NEWS HEADLINES
JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART
Secara teknis terkonfirmasi IHSG bergerak positif dalam pekan ini, seiring dengan sinyal dari beberapa indikator yang mengindikasikan pola upside bagi indeks. Seperti tercermin dari leading indicator baik MACD maupun Stochastic yang mengkonfirmasikan positif bagi indeks bursa domestik tersebut.
JAKARTA INDICES STATISTICS
CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)
IHSG 5405.489 -42.159 7,611.14 6,944.22
LQ-45 939.373 -8.446 1,250.73 4,031.07
MARKET REVIEW
MARKET VIEW
IHSG ditutup melemah 42,16 poin (0,77%) dari 5.447,65 ke 5.405,49 pada perdagangan hari Rabu (25,/3) ditengah aksi jual para investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp399.82 milyar, ditengah Rupiah yang kembali melemah setelah menguat selama 2 hari beruntun. Dolar AS bergerak menguat setelah rilis data ekonomi AS yang terbilang positif dan melebihi konsensus, terutama data inflasi inti AS. Hal ini memicu spekulasi terkait kenaikan suku bunga acuan AS yang lebih cepat, yang mana telah memicu penguatan nilai tukar dolar AS. Seperti diketahui, data indeks harga konsumen (CPI) AS dilaporkan tumbuh sebesar 0,2% MoM pada bulan Februari, atau sesuai dengan perkiraan konsensus. Hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi pada pertumbuhan ekonomi AS, terutama jika dibandingkan dengan posisi CPI pada bulan Januari yang melemah 0,7% MoM. Akan tetapi, data inflasi inti (core CPI) tercatat tumbuh sebesar 0,2% MoM, atau melebihi konsensus sebesar 0,1%. Seperti diketahui, data CPI ini adalah salah satu indikator ekonomi yang dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan suku bunga the Fed. Selain itu, data penjualan rumah baru AS naik 7.8% MoM dari 500,000 unit pada bulan Januari menjadi 539,000 unit pada bulan Februari, dan mencapai level tertingginya dalam 7 tahun. Sementara itu, indeks manufaktur AS naik dari 55,1 pada bulan Februari ke 55,3 pada bulan Maret, sekaligus menjadi level tertingginya sejak bulan Oktober. Pencapaian tersebut mengungguli data PMI manufaktur negara lain yang juga dirilis pada hari yang sama, yakni Tiongkok, Jepang, Perancis, dan Jerman. Dari regional, indeks Nikkei 225 ditutup menguat 32,75 poin (0,17%) dari 19.713,45 ke 19.746,20, didukung oleh aksi beli saham-saham murah (bargain hunting) yang mampu mengimbangi sentimen penguatan Yen. Sejalan dengan Jepang, indeks Hang Seng ditutup naik 128,63 poin (0,53%) dari 24.399,60 ke 24.528,23, sedangkan indeks Shanghai Composite melemah untuk pertama kalinya dalam 11 hari. Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 30,68 poin (0,83%) dari 3.691,41 ke 3.660,73. Dari Eropa, ancaman deflasi membayangi perekonomian Inggris. Pasalnya, tingkat inflasi tahunan Inggris jatuh ke level 0% pada Februari, setelah tumbuh 0,3% pada Januari. Sementara, indeks sentimen bisnis Jerman naik untuk bulan kelima secara beruntun. Adapun, bursa Eropa tentatif bergerak melemah di awal perdagangan.
Koreksi yang terjadi atas saham bursa regional dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi pergerakan indeks saham di bursa Indonesia hari ini. Bursa saham Eropa melemah pada hari Rabu, ditengah program Central Bank (ECB) telah menunjukkan hasilnya, menyusul aktivitas bisnis di zona euro jauh bertambah cepat bulan ini. ECB membanjiri pasar dengan uang tunai, dan rencana sekitar 1 triliun euro nampaknya memiliki dampak positif. Indeks PMI gabungan zona euro oleh Markit melonjak ke level tinggi dalam empat tahun terakhir ke level 54.1 dari 53.3 di bulan Februari. Tercatat indeks DAX Jerman melemah sebesar 1,17%, ke level 11865,32, indeks CAC Perancis koreksi 1,3% ke posisi 5.020,99 dan indeks FTSE 100 turun 0,4% menjadi 6.990,97. Selain itu, saham-saham di Wall Street turun pada Rabu, tingginya nilai tukar dollar mulai membebani sentimen investor yang dikhawatirkan akan menurunkan pendapatan. Apresiasi dolar terhadap mata uang utama dunia dikhawatirkan akan berdampak pada ekonomi AS. Faktor lainnya, data yang mengecewakan indeks Wall Street, Departemen Perdagangan AS melaporkan tingkat pesanan barang tahan lama turun 1,4% di bulan Februari, dari bulan sebelumnya yang naik 2,0%. Sementara pesanan barang tahan lama inti, yang tidak memasukkan sektor transportasi, turun 0,2%, dibandingkan ekspektasi kenaikan 0,3%. Selain faktor lemahnya permintaan global, tingginya nilai tukar dollar juga dikatakan sebagai penyebab penurunan pesanan.
Presiden Federal Reserve Chicago, Charles Evasns, pada hari Rabu waktu setempat mengatakan para pembuat kebijakan perlu "yakin" inflasi sedang menuju target 2% sebelum menaikkan suku bunga. Jika belum yakin, maka tidak ada alasan kuat untuk menaikkan suku bunga. Pelemahan atas indeks Wall Street, Indeks Nasdaq mengalami penurunan terbesar karena kekhawatiran bahwa ekuitas teknologi dan bioteknologi telah overvalued. Indeks Nasdaq melemah 118,21 poin (2,375) di tutup ke posisi 4876,52, Indeks Dow Jones melemah 292,60 poin (1,5%) ke level 17.718,54 dan Indeks S&P 500 koreksi 30,45 poin (1,5%) berada di level 2.061,05. Faktor dari dalam negeri, berkenaan dengan kebijakan pemerintah berencana menurunkan batas bawah harga CPO tidak terkena Biaya keluar dari sebelumnya USD 750 per ton menjadi USD 500-600 per ton.. Diperkirakan IHSG pada perdagangan saham hari ini masih dibayangi tekanan akibat pelemahan indeks regional dan juga kajian pemerintah tentang bea keluar CPO yang berdampak pada kinerja saham CPO..
DAILY REPORT
26 Maret 2015
• BRAU siapkan USD 118,75 juta untuk bayar utang 2 obligasi • DSNG perkirakan produksi CPO tahun 2015 naik 10%-15% YoY • KLBF memeriksa ulang produk injeksi di distributor & yang beredar • ICBP akan operasikan pabrik minuman kemasan di Cicurug April 2015 • RUPST IGAR putuskan tidak bagi dividen dari laba tahun 2014 • IGAR bidik kenaikan penjualan 20%
• Penjualan alat berat UNTR masih lemah • VIVA luncurkan TV olahraga
• Laba JASS tahun 2014 naik 16,9% YoY • BIRD bukukan laba bersih Rp 735 miliar
• Rugi sebelum pajak GDST tahun 2014 naik menjadi rugi Rp 18,92 miliar • MLIA bukukan laba Rp 125,01 miliar di tahun 2014 dari rugi di 2013 • Rugi bersih FPNI tahun 2014 naik 4,71% YoY
• TLKM operasikan sebagian serat optik SMPCS sejak awal Maret 2015 • RUPS AGRO setujui dividen tahun buku 2014 Rp 0,8155 per saham • AGRO targetkan kredit tahun 2015 tumbuh 28%
• AGRO akan tingkatkan status menjadi BUKU 2 pada semester I 2015 • LPKR kembangkan superblok Monaco Bay di Sulut
• NIRO rencana bangun 8 mall di tahun 2015-2016 • SSIA targetkan perusahaan E-commerce USD 400 juta • MDLN targetkan marketing sales 2015 capai Rp5.4 triliun • CTRS bidik pertumbuhan 56,3%
• Pendapatan PWON naik 28% • GWSA tingkatkan recurring income
Support Level 5388/5370/5344
Resistance Level 5432/5458/5476
Major Trend Up
26 March 2015
26 March 2015
Berau Coal Energy (BRAU) menyiapkan dana USD 118,75 juta untuk membayar sebagian utang pokok dua obligasi yang jatuh tempo pada 2015 dan 20157, masing-masing dengan porsi 52,61% dan 47,39%. Sumber dana pembayaran obligasi yang total nilai pokoknya mencapai USD 950 juta itu akan berasal dari hasil penawaran saham baru senilai USD 100 juta dan kas internal perusahaan.
Dharma Satya Nusantara (DSNG) memperkirakan produksi crude palm oil (CPO) tahun 2015 lebih tinggi 10%-15% dibanding tahun 2014 mencapai 430.100 ton - 449.650 ton. Perkiraan pertumbuhan ini lebih rendah dibanding realisasi pertumbuhan tahun 2014 yang sebesar 16%. Pada tahun 2014 produksi CPO DSNG mencapai 391.000 ton dibandingkan tahun 2013 sebesar 336.000 ton. DSNG memperkirakan produksi CPO awal tahun akan stagnan akibat musim kering tahun 2014. Namun pada awal tahun 2015 cuaca tidak terlalu basah dan kering, sehingga perbaikan produksi akan terjadi di akhir tahun. Produksi minyak kelapa sawit di kuartal I 2015 akan sama dengan kuartal I 2014 yang sebanyak 89.554 ton.
Kalbe Farma (KLBF) menyatakan sedang melakukan pemeriksaan ulang semua produk obat injeksi yang di produksi di lini 6 pabrik Kalbe, Cikarang, baik yang masih berada di distributor maupun yang sudah beredar di pasaran. Sehubungan dengan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh BPOM pada tanggal 3-6 Maret 2015, BPOM mendapatkan adanya ketidaksesuaian dari ketentuan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan selanjutnya meminta Kalbe agar melakukan upaya untuk menghilangkan potensi risiko dari semua produk injeksi yang diproduksi di lini 6 pabrik Kalbe Cikarang yang sudah beredar. Produk-produk tersebut sebenarnya tidak dijual bebas di pasaran dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter di rumah sakit, klinik dan apotek tertentu. Dari pemeriksaan menyeluruh tersebut diketahui bahwa Kalbe perlu melakukan Corrective Action and Preventive Action (CAPA), walaupun sejauh ini tidak ditemukan bukti adanya penyimpangan dari produk Buvanest Spinal yang telah ditarik.
Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) akan mulai mengoperasikan pabrik minuman kemasan di Cicurug pada April 2015 dengan kapasitas 1 juta botol per hari. Pabrik tersebut merupakan perusahaan patungan dengan Asahi Group Holding Southeast Asia Pte Ltd Singapura. Produk yang akan diproduksi perseroan berupa teh hijau Ichi Ocha serta minuman kemasan berbasis kopi, diharapkan dapat mulai berioperasi dengan utilitas produksi mencapai 70%.
RUPST Champion Pacific Indonesia (IGAR) memutuskan untuk tidak membagi dividen. Laba bersih IGAR tahun 2014 akan digunakan untuk investasi mesin baru untuk tingkatkan efisiensi. Champion Pacific Indonesia (IGAR) membidik kenaikan penjualan sebesar 20% menjadi Rp 885,43 miliar tahun ini. Pertumbuhan laba bersih diharapkan berkisar 15-20% tahun ini. Proyeksi ini didukung atas potensi pertumbuhan industri farmasi nasional sebesar 8,5% pada 2015. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 30 miliar. Pendanaan yang bersumber dari kas internal tersebut akan dimanfaatkan untuk membeli 2 lini mesin baru yang lebih efisien.
Menjelang berakhirnya kuartal I-2015, kinerja penjualan emiten alat berat belum juga membaik. United Tractors (UNTR) masih membukukan performa yang kurang memuaskan. Penjualan alat
berat Komatsu pada Februari 2015 hanya 275 unit, naik 12,7% dibandingkan bulan sebelumnya 244 unit. Namun, bila dibandingkan pencapaian pada Februari 2014 sebanyak 374 unit, hasil ini terhitung lebih rendah. Kinerja yang belum memuaskan dipicu oleh terhambatnya proyek-proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah.
Visi Media Asia (VIVA) akan meluncurkan satu stasiun televisi baru bersegmentasi khusus olahraga. Stasiun televisi bernama Sport One itu akan meluncur pada kuartal IV-2015. Perseroan telah memperoleh izin frekuensi di 14 kota di Indonesia. Tahun ini, VIVA mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 500-600 miliar. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk membangun studio baru, meningkatkan jumlah stasiun pemancar televisi TVOne dan siaran televisi digital. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas pertumbuhan advertising expenditure 2015 yang sebesar 14-15%.
Jasa Angkasa Semesta (JASS), anak usaha Cardig Aero Service (CASS), mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahun 2014 sebesar 16,9% menjadi Rp 291,69 miliar dari Rp 249,44 miliar di tahun 2013. Laba per saham dasar JASS naik dari Rp 483,57 menjadi Rp 565,48. Pendapatan usaha JASS tumbuh 11,9% dari Rp 929,6 miliar menjadi Rp 1,04 triliun di tahun 2014.
Blue Bird (BIRD) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 3,8% menjadi Rp 735,1 miliar tahun lalu, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 707,5 miliar. Pendapatan meningkat 21,3% dari Rp 3,9 triliun menjadi Rp 4,7 triliun. Rendahnya kenaikan laba dipicu kenaikan beban langsung sebesar 27,7% menjadi Rp 3,3 triliun dari sebelumnya Rp 2,5 triliun.
Gunawan Dianjaya Steel (GDST) mencatat penjualan bersih tahun 2014 sebesar Rp 1,21 triliun dari tahun 2013 sebesar Rp1,41 triliun. Beban pokok penjualan tahun 2014 mencapai Rp 1,15 triliun dari tahun 2013 sebesar Rp 1,19 triliun. Beban usaha tahun 2014 mencapai Rp 91,90 miliar sehingga perseroan mengalami rugi sebelum pajak sebesar Rp 18,92 miliar dan rugi tahun berjalan sebesar Rp 13,94 miliar.
Mulia Industrindo (MLIA) mencatat penjualan bersih tahun 2014 mencapai Rp 5,63 triliun, meningkat dari tahun 2013 sebesar Rp 5,20 triliun. Perseroan membukukan laba bersih tahun 2014 sebesar Rp 125,01 miliar dibanding rugi bersih Rp 474,04 miliar di tahun 2013.
Lotte Chemical Titan (FPNI) mengalami kerugian bersih sebesar USD 6,44 juta sepanjang tahun 2014 atau meningkat sebesar 4,71% dari rugi USD 6,15 juta di tahun 2013. Beban pokok perseroan mengalami peningkatan 6,36% menjadi USD 613,80 juta dari USD 577,09 juta di tahun 2013. Selain itu mencatatkan penurunan keuntungan kurs menjadi USD 540 ribu dari USD 2,58 juta di tahun 2013. Rugi sebelum pajak perseroan menjadi USD 6,80 juta di tahun 2014, dari USD 4,47 juta di tahun 2013. Pendapatan bersih menjadi USD 621,73 juta atau naik 6,03% dari USD 586,37 juta di tahun 2013.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BRI Agroniaga (AGRO) mengalokasikan Rp 6,07 miliar atau 10% dari laba bersih perseroan tahun 2014 sebagai dividen atau setara Rp 0,8155 per saham. Dividen akan dibayarkan maksimal 30 hari setelah RUPST.
26 March 2015
26 March 2015
sebesar 28% pada tahun 2015. Hingga akhir tahun 2014 perseroan menyalurkan kredit sebesar Rp 4,69 triliun atau melebih target bisnis perseroan yang ditetapkan sebesar Rp 4,22 triliun atau mencapai target sebesar 111,21%. Perseroan melihat prospek usaha yang cukup potensial di sektor perbankan.
Bank BRI Agroniaga (AGRO) akan konsisten mengembangkan bisnis di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Perseroan juga ingin memperkuat sinergi dengan induk usaha agar penyaluran kredit di sektor UMKM semakin berkembang. Penyaluran kredit AGRO lebih spesifik ke sektor agribisnis seperti perkebunan. Sinergi yang dilakukan BRI agro dengan BRI adalah dengan menempatkan outlet di daerah yang belum dijangkau BRI. Sinergi lainnya adalah penggunaan mini ATM BRI sehingga nasabah AGRO dapat mempergunakan fasilitas mini ATM BRI yang berfungsi untuk melayani transaksi non tunai.
Bank BRI Agroniaga (AGRO) akan meningkatkan statusnya menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 2. Untuk itu AGRO tengah mencari berbagai alternatif untuk meningkatkan level permodalannya. Ada beberapa skema permodalan yang tengah dikaji, yaitu rights issue, obligasi, private
placement
maupun dengan laba. Modal inti BRI Agro per akhirtahun 2014 mencapai Rp 851,41 miliar, sehingga BRI Agro hanya membutuhkan modal tidak lebih dari Rp 150 miliar untuk menjadi bank BUKU 2.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) mulai mengoperasikan sebagian serat optik yang dibangun di rute Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS), sejak awal Maret 2015, guna mempercepat pelayanan data komunikasi internet. Pengoperasian serat optik SMPCS itu diharapkan dapat memberikan pelayanan data yang lebih cepat dan murah kepada konsumen di Papua sekitarnya. Telkom juga menyiapkan layanan khusus internet di kawasan kampus Universitas Cenderawasih Jayapura sekitarnya dengan kapasitas 100 mega.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Witel Jateng Timur Selatan (Solo) mengupayakan penambahan jaringan kabel fiber (fiber optic) untuk mendukung pemasaran IndiHome. Hal itu dilakukan karena sampai saat ini baru 20% dari wilayah di Solo Raya yang terjangkau layanan ini. Telkom menargetkan pada tahun 2015 coverage area di Solo Raya bisa naik hingga 50% untuk layanan IndiHome. Bulan depan TLKM melakukan pembangunan jaringan di Sragen dan Klaten, sehingga diharapkan target coverage area bisa terpenuhi. Demikian pula dengan target mencapai 75 ribu pelanggan.
Surya Semesta Internusa (SSIA) memproyeksikan nilai perusahaan anak usaha barunya di bidang e-commerce, yaitu Horizon Internusa Persada (Travelio), mampu mencapai USD 400 juta dalam 3-5 tahun ke depan. Perseroan menargetkan dalam 5 tahun dapat menjadi online booking hotel terbesar se-Asia Pasifik. Untuk mengembangkan Travelio, SSIA menggandeng perusahaan multinasional asal AS yaitu Trip Advisory.
Modernland Realty (MDLN) menargetkan marketing sales 2015 ini mencapai Rp5.4 triliun. Perseroan menargetkan dapat menjual lahan industri di Cikande Serang yang mencapai 145 ha yang senilai Rp1.3 triliun dan penjualan residensial senilai Rp3.3 triliun serta penjualan lahan ke Alam Sutera Realty (ASRI) Rp750 miliar. Dikatakan pula bahwa perseroan juga akan menaikan harga jual lahan sekitar 10% pada tahun ini.
Lippo Group melalui Lippo Karawaci (LPKR) mengembangkan
superblok Monaco Bay di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) di lahan seluas 8 ha dengan nilai Rp 6 triliun. Pada tahap pertama akan dikembangkan proyek di atas lahan 2,2 ha. Pembangunan tahap pertama Monaco Bay akan ditandai dengan peluncuran ‘Monaco Suites’ yaitu tower kondominium setinggi 40 lantai.
Ciputra Surya (CTRS) membidik pendapatan prapenjualan sebesar Rp 2,83 triliun tahun ini atau lebih tinggi 56,3% dari perolehan 2014 yang senilai Rp 1,81 triliun. Untuk meningkatkan pendapatan prapenjualan, perseroan menyiapkan 4 proyek residensial, yang berlokasi di Jayapura, Kendari, Lampung dan Makassar. Untuk pengembangan tahap awal, tiap proyek membutuhkank sekitar Rp 40 miliar. Namun, khusus untuk proyek Makassar, kebutuhannya mencapai Rp 100 miliar karena kondisi tanahnya berbeda. Untuk proyek tersebut, CTRS menyiapkan dana Rp 400-500 miliar.
Pakuwon Jati (PWON) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 3,8 triliun pada 2014 atau naik 28% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 3 triliun. Sementara itu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun atau tumbuh 30% dari Rp 1,1 triliun. Sebanyak 46% dari total pendapatan berasal dari recurring income. Sementara itu, sisa 54% ditopang oleh development revenue. PWON menargetkan recurring income semakin baik pada 2015.
Besaran recurring income Greenwood Sejahtera (GWSA) diperkirakan tumbuh signifikan pada 2018, setelah pembangunan gedung perkantoran TCC Batavia Tower II selesai. Recurring income perseroan saat ini berkisar 20-30% dari total pendapatan. Nirvana Development (NIRO) berencana membangun 8 pusat perbelanjaan (mall) di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di Prabumulih, Baturaja dan Lahat di Sumatera Selatan, Tanjung Pinang di wilayah Kepulauan Riau, Bontang dan Kapuas yang berlokasi di Kalimantan serta beberapa akan dibangun di wilayah Jawa, seperti Cikampek. Dana investasi untuk pembangunan mal tersebut diperkirakan sekitar Rp 60 miliar – Rp 80 miliar untuk setiap pusat perbelanjaan. Proses pembangunan diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar 6 - 8 bulan. Prosesi ground breaking diperkirakan akan direalisasikan dalam waktu dekat ini. Perseroan menargetkan dapat membuka setidaknya 5 pusat perbelanjaan pada tahun 2015, dan 3 pusat perbelanjaan akan dibuka pada tahun 2016.
Indonesia Property Watch menyatakan pasar properti di Indonesia
diperkirakan baru benar-benar bangkit pada tahun 2016 setelah pada tahun 2015 dinilai merupakan titik terendah pasar properti. Indonesia Property Watch sebelumnya memprediksi bahwa siklus properti tertinggi terjadi antara tahun 2013 dan melambat memasuki 2014. Sedangkanpada tahun 2015 ini merupakan titik terendah pasar properti dengan tren melambat sepanjang tahun 2014. Sepanjang tahun 2014 pasar properti mengalami penurunan 72% YoY.Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kegiatan konstruksi proyek ketenagalistrikan nasional 35.000 megawatt (MW) bisa dimulai pada tahun 2016, atau setelah proses perizinan selesai. Proses perizinan proyek pembangkit listrik dan transmisi sekitar 46.000 kilometer (mm) dalam waktu satu tahun.
26 March 2015
COMMODITIES
DUAL LISTING
Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change
(IDR)
Crude Oil (US$)/Barrel 48,89 -0,32 TLKM (US) 44 14.140 -347
Natural Gas (US$)/mmBtu 2,73 0,01 ANTM (GR) 0,05 740 -14
Gold (US$)/Ounce 1194,96 -0,46
Nickel (US$)/MT 13680,00 -270,00
Tin (US$)/MT 17395,00 -155,00
Coal (NEWC) (US$)/MT* 63,25 0,85
Coal (RB) (US$)/MT* 60,90 -2,46
CPO (ROTH) (US$)/MT 650,00 0,00
CPO (MYR)/MT 2170,00 -26,00
Rubber (MYR/Kg) 656,50 0,00
Pulp (BHKP) (US$)/per ton 756,70 0,46
*weekly
GLOBAL INDICES VALUATION
Change PER (X) PBV (X)
Country Indices Price
%Day %YTD 2015E 2016F 2015E 2016F
Market Cap (USD Bn)
USA DOW JONES INDUS. 17718,54 -1,62 -0,59 16,08 14,55 2,94 2,75 5.485,3
USA NASDAQ COMPOSITE 4876,52 -2,37 2,97 21,30 18,28 3,51 3,19 7.951,5
ENGLAND FTSE 100 INDEX 6990,97 -0,41 6,47 16,35 14,29 1,87 1,80 1.745,0
CHINA SHANGHAI SE A SH 3836,66 -0,83 13,20 14,37 11,70 1,83 1,64 4.523,3
CHINA SHENZHEN SE A SH 2033,11 1,09 37,52 29,11 22,96 3,64 3,21 2.682,9
HONG KONG HANG SENG INDEX 24528,23 0,53 3,91 11,73 10,54 1,28 1,19 1.958,5
INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 5405,49 -0,77 3,42 15,84 13,47 2,68 2,35 395,0
JAPAN NIKKEI 225 19746,20 0,17 13,15 21,33 18,59 1,87 1,75 3.047,1
MALAYSIA KLCI 1819,10 0,28 3,28 16,57 15,33 1,97 1,86 284,0
SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3419,02 0,17 1,60 14,13 12,85 1,28 1,21 410,4
FOREIGN EXCHANGE
FOREIGN EXCHANGE
Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change
USD/IDR 12.984,03 72,03 1000 IDR/ USD 0,08 -0,0004
EUR/IDR 14.236,86 5,57 EUR / USD 1,10 -0,0005
JPY/IDR 108,68 0,15 JPY / USD 0,01 0,0000
SGD/IDR 9.471,66 -23,06 SGD / USD 0,73 0,0001
AUD/IDR 10.166,43 -63,09 AUD / USD 0,78 -0,0015
GBP/IDR 19.317,64 14,69 GBP / USD 1,49 -0,0002
CNY/IDR 2.089,83 0,00 CNY / USD 0,16 -0,0002
MYR/IDR 3.526,59 -15,15 MYR / USD 0,27 -0,0012
KRW/IDR 11,78 -0,01 100 KRW / USD 0,09 -0,0001
CENTRAL BANK RATE
INTERBANK LENDING RATE
Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)
FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 6,26
BI Rate (%) Indonesia 7.50 LIBOR (GBP) England 0,50
ECB Rate (%) Euro 0.05 SIBOR (USD) Singapore 0,17
BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0,13
BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0,13
26 March 2015
INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS
SBI
Description Feb’15 Jan’15 Description Rate (%)
Inflation YTD % -0.61 -0.24 SBI (9M) 6,65157
Inflation YOY % 6.29 6.96 SBIS (9M) 6,65157
Inflation MOM % -0.36 -0.24
Foreign Reserve (USD) 115.53 Mn 114.25 Mn
GDP (IDR Bn) 2,690,240.90 2,690,240.90
BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR
Date Agenda Expectation
26 Mar Indonesia Money Supply M1 YoY --
26 Mar Indonesia Money Supply M2 YoY --
26 Mar US Initial Jobless Claims Turun menjadi 290 ribu dari 291 ribu
26 Mar US Continuing Claims Turun menjadi 2395 ribu dari 2417 ribu
27 Mar US GDP Annualized QoQ Naik menjadi 2.4% dari 2.2%
27 Mar US Personal Consumption Naik menjadi 4.4% dari 4.2%
27 Mar US GDP Price Index Tetap 0.1%
30 Mar US Personal Income Tetap 0.3%
30 Mar US Personal Spending Naik menjadi 0.2% dari -0.2%
30 Mar US PCE Deflator MoM Naik menjadi 0.2% dari -0.5%
Ket: (*) US Time (^) Tentative
LEADING MOVERS
LAGGING MOVERS
Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt
BBRI IJ 13150 1.15 3.91 PGAS IJ 4655 -5.00 -6.33 ASII IJ 8200 0.61 2.16 TLKM IJ 2880 -1.37 -4.30 BBCA IJ 14625 0.52 1.95 SMGR IJ 12875 -4.10 -3.48 MIKA IJ 22400 5.66 1.86 SCMA IJ 3200 -4.90 -2.57 BDMN IJ 5000 2.67 1.32 INTP IJ 21000 -3.00 -2.55 LPPF IJ 18200 1.68 0.93 ICBP IJ 14350 -2.38 -2.18 AMRT IJ 525 3.96 0.82 GGRM IJ 49700 -1.88 -1.95 BIRD IJ 10100 2.54 0.67 CPIN IJ 3520 -2.90 -1.84 ISAT IJ 4220 2.80 0.67 AALI IJ 23500 -4.28 -1.76 MKPI IJ 14000 3.70 0.51 KLBF IJ 1805 -1.90 -1.75
UPCOMING IPO'S
Company Business IPO Price
(IDR)
Issued
Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter
PT Archi Indonesia Mining 1895-2445 1,600.00 TBA TBA CIMB Niaga, Danareksa,
Mandiri Sekuritas, Valbury PT Karisma Aksara
Mediatama
Books Store Trade & Service
175-240 535.82 TBA TBA BCA Sekuritas
26 March 2015
26 March 2015
DIVIDEND
Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment
JSMR 72.23 Cash Dividend
25 Mar-15 26 Mar-15 30 Mar-15 17 Apr-15
DSNG 50.00 Cash Dividend
25 Mar-15 26 Mar-15 30 Mar-15 17 Apr-15
BBRI 294.80 Cash Dividend
26 Mar-15 27 Mar-15 31 Mar-15 22 Apr-15
ADHI 35.98 Cash Dividend
27 Mar-15 30 Mar-15 01 Apr-15 22 Apr-15
CORPORATE ACTIONS
Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period
AKKU Rights Issue 20:132 100.00 TBA TBA
TBA
RELI Rights Issue 1:1 445.00 23 Apr-15 24 Apr-15
29 Apr - 07 May’15
ITMA Stock split 1:20 -- -- TBA TBA
ACST Tender Offer -- 3250.00 -- -- 24 Mar – 22 Apr’15
GENERAL MEETING
Emiten AGM/EGM Date Agenda
TINS RUPST 26-Mar-15
BTPN RUPST/LB 26-Mar-15
BBRM RUPST/LB 26-Mar-15
NIKL RUPST 26-Mar-15
DEWA RUPST/LB 27-Mar-15
PTBA RUPST 30-Mar-15
LEAD RUPST/LB 30-Mar-15
HERO RUPSLB 30-Mar-15
BCIC RUPSLB 30-Mar-15
BJBR RUPST 30-Mar-15
INCO RUPST 31-Mar-15
SMBR RUPST 31-Mar-15
ITMG RUPST 31-Mar-15
ANTM RUPST 31-Mar-15
ADES RUPSLB 01-Apr-15
ITTG RUPSLB 01-Apr-15
WIKA RUPST 01-Apr-15
EXCL RUPST/LB 01-Apr-15
KRAS RUPST 02-Apr-15
MERK RUPST/LB 02-Apr-15
26 March 2015
26 March 2015
BBRI
TRADING BUY
S1 13000 R1 13275 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 12725 R2 13550
Closing
Price 13150
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp 13000-Rp 13550
• Entry Rp 13150, take Profit Rp 13550
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 62.85 Negatif
MACD 10.07 Negatif
True Strength Index (TSI) 27.44 Positif
Bollinger Band (Mid) 21181 Negatif
MA5 13000 Positif 10,200 10,800 11,400 12,000 12,600 13,200
September October November December 2015 February March BBRI Upward Sloping Channel
12,947.8 12,947.8 12,925 12,600 12,056.3 12,056.3 12,007.7 12,975 13,000 , 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 BBRI - Stochastic %D(6,3,3) = 70.51, Stochastic %K = 74.87, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
70.5128 70.5128 20 74.8718 74.8718 80 -150.0 -100.0 -50.0 0.0 50.0 100.0 0.0 BBRI - MACD (5,3) = -38.43, Signal() = -23.12
-38.4318 -23.1231 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 BBRI - TSI(3,5,3) = 27.44 18.9123 0.00000 27.4434 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 BBRI - William's % R(14) = -15.38, Volume() = 22,039,100.00
-15.3846 22,039,100
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
BBNI
TRADING BUY
S1 6975 R1 7150 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 6800 R2 7325
Closing
Price 7050
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp 6975-Rp 7150
• Entry Rp 7050, take Profit Rp 7150
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 13.50 Negatif
MACD -7.72 Negatif
True Strength Index (TSI) 49.14 Positif
Bollinger Band (Mid) 993 Positif
MA5 7020 Positif 5,200 5,600 6,000 6,400 6,800 7,200
September October November December 2015 February March
BBNIAscending Triangle 7,020 6,984.38 6,962.5 6,962.5 6,846.25 6,550 6,399.75 7,050 7,050 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 BBNI - Stochastic %D(6,3,3) = 78.00, Stochastic %K = 81.05, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
77.9956 77.9956 20 80 81.0458 81.0458 -80.0 -40.0 0.0 40.0 80.0 0.0 BBNI - MACD (5,3) = -27.03, Signal() = -29.88
-29.8761 -27.0276 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BBNI - TSI(3,5,3) = 49.14 49.1389 0.00000 50.5898 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 BBNI - William's % R(14) = -21.05, Volume() = 20,744,200.00
-21.0526 20,744,200
26 March 2015
26 March 2015
BBCA
TRADING BUY
S1 14500 R1 14750 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 14250 R2 15000
Closing
Price 14625
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp 14500-Rp 15000
• Entry Rp 14625, take Profit Rp 15000
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 36.26 Positif
MACD 32.85 Positif
True Strength Index (TSI) 65.46 Positif
Bollinger Band (Mid) 4750 Positif
MA5 14440 Positif 11,400 12,000 12,600 13,200 13,800 14,400 15,000
September October November December 2015 February March BBCA Upward Sloping Channel
14,334.4 14,325 14,318.8 14,219.9 14,219.9 14,025 13,662.4 14,440 14,625 14,625 14,625 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 BBCA - Stochastic %D(6,3,3) = 75.86, Stochastic %K = 79.99, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
75.8569 75.8569 20 79.9942 79.9942 80 -100.0 -50.0 0.0 50.0 100.0 150.0 0.0 BBCA - MACD (5,3) = -69.01, Signal() = -55.90
-69.0065 -55.8981 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BBCA - TSI(3,5,3) = 65.46 48.3388 0.00000 65.4594 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 BBCA - William's % R(14) = -17.24, Volume() = 7,362,200.00 -17.2414 7,362,200
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
BDMN
TRADING BUY
S1 4850 R1 5100 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 4650 R2 5300
Closing
Price 5000
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band
Prediksi • Trading range Rp 4850-Rp 5100 • Entry Rp 5000, take Profit Rp 5100
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 36.26 Positif
MACD 32.85 Positif
True Strength Index (TSI) 64.66 Positif
Bollinger Band (Mid) 4750 Positif
MA5 4792 Positif 3,800 4,000 4,200 4,400 4,600 4,800 5,000 5,200
September October November December 2015 February March BDMN Wedge 4,792 4,750.25 4,721.88 4,612.5 4,612.5 4,590 4,500 4,850 4,850 4,925 5,000 5,000 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 BDMN - Stochastic %D(6,3,3) = 81.81, Stochastic %K = 90.60, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
81.808 80 20 81.808 90.6014 90.6014 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 0.0 BDMN - MACD (5,3) = -60.35, Signal() = -39.54 -60.3525 -39.5357 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BDMN - TSI(3,5,3) = 64.66 40.3323 0.00000 64.6573 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 BDMN - William's % R(14) = 0.00, Volume() = 2,362,700.00 0.00000 2,362,700
26 March 2015
26 March 2015
PNIN
TRADING BUY
S1 775 R1 825 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 750 R2 850
Closing
Price 790
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area netral
Prediksi • Trading range Rp 775-Rp 825 • Entry Rp 790, take Profit Rp 825
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 79.78 Positif
MACD 5.44 Positif
True Strength Index (TSI) 50.67 Positif
Bollinger Band (Mid) 747 Positif
MA5 768 Positif 640.0 660.0 680.0 700.0 720.0 740.0 760.0 780.0 800.0
September October November December 2015 February March PNIN Broadening Wedge
Bullish Breakout 761.25 755 746.75 735 718.819 682.941 682.941 761.25 764.375 768 790 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 PNIN - Stochastic %D(6,3,3) = 77.76, Stochastic %K = 80.56, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
77.7557 77.7557 20 80 80.5556 80.5556 -20.0 -15.0 -10.0 -5.0 0.0 5.0 0.0 PNIN - MACD (5,3) = -5.79, Signal() = -4.22
-5.79083 -4.21828 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 PNIN - TSI(3,5,3) = 50.67 49.3561 0.00000 50.6743 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 PNIN - William's % R(14) = -7.14, Volume() = 2,824,900.00 -7.14286 2,824,900
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
ACST
TRADING BUY
S1 5250 R1 5675 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 4835 R2 6100
Closing
Price 5500
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band
Prediksi • Trading range Rp 5250-Rp 5675 • Entry Rp 5500, take Profit Rp 5675
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 43.47 Positif
MACD 16.56 Positif
True Strength Index (TSI) 18.06 Positif
Bollinger Band (Mid) 5360 Positif
MA5 5320 Positif 2,400 3,000 3,600 4,200 4,800 5,400 6,000 6,600
November December 2015 February March ACST Wedge Bullish Breakout 5,353.85 5,353.85 5,353.85 5,320 5,293.75 4,970 4,456.06 5,360 5,460 5,500 5,500 5,500 5,500 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 ACST - Stochastic %D(6,3,3) = 43.43, Stochastic %K = 42.06, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
42.0635 42.0635 20 43.4329 43.4329 80 -120.0 -80.0 -40.0 0.0 40.0 80.0 0.0 ACST - MACD (5,3) = -35.19, Signal() = -15.79
-35.1862 -15.7924 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 ACST - TSI(3,5,3) = 18.06 10.1957 0.00000 18.055 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 ACST - William's % R(14) = -32.05, Volume() = 2,869,900.00
-32.0513 2,869,900
26 March 2015
26 March 2015
THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING
Price Support Resistance Indicators 1 Month
Ticker Rec
25-03-15 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low
Agriculture
AALI Trading Sell 23500 23500 23125 22025 23125 24225 25325 Negatif Negatif Negatif 26525 24000
LSIP Trading Sell 1680 1680 1640 1525 1640 1755 1870 Negatif Negatif Negatif 1945 1780
SGRO Trading Sell 1845 1845 1815 1730 1815 1900 1985 Negatif Negatif Negatif 2110 1925
Mining
BUMI Trading Sell 87 87 83 83 86 89 92 Negatif Negatif Negatif 104 84
PTBA Trading Sell 10300 10300 10125 9725 10125 10525 10925 Negatif Negatif Negatif 11600 10225
ADRO Trading Sell 965 965 930 930 955 980 1005 Negatif Negatif Negatif 1035 940
MEDC Trading Buy 2835 2835 2875 2715 2795 2875 2955 Positif Positif Positif 3220 2575
INCO Trading Buy 3275 3275 3325 3155 3240 3325 3410 Positif Positif Negatif 3650 3285
ANTM Trading Sell 875 875 840 840 865 890 915 Negatif Negatif Negatif 1080 885
TINS Trading Sell 930 930 915 875 915 955 995 Negatif Negatif Negatif 1140 955
Basic Industry and Chemicals
SMGR Trading Buy 12875 12875 13250 12150 12700 13250 13800 Positif Positif Negatif 15150 13300
INTP Trading Buy 21000 21000 21375 20225 20800 21375 21950 Positif Positif Negatif 24325 21300
SMCB Trading Buy 1475 1475 1535 1335 1435 1535 1635 Positif Positif Negatif 1995 1495
Miscellaneous Industry
ASII Trading Sell 8200 8200 8000 8000 8125 8250 8375 Negatif Negatif Positif 8300 7600
GJTL Trading Sell 1260 1260 1245 1200 1245 1290 1335 Negatif Negatif Negatif 1570 1235
Consumer Goods Industry
INDF Trading Buy 7425 7425 7550 7325 7400 7475 7550 Positif Positif Negatif 7525 7300
GGRM Trading Sell 49700 49700 48925 47375 48925 50475 52025 Negatif Negatif Negatif 57275 50600
UNVR Trading Buy 38825 38825 38925 38525 38725 38925 39125 Positif Positif Positif 40125 35100
KLBF Trading Buy 1805 1805 1830 1760 1795 1830 1865 Positif Positif Negatif 1870 1775
Property, Real Estate and Building Construction
BSDE Trading Buy 2040 2040 2090 1985 2020 2055 2090 Positif Positif Positif 2230 1995
PTPP Trading Sell 3760 3760 3710 3595 3710 3825 3940 Negatif Negatif Negatif 4130 3710
WIKA Trading Sell 3450 3450 3425 3350 3425 3500 3575 Negatif Negatif Negatif 3700 3360
ADHI Trading Sell 3105 3105 3075 3000 3075 3150 3225 Negatif Negatif Negatif 3570 3055
WSKT Trading Sell 1735 1735 1690 1690 1725 1760 1795 Negatif Negatif Negatif 1860 1630
Infrastructure, Utilities and Transportation
PGAS Trading Buy 4655 4655 4835 4245 4540 4835 5125 Positif Positif Negatif 5500 4900
JSMR Trading Buy 7100 7100 7275 6975 7075 7175 7275 Positif Positif Negatif 7225 6900
ISAT Trading Buy 4220 4220 4320 3910 4115 4320 4525 Positif Positif Negatif 4425 3850
TLKM Trading Sell 2880 2880 2810 2810 2860 2910 2960 Negatif Negatif Negatif 3020 2835
Finance
BMRI Trading Buy 12025 12025 12300 11775 11950 12125 12300 Positif Positif Negatif 12300 11550
BBRI Trading Buy 13150 13150 13550 12725 13000 13275 13550 Positif Positif Positif 13100 11625
BBNI Trading Buy 7050 7050 7150 6800 6975 7150 7325 Positif Positif Positif 7100 6550
BBCA Trading Buy 14625 14625 15000 14250 14500 14750 15000 Positif Positif Positif 14675 13650
BBTN Trading Buy 1205 1205 1255 1150 1185 1220 1255 Positif Positif Positif 1170 1005
Trade, Services and Investment
UNTR Trading Buy 21150 21150 20475 20475 20950 21425 21900 Positif Positif Negatif 22350 18100