33
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Seting Penelitian dan Karakteristik Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014 di kelas IV SDNKutowinangun 09 Salatiga.
Subyek penelitian adalah siswa sebanyak 15 orang terdiri dari 11 orang siswa laki-laki dan 4 orang siswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian tindakan dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu metode dan media/alat peraga pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
Karakteristik siswa di SDN Kutowinangun 09 Salatiga adalah sebagian besarsiswa berasal dari keluarga yang bermata pencaharian sebagai pedagang dan buruh, motivasi belajar siswa kurang karena kurangnya perhatian dari orang tua (terutama dalam hal mendampingi anak ketika belajar atau mengerjakan PR), waktu belajar siswa di rumah kurang sebagian besar siswa beragama islam dan pada pukul 13.00 – 15.00 WIB ada kegiatan TPQ (Taman Pendidikan Al qur’an).
SDN Kutowinangun 09 Salatiga adalah sekolah yang berada dalam satu wilayah dengan SDN Kutowinangun 08 Salatiga, terletak dipinggiran kota dan dekat dari akses jalan raya. Sekolah ini tidak terlalu jauh ketinggalan dengan sekolah lain yang ada di daerah perkotaan dalam hal kepemilikan sarana dan prasarana. Sarana yang dimliki oleh sekolah adalah berupa gedung sekolah dengan 6 ruang kelas, 1 ruang kantor, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang komputer,1 ruang UKS, 1 Gudang, tempat parkir dan WC sekolah. Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah cukup memadai, karena alat pembelajaran IPA, Bahasa Indonesia dan Matematika sudah tersedia cukup lengkap. Prasarana yang dimiliki beberapa alat pembelajaran dan 1 LCD projektor.
3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Penelitian ini terdiri dari dua variable yakni pendekatan pembelajaran
discovery dan hasil belajar. pendekatan pembelajaran discovery adalah sebuah
kegiatan pembelajaran dimana siswa belajar menemukan sendiri pengetahuannya melalui pengalaman. Pembelajaran dengan tema Keindahan Alam Negeriku melalui langkah-langkah pemberian rangsangan (stimulus), mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, mengolah data dan menarik kesimpulan.
Hasil belajar adalah total skor dari skor tes formatif dan skor unjuk kerja (mengamati bacaan, diskusi, mencari informasi, mengolah data, presentasi, menarik kesimpulan). Hasil belajar siswa diperoleh dari total 50% dari skor tes formatif dan 50% dari skor non tes yang berupa unjuk kerja.
3.3. Prosedur Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan model spiral dari C.Kemmis dan Mc.Taggart. Prosedur penelitian tersebut melalui 2 siklus. Dalam setiap siklus memiliki 3 tahap yakni Planning (Perencanaan Tindakan), Acting (Implementasi Tindakan) dan Observasing (Observasi) serta Reflecting (Refleksi) (Hamzah. B. Uno, dkk. 2011:87). Secara rinci prosedur penelitian tersebut disajikan melalui gambar 3.1 dibawah ini.
Gambar 3.1
Gambar 3.1 tentang PTK model spiral dari C. Kemmis dan Mc Taggart diatas maka prosedur pelaksanaan peneliatian adalah sebagai berikut:
1. Siklus 1
Pada pelaksanaan siklus 1 kegiatan yang dilakukan merupakan tindakan untuk mengatasi permasalahan yang timbul pada kondisi awal (Pra Siklus). Siklus dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Tahap Perencanaan. Kegiatan dalam tahap ini dimulai dengan
penyusunan perangkat pembelajaran meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terlampir dalam (lampiran 1) dengan tema Keindahan Alam Negeriku subtema Kepulauan Raja Ampat. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dalam pembelajaran tematik ini meliputi KI 3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain, 4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.Kompetensi Dasar pada mata pelajaranIPS 3.3.Memahami manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di sekitarnya, 4.3.Menceritakan manusia dalam hubungannya dengan lingkungan geografis tempat tinggalnya. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 3.4.Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku, 4.4.Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku. Dan untuk mata pelajaran Matematika 3.7.Menentukan kelipatan persekutuan dua buah bilangan dan menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK), 4.1.Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri , menyatakan kalimat
matematika dan memecahkan masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan kuantitas, desimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya. Secara rinci integrasi antar KD dapat disajikan melalui gambar 3.2 berikut ini.
Gambar 3.2
Jaring-jaring Tema Kepulauan Raja Ampat KEPULAUAN
RAJA AMPAT
IPS
Kompetensi Inti
3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Kompetensi Dasar:
3.3 Memahami manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di sekitarnya 4.3 Menceritakan manusia dalam
hubungannya dengan lingkungan geografis tempat tinggalnya.
Matematika Kompetensi Inti
3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Kompetensi Dasar:
3.7. Menentukan operasi penjumlahan dan pengurangan desimal. 4.1. Mengemukakan kembali dengan
kalimat sendiri , menyatakan kalimat matematika dan memecahkan masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan kuantitas, desimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya
Bahasa Indonesia Kompetensi Inti
3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Kompetensi Dasar:
3.4. Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
4.4. Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
RPP dalam siklus ini dibuat untuk dua kali pertemuan, menyiapkan materi pembelajaran tentang Kepulauan Raja Ampat yang meliputi menyiapkan gambar Kepulauan Raja Ampat, materi tentang sumber daya alam yang terdapat di Kepulauan Raja Ampat, menyiapkan perangkat penilaian yang berupa kisi-kisi penilaian, rubrik penilaian unjuk kerjasiswa selama proses pembelajaran, lembar pengamatan implementasi guru dan menyusun butir-butir soal formatif (lampiran 1).
b. Tahap Implementasi Tindakan dan Observasi. Kegiatan yang
dilakukan tahap ini adalah menerapkan RPP yang telah disusun dalam pembelajarandi kelas sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Selama proses pembelajaran, perlu dilakukan kegiatan observasi. Kegiatan inti dalam pembelajaran dilakukan oleh guru kelas yang berkolaborasi dan dibantu oleh rekan sejawat di sekolah sebagai observer.
c. Refleksi. Tahap ini dilakukan setelah pelaksanaan tindakan dan observasi
pada siklus 1. Refleksi ini dilakukan untuk mengevaluasi kelemahan dan kelebihan dari tindakan pembelajaran yang telah dilakukan, hasil tindakan serta hambatan-hambatan yang dihadapinya. Hasil refleksi ini berguna untuk menentukan tingkat keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan dan sebagai dasar pertimbangan untuk menyusun rencana kegiatan pada siklus 2. Siklus 2 akan dilaksanakan untuk memantapkan pembelajaran selanjutnya.
2. Siklus 2
Pelaksanaan siklus 2 dirancang apabila siklus 1 belum berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan. Kegiatan yang dilakukan pada siklus 2 merupakan perbaikan dari kelemahan atau kekurangan pada siklus sebelumnya. Pelaksanaan siklus 2 dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan yang terdiri dari:
a. Tahap Perencanaan. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini sama dengan
siklus 1 yaitu penyusunan perangkat pembelajaran meliputi RPP yang terlampir dalam (lampiran 2) dengan tema Keindahan Alam Negeriku subtema Hutan Kalimantan. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dalam pembelajaran tematik ini meliputi; KI 3.Memahami pengetahuan faktual
dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempatbermain, 4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. Kompetensi Dasar pada mata pelajaran PPKN 3.2.Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah dan masyarakat, 4.2.Melaksanakan kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Mata pelajaran IPA dengan KD 3.7.Mendeskrisikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat, 4.6.Menyajikan secara tertulis hasil pengamatan daur hidup beberapa jenis mahluk hidup. Mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan KD 3.4.Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku, 4.4.Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.Secara rinci integrasi antar KD dapat disajikan melalui gambar 3.3 berikut ini.
Gambar 3.3
Jaring-jaring Tema Hutan Kalimantan
Dalam siklus ini dibuat untuk dua kali pertemuan, menyiapkan materi tentang Hutan Kalimantan, menyiapkan media yang digunakan berupa teks bacaan tentang Hutan Kalimantan, gambar-gambar Hutan, menyiapkan perangkat penilaian yang berupa kisi-kisi penilaian, rubrik penilaian unjuk kerja selama proses pembelajaran, lembar implementasi guru dan menyusun butir-butir soal formatif (lampiran 2).
Perencanaan dalam siklus 2 ini dilakukan dengan mempertimbangkan hasil refleksi pada siklus 1. Tindakan pada siklus 2 ini disertai dengan
HUTAN KALIMANTAN
PPKn Kompetensi Inti
3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Kompetensi Dasar:
3.2 Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah dan masyarakat 4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat
Bahasa Indonesia Kompetensi Inti
3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Kompetensi Dasar:
3.4. Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
4.4. Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
IPA
Kompetensi Inti
3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Kompetensi Dasar:
3.7. Mendeskrisikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat 4.6. Menyajikan laporan tentang sumberdaya alam dan pemanfaatannya oleh masyarakat
penambahan/ penyesuaian kegiatan yang diperkirakan dapat mengatasi masalah pada siklus 1 atau dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Tahap Implementasi Tindakan dan Observasi.Kegiatan yang dilakukan
pada tahap ini adalah menerapkan RPP yang telah disusun dalam pembelajaran di kelas.Selama proses pembelajaran, perlu dilakukan kegiatan observasi, kegiatan ini dilakukan sebagai sarana pengumpulan data yang berkaitan dengan pelaksanaan tindakan penelitian. Kegiatan inti dilakukan oleh guru kelas yang berkolaborasi dan dibantu rekan sejawat di sekolah sebagai observer dan waktunya bersamaan dengan pelaksanaan tindakan.
c. Refleksi. Kegiatan pada tahap ini dilakukan sama seperti refleksi pada siklus 1.
Refleksi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasikelemahan dan kelebihan dari tindakan pembelajaran yang telah dilakukan, hasil tindakan serta hambatan-hambatan yang dihadapi.Hasil refleksi ini berguna untuk menentukan tingkat keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan dan sebagai dasar pertimbangan untuk menyusun rencana kegiatan pada siklus 3. Siklus 3 akan dilaksanakan untuk memantapkan pembelajaran selanjutnya.
3. Siklus 3
Pelaksanaan siklus 3 dirancang apabila siklus 2 belum juga berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan. Kegiatan yang dilakukan pada siklus 3 merupakan penyempurnaan dari kelemahan atau kekurangan pada siklus sebelumnya. Pelaksanaan siklus 3 dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan yang terdiri dari:
a. Tahap Perencanaan. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini sama dengan
siklus 3 yaitu penyusunan perangkat pembelajaran meliputi RPP yang terlampir dalam (lampiran 3) dengan tema Keindahan Alam Negeriku subtema Keindahan Danau Toba. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dalam pembelajaran tematik ini meliputi; KI 3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain, 4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis
dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Matematika yakni 3.14.Memahami penambahan dan pengurangan bilangan decimal, 4.1.Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri , menyatakan kalimat matematika dan memecahkan masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan kuantitas, desimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya. KD PPKN 3.2.Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah dan masyarakat, 4.2.Melaksanakan kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Bahasa Indonesia 3.4.Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku. 4.4.Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku. Secara rinci integrasi antar KD dapat disajikan melalui gambar 3.4 berikut ini.
Gambar 3.4
Jaring-jaring Tema Keindahan Danau Toba
RPP dalamsiklus 3ini dibuat untuk dua kali pertemuan, menyiapkan materi tentang Indahnya Danau Toba dan Gunung Bromo-Semeru, menyiapkan media yang digunakan berupa teks bacaan tentang Hutan Kalimantan, gambar-gambar Danau Toba dan Gunung Bromo-Semeru, menyiapkan perangkat penilaian yang berupa kisi-kisi penilaian, rubrik penilaian unjuk kerja selama proses pembelajaran, lembar implementasi guru dan menyusun butir-butir soal formatif (lampiran 3). Keindahan Danau Toba Matematika Kompetensi Inti 3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia Kompetensi Dasar 3.14. .Memahami penambahan dan pengurangan bilangan decimal 4.1. .Mengemukakan
kembali dengan kalimat sendiri , menyatakan kalimat matematika dan memecahkan masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan kuantitas, desimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa
kebenarannya.
Bahasa Indonesia Kompetensi Inti
3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Kompetensi Dasar
3.4. Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku. 4.4. Menyajikan teks cerita
petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.
PPKN Kompetensi Inti
3.Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Kompetensi Dasar
3.3. Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah dan masyarakat 4.2. Melaksanakan
kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat
Perencanaan dalam siklus3 ini dilakukan dengan mempertimbangkan hasil refleksi pada siklus 2.
b. Tahap Implementasi Tindakan dan Observasi. Kegiatan yang
dilakukan pada tahap ini adalah menerapkan RPP yang telah disusun dalam pembelajaran dikelas.Selama proses pembelajaran, perlu dilakukan kegiatan observasi, kegiatan ini dilakukan sebagai sarana pengumpulan data yang berkaitan dengan pelaksanaan tindakan penelitian. Kegiatan inti dilakukan oleh guru kelas yang berkolaborasi dan dibantu rekan sejawat di sekolah sebagai observer dan waktunya bersamaan dengan pelaksanaan tindakan.
c. Refleksi. Kegiatan pada tahap inidilakukan sama seperti refleksi pada siklus
1dan 2. Refleksi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kelemahan dan kelebihan dari tindakan pembelajaran yang telah dilakukan, hasil tindakan serta hambatan-hambatan yang dihadapi. Hasil refleksi ini berguna untuk menentukan tingkat keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan.
3.4.Jenis Data, Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
Jenis data dalam penelitian ini meliputi data kuantitatif yang berupa hasil tes dan total unjuk kerja. Teknik pengumpulan data yaitu teknik tes dan teknik non tes. Teknik tes digunakan dalam memperoleh data primer berupa penilaian hasil belajar siswa. Pada teknik ini menggunakan instrumen butirsoal yang berbentuk uraian singkat. Teknik non tes menggunakan instrumen rubrik penilaian unjuk kerja.
3.5. Indikator Kinerja
Penelitian ini dikatakan berhasil apabila jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebesar 90% dengan KKM > 90.
3.6. Teknik Analisis Data
Teknik analisis datamenggunakan teknik analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil penelitian antar siklusdisertai diskripsi.
3.7.Uji Prasyarat 3.7.1. Uji validitas
Validitas menurut Arikunto ( 2013: 79) adalah data evaluasi yang baik sesuai dengan kenyataan. Teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik korelasi product moment. Untuk mengadakan interprestasi mengenai besarnya koefisien korelasi adalah sebagai berikut:
- Antara 0,800 sampai dengan 1,00 : sangat tinggi - Antara 0,600 samapai dengan 0,800 : tinggi - Antara 0,400 sampai dengan 0,600 : cukup - Antara 0,200 sampai dengan 0,400 : rendah - Antara 0,00 sampai dengan 0,200 : sangat rendah.
Menurut Arikunto ( 2013: 85) tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium. Tehnik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah tehnik korelasi product moment yang dikemukakan oleh pearson.
Rumus korelasi product moment ada 2 macam yaitu: 1. korelasi product moment dengan simpangan 2. korelasi product moment dengan angka kasar
Rumus korelasi product moment dengan simpangan
𝑟𝑥𝑦= 𝑥𝑦 ( ) ( ) 2 𝑦 2 𝑦
𝑟𝑥𝑦= Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang
dikorelasikan (x=X - 𝑋 dan y= y - 𝑌 ) 𝛴𝑥𝑦=Jumlah perkalian x dengan y
𝑥2=Kuadrat dari x
𝑦2=Kuadrat dari y
Rumus korelasi product moment dengan angka kasar
𝑟𝑥𝑦 =
𝑁 𝛴 𝑋𝑌− 𝛴𝑋 (𝛴𝑌) 𝑁𝛴𝑋2−𝛴𝑋 )2 𝑁𝛴𝑌2 –(𝛴𝑌 )2
Dimana:
𝑟𝑥𝑦 = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang
dikorelasikan.
Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan SPSS20,0 dimana kriteria penetapan butir soal yang valid mengacu pada pendapat Arikunto (2013), menyatakan bahwa suatu item instrument penelitian dianggap valid jika memiliki konsekuensi corrected item coal correlation 0,0 ≥ 0,20.
Hasil Uji Validitas
Instrumen butir soal yang akan diberikan pada siswa kelas IV SDN Kutowinangun 09 Salatiga pada siklus 1, 2 dan 3 berupa soal objektif dan uraian. Soal objektif diuji validitasnya dengan menggunakan SPSS 20.0 dan soal uraian di lakukan uji pakar. Berikut ini merupakan hasil uji validitas soal tes objektif yang disajikan secara rinci melalui tabel 3.1.
Tabel 3.1
Hasil Uji Validitas Butir Soal Siklus 1
Sumber data primer
Tabel 3.1 tentang uji validitas butir soal siklus 1 menunjukan bahwa dari jumlah soal sebanyak 25 butir soal terdapat 19 butir soal yang valid yaitu soal no 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 11, 12, 13, 14, 16, 17, 18, 20, 22, 23, 24, 25 sedangkan soal yang tidak valid terdapat 6 butir soal yaitu soal no 5, 9, 10, 15, 19, 21. Selanjutnya pada siklus 2 juga dilakukan uji validitas terhadap butir soal. Secara rinci hasil uji validitas siklus 2 disajikan dalam tabel 3.2 berikut ini.
No
item R (0,02)
Keterangan Valid Tidak valid
1 0,386 2 0,730 3 0,800 4 0,425 5 -0,058 6 0,567 7 0,285 8 0,825 9 0,068 10 0,153 11 0,250 12 0,608 13 0,329 14 0,825 15 -0,221 16 0,262 17 0,491 18 0,329 19 0,000 20 0,263 21 -0,861 22 0,285 23 0,374 24 0,283 25 0,825 Jumlah 19 6
Tabel 3.2
Hasil Uji Validitas Butir Soal Siklus 2
Sumber data primer
Tabel 3.2 tentang uji validitas butir soal siklus 2 diatas nampak bahwa dari 25 butir soalterdapat 16butirsoal yang valid yaitu soal nomor 1, 2, 3, 4, 8, 11, 12, 15, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 23 dan 25 sedangkan soal yang tidak valid ada 6 butir soal yaitu soal dengan nomor 5, 6, 7, 9, 10, 13, 14, 17 dan 24. Selanjutnya pada
No
item R (0,02)
Keterangan Valid Tidak valid
1 0,799 2 0,449 3 0,450 4 0,823 5 0,018 6 0,160 7 0,088 8 0,823 9 0,084 10 0,084 11 0,622 12 0,823 13 0,065 14 0,193 15 0,340 16 0,368 17 0,160 18 0,650 19 0,759 20 0,319 21 0,823 22 0,319 23 0,565 24 -0,873 25 0,825 Jumlah 16 9
siklus 3 dilakukan pengujian butir soal. Secara rinci disajikan pada tabel 3.3 berikut ini.
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Butir Soal Siklus 3
Sumber data primer
Tabel 3.3 tentang uji validitas butir soal siklus 3 diatas nampak bahwa dari 25 butir soal terdapat 20 butir soal yang valid yaitu soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,
No
item R (0,02)
Keterangan Valid Tidak valid
1 0,422 2 0,694 3 0,579 4 0,290 5 0,212 6 0,501 7 0,354 8 0,893 9 0,893 10 0,486 11 0,280 12 0,669 13 0,326 14 0,893 15 0,013 16 0,275 17 -0,010 18 0,320 19 0,192 20 0,893 21 0,772 22 0,515 23 -0,214 24 0,270 25 -0,038 Jumlah 20 5
8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 18, 20, 21, 22 24, 25 sedangkan soal yang tidak valid terdapat 5 butir soal yaitu soal nomor 15, 17, 19, 23 dan 25.
Instrumen soal tes yang berupa soal uraian dilakukan uji pra syarat dengan uji pakar untuk menentukan apakah soal sudah layak untuk diberikan kepada siswa kelas IV SDN Kutowinangun 09 saat pelksanaan siklus 1, siklus 2 dan siklus 3. Soal uraian dikonsultasikan kepada pakar Bahasa Indonesia dan pakar Evaluasi. Berikut ini komentar pakar pada uji pakar yang telah dilakukan:
1. Buatlah soal dengan menggunakan kalimat yang komunikatif dan sesuai dengan bahasa anak (bahasa sehari-hari).
2. Jangan menggunakan kalimat yang panjang dan membingungkan anak 3. Gunakanlah bahasa kalimat yang seefisien mungkin
4. Jangan menggunakan perintah ganda pada soal
Komentar pakar pada uji pakar siklus 2 terhadap soal adalah sebagai berikut ini: 1. Gunakanlah kalimat yang seefisien mungkin yaitu soal jangan terlalu
panjang dan jangan terlalu pendek
2. Soal sudah bagus dan komunikatif dengan anak
Uji pakar pada siklus 3 terhadap soal uraian menghasilkan komentar pakar sebagai berikut ini:
1. Soal sudah komunikatif dan sesuai dengan bahasa anak 2. Soal sudah menggunakan kalimat yang seefisien mungkin
3.7.2. Uji Reabilitas
Menurut Arikunto (2013: 100) reliabilitas adalah instrumen/alat penilaian yang dapat dengan ajeg memberikan data yang sesuai dengan kenyataan. Artinya, kapan pun instrumen/alat penilaian tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama.
Kriteria untuk menentukan tingkat reliabilitas instrumen digunakan pedoman yang dikemukakan oleh Wardani Naniek Sulistya, dkk (2012) sebagai berikut:
Tebel 3.4
Rentang Indeks Reliabilitas
No Indeks Interpretasi 1 0,80-100 Sangat reliabel 2 <0,80-0,60 Reliabel 3 <0,60-0,40 Cukup reliabel 4 <0,40-0,20 Agak reliabel 5 <0,20 Kurang reliabel
Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 16,0 dan untuk menghitung koefisien reliabilitas tes menurut Arikunto (2013) dapat dirumuskan sebagai berikut ini.
𝑟
11 = 𝑛 −1 𝑛 𝑠𝑡2 − 𝑝 𝑖𝑄𝑖
𝑠𝑡2
Keterangan:
R11 : koefisien reliabilitas alpha
n : jumlah siswa 1 : konstanta
𝑝𝑖 : proporsi tes yang menjawab benar
𝑄𝑖 : proporsi tes yang menjawab salah 𝑠𝑡2 : varians total
Hasil Reliabilitas
Untuk mengetahui reliabilitas instrumen soal objektif setelah dilakukan uji validitas untuk menyeleksi soal yang valid dan tidak valid kemudian soal yang sudah valid dilakukan uji reliabilitas dengan bantuan SPSS 20.0 menunjukan hasil sebagai berikut.
Tabel 3.5
Reabilitas Butir Soal Siklus 1
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.868 19
Tabel 3.5 tentang reliabilitas butir soal siklus 1 memiliki nilai realibilitas sebesar 0,868sehingga dinyatakan reliabilitas soal dapat dikategorikan soal yang sangat reliabel. Selanjutnya pada siklus 2 dilakukan pengujian reliabilitas butir soal. Secara rinci disajikan pada tabel 3.6 berikut ini.
Tabel3.6
Reabilitas Butir Soal Siklus 2
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.891 13
Tabel 3.6 tentang reliabilitas butir soal siklus 2 memiliki nilai realibilitas sebesar 0,891 sehingga dinyatakan reliabilitas soal dapat dikategorikan soal yang sangat reliabel. Selanjutnya pada siklus 3 dilakukan pengujian reliabilitas butir soal. Secara rinci disajikan pada tabel 3.7 berikut ini.
Tabel 3.7
ReabilitasButir Soal Iklus 3
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.875 17
Tabel 3.7 tentang hasil uji reliabilitas butir soal siklus 1 memiliki nilai realibilitas sebesar 0,875 sehingga dinyatakan reliabilitas soal dapat dikategorikan soal yang sangat reliabel.
3.7.3. Tingkat Kesukaran
Menurut Slameto dalam (Wardani Naniek Sulistya dkk. 2012) tingkat kesukaran adalah angka yang menunjukkan proporsi peserta didik yang menjawab betul suatu butir soal. Semakin besar tingkat kesukaran maka semakin mudah, demikina pula sebaiknya semakin rendah tingkat kesukarannya berarti soal itu semakin sukar. Untuk mengetahui tingkat kesukaran yaitu dengan rumus:
P = 𝐵
𝑁
Keterangan:
P = indeks tingkat kesukaran soal
B = jumlah peserta didik yang menjawab betul. N = jumlah peserta didik
Untuk menentukan tingkat kesukaran butir soal dapat dilihat pada rentang skor tingkat kesukaran butir soal yang secara rinci disajikan pada tabel 3.7 berikut ini.
Tabel 3.8
Rentang Nilai Tingkat Kesukaran
Rentang Nilai Tingkat kesukaran
0,00-0,39 Tinggi
0,40-0,79 Sedang
0,80-1,00 Rendah
Tingkat kesukaran dilakukan setelah instrumen dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas diambil 25 butir soal pilihan ganda pada siklus 1, siklus 2 dan siklus 3. Distribusi tingkat kesukaran butir soal siklus 1 disajikan pada tabel 3.9 berikut ini.
Tabel 3.9
Tingkat Kesukaran Soal Siklus 1
Tingkat kesukaran No Butir Soal Jumlah Rendah 3, 7, 8, 12, 13, 14,
18, 22, 23, 24
10
Sedang 1, 2, 6, 16, 17, 20 6
Tinggi 4, 11, 25 3
Tabel 3.9 tentang tingkat kesukaran soal siklus 1 diatas nampak bahwa distribusi tingkat kesukaran butir soal pada siklus 1 menunjukan soal dengan tingkat kesukaran rendah sebanyak 10 butir soal yaitu soal no 3, 7, 8, 12, 13, 14, 18, 22, 23, 24 sedangkan soal dengan tingkat kesukaran sedang terdapat sebanyak 6 butir soal yaitu item soal nomor 1, 2, 6, 16, 17, 20 dan soal dengan tingkat kesukaran tinggi terdapat 3 butir soal dengan nomor 4, 11, 25. Tingkat kesukaran butir soal pada siklus 2 secara rinci disajikan pada tabel 3.10 berikut ini.
Tabel 3.10
Tingkat Kesukaran Soal Siklus 2
Tingkat kesukaran No Butir Soal Jumlah Rendah 4, 8, 11, 12, 18,
20,22, 23
8
Sedang 1, 2, 3, 16, 19 5
Tinggi 15, 21, 25 3
Tabel 3.10 tentang tingkat kesukaran siklus 2 diatas menunjukan bahwa tingkat kesukaran butir soal siklus 2 menunjukan soal dengan tingkat kesukaran rendah sebanyak 8 butir soal yaitu soal nomor 4, 8, 11, 12, 18, 20, 22, 23 sedangkan soal dengan tingkat kesukaran sedang terdapat sebanyak 5 butir soal yaitu soal nomor 1, 2, 3, 16, 19 dan soal dengan tingkat kesukaran tinggi terdapat 3 soal dengan nomor 15, 21, 25. Tingkat kesukaran butir soal pada siklus 3 secara rinci dapat dilihat pada tabel 3.11 berikut ini.
Tabel 3.11
Tingkat Kesukaran Soal Siklus 3
Tingkat kesukaran No Butir Soal Jumlah Rendah 1, 7, 9, 12, 18, 21, 24 7 Sedang 2, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 13, 16, 20, 22 11 Tinggi 11, 23 2
Tabel 3.11 tentang tingkat kesukaran soal pada siklus 3 nampak bahwa tingkat kesukaran butir soal pada siklus 3 menunjukan soal dengan tingkat kesukaran rendah sebanyak 7 soal yaitu soal nomor 1, 7, 9, 12, 18, 21, 24 sedangkan soal dengan tingkat kesukaran sedang terdapat sebanyak 11 butir soal yaitu soal nomor 2, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 13, 16, 20, 22 dan soal dengan tingkat kesukaran tinggi terdapat 2 butir soal yaitu soal nomor 11 dan 23. Secara lebih rinci tingkat kesukaran butir soal dapat ditunjukan pada lampiran 5.