BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

67 A. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan menggunaan analisis data kuantitatif. Menurut Yatim Riyanto (1996:28-40), penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti didalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Sedangkan Sugiyono (2010:72) menyatakan bahwa penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Dari pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok eksperimen, kepada tiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat di kontrol.

Metode Penelitian Kuantitatif, sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono (2010:14) dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan, sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan. Sehingga dalam penelitian kuantitatif, sesuai

(2)

dengan namanya banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dari hasilnya (Arikunto:2006).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan di SMP N 2 Kalasan yang berlokasi di Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 bulan Januari sampai dengan Februari, pelaksanaan tindakan disesuaikan dengan jadwal pelajaran PKn kelas VIII.

C. Definisi Operasional

1. Metode diskusi teknik buzz groups adalah suatu metode pembelajaran yang membagi siswanya dalam suatu kelompok besar yang terdiri dari 10 orang menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 2-3 orang, dan diskusi dilakukan dalam tiga tahapan yaitu diskusi kelompok kecil, diskusi kelompok besar, dan diskusi kelas. Setiap kelompok kecil mendiskusikan tugas yang diberikan dan berkewajiban untuk melaporkan hasil diskusi pada kelompok besar lalu kemudian kelompok besar mempersentasikan dalam diskusi kelas.

2. Metode konvensional adalah metode pembelajaran tradisional yang sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran. Dalam

(3)

pembelajaran sejarah metode konvensional ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan, serta pembagian tugas dan latihan.

D. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.Dari pengertian tersebut peneliti menentukan populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SMP N 2 Kalasan. Sedangkan populasi target pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Kalasan dan yang menjadi sampel adalah sebagian anggota populasi target.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling (sampel acak) dengan cara random yaitu kelas VIII B dan Kelas VIII F yang masing-masing berjumlah 36 orang. Setelah terpilih 2 kelas sampel, lalu 2 kelas tersebut diacak lagi sehingga mendapatkan kelas untuk diajar dengan konvensional dan teknik buzz groups, disini yang terpilih untuk diajar dengan teknik buzz groups adalah kelas VIII F dan yang satu lagi yaitu kelas VIII B akan diajar menggunakan metode konvensional.

E. Rancangan dan Prosedur Penelitian 1. Rancangan Penelitian

Rancangan dalam penelitian ini membagi kelompok penelitian menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pertama adalah kelompok eksperimen yang

(4)

belajar dengan metode pembelajaran diskusi kelas teknik Buzz groups dan kelompok kedua adalah kelompok kontrol yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional. Rancangan tersebut berbentuk seperti berikut:

Kelompok pretes perlakuan postes KK konvensional O1 X konvensional O2 KE Buzzgroups O1 X Buzzgroups O2 Keterangan:

KK konvensional : Kelompok kontrol teknik konvensional KE Buzzgroups : Kelompok eksperimen teknik Buzz Groups X1 : Perlakuan dengan perlakuan teknik konvensional X2 : Perlakuan dengan perlakuan teknik Buzz Groups O1 : Pemberian pretest

O2 : Pemberian posttest

Test dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah eksperimen. Test yang dilakukan sebelum eksperimen (O1) disebut pretest dan observasi sesudah eksperimen (O2) disebut posttest. Perbedaan antara O1 dan O2 yakni O1-O2 diasumsikan merupakan efek dari perlakuan atau eksperimen.

2. Prosedur Penelitian

Prosedur langkah-langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Memberikan tes kemampuan awal (pretest) tentang Pelaksanaan

Demokrasi dalam Berbagai Aspek Kehidupan.

b. Memberikan treatment (perlakuan) kepada kelas yang dijadikan subjek penelitian pada pembahasan Pelaksanaan Demokrasi dalam Berbagai Aspek Kehidupan.

(5)

c. Dengan perlakuan metode pembelajaran konvensional dan perlakuan teknik Buzz groups.

d. Memberikan tes kemampuan akhir (postest) tentang Pelaksanaan Demokrasi dalam Berbagai Aspek Kehidupan di kedua kelas eksperimen dengan soal-soal yang sama.

e. Menilai hasil tes yang diperoleh dari kedua kelompok perlakuan, yaitu: kelompok atau kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan kelompok atau kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan teknik Buzz groups, untuk selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dan dipersiapkan untuk membuat laporan penelitian.

F. Metode Pengumpulan Data

Menurut Sugiono (2010: 137) teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik tes. Tes dalam penelitian ini merupakan tes pada bab

Pelaksanaan Demokrasi dalam Berbagai Aspek Kehidupan.

G. Instrumen Penelitian

Instrumen yang akan digunakan adalah tes hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) siswa, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi yang telah diberikan. Tes hasil belajar

(6)

ini dalam bentuk tes objektif atau dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 10 soal dengan 4 option, Tes hasil belajar PKn diberikan sebelum dan setelah siswa mempelajari materi dengan pembelajaran konvensional dan Buzz Groups pada kelasnya masing-masing.

H. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:76) sebuah item dikatakan valid apabila mempunyai dukungan yang besar terhadap item yang besar terhadap skor total. Skor pada item menyebabkan skor total menjadi tinggi atau rendah. Dengan kata lain sebuah item memiliki validitas yang tinggi jika skor item memiliki kesejajaran dengan skor total. Untuk mengukur validitas butir soal digunakan rumus korelasi product moment.

Keterangan:

rXY : koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang

dikorelasikan

X : Skor dari tes pertama (instrumen A) Y : Skor dari tes kedua (instrumen B)

XY : Hasil kali skor X dan Y untuk responden X2 : Kuadrat skor instrumen A

(7)

Suatu butir soal dikatakan sahih atau valid apabila harga rxy lebih besar atau sama dengan rtabel. Sebagaimana telah diungkap Suharsimi Arikunto (2010:75) untuk soal-soal yang bersifat objektif biasa. Penentuan valid atau tidaknya suatu item berdasarkan nilai koefisien korelasi (rtabel) yang harus cukup kuat dan bernilai positif serta peluang kesalahan yang tidak terlalu besar. Item dinyatakan sahih jika memiliki indeks daya diskriminasi item 0,325. Namun apabila koefisien validitas itu kurang daripada 0,325 item tersebut dinyatakan tidak sahih atau valid. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program SPSS for Windows Versi 13. Berdasarkan hasil uji coba instrumen Tes pemahaman dampak tawuran diketahui semua butir soal valid.

2. Uji Reliabilitas

Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila sudah cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik, tidak bersifat tendensius mengarahkan responden memilih jawaban-jawaban tertentu (Suharsimi Arikunto, 2010:221). Untuk mencari koofesiensi reliabilitas butir soal digunakan rumus K-R 20. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 100-101) adalah sebagi berikut.

(8)

Keterangan:

r11 : reliabilitas tes secara keseluruhan

p : Proporsi subjek yang menjawab item dengan benar

q : proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q=1-p) ∑pq : jumlah hasil perkalian antara p dan q

q : banyaknya item S : Standar deviasi

Suatu instrumen dikatakan reliabel atau dapat dipercaya apabila pada taraf signifikansi 5% harga r11 semakin mendekati 1, dan sebaliknya apabila 0 atau

bahkan negatif, maka instrumen tersebut dapat dikatakan rendah tingkat kepercayaannya atau tidak reliabel.

Berdasarkan hasil uji reliabilitas dengan bantuan program SPSS for Windows Versi 13.00, maka didapatkan nilai reliabilitas dari Tes hasil belajar sebesar 0,860, sehingga dapat dikatakan reliabel dengan interpretasi tinggi.

I. Teknik Analisa Data

Setelah data-data diperoleh maka sebelumnya terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak perhitungan dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS for windows 13.00. Dan uji homogenitas dilakukan untuk menguji variasi dari populasi homogen, uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh homogen atau tidak terhadap dua kelompok perlakuan. Uji homogenitas dihitung dengan menggunakan Uji F levene statistic, setelah

(9)

dilakukan perhitungan normalitas dan homogenitas maka dilakukan analisis data untuk menguji hipotesis yang telah diajukan, uji ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara siswa yang diberi perlakuan metode konvensional dengan perlakuan teknik Buzz Groups. Uji hipotesis ini dilakukan dengan menggunaan rumus “uji t”.

Uji hipotesis ini dilakukan dengan menggunaan rumus “uji t” yaitu:

keterangan :

to = Angka atau koefisien derajat perbedaan Mean kedua kelompok Mx = Mean kelompok perlakuan konvensional

My = Mean kelompok perlakuan Buzz Groups X = Deviasi setiap x2 dari X1

Y = Deviasi setiap y2 dari mean Y1

Nx = Jumlah siswa kelompok Konvensional Ny = Jumlah siswa kelompok Buzz Groups

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :