• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DI TANJUNG TIRAM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DI TANJUNG TIRAM."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

DI TANJUNG TIRAM

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi

Sebagian Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH

ELYA MAYASARI HUTASOIT

3103121019

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i

ABSTRAK

Elya Mayasari Hutasoit, NIM.3103121019. Persepsi Nelayan Terhadap Pendidikan Anak di Tanjung Tiram. Program Studi Pendidikan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial.Universitas Negeri Medan.2014

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan nelayan berdasarkan latar belakang pendidikan,faktor-faktor penyebab banyaknya anak yang putus sekolah di Tanjung Tiram serta persepsi nelayan terhadap pentingnya pendidikan anak di Tanjung Tiram.

Penelitian ini menggunakan metode Field Research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan mengadakan observasi atau pengamatan langsung ke lokasi penelitian dan melakukan wawancara terhadap responden yaitu nelayan untuk mengetahui keadaan kehidupan nelayan,faktor-faktor yang menyebabkan pendidikan anak yang rendah dan persepsi nelayan terhadap pendidikan anak , selanjutnya mengkaji literatur serta sumber lain guna memperoleh data.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, kehidupan nelayan Tanjung Tiram tergolong sebagai keluarga miskin yang memiliki penghasilan rendah. Tingkat pendidikan yang ditempuh nelayan juga rendah.. Faktor-faktor penyebab yang mengakibatkan banyak anak usia sekolah yang berhenti bersekolah di Tanjung Tiram adalah berdasarkan faktor ekonomi, kesulitan ekonomi mengakibatkan nelayan sulit untuk menyekolahkan anaknya, lalu mudahnya bagi seorang anak nelayan untuk mendapatkan uang dengan cara membersihkan sampan, mengangkat ikan atau memberihkan jaring berdampak pada memudarnya niat anak usia sekolah tersebut untuk melanjutkan sekolah. Faktor sosial budaya setempat yang berdasarkan hasil penelitian bahwa masyarakat pinggir pantai memiliki karakter yang sangat royal. Faktor keluarga yaitu tidak berjalannya fungsi pengawasan dan pengarahan kepada anak, nelayan terkesan membiarkan anaknya untuk bekerja membantu perekonomian keluarga sehingga banyak anak nelayan yang berhenti sekolah. Persepsi nelayan terhadap pendidikan anak adalah nelayan menganggap bahwa pendidikan merupakan hal yang penting bagi anak, dan nelayan juga menyadari akan pentingnya peran pendidikan sebagai modal utama dalam mencari pekerjaan yang layak. Namun nelayan tidak melakukan usaha-usaha yang nyata untuk mendorong pendidikan anak mereka dan terkesan pasrah dengan menyerahkan sepenuhnya keputusan pendidikan kepada anak.

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat serta rahmatNya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

Persepsi Nelayan Tanjung Tiram Terhadap Pendidikan Anak di Tanjung

Tiram”. Adapun tujuan Skripsi ini disusun yaitu sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan.

Dalam proses menyelesaikan skripsi ini, penulis banyak mengalami kendala dan masalah. Namun penulis terus berusaha semaksimal mungkin agar skripsi ini dapat selesai dengan baik.Penulis sangat menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih memiliki beberapa kekurangan.Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan agar para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk melengkapi skripsi ini.

Didalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini, penulis menghadapi beberapa kendala namun berkat bantuan, bimbingan, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaankepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Dr. H. Restu, MS. Selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial. Serta Bapak dan Ibu pembantu Dekan Fakultas Ilmu Sosial.

3. Ibu Dra. Lukitaningsih, M.Hum selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah sekaligus menjadi dosen pembimbing skripsi penulis, terima kasih atas segala bantuan, motivasi serta bimbingan ibu yang begitu banyak membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini. Dan Ibu Dra. Hafnita Sari Dewi Lubis, M.Si selaku sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah.

(7)

iii

5. Ibu Dra. Flores Tanjung, M.A selaku penguji ahli dan Bapak Drs. Ponirin, M.Si selaku pembanding bebas yang telah bersedia memberikan arahan dan masukan yang banyak membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini.

6. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Sejarah serta tata usaha, terimakasih atas semua ilmu yang diberikan kepada penulis selama masa perkuliahan.

7. Kedua orang tua penulis khususnya, Bapak Terhebat S.Hutasoit dan Mamak tersayang R.Gultom yang sangat penulis sayangi. I love you. Terima kasih atas kasih dan sayang yang selalu menyertai penulis selama ini, doa dan dukungan yang sangat banyak mempengaruhi kehidupan penulis sehingga skripsi ini pun dapat selesai. Tidak lupa juga kakak penulis Fauline Lestari Hutasoit,A.Md serta adik-adik penuli terutama dk Ima yang sudah menemani penulis wawancara kepada Nelayan, semoga tahun ini jadi mahasisiwa PTN ya dk. Penulis mengucapkan terima kasih atas dukungannya.

8. Mereka yang ada di kehidupan penulis sebagai sahabat hati dan teman, terkhusus kepada Candra K.Simbolon yang memberikan

motivasi,dorongan,waktu dan tenaga, “terima kasih banyak ya hasian”. Kepada sahabat terbaikku Icha Paskalis Ginting, terima kasih untuk semangatnya. Kepada teman semasa sekolah dulu, Vhiea,Elida,Rahmi,Tarii yang selalu bertanya “uda siding El?” dan teman lainnya terima kasih atas suka duka yang banyak mewarnai kehidupan penulis.

9. Semua teman A Reguler 2010, teman sekelas dan teman seperjuangan semasa kuliah kak neli, mariya, hotresli, aina, winda, evan atas canda, tawa, duka, kebersamaan, kekeluargaan yang begitu melekat di hidup penulis.

10.Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan untuk semua teman-teman PPLT SMAN 1 Bintang Bayu yang sudah memberikan dorongan, terutama untuk Herta makasih ya nang.

(8)

iv

atas kerjasama dan bantuannya penulis dapat menyusun skripsi ini. Juga kepada masyarakat yang telah banyak membantu penulis dalam memperoleh data demi penyempurnaan skripsi ini.

Skripsi ini bisa terselesaikan berkat bantuan dan doa dari semua pihak termasuk juga kepada pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satupersatu namanya. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan semoga skripsi ini bisa bermanfaat bagi semua pembaca.

Medan, Juni 2014 Penulis

(9)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 3

1.3. Pembatasan Masalah ... 3

1.4. Rumusan Masalah ... 4

1.5. Tujuan Penelitian ... 4

1.6. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 6

2.1. Kerangka Konseptual ... 6

2.1.1. Konsep Persepsi Nelayan ... 6

2.1.2. Konsep Pendidikan Anak ... 10

2.1.3 Gambaran Umum Tanjung Tiram ... 13

2.2. Kerangka Berpikir ... 14

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 16

3.1. Metode Penelitian ... 16

3.2. Lokasi Penelitian ... 17

3.3. Sumber Data ... 17

3.4. Teknik Pengumpulan Data ... 18

3.5. Teknik Analisa Data ... 19

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 20

4.1 Gambaran Umum Kabupaten Batubara... 20

(10)

4.3 Keadaan Sosial Masyarakat Tanjung Tiram... 21

4.3.1 Penduduk…... 21

4.3.2 Pemerintahan…... 25

4.3.3 Fasilitas Kesehatan Masyarakat dan sejenisnya... 26

4.4 Keadaan Pendidikan di Tanjung Tiram…... 26

4.5 Kehidupan Sosial Ekonomi Nelayan Desa Bogak…... 41

4.5.1 Latar Belakang Pendidikan Nelayan... 50

4.5.2 Latar Belakang Ekonomi Nelayan…... 53

4.6 Faktor-Faktor Penyabab Rendahnya Pendidikan Anak …... 55

4.6.1 Faktor Ekonomi... 57

4.6.2 Faktor social budaya…... 61

4.6.3 Faktor Keluarga…... 63

4.7 Persepsi Nelayan Terhadap Pendidikan Anak... 66

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……….. 69

5.1. Kesimpulan………. 69

5.2. Saran………70

DAFTAR TABEL ... viii DAFTAR PUSTAKA

(11)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Proyeksi Penduduk menurut Desa/Kelurahan Tahun 2008-2012……..22

Tabel 2. Banyaknya Penduduk Menurut Desa/Kelurahan dan Kewarganegaraan di Kecamatan Tanjung Tiram

Tahun 2012. ………...23 Tabel 3. Banyaknya Penduduk Menurut Kelompok Umur

Dan Jenis Kelamin Di Kecamatan Tanjung Tiram

Tahun 2012………..………..24 Tabel 4. Banyaknya Dusun Dan Lingkungan menurut

Desa/Kelurahan……….………25

Tabel 5. Fasilitas Kesehatan Masyarakat dan sejenisnya….………..26

Tabel 6. Banyaknya Sekolah Taman kanak-kanak, guru beserta murid

menurut Jenjang Sekolah Tahun 2012………..29 Tabel 7. Banyaknya Sekolah Dasar,Guru dan Murid

menurut Jenjang sekolah……….………..32 Tabel 8. Banyaknya SLTP Negeri/Swasta,Guru, dan murid

menurut jenjang sekolah………..…………..35

Tabel 9. Banyak Sekolah Lanjutan Tingkat Atas,Guru dan murid

menurut jenjang sekolah………..…………..38

Tabel 10. Banyaknya Sekolah Menengah Kejuruan,Guru,dan Murid

menurut jenjang sekolah………..………..40

Tabel 11. Banyaknya Rumah Tangga Nelayan yang Menggunakan Alat Penangkap Ikan Laut Menurut Jenisnya

tiap Kecamatan di Kabupaten Batubara 2012………..42

Tabel 12. Banyaknya Nelayan Menurut Kategori Pekerjaan

tiap Kecamatan di Kabupaten Batubara 2012………..………43 Tabel 13. Bayaknya Alat Penangkap Ikan Menurut Jenisnya

Tiap Kecamatan di Kabupaten Batubara,2012………...…..44 Table 14 . Jumlah Kelompok Nelayan per desa di Kecamatan

Tanjung Tiram tahun 2012………...46

(12)

ix

Tabel 16. Jenis Nelayan Berdasarkan Alat tangkap………50

Tabel 17. Usia dan Latar belakang pendidikan Nelayan

Di Tanjung Tiram……….54

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,suharsimi.2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:PT Rineka Cipta

BPS Statistik Batu Bara,2013.Batu Bara Dalam Angka. Batu Bara BPS Statistik Batu Bara.2012. Tanjung Tiram Dalam Angka. Batu Bara Hasbullah, 1997, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan,Jakarta:PT Raja Grafindo

Persada

Ihromi,T.O,2006.Pokok-pokok Antropologi Budaya,Jakarta:Yayasan Obor Indonesia

Marbun,Leonardo dan Ika N.Khrisna,2002,Masyarakat Pinggiran Yang Kian Terlupakan,Sumatera Utara:Jala Kophkalindo

Mardijino,2008, Persepsi Dan Partisipasi Nelayan Terhadap Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Kota Batam

Mudyahardjo,Reza,2006,Filsafat Ilmu Pendidikan,Bandung: Rosda Mulyadi,2005, Ekonomi Kelautan,Jakarta:PT Raja Gravindo

Ramadhan,Ben Fauzi,2009, Gambaran Persepsi Siswa Terhadap Keselamatan Berkendara Sepeda Motor,Jakarta:Universitas

Indonesia

Sjamsuddin, Helius.2012.Metodologi Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak

(14)

Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Surachman,Eman,2011, Problema Pendidikan Anak pada Keluarga Nelayan Studi Kasus: Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk,

Tangerang

Vredenbregt,1981,Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat,Jakarta:PT Gramedia

Walgito,Bimo,2003,Pengantar Psikologi Umum,Yogyakarta:Andi

Yacub,Muhammad .2005 .Orang Tua Bijaksana & Generasi Penerus Bangsa Yang Sukses. Medan: Yayasan Madera

http://id.wikipedia.org/wiki/Nelayan diakses tanggal 18 Februari 2014 Pukul

17:55

http://id.wikipedia.org/wiki/Persepsi diakses tanggal 18 Februari 2014

(15)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tanjung Tiram merupakan salah satu kecamatan yang ada di Batu Bara dan sebagian besar wilayahnya berada disekitar pinggiran laut, oleh karena itu menangkap ikan atau menjadi nelayan adalah mata pencaharian utama penduduk Tanjung tiram disamping bertani dan berkebun. Nelayan yang bekerja menangkap ikan mayoritas penduduk dengan suku melayu pesisir.

Nelayan sering juga disebut dengan Rumah Tangga Perikanan. Nelayan adalah orang yang melakukan penangkapan/ budidaya di laut, ditempat yang masih dipengaruhi pasang-surut laut (Ika N Khrisnayanti: 20).

Membahas mengenai nelayan, berarti kita juga harus membahas mengenai persoalan kehidupan nelayan dan keluarganya. Persoalan kehidupan nelayan tidak hanya berada pada pekerjaannya yaitu bagaimana seorang nelayan mencari nafkah, memperjuangkan hidupnya ditengah laut, namun lebih daripada itu persoalan yang lebih krusial dan sering dihadapi nelayan adalah terletak pada kehidupan Nelayan itu sendiri. Menjadi seorang nelayan bukanlah pilihan bagi mereka melainkan karena mereka tidak punya pilihan lain untuk menjalankan profesi lain yang diakibatkan rendahnya skill atau keahlian yang mereka miliki.

(16)

2

seoseorang sehingga mereka sering disebut sebagai masyarakat yang terpinggirkan.

Persoalan lain yang cukup pelik dalam masyarakat nelayan adalah persoalan anak. Menjadi nelayan bukanlah harga mati bagi anak nelayan. Tetapi realitas menyatakan bahwa anak nelayan tetap menjadi nelayan. Anak nelayan memang terpinggirkan, rata-rata mereka hanya mampu mengecap pendidikan dasar. Banyak factor yang melatar belakangi mengapa mereka tidak melanjutkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi. Factor ekonomi dan sosio-kultural merupakan penyebab utama mereka berhenti sekolah.

Kehidupan yang dekat dengan sumber daya laut, cukup memanjakan anak nelayan di pelabuhan Tanjung Tiram , dampaknya adalah anak nelayan tidak lagi tertarik untuk melanjutkan sekolahnya karena dengan upah yang mereka dapat saat membersihkan sampan atau memperbaiki jaring membuat mereka lebih tertarik, dengan kata lain sejak usia dini, mereka sudah mampu untuk mengumpulkan uang, sehingga pendidikan tak punya daya tarik bagi mereka untuk memperbaiki hidup mereka.

(17)

3

respon sebagian masyarakat nelayan di daerah ini, sangat disayangkan apabila anak-anak nelayan yang harusnya duduk di bangku sekolah harus berada dipelabuhan untuk membersihkan sampan.

Rendahnya ketertarikan anak nelayan untuk melanjutkan pendidikannya mengakibatkan banyak dari mereka yang hanya tamat sekolah dasar dan memiliki tingkat pendidikan yang rendah, seolah menjadi keadaan turun temurun pada kehidupan nelayan, hal inilah yang memberikan daya tarik tersendiri bagi peneliti untuk mengkaji lebih lanjut, bagaimana pendangan para nelayan terhadap

pentingnya pendidikan anak mereka. Maka dari itu peneliti mengambil judul “

Persepsi Nelayan terhadap Pentingnya Pendidikan Anak di Tanjung Tiram, Batu Bara”.

1.2Identifikasi Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang diatas, maka yang menjadi identifikasi masalah adalah :

1. Masalah kehidupan nelayan

2. Aspek-aspek sosiologis dan pandangan hidup yang melekat didaerah tersebut 3. Rendahnya ketertarikan anak nelayan untuk melanjutkan pendidikan ke

tingkat yang lebih tinggi

4. Pandangan nelayan terhadap pentingnya pendidikan anak. 1.3Pembatasan Masalah

(18)

4

1. Rendahnya ketertarikan anak nelayan untuk melanjutkan sekolahnya di Tanjung Tiram

2. Persepsi Nelayan Tanjung Tiram terhadap pendidikan anak dilihat dari latar belakang pendidikan Nelayan dan penghasilan Nelayan.

1.4Perumusan Masalah

Dengan pembatasan masalah diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana kehidupan nelayan Tanjung Tiram ditinjau dari latar belakang kehidupan ekonomi dan pendidikan?

2. Apakah faktor-faktor yang menyebabkan banyak anak nelayan yang tidak melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi?

3. Bagaimana persepsi nelayan Tanjung Tiram terhadap pentingnya pendidikan anak di Tanjung Tiram?

1.5Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui kehidupan nelayan Tanjung Tiram ditinjau dari latar belakang kehidupan ekonomi dan pendidikan .

2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan banyak anak nelayan yang tidak melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi.

(19)

5

3.1Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah :

1. Memberikan motivasi kepada Nelayan Tanjung Tiram untuk melanjutkan pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi.

2. Memberikan pengetahuan pada masyarakat mengenai manfaat dari pendidikan yang dapat mengubah status seseorang.

(20)

72

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada IV, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Tanjung Tiram merupaan salah satu kecamatan yang mayoritas penduduknya bekerja sebaga nelayan. Kehidupan nelayan Tanjung Tiram tergolong sebagai keluarga miskin yang memilki penghasilan rendah. Tingkat pendidikan yang ditempuh nelayan juga rendah. Aktivitas kehidupan nelayan adalah selalu pergi melaut pada sore hari dan pulang malaut pada pagi hari, istri nelayan membantu penghasilan keluarga dengan cara membersihkan ikan.

(21)

73

anakn nelayan untuk bekerja membantu perekonoomian keluarga sehingga banyak anak nelayan yang berhenti sekolah.

3. Persepsi nelayan terhadap pendidikan anak adalah nelayan menganggap bahwa pendidikan merupakan hal yang penting bagi anak, dan nelayan juga menyadari akan pentingnya peran pendidikan sebagai modal utama dalam mencari pekerjaan yang layak serta memiliki harapan agar anaknya bersekolah tinggi dan tidak menjadi nelayan seperti mereka saat ini. Namun nelayan tidak melakukan usaha-usaha yang nyata untuk mendorong pendidikan anak mereka dan terkesan pasrah dengan menyerahkan sepenuhnya keputusan pendidikan kepada anak.

5.2Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis memaparkan beberapa saran, antaran lain sebagai berikut:

1. Nelayan sebagai seorang Kepala Keluarga memilik peran penting dalam keluarga, sebagai sara peneliti hendaknya nelayan lebih memperhatikan pendidikan anak mereka dengan cara meningkatkan fungsi pengawasan terhadap anak.

Gambar

Tabel  16.   Jenis Nelayan Berdasarkan Alat tangkap…………………………50
Gambaran Persepsi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara untuk menambah petugas puskesmas Tanjung tiram sesuai dengan posisi yang diperlukan,

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupatep Asahan pada tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Tiram, Kecamatan Talawi dan Kecamatan Lima Puluh dengan memfokuskan pada faktor-faktor

Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kehidupan sosial dan ekonomi perempuan single parent di Desa Bagan Dalam Kecamatan Tanjung Tiram

Jumlah Usia Sekolah SD dan SLTP (6-15 tahun) yang Bersekolah di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat 2010 ..?. Identitas Responden Berdasarkan

Rizky Pratama (120304004) dengan judul skripsi “Analisis Tingkat Kesejahteraan dan Pola Pendapatan Nelayan di Desa Bogak Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara,

Fenomena dewasa ini begitu banyak dijumpai problema pendidikan anak. Penyebab problema pendidikan yaitu kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan dan

Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara untuk menambah petugas puskesmas Tanjung tiram sesuai dengan posisi yang diperlukan,

Faktor utama penyebab terjadinya hal tersebut adalah rendahnya tingkat ekonomi para nelayan.Selama ini, nelayan mengalami kesulitan dalam penangkapan ikan, terutama para nelayan