TUGAS AKHIR
PENGENDALIAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA
MEDAN
OLEH : ARIEF ABDILLAH
132102087
PROGRAM STUDI D-III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2016
PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK
NAMA : ARIEF ABDILLAH
NIM : 132102087
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI
JUDUL TUGAS AKHIR : PENGENDALIAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA MEDAN
Tanggal ……….. Dosen Pembimbing Tugas Akhir
(Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA) NIP :19511114 198203 1 002
Tanggal ……… Ketua Program Studi DIII Akuntansi
(Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA) NIP :19511114 198203 1 002
Tanggal ………. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU
(Prof. Dr. Ramli, SE, MS) NIP : 19580602 198803 1 001
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN
PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR
NAMA : ARIEF ABDILLAH
NIM : 132102087
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI
JUDUL TUGAS AKHIR : PENGENDALIAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA MEDAN
MEDAN, 2016
(ARIEF ABDILLAH) NIM : 132102087
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmad dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Tak lupa pula shalawat dan salam penulis panjatkan kepada Baginda Rasulullah, Muhammad SAW yang telah di utus kebumi sebagai lentera bagi hati manusia, dan telah membawa manusia dari zaman kebodohan menuju zaman yang penuh dengan pengetahuan. Tugas akhir ini di susun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar ahli Madya pada program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Dalam tugas akhir ini penulis mengambil judul
“Pengendalian Internal Gaji dan Upah pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan”.
Dalam penulisan tugas akhir ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan laporan tugas akhir ini masih banyak kekurangan. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan dan kemampuan pada diri penulis. Maka dengan sepenuh hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporantugas akhir ini.
Dalam penulisan tugas akhir ini penulis mendapat banyak bimbingan, bantuan, Dan do’a dari berbagai pihak. Maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada :
ii
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
2. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA selaku Ketua Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Chairul Nazwar, M.Si, Ak selaku Sekertaris Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universita Sumatera Utara.
4. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini hingga selesai.
5. Seluruh Dosen dan Staf pengajar yang telah memberikan bimbingan dan ilmu kepada penulis selama duduk di banagku perkuliahan.
6. Teristimewa untuk kedua orang tua saya tercinta Rusdono Kusnen dan Hernita Br Sembiring Brahmana yang telah membesarkan, merawat, dan mendidik saya dari kecil hingga saat ini, serta memberikan kasih yang tulus dan tiada henti kepada saya. Semoga penulis dapat menjadi anak yang membanggakan.
7. Terimakasih kepada Adik - adik saya Fanny Fadillah dan Nafa Nabillah yang selalu memberi masukan serta dukungan.
9. Untuk teman - teman D III Akuntansi Grup B stambuk 2013 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu terimakasih atas kebersamaan kita selama 3 tahun dan semoga kita semua menjadi orang - orang yang berguna bagi nusa dan bangsa dikemudian hari.
10. Untuk seluruh karyawan PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan proses magang serta memperbolehkan data - data yang di perlukan dalam penyusunan laporan magang.
Demikian tugas akhir ini disusun dengan segala keterbatsan Penulis, semoga Allah SWT membalas segala amal dan budi baik yang diberikan oleh berbagai pihak untuk penulis selama ini. Penulis mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan tugas akhir ini dimasa yang akan datang. Semoga akhir ini dapat memberikan manfaat dan masukan bagi pembaca dan semua pihak yang memerlukan
Medan, 2016 Penulis
Arief Abdillah NIM 132102087
iv
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR………... i
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... ... viii
BAB I : PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3
D. Rencana Penulisan ... 4
1. Jadwal Survei/Observasi dan Tugas Akhir ... 4
2. Rencana Isi ... 5
BAB II : PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan ... 8
A. Sejarah Ringkas... 8
B. Struktur Organisasi ... 14
C. Job Description ... 16
D. Jaringan Usaha ... 25
E. Kegiatan Usaha Terkini ... 29
F. Rencana Usaha ... 29
A. Pengertian Gaji dan Upah ... 30
B. Unsur – unsur Gaji dan Upah ... 31
C. Prosedur Pencatatan dan Perhitungan Gaji dan Upah ... 33
1. Prosedur Pencatatan Gaji dan Upah ... 33
2. Prosedur Perhitungan Gaji dan Upah ... 34
D. Prosedur Penggajian dan Pengupahan... 37
E. Unsur-unsur Pengendalian Internal Gaji dan Upah……… 41
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN ... 43
A. Kesimpulan ... 43
B. Saran ... 43
DAFTAR PUSTAKA ... 45
LAMPIRAN ... 46
vi
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
Tabel 1.1 Jadwal Survei/Observasi Tugas Akhir ... 5
Gambar 2.1 Logo Perusahaan ... 13 Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT.PLN(PERSERO)
Wilayah Sumatera Utara Medan ... 15
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Judul Halaman
Lampiran I Surat Izin Riset ... 46
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam dunia usaha. Di Indonesia, kondisi tenaga kerja masih dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, yang ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah pengangguran dengan pendapatan yang relatif rendah. Tidak hanya kurangnya lapangan pekerjaan, buruknya Sumber Daya Manusia (SDM) juga dapat menjadi penyebab semakin bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia.
Perekonomian yang semakin berkembang akan mempengaruhi sistem ketenagakerjaan yang ada. Kemajuan dunia usaha akan meuntut para pekerja untuk memperbaiki kualitas SDM mereka. Sebuah perusahaan juga harus berupaya memberikan motivasi kepada para tenaga kerja dalam meningkatkan kualitas kerja mereka. Hal ini di karenakan bahwa tenaga kerja dengan kualitas SDM yang baik akan memberikan hasil yang baik pula pada perusahaan tempat dia bekerja. Para tenaga kerja tersebut akan mendapatkan imbalan berupa gaji dan upah sesuai dengan usaha yang mereka berikan kepada perusahaan tempat mereka bekerja.
Perusahaan akan menberikan gaji dan upah kepada setiap karyawannya sesuai dengan jabatan atau kualitas kerja yang mereka miliki. Gaji dan upah yang di berikan perusahaan kepada tenaga kerja sebagai imbalan atas
2
masalah dalam sebuah merupakan salah satu kewajibanya yang kerap menimbulkan masalah dalam sebuah perusahaan.
Pihak perusahaan harus mampu menjalin hubungan baik dengan para pekerja. Terkadang tenaga kerja akan menuntut kenaikan gaji atau upah terhadap perusahaan karena mereka merasa bahwa perusahaan tidak cukup bijaksana dan tidak memperhatikan gaji dan upah yang perusahaan berikan kepada mereka. Di saat seperti itu, mereka akan mampu menciptakan permasalahan yang dapat merugikan perusahaan misalnya, mogok kerja atau unjuk rasa, mengurangi kegiatan kerja dan lain - lain.
Dengan adanya penetapan tentang peraturan yang berhubungan dengan Penggajian dari pemerintah akan membuat perusahaan/instansi terkait lebih memperhatikan penentuan tarif gaji dan upah para tenaga kerja sehingga sistem penggajian tersebut dapat berjalan dengan baik dan menghindari kemungkinan terjadinya penyelewengan.
Perusahaan besar yang mempunyai tenaga kerja dalam jumlah yang banyak, harus melakukan pengawasan ekstra ketat dalam pembayaran gaji dan upah tenaga kerja. Banyaknya jumlah tenaga kerja menjadi salah satu unsur utama dari pengeluaran yang dapat menyebabkan resiko kemungkinan terjadinya kecurangan. Selain itu, sering juga terjadi kesalahan, kebocoran, dan penyelewengan dana pada saat penggajian tenaga kerja. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan pengendalian internal gaji dan upah untuk meminimalisir hal tersebut. Baiknya sistem gaji dan upah yang diterapkan sebuah perusahaan, dapat merangsang motivasi kerja karyawan, melalui
pemberian gaji, tunjangan, bonus, dan lain sebagainya. Dengan begitu tenaga kerja diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja mereka.
Tujuan diadakannya pengendalian internal gaji dan upah ini adalah Untuk menetapkan jumlah gaji yang benar di bayarkan kepada setiap tenaga kerja, dan untuk menghindari adanya penyelewengan gaji dan upah tenaga kerja.
Melihat begitu pentingnya suatu pengendalian internal gaji dan upah pada sebuah perusahaan, maka penulis merasa tertarik untuk menulis
tugas akhir dengan judul “Pengendalian Internal Gaji dan Upah Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara”
B. Rumusan Masalah
Pentingnya pengendalian gaji dan upah dilakukan untuk menghindari kemungkinan kecurangan terhadap penggajian tenaga kerja yang dapat merugkan tenaga kerja atau perusahaan itu sendiri. Berdasarkan uraian di atas, penulis mencoba untuk membahas permasalahan dalam penulisan tugas akhir ini mengenai “ Apakah Pengendalian Internal Gaji dan Upah Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara telah berjalan efektif dan efisien ?”
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui dan nilai pengendalian internal gaji dan upah Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara berdasarkan tujuan dan komponen pengendalian internal telah efektif.
b. Untuk mengetahui bagaimana kinerja manajemen PT. PLN
4
(PERSERO) Wilayah Sumatera Utara dalam pencegahan kecurangan terhadap penggajian dan pengupahan.
2. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian yang penulis lakukan diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
a. Bagi penulis, dapat meningkatkan dan mengenbangkan wawasan, kemampuan berpikir penulis tentang pengendalian internal gaji dan upah.
b. Bagi instansi, memberikan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan untuk menilai pengendalian internal yang telah ada dan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dalam perusahaan yang berhubungan dengan pengendalian internal gaji dan upah.
c. Bagi peneliti, sebagai bahan perbandingan bagi peneliti dalam melakukan penelitian di waktu mendatang.
D. Rencana Penulisan
Dalam penyusunan tugas akhir ini, peneliti mempunyai rencana penulisan yang terdiri dari jadwal penelitian.
1. Jadwal Survei / Observasi Tugas Akhir
Observasi ini dilakukan di PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan. Untuk lebih jelasnya, jadwal kegiatan ini dapat di lihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1.1
Jadwal Survei / Observasi Tugas Akhir
NO Kegiatan Maret
2016
April 2016
Mei 2016 III IV I II III IV I II 1 Pengesahan Penulisan Tugas
Akhir
2 Pengajuan Judul 3 Permohonan Izin Riset 4 Penunjukan Dosen
Pembimbing 5 Pengumpulan Data 6 Penyusunan Tugas Akhir 7 Bimbingan Tugas Akhir 8 Penyelesaian Tugas Akhir
2. Rencana Isi
Laporan penelitian terdiri dari empat bab, dimana setiap bab saling memiliki keterkaitan antara bab satu dengan bab yang lainnya. Sistematika ini dapat untuk mempermudah penulisan tugas akhir. Adapun rencana isi dari penulisan ini adalah:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan diuraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat
6
penelitian serta rencana penulisan yang terdiri dari jadwal survey/observasi dan rencana isi.
BAB II : PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA MEDAN
Dalam bab ini diuraikan mengenai sejarah ringkas PT.PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA MEDAN, struktur organisasi PT.PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA MEDAN, uraian tugas (job description), jaringan usaha, kinerja usaha terkini, dan rencana usaha
BAB III : PENGENDALIAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA MEDAN
Dalam bab ini diuraikan pengertian gaji dan upah, unsur-unsur gaji dan upah, prosedur pencatatan dan perhitungan gaji dan upah serta prosedur penggajian dan pengupahan.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini berisi kesimpulan dan saran guna meningkatkan efektivitas PT. PLN (PERSERO)
WILAYAH SUMATERA UTARA MEDAN di masa yang akan datang.
8 BAB II
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA MEDAN
A. Sejarah Ringkas
Sejarah keberadaan PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara berawal dari di mulainya usaha kelistrikan di Sumatera Utara pada tahun 1923, yakni ketika perusahaan swasta belanda bernama NV NIGEM / OGEM membangun sentral listrik di tanah pertapakan yang saat ini menjadi lokasi kantor PLN Cabang Medan di Jl. Listrik No. 8 medan. Kemudian menyusul pembangunan kelistrikan di Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan pada tahun 1924, di Tebing Tinggi tahun 1927, di sibolga (oleh NV ANIWM) Berastagi dan Tarutung tahun 1929, di Tanjung Balai tahun 1931, di Labuhan Bilik tahun 1936 dan Tanjung Tiram pada tahun 1937.
Setelah proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, bergerak aksi karyawan perusahaan listrik di seluruh penjuru tanah air untuk mengambil alih perusahaan listrik bekas milik swasta Belanda dari tangan Jepang. Perusahaan listrik yang di ambil alih itu kemudian di serahkan kepada Pemerintahan RI yakni kepada Departemen Pekerjaan Umum.Untuk mengenang peristiwa ambil alih itu maka dengan penetapan pemerintah No. 1 SD / 45 ditetapkanlah tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik.
Dalam suasana hubungan antara Indonesia dan Belanda yang makin memburuk, maka pada tanggal 3 Oktober 1953 terbitlah surat keputusan Presiden No. 163 yang memuat ketentuan Nasionalisasi Perusahaan Listrik
milik swasta Belanda sebagai bagian dari perwujudan pasal 33 ayat (2) UUD 1995. Setelah aksi ambil alih itu maka sejak tahun 1995 berdiri Perusahaan Listrik Negara Distribusi Cabang Sumatera Utara (yang meliputi daerah Sumatera Timur dan Tapanuli) yang berpusat di Medan.
Pada bulan Maret 1958 di bentuk Penguasa Perusahaan – Perusahaan Listrik dan Gas (P3LG) yang merupakan gabungan antara Penguasaan Listrik dan Penguasaan Gas. Dalam perjalannya, pada tahun 1959 P3LG berubah menjadi Direktorat Djenderal PLN (DDPLN). Pada tanggal 1 Januari 1961 di bentuklah Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU PLN) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas. Setelah BPU PLN berdiri dengan SK Menteri PUT No. 16/1/20 tanggal 20 Mei 1961, maka organisasi kelistrikan pun berubah. Perusahaan Listrik di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Riau di ubah namaya menjadi PLN Eksploitasi. Pada tanggal 1 Januari 1965, BUP – PLN dibubarkan melalui peraturan Menteri PUT No. 9 /PRT/64 dan kemudian di bentuklah 2 Perusahaan Negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola Gas. Kemudian dengan terbitnya Peraturan Menteri No. 1/PRT/65 di tetapkanlah pembagian Daerah kerja PLN secara Nasional menjadi 15 Kesatuan Derah Eksploitasi I.
Sebagai tindak lanjut dari Pembentukan PLN Eksploitasi I Sumatera Utara tersebut, maka dengan Surat Keputusan Direksi PLN No.
KPTS 009/ DIRPLN/1966 tanggal 14 April 1966, PLN Eksploitasi I di bagi
10
menjadi empat cabang dan satu sektor, yaitu Cabang Medan, Binjai, Sibolga, dan pematangSiantar (yang berkedudukan di Tebing Tinggi).
Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1972 mengubah bentuk Perusahaan jadi Perusahaan Umum (PERUM) yang isinya mempertegas kedudukan PLN sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dengan hak, wewenang dan tanggung jawab untuk membangkitkan, menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik ke seluruh wilayah RI. Dalam Surat Keputusan Menteri PUTL No. 01/PRT/73 menetapkan PLN Eksploitasi I Sumatera Utara diubah menjadi PLN Eksploitasi II Sumatera Utara. Menyusul kemudian terbit Peraturan Menteri PUTL No. 013/PRT/75 yang mengubah PLN Eksploitasi menjadi PLN Wilayah, dimana PLN Ekaploitasi II berubah menjadi PLN Wilayah II Sumatera Utara. Dengan berlakunya undang-undang No. 15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan, Perusahaan Umum (PERUM) Listrik Negara ditetapkan sebagai pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK). Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas usaha penyediaan tenaga listrik, maka pada tanggal 16 juni 1994 terbitlah peraturan pemerintahan No. 23/1994 yang isinya menetapkan status PLN yang berubah dari Perusahaan Umum (PERUM) Listrik Negara dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO).
Sejak status perusahaan berubah, pekerbangan kelistrikan di Sumatera Utara terus mengalami pertembuhan dan perkembangan yang begitu pesat.
Hal ini di tandai dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan, perkembanga kelistrikan, kemampuan pasokan listrik dan indikasi – indikasi pertumbuhan
lainnya. Untuk mengantisipasi pertumbuhan dan perkembangan kelistrikan Sumatera Utara dimasa mendatang serata sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa kelistrikan, maka berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 078.K/023/DIR/1996 tanggal 8 Agustus 1996, dibentuklah organisasiBaru bidang jasa pelayanan kelistrikan yaitu PT. PLN (PERSERO) pembangkitan dan penyaluran Sumatera Bagian Utara.Dengan pembentukan Organisasi baru PT. PLN (PERSERO) pembangkitandan penyaluran Sumatera Bagian Utara yang terpisah dari PT. PLN (PERSERO)Wilayah II, maka fungsi – fungsi pembangkitan dan penyaluran yang sebelumdikelola oleh PT PLN (PERSERO) Wilayah II berpisah tanggung jawab pengelolake PLN Pembangkitan dan Penyaluran Sumbagut. Sementara itu, PT. PLN (PERSERO) Wilayah II berkonsentrasi pada bidang distribusi dan penjualantenaga listrik. Pada tahun 2003 PT. PLN (PERSERO) Wilayah II berubah namanyamenjadi PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara.
Wilayah Kerja PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara meliputikeseluruhan Wilayah Provinsi Sumatera Utara dengan luas 71.608,68 km2yang terdiri dari 25 Kabupaten dan 8 Kota dengan 417 Kecamatan dan 586desa/kelurahan dimana sebagian besar berada di dataran pulau Sumatera dansebagian kecil berada di pulau Nias.
Berikut ini akan dijelaskan visi dan misi PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara :
12
1. Visi PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang berumbuh kembang, unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani.
2. Misi PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan a. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait.
b. menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
c. mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
d. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
3. Moto PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik (Electricity for a Better Life).
4. Tata Nilai Perusahaan PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan
Tata nilai PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara berpedoman pada tata nilai Perusahaan yang ditetapkan oleh PLN Pusat yaitu meliputiSikap – sikap saling percaya, memiliki Integrasi, peduli dan pembelajar(SIPP) yang dituangkan dalam Pedoman Prilaku/Code of Conduct (COC).
5. Logo Perusahaan
Gambar 2.1.
Logo PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan Sumber : PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatra Utara Medan
Bentuk, warna dan makna Perusahaan resmi yang di gunakan adalah sesuai dengan yang tercantum di dalam Lampiran Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No. 03/DIR/76 Tanggal 1 juni 1996, mengenai Pembajuan Lambang Perusahaan Umum Listrik Negara.
maka logo adalah sebagai berikut : a. Bidang Persegi Panjang Vertikal
Menjadi bidang dasar bagi elemen-elemen lambang lainny, melambangkan bahwa PT. PLN (PERSERO) merupakan wardah atau organisasi yang terorganisir dengan sempurna. Berwarna kuning untuk mewarnakan pencerahan, seperti yang di harapkan PLN bahwa listrik itu mampu
14
melambangkan semangat yang menyala-nyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya di perusahaan ini.
b. Petir atau Kilat
Melambangkan tenaga listrik yang terkandung di dalamnya sebagai produk jaya utama yang dihasilkan oleh perusahaan. elain itu petirpun mengartikan kerja cepat dan tepat para insan PT. PLN (PERSERO) dalam memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya. Warnanya yang merah melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia dan kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan Perusahaan serta keberanian dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman.
c. Tiga Gelombang
Memilki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan oleh tiga bidang usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu pembangkitan, penyaluran dan distribusi yang sering sejalan dengan kerja keras para insan PT. PLN (PERSERO) guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Diberi warna biru untuk menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap) seperti halnya listrik yang tetap diperlukan dalam kehidupan manusia.
Disamping itu juga melambangkan kendalan yang dimiliki insan-insan perusahaan dalam memberikan layanan terbaik bagi para pelanggannya.
B. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian Bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam
Menjalankan kegiatan oprasional untuk mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisah kegiatan pekerja antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana dengan hubungan aktivitas dan fungsi di batasi.
Struktur organisasi PT.PLN (Persero) Medan sebagai berikut :
Gambar 2.2.
Struktur Organisasi PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatrea Utara Medan Sumber : PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatra Utara Medan
Manajer Medan
Asisten Manajer Transaksi Energi
Listrik Asisten Manajer
Jaringan
Asisten Manajer Palayanan dan
Administrasi
Supervisor Operasi Supervisor
Pemeliharaan Meter Transaksi
Supervisor Administrasi
Umum
Supervisor Pelayanan Pelanggan Supervisor
Pemeliharaan
Supervisor Pengendalian Susut
Supervisor PDKB Supervisor
Transaksi Energi Listrik
Manajer Rayon Supervisor
Pelaksana Pengadaan
16
C. Job Description
Adapun uraian tugas dari PT.PLN (Persero) Area Medan adalah : a. Manajer Area
Rincian tugas pokok Manajer Area PT.PLN (Persero) Area Medan adalah : 1. Melakukan kegiatan perusahaan pembangkit (skala kecil) secara
efisien, hemat energy, handal dan ramah lingkungan.
2. Mengusulkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Area Medan.
3. Memastikan program Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Area Medan, dilaksanakan sesuai penetapan direksi.
4. Menetapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan pengusahaan pembangkit, pendistribusian, dan penjualan tenaga listrik Area Medan.
5. Menjamin pengelolaan kegiatan pengusahaan pembangkit, pendistribusian, dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang baik dalam upaya pengingkatan pelayanan pelanggan.
6. Mengelola system manajemen kinerja unit dan manajemen mutu termasuk menetapkan target kinerja unit-unit dibawah koordinasi, memonitoring dan mengendalikan pelaksanaannya.
7. Memastikan pelaksanaan kebijakan pokok pengembangan mekanisme niaga dan operasi yang telah ditetapkan direksi.
8. Menetapkan kebijakan strategis penyusunan dan pemantauan manajemen resiko Area Medan.
9. Mengembangkan dan memelihara kompetensi anggota organisasi
10. Menetapkan laporan manajemen Area Medan.
b. Asisten Manajer (Asman) Jaringan
Rincian tugas Asisten Manajer (Asman) Jaringan PT.PLN (Persero) Area Medan adalah :
1. Menyusun Program Rencana Kerja (PRK) untuk kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Distribusi.
2. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Distribusi, PDKB, serta PLTMH.
3. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Distribusi sesuai SOP.
4. Melakukan analisis dan evaluasi kinerja Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Distribusi termasuk PDKB.
5. Melakukan monitoring dan evaluasi kinerja produksi distribusi dan pelayanan teknik.
6. Mengkoordinasikan penyususnan dan pengendalian pelaksanaan SOP untuk setia jenis pekerjaan distribusi guna tercapainya zero accident.
c. Sub Bagian Supervisor Operasi Distribusi
Rincian tugas pokok Sub. Bagian Supervisor Operasi Distribusi PT.
PLN (Persero) Area Medan adalah :
1. Menyusun program rencana kerja (PRK) Operasi.
2. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan Operasi Jaringan Distribusi sesuai SOP.
3. Melaksanakan pemutakhiran data asset distribusi secara berkala.
18
4. Melakukan pengendalian pengoperasian jaringan distribusi.
5. Mengendalikan dan memonitoring pelaksanaan operasional teknik.
6. Mengkoordinasikan dengan Area, Rayon dan Instansi terkait dalam rangka operasi jaringan distribusi.
7. Mengevaluasi kinerja operasi.
d. Sub Bagian Supervisor PDKB
Rincian tugas pokok SubBagian Supervisor PDKB PT.PLN (Persero) Area Medan adalah :
1. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasikan pekerjaan PDKB 2. Mengendalikan pelaksanaan pekerjaan PDKB sesuai dengan SOP.
3. Mengusulkan Surat Perintah Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan dan Surat Penunjukan Pengawas Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan
4. Melaksanakan inventarisasi dan mengusulkan peremajaan peralatan PDKB.
5. Memonitor masa berlaku dan mengusulkan sertifikat / brevet personil PDKB.
6. Mengusulkan revisi SOP atau mengajukan SOP baru ke komisi PDKB 7. Melaporkan penyelesaian pekerjaan kepada kepala operasi
e. Sub Bagian Supervisor Pemeliharaan Distribusi
Rincian tugas pokok Sub Bagian Supervisor Pemeliharaan Distribusi PT. PLN (persero) Area Medan adalah :
1. Merencanakan penyusunan Program Rencana Kerja (PRK).
2. Melaksanakan dan mengevaluasikan kegiatan pemeliharaan jaringan distribusi sesuai SOP dan anggaran yang ditetapkan.
3. Merencanakan kebutuhan material operasi dan pemeliharaan untuk meningkatkan keandalan dan keamanan jaringan distribusi termasuk PRK.
4. Melaksanakan koordinasi dengan rayon dan bagian terkait dalam pelaksanaan pemeliharaan jaringan distribusi.
5. Menyiapkan peralatan kerja untuk operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi.
f. Asisten Manajer ( Asman ) Transaksi dan Energi Listrik
Rincian tugas pokok Asisten Manajer (Asman) Transaksi dan Energi Listrik PT.PLN Medan Area adalah :
1. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pelaksanaan Manajemen Billing.
2. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi sistem AP2T (Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat) terkait dengan proses billing.
3. Menyusun biaya operasi dan investasi serta data pendukung RKAP.
4. Memonitoring dan mengendalikan realisasi penggunaan anggaran SKKI/SKKO.
5. Mengkoordinasikan kegiatan operasional dibagian transaksi energi.
6. Mengevaluasi dan mengendalikan susut, PJU, P2TL, AMR, Pemeliharaan APP, pemeliharaan meter transaksi dan hasil ukur meter transaksi
20
7. Menyusun rencana program pemeliharaan meter transaksi.
8. Melaksanakan settlemen antar unit pelaksana dan P3B dalam pengelolaan transfer price energy.
9. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pemasangan dan pemeliharaan AMR.
10. Merencanakan dan mengevaluasi pekerjaan pemeliharaan APP dan hasil penerapan metrologi secara berkala.
11. Memonitoring dan mengevaluasi manajemen APP.
12. Mengkoordinasikan kegiatan wiring dan Setting APP.
13. Mengkoordinasikan dengan bagian dan instansi yang berwenamg untuk kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).
g. Sub Bagian Supervisor Pemeliharaan Meter ( Har Meter )
Bertanggung jawab atas kegiatan pemeliharaan meter transaksi untuk akurasi pengukuran pemakaian energi listrik. Rincian tugas pokok sebagai berikut :
1. Memonitor Program Pemeliharaan Meter Transaksi yang disebabkan oleh meter rusak, buram, macet dan tua.
2. Memonitor pelaksanaan dan pemeliharaan AMR.
3. Merencanakan kebutuhan Kwh meter untuk pemeliharaan.
4. Memonitor pelaksanaan hasil peneraan metrologi secara berkala.
5. Menyiapkan data pendukung RKAP untuk kebutuhan pemeliharaan meter transaksi.
6. Memonitor pekerjaan pemeliharaan dan tera ulang APP serta meter elektronik (ME) dan sistem AMR yang dikerjakan pihak ketiga.
7. Melaksanakan pengujian alat ukur, pembatas dan kelengkapannya untuk material baru atau bekas andal.
8. Memastikan hasil sampling peneraan APP baru hasil metrology dan rekondisi pihak ketiga.
9. Memonitor manajemen segel APP.
h. Sub Bagian Supervisor Pengendalian Susut (Dalsut)
Bertanggung jawab atas kegiatan pengendalian susut jaringan, menertibkan PJU / Reklame liar dan pelaksanaan P2TL. Rincian tugas pokok sebagai berikut :
1. Memonitor pelaksanaan penekanan susut dan berkoordinasi dengan bagian / Rayon terkait.
2. Memetakan dan melaporkan perkembangan susut Area dan Rayon secara berkala.
3. Melakukan updating data PJU secara berkala.
4. Melakukan koordinasi dan pengawasan hasil P2TL yang telah dilakukan dengan bagian atau Rayon terkait.
5. Melakukan evaluasi kinerja pihak ketiga berdasarkan SLA (Service Level Agreement).
6. Membuat target operasi serta memonitor pelaksanaan P2TL secara rutin
7. Memastikan kelengkapan P2TL sesuai aturan.
22
8. Melaksanakan komunikasi dengan bagian terkait dan instansi berwenang untuk pelaksanaan P2TL.
9. Melakukan analisa dan evaluasi (ANEV) atas hasil pelaksanaan P2TL.
i. Bagian Supervisor Transaksi dan Energi
Bertanggung jawab atas kegiatan pengendalian dan keakuratan APP.
Rincian tugas pokok sebagai berikut ;
1. Memastikan antara data pelanggan dan APP terpasang.
2. Membuat laporan hasil berita acara pemeriksaan.
3. Berkoordinasi dengan bagian terkait tentang kelainan APP.
4. Memvalidasi data kelainan APP.
5. Memeriksa pemakaian energi listrik pelanggan prabayar secara berkala.
6. Memeriksa dan mengecek pemakaian energi listrik pelanggan prabayar secara berkala.
j. Asman Pelayanan dan Administrasi
Bertanggung jawab atas kelancaran pengelolaan dan pengendalian kegiatan bidang administrasi dan keuangan yang meliputi sumber daya manusia, kesekretariatan, anggaran, keuangan dan akuntansi untuk mendukung laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu serta mencapai target kinerja sesuai tujuan perusahaan. Rincian tugas pokok sebagai berikut :
1. Mengelola peningkatan Integritas Layanan Publik (ILP).
2. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pengelolaan tenaga kerja.
3. Mengkoordiasikan pengelolaan kegiatan administrasi umum, SDM dan Pelanggan.
4. Memonitor data pelanggan.
5. Memverifikasi dan validasi terhadap kelengkapan transaksi pembayaran.
6. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan pencatatan transaksi keuangan.
7. Mengkoordinir dan mengelola Anggaran Investasi, Anggaran Operasi dan Cash Budget.
8. Mengevaluasi kontrak perjanjian dengan pihak ketiga.
9. Menyusun kebutuhan rencana diklat dan evaluasi hasil diklat.
10. Melakukan monitoring operasional kendaraan dinas, fasilitas kantor dan pemeliharaan gedung.
11. Mengkoordinasikan proses pelanggaran disiplin pegawai.
12. Mengevaluasi fasilitas / sarana kerja, permintaan perlengkapan K3/APK, tunjangan kecelakaan kerja.
13. Memonitor realisasi anggaran.
14. Memproses permohonan SPPD / Perjalanan Dinas.
k. Sub Bagian Supervisor Administrasi Umum
Bertanggung jawab atas proses administrasi SDM, kegiatan kesekretariatan, proses akuntansi dan keuangan untuk menjamin terpenuhinya tertib administrasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Rincian Tugas pokok sebagai berikut :
1. Melaksanakan pengelolaan tenaga kerja.
24
2. Melaksanakan pengelolaan K3.
3. Melaksanakan investigasi kejadian kecelakaan kerja, kebakaran, kebanjiran, dan musibah lain yang terkait K3.
4. Melaksanakan pengelolaan sarana kerja dan administrasi perkantoran.
5. Melaksanakan pengelolaan fungsi keuangan dan akuntansi.
6. Melaksanakan fungsi kehumasan.
7. Menyiapkan data pendukung RKAP untuk bagian pelayanan dan administrasi.
8. Melaksanakan rekonsiliasi data dengan fungsi terkait atas pendapatan, bank, hutang-piutang, persekot dinas, dan PUMP-KPR/BPRP.
9. Menyiapkan rincian biaya di Rayon untuk rencana alokasi dan dana operasional.
l. Sub Bagian Supervisor Pelayanan Pelanggan
Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan fungsi Pelayanan Pelanggan, administrasi pelanggan, dan pengelolaan pendapatan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan pengamanan pendapatan. Rincian tugas pokok sebagai berikut :
1. Melaksanakan dan mensupervisi fungsi Pelayanan Pelanggan sesuai proses bisnis.
2. Melaksanakan kunjungan pelanggan potensial (TM/TT).
3. Menyiapkan rencana Tingkat Mutu Pelayanan secara periodeik dan menindaklanjuti pencapaian TMP.
4. Melaksanakan kegiatan Riset Pasar dan menyusun Data Potensi Pasar (Captive Power).
5. Mengelola peta segmentasi pelanggan.
6. Melaksanakan supervise untuk penyempurnaan layanan PB/PD di Rayon.
7. Memastikan proses PB/PD dan SPJBTL pelanggan Potensial sesuai kewenangannya.
8. Memonitor penertiban SIP/SPJBTL.
9. Memonitor Mutasi Data Induk Langganan (DIL) dan memelihara arsip Data Induk Langganan.
10. Memonitor laporan penagihan lain-lain (multi guna, P2TL, BP).
11. Memonitor dan mensupervisi pengendalian piutang pelanggan.
12. Memonitor proses pemutusan sementara, bongkar rampung, piutang ragu-ragu dan usaha penghapusan piutang.
D. Jaringan Usaha
PT.PLN (Persero) adalah satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerask dibidang usaha penyediaan tenaga listrik. Berikut ini adalah rangkaian kegiatan usaha PT.PLN (Persero) Area Medan, yakni meliputi :
a. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang mencakup : 1. Pembangkit tenaga kerja.
2. Penyalur tenaga kerja.
26
3. Distribusi tenaga kerja.
4. Perencanaan dan pembangunan sarana penyedia tenaga listrik.
5. Pengembangan prenyediaan tenaga listrik.
b. Menjalankan usaha penunjang tenaga listrik yang mencakup : 1. Konsultasi ketenagalistrikan.
2. Pembangunan dan pemasangan peralaytan ketenagalistrikan.
3. Pengembangan teknologi peralatan yang menunjang penyediaan tenaga listrik.
c. Kegiatan-kegiatan lainnya mencakup :
1. Kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya untuk kepentingan tenaga listrik.
2. Pemberian jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada pembangkitan, transmisi, distribusi serta retail tenaga kerja.
3. Kegiatan perindustrian perangkat keras dan lunak dibidang ketenagalistrikan dan peralatan lain terkait dengan tenaga listrik.
4. Kerjasama dengan pihak lain atau badan penyelenggaran bidang ketenagalistrikan baik dari dalam maupun luar negeri dibidang pembangunan, operasional, telekomunikasi, dan informasi terkait dengan ketenagalistrikan.
5. Usaha jasa ketenagalistrikan.
Kegiatan usaha perusahaan dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu : A. Kegiatan perencanaan
Perencanaan yang dilaksanakan oleh perusahaan diantaranya :
1. Perncanaan pengembangan fasilitas tenaga listrik (pembangkit, transmisi, dan distribusi secara umum) dan penunjang fasilitas lainnya.
2. Perncanaan pendanaan.
3. Perncanaan pengembangan usaha.
4. Perencanan pengembangan organisasi dan SDM.
Kegiatan perencanaan dilakukan oleh induk perusahaan yang mencakup pokok kebijakan makro, sedangkan detailnya dilakukan oleh satuan organisasi wilayah atau distribusi.
B. Kegiatan pembangunan
Pembangunan yang dilaksanakan oleh perusahaan diantaranya : 1. Pembangunan konstruksi sarana penyediaan tenaga listrik.
2. Pembangunan transmisi.
3. Pembangunan gardu, dimana gardu induk merupakan tugas dari satuan organisasi konstruksi proyek induk.
Sementara itu pelaksanaan pembangunan jaringan distribusi dilakukan oleh masing-masing unit organisasi wilayah dan ditribusi. Kegiatan pembangunan proyek kelistrikan berasal dari pendanaan APBN yang merupakan tugas Pemerintah melalui Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi.
28
C. Kegiatan Usaha Koperasi
Kegiatan usaha berupa produksi tenaga listrik dihasilkan oleh pusat pembangkitan tenaga listrik yang terdiri dari beberapa jenis pembangkit, yaitu:
1. Pusat Litrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubata, gas alam dan bahan bakar minyak (BBM)
2. Pusat Listrik Tenaga air (PLTA), berbasis tenaga air sebagai penggerak turbin.
3. Pusat listrik Tenaga Gas (PLTG gas turbine) berbasis gas alam atau BBM.
4. Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berbasis tenaga uap panas bumi.
5. Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbasis BBM.
Selain itu, perusahaan juga melakukan pembelian tenaga listrik yang di produksi oleh pusat-pusat pembangkit tenaga listrikswasta yang juga merupakan gabungan dari beberapa jenis pembangkit, yaitu PLTU berbahan bakar batubara, Pusat Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU- combined cycle) berbasis gas alam atau BBM, PLTA berbasis tenaga air sebagai penggerak turbin, PLTP berbasis tenaga uap panas bumi dan PLTD berbasis BBM.
D. Kegiatan Riset dan Penunjang
Kegiatan yang dilakukan oleh satuan organisasi penunjang mencakup hal-hal berikut :
1. PT. PLN (Persero) Pusat Pendididkan dan Pelatihan.
2. PT. PLN (Persero) Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan.
3. PT. PLN (Persero) Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan.
4. PT. PLN (Persero) Jasa Sertifikasi.
5. PT. PLN (Persero) Jasa Manajemen Kostruksi 6. PT. PLN (Persero) Jasa dan Produksi.
E. Kinerja Usaha Terkini
Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai semua itu, begitu juga pada PT.PLN (Persero) Area Medan, perusahaan terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh perusahaan dapat terwujud. Tidak mudah dalam mewujudkan semua itu karena membutuhkan kerja keras yang tinggi, disiplin, dan loyalitas dalam bekerja.
Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan kinerja yang bermutu dan tepat. Kinerja usaha terkini yang dijalankan perusahaan adalah menyelenggarakan program mengelolah, pendistribusian pelayanan listrik yang memenuhi persyaratan kebutuhan kepada masyarakat secara merata.
F. Rencana Usaha
Rencana Usaha pada PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Medan pada tahun 2016 adalah mencapai target kinerja yang telah ditetapkan sesuai dengan rencana kerja anggaran perusahaan. Hal ini harus segera diwujudkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai kedepan. Maka daripada itu, rencana usaha kedepan akan tercapai dengan kerja keras, disiplin dan loyalitas yang tinggi.
30 BAB III
PENGENDALIAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PADA PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA
MEDAN
Karyawan adalah modal utama bagi setiap perusahaan. Sebagai modal, karyawan perlu dikelola agar tetap produktif. Perusahaan juga harus berupaya meningkatkan kinerja para karyawan agar memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan. Semangat kerja para karyawan dapat ditingkatkan dengan cara memberikan imbalan berupa balas jasa atau uang. Balas jasa atau uang yang diterima pegawai biasanya dikenal sebagai gaji dan upah.
Gaji dan upah merupakan salah satu subjek yang sangat penting dalam manajemen kepegawaian. Gaji dan upah dapat di jadikan sebagai sumber motivasi kepada karyawan untuk bekerja secara efektif dan efisien. Tingkat gaji dan upah yang diberikan menjadi salah satu pertimbangan yang penting bagi setiap karyawan.
A. Pengertian Gaji dan Upah
Berikut ini berupa definisi gaji dan upah menurut pendapat para ahli:
Menurut Mulyadi (2001:373) :
“Gaji umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan dan dibayarkan secara tetap perbulan. Upah merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan
oleh karyawan pelaksana (buruh) yang dibayarkan berdasarkan hari kerja, jam kerja atau jumlah satuan pokok yang di hasilkan”.
Menurut Methis dan Jackson (2002:119-378) :
“Merupakan konsistensi dari satu periode ke periode lain dengan tidak mengandung jumlah jam kerja. Upah adalah bayaran yang secara langsung dihitung berdasarkan jumlah waktu kerja.
Pengertian gaji dan upah sebenarnya tidak dibedakan oleh peraturan Perundang-undangan (Hukum Perburuhan) di Indonesia. Hal ini dibuktikan dalam Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1981 yang memberikan pengertian (batasan) mengenai upah sebagai berikut:
Upah adalah penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada buruh untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan, atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pengusaha dengan buruh termasuk tunjangan, baik untuk buruh sendiri maupun keluarganya.
Jadi, dari beberapa pendapat diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Gaji adalah imbalan atau pembayaran atas penyerahan jasa oleh karyawan yang dibayarkan secara teratur perbulan, sedangkan upah merupakan balasan jasa terhadap karyawan pelaksana (buruh) yang dihitung berdasarkan jam kerja atau banyaknya produk yang dihasilkan.
B. Unsur-unsur Gaji dan Upah
Gaji merupakan unsur pokok dalam menghitung biaya produksi dan
32
komponen dalam menentukan harga pokok yang dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Apabila suatu perusahaan memberikan gaji terlalu tinggi, maka akan mengakibatkan harga pokok tinggi pula dan bila gaji yang diberikan terlalu rendah akan mengakibatkan perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja.
Menurut Sugiarso dan Wanarni (2006:50), terdapat beberapa unsur gaji dan upah yang harus dibayarkan oleh suatu perusahaan, yaitu:
a) Gaji Pokok
Gaji pokok merupakan jumlah imbalan yang dianggap layak bagi seseorang pegawai /karyawan untuk memenuhi penghidupan selama satu bulan.
b) Tunjangan Keluarga
Tunjangan diberikan kepada setiap pegawai yang menikah, yang terdiri dari:
Tunjanga isteri
Tunjangan anak
c) Tunjangan Pangan (beras)
Bagi setiap pegawai dan keluarganya diberikan tunjangan pangan beras.
d) Tunjangan Struktural
Tunjangan ini diberikan kepada pegawai yang menduduki jabatan struktural tertentu.
e) Tunjangan Fungsional
Tunjangan ini juga bervariasi tergantung dari fungsi pekerjaan pegawai yang bersangkutan dalam memperlancar pelaksanaan tugas.
f) Tunjangan Lain-lain
Tunjangan ini antara lain tunjangan pengabdian daerah terpencil dan tunjangan khusus. Tunjangan khusus diberikan kepada pegawai yang bekerja di provinsi-provinsi tertentu.
g) Tunjangan Selisih Penghasilan
Tunjangan ini diberikan kepada pegawai-pegawai yang dialihkan statusnya dari pegawai BUMN ke status pegawai negeri biasa.
h) Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP)
Tunjangan ini diberikan kepada pegawai sebagai akibat dari adanya keputusan pemerintah yang menaikkan gaji pokok tanpa mengubah nilai nominal gaji pokok yang tercantum dalam daftar skala gaji pokok.
i) Iuran Wajib Pegawai (IWP)
Pegawai dan keluarganya memperoleh hak-hak pelayanan sosisal di hari tua dan pemeliharaan kesehatan. Oleh karena itu kepada pegawai diwajibkan untuk membayar iuran wajib pegawai (IWP) sebesar 10% dari gaji pokok dan 10% dari tunjangan keluarga.
Sementara itu, Mathis dan Jackson dalam Krista ( 2002:118) menjelaskan bahwa unsur-unsur gaji dan upah dibagi atas kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung. Pada kompensasi langsung terdiri dari gaji pokok dan gaji variable. Sedangkan pada kompenssasi tidak langsung terdiri dari ansuransi kesehatan, dana, pensiun, libur pengganti dan kompensasi pekerja.
34
C. Prosedur Pencatatan dan Perhitungan Gaji dan Upah 1. Prosedur Pencatatan Gaji dan Upah
Prosedur pencatatan gaji dan upah merupakan uraian kegiatan administrasi yang melibatkan beberapa orang dalam satu sidang atau lebih untuk menangani pencatatan gaji dan upah karyawan.
Dalam perusahaan terdapat beberapa elemen atau fungsi yang saling terkait dalam penggajian dan pengupahan karyawan. Fungsi tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lain untuk mencapai tujuabn tertentu.
Mulyadi (2001:382) menguraikan fungsi yang terkait dalam sistem pencatatan gaji dan upah sebagai berikut:
1) Fungsi Kepegawaian 2) Fungsi Pencatatan Waktu
3) Fungsi Pembuatan Daftar Gaji dan Upah 4) Fungsi Akuntansi
5) Fungsi Keuangan
Fungsi diatas saling bekerja sama dan saling terkait satu dengan yang lain sehingga membentuk suatu sistem penggajian dan pengupahan yang baik.
2. Prosedur Perhitungan Gaji dan Upah
Untuk dapat menghitung jumlah penghasilan yang diterima pegawai, maka perlu diketahui langkah-langkah berikut:
1. Mencari gaji pokok pegawai yang bersangkutan didalam skala gaji, sesuai dengan golongan ruang kepangkatan dan masa kerjanya.
2. Menentukan gaji kotor pegawai.
3. Menentukan gaji bersih dengan cara mengkurangkan gaji kotor dengan iuran wajib yang besarnya 10%.
4. Menentukan jumlah penghasilan yang diterima pegawai dengancara menambahkan gaji bersih dengan tunjangan-tunjangan.
Yang perlu diketahui dalam proses gaji yaitu kebenaran atas kehadiran, absensi ketidakhadiran, dan proses potongan gaji.
Tahapan Proses Gaji Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Medan adalah :
1. Time Evaluation 2. Releas Payroll
3. Simulasi Payroll, untuk mengecek kebenarannya.
4. Correction, tahap ini dilakukan apabila masih ada kesalahan dalam struk gaji, setelah tahapan diatas dilakukan, maka cek/periksa kehadiran, ketidak hadiran, tunjangan lembur dan lainnya sebagai penyebab kesalahan. Apabila telah diperbaiki, maka lakukan tahap-tahap proses gaji kembali dari No. 1 s/d 3 diatas, yaitu Time Evaluation, Releas Payroll, dan Simulation.
Cek kembali struktur gaji, apabila sudah yakin kebenaranny, baru masuk ke tahap berikutnya.
5. Start Payroll
36
7. Percetakan Lampiran Gaji
8. Posting to Accounting untuk mendapat nomor RUN 9. Posting Payroll to Finance
10. Mencetak LPT khusus Payroll 11. Exit Payroll
Periode perhitungan atau pembuatan gaji dan upah pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Medan dilaksanakan setiap tanggal 15. Besarnya gaji yang diterima setiap karyawan berbeda, berdasarkan tingkat jabatannya dalam perusahaan. Selain gaji pokok, karyawan juga akan mendapatkan tunjangan uang lembur dan unsur lain yang dapat menambah jumlah penghasilan.
Akan tetapi, sebelum mendapatkan jumlah bersih, gaji juga akan mendapat potongan, seperti potongan absensi, potongan telat, potongan bank, potongan koprasi dan potongan lain-lain.
Rumus penghitungan gaji secara sistematis:
Pendapatan Bersih = Gaji Pokok + Tunjangan - Potongan
Perkiraaan perhitungan gaji untuk karyawan PT. PLN (Persero) Medan : Pendapatan :
Gaji Pokok : Rp. xxx Tunjangan Jabatan : Rp. xxx Tunjangan Lain-lain : Rp. xxx
Lembur : Rp. xxx
Pendapatan Kotor Rp. Xxx
Potongan :
Bank : Rp. xxx
Koperasi : Rp. xxx
Pph : Rp. xxx
Bapinroh : Rp. xxx
Total Potongan Rp. xxx
Total Pendapatan Bersih Rp. Xxx
D. Prosedur Penggajian dan Pengupahan
Prosedur Penggajian dan Pengupahan sangat memvbantu pimpinan dalam Satu organisasi. Dengan prosedur penggajian dan pengupahan ini dapat dilakukan Pencegahan dan menghindari apa yang tidak diinginkan seperti kesilapan,
Kecurangan, penyelewengan dan manipulasi.
Berikut prosedur penggajian pada PT. PLN (PERSERO) Area Medan : 1. Prosedur pencatatan waktu hadir
Setiap karyawan yang hadir akan melakukan absen ke dalam mesin absen.
Mesin absen yang digunakan oleh PT. PLN (PERSERO) Area Medan adalah Finger Print. Kemudian data yang telah tercatat dalam mesin absen akan direkap untuk selanjutnya membuat daftar gaji karyawan.
2. Prosedur pembuatan daftar gaji dan upah
data yang dipakai sebagai dasar pembuatan daftar gaji dan upah yaitu kebenaran atas kehadiran, absensi ketidakhadiran serta proses potongan gaji.
3. Proses pembayaran gaji dan upah
apabila proses gaji telah benar, maka selanjutnya melakukan transfer gaji
38
Sistem Penggajian/pengupahan yang umum diterapkan menurut Hasibuan (2003:122) antara lain :
1. Sistem Waktu
Besarnya gaji/upah dalam sistem ini ditetapkan berdasarkan standart waktu seperti jam, mingguan ataupun bulanan. Administrasi pengupahan sistem waktu relatif mudah serta dapat diterapkan kepada karyawan tetap ataupun harian. Sistem ini biasanya ditetapkan jika prestasi kerja sulit diukur perunit nya dan bagi karyawan tetap upahnya atas sistem waktu secara periodik setiap bulannya.
2. Sistem Hasil (Out Put)
Besarnya upah dalam sistem ini ditetapkan atas kesatuan unit yang dihasilkan pekerjaan seperti potong, meter, liter dan kilogram. Besarnya upah yang dibayar selalu didasarkan kepada banyaknya hasil yang dikerjakan bukan pada lamanya waktu pengerjaannya.kebaikan sistem ini memberikan kesempatan kepada yang bekerja sungguh-sungguh serta berprestasi baik akan memperoleh balas jasa yang lebih besar. Namun kelemahannya adalah kualitas yang dihasilkan kurang baik dan karyawan yang kurang mampu balas jasanya kecil sehingga kurang manusiawi.
3. Sistem Borong
Suatu cara pengupahan yang menentapkan besarnya jasa yang didasarkan atas volume pekerjaan dan lama mengerjakannya. Penetapan besarnya balas jasa didasarkan pada sistem borongan cukup rumit, lama mengerjakannya serta banyaknya alat yang diperlukan untuk menyelesaikannya.
Jam Oprasional Karyawan PT. PLN (PERSERO) Medan
Ketetapan jam kerja yang berlaku pada PT. PLN (PERSERO) Medan,
yaitu:
1. Hari Kerja
Hari kerja aktif adalah 5 (lima) hari dalam seminggu, yaitu mulai dari hari Senin hingga jumat. Libur pada hari sabtu dan minggu serta libur yang telah ditetapkan pemerintah.
Jadwal kerja perusahaan adalah sebagai berikut:
Senin s/d Kamis
Masuk : 07.45 – 12.00
Istirahat : 12.00 – 13.00 Masuk Kembali : 13.00 – 16.30
Jumat
Masuk : 08.00 – 12.00
Istirahat : 12.00 – 14.00 Masuk Kembali : 14.00 – 17.00
2. Cuti
PT. PLN (PERSERO) Area Medan juga memberikan cuti kepada karyawan untuk tidak bekerja, tetapi tetap mendapatkan gaji penuh. Adapun cuti yang diberikan kepada karyawannya adalah sebagai berikut :
a. Cuti Tahunan
Cuti tahunan diberikan kepada karyawan yang minimal telah bekerja selama satu tahun. Masa cuti yang diberikan perusahaan yaitu 12 hari dalam satu tahun
40
b. Cuti Besar
Cuti besar diberikan kepada karyawan yang telah bekerja sekurang – kurangnya aelama 6 (enam) tahun berhak atas cuti besar selama 3 (tiga) bulan lamanya.
c. Cuti Karena Alasan Penting
Cuti karena alasan penting yang dimaksud adalah cuti karena ibu, bapak, isteri/suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dunia.
d. Cuti Sakti
Cuti Sakit adalah periode waktu dimana seseorang karyawan diizinkan untuk absen pekerjaan tanpa kehilangan gaji dikarenakan sakit.
Dalam pelaksanaan penggajian dan pengupahaan disebuah perusahaan, ada beberapa dokumen terkait yang digunakan dan memiliki peran yang sangat penting sebagai barang bukti pada saat proses penggajian dan pengupahan karyawan berlangsung.
Dokumen, formulir, dan catatan-catatan yang digunakan oleh perusahaan, Antara lain:
1. Kartu jam hadir
2. Laporan absensi atas bukti kehadiran (Fingerprint) 3. Slip gaji dan upah
4. Daftar lembur 5. Buku harian
6. Surat kesepakatan kerja
E. Unsur-unsur Pengendalian Internal Gaji dan Upah
Sebuah perusahaan yang telah berjalan harus memonitor kegiatan dan hasilnya. Manajemen harus mempunyai pandangan dan sikap yang professional untuk menunjukkan atau meningkatkan hasil kerja yang telah dicapai. Maka dari itu, sebuah perusahaan memerlukan suatu pengendalian yang baik serta menyeluruh terhadap segala aktifitas yang ada. Semua ini bertujuan agar tidak adanya penyelewengan dan tetap memelihara efisiensi oprasi perusahaan terutama dalam bidang penggajian dan pengupahan.
Pengendalian internal merupakan kunci terlaksananya sistem akuntansi gaji dan upah. Mulyadi ( 2001 : 164 ) menyatakan bahwa unsur - unsur sistem pengendalian internal adalah:
1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. Adapun fungsi yang harus dipisahkan adalah:
Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah harus terpisah dari fungsi pembayaran gaji dan upah.
Fungsi pencatatan waaktu hadir harus terpisah dari fungsi oprasi.
2. praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. Adapun praktik sehat yang dilakukan dalam sistem akuntansi gaji dan upah yaitu:
Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yang berakhir ini dipakai sebagai dasar distribusi biaya tenaga kerja langsung.
Catatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar
42
Penghitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan catatan penghasilan karyawan.
Demi terciptanya sistem informasi atas gaji dan upah serta pengendalian internal gaji dan upah yang baik pada PT. PLN (Persero) Area Medan, dalam pembayaran gaji dan upah dan pelaksanaannya melibatkan beberapa bagian diantaranya:
1. Bagian SDM 2. Bagian keuangan
Pada PT. PLN (Persero) Area Medan pengendalian internal gaji dan upah karyawan telah berjalan dengan baik. PT. PLN (Persero) Area Medan melakukan pengendalian internal gaji dan upah dengan cara memisahkan tugas-tugas pada setiap bagian. SDM membuat daftar gaji sesuai dengan grade/golongan karyawan Daftar gaji yang telah dibuat kemudian diberikan kepada manager SDM untuk ditandatangani. Selanjutnya, bagian keuangan akan mengecek kembali daftar gaji yang diberikan bagian SDM sebelum membuat surat pengeluaran gaji. Bagian keungan akan meminta tnda tangan dan persetujuan bayar kepada kepalan divisi keuangan. Bila sudah disetujui maka bagian perbendaharaan akan membuat voucher kemudian meminta persetujuan voucher kepada bagian keuangan untuk pencairan gaji. Pembayaran gaji disetorkan memalui Bank Mandiri. Setelah karyawan mendapatkan gaji maka bagian keuangan akan melakukan pencatatan dan pembuatan jurnal sabagai bukti transaksi.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap pengendalian internal gaji dan upah pada PT. PLN (Persero) adalah sebagai berikut:
1. Terdapat dokumen-dokumen sebagai bukti pembayaran gaji dan upah Kepada karyawan yang bersangkutan.
2. Prosedur penggajian terdiri dari ; prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pembuatan daftar gaji dan upah, serta prosedur pembayaran gaji dan upah
3. Pembayaran gaji tidak dilakukan didepan prtugas PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Area Medan, melainkan melalui rekening khusus yang di buat untuk para pegawai melalui Bank Mandiri.
4. Pengendalian internal gaji dan upah PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Area Medan cukup efektif, dikarenakan berpisahnya bagian pembuatan daftar gaji dengan bagian pembayaran gaji.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis mencoba memberikan saran kepada perusahaan terkait. Adapun saran yang penulis berikan adalah:
1. Pengendalian internal gaji dan upah di PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Area Medan sudah cukup baik, maka diharapkan kepada
44
internal perusahaan.
2. PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara Area Medan juga dapat memberikan tambahan gaji yang dimaksudkan untuk memotivasi para karyawan agar terus meningkatkan kualitas kerjanya dan memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Hasibuan, S.P. Malayu. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Mathis, R. L. dan Jackson, J. H. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat
Moekijat. (1992). Administrasi Gaji dan Upah. Bandung: Mandar Maju.
Mulyadi. (2001). Sistem Akuntansi (Edisi Ketiga). Jakarta: Salemba Empat.
Sugiarso G. dan Winarni F. (2006). Administrasi Gaji & Upah. Yogyakarta:
Pustaka Widyatama