• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengendalian Kualitas untuk Mengatasi Produk Cacat pada Perusahaan Bogajaya.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Pengendalian Kualitas untuk Mengatasi Produk Cacat pada Perusahaan Bogajaya."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Secara umum, tujuan perusahaan yang berorientasi pada laba adalah untuk

memaksimalkan laba yang berguna untuk mempertahankan kontinuitas

perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan suatu perencanaan

yang matang serta cara pengendalian yang baik. Salah satu cara dalam melakukan

pengendalian adalah dengan melakukan pengendalian kualitas. Perusahaan perlu

memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan agar mampu bersaing dan

bertahan dalam pangsa pasar yang dimasuki serta mampu menghadapi tuntutan

pelanggan terhadap kualitas produk yang semakin meningkat. Oleh karena itu,

masalah pengendalian kualitas menjadi salah satu kegiatan penting yang harus

dilakukan perusahaan. Melalui pengendalian kualitas yang baik diharapkan

perusahaan dapat mengurangi tingkat kegagalan produk yang dihasilkan.

Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah perusahaan Bogajaya,

yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan ringan. Kegiatan

pengendalian kualitas yang selama ini diterapkan di perusahaan adalah

pemeriksaan terhadap bahan baku, proses produksi dan produk akhir. Akan tetapi

masih ditemukan jumlah kegagalan yang melebihi batas toleransi yang telah

ditentukan oleh perusahaan. Sedangkan jenis produk yang menjadi objek

penelitian adalah makanan ringan sukro Top Sari, karena produk ini yang paling

banyak diproduksi perusahaan.

Untuk menganalisis permasalahan yang ada khususnya yang berkaitan

dengan pengendalian kualitas dilakukan dengan cara menganalisis kegagalan

(2)

produk, mencari penyebab kegagalan produk, mengusulkan tindakan perbaikan

yang dapat dilakukan oleh perusahaan berdasarkan faktor-faktor penyebab yang

telah ditemukan. Adapun alat bantu yang digunakan untuk menganalisis

permasalahan adalah peta kendali proporsi kerusakan (peta kendali p), diagram

Pareto dan diagram sebab akibat (diagram tulang ikan).

Setelah dilakukan analisis maka diperoleh garis pusat untuk peta kendali p

sebelum pengemasan sebesar 0.45% dan sesudah pengemasan sebesar 1.83%.

Dari peta kendali sebelum pengemasan masih terlihat adanya gejala

penyimpangan yaitu keadaan yang tidak terkendali yang berbentuk pelompatan

yakni pada tanggal 4, 8, 12, 13, dan 25 April 2006. Sedangkan pada peta kendali

yang sudah seragam setelah pengemasan sudah terkendali.

Adapun jenis kegagalan yang paling sering terjadi untuk proses sebelum

pengemasan adalah sukro pecah-pecah, dengan faktor penyebabnya adalah faktor

manusia sebagai faktor penyebab paling besar, kemudian faktor peralatan, bahan

baku dan metode. Sedangkan jenis kegagalan yang paling sering terjadi untuk

proses sesudah pengemasan adalah plastik rusak, dengan faktor penyebabnya

adalah faktor manusia, metode, bahan baku dan lingkungan. Sehingga dengan

demikian untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas produk maka disarankan

perusahaan perlu memperhatikan karyawannya yaitu dengan melakukan

pengawasan yang lebih ketat terhadap karyawan agar kualitas maupun hasil kerja

meningkat.

(3)

DAFTAR ISI

ABSTRAK

KATA PENGANTAR ……….………... i

DAFTAR ISI ……….………..……….. iii

DAFTAR TABEL ……….………. vi

DAFTAR GAMBAR ……….... viii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……….. 1

1.2 Identifikasi Masalah ……….... 3

1.3 Tujuan Penelitian ……….... 6

1.4 Kegunaan Penelitian ……….... 7

1.5 Kerangka Pemikiran ……… 8

1.6 Metode Penelitian ……….... 12

1.6.1 Jenis Data ………. 12

1.6.2 Teknik Pengumpulan Data ……….. 13

1.6.3 Teknik Analisis Data ……… 14

1.7 Lokasi dan Lamanya Penelitian ……….. 14

1.8 Sistematika Penulisan ………. 14

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Operasi ………... 17

Universitas Kristen Maranatha

(4)

2.2 Pengertian Kualitas ………. 18

2.3 Pengertian Pengendalian Kualitas ……… 19

2.4 Tujuan Pengendalian Kualitas ……… 20

2.5 Proses Pengendalian Kualitas ……… 21

2.6 Atribut dan Variabel Pengukuran yang dipertimbangkan dalam Pengukuran Performansi Kualitas ……….. 22

2.6.1 Dimensi Kualitas Produk ……… 23

2.6.2 Dukungan Purna Jual ……….. 24

2.7 Pengertian Statistical Quality Control (SQC) ………. 25

2.8 Pengertian Total Quality Management (TQM) ………... 26

2.9 Alat-Alat Bantu dalam Pengendalian Kualitas ……… 27

2.9.1 Lembar Periksa (check Sheet) ………. 27

2.9.1 Diagram Pareto ……… 28

2.9.3 Diagram Sebab-Akibat (Cause-And-Effect Diagram) ………. 30

2.9.4 Histogram ……… 31

2.9.5 Diagram Tebar (Scatter Diagram) ………...… 32

2.9.6 Run Chart ………. 33

2.9.7 Peta Kendali ………. 34

2.10 Gejala Penyimpangan Peta Kendali ………... 36

2.11 Peta Kendali p ………. 37

BAB III OBJEK PENELITIAN 3.1 Sejarah Singkat Perusahaan ………. 39

Universitas Kristen Maranatha

(5)

3.2 Struktur Organisasi ………. 40

3.3 Kondisi Keuangan atau Permodalan Perusahaan ……… 45

3.4 Kegiatan Usaha ……… 46

3.5 Gambaran Umum Ketenagakerjaan ……… 49

BAB IV ANALISIS PEMBAHASAN 4.1 Penerapan Sistem Pengendalian Kualitas Perusahaan Bogajaya ... 51

4.2 Pengumpulan dan Pengolahan Data ……… 52

4.3 Analisis Data ……… 53

4.3.1 Peta Kendali p ………... 53

4.3.2 Diagram Pareto ……… 64

4.3.2.a Data dan perhitungan sebelum pengemasan ………. 65

4.3.2.b Data dan perhitungan sesudah pengemasan ……….. 67

4.3.3 Diagram Tulang Ikan (Fishbone Chart) …..……… 69

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ………. 74

5.2 Saran ……… 75

DAFTAR PUSTAKA

SURAT KETERANGAN PERUSAHAAN

RIWAYAT HIDUP PENULIS

SURAT PERNYATAAN

Universitas Kristen Maranatha

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.5.1 The Deming Wheel (PDCA Cycle) ………. 22

Gambar 4.1 Peta Kendali dari Tabel 4.1 ………... 56

Gambar 4.2 Peta Kendali dari Tabel 4.2 ……… 58

Gambar 4.3 Peta Kendali dari Tabel 4.3 ………... 61

Gambar 4.4 Peta Kendali dari Tabel 4.4 ……… 63

Gambar 4.5 Diagram Pareto Sebelum Pengemasan ……… 66

Gambar 4.6 Diagram Pareto Sesudah Pengemasan ……… 68

Gambar 4.7 Diagram Tulang Ikan Untuk Sukro Pecah-Pecah ……….. 70

Gambar 4.8 Diagram Tulang Ikan Untuk Plastik Rusak ………. 72

Universitas Kristen Maranatha

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Data Produk Cacat Pada Perusahaan Bogajaya

Periode Bulan Oktober 2005 – Maret 2006 ………... 4

Tabel 1.2 Jenis Makanan Ringan Produksi Perusahaan Bogajaya ... 5

Tabel 1.3 Jumlah Produksi Produk Bulan April 2006 ……….……… 6

Tabel 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan Bogajaya ………... 41

Tabel 3.2 Jenis Makanan Ringan Produksi Perusahaan Bogajaya………….. 47

Tabel 3.3 Operations Process Chart (OPC) Pembuatan Sukro Top Sari …… 49

Tabel 3.4 Klasifikasi Pendidikan Karyawan Perusahaan Bogajaya ………… 50

Tabel 4.1 Jumlah Produksi dan Produk Gagal Sebelum Pengemasan Periode Bulan April 2006 ……….………... 55

Tabel 4.2 Jumlah Produksi dan Produk Gagal Sebelum Pengemasan Setelah Perhitungan Periode Bulan April 2006 ……….. 57

Tabel 4.3 Jumlah Produksi dan Produk Gagal Setelah Pengemasan Periode Bulan April 2006 ……… 60

Tabel 4.4 Jumlah Produksi dan Produk Gagal Setelah Pengemasan Setelah Perhitungan Periode Bulan April 2006 ……….. 62

Tabel 4.5 Jumlah Kerusakan Untuk Setiap Jenis Kerusakan Sebelum Pengemasan Periode Bulan April 2006 ………... 65

Tabel 4.6 Jenis Kerusakan Sebelum Pengemasan Periode Bulan April 2006 ………..…. 66

Universitas Kristen Maranatha

(8)

Tabel 4.7 Jumlah Kerusakan Untuk Setiap Jenis Kerusakan

Setelah Pengemasan Periode Bulan April 2006 ………..… 67

Tabel 4.8 Jenis Kerusakan Setelah Pengemasan

Periode Bulan April 2006………..……….. 68

Universitas Kristen Maranatha

(9)

Bab I - Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Dewasa ini, memasuki era persaingan bebas yang semakin ketat serta

kompetitif, perusahaan dituntut agar tetap mampu mempertahankan eksistensinya

dan dapat mengembangkan usahanya. Akan tetapi perusahaan menghadapi suatu

lingkungan kegiatan yang semakin bergejolak. Persaingan antar perusahaan yang

menghasilkan produk sejenis dalam usaha merebut atau mempertahankan pangsa

pasar sampai kepada perkembangan teknologi dan pengaruh globalisasi juga

mendorong ketatnya persaingan dalam sektor industri baik dari dalam maupun

dari luar negeri. Para pimpinan perusahaan menggunakan sejumlah besar

waktunya untuk menyesuaikan perusahaannya terhadap kekuatan lingkungan

yang terus menerus berubah. Salah satu faktor penting bagi kesuksesan

perusahaan dalam jangka panjang adalah manajemen yang baik. Kesuksesan suatu

perusahaan diukur dengan pencapaian tujuannya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan suatu perencanaan yang

matang serta cara pengendaliannya. Salah satu aspek penting yang berpengaruh

adalah masalah kualitas, yaitu bagaimana mengatur serta mengelola proses

produksi sehingga dapat menghasilkan suatu hasil produksi yang maksimal dan

mempunyai kualitas yang baik ditinjau dari sudut pandang produsen maupun

konsumen. Kualitas mempunyai suatu peranan yang penting dalam keberhasilan

suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya karena tanpa pengendalian kualitas

Universitas Kristen Maranatha

(10)

Bab I - Pendahuluan

yang baik oleh perusahaan maka akan sangat sulit untuk mencapai efisiensi dan

efektifitas dalam menghasilkan suatu produk yang memiliki kualitas yang baik

agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Pengendalian kualitas dalam suatu perusahaan merupakan salah satu unsur

yang mempunyai peranan penting dalam menunjang pencapaian hasil yang

optimal yang memenuhi standar kualitas produk tersebut. Perusahaan harus

memperhatikan masalah kualitas, jika perusahaan tidak mampu mengendalikan

kualitas produk yang dihasilkan tersebut maka perusahaan akan menghadapi

risiko tidak dapat memenuhi keinginan konsumen untuk mendapatkan produk

yang memiliki kualitas baik, apalagi ditambah dewasa ini konsumen cukup kritis

terhadap kualitas suatu produk. Selain itu perusahaan juga akan dihadapkan

kepada masalah menumpuknya cacat produk dari produk yang dihasilkan

sehingga akan merugikan perusahaan.

Perusahaan yang menjadi objek penelitian merupakan sebuah perusahaan

yang bergerak di bidang industri yang memproduksi makanan ringan dan dalam

hal ini pengendalian kualitas mempunyai peranan yang sangat penting agar

perusahaan dapat menghasilkan produk sesuai dengan kualitas yang diinginkan

serta memberikan petunjuk dalam mengendalikan proses produksi untuk

memperoleh produk yang memiliki kualitas baik secara konsisten. Dengan proses

produksi yang lancar dan efisien serta memenuhi standar kualitas yang telah

ditetapkan diharapkan perusahaan mendapatkan profit menjadi lebih terjamin

disamping dapat memenuhi kebutuhan konsumennya.

Universitas Kristen Maranatha

(11)

Bab I - Pendahuluan

Akan tetapi perusahaan seringkali dihadapkan kepada permasalahan

mengenai kualitas sehingga produk akhir yang dihasilkan perusahaan seringkali

tidak sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan sebelumnya.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, faktor human error sampai kepada masalah

mesin, peralatan dan bahan baku dalam proses produksi menjadi penyebab

ketidaksesuaian dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan

penelitian dengan mengetengahkan judul : “ANALISIS PENGENDALIAN

KUALITAS UNTUK MENGATASI PRODUK CACAT PADA

PERUSAHAAN BOGAJAYA”.

1.2Identifikasi Masalah

Dengan bertitik tolak dari uraian di atas serta berdasarkan penelitian awal

yang dilakukan maka diketahui besarnya jumlah produk cacat yang terjadi selama

6 bulan dari bulan Oktober 2005 sampai dengan bulan Maret 2006 pada

perusahaan BOGAJAYA adalah sebagai berikut:

Universitas Kristen Maranatha

(12)

Bab I - Pendahuluan

Tabel 1.1

Data Produk Cacat Sukro TOP SARI Perusahaan BOGAJAYA

Bulan Oktober 2005 Sampai Dengan Maret 2006

Bulan Jumlah Produksi (Kg)

Dari tabel 1.1 dapat diketahui besarnya jumlah produk rusak yang terjadi

selama rentang waktu 6 bulan dari bulan Oktober 2005 sampai dengan bulan

Maret 2006, terlihat bahwa terdapat kegagalan produk melebihi batas toleransi

kegagalan produk yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perusahaan yakni

sebesar 3% dari jumlah produksi.

Berdasarkan uraian serta tabel di atas tersebut, maka dapat diidentifikasikan

masalah yang ada yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan sistem pengendalian kualitas yang dilakukan oleh

perusahaan?

2. Faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya masalah

produk yang tidak sesuai dengan standar kualitas?

Universitas Kristen Maranatha

(13)

Bab I - Pendahuluan

3. Bagaimana peranan sistem pengendalian kualitas dalam mengatasi

produk cacat?

Perusahaan Bogajaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang

makanan ringan dan sampai saat ini memproduksi 13 jenis makanan ringan.

Adapun jenis-jenis makanan ringan yang diproduksi adalah sebagai berikut:

Tabel 1.2

Jenis Makanan Ringan

NO. NAMA BARANG KETERANGAN

1. POLONG SUN FLOWER Per bal @ 5 kg

Dari 13 jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan, maka untuk

membatasi penelitian yang dilakukan, penulis hanya memilih 1 jenis produk saja

untuk dijadikan bahan penelitian yaitu SUKRO TOP SARI. Jenis produk tersebut

Universitas Kristen Maranatha

(14)

Bab I - Pendahuluan

diambil menjadi bahan penelitian karena produk tersebut merupakan produk yang

paling banyak diproduksi oleh perusahaan. Adapun data produksi masing-masing

produk pada bulan April 2006 adalah sebagai berikut:

Tabel 1.3

Jumlah Produksi Produk Bulan April 2006

NO. NAMA BARANG JUMLAH PRODUKSI

1. POLONG SUN FLOWER 7,500 kg

2. POLONG TOM&JERRY 5,000 kg

3. SUKRO TOP SARI 49,188 kg

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan ini

adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui penerapan sistem pengendalian kualitas pada

perusahaan.

Universitas Kristen Maranatha

(15)

Bab I - Pendahuluan

2. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya

permasalahan kualitas sampai kepada produk akhir yang cacat.

3. Untuk mengetahui peranan sistem pengendalian kualitas dalam mengatasi

cacat produk.

1.4Kegunaan Penelitian

Dengan diadakannya penelitian ini, penulis berharap hasil penelitian ini

akan dapat berguna bagi:

1. Penulis

Melalui penelitian ini, penulis dapat menambah pengetahuan serta

memperluas wawasan mengenai pengendalian kualitas dan juga penelitian

ini merupakan sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana

Ekonomi di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Kristen

Maranatha.

2. Perusahaaan

Melalui penelitian ini, diharapkan akan memberikan informasi dan

sumbangan pemikiran yang dapat dijadikan masukan serta bahan

pertimbangan perusahaan dalam upaya meningkatkan efisiensi serta

efektivitas khususnya mengenai pengendalian kualitas sehingga proses

produksi dalam menghasilkan produk yang baik dapat terealisasi dengan

baik.

Universitas Kristen Maranatha

(16)

Bab I - Pendahuluan

3. Masyarakat luas

Melalui penelitian ini, diharapkan akan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak

yang berkesempatan untuk membacanya dalam menambah pengetahuan

serta wawasan khususnya di bidang pengendalian kualitas.

1.5Kerangka Pemikiran

Dewasa ini, perkembangan dunia industri melaju semakin pesat sehingga

meningkatkan pula kegiatan yang dilakukan perusahaan. Untuk bersaing dengan

perusahaan industri lainnya, maka dibutuhkan manajemen yang baik yang mampu

untuk merencanakan segala sesuatunya dengan baik disertai dengan tindakan yang

efektif dan efisien.

Perkembangan ini mengakibatkan permasalahan yang dihadapi oleh

manajemen perusahaan semakin kompleks dan rumit, sehingga manajemen

dituntut untuk selalu bekerja secara efisien dan efektif dalam melaksanakan

fungsi-fungsi manajerial dengan baik. Salah satu fungsi tersebut adalah pada

bagian operasi. Untuk mampu melaksanakan setiap kegiatan produksinya dengan

baik maka diperlukan suatu manajemen dalam bidang operasi pada suatu

perusahaan.

Adapun yang dimaksud dengan operasi adalah:

Operation : “a function or system that transforms inputs into outputs or greater value”

Dan pengertian manajemen operasi adalah:

Operations management : “the design, operation, and improvement of productive system”.

(Roberta S. Russell, Bernard W. Taylor III, 2006, h. 3)

Universitas Kristen Maranatha

(17)

Bab I - Pendahuluan

Artinya manajemen operasi merupakan suatu kegiatan merancang,

mengoperasikan serta memperbaiki suatu sistem yang produktif.

Salah satu permasalahan yang sering dihadapi perusahaan adalah

permasalahan kualitas.

Adapun yang dimaksud dengan Kualitas adalah :

Quality : “the degree to which a product meets the requirements of a customer”

Or still simply, “the fitness of a product or service for its intended use”.

(PL Jain, 2001, h. 1)

Hal ini menjadi sangat penting karena kualitas suatu produk merupakan

salah satu kunci utama agar produk perusahaan mampu untuk bertahan dalam

persaingan yang semakin ketat dan mampu untuk bersaing dengan para

kompetitornya.

Tanpa adanya pengendalian kualitas yang baik, maka perusahaan tidak

dapat melakukan proses produksi secara efektif dan efisien sehingga

memungkinkan untuk menimbulkan permasalahan cacat produk. Selain itu,

sekarang ini kualitas merupakan salah satu faktor utama bagi konsumen untuk

menentukan pilihan terhadap suatu produk yang akan dikonsumsinya. Jika

kualitas produk tersebut mengalami penurunan maka akan terdapat kemungkinan

ditinggalkan oleh para konsumennya. Oleh karena itu, kualitas produk memiliki

peranan yang penting bagi perusahaan dalam memberikan kepuasan bagi para

konsumennya. Sehingga perusahaan dituntut untuk selalu dapat memproduksi

sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan sebelumnya. Akan tetapi

pada kenyataannya seringkali terdapat penyimpangan yang tidak sesuai dengan

Universitas Kristen Maranatha

(18)

Bab I - Pendahuluan

standar maka perlu adanya suatu pengendalian kualitas yang meliputi

pengendalian bahan baku, proses produksi, sampai kepada pengendalian kualitas

produk jadi.

Pengertian pengendalian kualitas menurut Juran (1988) adalah :

“Quality control is the regulatory process through which we measure actual quality performance, compare it with standards, and act on the difference”.

(Harrison M. Wadsworth, Kenneth S. Stephens, A. Blanton Godfrey, 2002, h. 27)

Tujuan pengendalian kualitas adalah untuk mengatur kualitas yang

mencakup keseluruhan hasil dan menjaga agar proses produksi menghasilkan

suatu produk atau jasa yang berkualitas tinggi dapat terus berkesinambungan.

“Quality Control includes all efforts to manage quality and maintain assurance of continued high quality of productor service”.

(PL Jain, 2001, h. 1)

Dalam pengendalian kualitas diperlukan beberapa analisis statistika atau

biasa disebut dengan Statistical Quality Control (SQC) untuk mengetahui apakah

kualitas produk yang dihasilkan masih terdapat dalam batas-batas yang terkendali

atau tidak.

“The Statistical Control of Quality is application of statistical principles and techniques in all stages of design, production, maintenance and service, directed toward the economic satisfaction of demand”.

(Harrison M. Wadsworth, Kenneth S. Stephens, A. Blanton Godfrey, 2002, h. 27)

Salah satu alat bantu dalam SQC adalah peta kendali. Adapun jenis-jenis

peta kendali adalah: (Roberta S. Russel and Bernard W. Taylor III, 2003, h.678)

Universitas Kristen Maranatha

(19)

Bab I - Pendahuluan

1. Peta kendali variabel, yaitu peta kendali yang digunakan untuk

mengendalikan kualitas produk selama proses produksi yang bersifat

variabel (karakteristik yang dapat diukur).

Peta kendali variabel terdiri dari:

- Peta kendali X (rata-rata)

- Peta kendali R (rentang)

2. Peta kendali atribut, yaitu peta kendali yang digunakan untuk

mengendalikan kualitas produk selama proses produksi yang bersifat

atribut (relatif sulit diukur).

Peta kendali atribut terdiri dari:

- Peta kendali p (Peta kendali persentase produk rusak)

- Peta kendali np (Peta kendali jumlah produk rusak)

- Peta kendali c (Peta kendali produk cacat)

- Peta kendali u (Peta kendali cacat/unit)

Karena kualitas produk yang diteliti sulit untuk diukur maka peta kendali yang

digunakan adalah peta kendali atribut dan menggunakan peta kendali p (proporsi

kerusakan).

Dengan digunakannya alat bantu peta kendali dan tentu saja alat bantu

yang lain seperti check sheet, diagram Pareto, diagram sebab-akibat, histogram,

diagram tebar, dan run chart dalam TQM (Total Quality Management) yang

merupakan suatu pengendalian kualitas terpadu yang melibatkan semua unsur

tenaga manusia yang terlibat dalam proses produksi mulai dari input, proses,

output, hingga sampai ke tangan konsumen yang menekankan kepada perbaikan

Universitas Kristen Maranatha

(20)

Bab I - Pendahuluan

organisasi yang berkelanjutan sehingga kepuasan konsumen dapat

dimaksimalkan.

Adapun yang dimaksud dengan TQM adalah:

“Total quality management is a management of entire organization so that it excels in all aspects of products and services that are important to the customer”.

(Jay Heizer and Barry Render, 2001, h.174)

Artinya TQM adalah manajemen dari keseluruhan organisasi sehingga mampu

melebihi keseluruhan segi produk dan jasa yang penting untuk konsumen.

Dengan demikian maka dapat diketahui ada atau tidaknya penyimpangan

melalui batas toleransi yang ditetapkan dan juga kemungkinan penyebab

terjadinya penyimpangan dapat diketahui sehingga perusahaan dapat mengambil

suatu tindakan baik itu tindakan perbaikan sampai kepada pencegahan terjadinya

penyimpangan sehingga produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat memenuhi

standar kualitas yang telah ditentukan sebelumnya.

1.6Metode Penelitian

Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

metode deskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan suatu

perusahaan berdasarkan faktor yang tampak pada situasi yang sedang diteliti.

1.6.1Jenis Data

Jenis data yang digunakan adalah:

1. Data primer, yaitu data yang dikumpulkan langsung dari sumber

informasi. Data ini antara lain adalah:

Universitas Kristen Maranatha

(21)

Bab I - Pendahuluan

- Data awal untuk mendukung penelitian

- Data mengenai sejarah perkembangan perusahaan dan struktur

organisasi

2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui buku-buku pendukung

dan materi perkuliahan yang kemudian disusun dan disajikan dalam

penelitian sehingga dapat mendukung penelitian dan membuatnya lebih

mudah untuk dipahami.

1.6.2 Teknik Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam memperoleh data yang diperlukan adalah:

1. Riset kepustakaan

Membaca serta mempelajari buku-buku serta bahan perkuliahan yang

mendukung penelitian untuk mendapatkan teori-teori yang menunjang dan

berhubungan dengan subjek penelitian sehingga penelitian yang dilakukan

dapat terarah dan berlandaskan kepada dasar-dasar teori serta penerapan

metode analisis yang baik dan benar.

2. Riset Lapangan (observasi)

Teknik pengumpulan data dengan mengamati serta meninjau secara

langsung untuk mendapatkan data yang sesuai dengan permasalahan yang

akan dibahas.

3. Wawancara (interview)

Dilakukan dengan wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait untuk

mendapatkan data yang mendukung penelitian.

Universitas Kristen Maranatha

(22)

Bab I - Pendahuluan

Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling yaitu setiap

elemen dianggap karakteristiknya sama/ homogen.

1.6.3 Teknik Analisis Data

Setelah proses pengumpulan data selesai dilakukan, maka tahap

berikutnya adalah tahap pengolahan data dengan menggunakan peta kendali p

(peta kendali persentase produk rusak) dan dilanjutkan dengan melakukan uji

kecukupan data dengan rumus:

* Jika N lebih besar dari n maka data cukup.

1.7Lokasi dan Lamanya Penelitian

Penelitian dilakukan di perusahaan BOGAJAYA yang terletak di jalan

Citeureup no.59 Cimahi Utara Bandung. Penelitian dilakukan selama 3 bulan

yakni dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2006.

1.8Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai

berikut:

Universitas Kristen Maranatha

(23)

Bab I - Pendahuluan

Bab I. Pendahuluan

Pada bagian ini dibahas mengenai pentingnya pengendalian kualitas bagi

perusahaan dalam meningkatkan efisiensi serta efektivitas perusahaan dalam

melakukan proses produksi sehingga mampu untuk mengendalikan serta

memperkecil tingkat penyimpangan yang terjadi sehingga kualitas produk

yang dihasilkan sesuai dengan yang telah ditetapkan sebelumnya dan cacat

produk dapat diperkecil atau dihilangkan.

Bab.II Landasan Teori

Pada bagian ini menyajikan dasar-dasar teori sebagai pendukung penelitian

dalam melakukan analisis pada permasalahan yang dihadapi dengan baik dan

dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan teori yang ada.

Bab III. Objek Penelitian

Pada bagian ini dijelaskan secara singkat mengenai perusahaan yang akan

diteliti mulai dari sejarah perusahaan sampai kepada struktur organisasi

perusahaan yang akan diteliti.

Bab IV. Pembahasan

Pada bagian ini dijelaskan mengenai analisis pembahasan masalah dalam

pengendalian kualitas, penyebab terjadinya cacat produk sampai kepada

upaya-upaya yang dilakukan dalam menghasilkan suatu produk yang sesuai

dengan standar kualitas yang telah ditetapkan sebelumnya.

Universitas Kristen Maranatha

(24)

Bab I - Pendahuluan

Bab V. Kesimpulan dan Saran

Pada bagian ini dikemukakan mengenai kesimpulan dari keseluruhan

penelitian mulai dari awal sampai kepada hasil penelitian yang diperoleh dan

juga memberikan saran-saran masukan yang dapat menunjang proses

pengendalian kualitas sehingga mampu berjalan dengan baik dan sesuai

dengan standar kualitas yang sudah ditentukan sebelumnya.

Universitas Kristen Maranatha

(25)

Bab V – Kesimpulan dan Saran

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pembahasan yang telah diuraikan

pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Perusahaan Bogajaya menerapkan sistem pengendalian kualitas dengan cara

melakukan kegiatan pemeriksaan mulai dari pemeriksaaan bahan baku, proses

produksi sampai kepada proses pengemasan produk dan produk akhir yang

bertujuan mencegah ataupun meminimalkan terjadinya cacat produk pada

produk sukro Top Sari.

2. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan produk untuk proses

sebelum pengemasan adalah faktor bahan baku, faktor metode kerja dan faktor

manusia yang merupakan faktor paling dominan. Untuk proses sesudah

pengemasan adalah faktor lingkungan, faktor bahan baku, faktor metode dan

faktor manusia.

3. Jenis kerusakan yang terjadi pada produk sukro Top Sari sebelum pengemasan

adalah sukro pecah-pecah (80.46%), sukro terlalu matang atau kurang matang

(19.54%). Sedangkan jenis kerusakan untuk proses setelah pengemasan adalah

plastik rusak (73.79%), jahitan lepas (23.45%), dan kerusakan lain-lain

(2.76%).

Universitas Kristen Maranatha

(26)

Bab V – Kesimpulan dan Saran

4. Penggunaan alat bantu seperti peta kendali p, diagram pareto, serta diagram

tulang ikan (fish bone chart) dapat membantu perusahaan untuk mendeteksi

adanya penyimpangan sehingga mampu meminimalkan cacat produk.

5.2 Saran

Adapun beberapa saran yang dapat dikemukakan setelah melakukan

pengamatan adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan sebaiknya meningkatkan sistem pengendalian kualitas yang sudah

diterapkan untuk lebih meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dengan

mengadakan pengawasan yang lebih ketat terhadap karyawan agar bekerja

dengan disiplin dan benar serta melakukan pemeriksaan proses produksi

secara intensif untuk memperkecil cacat produk seperti melakukan

pemeriksaan peralatan, pemeriksaan bahan baku, dan lain-lain.

2. Perusahaan sebaiknya mulai menggunakan metode pengendalian kualitas

untuk meningkatkan kualitas produk sukro Top Sari dengan menggunakan

beberapa alat bantu, yaitu dengan menggunakan peta kendali p, diagram

pareto dan diagram tulang ikan (fish bone chart) agar perusahaan dapat

mendeteksi penyebab terjadinya kerusakan sehingga perusahaan dapat lebih

meminimalkan cacat produk.

Universitas Kristen Maranatha

(27)

DAFTAR PUSTAKA

1. Besterfield, Dale H., “Quality Control”, Fifth Edition, Upper Saddle River, New Jersey : Prentice-Hall International, Inc., 1998.

2. Gaspersz, Vincent, “Statistical Process Control : Penerapan Teknik-Teknik Statistikal Dalam Manajemen Bisnis Total”, Edisi kesatu, Jakarta :

PT. Gramedia Pustaka Utama, 1998.

3. Harrison M. Wadsworth, Kenneth S. Stephens, A. Blanton Godfrey, “Modern Methods for Quality Control and Improvement”, Second Edition, 605

Third Avenue, New York, John Wiley & Sons, Inc., 2002.

4. Heizer, Jay & Barry Render, “Operations Management”, Sixth Edition, New Jersey : Prentice-Hall, Inc., 2001.

5. Krajewski, Lee J. & Larry P. Ritzman, “Operations Management : Strategy and Analysis”, Sixth Edition, New Jersey : Prentice-Hall International, Inc.,

2002.

6. PL Jain, “Quality Control & Total Quality Management”, 7 West Patel Nagar, New Delhi, Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited, 2001. 7. Russell, Roberta S. & Taylor III, Bernard W., “Operations Management”,

4th Edition, New Jersey : Prentice-Hall, 2003.

8. Russell, Roberta S. & Taylor III, Bernard W., “Operations Management-Quality and Competitiveness in a Global Environment”, 5th Edition, 111 River Street, Hoboken, NJ, John Wiley & Sons, Inc., 2006.

9. Sharma, S. C., “Inspection, Quality Control & Reliability”, First Edition, New Delhi : Khanna Publisher, 1998.

Gambar

Tabel 1.1
Tabel 1.2
Jumlah Produksi Produk Bulan April 2006Tabel 1.3

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa berhubung dalil para penggugat / sekarang para terbanding berkenaan dengan objek 3 point tersebut telah diakui maka telah terbukti dengan sempurna dan

[r]

Sebelum bedengan dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm lalu dibuat bedengan selebar 110-120 cm memanjang dari arah utara ke selatan. Tambahkan ayakan pupuk kandang halus dan

GUTI ( GUTI (Globally Unique Temporary Identity  Globally Unique Temporary Identity  ) di gunakan ) di gunakan kurang lebih hanya untuk menyembunyikan identitas

(5) Tim Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d merupakan Tim yang di bentuk oleh Bupati untuk melakukan pembinaan pengembangan peran serta masyarakat,

16 Dengan kata lain, wadi>ah yad amanah adalah suatu akad penitipan barang dan pihak penerima tidak diperbolehkan menggunakan barang titipan tersebut

Pemerintah Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan

WebGIS ini masyarakat dapat mengetahui jalur mana saja yang merupakan jalur bersepeda yang kondusif untuk melakukan kegiatan bersepeda tersebut sesuai dengan