• Tidak ada hasil yang ditemukan

38 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "38 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum

Provinsi Riau terdiri dari daerah daratan dan perairan. Di daerah perairan terdapat 3.214 pulau besar dan kecil. Sebanyak 743 pulau telah memiliki nama dan sisanya belum. Mayoritas pulau-pulau kecil yang tersebar di perairan laut Cina Selatan belum berpenghuni dengan luas sekitar 329.867,61 km2, sebesar 71,33 % merupakan daerah perairan/lautan. Keberadaannya membentang dari lereng Bukit Barisan sampai ke Laut Cina Selatan, terletak antara 1°15 Lintang Selatan sampai 4°45 Lintang Utara.

Daerah Riau beriklim tropis basah dengan rata-rata curah hujan berkisar antara 2000-3000 mm/tahun yang dipengaruhi oleh musim kemarau serta musim hujan. Rata-rata hujan pertahun sekitar 160 hari.

Provinsi Riau memiliki 11 kabupaten/kota yaitu : (1) Kuantan Singingi, (2) Indragiri Hulu, (3) Indragiri Hilir, (4) Pelelawan, (5) Kampar, (6) Siak, (7) Rokan Hulu, (8) Bengkalis, (9) Rokan Hilir, (10) Pekanbaru, dan (11) Dumai. dengan ibukota Provinsi di Pekanbaru.

4.1.1. Keadaan Geografis dan Demografis

(2)

4.1.2. Struktur Ekonomi

Provinsi Riau merupakan penghasil devisa utama minyak bumi bagi Indonesia, dengan produksi lebih dari 600.000 barrel per hari (sekitar 60 persen dari total produksi minyak dan gas nasional). Selain migas, Riau juga kaya akan potensi sumber daya alam berupa hasil hutan, pertanian, perkebunan, aneka tambang dan mineral, dan hasil laut (perikanan). Semenjak pemekaran wilayah dan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (pada pertengahan 2004), terjadi pergeseran komoditi unggulan ekspor Provinsi Riau. Pada umumnya produk-produk itu dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan modal asing (PMA) di Pulau Batam dan Bintan. Pada saat ini komoditi ekspor unggulan Provinsi Riau ialah produk-produk primer berupa bahan baku dan setengah jadi, seperti minyak mentah sawit (CPO),pulp dan kertas, karet (crumb rubber), kayu lapis (triplex), kayu olahan, produk kelapa, ikan dan udang segar, batu bara, dan lain-lain.

Dalam struktur ekonomi Riau, terdapat tiga sektor yang memberikan kontribusi tertinggi yaitu : pertanian, industri, dan perdagangan. Sumbangan ketiga sektor itu pada pertumbuhan ekonomi Riau mencapai 80,93 persen (2005), diperkirakan meningkat mencapai 81,41 persen (2006), dan akan naik lagi menjadi sekitar 81,62 (2007). Pertumbuhan ekonomi Riau tanpa migas tahun 2005, berdasarkan harga konstan tahun 2000, sebesar 8 persen. Nilai ekspor non migas tahun 2005 sekitar US $ 6.5 milyar, naik 6,5 persen dari tahun 2004 (US $ 6.1 milyar). Pada tahun 2005, APBD Riau sebesar Rp 2,489 triliun (bandingkan dengan APBD Kaltim pada tahun yang sama sejumlah Rp 2,233 triliun).

(3)

4.1.3. Kondisi Sosial Budaya

(4)

Tabel 8. Jumlah penduduk Provinsi Riau tahun 2000 berdasarkan sensus penduduk

No Kabupaten/kota Laki-laki Perempuan Jumlah

1. Kuantan Singingi 110.057 106.675 216.732

2. Indragiri Hulu 126.178 121.128 247.306

3. Indragiri Hilir 286.559 269.142 555.701

4. Pelelawan 80.530 72.419 152.949

5. Siak 125.094 113.692 238.786

6. Kampar 229.228 217.929 447.157

7. Rokan Hulu 138.082 127.604 265.686

8. Bengkalis 268.059 252.182 520.241

9. Rokan Hilir 182.195 170.104 352.299

10. Pekanbaru 298.464 286.976 585.440

11. Dumai 89.953 83.235 173.188

J u m l a h 1.934.399 1.821.086 3.755.485

Tabel 9. Jumlah penduduk masing-masing kabupaten/kota dari tahun 2000 2004

No. Kabupaten/kota 2000 2001 2002 2003 2004

1. Kuantan Singingi

21.732 220.248 235.611 240.582 241.766

(5)

Tabel 10. Kepadatan penduduk Provinsi Riau menurut kabupaten/kota tahun 2004

No. Kabupaten/kota Luas (km2) Jumlah Penduduk

Kepadatan per/km2

1. Kuantan Singingi 7.656,03 241.766 31,58

2. Indragiri Hulu 8.198,26 284.302 34,68

3. Indragiri Hilir 11.605,97 628.500 54,15

4. Pelelawan 11.987,90 215.281 17,96

5. Siak 8.423,08 279.457 33,18

6. Kampar 9.756,74 530.931 54,42

7. Rokan Hulu 6.163,68 328.306 53,26

8. Bengkalis 11.614,78 649.805 55,95

9. Rokan Hilir 8.881,59 425.204 47,87

10. Pekanbaru 446,5 693.912 1.554,11

11. Dumai 1.727,38 213.929 123,85

J U M L A H 86.461,91 4.491.939 51,95

Tabel 11. Jumlah penduduk kabupaten/kota berdasarkan kelompok umur Kelompok Umur

No. Kabupaten/Kota

< 2 2 - 4 5 - 9 10-14 15 - 49 50 - 64 65 +

1. Kuantan Singingi 3.231 14.244 30.103 25.648 137.632 23.255 6.469

2. Indragiri Hulu 4.949 14.222 34.391 38.047 162.850 23.510 4.600

3. Indragiri Hilir 15.330 41.762 83.526 72.965 344.318 56.262 12.066

4. Pelelawan 8.567 15.775 28.062 23.713 116.794 12.914 2.188

5. Siak 11.998 20.118 35.273 25.548 157.237 16.947 6.157

6. Kampar 18.675 33.631 66.698 63.081 288.818 42.401 14.432

7. Rokan Hulu 12.025 24.208 41.244 35.771 181.080 27.900 5.599

8. Bengkalis 18.563 45.216 69.834 70.965 356.823 50.431 20.805

9. Rokan Hilir 12.279 40.698 51.268 53.219 233.070 22.865 7.882

10. Pekanbaru 22.563 44.537 77.671 66.392 394.987 47.002 13.750

11. Dumai 6.054 13.249 24.173 22.022 120.774 15.943 4.073

J u m l a h 134.234 307.660 542.243 497.371 2.494.383 339.430 98.021

4.2. Kabupaten Kampar

4.2.1.Informasi Umum

Kabupaten Kampar terletak diantara 10°25 Lintang Utara 00°20 Lintang Selatan, 100o 42 103o 28 Bujur Timur, dengan batas-batas sebagai berikut :

(6)

Sebelah selatan dengan Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi. Sebelah barat dengan Propinsi Sumatera Barat.

Sebelah timur dengan Kabupaten Pelelawan dan Kota Pekanbaru.

Kabupaten Kampar dengan populasi 415.344 orang, dibagi dalam 13 kecamatan yang meliputi area seluas 11.707,64 km2, hampir seluruh daerah merupakan dataran rendah, terkecuali beberapa daerah yang dilalui oleh Bukit Barisan dengan ketinggian 200 300 m diatas permukaan laut. Iklim di Kabupaten Kampar adalah tropis dengan suhu rata-rata 220 C 310 C. Musim kemarau berlangsung antara bulan Maret Agustus, sementara musim hujan berlangsung antara bulan September Februari. Di Kabupaten ini terdapat tiga Sungai besar, yaitu Siak, Rokan, dan Kampar yang salah satunya bermuara di Selat Malaka. Sungai Kampar sepanjang 413,5 km dengan kedalaman rata rata 7,7 m dan lebar 143 m. Sungai Siak sepanjang 90 km dengan kedalaman rata rata 8 12 m. Disamping itu terdapat lebih kurang seratus sungai yang dapat menghubungkan satu desa ke desa lainnya.

Saat ini (tahun 2006), Kabupaten Kampar memiliki 19 kecamatan, sebagai hasil pemekaran dari 12 kecamatan sebelumnya. Kesembilan belas kecamatan tersebut (beserta ibu kota kecamatan) adalah:

1. Bangkinang (Ibu Kota Bangkinang) 2. Bangkinang Barat (Ibu Kota Kuok)

3. Bangkinang Seberang (Ibu Kota Muara Uwai) 4. Gunung Sahilan (Ibu Kota Gunung Sahilan) 5. Kampar (Ibu Kota Air Tiris)

6. Kampar Kiri (Ibu Kota Sungai Pagar) 7. Kampar Kiri Hilir (Ibu Kota Gema) 8. Kampar Kiri Hulu (Ibu Kota Lipat Kain) 9. Kampar Timur (Ibu Kota Kampar) 10. Kampar Utara (Ibu Kota Desa Sawah) 11. Perhentian Raja (Ibu Kota Pantai Raja) 12. Rumbio Jaya (Ibu Kota Rumbio) 13. Salo (Ibu Kota Salo)

14. Siak Hulu (Ibu Kota Pandau) 15. Tambang (Ibu Kota Tambang) 16. Tapung (Ibu Kota Petapahan)

(7)

4.3.2.Fasilitas dan Infrastruktur

Transportasi

Transportasi secara umum dapat diperlancar dengan menggunakan jalan yang sudah ada sepanjang 1.836,48 km yang terdiri dari 459,33 km jalan aspal, 849,85 km jalan kerikil, dan 527,30 km jalan tanah. Namun, transportasi sungai tetap memegang peranan penting untuk menghubungkan desa-desa. Transportasi udara untuk Masyarakat Kampar biasanya melalui Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, yang berjarak 60 km dari Bangkinang.

Listrik

Suplai kebutuhan listrik di Kabupaten Kampar disediakan oleh PLN cabang Bangkinang dengan 4 mesin diesel dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Koto Panjang dengan kapasitas 114,240 Kwh pada tahun 2001.

Telekomunikasi

Layanan telekomunikasi di Kampar disediakan oleh PT Telkom yang disediakan untuk sambungan lokal dan interlokal, serta telepon selular.

Air Bersih

Suplai air bersih didistribusi oleh PDAM Tirta Kampar. Layanan PDAM ini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri, perkantoran, sekolah, dan pertokoan. Kapasitas air yang disediakan oleh PDAM tersebut tercatat sebanyak 971.818 m3.

Fasilitas Pendukung Lainnya

(8)

4.2.3. Beberapa Potensi Daerah

Hasil Pertanian

Lahan yang tersedia untuk pertanian seluas 17.553 ha yang terdiri dari sawah dan ladang. Ada 3 daerah yang merupakan penghasil beras terbesar, yaitu Kecamatan Kampar 18.670,54 ton, Kecamatan Bangkinang Barat 6.925,21 ton, dan Kecamatan XIII Koto Kampar 6.857,97 ton beras. Beberapa daerah perladangan terdiri dari jagung 2692 ha, singkong 997 ha, kentang manis 293 ha, kacang 567 ha, kacang kedele 472 ha, dan buncis 232 ha.

Perkebunan

Terdapat beberapa komoditas perkebunan di Kabupaten Kampar, antara lain minyak sawit, kelapa, karet, kopi, dan lain-lain. Lahan yang ditanami seluas 304.564 ha pada tahun 2001, 70,43% untuk kebun kelapa sawit, dan 26,90% untuk karet. Pada area ini, 218.000 ha lahan sudah menghasilkan. 74.45% untuk sawit dan 22.97% untuk karet.

Peternakan

Kampar adalah salah satu daerah yang memproduksi hewan ternak dalam jumlah yang besar di Propinsi Riau, terutama untuk sapi dan kerbau, dan sampai saat ini masih mensuplai hewan ternak untuk daerah lain di Riau.

Perikanan

Perikanan sangat potensial diadakan di daerah Kampar. Dari hasil perikanan, diperkirakan dapat memperoleh keuntungan sebesar Rp 18,77 milyar.

Kehutanan

(9)

Pertambangan

Batu gamping : Batu gamping ini ditemukan di Desa Gema, di belakang Bukit Biaro dengan ketebalan 15 m dan tersebar di area seluas 15 ha. Batu gamping dapat diproduksi untuk berbagai tujuan, seperti cat, kalsinat, pengatur keasaman di perindustrian, menambah keasaman tanah di pertanian, untuk keramik, atap, asbak, dan kerajinan tangan.

Kaolin : Kandungan kaolin dapat ditemukan di Sungai Sibayang, Desa Gema dengan kedalaman 2,5 m dan menutupi tanah sepanjang 2 m. Kaolin dapat digunakan untuk bahan baku keramik, penghambat listrik, campuran semen, sebagai pengisi dalam proses pembuatan kertas.

Bentonit : Bentonit dapat ditemukan di 2/4 perjalanan jalan beraspal dari Pekanbaru ke Lipat Kain, dengan ketebalan 5 7 m , dengan mineral yang tersebar seluas 15 ha.

Industri

Terdapat 11 buah industri berskala besar, 60 industri menengah, dan 720 industri kecil di Kampar pada tahun 1998. Industri kecil selalu menyerap tenaga kerja di daerah ini terutama untuk sektor pertanian dan hutan. Selain itu industri metal, mesin, dan kimia menyerap 10,62% tenaga kerja dan industri lainnya 3,57%.

4.3.Kabupaten Pelelawan

4.3.1.Informasi Umum

Kabupaten Pelelawan terletak di bagian timur Riau Daratan. Daerah ini tersebar di sepanjang hilir Sungai Kampar. Pelelawan adalah salah satu Kabupaten yang besar dan memiliki posisi strategis karena dekat dengan jalur pelayaran internasional.

Secara geografis, Kabupaten Pelelawan terletak antara 250 0020 Lintang Selatan dan 1000 42 1030 28 Bujur Barat, dengan batas sebagai berikut:

(10)

Sebelah selatan dengan Kabupaten Indragiri Hulu, Hilir, dan Kuantan Singingi.

Sebelah barat dengan Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Sebelah timur dengan Kabupaten Karimun dan Kepulauan Riau.

Kabupaten Pelelawan berada di daerah seluas 12.490,42 km2, terdiri dari 10 kecamatan, ibukota kabupaten ini adalah Pangkalan Kerinci, selain itu juga terdapat beberapa kota penting, yaitu Pangkalan Kuras, Ukui, Sorek, Langgam, Teluk Meranti. Jumlah populasi adalah 213.399 jiwa, dan di Pangkalan Kerinci berjumlah 47.709 jiwa.

Secara topografi, Pelelawan memiliki lokasi yang berbukit dan bergelombang. Sungai terbesar, yaitu sungai Kampar langsung bermuara ke Selat Malaka. Sungai Kampar juga berfungsi sebagai media transportasi, air minum, dan irigasi. Kabupaten ini beriklim tropis dan bertemperatur antara 220 320C. Jalan nasional yang menghubungkan Pekanbaru - Jambi dan Pekanbaru Kuala Enok, melalui Pangkalan Kerinci. Sementara jalan yang menghubungkan kecamatan masih berupa jalan tanah yang keras.

Kabupaten Pelelawan mencakup daerah daratan dan sebagai lautan dengan keadaan topografi datar, bergelombang dan berbukit dengan jenis tanah pada umumnya podzolik merah kuning, dengan bahan induk batuan endapan dan beku dan sebagian lainnya dengan jenis tanah organosol dan gleihumus dengan bahan induk aluvial.

Di Kabupaten Pelelawan melintas sebuah sungai besar yaitu Sungai Kampar yang berhulu di Provinsi Sumatera Barat dengan panjangnya mencapai 413, 5 kilometer dengan kedalaman rata-rata 7,7 meter dan lebar rata-rata 143 meter. Di wilayah Kabupaten Pelelawan sungai ini dapat dilayari dengan kapal bermotor kecil.

(11)

pembantu. Tetapi berdasarkan SK Gubernur Provinsi Riau No. 136/TP/1443, Kabupaten Pelelawan dimekarkan kembali menjadi 10 (sepuluh) kecamatan. Namun setelah terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Pelelawan Nomor 06 Tahun 2005, maka sekarang ini Kabupaten Pelelawan terdiri dari 12 kecamatan (Tabel 12)

Tabel 12. Nama kecamatan, luas wilayah, jumlah kelurahan dan desa di Kabupaten Pelelawan tahun 2003

Jumlah

No Kecamatan Ibukota Luas Wilayah

(Km2) Kelurahan Desa Jumlah

1 Langgam Langgam 1.324,13 1 6 7

2 Pangkalan Kerinci Pangkalan Kerinci 2.08,88 6 6

3 Pangkalan Kuras Sorek Satu 1.250,72 1 15 16

4 Ukui Ukui Satu 1.315,70 11 11

5 Pangkalan Lesung Pangkalan Lesung 472,74 8 8

6 Bunut Pangkalan Bunut 705,45 1 13 14

7 Pelelawan Pelelawan 1.565,14 10 10

8 Kuala Kampar Teluk Dalam 1.007,34 1 7 8

9 Kerumutan Kerumutan 1.174,39 8 8

10 Teluk Meranti Teluk Meranti 3.465,94 9 9

Jumlah 12.490,42 4 93 97

4.3.2. Fasilitas dan Infrastruktur

Transportasi

Jalan sepanjang 1700 km dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya. Sementara untuk yang lainnya adalah jalan tanah yang dipadatkan. Kabupaten Pelelawan diseberangi oleh Sungai Kampar. Untuk melalui sungai ini, maka dapat digunakan media transportasi berupa speedboat atau sampan motor.

(12)

Listrik

Jumlah keseluruhan energi listrik yang tersedia di Kabupaten Pelelawan pada tahun 2000 adalah 350,54 MW, yang melayani perindustrian dan kebutuhan rumah tangga.

Telekomunikasi

Jaringan telepon sudah dapat dilayani di berbagai kecamatan di Pelelawan. Sementara itu faksimili dan telepon selular baru dapat dilayani di Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, dan Bunut. Pada tahun 2002, jaringan telepon mencapai 2451 sambungan yang tersebar di Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, dan Ukui. Layanan pos sudah mencapai ke seluruh daerah di Pelelawan.

Air Bersih

Air bersih disalurkan melalui sistem pemipaan dan tanpa pipa. Layanan air bersih ini ditangani oleh Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kampar (PDAM), yang terdiri dari 4 unit produksi dengan kecepatan 5-10 liter/detik, dan terbatas sebagian kecilnya untuk kebutuhan rumah tangga.

Fasilitas Pendukung Lainnya

Terdapat 3 Bank komersial yang telah beroperasi di Kabupaten Pelelawan, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Pangkalan Kerinci dan Sorek, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Bank Negara Indonesia (BNI) di Pangkalan Kerinci. Untuk layanan kesehatan terdapat Rumah Sakit Umum dan Puskesmas sebanyak 207 bangunan dan 114 tenaga medis.

4.3.3.Beberapa Potensi Daerah

Pertanian

(13)

Perikanan

Sektor perikanan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Pelelawan adalah tambak udang, ikan dalam kolam, tambak ikan, dan penangkapan ikan dari laut dan sungai.

Perkebunan

Dari sektor perkebunan, komoditas seperti minyak sawit, kelapa, dan karet memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan dan dijual dipasaran domestik serta lokal.

Hutan

Kabupaten Pelelawan memiliki potensi untuk mengembangkan kayu tebang dan kemudian diolah menjadi bubur kayu dan kertas. Industri ini ditangani oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper.

Pertambangan

Pertambangan di Kabupaten Pelelawan tidak dieksploitasi secara optimal. Beberapa mineral cukup potensial di Pelelawan yaitu bahan tambang kelas C (bentonite, pasir kuarsa, dan kaolin), gas alam, batu bara, air bawah tanah, air Sungai Kampar.

Industri dan Perdagangan

Gambar

Tabel 8. Jumlah penduduk Provinsi Riau tahun 2000 berdasarkan sensuspenduduk
Tabel 10. Kepadatan penduduk Provinsi Riau menurut kabupaten/kota tahun2004
Tabel 12. Nama kecamatan, luas wilayah, jumlah kelurahan dan desa diKabupaten Pelelawan tahun 2003

Referensi

Dokumen terkait

Inventarisasi hutan rakyat yang dilakukan oleh Team Universitas Lambung Mangkurat (Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera menjadi jalur lintas strategis sektor transportasi. Melihat peran penting Lampung sebagai jalur

Berada langsung dibawah Direktorat Jenderal Imigrasi, keberadaan Kantor Imigrasi Bandar Lampung dengan jelas memiliki suatu peran yang sangat penting, terutama dalam

Selain memiliki garis pantai yang cukup panjang tersebar dibeberapa kecamatan, kabupaten Luwu juga memiliki kawasan pertambakan yang cukup luas yang terdapat di

255/Menhut-II/2004 tentang Perubahan Fungsi Sebagai kawasan Hutan Tesso Nilo yang terletak di kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu Provinsi Riau seluas 38.576

Salah satunya adalah tanaman lada, selain karet, kelapa, dan kelapa sawit, yang merupakan tanaman-tanaman produksi dengan jumlah produksi yang paling besar di

Kantor Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika Meruapakan salah satu Instansi Pememrintah Daerah dari 21 Intansi Pemerintah Daerah yang ada di

(Dahulu orang-orangnya ya ayahnya Pak Didik yang bernama Pak Sururi, dulu aggota DPR Kota Salatiga.lilik kalau dahulu dikenal dengan nama Lilik cebol, terus Ponimin,