• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI SAMIYAH ABDULLAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI SAMIYAH ABDULLAH"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

SAMIYAH ABDULLAH

UJI IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT DALAM

JAMU PEGEL LINU YANG BEREDAR DI

KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG DENGAN

METODE KLT DENSITOMETRI

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2012

(2)

Lembar Pengesahan

UJI IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT DALAM

JAMU PEGEL LINU YANG BEREDAR DI

KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG DENGAN

METODE KLT DENSITOMETRI

SKRIPSI

Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program

Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang

2012 Oleh : SAMIYAH ABDULLAH NIM : 08040052 Disetujui Oleh : Pembimbing I Pembimbing II

Drs. H. Harjana, M.Sc.,Apt Engrid Juni Astuti,S.Farm.,Apt

(3)

Lembar Pengujian

UJI IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT SIBUTRAMIN HCl DALAM

JAMU PELANGSING MENGGUNAKAN KLT-DENSITOMETRI DI

KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG

SKRIPSI

Telah diuji dan dipertahankan di depan tim penguji Pada tanggal 16 Juli 2012

Oleh : SAMIYAH ABDULLAH NIM : 08040052 Tim Penguji : Penguji I Penguji II

Drs. H. Harjana, M.Sc., Apt Engrid Juni Astuti, S.Farm., Apt

NIP UMM. NIP UMM.

Penguji III Penguji IV

Drs. H. Inoni, Apt Dian Ermawati, S.Farm.,Apt

(4)

i

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya maka penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul

“UJI IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT DALAM JAMU PEGEL LINU YANG BEREDAR DI KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG

DENGAN METODE DENSITOMETRI”

Tersusun tugas akhir ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, berkat petunjuk dan saran yang diberikan oleh dosen pembimbing dan dorongan dari orang-orang tersayang maka laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bpk. Drs. H. Harjana, M. Sc., Apt. selaku dosen pembimbing 1 yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan pada penulis dengan begitu sabar. 2. Ibu Engrid Juni Astuti S. Farm, Apt selaku dosen pembimbing 2, terima

kasih atas perhatian dan kesabaran yang ibu berikan kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

3. Bpk. Drs. Achmad Inoni., Apt dan Dian Ermawati S. Farm., Apt selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran sehingga tugas akhir ini menjadi lebih baik.

4. Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Tri Lestari Handayani, M.Kep., Sp.Mat., atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti program sarjana.

5. Ketua Program Studi Farmasi, Dra.Uswatun Chasanah, Apt., yang selalu memberi semangat untuk dapat menyelesaikan perkuliahan ini.

6. Ibu Siti Rofida S. Farm., Apt selaku dosen wali yang telah memberikan banyak bantuan serta saran selama penilis menjadi mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang.

(5)

ii

7. Ketua Laboratorium Kimia Univeristas Muhammadiyah Malang dan Universitas Airlangga Surabaya yang telah memberi izin penggunaan laboratorium kimia serta membantu penulis dalam penyelesaian tugas akhir ini.

8. Seluruh staf pengajar Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan ilmu serta bimbingan kepada penulis. 9. Mbak susi selaku laboran, terima kasih telah menemani penulis sampai

malam hari dilaboratorium dan segala bantuan selama penulis melakukan penelitian.

10. Abahku tersayang, yang selalu mendorong penulis untuk segera menyelesaikan perkuliahan ini.

11. Mamaku tercinta, wanita luar biasa yang sangat sabar memberi semangat dan bantuan doa kepada penulis untuk segera menyelesaikan tugas akhir ini.

12. Kakak-kakakku terbaik, yang telah membantu moril dan materiil, sosok kakak teladan untukku, terima kasih yang tak terhingga untuk kalian. 13. Terima kasih juga untuk teman-teman seperjuangan “icik-icik” Ani,

Warid, Evridatum, Bunda Uche, Alif, Devi dan Ayu karena selalu memberikan semangat dan dukungan.

14. Rekan-rekan mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas

Muhammadiyah Malang 2008, semoga kita semua menjadi orang-orang sukses.

15. Dan semua pihak yang telah memberi bantuan kepada penulis baik langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

(6)

iii

Akhirnya, Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dan penulis persembahkan kepada almamater Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang dengan harapan semoga bermanfaat bagi kita semua.

Malang, Juli 2012

(7)

iv

RINGKASAN

Jamu adalah obat tradisional karena berasal dari bahan-bahan alami yang berkhasiat khusus untuk penyakit tertentu tergantung dari bahan alami atau

tumbuhan yang digunakan. Pada public warning badan POM No

KH.00.01.43.2773 tanggal 2 juni 2008 tentang obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat disebutkan bahwa terdapat 54 jamu yang mengandung bahan kimia obat. obat tradisional mempunyai kandungan bahan alami sesuai dengan

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:

246/MenKes/Per/V/1990. Tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional Dan Pendaftaran obat Tradisional yang mempersyaratkan bahwa obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia sintetik atau hasil isolasi yang berkhasiat sebagai obat dan bahan yang tergolong obat keras atau narkotika.

Untuk menjamin keamanan khasiat dan manfaat sediaan farmasi yang beredar di pasaran maka perlu dilakukan pengawasan mutu sediaan farmasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri dan kromatografi. Metode kromatografi yang banyak digunakan dalam proses analisis adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Kromatografi Gas (KG), Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). KLT digunakan untuk analisis senyawa kimia dengan prosedur yang lebih sederhana dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan Kromatografi Gas dan KCKT. (Gandjar dan Rohman, 2007).

Pada tahun 2001 sampai dengan 2007 temuan Obat Tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat menunjukkan tren ke arah obat rematik dan penghilang rasa sakit antara lain obat tradisional tersebut mengandung bahan obat Fenilbutason, Metampiron, Parasetamol dan Asam Mefenamat. Berdasarkan analisis risiko temuan tersebut, pengawasan obat tradisional yang beredar pada semester pertama tahun 2010 masih ditemukan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat yang dilarang dicampurkan ke dalam obat tradisional (Badan POM Nomor : HM.03.03.1.43.08.10.8013).

Pengujian dilakukan dengan menggunakan fase diam silika Gel GF254 dan fase gerak klorofom : metanol : asam asetat (75 : 20 : 5). Pengujian standart fenilbutazon, dexamethason, paracetamol dan metampiron yang masing-masing mempunyai harga Rf untuk fenilbutazon noda 1 0,77 dan panjang gelombang 240 nm, noda 2 dengan Rf 0,95 dan panjang gelombang 240 nm. Untuk dexamethason dengan Rf 0,91 dan panjang gelombang 242 nm Paracetamol dengan Rf 0,72 dan panjang gelombang 245 nm Dan metampiron dengan Rf 0,22 dan panjang gelombang 272 nm.

Kemudian dilakukan pengujian terhadap merek jamu pegel linu dan obat yang diberikan oleh toko jamu yang diekstraksi dengan etanol, berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh, jamu pegel linu dengan sampel 10 (jamu racikan toko), 11 (jamu racikan toko), 13 (DEPKES. RI. TR. NO. : 003.201.591 ), 14 (POM TR. 073375011 ), 15 (DEPKES. RI. TR. NO : 003.202.921 ), 16 (DEPKES. RI. NO. Tr 003 203 171 ) dan obat 18, 23 memiliki nilai Rf dan profil spektra yang sama dengan paracetamol. Sedangkan sampel 11 dan sampel 16 memiliki nilai Rf dan profil spektra yang sama dengan metampiron, sehingga dapat disimpulkan jamu pegel linu pada sampel 10,11, 13, 14, 15, 16, serta obat 18 dan 23 positif mengandung bahan kimia obat paracetamol, sedangkan sampel 11 dan 16 positif mengandung bahan kimia obat metampiron.

(8)

v

ABSTRACT

This research was carried out to observe the safety of tradicional medicine (i.e. jamu pegel linu) at Kecamatan Klojen, Malang.to ensure the safety and efficacy of pharmaceutical benefits. This can be done using spectrophotometric and chromatographic methods. Chromatographic methods used in this analysis process was Thin Layer Chromatography (TLC), The study was used silika Gel GF254 as stasionery phase and chlorofom : methanol : acid acetic (75 : 20 :5) as

mobile phase. The Rf value paracetamol, dexamethason, Fenilbutazone-1, fenilbutazone-2, and metampiron were 0.72, 0.91, 0.14, 0.54 and, 0.22 respectively. The λ value paracetamol, dexamethason, Fenilbutazone-1, fenilbutazone-2, and methampyron were 254, 242, 240, 240 and, 272 respectively. The results showed that sample numbers 10 (jamu racikan toko), 11 (jamu racikan toko), 13 (DEPKES. RI. TR. NO. : 003.201.591 ), 14 (POM TR. 073375011 ), 15 (DEPKES. RI. TR. NO : 003.202.921 ), 16 (DEPKES. RI. NO. Tr 003 203 171 ) and capsule 18, 23 had Rf value are 0.72 and λ 245 nm, there same with paracetamol standart, and sample 11 and 16 had Rf value are 0.54 and λ 272 nm there is same with metampiron standart. It can be concluded thos samples content of paracetamol and methampyron.

(9)

vi

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keamanan dari obat tradisional (jamu pegel linu) di Kecamatan Klojen Kota Malang. Untuk menjamin keamanan khasiat dan manfaat sediaan farmasi yang beredar di pasaran maka perlu dilakukan pengawasan mutu sediaan farmasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri dan kromatografi. Metode kromatografi yang banyak digunakan dalam proses analisis adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penelitian ini menggunakan silika Gel GF254 sebagai fase diam dan

klorofom : metanol : asam asetat (75 : 20 :5) sebagai fase gerak. Nilai Rf dari paracetamol, dexamethason, Fenilbutazone-1, fenilbutazone-2, dan metampiron adalah 0,72, 0,91, 0,14, 0.54 dan 0,22 secara berurutan. Dan panjang gelombang dari paracetamol, dexamethason, Fenilbutazone-1, fenilbutazone-2, dan metampiron adalah 254, 242, 240, 240 dan 272 secara berurutan. Hasil dari penelitian ini bahwa sampel 10 (jamu racikan toko), 11 (jamu racikan toko), 13 (DEPKES. RI. TR. NO. : 003.201.591 ), 14 (POM TR. 073375011 ), 15 (DEPKES. RI. TR. NO : 003.202.921 ), 16 (DEPKES. RI. NO. Tr 003 203 171 ) dan kapsul 18, 23 mempunyai nilai Rf 0.72 dan λ 245 nm, nilai itu sama dengan standar paracetamol, sampel 11 dan 16 mempunyai nilai Rf 0.54 dan λ 272 nm nilai itu sama dengan standart metampiron . Sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel tersebut mengandung paracetamol dan metampiron.

(10)

vii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ...i

RINGKASAN ...iv

ABSTRACK ...v

DAFTAR ISI ...vi

DAFTAR TABEL ...viii

DAFTAR GAMBAR ...ix

DAFTAR LAMPIRAN ...x

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1. Latar Belakang Masalah ...1

1.2. Rumusan Masalah ...3

1.3. Tujuan Penelitian...3

1.4. Manfaat Penelitian...3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...4

2.1. Tinjauan tentang jamu ...4

2.2. Tinjauan kromatografi lapis tipis ...5

2.2.1. Fase diam ...8

2.2.2. fase gerak ...8

2.2.3. Analisis kualitatif ...9

2.2.4. Analisis kuantitatif ...10

2.3. Tinjaun Bahan Kimia Obat Dalam Jamu Pegel Linu ...11

2.3.1. Paracetamol ...11

2.3.2. Fenilbutazon ...12

2.3.3. Antalgin(Metampiron) ...13

2.3.4. Dexamethason ...14

2.4. Tinjauan Kota Malang...15

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL ...16

3.1. Konsep Teoritis ...16

(11)

viii

BAB IV METODE PENELITIAN ...19

4.1. Alat-Alat ...19

4.2. Bahan-Bahan ...19

4.3. Teknik Sampling ...19

4.4 Pembuatan larutan standar ...19

4.4.1 Fenilbutazon ...20

4.4.1.1 Pembuatan Fase Gerak ...20

4.4.1.2 Penentuan Panjang Gelombang Maksimum ...20

4.4.2 Paracetamol ...20

4.4.2.1 Pembuatan Fase Gerak ...20

4.4.2.2 Penentuan Panjang Gelombang Maksimum ...20

4.4.3 Metampiron ...21

4.4.3.1 Pembuatan Fase Gerak ...21

4.4.3.2 Penentuan Panjang Gelombang Maksimum ...21

4.4.4 Dexamethason ...21

4.4.4.1 Pembuatan Fase Gerak ...21

4.4.4.2 Penentuan Panjang Gelombang Maksimum ...21

4.5 Ekstraksi Jamu Pegel Linu ...22

4.6 Analisis Data ...22

BAB V HASIL PENGAMATAN ...23

5.1 Teknik Sampling ...23

5.2 Analisis Kualitatif Bahan Kimia Obat Dalam Jamu Pegel Linu ...25

5.2.1 Preparasi Sampel dan Uji Kromatografi Lapis Tipis ...25

5.2.2 Penentuan Nilai Rf ...25

5.2.3 Penentuan Panjang Gelombang...26

5.2.4 Penentuan Pola Spektra ...28

5.3 Penentuan Match Factor (MF) ...30

BAB VI PEMBAHASAN ...33

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ...36

7.1 Kesimpulan ...36

7.2 Saran ...36

(12)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Klasifikasi teknik kromatografi yang utama ...5 5.1 Lokasi dan penamaan tempat pembelian sampel jamu pegel linu ...23 5.2 Hasil Pengamatan Nilai Rf baku standar paracetamol, dexamethason

metampiron dan fenilbutazon terhadap sampel...25 5.3 Hasil Pengamatan panjang gelombang maksimal baku paracetamol dengan Sampel ...26 5.4 Hasil Pengamatan panjang gelombang maksimal baku Metampiron dengan Sampel ...26 5.5 Hasil perhitunganMatch Factor baku standart dengan Sampel ...31 5.6 Hasil pengamatan, Rf, λ Max dan Match Factor... 32

(13)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Pengukuran Harga Rf... ... 9

2.2 Struktur Kimia Paracetamol ... 11

2.3 Struktur Kimia Fenilbutazon ... 12

2.4 Struktur Kimia Metampiron ... 13

2.6 Struktur Kimia Dexamethason ... 14

5.1 Spektra paracetamol, dexamethason,metampiron dan sampel ... 28

(14)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Daftar Riwayat Hidup ... 43

2. Surat Pernyataan Kemurnian Bahan ... 45

3. Daftar Komposisi Jamu ... 49

4. Gambar setelah penotolan pada lempeng ... 52

5. Gambar KLT setelah eluasi pada lempeng ... 53

6. Contoh perhitungan Rf pada lempeng 2 dan 3 ... 54

7. Gambar KLT saat pengukuran nilai Rf pada lempeng 2 dan 3 ... 56

(15)

xii

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. Public Warning/Peringatan Badan Pengawas Obat dan

Makanan Republik Indonesia tentang Obat Tradisional

Mengandung Bahan Kimia Obat No: HM.03.03.1.43.08.10.8013, Jakarta, 13 Agustus 2010, http://www.pom.go.id/public/peringatan publik/default.asp . Diakses tanggal 01 Oktober 2011.

Anonim, 2005. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan

Republik Indonesia No: HK.00.05.41.1384 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal dan Fitofarmaka tahun 2005, www.pom.go.id . Diakses tanggal 01 Oktober 2011.

Anonim, 2009. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan

Republik Indonesia No: HK.00.05.1.23.3516 tahun 2009 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal dan Fitofarmaka tahun 2009, www.pom.go.id . Diakses tanggal 15 November 2011.

Anonim, 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia,.hal 286,537,664 dan 649.

Clarke‟s, E.G.C, 2004. Analysis of drugs and poisons,. London : the pharmaceutical press, hal 1392-1392,1441-1442.

Gandjar, L.G., and Rohman, A., 2007. Kimia Farmasi Analisis. Jogjakarta : Pustaka Pelajar, hal 353 – 377.

Ganiswarna, S.G., 1995, Farmakologi dan Terapi, Edisi IV, 78, UI Press, Jakarta :Pustaka Pelajar hal 231

Hoan tjay, Tan dan Kirana Raharja., 2007, Obat-obat penting, Ed. VI, cetakan keenam, Gramedia, Jakarta hal 315-318

Mulja, M dan Suharman. 1995. Analisis Instrumental. Airlangga University Press;Surabaya., hal 147-235

Mutschler, E., 1999, Dinamika Obat, Edisi V, cetakan ketiga, 203, ITB Press, Bandung hal 317

Skoog, D.A., 1998. Principle of Instrumental Analysis, 5th ed. Harcourt Bruce

And Company, USA, hal 675 – 695.

Romaito, Sri. 2009. „Pengaruh Pemberian Vitamin C terhadap Efek

Analgetika Metampiron pada Marmut (Cavia cobaya)’. Skripsi.

Fakultas Farmasi Univesitas Sumatra Utara. Medan.

USP 26, 2003. United States Pharmacopoeia Convention, Inc. Twinbrook Parkway, Rockville, MD, pp 2349-2442

(16)

xiii

Wenas, 1999, Kelainan Hati Akibat Obat, Buku Ajar Penyakit Dalam, jilid 1, edisi 3, Gaya Baru, Jakarta, hal 363-369

Yulina Sukandar, et al , 2008, ISO Farmakoterapi, ISFI Penerbitan, Jakarta hal 23, 930 dan 636

Referensi

Dokumen terkait

One of the discussions in this book is the explanation about the existing the social institution (Non-Governmental Organization) at NU and Muhammadiyah having agenda in developing the

Berdasarkan pemaparan tentang makna akhlak dan pendidikan di atas, maka dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan akhlak adalah

acara-acara di sekolah ekstrakulikuler sebagai pembawa acara (MC) atau kegiatan-kegiatan yang ada di desa seperti mengikuti kegiatan remaja masjid, tadarus keliling dan

 Menunjukkan pada stakeholders manfaat suatu kebijakan: apabila tidak dilakukan evaluasi terhadap sebuah kebijakan, para stakeholders, terutama kelompok sasaran tidak

Bedengan yang sudah di lapisi mulsa akan di lubangi dengan menggunakan alat yang biasa disebut Plong dengan tujuan untuk memberi ruang tanam terhadap tanaman yang akan di

Dari sistem informasi konferensi, guest mendapatkan arus data berupa informasi yang berhubungan dengan seminar yang akan diadakan tersebut, dan konfirmasi

Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer yang merupakan sumber data utama yang berkaitan langsung dengan objek riset yakni model pendidikan agana untuk anak

Pemanfaatan Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Suku Dayak Jangkang Tanjung Di Desa Ribau Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau.. Peningkatan Sistem Imun Oleh Kombinasi