• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. di dunia, tepatnya penyakit kedua terbanyak setelah penyakit kardio vaskular. Salah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ABSTRAK. di dunia, tepatnya penyakit kedua terbanyak setelah penyakit kardio vaskular. Salah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Menurut WHO, kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia, tepatnya penyakit kedua terbanyak setelah penyakit kardio vaskular. Salah satu jenis kanker yang tingkat kejadiannya cukup tinggi saat ini adalah kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu masalah terbesar di dunia dan juga merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan, terutama diantara para wanita. “Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita”. Meskipun kanker payudara menempati posisi kedua setelah kanker paru-paru dan bronkus pada kategori jenis kanker yang terbanyak menimbulkan kematian pada wanita, namun perlu kita perhatikan pula bahwa kanker payudara menempati posisi pertama pada kategori jenis kanker dengan tingkat kejadian atau perkiraan kasus baru terbanyak pada wanita. Obesitas sendiri dipercaya sebagai salah satu faktor resiko dari kanker payudara, namun hal tersebut hanya berlaku pada wanita pascamenopause.

Metode penelitian ini menggunakan cross-sectional study. Data diambil secara systematic random sampling melalui wawancara dan observasi berupa pengukuran antopometri di poliklinik dan ruang rawat inap onkologi RSUP Sanglah Periode Juli 2016 – Desember 2016.

Variabel obesitas diukur menggunakan tiga cara, yaitu menggunakan pengukuran BMI, lingkar perut, dan LILA. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa status obesitas memiliki hubungan dengan status menopause pada pasien kanker payudara. Namun faktor resiko berupa obese dan pascamenopause hanya ditemukan pada pengukuran menggunakan lingkar perut saja, sedangkan

(2)

pengukuran menggunakan BMI dan LILA tidak ditemukan faktor resiko berupa obesitas dan pascamenopause. Hal tersebut dikaitkan dengan lemak viseral sebagai sumber pembentukan androgen di sel teka ovarium, yang kemudian akan diubah menjadi estrogen oleh enzim aromatase. Peningkatan sintesis estrogen ini sendiri dipercaya sebagai salah satu faktor resiko yang besar untuk kanker payudara.

Dapat disimpulkan bahwa hubungan status obesitas dan status menopause, yang berupa hubungan antara obese dan pascamenopause sebagai faktor resiko kanker payudara, hanya dapat ditemukan pada pengukuran status obesitas menggunakan lingkar perut.

Kata kunci : Kanker Payudara, Obesitas, Menopause

(3)

vi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN USULAN PENELITIAN ... ii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI USULAN PENELITIAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR SINGKATAN ... ix

DAFTAR BAGAN ... x

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang ... 1

1.2   Identifikasi Masalah ... 4

1.3   Tujuan Penelitian ... 5

1.3.1  Tujuan Umum ... 5

1.3.2  Tujuan Khusus ... 5

1.4   Manfaat Penelitian ... 5

1.4.1 Manfaat bagi Tempat Penelitian ... 5

1.4.2 Manfaat bagi Ilmu Pengetahuan ... 5

1.4.3 Manfaat bagi Institusi ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Tentang Kanker dan Kanker Payudara ... 7

2.2 Epidemiologi Kanker Payudara ... 10

2.3 Faktor Resiko Kanker Payudara ... 12

2.4 Tinjauan Tentang Obesitas ... 16

2.5 Hubungan Estrogen dan Berat Badan ... 19

2.6 Body Fat sebagai Sumber Estrogen ... 20

2.7 Hubugan Estrogen dan Kanker Payudara ... 21

2.8 Hubungan Tumor Reseptor Status dan Faktor Terkait Obesitas dengan Kanker Payudara ... 22

2.9 Hubungan Obesitas dengan Kanker Payudara ... 25

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN KONSEP PENELITIAN 3.1 Kerangka Berpikir ... 28

3.2 Kerangka Konsep ... 30

3.3 Hipotesis Penelitian ... 30

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian ... 31

4.2 Populasi dan Sampel ... 31

4.2.1 Populasi dan Penelitian ... 31

4.2.1.1 Populasi Target ... 31

4.2.1.2 Populasi Terjangkau ... 31

4.2.2 Sampel Penelitian ... 31

4.2.2.1 Kriteria Eksklusi ... 31

4.2.2.2 Kriteria Inklusi ... 32

4.2.2.3 Besar Sampel ... 32

4.3 Variabel Penelitian ... 32

(4)

4.3.1 Klasifikasi Variabel ... 32

4.3.1.1 Variabel Bebas ... 32

4.3.1.2 Variabel Terikat ... 33

4.3.1.3 Variabel Perancu ... 33

4.3.2 Definisi Operasional Variabel ... 33

4.4 Bahan dan Instrumen Penelitian ... 35

4.5 Tempat dan Waktu Penelitian ... 35

4.6 Ruang Lingkup Penelitian ... 35

4.7 Prosedur Pengiriman atau Pengumpulan Data ... 35

4.8 Cara Pengolahan dan Analisis Data ... 36

4.8.1 Pengolahan Data ... 36

4.8.2 Analisis Data ... 36

4.8.2.1 Analisis Data Univariat ... 36

4.8.2.2 Analisis Data Bivariat ... 37

4.9 Alur Penelitian ... 37

4.10 Kelemahan Penelitian ... 37

5.1 Deskripsi Karakteristik Subjek Penelitian ... 39

5.2 Hubungan Antara Obesitas Berdasarkan Pengukuran BMI dan Status Menopause Pada Pasien Kanker Payudara ... 41

5.3 Hubungan Antara Obesitas Berdasarkan Pengukuran Lingkar Perut dan Status Menopause Pada Pasien Kanker Payudara ... 42

5.4 Hubungan Antara Obesitas Berdasarkan Pengukuran LILA dan Status Menopause Pada Pasien Kanker Payudara ... 44

5.5 Keterbatasan Penelitian ... 45

6.1 Simpulan ... 46

6.2 Saran ... 47 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(5)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut WHO, kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia, tepatnya penyakit kedua terbanyak setelah penyakit kardio vaskular. Salah satu jenis kanker yang tingkat kejadiannya cukup tinggi saat ini adalah kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu masalah terbesar di dunia dan juga merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan, terutama diantara para wanita. “Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita” (Stewart and Wild, 2014). Meskipun kanker payudara menempati posisi kedua setelah kanker paru-paru dan bronkus pada kategori jenis kanker yang terbanyak menimbulkan kematian pada wanita, namun perlu kita perhatikan pula bahwa kanker payudara menempati posisi pertama pada kategori jenis kanker dengan tingkat kejadian atau perkiraan kasus baru terbanyak pada wanita. Kanker payudara pada umumnya lebih sering ditemukan pada kaum wanita, tapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa kanker payudara dapat ditemukan pada kaum pria.

(6)

2

Gambar 1.1

Penyebab kematian terbesar di dunia (MedCity News, 2014)

Gambar 1.2

Insiden kanker di dunia (Rebecca, et al., 2015)

(7)

3

Penyebab untuk semua jenis kanker adalah multi faktor, termasuk juga pada kanker payudara. Artinya, banyak sekali hal yang dapat menjadi faktor resiko untuk kanker. Faktor resiko untuk kanker payudara sendiri antara lain adalah variasi geografis, usia, usia saat pertama kali menstruasi dan menopause, usia saat kehamilan pertama, riwayat keluarga, penyakit payudara jinak sebelumnya, radiasi, gaya hidup, terapi penggantian hormon, dan kontrasepsi oral (McPherson, et al., 2000). Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 juga meningkatkan faktor risiko untuk kanker payudara (Chlebowski, et al., 2010), tapi tes untuk ini mutasi gen langka dan juga mahal.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, hal tersebut menyebabkan perubahan dalam gaya hidup manusia saat ini. Perkembangan zaman ini tentu saja membawa banyak pengaruh positif bagi kehidupan manusia.

Meskipun perkembangan di zaman ini membawa banyak efek positif pada kehidupan manusia, tetapi tidak jarang perkembangan ini juga dapat membawa beberapa dampak negatif. Misalnya, karena ada begitu banyak alat yang canggih saat ini, yang dapat memfasilitasi pekerjaan orang-orang, mereka menjadi lebih enggan untuk bergerak dan bekerja. Selain itu, banyak orang menjadi malas meluangkan waktu untuk memasak atau memakan makanan yang sehat. Mereka lebih suka memakan makanan cepat saji, yang lebih praktis, mudah, cepat, dan juga lebih murah. Mereka tidak sadar bahwa banyak sekali bahan atau zat yang tidak sehat, seperti lemak dan kolesterol dalam kadar yang tinggi, yang terkandung dalam makanan cepat saji. Jika dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan, hal ini dapat mengakibatkan berbagai penyakit. Singkatnya, banyak berbagai penyakit saat ini, termasuk penyakit dengan risiko kematian yang tinggi,

(8)

4

tidak hanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, tetapi juga sering disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat.

Salah satu contoh efek samping dari gaya hidup yang buruk adalah obesitas. Obesitas itu sendiri dapat menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasi, dikarenakan jumlah lemak, LDL atau trigliserida, tekanan darah, dan juga kandungan gula darah yang cenderung tinggi. Contoh penyakit yang dapat disebabkan adalah hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, kolesterol, dan banyak lagi. Obesitas juga disebutkan sebagai salah satu faktor risiko kanker payudara, yang masih menjadi kontroversi dan masih sedang dipelajari. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, salah satunya mendapatkan hasil bahwa obesitas memang berhubungan sebagai salah satu faktor resiko kanker payudara. Namun hasil ini hanya berlaku pada wanita pascamenopause karena dapat memicu perkembangan tumor hormon-responsif. Hal ini disebabkan karena pada wanita pascamenopause, biosintesis estrogen tidak lagi terjadi di ovarium, melainkan pada situs perifer sintesis. Dan pada wanita obesitas pascamenopause, sel adiposa menjadi situs utama biosintesis estrogen (Marks, 2000). Itu artinya, semakin gemuk seorang wanita pascamenopause, semakin banyak sel adiposa dalam tubuh, maka semakin banyak pula estrogen yang dihasilkan. Padahal seperti kita ketahui, paparan estrogen yang berlebih merupakan salah satu faktor resiko penyebab kanker payudara.

1.2 Identifikasi Masalah

Dengan memperhatikan latar belakang di atas dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut : bagaimanakah hubungan antara obesitas dan status menopause

(9)

5

dan seberapa besar kaitan antara keduanya.

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.3.1 Tujuan Umum

a. Untuk megetahui hubungan obesitas dan status menopause pada pasien kanker payudara.

1.3.2 Tujuan Khusus

a. Mendeskripsikan tentang hubungan obesitas dan status menopause pada pasien kanker payudara.

b. Menganalisis hubungan obesitas dan status menopause pada pasien kanker payudara.

1.4 Manfaat

1.4.1 Manfaat bagi Tempat Penelitian

Hasil penelitian ini nantinya diharapkan memberikan gambaran tentang distribusi pasien kanker payudara yang memiliki faktor resiko obesitas.

1.4.2 Manfaat bagi Ilmu Pengetahuan

Hasil penelitian ini nantinya dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu pengetahuan berupa adanya hasil penelitian mengenai pengaruh faktor obesitas terhadap kanker payudara, dimana sekarang ini prevalensi obesitas semakin meningkat dan kanker payudara menjadi kanker dengan insiden terbesar pada kaum wanita.

1.4.3 Manfaat bagi Institusi

Dengan jumlah sampel pada penilitan ini nantinya dapat meningkatkan wawasan

(10)

6

mahasiswa Universitas Udayana utamanya mahasiswa Fakultas Kedokteran mengenai tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari obesitas sebagai salah satu faktor resiko kanker payudara, dimana penelitian ini juga menambah hasil riset di bidang Ilmu Bedah Onkologi.

Referensi

Dokumen terkait

Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang pemasaran digital, pembuatan akun iklan media sosial,

Telah dilakukan studi terhadap pengaruh sudut ( θ 12 ) untuk sistem dua planet yang mengorbit pusat yang sama secara numerik mengunakan paket program Maple 10.. Hasil yang

Berat sendiri struktur jembatan baja diperhitungkan secara langsung oleh software dengan memasukkan besar berat volume material yang digunakan. Sedangkan untuk rel dan bantalan

Berdasarkan wawancara dengan beberapa mahasiswa Timor Leste, mayoritas mengatakan bahwa mereka mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia sewaktu mereka ada di Sekolah

Arus globalisasai yang semakin meningkat akan membuat suatu perubahan pada semua aspek untuk lebih baik, baik dari pola pikir manusia yang semakin maju juga pada penataan

Segala puji dan syukur hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi sesuai dengan tujuan

Survei di empat propinsi yang dilakukan oleh PPK-UI (2002 dalam Depkes RI & WHO, 2003) guna memperoleh pemahaman terhadap kapasitas penyediaan pelayanan kesehatan reproduksi

Diperkuat oleh hasil penelitian Suardika (2012) melalui Pendekatan PAIKEM dengan Metode Role Playing kelas VI semester ganjil di Sekolah Dasar Negeri 8 Tianyar Tahun