• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancangan Proses Bisnis Kredit Konsumer di Bank XYZ Medan dengan Pendekatan Lean Service

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Rancangan Proses Bisnis Kredit Konsumer di Bank XYZ Medan dengan Pendekatan Lean Service"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Semakin lama semakin Pertumbuhan industri perbankan baik bank umum,

bank syariah, dan Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia meningkat 61,1% dari tahun

2007 sampai November

perbankan tersebut menyebabkan persaingan semakin ketat dalam memperebutkan

nasabah.Dunia perbankan dituntut untuk lebih inovatif dalam melihat kondisi pasar

untuk memberikan pelayanan kepada konsumen. Disisi lain, kebutuhan masyarakat

yang bersifat konsumsi terus meningkat misalnya kebutuhan akan perumahan,

kendaraan, hiburan, dan lain-lain. Peningkatan kebutuhan masyarakat yang bersifat

konsumtif menyebabkan industri perbankan mulai tertarik dengan penyaluran kredit

konsumsi atau disebut juga customer loan.

Bank XYZ merupakan perbankan nasional yang telah berdiri sejak tahun 1895

untuk melayani masyarakat Indonesia dalam memberikan layanan jasa simpanan

maupun pinjaman. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan

kebutuhan konsumsi, pada tahun 2007, Bank XYZ mengembangkan fasilitas

pinjamannya dengan menambah kredit konsumer. Fasilitas kredit konsumer yang

(2)

Bank XYZ menerapkan sistem monoline dalam memberikan pelayanan kredit

konsumsi.Suatu sistem dimana sebuah perusahaan keuangan yang khusus

menangangi salah satu cabang tertentu dari suatu industri keuangan. Seperti pada

Bank XYZ, perusahaan menfokuskan khusus layanan kredit konsumsi sehingga

perusahaan akan lebih kompetitif dikarenakan tidak perlu membagi waktu, perhatian,

dan sumber daya untuk berbagai fasilitas kredit diluar kredit konsumsi. Tabel 1.1

menggambarkan jumlah karyawan yang terlibat dalam proses kredit konsumsi.

Tabel 1.1 Jumlah Karyawan Sentra Kredit Konsumer Bank XYZ Medan

Fungsi

Jabatan Jabatan

Jumlah Karyawan

Pemasaran Sales Person 60

Account Officer Sales 12

Area Sales Manager 2

Regional Sales Manager 1

Analisa Account Officer Analis 8

Administrasi Kredit Supervisor Kredit 1

Administrasi Kredit 6

Pemutus Manager Kredit Konsumer 1

Kepala Sentra Kredit 1

Total Karyawan 92

Sumber: Bank XYZ (2012)

Pelayanan yang prima selalu menjadi prioritas Bank XYZ, untuk itu dalam

pemasaraan kredit konsumsi, perusahaan juga telah menetapkan standar dalam

penyelesaian proses kredit konsumsi. Seperti yang terlihat pada Tabel 1.2 untuk

pengajuan kredit konsumsi dengan calon nasabah dengan status sebagai pegawai

tetap suatu perusahaan “X” (fixed income customer) maka standar untuk realisasi

(3)

Tabel 1.2 Standard Level Agreement dan Rata-Rata Waktu Proses

Calon Nasabah

Standar Proses Kredit Rumah Baru Kerjasama

Sumber: Bank XYZ (2012)

Potensi kredit konsumsi yang besar di daerah Medan serta diimbangi dengan

jumlah karyawan yang banyak, perusahaan menuntut agar Bank XYZ dapat

memasarkan kredit konsumsi sesuai target yang telah ditetapkan perusahan. Tabel 1.3

menggambarkan realisasi kredit konsumsi Bank XYZ Medan dari bulan April sampai

Juni 2012 .

Tabel 1.3 Rencana dan Realisasi Kredit Konsumer Bank XYZ

Kredit Konsumer

RENCANA& REALISASI BANK XYZ TAHUN 2012 (dalam juta)

April Mei Juni

Sumber: Bank XYZ (2012)

Realisasi diatas tidak sesuai dengan target pencapaian yang telah ditetapkan

perusahaan. Hasil pengamatan di lapangan, tidak tercapainya target bulanan

dikarenakan banyaknya calon nasabah membatalkan pengajuan kredit konsumsi.

Pembatalan kredit merupakan salah satu pemborosan (waste) pada layanan jasa,

(4)

Tabel 1.4Jumlah Pembatalan Kredit Konsumsi di Bank XYZ Sumber: Bank XYZ (2012)

Tabel diatas menunjukkan persentase pembatalan kredit konsumsi di Bank

XYZ Medan. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa calon nasabah diketahui

pembatalan pengajuan kredit dikarenakan lamanya waktu proses kredit di Bank XYZ

sehingga calon nasabah mengajukan permohonan ke bank lain ataupun pengajuan

kredit mereka telah disetujui oleh bank lain.

Kegagalan pada jasa terjadi saat pelanggan tidak mendapatkan pelayanan

seperti yang diharapkan (Weber dan Spark,2004). Pada jurnal Kung-Yu Hu dibahas

bagaimana mengurangi kegagalan pelayanan jasa merupakan pokok persoalan yang

penting untuk suatu bisnis.Sangat penting bagi perancang pelayanan jasa untuk

mengidentifikasi mode kegagalan potensial dan mengambil tindakan yang sesuai

untuk mencegah terjadinya kegagalan tersebut. Dengan sumber daya yang terbatas,

manajer atau pimpinan perusahaan harus dapat memprioritaskan mode kegagalan

potensial pada pelayanaan jasa dan memberikan perbaikan sebelum layanan jasa

(5)

Kegagalan Bank XYZ dalam memberikan layanan jasa kredit konsumsi

dikarenakan proses kredit konsumsi yang lama. Hasil wawancara dengan Area Sales

Manager diindikasi penyebab lama proses kredit konsumsi di Bank XYZ adalah

banyak aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang dikarenakan tidak adanya

standar dalam penilaian calon nasabah maupun agunan. Seperti pada fungsi jabatan

pemasaran melakukan penilaian agunan dengan kunjungan lapangan, aktivitas

tersebut akan dilakukan kembali di fungsi jabatan analis dan pemutus.

Alasan diatas yang melatarbelakangi untuk menganalisa aktivitas-aktivitas

penyaluran kredit konsumer yang berpengaruh terhadap efektivitas proses bisnis.

Pendekatanlean servicedigunakan untuk merancang proses bisnis guna

menghilangkan pemborosan pada proses yang tidak memberikan nilai tambah (non

value added activity). Perbankan adalah proses bisnis murni dimana lean

management tepat digunakan pada perbankan (Maria, 2011). Perancangan proses

bisnis dilakukan agar pekerjaan setiap karyawan dari tiap unit mampu mendukung

pekerjaan unit lainnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, proses pemberian kredit konsumer di

Bank XYZ memerlukan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan standar

(6)

faktor-1.3 Tujuan dan Sasaran Penelitian

Tujuan dari penelitian adalah membuat rancangan proses bisnis mampu

membangun integrasi hubungan kerja antara masing-masing bagian agar tercapai

Standard Level Agreement (SLA) yang telah ditetapkan perusahaan. Sasaran yang

akan dicapai pada penelitian ini adalah:

1. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan lamanya proses kredit

konsumsi.

2. Membuat rancangan proses bisnis untuk meningkatkan kualitas internal

kredit konsumer di Bank XYZ dengan pendekatan Lean Service.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Perusahaan

Memberikan informasi mengenai efektivitas proses bisnis di Bank XYZ

dan faktor-faktor yang menyebabkan panjangnya aliran nilai kredit

konsumer.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai bahan referensi dan pengembangan khasanah ilmu pengetahuan

bagi penelitian berikutnya.

(7)

Menerapkan serta mengembangakan ilmu pengetahuan untuk

menyelesaikan rumusan dan memahami berbagai aspek kegiatan yang

berkaitan dengan perbaikan sistem dan bisnis proses.

1.5 Batasan Masalah Penelitian

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Penelitian dilakukan di bagian kredit konsumer Bank XYZ Medan.

2. Karyawan yang dijadikan objek penelitian adalah karyawan kredit

konsumer di Bank XYZ Medan.

3. Fokus perancangan adalah pada moda kegagalan potensial tertinggi yang

diperoleh dari hasil analisis.

1.6 Asumsi-asumsi

Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah selama penelitian

dilaksanakan tidak ada perubahan proses kredit konsumer dan system kredit

konsumer di Bank XYZ.

1.7 Sistematika Penulisan Laporan

Hasil penelitian ini akan dituliskan dalam 6 (enam) bab. Bab pertama

(8)

mendukung penelitian ini untuk memberikan pemahaman, uraian pengertian dan

teori.Bab ketiga menggambarkan atribut perusahaan secara umum, manajemen dan

organisasi.Bab keempat menguraikan desain penelitian serta langkah penelitian yang

merupakan kerangka pemecahan masalah untuk mengumpulkan dan menganalisa

data yang diperoleh.

Bab kelima mengidentifikasi data hasil penelitian sebagai bahan dalam

melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pemecahan masalah,

analisis serta pembahasan hasil pengolahan data dan hasil rancangan perbaikan.Bab

keenam menyajikan kesimpulan dari kajian yang telah dilakukan dan saran yang

Gambar

Tabel 1.1 Jumlah Karyawan Sentra Kredit Konsumer Bank XYZ Medan
Tabel 1.4Jumlah Pembatalan Kredit Konsumsi di Bank XYZ

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian yaitu Bank Danamon melalui layanan DSP cukup memberikan kemudahan bagi mereka yaitu para pedagang dalam mendapatkan pelayanan modal usaha Melalui layanan

Salah satu fungsi bank adalah memberikan kredit kepada masarakat atau perusahaan yang membutuhkannya,yaitu dengan mengajukan permohonan kredit dan melengkapi syarat–syarat

a) Kegiatan penghimpun dana, penyaluran kredit, pemasaran jasa- jasa bank dan pemasaran layanan syariah sesuai rencana kerja bank. b) Penyelesaian kredit non lancar,

Menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh User Operasional Bank XYZ dan merincikan keinginan dari mereka untuk kehadiran sebuah sistem layanan yang memberikan

Metode perancangan yang digunakan dalam Sistem Pendukung Keputusan pemilihan nasabah baru pada Bank XYZ yaitu metode perancangan terstruktur dimana perancangan dimulai

Diagram aktivitas adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan proses bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang yang lama dan proses

Menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh User Operasional Bank XYZ dan merincikan keinginan dari mereka untuk kehadiran sebuah sistem layanan yang memberikan

Dalam bab ini akan diuraikan analisis dan pembahasan atas hasil pengukuran risiko kredit korporasi Bank XYZ dengan menggunakan metode CreditMetrics yang mencakup gambaran