• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN POLICY BRIEF. Edisi 9 Th. 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN POLICY BRIEF. Edisi 9 Th. 2020"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Halaman PB | Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim | Halaman 1

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Edisi 9 Th. 2020

POLICY

BRIEF

(2)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Manggala Agni Perempuan, Sosok Kartini Masa Kini

Selamatkan Hutan Dari Kobaran Api

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan hutan tropis terluas ketiga di dunia. Sebagai paru-paru dunia, Indonesia berperan besar dalam menentukan perubahan iklim global. Masalah serius terkait hutan di Indonesia saat ini adalah masifnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan dampak ekonomi, kesehatan dan lingkungan, tapi juga akibat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Berbagai data dan fakta menunjukkan bahwa dalam kondisi bencana perempuan banyak diposisikan sebagai korban, sebagai pihak yang tidak berdaya, yang tergantung sepenuhnya pada bantuan dan perlindungan laki-laki.

Belum tumbuh kesadaran bahwa perempuan bisa memainkan peran penting dalam manajemen bencana kebakaran hutan.   ini bertujuan untuk mengulas peranan Ditjen PPI dalam memberikan akses, dan partisipasi pada perempuan sehingga mereka dapat berperan aktif dalam

Edisi 9 Th. 2020

POLICY

BRIEF

(3)

Halaman 2 | Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim | Halaman 3

RINGKASAN EKSEKUTIF

Manggala Agni Perempuan, Sosok Kartini Masa Kini

Selamatkan Hutan Dari Kobaran Api

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan hutan tropis terluas ketiga di dunia. Sebagai paru-paru dunia, Indonesia berperan besar dalam menentukan perubahan iklim global. Masalah serius terkait hutan di Indonesia saat ini adalah masifnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan dampak ekonomi, kesehatan dan lingkungan, tapi juga akibat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Berbagai data dan fakta menunjukkan bahwa dalam kondisi bencana perempuan banyak diposisikan sebagai korban, sebagai pihak yang tidak berdaya, yang tergantung sepenuhnya pada bantuan dan perlindungan laki-laki.

Belum tumbuh kesadaran bahwa perempuan bisa memainkan peran penting dalam manajemen bencana kebakaran hutan.   ini bertujuan untuk mengulas peranan Ditjen PPI dalam memberikan akses, dan partisipasi pada perempuan sehingga mereka dapat berperan aktif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Edisi 9 Th. 2020

POLICY

BRIEF Kebakaran Hutan dan

Dampaknya Bagi Perempuan

Sebagai Negara yang dilewati garis khatulistiwa, Indonesia memiliki kawasan hutan tropis yang luas dan hutan tropika basah terluas ketiga di dunia.

INDONESIA

Di Benua Asia dan terbesar di kawasan Asia Tenggara

Letak Geografis Strategis Salah Satu Negara Besar

Di antara dua benua yaitu Asia dan Australia serta di antara dua samudra yaitu Indonesia dan Pasifik.

> 17.000 Pulau Tersusun

120 Juta Hektar Luas Kawasan Hutan

diantaranya 45 Juta sebagai hutan perawan

Foto: Anggota Manggala Agni yang ikut terjun langsung memadamkan api.

Halaman 2 | Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim

(4)

LAPORAN WORLD BANK

“Indonesia Economic Quarterly Reports (IEQ)”

Kerugian Indonesia akibat dampak kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun 2019 mencapai US$ 5,2 miliar atau setara Rp 72,95 Triliun (kurs Rp 14.000).

Penghitungan kerugian ekonomi oleh Bank Dunia ini berdasarkan kebakaran hutan massif terjadi di delapan provinsi prioritas yakni, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Riau, Kalaimantan Barat, Jambi, Kalimantan Timur dan Papua. Bank Dunia memperkirakan terjadi penurunan 0,09% dan 0,05% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 dan 2020 sebagai dampak kebakaran hutan.

Kebakaran hutan tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, namun juga mempengaruhi kondisi kesehatan.

Sampai September 2019, lebih 900.000 orang mengalami gangguan pernapasan sebagai dampak kebakaran dan kabut asap. Ada 12 bandar udara nasional berhenti beroperasi.

Bukan hanya Indonesia yang mengalami kerugian dari kebakaran hutan, tetapi juga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Terdapat ratusan sekolah di Indonesia, Malaysia dan Singapura yang harus menghentikan kegiatan belajar mengajar karena kebakaran hutan.

Kebakaran hutan di Indonesia banyak terjadi di lahan gambut. Data Global Forest Watch (GFW) mencatat hilangnya Tutupan Pohon di Lahan Gambut berpotensi terhadap terjadinya kebakaran hutan yang berlangsung lama. Perempuan yang tergantung pada kondisi hutan akan mengalami dampak yang berkepanjangan

dimasa mendatang. Karena meningkatnya kerusakan hutan akibat kebakaran menimbulkan krisis bahan pangan dan kebutuhan lainnya yang berasal dari ekologi hutan yang mengakibatkan perempuan tidak memiliki kecukupan akses dan bahan pangan.

Masalahnya, meskipun berbagai data dan fakta menunjukkan perempuan sebagai pihak yang paling terdampak oleh bencana seperti perubahan iklim dan kebakaran hutan, namun selama ini perempuan banyak diposisikan sebagai korban, sebagai pihak yang tidak berdaya, yang tergantung sepenuhnya pada bantuan dan perlindungan laki-laki. Belum tumbuh kesadaran bahwa perempuan bisa memainkan peran penting dalam manajemen bencana kebakaran hutan.

Foto: Masitoh Hasibuan, S.Hut, Srikandi Manggala Agni Daops Pekanbaru

berjibaku padamkan api karhutla.

(5)

Halaman 4 | Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim | Halaman 5

Pentingnya Pengarusutamaan Gender dalam Penanganan Kebakaran Hutan

Dalam situasi bencana perempuan dipersepsikan sebagai kelompok rentan dan lemah yang perlu ditolong dan dilindungi.

Sesungguhnya kemampuan perempuan untuk menghadapi bencana tidak berbeda dengan laki-laki. Perempuan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang apa yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah dan inilah yang membuat perempuan tangguh dalam merespon dampak bencana. Namun kurangnya penguasaan atas sumber daya dan akses yang terbatas dalam pengambilan keputusan yang menghambat perempuan untuk terlibat aktif dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Realitas ini yang mendorong munculnya inisiatif untuk melibatkan perempuan dalam pengambilan kebijakan melalui partisipasi aktif perempuan dalam menyelesaikan persoalan terkait kebakaran hutan. Untuk itu pendekatan PUG penting sekali untuk diterapkan dalam manajemen bencana kebakaran hutan.

Menjawab persoalan ini, Ditjen PPI Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (DJPPI), salah satu unit kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menangani perubahan iklim yang salah satu fungsinya adalah pengendalian kebakaran hutan dan lahan, melakukan langkah inovatif

melalui rekruitmen yang memperhatikan aksesibilitas bagi perempuan untuk menjadi Manggala Agni Perempuan.

Manggala Agni adalah Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Indonesia yang dibentuk oleh Departemen Kehutanan pada tahun 2003.

Manggala Agni (manggala = panglima, agni = api) mengandung pengertian bahwa sebagai panglima api, Manggala Agni mampu mengendalikan api. Kata kunci

“mengendalikan” mengandung arti bahwa Manggala Agni melakukan langkah-langkah manajemen yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan, tidak hanya pemadaman, tetapi juga pencegahan dan penanganan pasca kebakaran hutan. Brigade ini dibentuk dalam rangka melaksanakan tugas pengendalian kebakaran hutan yang kegiatannya meliputi pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca kebakaran hutan. Dalam perkembangannya, Manggala Agni tidak hanya mengendalikan kebakaran di dalam kawasan hutan, khususnya kawasan konservasi, melainkan juga di lahan.

Disamping itu, Manggala Agni juga melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan seperti bantuan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan penyelamatan (SAR).

Foto: Perempuan pejuang pemadaman karhutla, Masito Hasibuan yang biasa dipanggil Ria bertugas di Daops Pekanbaru, Riau

(6)

Bencana seperti perubahan iklim dan kebakaran hutan menimbulkan dampak sosial ekonomi bagi perempuan, namun disisi lain bencana alam dapat menjadi isu penting dimana perempuan dapat memainkan perannya sebagai kekuatan penggerak. Melalui jaringan perempuan dan keluarga, perempuan dapat merespons perubahan lingkungan akibat dampak bencana dengan lebih baik daripada laki-laki, bahkan perempuan juga dapat menjalankan peran-peran yang distereotypekan sebagai peran gender laki-laki dalam situasi bencana alam.

Mindset ini yang mendasari Ditjen PPI untuk melakukan kebijakan inovatif yakni memerankan sejumlah perempuan dalam keanggotaan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) – Manggala Agni. Karena keputusannya ini Ditjen PPI mendapat penghargaan kategori Madya pada Lomba PUG KLHK Tahun 2020.

Salah satu kegiatan yang ditonjolkan adalah Manggala Agni Perempuan yang merepresentasikan kartini masa kini.

Mengapa Perempuan Perlu

Direkrut sebagai Manggala Agni ?

Foto: Anggota Manggala Agni Daops Banjar, Indah Gita Cahyani tak jarang ikut terjun langsung memadamkan api.

(7)

Halaman 6 | Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim | Halaman 7

5%

anggota adalah Laki-Laki1.700 Perempuan85 TOTAL1.785 perempuan

BPPI KHL Wilayah Sumatera

Total: 844 Orang

Sumber : Pelaksanaan PUG Lingkup Ditjen PPI 2020

809 35

BPPI KHL Wilayah Kalimantan

Total: 761 Orang

718 43

BPPI KHL Wilayah Sumatera

Total: 180 Orang

173 7

Jumlah Manggala Agni Perempuan masih sangat kecil dibanding jumlah Manggala Agni laki-laki (Jumlah ideal berdasarkan acuan quota perempuan di parlemen sekitar 30 %).

Dari segi peran, Manggala Agni perempuan tidak dibedakan dengan Manggala Agni laki- laki. Saat terjadi kebakaran hutan, Manggala Agni perempuan bersama-sama dengan rekan laki-laki terjun langsung berusaha memadamkan api selama berhari-hari. Hal ini membuktikan bahwa apabila perempuan diberi peluang atau akses untuk aktif dalam menjalankan tugas pengendalian kebakaran hutan, yang dianggap sebagai wilayah peran gender laki-laki, maka perempuan akan memiliki kontrol atau kapasitas mengambil keputusan terkait manajemen kebakaran hutan dan lahan yang kemampuannya tidak berbeda atau bahkan bisa lebih dibanding rekan laki-laki.

(8)

Fitria Sri Handayani adalah anggota Manggala Agni perempuan yang bertugas di Daops Ketapang, Kalimantan Barat sejak tahun 2008. Ria, sapaan akrabnya, pada awalnya ditempatkan sebagai tenaga kesekretariatan hingga 2014. Setelah itu selama tiga tahun menjadi pengolah data sistem pendeteksi cuaca dan kebakaran. Keberhasilannya dalam melaksanakan berbagai tugas dengan baik diganjar dengan jabatan Komandan Regu. Ria adalah satu-satunya sosok perempuan yang menjadi Komandan Regu Manggala Agni di Indonesia. Demi tugas sebagai Manggala Agni, pernah Ibu dari tiga orang anak ini harus meninggalkan anak pertamanya yang saat itu masih berumur 8 bulan selama beberapa minggu demi melakukan pemadaman kebakaran hutan di lapangan. Lokasi yang sangat jauh dan sulitnya akses harus dilalui Ria. Sementara pasokan logistik pun sangat terbatas. Air gambut yang pekat terpaksa harus diminumnya.

Semangat Kartini memperjuangkan emansipasi perempuan Indonesia menjadi inspirasi Ria untuk semangat menjalankan tugasnya. Selain fitrahnya sebagai ibu dan seorang istri, perempuan sekarang dapat berkiprah dan berkarya untuk memajukan daerah bahkan negara. Menurut Ria untuk menjadi

seorang pahlawan tidak harus dengan berperang melawan penjajahan seperti jaman kemerdekaan dulu. Banyak hal yang bisa dilakukan yang bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara.

Contohnya, saat ini kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu ancaman bagi kelestarian alam dan lingkungan Indonesia.

Sebagai Manggala Agni dapat terjun langsung dan berbuat lebih untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman kebakaran hutan.

“Berjuang di Manggala Agni ini mengingatkan saya pada perjuangan Kartini jaman dulu. Kartini telah berhasil menunjukkan kepada dunia luar, bahwa perempuan dapat berbuat lebih dengan kemampuan yang dimilikinya. Menjadi Manggala Agni kita dapat melakukan aksi yang sangat berarti bagi keselamatan bangsa dari ancaman buruk kebakaran hutan dan lahan”.

Sebagai Srikandi Manggala Agni, Ria merasa tak berbeda tugasnya dengan pria yang kebanyakan bertugas sebagai Manggala Agni.

“Ketika melakukan pemadaman, kita tidak hanya memiliki tugas di barisan belakang.

Manggala Agni perempuan juga bisa berperan sebagai pemegang nozzle di garis depan yang berhadapan langsung dengan api” - Tutur Ria

FITRIA SRI HANDAYANI

Sosok Kartini

dari Manggala Agni

Foto: Fitria Sri Handayani, Anggota Agni Daops Ketapang, Kalimantan Barat saat memadamkan api

(9)

Halaman 8 | Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim | Halaman 9

Perempuan Manggala Agni lainnya adalah Gustia Ningsih, akrab disapa Neneng (35 tahun).

Neneng adalah Manggala Agni perempuan yang sudah 15 tahun mengabdi sebagai anggota Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Riau.

Provinsi Riau merupakan provinsi rawan karhutla di Indonesia. Tugas pokok Neneng sehari-hari adalah sebagai pemantau deteksi dini.

Pantauannya meliputi wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain itu Neneng juga bertugas mengatur papan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK), dan mengurus administrasi kantor Daops Manggala Agni Sumatera VI/

Siak. Namun, tidak jarang Neneng ikut terjun ke lapangan untuk melaksanakan patroli pencegahan dan pemadaman karhutla.

Meski Manggala Agni didominasi laki-laki, hal ini tidak membuat Neneng merasa minder. Pada saat pemadaman karhutla, Neneng juga siap berjalan puluhan kilometer untuk menuju titik api, mengangkat gulungan selang, serta memegang nozzle di depan berhadapan langsung dengan api. “Waktu melakukan pemadaman saya pernah terperosok

gambut karena kebakaran saat itu di selimuti asap yang sangat tebal,” tambah Neneng.

Neneng menuturkan sosok Kartini memberikan motivasi dirinya untuk ikut bergerak bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan tanpa melalaikan tanggung jawab sebagai seorang perempuan, sebagai ibu yang baik dan sebagai istri yang patuh terhadap suami. “Kartini memberikan inspirasi tersendiri bagi saya bahwa wanita bisa berperan dalam semua hal, termasuk dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan sebagai Manggala Agni,” tambah Neneng. “Misalkan, saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di Siak 2019 kemarin.

Kita sebagai Manggala Agni tentu harus terjun langsung untuk melakukan pemadaman karhutla sampai beberapa hari,” jelas Neneng.

Foto: Ramhita, salah satu srikandi yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api, di Desa Parigi Talang Nangka Kabupaten Ogan Komering Ilir

“Beban yang paling berat biasanya meninggalkan keluarga, anak-anak, karena kalau masuk hutan tidak ada sinyal handphone sehingga untuk sekedar bertanya kabarpun susah sekali,” -ungkap Neneng.

GUSTIA NINGSIH

(10)

Perempuan merupakan kelompok masyarakat yang terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan, karena kerusakan akibat kebakaran hutan akan menimbulkan krisis ekologi hutan yang mengakibatkan perempuan tidak memiliki kecukupan akses terhadap bahan pangan.

Sehubungan dengan kondisi ini, maka diajukan rekomendasi sebagai berikut :

• Sebagai korban yang terdampak, maka sudah seharusnya kepentingan perempuan diakomodir dalam keseluruhan kebijakan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu perlu optimalisasi penguatan kapasitas PUG di kalangan pimpinan dan staff Ditjen PPI, laki-laki dan perempuan, dan secara khusus penguasaan pengintegrasian gender ke dalam keseluruhan tahapan kebijakan terkait penanganan kebakaran hutan dan perubahan iklim.

• Dalam rangka lebih meningkatkan akses, partisipasi, dan kontrol Manggala Agni perempuan dalam menjalankan fungsi manajemen bencana kebakaran hutan dan lahan, maka perlu peningkatan jumlah Manggala Agni perempuan sehingga mendekati jumlah ideal kuota perempuan 30 %.

• Untuk memenuhi komposisi jumlah ideal perempuan Manggala Agni, perlu penambahan rekruitmen perempuan yang nantinya bisa ditempatkan di wilayah-wilayah yang belum ada Manggala Agni perempuannya.

• Dalam upaya mengakomodir kebutuhan spesifik Manggala Agni perempuan saat bertugas di lapangan, maka sebaiknya lebih banyak dilakukan rekruitmen dari calon-calon yang berasal dari daerah yang dekat dengan wilayah tugas Manggala Agni.

Foto: Srikandi Manggala Agni Gustia Ningsih sedang berjuang mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan tergabung sebagai anggota Daops Manggala Agni Sumatera VI/ Siak Riau.

Rekomendasi

(11)

Halaman 10 | Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim Policy Brief Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim | Halaman 11

1. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK. (2020). Pengendalian Kebakaran Hutan di Indonesia. Karhutla. Diakses dari: http://sipongi.menlhk.go.id/ manggalaagni/sipongi 2. Arumingtyas, L. (2019). Bank Dunia: Kerugian Indonesia Dampak Karhutla 2019 Capai Rp72,95

Triliun. Mongabay. Diakses dari : https://www.mongabay.co.id/2019/12/16/bank-dunia- kerugian-indonesia-dampak-karhutla-2019-capai-rp7295-triliun/

3. Women Research Institute. (2019). Dampak Konsesi Hutan terhadap Kehidupan Perempuan. Women Research Institute. Diakses dari : https://www.wri.or.id/editorial/700- dampak-konsesi-hutan-terhadap%20 perempuan.html#.X84deWgzaUl

4. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK. (2019). Pengertian Nama Manggala Agni. Karhutla. Diakses dari : http://sipongi.menlhk.go.id/ manggalaagni/sipongi 5. Tempo. (2018). Pejuang Wanita di Tengah Upaya Pencegahan Karhutla. Tempo. Diakses dari

:https://nasional.tempo.co/read/1068538/pejuang-wanita-di-tengah-upaya-pencegahan- karhutla

6. Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim. (2020). Pelaksanaan Kegiatan Pengarusutamaan Gender Lingkup Ditjen PPI 2020. Paparan Lomba Pengarusutamaan Gender Lingkup Eselon I KLHK. Jakarta: Ditjen PPI

7. Puspitasari, K. (2019). Tentang Ria, Perempuan yang Bertarung dalam Kobaran Api di Hutan.

Klik Hijau. Diakses dari: https://klikhijau.com/read/tentang-ria-perempuan-yang-bertarung- dalam-kobaran-api-di-hutan/

8. Suara Rakyat. (2020). Sosok Kartini dari Manggala Agni. Suara Rakyat. Diakses dari: https://

sitinurbaya.com/sosok-kartini-dari-manggala-agni

Foto: Miki Stevania, salah satu anggota Manggala Agni Daops Singkawang saat melakukan pemadaman kebarakan lahan di Desa Telok Ampening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.

Referensi

(12)

Pokja Pengarusutamaan Gender

@gender_klhk

@gender_klhk

@gender.klhk Pengarusutamaan Gender KLHK

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan untuk tingkat kesulitan pengendalian kebakaran hutan dan lahan berada pada tingkat AMAN - TIDAK SULIT (Sebagian Sumatera dan Kalimantan).. Ringkasan

Barat kepada Bupati/Walikota untuk melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya dengan bekerjasama dengan instansi terkait.  Mengingat pola

Labuhan Batu Laporan Kegiatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Daops 02 Labuhanbatu Jumat, 20 Januari 2017. KEGIATAN HARIAN  Apel Pagi, 

LAPORAN POSKO PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TANGGAL 14 APRIL 2016 (UNTUK LAPORAN JAM 06:00 WIB) 1.. Ringkasan

Laporan pemantauan cuaca:.. Posko siaga pengendalian kebakaran hutan dan Lahan 3. Pemeliharaan lingkungan Markas Daops. 4. Pemantauan hotspot melalui website sipongi 5. Pemantauan

LAPORAN POSKO PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TANGGAL 18 JULI 2016 (UNTUK LAPORAN JAM 08:00 WIB) 1.. Ringkasan

Labuhanbatu Laporan Kegiatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Daops 02 Labuhanbatu Senin, 23 Januari 2017. KEGIATAN HARIAN  Apel Pagi,  Kebersihan Lingkungan 

Labuhan Batu Laporan Kegiatan Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Daops 02 Labuhanbatu Minggu, 23 Januari 2017 :.. Lanjutan Pembangunan Dan Finishing Pos Jaga