• Tidak ada hasil yang ditemukan

SGS INDONESIA (Associated Documents) RESUME AUDIT SVLK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SGS INDONESIA (Associated Documents) RESUME AUDIT SVLK"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Page: 1 of 7

PT SGS INDONESIA, Cilandak Commercial Estate # 108 C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia, CONTACT PERSON: Fourry Meilano - Tel: +62 21 781 81 11 - Fax: +62 21 780 79 14

www.sgs.com

RESUME AUDIT SVLK

No Project :

ID/JKT-3838

Nama Pemegang Izin :

PT. Graha Kerindo Utama

Alamat :

Alamat Kantor :

Gedung Kompas Gramedia Lt 2-3 Jl. Kerajinan No 3-7 Kelurahan Krukut Kecamatan Tamansari - Jakarta Barat 11140 Indonesia

Alamat Pabrik I :

Jl. Teuku Umar KM 43-44 Cikarang Barat - Bekasi 17520 Provinsi Jawa Barat Indonesia

Alamat Pabrik II :

Kawasan Industri II Blok II-A1 Kawasan Industri Kujang Cikampek –KIKC Jl. Ahmad Yani No. 39 Cikampek 41373 Provinsi Jawa Barat -Indonesia

No. Sertifikat :

SGS-ID-LKI-0007

Tipe Sertifikasi: Verifikasi Legalitas Kayu pada IUI investasi > 500 juta

Tanggal Terbit : 17 Januari 2013 Berlaku sampai dengan tanggal: 16 Januari 2016

Kapasitas Produksi : Industri tissue dan jumbo roll tissue kapasitas produksi sebesar 65.000 ton per tahun, luas gudang 8.000 m2, luas bangunan/ruang usaha 13.783 m2.

Ruang Lingkup : Pembelian bahan baku pulp terdiri white 100% pulp facial tissue, white 100% pulp toilet tissue,

white 100% pulp napkin tissue, white 100% pulp towel tissue untuk proses produksi tissue dan jumbo roll tissue dengan kapasitas izin produksi tissue dan jumbo roll tissue 65.000 ton per

tahun sesuai dengan Izin Usaha Industri Nomor 17/32/IU/I/PMDN/INDUSTRI/2013 dengan lokasi industri Jl. Teuku Umar Km 43-44 Cikarang Barat, Bekasi 17520 Provinsi Jawa Barat Indonesia dan Industri supply bahan baku Kawasan Industri II Blok II-A1 Kawasan Industri Kujang Cikampek-KIKC Jl. Ahmad Yani No. 39 Cikampek 41373 Provinsi Jawa Barat Indonesia.

Kontak Informasi

Pemegang Izin : Andi Muhammad Irfan Nasution

Alamat : Jl. Teuku Umar KM 43-44 Cibitung Bekasi Provinsi Jawa Barat Indonesia Telp : 62.021.88336641

Fax : 62.021.88335782 Email : [email protected] Website : www.tessatissue.com

Tanggal Verifikasi: Verifikasi Utama 20 – 21 Desember 2012

Surveillance 1 06 – 07 Maret 2014 Surveillance 2 11 – 12 Maret 2015

(2)

(1) IDENTITAS LVLK

a. Nama Lembaga : PT. SGS Indonesia b. Nomor Akreditasi : LVLK-008-IDN

c. Alamat : Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia

d. Nomor telepon/fax/E-mail : +62 21 781 8111/+62 21 780 7914/ [email protected]

e. Direktur : Guy Francois Marie Escarfail

f. Standar : Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan No: P.14/VI-BPPHH/2014

(2) IDENTITAS AUDITEE

PT. Graha Kerindo Utamamerupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang industri kehutanan dengan produk tissue dan jumbo roll tissue yang didirikan berdasarkan Akta Notaris Nomor 24 dengan Notaris Helena Kuntoro, SH dengan akte perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 102 dengan Notaris Sugito Tedjamulja, SH yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor: C2-777 HT.01.01.Th.85 tertanggal 16 Februari 1985. PT. Graha Kerindo Utama memperoleh izin produksi Nomor: 158/DJAI/IUT-D.IV/Non PMA-PMDN/V/1992 tertanggal 19 Mei 1992 dengan kapasitas produksi tissue 6 500 ton/tahu, namun terdapat surat keterangan dari Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jawa Barat dengan keterangan tanggal 19 Desember 2012 serta surat perpanjangan izin Nomor 1150/GKU/HRGA/X/11 perihal permohonan perubahan kapasitas oleh PT. Graha Kerindo Utama kepada Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jawa Barat tanggal 26 Desember 2012 dengan kapasitas produksi menjadi 65.000 ton/tahun.

(3) RINGKASAN TAHAPAN

Tanggal Waktu Penilai Area/Departemen/Proses/Indikator PIC

11-3-2015 08.00-09.00 Tim Auditor SGS dan Managemen Opening meeting:

- Sambutan (perusahaan dan Tim audit), - Perkenalan tim audit dan tim perusahaan,

- Penjelasan mengenai audit VLK (latar belakang, tujuan, ruang lingkup, proses, metodologi audit)

- Dan lain-lain.

09.00-12.00 GW

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 1 (Pemegang Izin Usaha Mendukung Terselenggaranya Perdagangan Kayu Yang Sah)

09.00-12.00 HPUR Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 2 (Unit Usaha Mempunyai dan Menerapkan Sistem Penelusuran

(3)

Tanggal Waktu Penilai Area/Departemen/Proses/Indikator PIC Kayu Yang Menjamin Keterlacakan Kayu Dari Asalnya)

12.00-13.00 Tim Auditor Break & lunch

13.00-17.00 GW

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3

(Keabsahan Perdagangan atau Pemindahtanganan Hasil Produksi)

13.00-17.00 HPUR

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 4

(Pemenuhan Terhadap Peraturan Ketenagakerjaan Bagi Industri Pengolahan)

12-3-2015

08.00-10.00 GW+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak lain (jika ada)

10.00-12.00 GW+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak lain (jika ada)

12.00-13.00 Tim Auditor Break & lunch

13.00-15.00 GW+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak lain (jika ada)

13.00-15.00 GW+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak lain (jika ada)

15.00-16.00 Tim Auditor Menyusun ringkasan hasil audit 16.00-17.00 Tim Auditor Closing meeting

Keterangan: HPR (Heru Pramono), HPU (Heru Puryanto)

(4) RESUME HASIL PENILAIAN

Indikator Uraian Pemenuhan Kesimpulan Pemenuhan 1.1.1. Unit Usaha Pengolahan adalah produsen yang memiliki izin yang sah

a. Akta Pendirian Perusahaan dan perubahan terakhir

PT. Graha Kerindo Utama memiliki Akta Pendirian Perusahaan. Akte Pendirian Perusahaan sesuai dengan ruang lingkup usaha.

Memenuhi b. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau

Izin Perdagangan yang tercantum dalam IUI atau Izin Usaha Tetap (IUT)

PT. Graha Kerindo Utama memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan yang masih berlaku dan sesuai dengan kegiatan usahanya.

Memenuhi c. Izin HO (izin gangguan lingkungan sekitar

Industri)

PT. Graha Kerindo Utama memiliki Izin Gangguan yang diterbitkan sebagai kelengkapan pengajuan izin industri.

Memenuhi d. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) PT. Graha Kerindo Utama memiliki Tanda

Daftar Perusahaan yang sah dan diterbitkan Pejabat yang berwenang.

Memenuhi e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) PT. Graha Kerindo Utama memiliki NPWP dan

sesuai dengan dokumen lainnya. Memenuhi

f. Dokumen lingkungan hidup (UKL – UPL/SPPL/ DPLH/SIL/DELH/dokumen lingkungan hidup lain yang setara)

PT. Graha Kerindo Utama memiliki dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta Laporan Semesteran UKL-UPL sesuai dengan usaha yang di jalankan

Memenuhi

g. IUIPHHK, Ijin Usaha Industri (IUI) atau Izin Usaha Tetap (IUT)

PT. Graha Kerindo Utama memiliki Izin Usaha Industri Lanjutan diterbitkan oleh instansi berwenang dan telah sesuai jenis usaha yang dijalankan perusahaan.

(4)

h. Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) untuk Industri Primer Hasil Hutan (IPHHK)

PT. Graha Kerindo Utama bukan Industri Primer Hasil Hutan (IPHH) dan tidak memiliki dokumen Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) untuk Industri Primer Hasil Hutan.

Tidak Dinilai

Indikator 1.2.1 Importir adalah improtir yang memiliki izin yang sah

a. Dokumen pengakuan / pengenal sebagai importir

PT. Graha Kerindo Utama bukan sebagai

importir. Tidak dinilai

Indikator 1.2.2Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence)

Panduan/pedoman/prosedur pelaksanaan dan bukti pelaksanaan sistem uji tuntas (due diligence) importer

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha

Kerindo Utama bukan merupakan importir Tidak Dinilai

Indikator 1.3.1. Kelompok memiliki akte notaries pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok

a. Akte notaries pembentukan

kelompok/dokumen pembentukan kelompok

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak melakukan pembentukan kelompok.

Tidak Dinilai

2.1.1. Unit Usaha mampu membuktikan bahwa bahan baku yang diterima berasal dari sumber yang sah.

a. Kontrak suplai bahan baku dan/atau dokumen dokumen jual beli.

PT. Graha Kerindo Utama pada seluruh penerimaan bahan baku kayu dilengkapi dengan dokumen jual beli/nota atau kontrak suplai bahan baku dan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

Memenuhi

b. Berita Acara Serah Pemeriksaan yang ditandatangani oleh petugas kehutanan yang berwenang untuk penerimaan kayu bulat dari Hutan Negara dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

PT. Graha Kerindo Utama pada seluruh penerimaan bahan baku kayu (jumbo roll tissue) dilengkapi dengan bukti serah terima

dan dokumen angkutan hasil hutan yang sah. Memenuhi

c. Berita acara serah terima kayu dan/atau bukti serah terima kayu selain kayu bulat dari hutan negara, dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak melakukan pembelian, menerima dan mengolah bahan baku kayu bulat selain dari hutan negara

Tidak Dinilai

d. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah PT. Graha Kerindo Utama menerima bahan baku dilengkapi dengan dokumen angkutan hasi hutan yang sah.

Memenuhi e. Nota dan Dokumen Keterangan (Berita

Acara dari petugas kehutanan kabupaten/kota atau dari Aparat Desa / Kelurahan) yang menjelaskan asal usul untuk kayu bekas/hasil bongkaran, serta DKP.

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak menerima, mengolah dan

memproduksi kayu bekas/hasil bongkaran. Tidak Dinilai

f. Dokumen angkutan berupa Nota untuk kayu limbah industri

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak melakukan pembelian pengolahan kayu limbah industri

Tidak Dinilai g. Dokumen S-LK/SPHPL yang dimiliki

pemasok dan/atau DKP dari pemasok.

Seluruh pemasok memiliki S-LK. Memenuhi

h. Dokumen pendukung RPBBI Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak melakukan proses industri primer dari sumber bahan baku IUPHHK Hutan Alam/Hutan Tanaman.

Tidak Dinilai

Indikator 2.1.2 Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah.

a. Pemberitahuan Impor barang (PIB). Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak menerima bahan baku kayu impor.

Tidak dinilai b.Bill of Lading Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha

Kerindo Utama tidak menerima bahan baku kayu impor.

Tidak dinilai c.Packing list Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha

Kerindo Utama tidak menerima bahan baku kayu impor.

(5)

d.Invoice Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak menerima bahan baku kayu impor.

Tidak dinilai e.Deklarasi Impor Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha

Kerindo Utama tidak menerima bahan baku kayu impor.

Tidak dinilai f.Rekomendasi impor Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha

Kerindo Utama tidak menerima bahan baku kayu impor.

Tidak dinilai g. Bukti pembayaran bea masuk (bila terkena

bea masuk)

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak menerima bahan baku kayu impor.

Tidak dinilai h. Dokumen lain yang relevan (diantaranya

CITES untuk jenis kayu yang dibatasi perdagangannya)

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak menerima bahan baku kayu impor.

Tidak dinilai i.Bukti penggunaan kayu import Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha

Kerindo Utama tidak menerima bahan baku kayu impor.

Tidak dinilai

2.1.2. Unit Usaha menerapkan sistem penelusuran kayu

a. Tally sheet penggunaan bahan baku dan hasil produksi

PT. Graha Kerindo Utama memiliki tally sheet/rekaman/laporan awal produksi dapat memberikan informasi ketelusuran asal usul bahan baku.

Memenuhi b. Laporan produksi hasil olahan PT. Graha Kerindo Utama memiliki laporan

hasil produksi.Terdapat hubungan yang logis antara input-output dan rendemen.

Memenuhi c. Produksi industri tidak melebihi kapasitas

produksi yang diizinkan.

Jenis yang diproduksi sesuai ijin auditee. PT. Graha Kerindo Utama memiliki realisasi produksi tidak melebihi kapasitas produksi yang diizinkan.

Memenuhi d. Hasil produksi yang berasal dari kayu lelang

dipisahkan.

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak menggunakan bahan baku kayu lelang.

Tidak dinilai e. Dokumen LMKB/LMKBK dan LMHHOK. Dokumen LMHHOK sesuai dengan dokumen

pendukung Memenuhi

2.1.3. Proses pengolahan produk melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga)

a. Dokumen SLK atau DKP PT. Graha Kerindo Utama tidak melakukan proses pengolahan produksi melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain.

Tidak Dinilai b. Kontrak jasa pengolahan produk antara

auditee dengan pihak penyedia jasa (pihak lain).

PT. Graha Kerindo Utama tidak melakukan proses pengolahan produksi melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain.

Tidak Dinilai c. Berita acara serah teriam kayu yang

dijasakan.

PT. Graha Kerindo Utama tidak melakukan proses pengolahan produksi melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain.

Tidak Dinilai d. Ada pemisahan produk yang dijasakan pada

perusahaan penyedia jasa.

PT. Graha Kerindo Utama tidak melakukan proses pengolahan produksi melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain.

Tidak Dinilai e. Adanya pendokumentasian bahan baku,

proses dan produksi dan ekspor apabila ekspor dilakukan melalui industri penyedia jasa.

PT. Graha Kerindo Utama tidak melakukan proses pengolahan produksi melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain, dan tidak melakukan pendokumentasian produksi dan ekspor melalui jasa kerjasama.

Tidak Dinilai

Indikator 3.1.1 Unit usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk perdagangan atau pemindah tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik.

a. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah Seluruh perdagangan atau pemindah-tanganan produk dengan tujuan domestik didukung dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

Memenuhi

Indikator 3.2.1 Pengapalan hasil olahan kayu untuk ekspor harus memenuhi kesesuaian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

(6)

a. Produk hasil olahan kayu yang diekspor. Produk hasil olahan kayu yang diekspor dapat

dipastikan merupakan hasil produksi sendiri. Memenuhi b. PEB (Pemberitahuan Ekspor barang) Dokumen PEB sesuai dengan dokumen ekspor

lainnya Memenuhi

c.Packing list Dokumen PL sesuai dengan dokumen ekspor

lainnya Memenuhi

d.Invoice Dokumen invoice sesuai dengan dokumen

ekspor lainnya Memenuhi

e.Bill of lading Dokumen B/L sesuai dengan dokumen ekspor

lainnya Memenuhi

f. Dokumen V-Legal untuk produk yang wajib dilengkapi dengan Dokumen V-Legal

Tersedia Dokumen V-Legal untuk produk yang wajib dilengkapi dengan Dokumen V-Legal. Tidak ada Dokumen V-Legal yang disalahgunakan untuk mengekspor hasil produksi dari bahan baku kayu lelang.

Seluruh stuffing produk yang diekspor dilakukan di lokasi industri auditee dan/atau industri penyedia jasa.

Memenuhi

g. Hasil verifikasi teknis (Laporan Surveyor) untuk produk yang wajib verifikasi teknis

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak menggunakan hasil verifikasi teknis (Laporan Surveyor) dan termasuk produk yang tidak wajib verifikasi teknis

Tidak dinilai

h. Bukti pembayaran bea keluar bila terkena bea keluar.

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak menggunakan bukti pembayaran bea keluar dan tidak terkena bea keluar

Tidak dinilai

i. Dokumen lain yang relevan (diantaranya: CITES) untuk jenis kayu dibatasi

perdagangannya

Verifier ini tidak dinilai karena PT. Graha Kerindo Utama tidak menggunakan dokumen lain yang relevan (diantaranya :CITES -

Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Fauna and Fauna)

dan menggunakan kayu yang tidak termasuk jenis kayu dibatasi perdagangannya.

Tidak dinilai

Indikator 3.3.1 Implementasi tanda V legal.

Tanda V Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan

Tanda V legal dibubuhkan pada dokumen

angkutan hasil hutan Memenuhi

4.1.1. Prosedur dan implementasi K3

a. Pedoman/Prosedur K3.. PT. Graha Kerindo Utama memiliki prosedur

K3 dalam kegiatan operasional di lapangan. Memenuhi b. Implementasi K3 PT. Graha Kerindo Utama memiliki peralatan

K3 sesuai ketentuan dan dan berfungsi dengan baik.

Memenuhi c. Catatan kecelakaan kerja PT. Graha Kerindo Utama memiliki catatan dan

pelaporan kecelakaan kerja secara lengkap dan terdapat upaya penanganan kecelakaan kerja.

Memenuhi

4.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja

Serikat pekerja atau kebijakan perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja

PT. Graha Kerindo Utama memiliki serikat

pekerja dan di daftarkan ke intstansi terkait Memenuhi

Indikator 4.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) yang mengatur hak-hak pekerja untuk IUIPHHK dan IUI yang mempekerjakan karyawan >10 orang

Ketersediaan Dokumen KKB atau PP yang mengatur hak-hak pekerja

PT. Graha Kerindo Utama memiliki Peraturan Perusahaan yang telah mendapatkan pengesahan dari Pejabat berwenang.

Memenuhi

Indikator 4.2.3. Tidak mempekerjakan anak di bawah umur (diluar ketentuan)

Pekerja yang masih di bawah umur PT. Graha Kerindo Utama tidak mempekerjakan pekerja yang masih di bawah umur.

(7)

Berdasarkan hasil verifikasi legalitas kayu (total 56 verifier) diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

Verifier yang memenuhi norma penilaian berjumlah 31 verifier.

Verifier yang tidak memenuhi norma penilaian berjumlah 0 verifier

Verifier yang diverifikasi tetapi tidak dilakukan penilaian berjumlah 25 verifier.

Berdasarkan hasil audit tersebut tahap PENILIKAN II (Kedua), PT. Graha Kerindo Utama

dinyatakan ”MEMENUHI” persyaratan legalitas kayu sesuai peraturan yang berlaku dan

dinyatakan ”KELANJUTAN” SERTIFIKAT SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KAYU (SVLK).

Referensi

Dokumen terkait

Verifier ini tidak dinilai karena KTH Cisanggiri merupakan lokasi hutan hak atau bukan pemegang HGU dan tidak dipersyaratkan untuk membuat pedoman/prosedur K3.

Verifier ini tidak dinilai karena Dokumen Lingkungan berupa SPPL (menurut ketentuan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 16 Tahun 2012 tidak diwajibkan

Kriteria inklusi adalah semua penderita infek- Hubungan antara berbagai faktor risiko si HIV-AIDS yang berobat di Rumah Sakit Hasan anemia sebagai faktor karakteristik

e.Dokumen LMKB/LMKBK/LMHHOK Organisasi telah memiliki Laporan Mutasi Kayu Bulat and Laporan Mutasi Hasil Hutan Olahan Kayu sebagai balance proses produksi dan

Verifier ini tidak dinilai karena PT Furniplus Asia tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain dan tidak terdapat pendokumentasian bahan

Seluruh penerimaan bahan baku pada perusahaan telah dilengkapi dengan dokumen serah terima barang. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah Seluruh penerimaan bahan baku

Dokumen S-LK atau DKP Pemegang Izin tidak melakukan proses pengolahan produksi melalui jasa / kerjasama dengan pihak lain, sehingga tidak diperlukan dokumen kontrak

Tarita Furniture bukan pelaku usaha yang mengirimkan kayu olahan antar pulau dan tidak memiliki pengakuan sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT).