JURNAL FISIOLOGI CAIRAN TUBUH JURNAL FISIOLOGI CAIRAN TUBUH Dr. Suparyanto, M.Kes
Dr. Suparyanto, M.Kes Cairan Tubuh
Cairan Tubuh
Sel organisme multiseluler (manusia) hidup dalam lautan cairan Sel organisme multiseluler (manusia) hidup dalam lautan cairan yang dibungkus olehyang dibungkus oleh kulit organisme tsb → Cairan Ekstra Sel (CES)
kulit organisme tsb → Cairan Ekstra Sel (CES)
Semua sel organisme multiseluler perlu nutrisi dan O2 dari CESSemua sel organisme multiseluler perlu nutrisi dan O2 dari CES
Semua sel organisme multiseluler membuang sisa metabolisme kedalam CESSemua sel organisme multiseluler membuang sisa metabolisme kedalam CES
Tugas CES adalah menyediakan nutrisi sel dan membersihkan sisa metabolisme sel,Tugas CES adalah menyediakan nutrisi sel dan membersihkan sisa metabolisme sel, juga merupakan medium transport substansi kimia/transmisi impuls dari satu sel ke juga merupakan medium transport substansi kimia/transmisi impuls dari satu sel ke
sel yang lain sel yang lain
CIS : merupakan medium reaksi kimia (aktivitas biokimiawi sel)CIS : merupakan medium reaksi kimia (aktivitas biokimiawi sel)
Sel dan Cairan Tubuh Sel dan Cairan Tubuh
Kehidupan Sel Kehidupan Sel
Komposisi Cairan Komposisi Cairan
Cairan Intra Seluler ( CIS ): Cairan Intra Seluler ( CIS ): Cairan yang terletak didalam sel tubuhCairan yang terletak didalam sel tubuh
Cairan Ekstra Seluler (CES ): Cairan yang terletaCairan Ekstra Seluler (CES ): Cairan yang terletak diluar sel tubuhk diluar sel tubuh
CES atau Cairan Interstisial: cairan yang terdapat pada celah antar sel, terdiri: PlasmaCES atau Cairan Interstisial: cairan yang terdapat pada celah antar sel, terdiri: Plasma darah, Cairan serebrospinal, Cairan limfe, Cairan intraokuler, Cairan persendian, darah, Cairan serebrospinal, Cairan limfe, Cairan intraokuler, Cairan persendian, Cairan gastrointestinal Cairan gastrointestinal Komposisi Mineral Komposisi Mineral Darah Darah
Volume darah : ± 1/13 BBVolume darah : ± 1/13 BB Komposisi darah terdiri :
Komposisi darah terdiri :
Sel darah merah ( Eritrosit )Sel darah merah ( Eritrosit )
Sel darah putih ( Leukosit )Sel darah putih ( Leukosit )
TrombositTrombosit
Plasma darahPlasma darah
Beda Serum dan Plasma Darah Beda Serum dan Plasma Darah
Jika darah dibiarkan invitro maka akan terjadi pembekuan, dan diatas bekuan timbulJika darah dibiarkan invitro maka akan terjadi pembekuan, dan diatas bekuan timbul cairan jernih yang disebut : Serum
cairan jernih yang disebut : Serum
Jadi perbedaan serum dan plasma darah terletak pada Jadi perbedaan serum dan plasma darah terletak pada ada tidaknya sistem pembekuanada tidaknya sistem pembekuan darah.
darah.
Plasma → mengandung sistem pembekuan darah, serum tidak Plasma → mengandung sistem pembekuan darah, serum tidak
Hematokrit Hematokrit
Hematokrit darah : adalah persentase darah Hematokrit darah : adalah persentase darah yang berupa sel.yang berupa sel.
Hematokrit 40 berarti 40 % dari volume darah adalah sel, sedang sisanya plasma.Hematokrit 40 berarti 40 % dari volume darah adalah sel, sedang sisanya plasma.
Harga normal pria : 42, wanita : 38Harga normal pria : 42, wanita : 38
Eritrosit Eritrosit
Bentuk eritrosit diskus bikonkaf dengan diameter 8,6 µmBentuk eritrosit diskus bikonkaf dengan diameter 8,6 µm
Mengandung haemoglobin (Hb) yaitu suatu protein yang mengandung zat besi Mengandung haemoglobin (Hb) yaitu suatu protein yang mengandung zat besi dandan karbonik anhidrase (suatu enzim yang terlibat dalam transport O2)
karbonik anhidrase (suatu enzim yang terlibat dalam transport O2)
Jumlah normal :Jumlah normal :
pria : 4,5 juta pria : 4,5 juta – – 5,5 juta / mm2, dan5,5 juta / mm2, dan
Fungsi Eritrosit Fungsi Eritrosit
Fungsi eritrosit adalah mengangkut O2 dari paru ke seluruh sel tubuh, sedang CO2Fungsi eritrosit adalah mengangkut O2 dari paru ke seluruh sel tubuh, sedang CO2 juga diangkut oleh eritrosit dan plasma darah.
juga diangkut oleh eritrosit dan plasma darah.
Daya angkut O2 tersebut akibat Hb mempunyai afinitas terhadap O2, dimana 1 g HbDaya angkut O2 tersebut akibat Hb mempunyai afinitas terhadap O2, dimana 1 g Hb mampu mengangkut 1,34 cc O2, atau 100 cc dar
mampu mengangkut 1,34 cc O2, atau 100 cc darah mengangkut 20 cc O2ah mengangkut 20 cc O2
Harga normal Hb : pria : 13Harga normal Hb : pria : 13 – – 16 g%, sedang wanita : 1216 g%, sedang wanita : 12 – – 14 g%14 g%
Metabolisme Eritrosit Metabolisme Eritrosit
Umur eritrosit adalah 120 hariUmur eritrosit adalah 120 hari
Eritrosit mati → mengalami destruksi di limpa → hemoglobin → haem + globinEritrosit mati → mengalami destruksi di limpa → hemoglobin → haem + globin
Haem → besi + porfirin, zat besHaem → besi + porfirin, zat besi digunakani digunakan untuk membentuk eritrosit baruuntuk membentuk eritrosit baru
Porfirin → bilirubin → mewarnai urine (urobilin) dan feses (sterkobiline)Porfirin → bilirubin → mewarnai urine (urobilin) dan feses (sterkobiline)
Tempat pembuatan sel eritrosit adalah: sumsum tulang, limpa dan hepar Tempat pembuatan sel eritrosit adalah: sumsum tulang, limpa dan hepar
Leukosit Granular Leukosit Granular
Neutrofil : granula tidak berwarna Neutrofil : granula tidak berwarna
Eosinofil : granula berwarna merah pada pewarnaan asamEosinofil : granula berwarna merah pada pewarnaan asam
Basofil : granula berwarna biru pada pewarnaan basaBasofil : granula berwarna biru pada pewarnaan basa
Leukosit Agranular Leukosit Agranular
Monosit : merupakan sel besar dengan bentuk nukleus oval atau seperti ginjalMonosit : merupakan sel besar dengan bentuk nukleus oval atau seperti ginjal
Limfosit : mempunyai nuleus yang besar dan mengisi hampir seluruh selLimfosit : mempunyai nuleus yang besar dan mengisi hampir seluruh sel
Hitung Jenis Leukosit Hitung Jenis Leukosit
Harga normal hitung jenis leukosit : Harga normal hitung jenis leukosit :
Basofil : 0Basofil : 0 – – 1 %1 % Eosinofil: 2Eosinofil: 2 – – 4 %4 % Batang : 1Batang : 1 – – 5 %5 % Segmen: 51Segmen: 51 – – 67 %67 % Limfosit : 20Limfosit : 20 – – 30 %30 % Monosit: 2Monosit: 2 – – 6 %6 % Fungsi Leukosit Fungsi Leukosit
Granulosit dan monosit berfungsi untuk:Granulosit dan monosit berfungsi untuk:
Melindungi tubuh terhadap invasi organisma dengan cara Melindungi tubuh terhadap invasi organisma dengan cara memakanya yang disebut :memakanya yang disebut : fagositosis, dan
fagositosis, dan
Mampu menembus dinding pembuluh darah melalui pori pori Mampu menembus dinding pembuluh darah melalui pori pori yang disebut prosesyang disebut proses diapedesis
diapedesis
Limfosit berfungsi untuk proses kekebalan (imunitas seluler)Limfosit berfungsi untuk proses kekebalan (imunitas seluler)
Tempat Pembuatan Leukosit Tempat Pembuatan Leukosit
Granulosit dan monosit dibuat di sumsum tulangGranulosit dan monosit dibuat di sumsum tulang
Limfosit dibuat di : kelenjar limfe, limpa, timus, tonsilLimfosit dibuat di : kelenjar limfe, limpa, timus, tonsil
Sel Darah Sel Darah
Trombosit Trombosit
Trombosit berasal dari sel megakariosit Trombosit berasal dari sel megakariosit yang pecah menjadi bagian kecil kecil yangyang pecah menjadi bagian kecil kecil yang disebut platelet atau trombosit
disebut platelet atau trombosit
Megakariosit berasal dari sel meiloblast yang juga merupakan induk sel leukosit.Megakariosit berasal dari sel meiloblast yang juga merupakan induk sel leukosit.
Harga normal : 200.000Harga normal : 200.000 – – 400.000 / mm2400.000 / mm2
Trombosit berfungsi sebagai sistem pembekuan darahTrombosit berfungsi sebagai sistem pembekuan darah
Mekanisme Pembekuan Darah Mekanisme Pembekuan Darah
Proses pembekuan darah →melalui 3 tahap :Proses pembekuan darah →melalui 3 tahap :
Suatu zat yang dinamakan aktivator Suatu zat yang dinamakan aktivator protrombin terbentuk akibat robeknya pembuluhprotrombin terbentuk akibat robeknya pembuluh darah atau rusaknya darah itu sendiri
darah atau rusaknya darah itu sendiri
Aktivator protrombin mengaktifkan perubahan protrombin menjadi trombinAktivator protrombin mengaktifkan perubahan protrombin menjadi trombin
Trombin bekerja sebagai enzim Trombin bekerja sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi benang benangyang mengubah fibrinogen menjadi benang benang fibrin yang menyaring sel sel daah merah dan plasma
fibrin yang menyaring sel sel daah merah dan plasma untuk membentuk bekuan ituuntuk membentuk bekuan itu sendiri.
sendiri.
Skema Mekanisme Pembekuan Darah Skema Mekanisme Pembekuan Darah
Plasma Darah Plasma Darah
Air : 91-92 %Air : 91-92 %
Protein plasma terdiri Protein plasma terdiri : albumin, globulin, fibrinogen, protrombin: albumin, globulin, fibrinogen, protrombin
Albumin : 4,5 g%, berfungsi menyebabkan tekanan osmotik Albumin : 4,5 g%, berfungsi menyebabkan tekanan osmotik pada membran kapiler,pada membran kapiler, dan mencegah cairan plasma keluar dari kapiler masuk kedalam ruang interstitial. dan mencegah cairan plasma keluar dari kapiler masuk kedalam ruang interstitial.
Jika kadar albumin rendah (hipoalbumin) → tekanan osmotik rendah → cairan darahJika kadar albumin rendah (hipoalbumin) → tekanan osmotik rendah → cairan darah masuk jaringan → udem
masuk jaringan → udem
Globulin : 2,5 g%, terdiri globulin α, Globulin : 2,5 g%, terdiri globulin α, β, γβ, γ
Globulin α,Globulin α, βberfungsi untuk mengangkut protein βberfungsi untuk mengangkut protein yang dapat bergabung denganyayang dapat bergabung denganya
Globulin γ berfungsi membentuk antibodi.Globulin γ berfungsi membentuk antibodi.
Fibrinogen : 0,3 g%, berfungsi untuk proses pembekuan darahFibrinogen : 0,3 g%, berfungsi untuk proses pembekuan darah
Protrombin : berfungsi untuk proses pembekuan darahProtrombin : berfungsi untuk proses pembekuan darah
Unsur anorganik : Na, K, Ca, Mg, Fe, I dllUnsur anorganik : Na, K, Ca, Mg, Fe, I dll
Unsur organik : urea, asam urat, kreatinin, glukose, asam lemak, asam aUnsur organik : urea, asam urat, kreatinin, glukose, asam lemak, asam a mino, enzim,mino, enzim, hormon.
hormon.
Golongan Darah Golongan Darah
Golongan darah sistem ABO → diberi nama berdasarkan adanya aglutinogen (zatGolongan darah sistem ABO → diberi nama berdasarkan adanya aglutinogen (zat yang dibekukan) yang terdapat dalam permukaan eritrosit
yang dibekukan) yang terdapat dalam permukaan eritrosit
Macam aglutinogen: A dan BMacam aglutinogen: A dan B
Aglutinogen tersebut akan menyebabkan aglutinasi dan hemolisis → jika bercampur Aglutinogen tersebut akan menyebabkan aglutinasi dan hemolisis → jika bercampur dengan aglutinin
anti-dengan aglutinin anti-A (α) dan antiA (α) dan anti--B (β) yang terdapat dalam plasma darahB (β) yang terdapat dalam plasma darah
Reaksi Transfusi Reaksi Transfusi
Jika goJika gol darah tidak sama → aglutinin antil darah tidak sama → aglutinin anti-A akan menggumpalkan aglutinogen A-A akan menggumpalkan aglutinogen A
yang terdapat dalam eritrosit yang terdapat dalam eritrosit
Begitu juga aglutinin anti-B menggumpalkan aglutinogen BBegitu juga aglutinin anti-B menggumpalkan aglutinogen B
Sel yang menggumpal → beberapa jam → hari → difagositosis oleh leukositSel yang menggumpal → beberapa jam → hari → difagositosis oleh leukosit
Jika gol darah tidak cocoJika gol darah tidak cocok → yang menggumpal adalah darah donor, bukan darahk → yang menggumpal adalah darah donor, bukan darah
resipien, karena plasma darah donor (mengandung aglutinin) segera diencerkan oleh resipien, karena plasma darah donor (mengandung aglutinin) segera diencerkan oleh
plasma resipien → tidak cukup untuk men
plasma resipien → tidak cukup untuk menggumpalkan aglutinogen resipienggumpalkan aglutinogen resipien
Plasma resipien (mengandung aglutinin) dalam jumlahPlasma resipien (mengandung aglutinin) dalam jumlah banyak → segera banyak → segera
menggumpalkan aglutinogen donor menggumpalkan aglutinogen donor
Reaksi Transfusi Reaksi Transfusi AglutinasiAglutinasi HemolisisHemolisis IcterusIcterus
Gagal ginjal: ( hemolisis → toksin → vasokonstriksi tubulus ginjal → gagal ginjal)Gagal ginjal: ( hemolisis → toksin → vasokonstriksi tubulus ginjal → gagal ginjal)
Imunologi Imunologi
Imunologi: Ilmu yang mempelajari tentang sistem imun ( kekebalan ) tubuhImunologi: Ilmu yang mempelajari tentang sistem imun ( kekebalan ) tubuh
Sistem Imun → semua mSistem Imun → semua mekanisme perlindungan tubuh terhadap bahaya yang dapatekanisme perlindungan tubuh terhadap bahaya yang dapat
ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup. ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup. Sistem Imun dibagi 2 :
Sistem Imun dibagi 2 :
Sistem Imun alamiah / non spesifik / nature / innateSistem Imun alamiah / non spesifik / nature / innate
Sistem Imun didapat / spesifik / adaptif / acquiredSistem Imun didapat / spesifik / adaptif / acquired
Sistem Imun Non Spesifik Sistem Imun Non Spesifik
Sistem tersebut non spesifik karena tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu,Sistem tersebut non spesifik karena tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu,
tetapi berespon terhadap semua jenis antigen tetapi berespon terhadap semua jenis antigen
Telah ada dan siap berfungsi sejak lahir, contoh: permukaan tubuh, selaput lendir danTelah ada dan siap berfungsi sejak lahir, contoh: permukaan tubuh, selaput lendir dan
berbagai komponen dalam tubu
berbagai komponen dalam tubuh (cairan vagina, lambung, saliva, air mata)h (cairan vagina, lambung, saliva, air mata)
Sistem Imun non spesifik merupakan pertSistem Imun non spesifik merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam menghadapiahanan tubuh terdepan dalam menghadapi
serangan berbagai mikroorganisme, oleh karena dapat memberikan respon langsung serangan berbagai mikroorganisme, oleh karena dapat memberikan respon langsung terhadap antigen.
Sedang sistem imun spesifik Sedang sistem imun spesifik membutuhkan waktu (untuk mengenal antigen terlebihmembutuhkan waktu (untuk mengenal antigen terlebih dahulu) sebelum dapat memberikan responya.
dahulu) sebelum dapat memberikan responya.
Contoh Sistem Imun Non Spesifik Contoh Sistem Imun Non Spesifik
Fisik: kulit, selaput lendir, batuk, bersinFisik: kulit, selaput lendir, batuk, bersin
Larutan: asam lambung, cairan vagina, saliva, air mataLarutan: asam lambung, cairan vagina, saliva, air mata
Sel: monosit, basofil, neutrofil, eosinofil, makrofagSel: monosit, basofil, neutrofil, eosinofil, makrofag
Sistem Imun Spesifik Sistem Imun Spesifik
Sistem imun spesifik Sistem imun spesifik mempunyai kemampuan untuk mengenal benda yang dianggapmempunyai kemampuan untuk mengenal benda yang dianggap asing bagi dirinya. Benda asing yang pertama kali muncul dalam badan segera dikenal asing bagi dirinya. Benda asing yang pertama kali muncul dalam badan segera dikenal oleh sistem imun spesifik →
oleh sistem imun spesifik → menyebabkan sensitisasi sel sel sistem imun tersebutmenyebabkan sensitisasi sel sel sistem imun tersebut
Bila sel imun tersebut berpapar kembali dengan benda asing yang sama, maka bendaBila sel imun tersebut berpapar kembali dengan benda asing yang sama, maka benda asing yang terakhir ini akan
asing yang terakhir ini akan dikenal lebih cepat, kemudian dikenal lebih cepat, kemudian dihancurkan olehnyadihancurkan olehnya (antibodi atau sel T).
(antibodi atau sel T).
Contoh: Contoh:
Larutan: antibodi (sel B)Larutan: antibodi (sel B)
Seluler: sel TSeluler: sel T
Antigen Antigen
Bahan yang dapat merangsang respon imunologi atau bahan Bahan yang dapat merangsang respon imunologi atau bahan yang dapat bereaksiyang dapat bereaksi dengan antibodi yang sudah ada
dengan antibodi yang sudah ada
Secara fungsional antigen dibagi dua : Imunogen dan HaptenSecara fungsional antigen dibagi dua : Imunogen dan Hapten
Imunogen → bahan yang dapat menimbulkan respon imunImunogen → bahan yang dapat menimbulkan respon imun
Hapten → molekul yang dapat bereaksi dengan antibodi, tetapi tidak dapatHapten → molekul yang dapat bereaksi dengan antibodi, tetapi tidak dapat merangsang pembentukan antibodi secara langsung
merangsang pembentukan antibodi secara langsung
Antibodi Antibodi
Adalah protein serum yang disebut Globulin, dan sekarang dikenal sebagaiAdalah protein serum yang disebut Globulin, dan sekarang dikenal sebagai Imunoglobulin (Ig)
Imunoglobulin (Ig)
Imunoglobulin dibentuk oImunoglobulin dibentuk oleh sel plasma leh sel plasma yang berasal dari porliferasi sel B yang berasal dari porliferasi sel B akibatakibat kontak dengan antigen
kontak dengan antigen
Ig terdiri dari α, β, γ dan yang terbanyak adalah γ Ig terdiri dari α, β, γ dan yang terbanyak adalah γ globulinglobulin
Macam imunoglobulin adalah : Ig G, Ig A, Ig M, Ig E, Ig DMacam imunoglobulin adalah : Ig G, Ig A, Ig M, Ig E, Ig D
Hipersensitivitas Hipersensitivitas
Hipersensitivitas : yaitu reaksi imune Hipersensitivitas : yaitu reaksi imune yang patologik, terjadi akibat respon imuneyang patologik, terjadi akibat respon imune
yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh Dibagi 4 tipe:
Dibagi 4 tipe:
Hipersensitivitas tipe 1: disebut juga reaksi alergiHipersensitivitas tipe 1: disebut juga reaksi alergi
Hipersensitivitas tipe 2Hipersensitivitas tipe 2
Hipersensitivitas tipe 3Hipersensitivitas tipe 3
Hipersensitivitas tipe 4Hipersensitivitas tipe 4
Retikulo Endotelial Sistem (RES) Retikulo Endotelial Sistem (RES)
RES= Retikulo Endotelial Sistem → sistem organ yang berfungsi dalam perlindunganRES= Retikulo Endotelial Sistem → sistem organ yang berfungsi dalam perlindungan
tubuh terhadap infeksi dengan cara memakan (fagositosis) benda asing dan bakteri tubuh terhadap infeksi dengan cara memakan (fagositosis) benda asing dan bakteri
Yang termasuk RES → kelenjar limfe, limpa, hati dan sumsum tulangYang termasuk RES → kelenjar limfe, limpa, hati dan sumsum tulang