• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Air

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Air"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Deskripsi Air

Semua organisme di alam semesta ini memerlukan air. Sekitar 70 % massa tubuh manusia adalah air misalnya cairan tubuh (darah, air liur dan urin) dan sel (termasuk tulang, otot, dan daging). Air bukan sumber energi tubuh kecuali karbohidrat, lipid dan protein. Air juga bukanlah obat, namun peran air sangat penting dalam metabolisme, karena air bertindak sebagai perantara reaksi-reaksi biokimia. Hampir semua fungsi biomolekul berlangsung akibat sifat-sifat fisika dan kimia sekeliling air.

Air merupakan kebutuhan manusia yang sifatnya mutlak harus dipenuhi dan fungsinya tidak pernah dapat digantikan dengan senyawa lainnya. Air merupakan komponen yang sangat berlimpah di alam dan meliputi tiga per empat permukaan bumi. Berbagai manfaat penting air di dalam tubuh adalah:

1. Air merupakan pelarut optimum untuk mengedarkan berbagai substansi di dalam tubuh

2. Membantu tubuh menyerap berbagai komponen yang penting 3. Meningkatkan fungsi ginjal dan pembuangan urin

4. Meningkatkan stimulasi dan mengatur kekebalan tubuh 5. Meningkatkan metabolisme

6. Mengoptimalkan fungsi aliran darah

7. Membuang racun dan garam dari dalam tubuh

Air yang murni sangat sempurna untuk proses ditoksifikasi dan membantu membersihkan semua sel, organ, dan cairan tubuh karena dapat membawa berbagai substansi berbahaya keluar dari tubuh kita. Air yang murni merupakan pelindung alami dari berbagai infeksi seperti influensa, pneumonia, campak dan penyakit infeksi lainnya. Sebaliknya jika tubuh kekurangan air, sel akan menjadi kering sehingga mudah terkena infeksi. Air diperlukan oleh semua organ dalam tubuh agar dapat berfungsi dengan sempurna seperti proses pembuangan racun, pelicin bagi sendi-sendi, membantu proses pencernaan, menstabilkan suhu tubuh, dan metabolisme tubuh. Lebih dari 70 persen tubuh manusia terdiri dari air. Selain oksigen, air mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita.

(2)

Air mempunyai rumus kimia H2O. Satu molekul air terbentuk dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Air adalah pelarut universal, artinya hampir semua zat dapat larut di dalam air. Garam dan oksigen adalah contoh zat yang mudah larut, sedangkan oli atau minyak adalah contoh zat yang sulit larut di dalam air. Air mempunyai tiga wujud, yaitu padat (es, salju), cair (air tawar, air laut), dan gas (uap air). Untuk merubah air dari wujud padat ke cair atau dari wujud cair ke gas, diperlukan energi.

2.2 Deskripsi Air Minum

Air adalah komponen yang sangat dibutuhkan tubuh. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tiap orang harus minum 8-10 gelas air sehari secara rutin agar berbagai sistem yang terdapat dalam tubuh kita dapat bekerja secara optimal. Seiring dengan makin bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan air mnum juga semakin meningkat. Akan tetapi, di sisi lain ditemukan fakta bahwa dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka tingkat pencenaran terhadap air juga semakin meningkat. Hal ini menyebabkan munculnya masalah pada penyediaan air bersih untuk minum.

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah penyediaan air minum adalah dengan adanya teknologi yang dapat menyediakan air bersih siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Air minum seperti diperoleh dari air baku yang kemudian diolah dengan teknologi tertentu agar layak untuk dikonsumsi tanpa membahayakan kesehatan. Air ini kemudian dikemas dalam berbagai jenis dan ukuran kemasan yang kemudian dikenal dengan AMDK. Terdapat beberapa manfaat air minum bagi manusia, yaitu:

a. Kulit sehat

Minum cukup air dapat menjaga kelembaban kulit, akibat pengaruh udara panas dari luar tubuh. Air minum sangat penting untuk menjaga elastisitas dan kelembutan kulit serta mencegah kekeringan.

b. Melindungi dan melumasi gerakan sendi dan otot

Sebagian besar cairan yang melindungi dan melumasi gerakan sendi dan otot terdiri dari air. Mengkonsumsi air minum sebelum, selama, dan setelah

(3)

melakukan aktivitas fisik, berarti meminimalkan risiko kejang otot dan kelelahan.

c. Menstabilkan pembuangan

Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar. Proses ini akan mencegah gangguan pembuangan (konstipasi), karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.

d. Meminimalkan risiko serangan jantung

Para peneliti dari Universitas Loma Linda, di California, melakukan penelitian terhadap 20.000 responden (perempuan dan laki-laki) yang sehat, dan menemukan bahwa para responden yang minimal minum air lebih banyak dari lima gelas sehari memiliki risiko kematian akibat serangan atau gangguan jantung yang lebih kecil, dibandingkan responden yang minum lebih sedikit dari dua gelas per hari.

e. Meminimalkan risiko infeksi organ dalam tubuh

Konsumsi air yang memadai dapat mencegah pembentukan batu ginjal dan menekan risiko infeksi ginjal, kandung kemih, dan saluran kemih. Hasil penelitian yang pernah ditampilkan JAMA (Journal of American Medical

Association) pada akhir tahun 2004, menyatakan bahwa perempuan yang

minum lima gelas setiap hari cenderung menghadapi risiko kanker usus 45 persen lebih rendah dibandingkan perempuan yang hanya minum kurang dari dua gelas per hari.

Bisnis air minum dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu:

1. Natural mineral water atau air steril yang berkandungan mineral sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)

2. Air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproses dan berkandungan mineral sesuai SNI atau yang saat ini sering kita jumpai, selain air wadahnya juga harus steril

3. Destilated water atau air yang diproses dengan teknologi tertentu, namun tetap sesuai dengan SNI

4. Air suling atau yang tidak mempunyai kandungan mineral. Diantara bisnis di atas, yang paling berkembang adalah AMDK.

(4)

2.3 Deskripsi Air Minum Dalam Kemasan

Air minum dalam kemasan atau dengan istilah AMDK, merupakan air minum yang siap dikonsumsi secara langsung tanpa harus melalui proses pemanasan terlebih dahulu. Air minum dalam kemasan merupakan air yang dikemas dalam berbagai bentuk wadah 19 liter atau satu galon, 1500 ml / 600 ml (botol), 240 ml / 220 ml (cup).

Air minum dalam kemasan diproses dalam beberapa tahap, baik menggunakan proses pemurnian air (reverse osmosis atau tanpa mineral) maupun proses biasa water treatment processing (mineral), dimana sumber air yang digunakan untuk air kemasan mineral berasal dari mata air pegunungan dan untuk air kemasan non mineral biasanya dapat juga digunakan dengan sumber mata air tanah atau mata air pegunungan.

Proses air minum dalam kemasan (AMDK) harus melalui proses tahapan, baik secara klinis maupun secara hukum. Secara higienis klinis biasanya disahkan menurut peraturan pemerintah melalui Departemen Badan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM RI), baik dari segi kimia, fisika, mikrobiologi, dan lain-lain. Tahapan secara hukum biasanya melalui proses pengukuhan merek dagang, hak paten, sertifikasi, dan asosiasi yang mana keseluruhannya mengacu pada peraturan pemerintah melalui DEPERINDAG, SNI (Standar Nasional Indonesia), merek dagang, dan lain-lain. Untuk masalah air minum dalam kemasan tentang hak cipta, hak paten merek, dan lain-lain biasanya melalui instansi Departemen Kehakiman untuk pengurusan paten merek jenis barang, dan lain-lain.

AMDK harus memenuhi SNI dengan kode No. 01-3553-1996 tentang standar baku mutu air dalam kemasan, serta MD yang dikeluarkan oleh BPOM RI yang merupakan standar baku kimia, fisika, mikrobiologis. Masih banyak lagi persyaratan yang harus dipenuhi agar AMDK layak dikonsumsi dan aman bagi kesehatan manusia.4

Adapun proses pengolahan air untuk menjadikan air siap dikemas dan dipasarkan secara umum, antara lain:

a. Proses water treatment system b. Proses water sterilisasi

(5)

c. Proses quality control system d. Proses pengemasan

e. Proses pengepakan f. Proses distribusi

Pada dasarnya AMDK diproses melalui tiga tahap, yaitu penyaringan, disinfeksi, dan pengisian. Penyaringan dimaksudkan untuk menghilangkan partikel padat dan gas-gas yang terkandung dalam air. Disinfeksi bertujuan untuk membunuh bakteri patogen dalam air. Pengisian merupakan tahap akhir proses produksi dimana air dimasukkan melalui sebuah peralatan yang dapat melindungi air tersebut dari kontaminasi selama pengisian ke dalam kemasan. Kemasan AMDK dapat dibuat dari kaca, poli etilen (PE), poli propilen (PP), poli etilen

tereftalat (PET), poli vinil chlorida (PVC), atau poli carbonat (PC).

Untuk menghasilkan produk yang aman untuk dikonsumsi, perusahaan industri AMDK harus melakukan pengawasan mutu terhadap air baku secara priodik dengan pengujian laboratorium minimal sebagai berikut:

1. Satu kali dalam satu minggu untuk analisa coliform 2. Satu kali dalam tiga bulan untuk analisa kimia dan fisika 3. Satu kali dalam empat tahun untuk analisa radiologi

Semakin banyak pelanggan lokal dari seluruh Indonesia yang menggunakan AMDK untuk kebutuhan minum sehari-hari. Rasanya sulit membayangkan apabila ada orang yang tinggal di perkotaan yang tidak mengkonsumsi AMDK. Selain itu, AMDK memiliki beberapa keunggulan, antara lain kualitas air terjamin, kontrol kualitasnya ketat sehingga kemungkinan terkontaminasi bakteri yang merugikan relatif minim, dan mudah diperoleh. Tetapi ada juga beberapa kelemahan AMDK, antara lain relatif mahal bagi kalangan masyarakat tertentu, dalam kasus tertentu terjadi kontaminasi bakteri merugikan karena proses distribusi yang tidak baik.

2.4 Deskripsi Oksigen

Selain air, elemen paling vital dan dibutuhkan di dunia adalah oksigen. Kurang lebih 90 persen dari energi hidup, diproduksi oleh oksigen. Oksigen merupakan unsur gas dengan simbol “O”. Gas ini tidak berwarna dan tidak

(6)

mempunyai rasa. Dalam tubuh, oksigen diedarkan keseluruh tubuh oleh darah. Oksigen diperlukan oleh sel untuk mengubah glukosa menjadi energi. Selanjutnya energi inilah yang digunakan untuk melakukan berbagai aktifitas, seperti aktifitas fisik, penyerapan makanan, membangun kekebalan tubuh, pemulihan kondisi tubuh, dan penghancuran beberapa racun sisa metabolisme. Sekarang, sekitar 23 persen udara adalah oksigen. Tetapi, kandungan oksigen untuk daerah perkotaan lebih rendah sampai dengan 15 persen untuk dibeberapa kota dan akan semakin rendah sejalan dengan tingginya polusi dan penggundulan hutan. Kekurangan oksigen akan menyebabkan penurunan kondisi tubuh, kejang otot, depresi, masalah pernafasan, kelelahan, dan lain-lain. (Sumarna, 2006).

2.5 Deskripsi Air Minum Dalam Kemasan Beroksigen

Air minum dalam kemasan beroksigen adalah air minum kemasan yang dioksigenisasi dengan berbagai proses, sehingga di dalamnya akan terkandung kadar oksigen yang tinggi. Adapun teknologi untuk proses oksigenisasi pada air kemasan, terdiri dari bermacam-macam teknologi, seperti reverse osmosis,

bio-resonance water, molecular bio-resonance e-magnetic technology (MReT), dan

lain-lain.

Reverse osmosis adalah proses pemurnian air hingga kandungan TDS < 2

ppm dan dioksigenisasi hingga 80 ppm. Air minum dalam kemasan beroksigen yang < 2 ppm, memungkinkan oksigen terlarut sampai dengan 80 ppm dan dapat mengoptimalkan proses detoksifikasi. Bio-resonance water merupakan proses dimana mesin mengandung 73 jenis mikro mineral, kemudian memancarkan gelombang elektromagnetik FIR (For Infra Red Rays) yang berguna untuk menghasilkan air ekstra energi dan oksigen.5

Secara kuantitatif, air minum dalam kemasan beroksigen dapat diperiksa dengan DO (Dissolved Oxygen) meter. Sedangkan secara fisik, dapat diketahui dengan menekan badan botol. Jika badan botol keras, artinya kandungan oksigen tinggi. Saat tutup botol dibuka, maka akan ada gas yang keluar.

Air minum dalam kemasan beroksigen dapat dikonsumsi siapa saja, mulai

dari anak-anak sampai lanjut usia. Konsumsi air minum dalam kemasan beroksigen sebaiknya dilakukan minimal dua botol setiap hari secara rutin

(7)

sebelum atau sesudah makan untuk menjamin agar oksigen dapat masuk ke dalam saluran pencernaan secara optimal. Disarankan tutup botol baru dibuka apabila akan segera diminum dan kemudian sekaligus hingga habis satu botol.

Kemasan air minum dalam kemasan beroksigen haruslah benar-benar baik untuk dapat mempertahankan kadar oksigen di dalamnya. Kemasan untuk air minum dalam kemasan beroksigen ini biasanya dibagi dalam dua kategori, yaitu kemasan dengan volume kecil untuk sekali minum 250 ml, dan kemasan dengan volume besar sekitar 300-400 ml yang dibutuhkan pada saat aktifitas tinggi, misalnya olahraga di luar ruangan. Bentuk kemasan sebaiknya stabil pada saat diletakkan. Bentuk yang stabil adalah yang bagian bawahnya lebih besar daripada bagian atasnya sehingga ada kesan berat di bawah karena tekanannya yang lebih besar. Biasanya terdapat tekstur pada badan kemasan yang diperlukan gar kemasan nyaman digenggam. Selain itu dengan adanya tekstur, dapat memberikan pantulan cahaya sehingga kemasan terlihat berkilau dan memberikan kesan kesegaran. Kemasan sekunder biasanya dibutuhkan untuk mempermudah proses distribusi. Selain itu juga, bisa digunakan sebagai pelindung tambahan.

2.6 Deskripsi Air Oksigen (“AirOx”)

AirOx atau air oksigen, merupakan perpaduan sempurna air dengan oksigen, yang merupakan dua komponen yang paling diperlukan dalam kehidupan manusia. AirOx adalah air oksigen yang airnya berasal dari mata air pegunungan Salak Bogor yang diproses dengan teknologi Jerman. Proses ini meliputi pemurnian air secara reverse osmosis dan dioksigenasi sehingga diperoleh air yang murni (kandungan TDS < 2 ppm) dan mengandung oksigen tinggi sampai dengan 80 ppm. Oksigen yang digunakan adalah oksigen yang sangat sesuai dengan standar kesehatan dengan kemurnian 99,6 persen (first grade quality).

Oksigen dapat larut dalam air. Molekul-molekul oksigen menempati ruang diantara molekul air. Kandungan oksigen di dalam air dipengaruhi berbagai faktor seperti suhu, tekanan dan jumlah zat yang terlarut di dalam air. Semakin rendah suhu air, kandungan oksigen yang terkandung semakin besar. Itulah sebabnya kita merasa lebih segar jika minum air dingin. Tekanan yang besar dapat memaksa lebih banyak molekul oksigen masuk ke dalam ruang di antara molekul air.

(8)

Kemurnian air juga mempengaruhi kelarutan oksigen. Air yang murni memungkinkan oksigen terlarut lebih banyak. Umumnya air mengandung 4-6 ppm oksigen, air pegunungan dapat mengandung sampai 8 ppm oksigen. Namun dengan kemajuan teknologi yang dimiliki perusahaan saat ini, kandungan oksigen di air dapat ditingkatkan sampai dengan 80 ppm (PT Tirta Alam Semesta, 2005).

Terdapat beberapa manfaat AirOx bagi tubuh, antara lain: 1. Meningkatkan metabolisme tubuh

2. Meningkatkan penyerapan makanan dalam tubuh 3. Sangat baik untuk mengatasi gangguan pencernaan 4. Membantu proses pemulihan tubuh dari penyakit

5. Meningkatkan proses detoksifikasi (pembuangan zat racun) dari dalam tubuh 6. Meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh

Selain beberapa manfaat di atas, berdasarkan penelitian dari Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) November 2004-Februari 2005, membuktikan bahwa secara in vitro ”AirOx” dapat meningkatkan probiotik sampai 1000x dalam waktu 24 jam. Probiotik merupakan mikroflora usus yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Probiotik merupakan mikroorganisme yang hidup di usus manusia dan memberikan efek menguntungkan bagi kesehatan manusia. Manfaat probiotik antara lain memelihara keseimbangan mikroflora usus, menghambat bakteri pathogen (penyebab penyakit), dan melawan zat karsinogenik (penyebab kanker).

Ir. Adil Basuki Ahza, MS, Ph.D melakukan penelitian dengan menggunakan ”AirOx” untuk mengetahui pengaruh air beroksigen tinggi terhadap probiotik secara in vitro. Probiotik yang digunakan adalah dari golongan

Lactobacillus. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap dan diikuti

secara korespondensi selama proses kultur. Penelitian ini memonitor pertumbuhan biomassa dan mengukur metabolit (hasil metabolisme), yaitu hydrogen peroksida (H2O2) dan total asam tertitrasi (TAT) pada sampel yang menggunakan air minum biasa dan sampel yang menggunakan ”AirOx”. Dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa ”AirOx” dengan kandungan oksigen yang tinggi tidak mengganggu pertumbuhan probiotik selama diteliti secara in vitro, bahkan dengan ”AirOx”, probiotik dapat meningkat 1000 kali lipat lebih banyak

(9)

dibandingkan dengan yang menggunakan air biasa, yang artinya ”AirOx” dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Penelitian lainnya juga dilakukan oleh Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (GM IPB), Januari-April 2006. Penelitian dilakukan oleh tim peneliti dari jurusan Gizi Masyarakat IPB, yaitu Dr. Ir. Ingrid S. Surono, MSc, Prof. Dr. Ali Khomsan, dan Ir. Enok Sobariah. Penelitan ini bertujuan untuk membuktikan secara in vivo ”AirOx” berpengaruh positif terhadap probiotik, menurunkan

coliform, dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi oksigen terhadap probiotik

dan bakteri coliform. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 99,5 persen subyek percobaan yang diberi minum ”AirOx selama tiga dan tujuh hari menunjukkan peningkatan probiotik secara nyata. Pengamatan selanjutnya juga menunjukkan bahwa pada 90 persen subyek percobaan, ”AirOx” cenderung menekan populasi bakteri coliform. Dengan demikian, akan meningkatkan kesehatan saluran cerna yang penting bagi penyerapan nutrisi dan kesehatan tubuh.

Secara umum, bakteri probiotik mempunyai manfaat seperti: 1. Membantu menjaga keseimbangan mikroba dalam tubuh

2. Menghambat pertumbuhan bakteri pathogen 3. Anti diare

4. Menstimulasi kekebalan tubuh

5. Menurunkan kolesterol dan tekanan darah

2.7 Hasil Penelitian Terdahulu

Terdapat empat penelitian terdahulu yang digunakan sebagai masukan informasi bagi penelitian ini. Pertimbangan pengambilan penelitian terdahulu ini antara lain, yaitu kedekatan karakteristik produk, kesamaan alat analisis, kesamaan dalam strategi bauran pemasaran yang diprioritaskan, dan gambaran umum perusahaan. Berdasarkan beberapa hal tersebut, maka penulis akan menunjukkan peran masing-masing penelitian terdahulu terhadap penelitian ini berdasarkan perbedaan dan persamaan pendekatannya.

Perbedaan yang paling mendasar pada penelitian yang dilakukan ini jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu adalah lokasi penelitian, segmen yang dituju, dan pangsa pasar. PT Tirta Alam Semesta menentukan segmen yang dituju

(10)

berdasarkan tingkat golongan ekonomi di masyarakat yaitu untuk semua golongan ekonomi. Pangsa pasar yang didapat dari ”AirOx” berasal dari tempat-tempat seperti hotel, restoran, rumah sakit, hypermarket, hingga warung-warung di tingkat pengecer.

Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan ini yaitu pada alat analisis. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah

Analytical Hierarcy Process (AHP). AHP digunakan untuk mengevaluasi strategi

bauran pemasaran perusahaan dan menentukan strategi prioritasnya dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan saat ini berdasarkan informasi dari manajemen perusahaan.

Hasil penelitian terdahulu ini mengulas dua hal yang menjadikannya penting sebagai masukan informasi bagi penelitian ini, meliputi kesimpulan isi penelitian terdahulu dan pengaruh penelitian terdahulu terhadap penelitian ini berdasarkan alat analisis yang digunakan, kesimpulan dari isi penelitian, kedekatan karakteristik produk penelitian terdahulu dengan objek penelitian sekarang.

2.7.1 Kesimpulan Dari Isi Penelitian Terdahulu

Sumarna (2006) meneliti tentang analisis preferensi konsumen air minum kemasan beroksigen merek “AirOx”. Penelitian ini menggunakan model Multiatribut Fishbein untuk menilai sejauh mana tingkat kepentingan dan pelaksanaan dari atribut “AirOx”. Atribut air oksigen yang diteliti terdiri atas dua belas atribut, yaitu harga, kemasan, kandungan oksigen, manfaat, kepraktisan, kehigienisan, izin Depkes, tanggal kadaluarsa, isi (volume), merek, kemudahan memperoleh dan iklan. Urutan tingkat kepentingan yang paling tinggi menurut responden yang mengkonsumsi “AirOx” adalah atribut manfaat, kemudian secara berturut-turut diikuti kehigienisan, kandungan oksigen, kemudahan memperoleh, izin Depkes, tanggal kadaluarsa, kemasan, dan harga. Sedangkan untuk responden yang tidak mengkonsumsi menganggap tingkat kepentingan yang paling tinggi secara berturut-turut adalah kehigienisan, manfaat, kandungan oksigen, izin Depkes, kemudahan memperoleh dan tanggal kadaluarsa. Urutan terendah tingkat kepentingan antara responden yang mengkonsumsi dengan responden yang tidak

(11)

mengkonsumsi “AirOx” sama yaitu atribut merek. Hal ini menunjukkan bahwa dalam membeli air oksigen, atribut merek dianggap kurang penting bagi konsumen.

Pada tingkat pelaksanaan yang tertinggi, menurut responden yang mengkonsumsi adalah kandungan oksigen, sedangkan untuk responden yang tidak mengkonsumsi adalah manfaat. Tingkat pelaksanaan kedua yang dianggap sangat baik oleh responden adalah kandungan oksigen. Hal ini menjadi pertimbangan responden untuk membeli air oksigen yaitu sebesar 23,07 persen. Hal ini tentu saja sesuai dengan tingkat pelaksanaan tertinggi atribut menurut responden yang mengkonsumsi “AirOx”. Untuk tingkat pelaksanaan atribut terendah menurut responden yang mengkonsumsi “AirOx” adalah isi (volume). Konsumen menganggap isi (volume) AirOx sedikit, yaitu 600 ml dan hanya terdiri dari satu ukuran saja. Sedangkan untuk responden yang tidak mengkonsumsi “AirOx” menganggap atribut merek yang terendah tingkat pelaksanaannya. Hal ini karena mereka menganggap “AirOx” merupakan produk yang kurang dikenal oleh konsumen dibandingkan dengan merek lain.

Hidayat (2007) meneliti tentang “Analisis Strategi Pemasaran Minuman Kesehatan Activia pada PT Danone Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah PHA. Berdasarkan hasil pengolahan dengan metode PHA, yang menjadi prioritas utama adalah strategi bauran produk dengan kebijakan meningkatkan kualitas produk dari segi merek, kemasan, ukuran, pelayanan, dan kuantitas produk. Perbaikan kemasan merupakan kebijakan prioritas dari strategi ini, karena di dalam kemasan perusahaan dapat menentukan besaran komposisi dari atribut yang akan ditawarkan ke konsumen. Prioritas kebijakan strategi produk yang kedua yaitu peningkatan volume produksi sebagai konsekuensi logis atas keberhasilan program promosi yang diterapkan. Strategi bauran pemasaran prioritas yang kedua adalah meningkatkan program promosi secara gencar melalui berbagai media publik untuk memperkenalkan keunggulan keunggulan dari Activia yang ditawarkan ke konsumen.

Purwanto (2007) meneliti tentang analisis strategi pemasaran air minum kemasan Prim-A pada PT Buana Tirta Abadi. Alat analisis yang digunakan adalah metode Proses Hierarki Analitik (PHA). Berdasarkan hasil pengolahan dengan

(12)

metode PHA, maka didapatkan strategi bauran pemasaran prioritas, yaitu strategi produk melalui peningkatan kualitas produk dari segi atribut produk, meliputi rasa, kemasan, kandungan gizi, harga, manfaat, volume, izin Depkes, dan kemudahan memperoleh. Strategi bauran pemasaran prioritas kedua adalah strategi promosi. Kebijakan yang ditentukan adalah melakukan periklanan pada media elektronik terutama di radio seperti Rama FM yang pendengarnya adalah kalangan muda intelektual dan juga sponsorship pada event-event lokal. Strategi bauran pemasaran prioritas ketiga adalah melakukan kerjasama dengan perusahaan berskala besar pada industri yang sama. Hal ini sesuai dengan keinginan perusahaan untuk lebih memperkenalkan dan memasarkan produk kepada masyarakat secara lebih luas. Melalui kerjasama, diharapkan skala modal perusahaan akan bertambah. Perusahaan juga akan mendapatkan kemudahan lainnya dibidang distribusi, dimana dalam proses distribusinya akan diserahkan kepada perusahaan yang bekerjasama tersebut, sementara PT Buana Tirta Abadi hanya fokus terhadap upaya peningkatan kualitas dan kantitas produk.

Susanti (2002) melakukan penelitan tentang Analisis Pengambilan Keputusan Strategi Bauran Pemasaran Nata De Coco pada PT Halilintar Bahana Prima, Bogor menggunakan metode proses hirarki analitik (PHA). Strategi yang diprioritaskan perusahaan adalah strategi produk dengan prioritas pada kualitas produk. Strategi kedua yang diprioritaskan adalah distribusi dengan prioritas menggunakan distributor. Faktor selanjutnya yang diprioritaskan adalah strategi harga dengan menetapkan harga sama dengan pesaing. Sedangkan yang mendapat proritas terakhir adalah strategi promosi dengan menggunakan iklan.

2.7.2 Pengaruh Penelitian Terdahulu

Keempat penelitian terdahulu di atas memberikan manfaat yang sangat berarti bagi penelitian ini. Beberapa masukan informasi dapat diperoleh dari penelitian terdahulu tersebut yang nantinya akan membantu dalam proses penyelesaian penelitian ini.

a. Penelitian A.Titin Sumarna; membantu penulis dalam mengungkap upaya perusahaan melaksanakan strategi pemasaran melalui perspektif strategi produk. Melalui penelitian ini, penulis dapat melihat sejauhmana tingkat

(13)

kepentingan dan tingkat pelaksanaan “AirOx” dari perspektif konsumen. Penelitian ini dapat dijadikan dasar oleh penulis untuk menentukan kebijakan kualitas produk yang berkaitan dengan penilaian atribut produk, sehingga dapat diketahui atribut mana yang dapat diprioritaskan dan atribut mana yang dapat dikesampingkan berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat pelaksanaan. Artinya jika variabel kualitas produk yang menjadi kebijakan/taktik prioritas dalam strategi bauran pemasaran perusahaan, maka penelitian ini dapat dijadikan tolok ukur atau dasar dalam menentukan cara pelaksanaannya. Penelitian ini juga membantu penulis dalam mengetahui gambaran umum dari perusahaan maupun produknya. Dapat diketahui pula perkembangan yang terjadi pada PT Tirta Alam Semesta mulai tahun 2006 jika dibandingkan dengan tahun sekarang dan perubahan-perubahan apa yang telah terjadi di perusahaan dari sudut manajemen pemasarannya.

b. Penelitian Hidayat, 2007; membantu penulis dalam memahami penggunaan AHP untuk menentukan strategi bauran pemasaran prioritas. Melihat penggunaan variabel kebijakan atau taktik apa saja yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan berdasarkan teori pemasaran yang ada. Pada strategi produk, menguraikan menjadi lima kebijakan meliputi merek, kemasan, ukuran, pelayanan, dan kuantitas produk. Pada strategi harga, menguraikan menjadi dua kebijakan leliputi penetapan harga dan diskon. Pada strategi tempat menguraikan hanya satu kebijakan yaitu saluran pemasaran. Pada strategi promosi, menguraikannya menjadi dua kebijakan yaitu periklanan dan pemasaran langsung.

Variabel kebijakan di atas nantinya akan dijadikan masukan informasi bagi penelitian ini dalam menentukan variabel kebijakan atau taktik apa yang dapat dimasukkan ke dalam strategi bauran pemasaran perusahaan yang disesuaikan dengan strategi bauran pemasaran perusahaan sebelumnya dan kondisi perusahaan saat ini.

c. Penelitian Purwanto, 2007; penelitian ini juga untuk melihat efektifitas AHP dalam menentukan strategi bauran pemasaran prioritas. Kemudian melihat variabel kebijakan atau taktik apa saja yang digunakan untuk merumuskan strategi bauran pemasaran tersebut. Penulis menentukan penelitian ini sebagai

(14)

masukan informasi karena penelitian ini melakukan analisa yang hasil kebijakannya dianalisa lagi berdasarkan analisis penilaian konsumen terhadap atribut produk menggunakan uji fishbein. Hal inilah yang membedakan manfaat informasi penelitian Purwanto, 2007 bagi penulis dengan manfaat informasi penelitian Hidayat, 2007 bagi penulis. Penelitian Purwanto ini menilai keefektifan strategi bauran pemasaran prioritas yang diambil dengan menguji kembali hasil kebijakan tersebut dari perspektif konsumen.

d. Penelitian Susanti, 2002; Penelitian ini memiliki peran yang sama dengan penelitian Hidayat dan Purwanto terhadap penelitian yang sedang penulis lakukan. Hal yang membedakannya adalah melihat sejauhmana perlunya analisa lanjutan dari strategi bauran pemasaran yang diprioritaskan. Berdasarkan penelitian Susanti, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah memiliki jawaban dari strategi bauran pemasaran prioritasnya dan jawaban tersebut telah dianalisa lebih lanjut pada penelitian sebelumnya namun belum dilaksanakan oleh perusahaan, maka analisa lanjutan dari jawaban strategi bauran pemasaran prioritas tidak dilakukan. Hal inilah yang menyebabkan penelitian penulis tidak melakukan analisa penilaian konsumen terhadap atribut prduk.

Adapun gambaran peranan yang diberikan penelitian terdahulu terhadap penelitian secara umum dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini.

(15)

Tabel 5. Peranan Penelitian Terdahulu Nama

Peneliti Tahun Judul

Alat Analisis Kesimpulan Peran Terhadap Penelitian A. Titin Sumarna 2006 Analisis Preferensi Konsumen Air Minum Kemasan Beroksigen Merek “AirOx” Multi atribut fishbein - Tingkat kepentingan yang paling tinggi adalah atribut manfaat - Tingkat pelaksanaan yang tertinggi adalah kandungan oksigen - Mengetahui gambaran umum dari produk “Airox”. - Diketahui sejauh mana variabel bauran produk dapat mempengaruhi strategi bauran pemasaran yang diprioritaskan Hidayat 2007 Analisis Strategi Pemasaran Air Minum Kemasan Prim-A pada PT. Buana Tirta Abadi, Bogor Proses Hierarki Analitik (PHA) Prioritas utama adalah meningkatkan kualitas produk dari segi merek, kemasan, ukuran, pelayanan, dan kuantitas produk. Prioritas kedua adalah promosi secara gencar melalui media publik - Memahami penggunaan PHA untuk menentukan strategi pemasaran prioritas - Menggunakan variabelnya sebagai alternatif masukan strategi sekaligus sebagai pembanding. Purwanto 2007 Analisis Strategi Pemasaran Minuman Kesehatan Activia pada PT. Danone Indonesia, Cikarang-Bekasi - Proses Hierarki Analitik (PHA) - Uji fishbein

Prioritas utama yaitu peningkatan kualitas produk dari segi atribut meliputi rasa, kemasan, kandungan gizi, harga, manfaat, volume, izin Depkes, dan kemudahan memperoleh. - Memahami penggunaan PHA untuk menentukan strategi pemasaran prioritas - Melihat peran analisa uji multiatribut terhadap strategi prioritas yang ditetapkan Susanti 2002 Analisis Pengambilan Keputusan Strategi Bauran Pemasaran Nata De Coco pada PT Halilintar Bahana Prima, Bogor Proses Hierarki Analitik (PHA) Strategi yang diprioritaskan adalah strategi produk melalui peningkatan kualitas - Menyimpulkan bahwa uji multiatribut tidak perlu dilakukan jika strategi prioritas cukup yakin menjawab masalah dalam penelitian - Dan jika uji

multiatribut telah dilakukan pada penelitan sebelumnya

Gambar

Tabel 5. Peranan Penelitian Terdahulu

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor yang berpengaruh dalam penyususnan strategi pemasaran, aktor yang memiliki pengaruh dalam penyusunan strategi, tujuan yang

Yang dimaksud dengan risiko pemasaran adalah semua kejadian yang memungkinkan tidak tercapainya target pemasaran yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan, yang

Berdasarakan pengertian komunikasi pemasaran yang telah dikemukakan oleh beberapa pakar diatas, penulis dapat memahami bahwa inti komunikasi pemasaran kepada

Bauran Pemasaran yang terdiri dari produk, harga, lokasi, dan promosi merupakan salah satu alat strategi pemasaran yang pada aplikasinya memerlukan pemahaman mendalam

Dan juga dapat diketahui bahwa bauran pemasaran adalah rangkaian alat-alat yang dapat dikendalikan yang berfungsi sebagai strategi pemasaran yang dibaurkan oleh perusahaan

Tujuan promosi merupakan analisa suatu tujuan dari komunikasi pemasaran terhadap produk atau jasa yang akan ditawarkan. Analisa tersebut berdasarkan atas pengidentifikasian

Bauran pemasaran adalah suatu strategi yang digunakan dalam bidang pemasaran untuk menciptakan pertukaran dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu untuk meningkatkan

Analisis Etika Bisnis Islam Teori Strategi Pemasaran Strategi Pemasaran adalah upaya memasarkan suatu produk, baik itu barang atau jasa, dengan menggunakan pola rencana dan taktik