• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV. Gambaran Umum Lokasi Penelitian"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

31

BAB IV

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

4.1 Profil Kabupaten Mimika

Gambar 3 : Gambaran Umum Lokasi Penelitian

4.1.1 Sejara singkat Kabupaten Mimika

Kabupaten Mimika merupakan salah satu Kabupaten dari beberapa Kabupaten di Provinsi Papua yang terletak di wilayah pantai selatan dimana Mimika dulunya merupakan salah satu Kecamatan dari Kabupaten Fak-fak dan wilayahnya disebut Kecamatan Mimika Timur.1

Memperhatikan perkembangan jumlah penduduk, luas wilayah, potensi dan meningkatnya tugas dan tanggung jawab di bidang pemerintahan, maka di pandang perlunya pembentukan Pemerintahan Kabupaten Administratif sehingga Pemerintahan Pembantu Bupati Fak-fak wilayah Mimika di tetapkan sebagai Kabupaten Administratif pada tanggal 8 Oktober 1996 oleh Menteri Dalam Negeri di Jayapura. Setelah terbentuk menjadi Kabupaten Administratif maka ditetapkan wilayah

(2)

32

Kecamatan yang terdiri dari : Kecamatan Mimika Timur, Mimika Barat, Agimuga dan wilayah pemekaran Kecamatan Mimika Baru yang berkedudukan di Timika.

Setelah kurang lebih 4 (empat) tahun pelaksanaan pemerintahan Kabupaten Administratif, maka pada tanggal 18 Maret tahun 2000 di resmikan perubahan status dari Kabupaten Administratif menjadi Kabupaten Definitif oleh Gubernur Provinsi Papua Drs. J.P. Salossa, M.Si berdasarkan Undang-undang No.45 Tahun 1999. Setelah resmi menjadi Kabupaten Definitif, maka pada tanggal 18 Juni 2001 Pemerintah Daerah secara resmi menetapkan 12 Kecamatan (atau yang sekarang telah dirubah menjadi Distrik) yang menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Mimika. Distrik tersebut adalah : Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Tembagapura, Mimika Timur, Mimika Timur Jauh, Mimika Tengah, Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, Agimuga, Jila dan Jita.

4.1.2 Kondisi Geografis

Kabupaten Mimika mempunyai batas wilaya yaitu, di sebelah Utara kabupaten Paniai, Kabupaten Nabire, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Deiyai Selatan: Laut Arafuru Barat: Kabupaten Kaimana. Letak geografis Kabupaten Mimika terletak antara 134”31’-138’31’ Bujur Timur dan 4”60’-5”18’ Lintang Selatan. Memiliki luas wilayah 21.693,51 km 2 atau 4,75% dari luas wilayah Profinsi Papua. Tembagapura dan Jila adalah distrik yang tidak memiliki pantai. Sedangkan Distrik Mimika Barat, Mimika Tengah, Mimika Barat Jauh, Mimika Timur Tengah, Mimika Timur Jauh, Agimuga dan Jita sebagian wilayah-wilayahnya berbatasan dengan laut, sehingga distrik-distrik ini memiliki pantai. Wilayah Kabupaten Mimika memiliki topografi dataran tinggi dan dataran rendah. Distrik yang bertopografi dataran tinggi adalah Tembagapura, Agimuga dan Jila. Distrik-distrik selain ketiga distrik tersebut merupakan distrik-distrik yang memiliki topografi dataran rendah. Rata-rata suhu udara minum di willaya Mimika pada tahun 2016 sebesar 26,6” C dan maksimun 33,40 C. Sedangkan rata-rata tekanan udara di willaya Mimika sebesar 1.0011,93 Mbs. Kelembaban udara di kabupaten Mimika rata-rata sebesar 87, 33% dengan kelembaban udara tertinggi pada bulan Juni. Jumlah hari hujan pada tahun 2016 sebanyak 326 hari.

(3)

33

4.1.3 Topograpy

Wilayah Kabupaten Mimika memiliki topografi dataran tinggi dan dataran rendah. Distrik yang bertopografi dataran tinggi adalah Distrik Tembagapura, Distrik Amar, Distrik Alama, Distrik Hoya dan Distrik Jila. Distrik-distrik selain kedua distrik tersebut merupakan distrik-distrik yang memiliki topografi dataran rendah.

Distrik Mimika Baru, Distrik Kuala Kencana, Distrik Tembagapura, Distrik Wania, Distrik Kwamki Narama, Distrik Iwaka dan Distrik Jila adalah distrik yang tidak memiliki pantai. Sedangkan, Distrik Mimika Barat, Distrik Mimika Barat Tengah, Distrik Mimika Barat Jauh, Distrik Mimika Timur, Distrik Mimika Timur Tengah, Distrik Mimika Timur Jauh, Distrik Agimuga dan Distri Jita sebagian wilayah-wilayahnya berbatasan dengan laut, sehingga distrik-distrik ini memiliki pantai.

4.1.4 Demografi

Penduduk kabupaten Mimika berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2018 sebanyak 205.591 jiwa yang terdiri atas 115.309 jiwa penduduk laki-laki dan 90.282 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2015, penduduk Mimika mengalami pertumbuhan sebesar 1,19. Sebentara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2017 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 127,72. Dengan luas Wilayah 21.695 km, kepadatan penduduk di kabupaten Mimika hanya 9-10 jiwa per km. kepadatan tertinggi terjadi di Distrik kwamki Narama, yakni 547-548 jiwa per km. sedangkan kepadatan rendah terjadi di Distrik Agimuga, yakni hanya 1 jiwa per km. Penduduk kabupaten Mimika berdasarkan kelompok umur, ternyata didominasi oleh kelompok usia dewasa.2

(4)

34

4.1.5 Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Mimika

Visi

Kondisi dan potensi Kabupaten Mimika, sebagaimana dideskripsikan pada bab sebelumnya, merujuk pada faktualisasi dimensi internal dengan berbagai kekuatan dan kelemahannya, serta dimensi eksternal dengan berbagai peluang dan tantangannya. Maka, berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal yang dilakukan secara agregat, Kabupaten Mimika mengancang suatu visi sebagai pedoman arah pembangunan dalam kurun waktu 2008-2013, yaitu :3

TERWUJUDNYA MASYARAKAT MIMIKA YANG MADANI SERTA MIMIKA MENJADI PUSAT PELAYANAN JASA DAN INDUSTRI GLOBAL BERWAWASAN LINGKUNGAN

Misi

Dalam rangka mewujudkan visi pembangunan, diperlukan seperangkat Misi pembangunan. Misi, berkenaan dengan implementasi visi yang harus diemban. Misi, merupakan kerangka dasar bagi perumusan tujuan dan sasaran pembangunan serta pengembangan kebijakan dan strategi pembangunan. Untuk menjami terselenggaranya misi pembangunan, dibutuhkan sekurang-kurangnya tiga prasyarat utama yaitu, kekuasaan yang dijalankan secara arif, sumberdaya yang memadai dan handal, dan kepemimpinan yang kapabel. Pemerintah Kabupaten Mimika, telah memiliki legalitas kekuasaan yang memadai berdasarkan Undang-undang Nomor : 32 2004 dan didukung dengan Undang-undang Nomor : 21 tahun 2001, yang memberikan kewenangan mengatur tata pemerintahan dan pembangunan secara arif dan bertangung jawab. Di Kabupaten Mimika, Tersedia sumberdaya potensial yang dapat dikembangkan secara optimal, efisien, dan efektif, baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam, dan sumberdaya buatan. Pasca Pemilihan Umum Kepada Daerah (Pilkada) Tahun 2007, Kabupaten Mimika telah memiliki Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang menjustifikasi kapabilitas kepemimpinan daerah periode 2008-2013 secara demokratis

(5)

35

berdasarkan pilihan rakyat. Dengan demikian, untuk mencapai visi pembangunan hingga tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Mimika mengemban misi, sebagai berikut :

1. Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia Yang Madani

Manusia sebagai mahluk individu, dan sebagai mahluk sosial dari suatu komunitas masyarakat menjadi tumpuan utama pembangunan menyeluruh di Kabupaten Mimika dalam lima tahun mendatang. Sumberdaya manusia yang berkualitas, sesungguhnya merupakan suatu modal dasar yang harus dapat dioptimalkan. Manusia berkualitas adalah manusia yang utuh, sejahtera lahir dan bathin, sehingga dapat menggunakan potensinya secara mandiri dalam memenuhi kebutuhannya.

2. Mewujudkan Sisten Pelayanan Prima

Telah menjadi keharusan bagi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menyediakan sistem pelayanan prima bagi semua. Suatu sistem pelayanan pari-purna yang memiliki standar pelayanan yang jelas dan terukur sesuai takaran kebutuhan dasar masyarakat umum, serta dalam rangka pemenuhan kebutuhan investasi di bidang perekonomian.

3. Penataan Kepemerintahan Daerah yang Baik

Dalam lima tahun mendatang, Pemerintah Kabupaten Mimika, mengem-bangkan tata kepemerintahan daerah yang baik melalui peningkatan kinerja pemerintahan dengan berbagai dimensinya, terutama : tata kelembagaan, tata kepegawaian daerah, tata asset dan keuangan daerah. Tata kepemerintahan daerah yang baik diletakkan di atas prinsip-prinsip partisipatif, demokratis, transparan, akuntabel, efektif dan efisien.

4. Mengembangkan Potensi Daerah yang berdaya saing global bertumpu pada sektor Jasa dan Industri

Dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang efisien, produktif dan merata, Pemerintah Kabupaten Mimika sektor jasa dan industri sebagai leading-prior dalam aktivitas perekonomian utama dan sebagai tulang punggung bagi upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sektor lainnya juga didorong secara intens untuk menambah kontribusi pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor jasa dan industri, sebagai matra utama dalam rangka pengolahan potensi sumberdaya alam daerah, dikelola secara terencana, selektif, efisien, efektif, serta berkelanjutan, sehingga memiliki daya saing tinggi memasuki pasar global.

(6)

36

5. Penegakan Hukum dan HAM

Penegakan Hukum dan HAM adalah prasyarat mutlak bagi kelangsungan pembangunan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia. Pemerintah Kabupaten Mimika, mengambil kebijakan dan strategi penegakan yang dilandasi atas prinsip keadilan. Sistem peradilan umum harus dijalankan sebagaimana mestinya sesuai aturan yang berlaku. Demikian pula dengan sistem peradilan adat harus mendapatkan pengakuan dan tempat yang layak dalam konteks tata hukum nasional.

Motto Daerah Kabupaten Mimika

EME NEME YAUWARE

Moto Daerah Kabupaten Mimika adalah “EME NEME YAUWARE” yang berarti “BERSATU, BERSAUDARA KITA MEMBANGUN”. Moto tersebut merupakan penggabungan 2 bahasa dari 2 suku besar penduduk asli Kabupaten Mimika yakni Suku Amungme dan Suku Kamoro.

EME artinya : Teman (bahasa Suku Amungme)

NEME artinya : Berteman/bersaudara (bahasa Suku Amungme) YAUWARE artinya : Semangat (bahasa Suku Kamoro)

(7)

37

4.2 Profil Kantor Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Kabupaten Mimika

Kantor Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika Meruapakan salah satu Instansi Pememrintah Daerah dari 21 Intansi Pemerintah Daerah yang ada di Kabupaten Mimika. Kantor Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika terletak di JL. Cendrawasih SP 3 Kuala Kencana Timika. Dinas Kependudukan dan Pencattan Sipil Kabupaten Mimika mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil serta tugas lain yang di berikan oleh Bupati sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya. Dalam pelaksanaan tugasnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika di pimpin oleh Kepala Dinas dan Bertangung jawab kepada Bupati melalui Sekertaris Daerah. Adapun fungsi dari Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika Yaitu:

1.) Penyusunan program dan kegiatan dinas dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

2.) Penyelenggaraan urusan penata usahaan perkantoran yang meliputi urusan umum, keuangan dan urusan kepegawainan.

3.) Perumusan kebijakan teknis di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. 4.) Penyelenggaraan kegiatan teknis oprasional yang meliputi bidang

pendaftaran penduduk dan informasi penduduk, bidang pencatatan sipil dan pengendalian penduduk.

5.) Penyelenggaraan administrasi dan pelayanan umum kepada masyarakat dalam lingkup tugasnya

6.) Pembinaan unit pelaksanaan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya

7.) Pelaksanaan koordinasi dengan unsur terkasit lainya dalam setiap penyelenggaraan kegiatan dinas.

8.) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati sesuai lingkup tugas dan fungsinya.

(8)

38

4.2.1 Struktur Organisasi

Bagan Struktur Organisasi Dispencapil Kabupaten Mimika

FUNGSIONAL LUCAS TAHITU, S.Sos SEKRETARIS

Pembina (IV/a) NIP. 196404409 198603 1 020

SUB BAGIAN KEUANGAN RONNY ROMBE PAYUNG, S. KOM

Penata (III/c) NIP. 19790622 201004 1 001

SUB BAGIAN PROGRAM YUYUM NURDJANNAH BAUW, SOS

Penata Tk. I (IV/a) NIP. 1969056 199303 2 012

SUB BAG UMUM DAN KEPEG IRIANI HAFID. S.IP

Penata Tk. I (III/d) NIP. 19690527 200012 2 004

KASIE. SISTEM INFORMASI ADMINDUK AMIRULLAH,S.Sos

Penata (III/c) NIP. 197003031993031006

KASIE. PEMANFAATAN DATA PONTIUS KELANANGAME, S.IP

Penata (III/c) NIP. 197910 20201004 1 002

KASIE. PERKAWINAN DAN PERCERAIAN NELY JULIANA BANE, SE

Penata Tk.I (III/d) NIP. 19720720724 200112 2 004

KASIE PINDAH DATANG PENDUDUK MARTINA GRICE RIPKAH WAROMI, ST

Penata Muda Tk. I (III/b) NIP. 19820526 201104 2 001

KASIE. PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA DAMARIS TAPPI, SH

Penata Tk. I (III/d) NIP. 19680402 200502 2 002

KASIE. INOVASI PELAYANAN DOLFINA RITIAUW, S. IP

Penata (III/c) NIP. 19731203 200012 2 006

KASIE. PERUBAHAN STATUS ANAK PE WN DAN KEMAT5IAN

BARTHOLOMEUS KAPIRAPU Penata Muda Tk. I (III/b) NIP. 19631227 198803 1 016

KASIE. PENDATAAN PENDUDUK THAN WAKEROWA, S. Hut

Penata Muda Tk. I (III/b) NIP. 19771022 201001 1 008

Kasie. Tata kelola sdm dan tik Palilu tangke, st Penata (III/c) NIP. 197907 200605 1 002 KASIE. KERJASAMA A NUR FITHRIJAH, SH,MM Pembina Tk. I (IV/b) NIP. 19691221 199712 2 001 KEPALA DINAS

Ir. JOHN WICKLIF TEGAI, MM Pembina Utama Muda (IV/c) NIP. 19650601 19930303 1 019

Gambar 4 : Struktur Organisasi Dinas Kependudukan Dan pencatatan Sipil Kabupaten Mimika

KABID PENCATATAN SIPIL THIMOTIUS HOWAY, SE, M.Si

Pembina Tk. II (IV/b) NIP. 09630108 198907 1 002

KABID PENDAFTARAN PENDUDUK APRIDA, S.Sos

Pembina (IV/a) NIP 19680407 199102 2 002

KABID PENGELOLAAN INFO ADMINDUK HILAR HELTY LIMBONG ALLO, S.Sos, M.Si

Pembina (III)d) NIP. 197508 19200605 1 001

KABID PEMANFAATAN DATA INOVASI SINANDOR KANDIPI,S.SoS,M.Si

Pembina (IV/a) NIP. 19650215 199103 1 015

KASIE. KELAHIRAN MATHEUS PIHWI, S.IP

Penata (III/d) NIP. 19711014 199303 1 007

KASIE. IDENTITAS PENDUDUK ERNES SANDA S.LOBO,SE

Penata Muda (III/c) NIP. 197509252007011017

(9)

39

4.2.2 jenis Pelayanan

Kantor Dinas Kependudukan Dan pencatan Sipil Kabupaten Mimika sebagai salah satu instasi pemerintah yang menyelenggarakan layanan masyarakat memberikan beberapa jenis jasa layanan. Layanan ini diberikan menjadi 2, yaitu pelayanan langsung dan pelayanan online. Selanjutnya, pelayanan langsung dibagi ke dalam 2 bidang, yaitu pelayanan yang berkaitan dengan pendaftaran penduduk dan pelayanan yang berkaitan dengan pencatatan sipil. Sementara, pelayanan online yang diberikan oleh Discapil kabupaten Mimika meliputi pengecekan data, konsultasi data, dan pendaftaran online. Agar lebih memahami jenis layanan instasi tersebut, perhatikan table 3 berikut ini.4

Tabel 4.2 : Jenis Layanan Discapil Kabupaten Mimika

No Jenis Layanan Layanan

1 Pendaftaran Penduduk

Kartu Keluarga (KK)

Kartu Tanda Penduduk (e KTP) Surat Pindah

Kartu Indetintas Anak (KIA) 2 Pencatatan Sipil Kutipan Akta Kelahiran

Kutipan Akta Kematian Kutipan Akta Perkawinan Kutipan Akta Perceraian

Pencatatan Pengakuan Anak dan Pengesahan Anak Pencatatan Perubahan Nama

Pencatatan Perubahan Kewarganegaraan 3 Pelayanan

Online

a) Cek Data - Cek NIK - Cek E-KTP

- Cek Kartu Keluarga (KK) - Cek Akta Kelahiran b) Konsultasi Data

c) Pendaftaran Online

(10)

39

MEKANISME DAN ALUR PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DISDUKCAPIL KABUPATEN MIMIKA

(11)

40

4.3 Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Kartu Tanda Penduduk Siak dan KTP Elektronik (e KTP )

Dasar Hukum :

a. Undang – Undang Nomor : 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi

Kependudukan 5

b. Undang – Undang Nomor : 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

c. Undang – Undang Nomor : 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Undang –

Undang Nomor : 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan d. Peraturan Pelaksanaan Nomor : 37 Tahun 2007 Tentang Aturan Pelaksanaan

Undang – Undang Nomor : 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan

e. Peraturan Pelaksanaan Nomor : 102 Tahun 2012 Tentang Perubahan PP Nomor

: 37 tahun 2007 Tentang aturan pelaksanaan UU Nomor : 23 Tahun 2006 f. Peraturan Presiden Nomor : 112 Tahun 2013 Tentang Perubahan Keempat atas

Peraturan Presiden Nomor : 26 Tahun 2009 Tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis NIKSecara Nasional

g. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 19 Tahun 2010 Tentang Formulir

dan Buku Yang Digunakan Dalam Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil h. Permendagri Nomor : 19 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pendokumentasian

Hasil Pendafataran Penduduk dan Pencatatan Sipil

i. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Republik Indonesia Nomor : 36 Tahun 20I2 Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan , Penetapan dan Penerapan Standar Pelayanan

j. Perpres Nomor : 25 Tahun 2008 Tentang Persyaratan Tata Cara Pendaftaran

Penduduk dan Pencatatan Sipil

(12)

41

Persyaratan Pelayanan

1. Perekaman dan Pencetakan KTP Elektronik ( e KTP )

- KK dan KTP Siak lama

Sistem Mekanisme dan Prosedur :

1. Penduduk membawa KK dan KTP di TPDK

Kecamatan/Disdukcapilatautempatpelayanan mobile KTP untuk perekaman e KTP

2. Petugas melakukan verifikasi bio data yang bersangkutan apabila ada

kekeliruan maka dilakukan edit data dengan dilampiri bukti pendukung ( akte kelahiran/ akta nikah/akta cerai/ ijazah )

3. Apabila perubahan bio data menyangkut perubahan tanggal lahir dan jenis

kelamin maka edit data harus dilakukan di data center server di Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil tetapi apabila di luar hal tersebut edit data bisa langsung dilakukan di Kecamatan/Disdukcapil atau tempat pelayanan mobile KTP

4. Pemohon melakukan perekaman data e KTP, sidik jari iris mata di

Kecamatan/Disdukcapil atau tempat pelayanan mobile KTP 5. Petugas di Dinas melakukan pencetakan e KTP

6. Pemohon bisa mengambil e KTP di Disdukcapil dengan membawa resi

tanda bukti sudah perekaman dari Kecamatan/Disdukcapil atau tempat pelayanan mobile KTP

Persyaratan Pelayanan :

1. Penerbitan KTP baru bagi penduduk WNI syarat –syaratnya berupa :

- Telah berusia 17 ( tujuh belas ) tahun atau sudah nikah atau pernah nikah

- Foto copy : KK, Kutipan akta kelahiran, kutipan akta nikah/buku nikah

bagi penduduk yang belum berusia 17 ( Tujuh belas ) tahun. - FC : Ijazah terakhir pemohon

- Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri ( SKDLN ) yang diterbitkan

oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang datang dari luar negeri karena pindah

(13)

42

- Dokumen pendukung lainnya

2. Penerbitan KTP baru bagi Orang Asing yang memiliki Ijin Tinggal Tetap

dengan syarat – syarat sebagai berikut : - Surat Pengantar Kelurahan

- Kartu Keluarga

- Kutipan Akta Kelahiran

- Paspor dan Ijin Tinggal Tetap

- Kutipan Akta Nikah/ Akta Cerai bagi penduduk yang belum berusia 17 (

tujuhbelas ) tahun

- Buku Catatan Orang Asing ( BOA )

- Surat Keterangan Catatan Kepolisian

3. Penerbitan KTP karena hilang atau rusak bagi penduduk WNI atau WNA

syarat – syaratnya berupa :

- Surat Keterangan dari Kepolisian Setempat

- Foto copy Kartu Keluarga

- Paspor dan Ijin Tempat Tinggal bagi Orang Asing

4. Penerbitan KTP karena pindah datang bagi penduduk WNI dan WNA yang

mempunyai Ijin Tingggal Tetap, syarat – syaratnya berupa : - Surat Pengantar dari Kelurahan

- Surat Keterangan Pindah ( SKP ) dari Daerah asal ( kab/kota lain ) atau

Surat Keterangan Pindah ( SKP ) antar Kecamatan dan antar Kelurahan - Mengisi F1.01 untuk pindahan dari Kab/Kota lain.

- Kartu Keluarga dan KTP Asli

- FC Kutipan Akta Kelahiran

(14)

43

- Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri yang diterbitkan Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil bagi WNI yang datang dari luar negeri karena pindah

5. Penerbitan KTP karena perpanjangan bagi penduduk WNI atau Orang Asing

yang memiliki Ijin Tinggal Tetap, syarat – syaratnya berupa : - Surat Pengantar dari Kelurahan

- Foto Copy Kartu Keluarga

- KTP yang habis masa berlakunya ,

- Fotocopy Paspor, Kartu Ijin Tinggal Tetap dan Surat Keterangan Catatan

Kepolisian bagi Orang Asing yang memiliki Ijin Tinggal Tetap.

6. Penerbitan KTP karena adanya perubahan data bagi penduduk WNI atau Orang

Asing yang memiliki Ijin Tinggal Tetap, syarat –syaratnya berupa : - Surat Pengantar dari kelurahan

- KTP lama

- Surat Keterangan/ Bukti perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa

penting ( Buku Nikah/ Akta Nikah, Akta Cerai, Akta kelahiran/ ijazah dll )

Sistem Mekanisme dan Prosedur sebagai berikut :

1. Penduduk mengsisi dan menandatangani formulir permohonan KTP WNI

2. Penduduk membawa surat pengantar dari RT

3. Petugas registrasi kelurahan melakukan verifikasi dan validasi data

4. Petugas registrasi mencatat dalam Buku Harian Peristiwa Kependudukan

dan Peristiwa Penting ( Buku Register )

5. Lurah/ Kasi Kelurahan menandatangani formulir permohonan KTP

6. Petugas registrasi menyerahkan formulir permohonan KTP kepada

Penduduk untuk dilaporkan kepada Kecamatan / Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

(15)

44

Pelaksanaannya dilakukan di Kecamatan / Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan cara :

a. Penduduk menyampaikan formulir permohonan KTP yang dilampiri

dengan kelengkapan berkas persyaratan sebagai dasar penerbitan KTP b. Petugas verifikator melakukan verifikasi dan validasi data penduduk

c. Petugas operator melakukan entry perekaman data ke dalam data base

kependudukan

d. Petugas operator melakukan pencetakan KTP

e. Kasi KK dan KTP melakukan paraf KTP samping kiri

f. Kabid Pendaftaran dan Pendataan Penduduk melakukan paraf KTP

samping kanan

g. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menandatangani dan

menerbitakn KTP

h. Petugas menyerahkan KTP kepada pemohon

Dalam hal KTP diterbitkan karena pindah datang atau perpanjangan atau adanya perubahan data bagi WNI atau WNA, KTP lama ditarik oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil .

Dalam hal KTP dimuat pas photo berwarna dari penduduk yang bersangkutan ketentuannya :

a. Penduduk yang lahir pada tahun ganjil , latar belakang pas photo berwarna

merah;

b. Penduduk yang lahir genap pada tahun genap, latar belakang pas photo

berwarna biru

c. Pas photo berukuran 2x3 dengan ketentuan 70 % tampak wajah dan dapat

menggunakan jilbab.

Jangka Waktu :

1- 4 hari Kerja

Biaya/ Tarif :

(16)

45

Produk Pelayanan :

Dokumen KTP

SaranaPrasarana dan Fasilitas

1. Gedung Pelayanan yang Representatif

2. Formulir F1.01

3. Blangko KTP

4. Komputer

5. Printer

6. Meja Tulis Pelayanan

7. Rak Dokumen Biodata Kependudukan

Kompetensi :

Kompetensi umum yang dibutuhkan sbb : Pendidikan formal SMA/ D3

Persyaratan fisik sehat, ramah dan tanggap , teliti Kompetensi Bidang :

- Berorientasi pada pelayanan ( BPP )

- Empatik ( E )

- Komunikatif ( K )

- Perbaikan terus – menerus ( PTM )

- Semangat untuk berprestasi ( SB )

Pengawasan

1. Sistem Pengawasan Internal dari atasan langsung dan tidak langsung

(17)

46

Pengaduan dan Saran

1. Pengaduan dan saran lewat Kotak Aduan

2. Saran dan Pengaduan dilakukan secara tertulis kepada Kepala Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil

3. Saran dan Pengaduan lewat: facebook Dinas Kependudukan dan Pencatatan

Sipil

Jumlah Pelaksana

1. Penerima berkas memverifikasi dan validasi persyaratan 1 orang

2. Petugas entry cetak KTP 2 orang

3. Petugas yang menyerahkan dokumen bio data kependudukan 1 orang

Jaminan Pelayananan

Dokumen kependudukan KTP yang terjamin kepastian hukum keperdataannya dan sesuai dengan SOP

Jaminan Keamanan dan Keselamatan

Dokumen kependudukan KTP yang diterbitkan bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis formal oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Evaluasi Kinerja Pelaksana

1. Evaluasi dan pengawasan terhadap kegiatan dilakukan setiap saat jika terjadi

kesalahan dan perubahan atas peraturan pelaksanaan

2. Evaluasi melalui Indek Kepuasan Masyarakat ( IKM ) yang dilakukan di setiap

semester I dan II

Gambar

Gambar 3 : Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Gambar 4 : Struktur Organisasi Dinas Kependudukan Dan pencatatan Sipil                      Kabupaten Mimika
Gambar 5 : Alur Pelayanan e KTP

Referensi

Dokumen terkait

4 Pengadaan blangko administrasi kependudukan & pencatatan sipil 324.500.000 Pekalongan, 21 Februari

Kabupaten Pelelawan berada di daerah seluas 12.490,42 km 2 , terdiri dari 10 kecamatan, ibukota kabupaten ini adalah Pangkalan Kerinci, selain itu juga terdapat beberapa kota

Secara operasional, empati yang ditunjukkan oleh pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu yaitu: (1) karyawan memberikan perhatian kepada masyarakat

Tugas Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pelalawan mempunyai tugas mambantu Bupati melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah yang

Kabupaten Pelelawan berada di daerah seluas 12.490,42 km 2 , terdiri dari 10 kecamatan, ibukota kabupaten ini adalah Pangkalan Kerinci, selain itu juga terdapat beberapa kota

“Proses penyelenggaraan pelayanan publik tidak selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkan, Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika menemui

Tujuan dan sasaran jangka menengah perangkat daerah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao mengacu pada Peningkatan Pelayanan Administrasi

Letak Geografis Daerah Kabupaten Bone merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat Di Propinsi Sulawesi Selatan, secara Geografis letaknya sangat strategis karena adalahpintu gerbang