BAB II
TINJAUAN TEORITIS
II.1 Pengertian Pesan
Pesan yaitu tanda (signal) atau kombinasi tanda yang berfungsi sebagai stimulus (pemicu) bagi penerima tanda.Pesan dapat berupa tanda atau symbol. Sebagian dari tanda dapat bersifat universal, yakni dipahami oleh sebagian besar manusia diseluruh dunia.(Muhamad Mufid, 2005:4)
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan olehkomunikator.Adapun pesan menurut Onong Effendy, menyatakan bahwa pesan adalah: “suatu komponen dalam proses komunikasi berupa paduan dari pikiran dan perasaan seseorang dengan menggunakan lambang, bahasa/lambang-lambang lainnya disampaikan kepada orang lain”. Sedangkan Abdul Hanafi menjelaskan bahwa pesan itu adalah “produk fiktif yang nyata yang di hasilkan oleh sumber–encoder”. Kalau berbicara maka“pembicara” itulah pesan, ketika menulis surat maka “tulisan surat” itulah yang dinamakan pesan.
Pesan dapat dimengerti dalam tiga unsur yaitu:
1) Kode pesan adalah sederetan simbol yang disusun sedemikian rupa sehingga bermakna bagi orang lain. Contoh bahasa Indonesia adalah kode yang mencakup unsur bunyi, suara, huruf dan kata yang disusun sedemikian rupa sehingga mempunyai arti.
2) Isi pesan adalah bahan untuk atau materi yang dipilih yang ditentukan oleh komunikator untuk mengkomunikasikan maksudnya.
3) Wujud pesan adalah sesuatu yang membungkus inti pesan itu sendiri, komunikator memberi wujud nyata agar komunikan tertarik akan isi pesan didalamnya.
Selain hal tersebut di atas, pesan juga dapat dilihat dari segi bentuknya. Menurut A.Widjaja dan M. Arisy Wahab terdapat tiga bentuk pesan yaitu:
a) Informatif
Yaitu untuk memberikan keterangan fakta dan data kemudian komunikan mengambil kesimpulan dan keputusan sendiri, dalam situasi tertentu pesan informatif tentu lebih berhasil dibandingkan persuasif.
b) Persuasif
Yaitu berisikan bujukan yakni membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan sikap berubah. Tetapi berubahnya atas kehendak sendiri. Jadi perubahan seperti ini bukan terasa dipaksakan akan tetapi diterima dengan keterbukaan dari penerima.
c) Koersif
Menyampaikan pesan yang bersifat memaksa dengan menggunakan sanksi-sanksi bentuk yang terkenal dari penyampaian secara inti adalah agitasi dengan penekanan yang menumbuhkan tekanan batin dan ketakutan dikalangan publik. Koersif berbentuk perintah-perintah, instruksi untuk penyampaian suatu target.1
Terhadap suatu pesan yang dikomunikasikan ingin mempunyai kemampuan untuk meramalkan efek yang timbul pada komunikan.Maka tidaklah mengherankan apabila dalam setiap melaksanakan penyampaian pesan tidak terlepas dari keinginan untuk menjadikan pesan itu diterima oleh komunikan. Tetapi untuk menjadikan pesan itu dapat di terima maka harus memperhatikan berbagai macam kondisi cara penyampaian dan memenuhi syarat dari suatu pesan. Wilbur Schramm menampilkan apa yang disebut “The Condition Of Succes In Communication” yakni kondisi yang harus dipenuhi jika menginginkan agar suatu pesan membangkitkan tanggapan yang dikehendaki. Kondisi tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
a) Pesan harus dirancang sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian komunikan.
15 Martoon Sulting bandung. Blogspot.com/2010/10/pengertian-pesan.html diunduh pada tanggal
b) Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga sama-sama mengerti.
c) Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.
d) Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan tadi yang layak bagi situasi kelompok dimana komunikan berada pada saat ia digerakan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.
Dalam menciptakan pengertian yang baik dan tepat antara komunikator dan komunikan, pesanharus disampaikan sebaik mungkin. Sedikitnya ada sembilan pesan menurut S.M Siahaan dalam bukunya “Komunikasi Pemahaman dan Penerapan” yaitu:
1. Pesan harus cukup jelas (Clear), bahasa yang mudah dipahami, tidak berbelit-belit, tanpa denotasi yang menyimpang dan tuntas.
2. Pesan itu mengandung kebenaran yang mudah diuji (Corect), berdasarkan fakta, tidak mengada-ada dan tidak diragukan.
3. Pesan itu diringkas (Concise) dan padat serta disusun dengan kalimat pendek (to the point ) tanpa mengurangi arti yang sesungguhnya.
4. Pesan itu mencakup keseluruhan (Comprehensif), ruang lingkup pesan mencakup bagian-bagian yang penting dan yang patut diketahui komunikan.
5. Pesan itu nyata (concret) dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan data dan fakta yang ada, tidak sekedar isu/kabar angin.
6. Pesan itu lengkap (complete) dan disusun secara sistematis.
a) Pesan itu menarik dan meyakinkan (Convincing) menarik karena bertautan dengan dirinya sendiri, menarik dan meyakinkan karena logis.
b) Pesan itu disampaikan dengan sopan (Courtesy) harus diperhitungkan kadar kebiasaan, kepribadian, pola hidup dan nilai-nilai komunikasi, nilai-nilai etis sangat menentukan sekali bagaimana orang bisa terbuka.
c) Nilai pesan itu sangat mantap (Concisten) artinya tidak mengandung pertentangan antara bagian pesan yang lain, konsistensi ini sangat penting untuk meyakinkan komunikan akan kebenaran pesan yang disampaikan. (Siahaan, 1991:63)
Sedangkan menurut A.W. Widjaja dalam buku “Ilmu Komunikasi Pengantar Studi” menyatakan pesan yang disampaikan harus tepat, ibarat membidik dan menembak maka peluru yang keluarlah harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Berisikan hal-hal yang umum dipahami oleh sasaran, bukan soal-soal yang dipahami oleh seseorang atau kelompok tertentu.
2. Jelas dan gamlang
Pesan itu harus jelas tidak samar-samar jika menggunakan perumpamaan hendaknya yang senyata mungkin.
3. Bahasa yang jelas
Sejauh mungkin hindari menggunakan istilah-istilah yang tidak di pahami oleh audien atau khalayak gunakanlah bahasa yang sesuai dengan komunikan. Hati-hati dalam menggunakan bahasa istilah daerah karena akan memberikan penafsiran yang berbeda diantara satu daerah dengan daerah yang lainnya.
4. Positif
Setiap pesan agar diusahakan atau diutamakan dalam bentuk positif dengan mengemukakan pesan itu diupayakan agar lebih mendapatkan simpati.
5. Seimbang
Pesan yang disampaikan hendaknya wajar sebab jika tidak wajar akan cenderung ditolak, sebaliknya pesan itu harus seimbang, selaras dan serasi.
6. Kondisi
Penyesuaian dengan keinginan komunikan dan orang-orang yang menjadi sasaran komunikasi selalu mempunyai keinginan tertentu oleh
sebab itu perlu mengetahui keadaan, waktu dan tempat dalam penyampaian.2
Dengan demikian berdasarkan pernyataan di atas dapat di katakan bahwa pesan yang disiarkan media massa bersifat umum, karena memang demi kepentingan umum, maka penataan pesannya bergantung pada media yang bersangkutan.
Dalam hal ini pesan dakwah yang disampaikan oleh program Radio-Qu dengan metode dialog interaktif, sehingga pendengar bisa lebih mudah memahami pesan dakwah yang di sampaikan.
II.2 Pengertian Dakwah
Secara etimologis, dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu da’a, yad’u, da’wan, du’a yang diartikan sebagai mengajak atau menyeru, memanggil, seruan, permohonan dan permintaan. Istilah dakwah sering diberi arti yang sama dengan istilah-istilah tabligh, amar ma‟ruf dan nahi munkar, mauidzohasanah, tabsyir, indzhar, washiyah, tarbiyah, ta‟lim, dan khotbah.
Pada tataran praktik dakwah harus mengandung dan melibatkan tiga unsure, yaitu penyampaian pesan, informasi yang disampaikan, dan penerima pesan. Namun dakwah mengandung pengertian yang lebih luas dari istilah-istilah tersebut, karena istilah dakwah mengandung makna sebagai aktivitas menyampaikan ajaran islam, menyuruh berbuat baik dan mencegah perbuatan munkar, serta menberi kabar gembira dan peringatan bagi manusia.(M.Munir dan Wahyu ilahi, 2006:17)
Dakwah secara bahasa mempunyai makna bermacam-macam: 1. Memanggil dan menyeru, seperti dalam firman Allah surat Yunus ayat
25:
2Definisi ahii.blogspot.com/2013/05/definisi-pesan-menurut-ahli.html diunduh pada tanggal 27
“ Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang
dikehendaki-Nya kepada jalan yang Lurus (Islam) (Revisi Al-Qur‟an dan terjemahannya juz 1-juz 30.1992. Departemen Agama
Republik Indonesia)
2. Menegaskan atau membela, baik terhadap yang benarataupun yang salah, yang positif ataupun yang negatif.
3. Suatu usaha berupa perkataan ataupun perbuatan untuk menarik seseorang kepada suatu aliran atau agama tertentu.
4. Do‟a (permohonan)
5. Meminta dan mengajak seperti ungkapan da’a bi as-syai’ yang artinya meminta di hidangkan atau di datangkan makanan atau minuman.(Faizah dan Efendi Muchsin, 2006:5)
Dengan demikian secara etimologis, pengertian dakwah dan tabligh itu merupakan suatu proses penyampaian pesan-pesan tertentu yang berupa ajakan atau seruan dengan tujuan agar orang lain memenuhi ajakan tersebut.
Untuk lebih jelasnya, pengertian dakwah(secara terminologis) beberapa definisi sebagai berikut:
1. H. Endang S. Anshari mengatakan sebagai berikut: a. Arti dakwah dalam arti terbatas ialah:
Menyampaikan islam kepada manusia secara lisan, maupun secara tulisan, ataupun secara lukisan.(panggilan. Seruan, ajakan kepada manusia pada islam).
b. Arti dakwah dalam arti luas:
Penjabaran, penerjemahan, dan pelaksanaan islam dalam kehidupan dan penghidupan manusia(termasuk didalamnya politik,
ekonomi, social, pendidikan, ilmu pengetahuan, kesenian, keeluargaan, dan sebagainya).
2. Prof. Thoha Yahya Omar M.A.
Definisi ilmu dakwah secara umum ialah suatu ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara dan tuntunan, bagaimana seharusnya menari perhatian manusia untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu idiologi-pendapat, pekerjaan tertentu.
Definisi dakwah menurut islam ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan, untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.
Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa pada dasarnya lapangan dakwah itu sangat luas sekali, meliputi priehidupan dari manusia itu sendiri. Lapangan dakwah meliputi semua aktivitas manusia dalam hubungannya secara totalitas, baik sebagai individu, sebagai anggota masyarakat, bahkan sebagai warga alam semesta.(Toto Tasmara, 1997:32)
II.3 Pesan Dakwah Sebagai Media Komunikasi
Pengertian Pesan Dakwah
Dalam Istilah komunikasi, materi dakwah atau maddah Ad-Dakwah disebut dengan Istilah massage (pesan). Materi dakwah adalah seluruh ajaran islam yang mencakup dalam al-qur’an dan Sunnah Rasul yang meliputi tiga prinsip pokok ; akidah, akhlak dan hukum-hukum, yang biasa disebut dengan “syariat islam” walaupun pengertian syariat islam itu sendiri bias dikacaukan dengan pengertian fiqh atau hokum islam. Dalam hal ini, menurut Muhammad ‘Ali al-Sayis, kata syari’at berarti jalan yang lurus. Kemudian arti ini dijabarkan menjadi hokum-hukum syara’ mengenai perbuatanmanusia, yang diperoleh dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadist Nabi yang shahih. Dengan demikian , materi dakwah meliputi seluruh ajaran islam dengan segala aspeknya dan hal ini dijiwai dengan keberadaan Rasul Allah SAW, sebagai pembawa rahmad di alam ini sesuai QS: Al anbiya’:107Artinya:
“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
alam.”
.Materi dakwah (Maddah Ad-Dakwah) adalah pesan- pesan dakwah Islam atau segala sesuatu yang harus disampaikan subyek dakwah kepada obyek dakwah, yaitu keseluruhan ajaran Islam yang ada di Kitabullah maupun Sunah Rasul-Nya. Pesan-pesan dakwah yang disampaikan kepada obyek dakwah adalah pesan- pesan yang berisi ajaran Islam.Sumber Materi Dakwah yaitu Al-Qur’an, Hadist dengan cara ijtihad.
1. Masalah Keimanan (Aqidah)
Aqidah..Aqidah adalah pokok kepercayaan dalam agama Islam. Aqidah Islam disebut Tauhid dan merupakan inti dari kepercayaan. Dalam Islam, Aqidah merupakan I’tiqad Bathiniyah yang mencakup masalah-masalah yang erat hubungannya dengan rukun Iman. “Iman ialah engkau percaya kepada Allah, Malaikat- malaikat-Nya, Kitab-KitabNya, Rasul-rasulNya, Hari Akhir dan percaya adanya ketentuan Allah yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)Dalam Bidang Aqidah bukan hanya pembahasan yang wajib di Imani saja, tetapi materi dakwah meliputi masalah yang dilarang juga.
2. Masalah Keislaman (Syari’at)
Keislaman/Syari’atSyariat adalah seluruh hukum dan perundang-undangan yang terdapat dalam agama Islam, baik hub manusia dengan Tuhan, maupun manusia dengan manusia.Dalam Islam, Syari’at berhubungan erat dengan amal lahir (nyata), dalam rangka mentaati semua hukum Allah, guna mengatur hub antara manusia dengan Tuhannya dan mengatur antara manusia sesama manusia. “Islam adalah bahwasannya engkau menyembah kepada Allah, tidak mempersekutukan Allah, mengerjakan Shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan dan menunaikan Haji”. (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Budi Pekerti (Akhlaqul Karimah)Aklak
Budi Pekerti (Akhlaqul Karimah)Aklak dalam akivitas dakwah (sebagai materi dakwah) merupakan pelengkap saja, yakni untuk melengkapi keImanan dan
keIslaman seseorang. Meskipun hanya pelengkap, materi akhlaq tetaplah penting. “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan Akhlak yang mulia” 4. Masalah Kemasyarakatan (ukhuwah, pendidikan, sosial, kebudayaan, politik dll) Materi Dakwah yang harus disampaikan tercantum dalam penggalan ayat “saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran”. (QS. Al-‟Ashr (103):5)
Toto Tasmara (1986: 17) mengemukakan, bahwa seorang ahli komunikasi yang professional dituntut untuk mengetahui pengetahuan psikologi social sebagai bahan bagi dirinya untuk melakukan approachpada bidang sasaran komunikasinya. Sebelum terjun pada dunia komunikasi mestinya terlebih dahulu membuat perencanaan, pemetaan, dari situasi total yang termasuk di dalamnya situasi psikologis, sosiologis serta lingkungannya yang mempengaruhi komunikan.
Dengan demikian, pesan-pesan (message) komunikasi dakwah akan sangat dipengarhi oleh:
a. Kemampuan (komunikan) menerima pesan dari komunikator.
b. Proses pengaruh-mempengaruhi, bertambah intensif suatu interasi social, bertambah kaya pula komunikasi yang terjadi.
c. Daya tanggap (interpretasi) dari komunikan dalam menerima suatu pesan komunikasi sangat di tentukan oleh situasi dirinya serta keterkaitannya dengan norma-norma di mana dia hidup sebagai anggota kelompok tertentu.
Pesan suatu komunikasi juga dipengaruhi oleh factor “sence of selectivity” dari komunikan, yaitu sejauh manakah pesan tersebut menguntungkan atau merugikan bagi kepentingan dirinya.
Apabila pesan-pesan yang dituangkan dalam bentuk lambing-lambang tertentu sudah dapat dimengerti, dan kemudian mampu menciptakan pengertian yang sama antara komunikator dengan kominikan, maka sampailah kepada tahap “convergenutas” (berfikir sama).
Demikian pula dengan pesan dakwah, Ahmad Subandi (1994:135) mengatakan bahwa bila dikaji dari segi komunikasi, maka dakwah memuat suatu pernyataan (panggilan) yang disampaikan kepada manusia yang lainnya seperti halnya unsure pesan dalam proses komunikasi.
Adapun “da‟I” analog dengan komunikator, sedangkan mad‟u sama dengan komunikan. Unsur terebut satu sama lain membentuk suatu kerangka kmunikasi yang paling mendasar seperti yang digambarkan Wilbur Scram dalam bukunya “How Communication Works” dari Onong (1993:41) sebagai berikut:
ENCODER SIGNAL DECODER (KOMUNIKATOR) (MESSAGE) (KOMUNIKAN)
DAA‟AN AL-MAADAH AL-MAD‟U
Dari gambar tersebut dapat kita pahami bahwa kegiatan dakwah pun merupakan proses komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari dakwah mempunyai arti konotatif sebagai penyampaian ajaran islam yang ditujukan kepada umat, atau mengajak umat agar mau menganut agama islam (bagi yang belum menganutnya) dan memperdalam ajarannya (bagi yang sudah menganutnya).
Sama halnya makna dakwah ditinjau dari segi komunikasi sebagaimana dikemukakan oleh Toto Tasmara (1996:38) Dakwah merupakan suatu proses penyampaian pesan-pesan (message) berupa ajaran islam yang disampaikan secara persuasif (hikmah) dengan harapan agar komunikan dapat bersikap dan berbuat amal shaleh sesuai dengan ajaran islam tersebut.
Namun demikian proses komunikasi dakwah hendaknya bertumpu pada Human Oriented maka konsekuensi logisnya adalah pengakuan dan penghargaan pada hak-hak yang bersifat demokratis adalah suatu bidang yang sangat penting untuk diperhatikan dalam proses dakwah. Sehingga fungsi dakwah yang sangat menonjol dalam hal ini adalah fungsi yang bersifat informan (penyampaian). Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur‟an surat Al-Ghaasyiyah ayat 21-22:
“Maka berilah peringatan, karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.” (Hasbi Ashshidiqqi, 1989:105)
Diperjelas lagi dalam surat An-Nahl Ayat 82:
“Jika mereka tetap berpaling, Maka Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”(Hasbi Ashshiddiqi, 1989:414)
II.4 Profil Radio-Qu 92.9 FM Cirebon
A. Sejarah Berdirinya Radio-QU 92.9FM Cirebon
Radio-Qu 92.9FM Cirebon, dirintis pada tanggal 10 Januari 2010.Radio dengan ciri khas penyampaian pesan bersandarkan Dakwah bil hikmah dikonfigurasi dengan memadukan unsur Dakwah Islamiyah, informasi dan hiburan Islami. Formulasi tersebut disarikan kedalam motto Radio-Qu 92.9FM Cirebon “Inspirasi Spirit Hati”.
Radio-Qu 92.9FM Cirebon hadir dalam rangka menyampaikan pesan-pesan Dakwah.Dunia dakwah adalah dunia cahaya dan lautan cahaya yang menerangi jiwa raga dan semesta dengan petunjuk risalah Rasulullah SAW. Gebyar dan gemerlapnya sebuah kota jika tidak dibarengi dengan petunjuk Risalah Rasulullah tidak akan membangun moral dan kemanusiaan. Maka risalah Rasulullah sebagai cahaya harus senantiasa di hadirkan seirama dengan status kemulyaan umat Rasulullah SAW sebagai (khoiro ummatin
ukhrijat linnasi) umat terbaik yang dihadirkan oleh Allah ke muka bumi.Mulia karena membawa & mengantar cahaya kepada yang membutuhkannya.Semua dari kita yang merasa umat Rasulullah SAW harus bisa mengambil bagian dari tugas dakwah ini. Siapapun kita, yang kaya yang miskin yang pandai dan yang bodoh selagi umat Rasulullah SAW ia harus berpartisipasi dalam kebaikan dan menjauhi kemungkaran.
Berangkat dari spirit diatas goal setting dari hadirnya Radio-Qu 92.9FM Cirebon, terciptanya komunitas pendengar loyal, produktif dan penuh ukhuwah bersemangat untuk terus memperbaiki diri menjadi Umat Terbaik yang dicintai Allah SWT.
B. Visi Misi Radio-Qu 92.9FM Cirebon
Visi nya adalah menjadi radio dakwah referensi umat islam. Misi Radio-Qu 92.9FM Cirebon
1) Memberikan layanan dakwah Islam sebaik mungkin melalui konsep dan aktifitas On Air dan Off Air Radio-Qu 92.9FM Cirebon
2) Terbentuknya komunitas pendengar loyal Radio-Qu 92.9FM Cirebon yang pada akhirnya nanti mampu memberikan manfaat dunia dan akhirat. 3) Radio-Qu 92.9FM Cirebon menjadi katalisator terciptanya Sinergi dengan
membangun kemitraan yang saling memberikan manfaat.
4) Radio-Qu 92.9FM Cirebon melalui aktifitas off air menjadi media branding dan distribusi terpercaya.
C. Filosofi Radio-Qu 92.9FM Cirebon
Didalam menyeru kepada kebaikan tentu ada tata krama yang tidak pernah terlepas dari makna ilmu dan akhlak.„Ilmu‟ saja tanpa akhlak tidak bisa membangun dan „Akhlak‟ tanpa ilmu adalah lemah, maka harus digabungkan antara ilmu dan akhlak.Dalam irama mengajak kepada kebaikan tugas kita adalah menjauhkan siapapun dari murka Allah SWT. Seorang muslim harus semakin didekatkan kepada AllahSWT dan ditarik
dengan penuh kerinduan agar ia bisa merindukan Allah SWT. Dan yang belum masuk Islam harus diajak dengan penuh kasih sayang agar kenal Allah SWT.
Ada beberapa hal yang harus dicermati disaat kita mengajak kepada kebaikan.
Pertama adalah koreksi. Disaat kita melihat kesalahan yang kita duga ada pada orang lain, maka mula-mula yang harus kita lakukan adalah menemukan kesungguhan sebuah kesalahan, jangan sampai terlanjur kita mengangkat suara menyalahkan orang lain ternyata kesalahan justru ada pada diri kita. Kita harus mengoreksi diri terlebih dahulu dengan mendiskusikannya kepada pakarnya agar jangan salah dalam menyalahkan orang.Disini ada makna pengukuhan dan pendalaman ilmu.Jika kita menemukan kesalahan ada pada diri kita, maka segeralah kita meninsyafinya dan memohon maaf. Dan jika kesalahan ada pada orang lain maka saat itulah kita menuju langkah berikutnya dalam mengajak kepada kebaikan. Artinya, jika langkah yang pertama ini belum kita lakukan maka sungguh tidak pantas kalau kita menuju kepada langkah berikutnya.
Kedua, bila kita menemukan kesalahan ada pada orang lain. Kita harus bedakan apakah kesalahan tersebut dilakukan dengan sengaja menentang Allah SWT atau karena ia belum tahu kalau dia salah? Karena ini adalah dua model manusia yang sangat berbeda ketika kita mengajaknya kepada kebenaran.Jika ternyata ia tergolong yang melakukan kesalahan karena ia belum tahu kalau ia salah maka cukuplah kita tunjukkan kebenaran kepadanya dengan keindahan dan jangan ditambah lagi dengan celaan dan cacian. Sebab saat kita menunjukkan kebenaran kepadanya sungguh itu sama artinya kita mengatakan kepadanya jika ia salah. Setelah itu jangan sampai kita memutus silaturrahmi baik disaat ia menerima atau tidak.
Langkah ketiga adalah kesabaran, Jangan mudah putus asa, Karena dakwah adalah perjuangan indah yang tiada henti, sebagaimana Rosulullah
Muhammad SAW membangun keindahan dengan keindahan hingga beliau menghadap Allah SWT.
D. Identitas Radio-Qu 92.9 FM Cirebon
Nama Perusahaan : PT.Radio Mustika Sahid Gelar FM
Station ID : Radio FM
Sapaan pendengar : SahabatQU
Kickers/ slogan : Inspirasi Spirit Hati
Alamat Kantor : Jl. Pangeran Cakrabuana No. 179 B. Gudang Air Kel. Sendang Kec. Sumber Kab. Cirebon Alamat Studio On Air : Jl. Pangeran Cakrabuana No. 179 B. Gudang Air Kel. Sendang Kec. Sumber Kab. Cirebon
Telp : 0231 2522549, 0231 3367538,
081321461079
Email : [email protected]
Stream : http://www.radioquonline.com
Frekuensi : FM 92.9 Mhz
Tower : Guide Wire 50 M
Pemancar : Pyramid 25 + Booster 1000 watt
Antena : Siera- 4 bay
Jangkauan : Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan
E. Struktur ManagementRadio-Qu 92.9 FM Cirebon
Penasehat : H. Abdul Qodir, M.M
Direktur : Ruslani
Manager dan Program Director : Hayati Music Director : Saeful Fajar Kepala Penyiar : Toto Haryanto Produksi House : Yoshanto Yosha
Marketting dan Administrasi : Hery Muharom Tri P. dan Indra Mahendra
F. Narasumber Ulama, Asatidz, dan Profesional
1. Buya Yahya (Yahya Zainul Mu‟arif) – Pengasuh LPD Al-Bahjah 2. Ummi Fairuz Ar-Rahbini
3. Bang Haq (H. Abdul Qodir, M.M) – Motivator Quantum Live 4. Bang Aziz Fauzi Bastian – Direktur Infinite Entrepreneur School 5. Tabib Tubagus Aa Agus Imam
6. Asatatidz LPD Al-Bahjah
G. Target dan Segnentasi Radio-Qu 92.9 FM Cirebon
Usia : 17 - 50 tahun
Jenis Kelamin : Wanita 60%, Pria 40%
Social Economic Status (SES) : Menengah kebawah dan kalangan atas Status Pendidikan : Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama.
Sekolah Menengah Atas, Perguruan Tinggi, Kaum Intelektual.
Status Pekerjaan : PNS, Swasta, Wiraswasta, Pensiunan, Pelajar, Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga Psychographic : Keluarga Muslim, berfikiran terbuka dan
mengikuti perkembangan informasi terkini.
Format Lagu : Nasyid, Gambus, Qasidah, Musik Timur Tengah.
Format PROGRAM : RADIO-QU 92.9 FM Cirebon, hadir dengan serangkaian PROGRAM yang khas, mulai dari PROGRAM Dakwah, informasi, dialog interaktif, pendidikan, PROGRAM keluarga, bisnis, kirim salam, request dan opini.Melengkapi itu semua, RADIO-QU 92.9 FM Cirebon, juga menghadirkan Insert Islami antara lain ; Insert Pesan Buya, Insert Doa, Insert Hadis, Insert Motivasi, kisah hikmah dan lainnya.Semua disajikan secara sejuk, menghibur dan menenteramkan, tidak menggurui sesuai dengan tagline RADIO-QU 98.5FM Cirebon
“Inspirasi Spirit Hati”.
H. Rate Card Radio-Qu 92.9 FM Cirebon
RADIO-QU
92.9FM CIREBON
PRIME TIME REGULER TIME
06.00 - 10.00 10.00 - 16.00 16.00 - 20.00 20.00 - 23.00 (Rp) (Rp) Loose Spot 60" 150.000,- 100.000,- Loose Spot 30" 100.000,- 75.000,- Adlibs 125.000,- 75.000,- Semi Blocking 60" 3.500.000,- 2.500.000,- Semi Blocking 30" 1.500.000,- 1.000.000,- Insert 500.000,- 350.000,- Bumper In-Out 250.000,- 150.000,- TIME Signal 400.000,- 250.000,-
Advertorial 500.000,- 350.000,- Produksi Spot Iklan 60" 500.000,- 500.000,-
Note : Tarif belum termasuk Ppn 10 %
I. Sejarah Majelis Al-Bahjah
Kedatangan Yahya Zainul Maarif (yang lebih akrab disapa Buya Yahya) ke Cirebon pada akhir tahun 2005 awal 2006 dalam rangka mejalankan tugas dari gurunya Rektor Universitas Al-Ahgaff Almurobbi Profesor Doktor Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun untuk memimpin Pesantren Persiapan bagi mahasiswa sebelum kuliah ke universitas Al-Ahgaff di Yaman. Untuk menjalankan aktivitasnya, Yahya dengan teman-temanya Habib Hasan Aljufri, Ust. Budi Abdullathif, Ust. Abdul Aziz Muslim dan Ust.Fathurrahman mengontrak tempat di Ponpes Nuurussidiq, Tuparev, Cirebon.Itu berlangsung hingga pertengahan 2006.Dan saat itu Yahya belum mendapatkan izin dari gurunya untuk berdakwah ke masyarakat.
Pada akhir 2006, Buya Yahya menghadap kepada gurunya di Yaman dan mulai saat itu ia telah diizinkan untuk berdakwah di masyarakat. Buya Yahya memulai berdakwah dari hal yang kecil, tidak memaksa dan apa adanya. Dengan penuh kesabaran Buya Yahya memasuki musholla-musholla kecil hingga akhirnya di mudahkan oleh Allah untuk membuka majlis-majlis ta‟lim di Masjid terbesar di Cirebon, Masjid At-Taqwa setiap senin malam selasa yang semula hanya dihadiri 20 orang hingga saat ini jamaah memenuhi ruangan dan halaman masjid. Buya Yahya meyakini kemudahan ini diberikan oleh Allah karena berkat ridho dan restu para guru. Bersamaan itu juga Buya Yahya membuka puluhan majlis ta‟lim bulanan di berbagai tempat di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu dan JABODETABEK. Dan sekarang sudah lebih luas tidak hanya di jawa akan tetapi juga di luar jawa. Majelis yang Buya Yahya asuh diberi nama Majelis Al-Bahjah sekaligus nama pesantren yang saat ini dirintisnya.
Tahap perkenalan Buya Yahya dengan masyarakat disamping kesabaranya untuk bersilaturrahmi ke musholla-musholla dan masjid-masjid. Kebetulan Buya Yahya pada pertengahan 2006 selama satu tahun sempat berjuang di stasiun radio Islami Salma 101 FM yang saat itu Buya Yahya mendapatkan kepercayaan sebagai direktur operasional radio tersebut. Dan selama itu pula Buya Yahya mencoba menghadirkan dakwah lewat radio dengan membuat program pesantren udara dengan memadatkan acara radio dengan pengajian-pengajian.
Acara pengajian rutin Majelis Al-Bahjah diselenggarakan setiap hari sabtu dan minggu.dimulai dari pukul 06.30 WIB sampai pukul 08.00 WIB. Kalau hari sabtu jamaahnya kurang lebih mencapai 1.500 jamaah, sedangkan hari minggu bisa mencapai 3.000-4.0000 jamaah yang berasal dari daerah sewilayah tiga Cirebon. Yaitu Kuningan, Indramayu, dan Majalengka, Dari sekian banyak jamaah yang datang kebanyakan kaum wanita, kira-kira 60% wanita dan 40% laki-laki. Penceramahnya Buya Yahya dan dewan asatid yang ada di Majelis Al-bahjah.