif positif * Kanan : negatif positif
Clubbing finger : negatif positif
√ ―
√ ―
√ ―
√ ―
√ ―
― √
― √
√ ―
√ ―
√ ―
1 2 3 4 5
Varises tungkai : negatif positif - Columna vertebralis
Inspeksi : tidak ditemukan kelainan bentuk ditemukan kelainan bentuk
Palpasi : nyeri tekan : negatif positif * N. III-IV-VI : pasien dapat merasakan sensasi apa yang
diberi perawat * N. VIII (romberg test)
negatif positif
tidak diperiksa, alasannya pasien tidak mampu berdiri dan pasien tampak bedrest total.
* N. XI : pasien tidak mampu melakukannya karena bedrest total.
Kaku kuduk : pasien tidak mengalami kaku kuduk. V. POLA TIDUR DAN ISTIRAHAT
1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan tidak pernah mengalami gangguan tidur pada malam hari dan pasien jarang tidur siang karena pergi ke ladang setiap hari.
b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu tidak bisa tidur, seluruh badan terasa gatal dan nyeri pada lesi didaerah glutea saat ingin merubah posisi badan ditempat tidur karena lesi bersentuhan dengan alat tenun dan pempers. Pasien
√ ―
√ ―
√ ―
― ―
mengeluh badan terasa lemah dan kadang-kadang kulit terasa nyeri seperti ditarik-tarik.
2) Data objektif a. Observasi
- Ekspresi wajah mengantuk : negatif positif - Banyak menguap : negatif positif - Palpebra inferior berwarna gelap : negatif positif VI. POLA PERSEPSI KOGNITIF PERSEPTUAL
1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan tidak ada gangguan pada pendengaran, penglihatan, perabaan dan pasien tidak pernah menggunakan alat bantu dengar atau alat bantu penglihatan.
b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu tidak ada mengalami gangguan pada penglihatan, pendengaran, perabaan dan sampai sekarang tidak menggunakan alat bantu pendengaran maupun alat bantu penglihatan. Pasien mengatakan tidak mengetahui tentang penyebab, tanda dan gejala penyakit yang dialami. Keluarga menganggap bahwa penyakit pasien hanya penyakit biasa.
― √
√ ―
―
2) Data objektif a. Observasi
Pasien tidak menggunakan alat bantu pendengaran dan penglihatan. Pasien dapat melihat dan mendengar dengan jelas. Keluarga tampak bingung dan bertanya-tanya tentang penyakit pasien.
b. Pemeriksaan fisik - Penglihatan
Kornea : tampak transparan
Visus : tidak dilakukan karena pasien bedrest
Pupil : tampak isokor
Lensa mata : jernih
Tekanan intraokuler (TIO) : kekenyalan pada kedua bola mata sama - Pendengaran
Pina : simetris kiri dan kanan sejajar dengan mata
Canalis : bersih
Membran tymphani : dapat memantulkan cahaya
Test pendengaran : pasien masih dapat mendengar dengan jelas - Pengenalan rasa nyeri pada gerakan lengan dan tungkai : pasien dapat
merasakan nyeri pada lengan dan tungkai saat dicubit.
- Nervus olfaktorius/N I : pasien tidak dapat mencium bau-bauan karena hidung pasien tampak ada kerak.
- Nervus triggeminus/N V : pasien dapat merasakan suhu, raba, nyeri, getar dan sikap terhadap rangsangan yang diberi. Pasien tidak dapat mengunyah dengan baik karena ada krusta pada mukosa bibir.
- Nervus fasialis/N VII : pasien dapat menjulurkan lidah dan dapat merasakan rasa seperti gula.
- Nervus vestibulokoklearis/N VIII : pasien tidak dapat berdiri karena pasien bedrest.
- Test romberg : pasien tidak dapat berdiri karena pasien terbaring lemah.
VII. POLA PERSEPSI DIRI 1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan menyenangi seluruh anggota tubuhnya sehingga jika pasien sakit langsung berobat ke klinik terdekat.
b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu ingin cepat sembuh dari penyakitnya.
2) Data objektif a. Observasi
- Kontak mata saat bicara : pasien mampu menatap lawan bicara saat diajak bicara
- Rentang perhatian : perhatian fokus mudah teralihkan √
tidak ada perhatian
- Suara dan cara bicara : pasien dapat menjawab pertanyaan dari perawat dengan suara yang kurang jelas.
- Postur tubuh : pasien tampak berbaring lemah diatas tempat tidur.
b. Pemeriksaan fisik
- Kelainan bawaan yang nyata : pasien tidak mengalami kelainan fisik. - Abdomen : Bentuk : simetris,
Bayangan vena : tidak ada bayangan vena Benjolan vena : tidak ada benjolan vena
- Kulit : Lesi kulit : ada lesi pada olakranon kiri dan kanan ekstermitas atas dan lesi pada kulit didaerah glutea sampai ke anus tampak kemerahan.
- Penggunaan protesa : tidak ada Bila ada pada organ : hidung payudara
lengan tungkai
VIII. POLA PERAN DAN HUBUNGAN DENGAN SESAMA 1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan tinggal bersama anak dan suaminya, pasien berperan sebagai ibu rumah tangga bagi keluarganya. Keluarga juga mengatakan selalu menjalin hubungan yang baik terhadap istri, anak dan tetangganya.
―
√ ―
― ―
b. Keadaan sejak sakit
Keluarga mengatakan sejak 9 hari yang lalu hubungan pasien dengan suami, anak dan tetangganya tetap harmonis dan dalam pengambilan keputusan diambil oleh suaminya.
2) Data objektif
Pasien tampak ditemani oleh suaminya, kadang-kadang pasien dijenguk oleh keluarganya. Pasien tidak mampu mengekspresikan diri dan berbicara kurang jelas.
IX. POLA REPRODUKSI SEKSUALITAS 1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan memiliki 3 orang anak yaitu 2 perempuan dan 1 orang laki-laki. Ketiga anak mereka masih tahap sekolah.
b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu hubungan dengan suaminya baik dan pasien tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi dan pasien tidak ingin menambah anak lagi.
2) Data objektif
X. MEKANISME KOPING DAN TOLERANSI TERHADAP STRES 1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan jika ada masalah maka akan dibicarakan dengan suami dan diselesaikan dengan baik bersama suami.
b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu merasa sedih karena penyakit tidak sembuh namun keluarga tetap memberikan semangat agar pasien cepat sembuh.
2) Data objektif a. Observasi
Tenang Cemas Gelisah Marah Kurang perhatian b. Pemeriksaan fisik
- Tekanan darah : berbaring : 110/70 mmHg
duduk : tidak dilakukan karena pasien bedrest berdiri : tidak dilakukan karena pasien bedrest Kesimpulan : hipotensi ortostatik : negatif positif - HR : 78 x/i
- Kulit : Keringat dingin : kulit tidak berkeringat Basah : kulit tampak kering
― ― √ ― ―
XI. POLA SISTEM NILAI KEPERCAYAAN/KEYAKINAN 1) Data subjektif
a. Keadaan sebelum sakit
Pasien mengatakan beragama kristen protestan, pasien rajin pergi ke gereja bersama suaminya.
b. Keadaan sejak sakit
Pasien mengatakan sejak 9 hari yang lalu tidak bisa pergi gereja karena kondisi pasien kurang sehat dan pasien berserah kepada Tuhan untuk kesembuhannya.
2) Keadaan sejak sakit
Pasien tampak berdoa sebelum tidur.
5. HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG/DIAGNOSTIK A. Diagnosa medis : Sindrom Steven Jhonson
B. Pemeriksaan diagnostik/penunjang medis 1) Laboratorium
Tanggal 25 April 2016
Hematologi Hasil Nilai normal
Leukosit 12,5 3,6-11,0
Eritrosit 2,74 3,8-5,2
Hemoglobin 8,1 11,7-15,5
Hematokrit 24,6 35-47
Platelet 131 150-400
Monosit 13,5 2-8
Eosinopil 0,5 2-4
Limfosit 4,1 0-1
Elektrolit
Kalsium 7,1 8,5-10,1
Natrium 121 130-145
Analisa gas darah
PO2 131,7 85-100
2) Rontgen tanggal 25 April 2016
Thorax : Pada kedua lapangan paru-paru tampak bayangan bercak berselubung. Hasil : Kesan gambaran radiologis pulmonary edema.
PENATALAKSANAAN DAN TERAPI No
.
Nama obat Dosi s
Fungsi Efek samping
1.
Meredakan gejala-gejala yang berhubungan
Pengobatan simtomatik pada diare nonspesifik.
Meningkatkan daya
tahan tubuh,
meningkatkan kadar albumin & Hb, mempercepat proses penyembuhan luka pasca operasi, menghilangkan oedem (pembengkakan), mempercepat proses penyembuhan penyakit
seperti: kanker, TBC, No
.
Nama obat Dosi s
Fungsi Efek samping
4.
hepatitis, diabetes, HIV, pre-eclampulsia, sindrom neprotik, nutrisi tambahan bagi lansia, ibu hamil & anak.
Terapi jangka pendek nyeri akut sedang hingga berat.
Asma bronkiale, rhinitis alergika, dermatitis kontak, dermatitis atopik, lupus eritematosus sistemik, sindroma Stevens-tanpa komplikasi, otitis media, faringitis dan tonsilitis, bronkitis akut dan kronik eksaserbasi
8. hipersekresi patologis seperti sindrom Zollinger-Ellison atau keganasan lainnya. Digunakan sebagai terapi alternative pada pasien yang tidak diindikasikan pemberian pantoprazole oral.
Terapi jangka pendek untuk nyeri pasca
operasi.
Mual & muntah pasca op
Stomatitis aftosa (sariawan), periadenitis mukosa nekrotika berulang, ulkus aftosa herpetiformis, ulserasi traumatik, ulserasi karena obat, liken planus.
Umum dan lokal pada tempat pemberian; sangat jarang: tromboflebitis, edema perifer. Darah dan sistem limfatik ; sangat jarang: leukopenia, trombositopenia.
Gastrointestinal: nyeri perut bagian atas, diare, konstipasi, flatulensi.
Hipertensi, hipotensi, nyeri punggung, edema perifer, hipoestesia, osteitis alveolar,
dispepsia, kembung, peningkatan kreatinin,
hipokalemia, agitasi, insomnia, anemia pasca operasi, faringitis, insufisiensi pernapasan,
Sakit kepala, konstipasi, kelelahan, jarang: reaksi hipersensitivitas seperti anafilaksis berat, ruam
kulit minor,
ppeningkatan kadar
transaminase.
ANALISA DATA
Nama/umur : Ny. R/40 tahun Ruang/kamar : St. Melania/74-1
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
1. Data Subjektif :
- Pasien mengatakan seluruh kulit terasa panas, gatal dan kulit terasa nyeri seperti ditarik-tarik.
- Pasien mengatakan bila bersentuhan dengan alat tenun kulit terasa nyeri. Data Objektif :
- Kulit disekitar genetalia tampak kemerahan.
- Rongga mulut tampak ada krusta berwarna hitam dibibir pasien.
- Kulit tampak bersisik dan terkelupas.
- Ada lesi pada olakranon kiri dan kanan ekstremitas atas
Agen farmasi (alergi obat)
Kerusakan integritas kulit
2.
dan lesi pada daerah glutea tampak kemerahan dengan luas lesi ± 9,5 cm.
- Terdapat peradangan kulit pada mulut uretra dan anus. Data Subjektif :
- Pasien mengatakan kulit terasa nyeri saat melakukan miring kiri dan miring kanan.
- Pasien mengatakan sejak sakit tidak bisa tidur, seluruh badan terasa gatal dan nyeri pada lesi didaerah glutea saat ingin merubah posisi badan ditempat tidur karena lesi bersentuhan dengan alat tenun dan pempers.
- Pasien mengeluh badan
Cedera agen
. DATA ETIOLOGI MASALAH
3. - Pasien tampak gelisah. - Ada lesi pada olakranon kiri
dan kanan ekstremitas atas dan lesi pada daerah glutea tampak kemerahan dengan luas lesi ± 9,5 cm. makanannya karena susah
4.
mengunyah, sulit menelan dan ada rasa mual.
Data objektif :
- Pasien diberi makan melalui selang NGT makanan diet sonde sebanyak 250 cc + 100 cc air putih + obat oral. - Hidrasi kulit tampak kering
dan kusam. - Natrium 121 mEq/L. Data Subjektif :
- Pasien mengatakan tidak mengetahui tentang penyebab, tanda dan gejala
Kurang
. DATA ETIOLOGI MASALAH
penyakit yang dialami. dan bertanya-tanya tentang penyakit pasien.
- Ekspresi wajah pasien sedih. - Ada lesi pada olakranon kiri dan kanan ekstermitas atas dan lesi pada kulit didaerah glutea sampai ke anus tampak kemerahan.
.2. DIAGNOSA KEPERAWATAN Nama/umur : Ny. R/40 tahun Ruang/kamar : St. Melania/74-1
. JELAS
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan agen farmasi (alergi obat) (00046).
Nyeri akut berhubungan dengan cedera agen biologis (lesi pada olakranon dan glutea) (00132).
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan penurunan volume cairan yang aktif (00027).