METODE-METODE
METODE-METODE FILSAFA
FILSAFAT
T
Arti Harfiah kata "metode" berasal dari Yunani "metodos" Meta artinya Arti Harfiah kata "metode" berasal dari Yunani "metodos" Meta artinya menuju, melalui, sesudah, mengikuti, dan Hodos artinya jalan, cara, atau arah. menuju, melalui, sesudah, mengikuti, dan Hodos artinya jalan, cara, atau arah. (Istilah Yunani itu berasal dari bahasa latin
(Istilah Yunani itu berasal dari bahasa latin methodus).methodus). Arti luas metode adalahArti luas metode adalah cara
cara berbertintindak dak menmenuruurut t sistsistem em ataatau u atuaturan ran terttertententu. Arti u. Arti khukhusus; sus; cara cara berberfikfikir ir menurut aturan atau sistem tertentu.
menurut aturan atau sistem tertentu.
Untuk memperjel
Untuk memperjelas as pengepengertian rtian fungfungsi si serta serta kedudkedudukan metode ukan metode filsafatfilsafat,, seb
sebaikaiknya nya dikdikompomparasarasikaikan n dendengan gan metometode de penpenelitelitian ian filfilsafasafat. t. MetoMetode de filsfilsafatafat diartikan sebagai suatu cara atau jalan tentang bagaimana berfilsafat baik dan diartikan sebagai suatu cara atau jalan tentang bagaimana berfilsafat baik dan benar. Dalam diskursus metode
benar. Dalam diskursus metode filsafat dapat filsafat dapat juga diartikan sjuga diartikan sebagai bidang kajianebagai bidang kajian tentan
tentang metode yang g metode yang digundigunakan oleh para akan oleh para filosofilosof f dalam berfilsafadalam berfilsafat. Hal t. Hal ini dapatini dapat d
diaiartrtikikan an bbahahwa wa ddalalam am susuatatu u SeSejajararah h FiFilslsafafat at sesetitiap ap FiFilolososof f ddalalamam men
mengemgembanbangkagkan n pempemikiikiran ran filsfilsafaafatnytnya a selaselalu lu memmemakai akai metmetodeodenya nya masmasing ing--mas
masing ing daldalam am usausahanhanya ya untuntuk uk menmencapcapai ai kebkebenaenaranranya ya yanyang g hakhakikiiki. . BebBeberaperapaa contoh metode filsafat yang dikembangkan oleh para filusof masa lalu adalah contoh metode filsafat yang dikembangkan oleh para filusof masa lalu adalah sebagai berikut:
sebagai berikut:
1.
1. Metode Kritis : Socrates dan platoMetode Kritis : Socrates dan plato
Metode ini bersifat analisis istilah dan pendapat atau aturan-aturan yang di Metode ini bersifat analisis istilah dan pendapat atau aturan-aturan yang di kemu
kemukakan kakan orangorang. . MerupaMerupakan kan hermenhermeneutikaeutika, , yangmyangmenjelaskenjelaskan an keyakkeyakinan inan dandan mempe
memperlihatkrlihatkan an pertentpertentanganangan. . DengaDengan n jalan jalan bertanbertanya ya (berdi(berdialog)alog), , membedmembedakan,akan, membersihkan, menyisihkan dan menolak yang akhirnya di
membersihkan, menyisihkan dan menolak yang akhirnya di temukan hakikat.temukan hakikat.
2.
2. Metode Intuitif : Plotinus dan bergsonMetode Intuitif : Plotinus dan bergson
Dengan jalan metode intropeksi intuitif dan dengan pemakaian Dengan jalan metode intropeksi intuitif dan dengan pemakaian simbol-simbol di usahakan membersihkan intelektual (bersama dengan pencucian moral), simbol di usahakan membersihkan intelektual (bersama dengan pencucian moral), sehing
sehingga ga tercapatercapai i suatu penerangan pemikiransuatu penerangan pemikiran. . SedanSedangkan bergson dengan gkan bergson dengan jalanjalan pembauran antara kesadaran dan
pembauran antara kesadaran dan proses perubahan, tercapai pemahaman proses perubahan, tercapai pemahaman langsunglangsung mengenai kenyataan.
mengenai kenyataan.
3.
Metode ini bersifat sintetis-deduktif dengan bertitik tolak dari Metode ini bersifat sintetis-deduktif dengan bertitik tolak dari defenisi-defenisi atau prindip-prinsip yang jelas dengan sendirinya di tarik defenisi atau prindip-prinsip yang jelas dengan sendirinya di tarik kesimpulan-kesimpulan.
kesimpulan.
4.
4. Metode Geometris : rene descartes dan pengikutnyaMetode Geometris : rene descartes dan pengikutnya
Melalui analisis mengenai hal-hal kompleks di capai intiuisi akan Melalui analisis mengenai hal-hal kompleks di capai intiuisi akan hakikat-hakikat sederhana (ide terang dan berbeda dari yang lain), dari hakikat-hakikat-hakikat-hakikat itu hakikat sederhana (ide terang dan berbeda dari yang lain), dari hakikat-hakikat itu di dedukasikan secara matematis segala pengertian lainnya.
di dedukasikan secara matematis segala pengertian lainnya.
5.
5. Metode Empiris :Hobbes, Metode Empiris :Hobbes, Locke, Berkeley, David HumeLocke, Berkeley, David Hume
Ha
Hanynya a pepengngalaalamamanlnlah ah memenynyajiajikakan n pepengngertertiaian n bebenanarr, , mamaka ka semsemuaua pengertian
pengertian (ide-ide (ide-ide ) ) dalam dalam intropeksi intropeksi di di bandingkan bandingkan dengan dengan cerapan-cerapancerapan-cerapan (impresi) dan kemudian di susun bersama secara geometris.
(impresi) dan kemudian di susun bersama secara geometris.
6.
6. Metode Transendental : Immanuel Kant dan Neo sMetode Transendental : Immanuel Kant dan Neo skolastik kolastik
Metode ini bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu dengan jalan Metode ini bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu dengan jalan analisis di
analisis di selidiki syarat-syarat apriori selidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian bagi pengertian demikian.demikian.
7.
7. Metode fenomenologis : Husserl, EksistensialismeMetode fenomenologis : Husserl, Eksistensialisme
Den
Dengan gan jalajalan n bebbeberaperapa a pempemotootongangan n sistsistemaematis, tis, reflreflekseksi i atas atas fenfenomiominn dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni.
dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni.
8.
8. Metode Dialektis : Hegel dan Mark Metode Dialektis : Hegel dan Mark
Dengan jalan mengikuti dinamik pikiran atau alam sendiri menurut triade Dengan jalan mengikuti dinamik pikiran atau alam sendiri menurut triade tesis, antitetis, sistesis di capai hakikat kenyataan.
tesis, antitetis, sistesis di capai hakikat kenyataan.
9.
9. Metode Non-positivistisMetode Non-positivistis
Ke
Kennyayatataan an yyanang g ddi i ppahahamami i memenunururut t hahakkikikatatnnya ya dedenngagan n jajalalann mem
memperpergungunakaakan n atuaturanran-atu-aturan ran sepseperti erti berberlaku laku padpada a ilmilmu u penpengetgetahuahuan an pospositiitif f (eksakta).
(eksakta).
10.
10. Metode analitika bahasa : WittgensteinMetode analitika bahasa : Wittgenstein
Dengan jalan analisa pemakaian bahasa sehari-hari ditentukan sah atau Dengan jalan analisa pemakaian bahasa sehari-hari ditentukan sah atau tidaknya ucapan-ucapan filosofis.
Menurut Surojiyo dari sepuluh metode tersebut hanya beberapa metode Menurut Surojiyo dari sepuluh metode tersebut hanya beberapa metode yang khas bagi fllsafat yang dianggap paling penting dan berpengaruh sepanjang yang khas bagi fllsafat yang dianggap paling penting dan berpengaruh sepanjang sejarah
sejarah fllsafafllsafat.t. MetMetode ode yanyang g khakhas s ituitulah lah yanyang g dibdibahaahas s AntAnton on BakBakker ker daldalamam bukunya
bukunya Metode-Metode Metode-Metode Filsafat Filsafat yakni metode kritis (Socrates, Plato), metodeyakni metode kritis (Socrates, Plato), metode intuitif (Plotinus, Henri Bergson), metode skolastik (Thomas Aquinas), metode intuitif (Plotinus, Henri Bergson), metode skolastik (Thomas Aquinas), metode geometris (Rene Descartes), metode ekperimentil (David Hume), metode geometris (Rene Descartes), metode ekperimentil (David Hume), metode kritis-transendental (Immanuel Kant, Neo-Skolastik), metode dialektis (Hegel), metode transendental (Immanuel Kant, Neo-Skolastik), metode dialektis (Hegel), metode fenomenologis (Husserl, eksistensialisme), dan metode analitika bahasa (Ludwig fenomenologis (Husserl, eksistensialisme), dan metode analitika bahasa (Ludwig Wittgenstein).
Wittgenstein).
Pen
Penjeljelasaasan n secsecara ara sinsingkagkat t metmetodeode-me-metodtode e filfilsafsafat at yanyang g khakhas s adladlah ah sebsebagaagaii berikut:
berikut:
1.
1. Metode Kritis dari Plato Metode Kritis dari Plato dan Socratesdan Socrates
Metod
Metode e ini ini bersifat praktis bersifat praktis dan dan dijaladijalankan dalam nkan dalam percakpercakapan-papan-percakapercakapan.an. Soc
Socraterates s tidtidak ak menmenyeliyelidikdiki i fakfakta-fta-faktakta, a, melmelainainkan kan ia ia menmenganganalisalisis is berberbagbagaiai pendapat
pendapat atau atau aturan-aturan aturan-aturan yang yang dikemukakan dikemukakan orang.orang.l l Setiap orang mempunyaiSetiap orang mempunyai
pendapat
pendapat tertentu. tertentu. Misalnya Misalnya seorang seorang negarwan negarwan mempunyai mempunyai pendapat pendapat tertenrutertenru mengenai keahliannya, kepada mereka dan kepada warga negara Athena lainnya, mengenai keahliannya, kepada mereka dan kepada warga negara Athena lainnya, Socrat
Socrates es mengajmengajukan ukan pertanpertanyaan-pyaan-pertanyertanyaan aan mengemengenai nai pekerjpekerjaan aan mereka mereka daridari soal-soal praktis dalam hidup seorang mausia.
soal-soal praktis dalam hidup seorang mausia.
Metode Socrates tersebut biasanya disebut dialektika karena dialog atau Metode Socrates tersebut biasanya disebut dialektika karena dialog atau wawancara mempunyai peranan hakiki didalamnya. Dengan cara dialog tesebut wawancara mempunyai peranan hakiki didalamnya. Dengan cara dialog tesebut So
Socrcrateates s memenenemumukakan n susuatatu u cacara ra beberfrfikikir ir ininduduksksi, i, makmaksusudndnya ya beberdrdasasarkarkanan beberapa
beberapa pengetahuan pengetahuan menganai menganai masalah-masalah masalah-masalah khusus khusus memperolehmemperoleh kesimpulan pengetahuan yang bersifat umum.
kesimpulan pengetahuan yang bersifat umum.
2.
2. Metode Intuisi Dikembangkan oleh Plotinus Dan Henri Metode Intuisi Dikembangkan oleh Plotinus Dan Henri BergsonBergson
Guna menyelami hakikat segala kenyataan diperlukan intuisi yang satu Guna menyelami hakikat segala kenyataan diperlukan intuisi yang satu tenaga rohani, suatu kecakapan yang dapat melepaskan diri dari akal, kecakapan tenaga rohani, suatu kecakapan yang dapat melepaskan diri dari akal, kecakapan untuk menyimpulkan serta meninjau dengan sadar. Intuisi adalah naluri yang telah untuk menyimpulkan serta meninjau dengan sadar. Intuisi adalah naluri yang telah
menda
mendapatkan kesadaran diri, patkan kesadaran diri, yang telah yang telah dicipdiciptakan untuk takan untuk memikimemikirkan sasaranrkan sasaran serta memperluas sasaran itu menuntut kehendak sendiri tanpa batas.
serta memperluas sasaran itu menuntut kehendak sendiri tanpa batas.
Pri
Prinsinsip p metometode de PloPlotintinus us adaadalah lah harharmonmoni, i, makmaksudsudnya nya menmengumgumpulpulkankan banyak
banyak bahan bahan dari dari beberapa beberapa filsuf filsuf lain lain kemudian kemudian dibanding-bandingkan dibanding-bandingkan dandan ditimbang-timbang kembali sehingga dapat diberi tafsiran baru. Selanjutnya ia ditimbang-timbang kembali sehingga dapat diberi tafsiran baru. Selanjutnya ia cari kebenaran dengan jalan yang sangat rumit (kompleks).
cari kebenaran dengan jalan yang sangat rumit (kompleks).
3.
3. MeMetodtode e SkoSkolaslastik tik dendengan gan TTokokoh oh yanyang g TTerkerkenenal al ialialah ah AriAristostoteteles les dadann
Thomas Aquinas Thomas Aquinas
Metod
Metode e SkolaSkolastik stik sering disebut sering disebut metodmetode e sintesisintesis-dedus-deduktif. Sering ktif. Sering metodmetodee skolstif dipakai untuk menguraikan metode mengajar, seperti terjadi skolstif dipakai untuk menguraikan metode mengajar, seperti terjadi disekolah-sekolah dan universitas-universitas; dan bukan hanya dalam filsafat, melainkan sekolah dan universitas-universitas; dan bukan hanya dalam filsafat, melainkan juga
juga dalam dalam semua semua ilmu. ilmu. Metode Metode Skolastik Skolastik pertama-tama pertama-tama menujukan menujukan metodemetode mengajar, namu ada koneksitas erat dengan
mengajar, namu ada koneksitas erat dengan metode berfikir.metode berfikir.
4.
4. Metode Geomatris dan Metode EmpirisMetode Geomatris dan Metode Empiris
Rene Descartes menjadi tokoh pencetus metode geometris dan metode Rene Descartes menjadi tokoh pencetus metode geometris dan metode emp
empiriiris s diddidukuukung ng oleoleh h HobHobbesbes, , LocLocke, ke, BerBerkelkeleyey, , dan dan HurHurne. ne. KedKedua ua metmetodeode tersebut memiliki tempat tersendiri dalam upaya pencarian nilai-nilai kefilsafatan tersebut memiliki tempat tersendiri dalam upaya pencarian nilai-nilai kefilsafatan secara radikal dan hakiki. Descartes menyebut dan menegaskan bahwa metodenya secara radikal dan hakiki. Descartes menyebut dan menegaskan bahwa metodenya men
mengguggunaknakan an metmetode ode anaanalislisis is dan dan metmetode ode EmpEmpirisirisme me rasirasionaonal. l. MetMetode ode iniini mengi
mengintegrasntegrasikan ikan segala keuntungsegala keuntungan an dari dari logiklogika, a, analisianalisis s geometgeometris ris dan Al-jabadan Al-jabar r deng
dengan an menghmenghindari kelemahanyindari kelemahanya. a. MetodMetode e DescartDescartes es dimakdimaksudkasudkan n bukan sajabukan saja seb
sebagai agai metmetode ode penpenelitelitian ian ilmiilmiah, ah, ataataupuupun n penpenelitelitian ian filsfilsafatafat, , melamelainkinkan an jugjugaa sebagai metode penelitian rasional mana saja, sebab akal budi manusia sama. sebagai metode penelitian rasional mana saja, sebab akal budi manusia sama.
Berbeda dengan halnya metode empirisme yang diolah Hobbes, Locke, Berbeda dengan halnya metode empirisme yang diolah Hobbes, Locke, Barkeley, dan Hume. Thomas Hobbes telah menyusun suatu sistem yang lengkap, Barkeley, dan Hume. Thomas Hobbes telah menyusun suatu sistem yang lengkap,
ia
ia berpaberpangkal padangkal pada empirisme secara konsekuen. Sekalipun ia berpangkal padaempirisme secara konsekuen. Sekalipun ia berpangkal pada dasar-dasar empiris, namun ia menerima juga metode yang dipakai dalam dasar-dasar empiris, namun ia menerima juga metode yang dipakai dalam ilmuilmu alam
alam yanyang g berbersifsifat at matmatematematis. is. Ia Ia telatelah h memmemperperseksekutuutukan kan empempirisirisme me dendengangan rasion
rasionalisme alisme dalam dalam bentubentuk k satu satu filsafat filsafat materalimateralitis tis yang kyang konsekonsekuen paduen padaa zaman
zaman modemodern. Baginrn. Baginya filsafat adalaya filsafat adalah suatu ilmu penh suatu ilmu pengetahugetahuan yang bersian yang bersifatfat umu
umum, m, sebsebab ab filfilsafasafat t adaladalah ah ilmilmu u penpengetgetahuahuan an tententantang g efek atau efek atau akiakibatbat, , atauatau tentang
tentang penampakan-penampakan penampakan-penampakan yang yang sedemikian sedemikian seperti seperti yang yang kita kita perolehperoleh dengan merasionalisasikan pengetahuan yang semua kita miliki.
dengan merasionalisasikan pengetahuan yang semua kita miliki.
5.
5. Metode Transendental: Kant, Neo-Skolastik Metode Transendental: Kant, Neo-Skolastik
Menur
Menurut ut SurajiSurajiyo yo aliran aliran rasionrasionalisme alisme dan dan empirempirisme isme diatadiatasi si oleholeh fil
filsafasafat t ImmImmanuanuel el KanKant. t. FilFilsafasafatnytnya a teruterutamtama a kepkepada ada aktaktifitifitas as penpengergertian tian dandan penelitian manusia.
penelitian manusia. Jadi Jadi dalam dalam hal hal ini ini tidak tidak menurut menurut aspek aspek atau atau segi segi kejiwaankejiwaan sebagai
sebagaimana mana dalam dalam empiriempirisme, sme, akan akan tetapi tetapi sebagsebagai ai analisianalisis s kritis. kritis. MenuruMenurutt Kant, pemikiran telah mencapai arahnya yang pasti didalam ilmu pengetahuan Kant, pemikiran telah mencapai arahnya yang pasti didalam ilmu pengetahuan alam
alam, , sepeseperti rti yanyang g telatelah h disdisusuusun n oleoleh h NewNewtonton. . Ilmu pengeIlmu pengetahtahuan uan alam alam telatelahh mengajar kita, bahwa perlu sekali terlebih dahulu secara kritis menilai pengenalan mengajar kita, bahwa perlu sekali terlebih dahulu secara kritis menilai pengenalan atau tindakan mengenal itu sendiri.
atau tindakan mengenal itu sendiri.
6.
6. Metode Metode Dialektis: HeDialektis: Hegel, Karl Mgel, Karl Mark ark
Jalan untuk memahami kenyataan bagi Hegel adalah mengikuti gerakan Jalan untuk memahami kenyataan bagi Hegel adalah mengikuti gerakan pikiran
pikiran atau atau konsep. konsep. Asal Asal saja saja mulai mulai berfikir berfikir secara secara benar, benar, ia ia akan akan dibawa dibawa oleholeh dinamika pikiran itu sendiri, dan akan dapat memahami seluruh perkembangan dinamika pikiran itu sendiri, dan akan dapat memahami seluruh perkembangan sejarah pula. Karena mengikuti dinamika didalam pikiran dan kenyataan itu, maka sejarah pula. Karena mengikuti dinamika didalam pikiran dan kenyataan itu, maka metode Hegel disebut metode dialektis. Dialektis itu diungkapkan sebagai tiga metode Hegel disebut metode dialektis. Dialektis itu diungkapkan sebagai tiga langkah, yaitu dua pengertian (tesis-antitesis-sintesis).
langkah, yaitu dua pengertian (tesis-antitesis-sintesis).
7.
7. Metode Metode Fenomenologi: Fenomenologi: HusserlHusserl
Kata fenomenologi berasal dari bahasa Yunani
Kata fenomenologi berasal dari bahasa Yunani fenomenon fenomenon yang berartiyang berarti ses
membicarakan tentang segala sesuatu yang menampakkan diri, atau suatu aliran membicarakan tentang segala sesuatu yang menampakkan diri, atau suatu aliran yang membicarakan tentang gejala. Menurut Surajiyo pada prinsipnya dengan yang membicarakan tentang gejala. Menurut Surajiyo pada prinsipnya dengan metode fenomenologi yang dibangun oleh Hussrl ingin mencapai "hakikat segala metode fenomenologi yang dibangun oleh Hussrl ingin mencapai "hakikat segala sesuatu", maksudnya agar mencapai" pengertian yang sebenarnya" atau "hal yang sesuatu", maksudnya agar mencapai" pengertian yang sebenarnya" atau "hal yang sebena
sebenar"nya yang menerobos semua r"nya yang menerobos semua gejala yang tampak. Usaha gejala yang tampak. Usaha untuk mencapuntuk mencapaiai hakikat segala sesuatu adalah reduksi atau penyaringan.
hakikat segala sesuatu adalah reduksi atau penyaringan.
8. Metode Analitika Bahasa: Wettgenstein 8. Metode Analitika Bahasa: Wettgenstein
Me
Metotode de inini i dadappat at ddininililai ai cucukkup up nnetetraral l sesebbab ab sasama ma sesekakali li titidadak k mengendalikan salah satu filsafat. Keistimewaannya dalam metode adalah semua mengendalikan salah satu filsafat. Keistimewaannya dalam metode adalah semua kesimpulan dan hasilnya senantiasa didasarkan kepada penelitian bahasa yang kesimpulan dan hasilnya senantiasa didasarkan kepada penelitian bahasa yang logis.
logis.
UNSUR-UNSUR METODE
UNSUR-UNSUR METODE
T
Tentang unsur-unsur metode filsafat ini entang unsur-unsur metode filsafat ini Anton Baker dan Anton Baker dan Achmad Achmad CharrisCharris Zubair merumuskan sebagai berikut:
Zubair merumuskan sebagai berikut:
a.
a. Metode Metode InterpretasiInterpretasi
Artinya menafsirkan, membuat tafsiran, tetapi yang tidak bersifat subjetif Artinya menafsirkan, membuat tafsiran, tetapi yang tidak bersifat subjetif melainkan harus bertumpu pada Evidensi objektif, untuk mencapai kebenaran melainkan harus bertumpu pada Evidensi objektif, untuk mencapai kebenaran yan
yang g oteotentintik. k. DenDengan gan InteInterprrpretaetasi si ini ini dihdiharaparapkan kan manmanusiusia a dapdapat at memmemperperoleolehh pengertian, pemahaman, atau
pengertian, pemahaman, atau Verstehen.Verstehen.
b.
b. Metode Metode Induksi Induksi dan dan DeduksiDeduksi 1.
1. InduInduksi adaksi adalah prolah proses penses penalaran dalaran dari halari hal-hal yan-hal yang bersg bersifat khuifat khusus kesus ke hal-hal yang bersifat umum.
hal-hal yang bersifat umum. Metode induktif diterapkan manakala peneliti akanMetode induktif diterapkan manakala peneliti akan melakukan sutu penyimpulan setelah melakukan pengumpulan data dan analisa melakukan sutu penyimpulan setelah melakukan pengumpulan data dan analisa dat
data. a. ProProses ses indinduktuktif if ditditeraperapkan kan berberdasadasar r datdata-da-data ata yanyang g teltelah ah terterkumkumpul pul dandan dilakukan analisis, yaitu melalui suatu sintesis dan penyimpulan secara induktif dilakukan analisis, yaitu melalui suatu sintesis dan penyimpulan secara induktif aposteriori.
2.
2. Deduksi Deduksi adalah proses adalah proses penalaran dari penalaran dari hal-hal yhal-hal yang ang bersifaat umum bersifaat umum keke hal-hal yang bersifat khusus.
hal-hal yang bersifat khusus.
c.
c. Metode Metode VVersterstehenehen
Unsur metode yang esensial dalam analisa data adalah metode Verstehen. Unsur metode yang esensial dalam analisa data adalah metode Verstehen. Verstehen adalah suatu metode penelitihan dengan objek nilai-nilai kebudayaan Verstehen adalah suatu metode penelitihan dengan objek nilai-nilai kebudayaan manusia, simbol, pemikiran-pemikiran, makna bahkan gejala-gejala sosial yang manusia, simbol, pemikiran-pemikiran, makna bahkan gejala-gejala sosial yang bersifat ganda.
bersifat ganda.
d.
d. Metode Metode HolistikaHolistika
Tinjuan secara lebih dalam untuk mencapai kebenaran secara utuh. Objek Tinjuan secara lebih dalam untuk mencapai kebenaran secara utuh. Objek dilihat interaksi dengan seluruh kenyataan. Identitas objek akan terlihat bila ada dilihat interaksi dengan seluruh kenyataan. Identitas objek akan terlihat bila ada kolerasi dan komunikasi dengan lingkungannya.
kolerasi dan komunikasi dengan lingkungannya.
e.
e. Metode Metode HermeneutikaHermeneutika Secara
Secara etimoletimologis, kata ogis, kata HermenHermeneutika berasal eutika berasal dari Ydari Yunanunanii hermeneuinhermeneuin yang
yang berarti berarti menafsirkan; menafsirkan; kata kata bendanya bendanya hermeneia, hermeneia, secara secara harfiah harfiah dapatdapat di
di artikan artikan "penafsiran" "penafsiran" atau atau interpretasi, interpretasi, sedangkan sedangkan orang orang atau atau penafsirnyapenafsirnya disebut hermeneut. Menurut Sudarto, oleh karena itu hermeneutik pada akhirnya disebut hermeneut. Menurut Sudarto, oleh karena itu hermeneutik pada akhirnya di
di artikan artikan sebagai sebagai proses proses mengubah mengubah sesuatu sesuatu dari dari situasi situasi ketidak-tauan ketidak-tauan menjadimenjadi menge
mengerti. rti. HermenHermeneutikeutika a sebagsebagai ai suatu metode suatu metode diartidiartikan sebagai kan sebagai caracara menafsirkan simbol yang berupa teks atau benda kongkrit untuk dicari arti dan menafsirkan simbol yang berupa teks atau benda kongkrit untuk dicari arti dan maknanya.
maknanya.
f.
f. Metode Komparasi Metode Komparasi
Adalah suatu usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek Adalah suatu usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian sehingga dapat menjadi lebih jelas dan lebih tajam. Justru perbandingan penelitian sehingga dapat menjadi lebih jelas dan lebih tajam. Justru perbandingan itu dapat menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga itu dapat menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga hakikat objek dapat dipahami dengan semakin murni. Komparasi dapat diadakan hakikat objek dapat dipahami dengan semakin murni. Komparasi dapat diadakan dengan objek lain yang sangat dekat, dan serupa dengan objek utama.
g.
g. Metode Heuristika Metode Heuristika
Adalah untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk memecahkan Adalah untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk memecahkan masalah. Heuristika benar-benar dapat mengatur terjadinya pembaharuan ilmiah masalah. Heuristika benar-benar dapat mengatur terjadinya pembaharuan ilmiah dan sekurang-kurangnya dapat memberikan kaidah yang mengacu.
dan sekurang-kurangnya dapat memberikan kaidah yang mengacu.
h.
h. Metode Historis Metode Historis
Metode historis dalam pembahasan ini adalah berkaitan dengan metode Metode historis dalam pembahasan ini adalah berkaitan dengan metode analisa data, mengingat dalam penelitian filsafat banyak yang berkaitan dengan analisa data, mengingat dalam penelitian filsafat banyak yang berkaitan dengan dimensi historis. Data yang berupa karya filsafat yaitu buku kepustakaan karya dimensi historis. Data yang berupa karya filsafat yaitu buku kepustakaan karya fi
filolososof f papada da mamasa sa sisilalam. m. MeMetotode de hihiststororis is inini i umumtutuk k memelelengngkakapi pi memetotodede hermeneutika.
hermeneutika.
i.
i. Metode Abstarksi Metode Abstarksi Me
Metotode de ababstrstrakaksi si adadalaalah h memetotode de dadalalam m ananalialisa sa dadata ta papada da tatararaf f yayangng ese
esensnsialial. . ArArtitinynya a memetotode de inini i sebsebagagai ai pepeneneraprapan an lelebibih h lalanjnjut ut dadari ri memetotodede verstehen,
verstehen, interpretasi interpretasi dalam dalam proses proses hermeneutika. hermeneutika. Untuk Untuk menganalisa menganalisa datadata sampai
sampai pada pada tingkat tingkat metafisis metafisis dan dan ontologis, ontologis, seringkali seringkali proses proses hermeneutikahermeneutika memerlukan unsur metodis yang has yaitu metode abstraksi.
memerlukan unsur metodis yang has yaitu metode abstraksi.
j.
j. Metode DiskripsiMetode Diskripsi D
Daallaam m mmeettoodde e iinni i sseelluurruuh h hhaassiil l ppeenneelliittiiaan n hhaarruus s ddaappaat t ddii deskri
deskripsikanpsikan/diba/dibahasakanhasakan, , ada ada kesatukesatuan an mutlak antara mutlak antara bahasa dan bahasa dan fikiran sepertifikiran seperti antara jiwa dan raga. Data yang di eksplisitkan memungkinkan dapat dipahami antara jiwa dan raga. Data yang di eksplisitkan memungkinkan dapat dipahami secara mantap.