BAB II PERANAN DAN PENGATURAN HUKUM TERHADAP NOTARIS - Pertanggungjawaban Pidana Notaris Dalam Hal Tindak Pidana Pemalsuan Surat Akta Authentik (Studi Putusan Nomor: 40/Pid.B/2013/Pn.Lsm)
Teks penuh
Dokumen terkait
Dalam dunia Notaris, dikenal adagium: “setiap orang yang datang menghadap notaris telah benar berkata tidak berbanding lurus dengan berkata benar, yang artinya suatu kebohongan
“Notaris dikatakan Pejabat Umum, dalam hal ini dapat dihubungkan dengan pasal 1868 K.U.H.Perdata yang menyatakan bahwa “Suatu akta otentik adalah suatu akta yang
Akibat hukum terhadap notaris yang dijatuhi sanksi pidana dalam pemalsuan akta otentik adalah Notaris yang bersangkutan diberhentikan secara tetap dengan tidak
Berdasarkan Pasal 1868 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata) tersebut, maka dapat diketahui bahwa bentuk akta ada dua yaitu akta yang dibuat oleh Notaris
“Para Notaris adalah pejabat-pejabat umum, khususnya berwenang untuk membuat akta-akta autentik mengenai semua perbuatan, persetujuan dan ketetapan-ketetapan yang untuk
ketentuan tersebut, maka notaris adalah satu-satunya pejabat yang berwenang untuk.. membuat akta otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian, dan penetapan yang.. diharuskan oleh
Dasar hukum pembuatan relaas akta atau akta yang dibuat oleh pejabat adalah ketentuan Pasal 1868 KUH Perdata, yang berbunyi: “Suatu akta otentik ialah suatu akta yang dibuat dalam
Pengertian dari Notaris sendiri berdasarkan Pasal 1 ayat 1 UUJNP, menyatakan bahwa: “Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta autentik dan memilki kewenangan