• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

9

LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan menjelaskan tentang teori-teori yang digunakan dalam pembuatan sistem manajemen ini.

2.1. HTML

Menurut Alexander F.K Sibero (2011 : 19), HTML atau dengan singkatan Hyper Text Markup Language adalah bahasa pemograman yang digunakan dalam web sebagai bahasa untuk pertukaran dokumen web.

Struktur HTML terdiri dari tag pembuka dan tag penutup. Contoh struktur dokumen HTML sebagai berikut:

(2)

2.2. Web server

Menurut Alexander F.K. Sibero (2011 : 11), Web server adalah sebuah komputer yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Secara bentuk fisik dan cara kerjanya, perangkat keras web server dengan PC dibedakan oleh kapasitas dan kapabilitasnya. Perangkat lunak dalam web server memiliki karakteristik dan teknologi yang digunakan untuk mengatur kerja sistemnya.

Contoh-contoh perangkat lunak web server antara lain :

Tabel 2. 1 Perangkat Lunak Web server

Vendor Produk Sistem Operasi

Apache Software Foundation Apache Web server Cross Platform Microsoft Corp. Internet Information Services (IIS) Windows Only

Oracle Corp. iPlanet Web server Cross Platform

2.3. PHP

Menurut Alexander F.K. Sibero (2011 : 49), PHP adalah pemograman intrepreter yaitu proses penerjemahan source code menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat source code dijalankan.

PHP adalah singkatan dari Hypertext Preprocessor. PHP disebut sebagai Server Side Programming dikarenakan seluruh prosesnya dijalankan pada server. Script PHP yang dibuat harus tersimpan dalam sebuah server dan dieksekusi atau diproses dalam server tersebut. Dengan menggunakan PHP, sebuah halaman web akan lebih interaktif dan dinamis.

(3)

PHP tidak dapat dijalankan tanpa menggunakan software pendukung yang bekerja di komputer lokal. Software pendukung yang harus di instalasi, yaitu Apache, PHP, phpMyAdmin, dan database MySQL. Software pendukung ini terdapat dalam sebuah paket software, seperti Xampp dan Appserver.

2.4. UML

Menurut Scott W. Ambler (2005 : ix), models digunakan oleh developer profesional untuk berkomunikasi antara pekerjaan mereka dengan project stakeholders dan dengan developer lainnya. Unified Modeling Language (UML) menjadi bagian penting dalam pembuatan software sejak diperkenalkan pada tahun 1997.

UML merupakan bahasa desain model yang menjelaskan hubungan antara desain dan kode dengan sebuah sistem. The Object Management Group (OMG) merilis versi 1.1 pada 1997 yang menggabungkan Booch Notation, Object Modeling Technique (OMT), dan Object-Oriented Software Engineering (OOSE).

UML termasuk sebuah set diagram konsisten yang digunakan untuk menjelaskan dan komunikasi kebutuhan sistem software, desain, dan kode.

UML terdiri dari koleksi artefak yang digunakan untuk menangkap kebutuhan dan desain sistem software. UML yang biasa digunakan selama kegiatan antara lain:

2.4.1. Use-case Diagram

Menurut Scott W. Ambler (2005 : 33), use-case diagram memperlihatkan hubungan antara aktor dan use-case dalam sebuah sistem.

(4)

Use-case sering digunakan untuk :

- Memberikan gambaran tentang semua atau sebagian dari persyaratan penggunaan untuk sistem atau organisasi dalam bentuk model penting

- Mengkomunikasikan lingkup sebuah proyek yang dibangun Use-case model terdiri dari satu atau banyak use-case diagram dan didukung oleh dokumentasi seperti spesifikasi use-case dan definisi aktor.

Use-case memiliki dua tingkat use-case diagram, yaitu :

- User level, yang menggambarkan bagaimana user berinteraksi dengan sistem.

- Developer level, yang menggambarkan bagaimana komponen sistem akan berinteraksi.

User level dalam use-case ditempatkan pada kebutuhan sistem sedangkan developer level menyediakan kebutuhan untuk subsistem.

Use-case digunakan untuk memodelkan sistem/subsistem dari aplikasi. Sebuah use-case diagram menangkap fungsi tertentu dari sistem.

Use-case diagram membutuhkan :

- Aktor, yang berfungsi sebagai yang menjalankan sistem. - Use-case, yang berfungsi sebagai kegiatan yang akan

dijalankan oleh aktor.

- Garis penghubung yang menghubungkan aktor dengan use-case yang dijalankan.

(5)

Gambar 2. 2 Scott W. Ambler, 2005 : 36 Figure 15

2.4.2. Activity Diagram

Menurut Scott W. Ambler (2005 : 113), activity diagram setara dengan berorientasi objek seperti flow chart dan diagram aliran data.

Activity diagram digunakan untuk mengeksplorasi logika seperti: - Operasi yang kompleks,

- Aturan bisnis yang kompleks, - Use-case tunggal,

- Use-case yang banyak, - Proses bisnis,

- Proses yang bersamaan, - Proses perangkat lunak

(6)

Activity diagram pada dasarnya adalah flow chart untuk mewakili bentuk aliran satu aktifitas dengan aktifitas lainnya.

Activity diagram dapat digambarkan sebagai operasi dari sistem.

Gambar 2. 3 Scott W.Ambler, 2005 : 127 Figure 46

2.4.3 Class Diagram

Menurut Scott W. Ambler (2005 : 47), class diagram menampilkan semua kelas yang terdapat dalam sistem, hubungan mereka, dan operasi dan atribut dari class.

Class diagram sering digunakan untuk :

- Menjelaskan konsep domain dalam bentuk model.

- Menganalisis persyaratan dalam bentuk model analisis dan konseptual.

- Menggambarkan desain secara rinci berorientasikan objek atau objek berbasiskan software.

(7)

Class diagram merupakan diagram statis. Class diagram mewakili pandangan statis dari aplikasi. Class diagram tidak hanya digunakan untuk memvisualisasikan, menggambarkan, dan mendokumentasikan perbedaan aspek dari sistem, tetapi juga untuk membangun kode executable dari aplikasi software.

Class diagram menampilkan koleksi dari class, interface, associations, collaborations, dan constraints. Hal ini juga dikenal sebagai diagram struktural.

Class diagram memberikan pandangan dari kelas desain dari sistem. Class diagram mengandung representasi dari kelas dan paket dan bagaimana mereka berhubungan.

(8)

2.4.4. Conceptual Diagram

Menurut Robinson, Brooks, Kotiadis, & Van Der Zee (2010 : 1), conceptual model adalah suatu proses abstrak model dari sebuah kenyataan atau usulan sistem.

Conceptual diagram digunakan untuk memodelkan konsep-konsep yang ada dalam aplikasi.

Gambar 2. 5 Robinson, Brooks, Kotiadis, & Van Der Zee, 2010 : 11 Figure 1.2

2.4.5. Sequence Diagram

Menurut Scott W. Ambler (2005 : 80), sequence diagram adalah teknik permodelan yang dinamik, seperti communication diagram.

Sequence diagram sering digunakan untuk:

- Validasi logika dan melengkapi skenario yang digunakan - Mengeksplorasikan desain karena sequence diagram

menyediakan jalan untuk langkah visualisasi melalui permintaan dari definisi class.

(9)

Sequence diagram merupakan jenis interaction diagram yang menunjukkan bagaimana proses beroperasi satu sama lain. Sequence diagram menunjukkan interaksi objek yang diatur dalam urutan waktu. Sequence diagram biasanya berkaitan dengan realisasi use-case dalam logical view dari pengembangan sistem. Garis putus-putus menunjukkan bahwa ada kegagalan dalam pencetakan diagram.

Sequence diagram mengikat use-case diagram dan class diagram bersama. Sequence diagram menunjukkan bagaimana class diagram bekerja sama untuk melaksanakan use-case.

Sequence diagram dapat disebut event diagram, event scenario dan timing diagram.

(10)

2.5. Database Management System

Menurut Connoly dan Beff (2005 : 16), DBMS adalah sebuah sistem software yang memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan, membuat, memelihara, dan mengendalikan akses terhadap database.

DBMS merupakan perantara bagi user dengan database. Cara berinteraksi antara user dengan database diatur oleh sebuah bahasa yaitu bahasa database. Bahasa database terdiri atas sejumlah perintah yang dapat dituliskan oleh user untuk kemudian diproses oleh DBMS untuk melakukan aksi tertentu. Contoh-contoh bahasa database antara lain:

- SQL, - dBase, - QUEL, dll.

2.6. MySQL

Menurut Alexander F.K Sibero (2011 : 97), MySQL adalah suatu RDBMS (Relational Database Management System) yaitu sistem aplikasi yang menjalankan fungsi pengolahan data. MySQL dikembangkan oleh MySQL AB yang kemudian diakuisisi Sun Microsystem dan terakhir dikelola oleh Oracle Coorporation.

2.6.1. Data Definition Language (DDL)

Data Definition Language (DDL) adalah suatu tata bahasa definisi data pada MySQL. DDL digunakan untuk mendefinisikan suatu DATABASE, TABLE, TABLESPACE, LOGFILE GROUP,

(11)

SERVER INDEX. DDL umunya digunakan untuk mendefinisikan suatu data atau record.

Data Definition Language terdiri dari : - CREATE

Create digunakan untuk mendefinisikan suatu struktur, wadah yang dipergunakan sebagai media suatu data atau record, dan atribut pendukung lainnya.

- ALTER

Alter digunakan untuk mengubah definisi suatu struktur, wadah yang dipergunakan sebagai media suatu data atau record, dan atribut pendukung lainnya.

- DROP

Drop digunakan untuk menghapus suatu struktur, wadah yang dipergunakan sebagai media suatu data atau record, dan atribut pendukung lainnya.

- RENAME

Rename digunakan untuk mengganti nama suatu struktur, wadah yang dipergunakan sebagai media suatu data atau record. Penggunaan RENAME hanya berlaku untuk DATABASE dan TABLE.

(12)

2.6.2. Data Manipulation Language (DML)

Data Manipulation Language (DML) adalah suatu tata bahasa manipulasi data yang terdapat pada MySQL. DML digunakan untuk memanipulasi data pada TABLE Database.

2.6.3. Stored Procedure

Stored Procedure adalah suatu fungsi yang tersimpan dalam database yang berisi kumpulan perintah untuk pengolahan data yang dapat dijalankan oleh program maupun sesama fungsi dalam database.

2.7. Waterfall Model

Menurut Roger S. Pressman (2010 : 39), Waterfall model menyarankan pendekatan yang sistematis bagi software developer yang dimulai dari tahap communication, planning, modeling, construction, dan diakhiri oleh deployment.

Gambar 2. 7 Roger S. Pressman, 2010 : 39 Figure 2.3

- Communication

Tahap communciation merupakan tahap pengumpulan kebutuhan secara intensif dan fokus kepada software yang ingin dibuat. Communication terdiri dari project initation dan requirements gathering.

(13)

- Planning

Tahap planning merupakan perencanaan dalam menyelesaikan software yang akan dibuat. Pada tahap ini developer membuat perkiraan waktu yang diperlukan. Tahap ini terdiri dari estimating, scheduling, dan tracking.

- Modeling

Tahap modeling adalah tahapan perancangan aplikasi. Biasanya terdapat proses yang difokuskan pada empat bagian dari program, seperti struktur data, arsitektur software, representasi software, dan detail algoritma. Tahap ini terdiri dari analisis dan desain.

- Construction

Tahap construction adalah tahapan dimana penerjemahan desain menjadi coding. Setelah penerjemahan coding selesai, testing pun dilakukan. Proses ini menekankan pada logika internal pada aplikasi. Proses ini terdiri dari coding dan testing.

- Deployment

Tahap deployment terdiri atas delivery, support, dan feedback. Pada tahap ini, developer menyiapkan aplikasi yang menyediakan fungsi dan fitur yang bermanfaat. Developer juga menyediakan dokumentasi untuk semua fitur dan fungsi. Tahap ini developer juga mendapatkan feedback yang berakhir pada perubahan fungsi dan fitur dari software yang telah dibuat.

2.8. CSS

Menurut Keith Schengili-Roberts (2000 : 9), Cascading Style Sheet (CSS) adalah alat yang ampuh untuk memenuhi kebutuhan web authors yang ingin

(14)

mengatur lebih baik tentang bagaimana halaman web ditampilkan. CSS tidak mempengaruhi fungsi dasar seperti hyperlink dalam halaman web.

CSS digunakan untuk mengatur halaman web supaya terlihat lebih rapi dan dapat membuat tampilan pengguna yang sangat bagus.

2.9. World Wide Web

Dalam buku Keith Schengli-Roberts, World Wide Web muncul pada tahun 1991 sebagai hasil dari proyek computer engineer Tim Berners-Lee di Eropa untuk riset nuklir (CERN) di Jenewa, Swiss. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cara berkomunikasi antara satu sama lainnya dengan komputer yang berbeda dan diinformasikan melalui internet.

2.10. CodeIgniter

CodeIgniter merupakan salah satu framework PHP. CodeIgniter dikembangkan oleh Rick Ellis. Pada situsnya (www.ellislab.com) menjelaskan tujuan dari pembuatan framework CodeIgniter adalah untuk menghasilkan framework yang akan dapat digunakan untuk pengembangan proyek pembuatan website secara lebih cepat dibandingkan dengan pembuatan website dengan cara pengkodean secara manual.

Fitur-fitur yang didukung oleh CodeIgniter antara lain : - Sistem berbasis Model View Controller

- Compatible dengan PHP versi 4 - Ringan dan cepat

(15)

2.11. MVC

MVC merupakan metode pengembangan sistem yang dibagi atas komponen Model, View, Controller secara terstruktur. Salah satu penggunaan metode MVC adalah framework CodeIgniter pada PHP.

- Model

Model merupakan komponen yang berinteraksi langsung dengan database. Sistem-sistem seperti tampilan, penambahan, perubahan, dan penghapusan data terletak dalam komponen model.

- View

View merupakan komponen yang berinteraksi langsung dengan user atau pengguna. Sistem-sistem seperti menampilkan hasil dari permintaan pada komponen controller yang berinteraksi langsung dengan komponen model.

- Controller

Controller merupakan komponen penghubung antara view dan model. Controller berfungsi sebagai pengambilan inputan dari view dan mengirim inputan tersebut ke dalam komponen model

2.12. JetBrains PhpStorm

JetBrains PhpStorm merupakan salah satu aplikasi yang dibuat untuk membangun halaman web berbasis PHP. PhpStorm menyediakan platform untuk kode PHP, HTML, dan JavaScript. Aplikasi inilah yang digunakan dalam pembuatan halaman web sistem manajemen restoran.

(16)

2.13. PhpMyAdmin

Menurut Alexander F.K. Sibero (2011 : 376), phpMyAdmin merupakan aplikasi web yang digunakan untuk administrasi database MySQL. Sebelum menjalankan phpMyAdmin, kita harus menjalankan software pendukungnya, seperti Xampp.

Fitur administrasi phpMyAdmin antara lain :

- Pembuatan, Mengubah, dan Menghapus Database - Pembuatan, Mengubah, dan Menghapus Tabel

- Menampilkan, Menambahkan, Mengubah, dan Menghapus Data - Membuat dan Menghapus View

- Menampilkan dan Menghapus Indeks Kolom

2.14. Xampp

Xampp merupakan salah satu paket web server yang umumnya digunakan oleh web developer. Xampp berisi antara lain server web Apache, intrepreter PHP, dan database MySQL.

Gambar

Tabel 2. 1 Perangkat Lunak Web server
Gambar 2. 2 Scott W. Ambler, 2005 : 36 Figure 15
Gambar 2. 3 Scott W.Ambler, 2005 : 127 Figure 46
Gambar 2. 4 Scott W.Ambler, 2005 : 50 Figure 19
+4

Referensi

Dokumen terkait

Inmon pada bukunya “Building the Data warehouse ” (2005,p.493) mendefinisikan data sebagai kumpulan fakta, konsep, dan instruksi yang disimpan pada media penyimpanan untuk

Atribut Kunci Primer Filed atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan,.. biasanya berupa id, kunci primer dapat

3 Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci

Atribut kunci primer, Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada suatu

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada suatu entitas.. Derajat

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada suatu entitas.