• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Konsep Dasar Sistem

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang paling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Pemahaman tentang sistem harus diketahui sebelumnya, karena mempunyai peranan penting dalam melakukan penelitian terhadap sistem yang akan diteliti serta untuk mencapai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai dalam melakukan penelitian.

1.1.1. Sistem

Sistem merupakan sekumpulan komponen atau himpunan dari unsur yang saling berinteraksi, saling tergantung untuk mencapai tujuan yang sama (Meilinda, 2016:24). Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran yang tertentu (Hutahaean, 2016:2).

Sistem bisa diartikan sebagai sekumpulan sub sistem, komponen ataupun element yang saling bekerja sama dengan tujuan yang sama untuk menghasilkan

output yang sudah ditentukan sebelumnya (Mulyani, 2016:2). Sistem adalah kumpulan

dari komponen yang mempunyai unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya merupakan arti dari kata ‘sistem’ menurut (Indrajit, 2016:25).

Bersasarkan pengertian para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah serangkaian elemen yang berkaitan dengan jaringan kerja yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya dan bertujuan untuk menangani dan menyelesaikan serangkaian kegiatan yang terjadi secara rutin dan berulang-ulang.

(2)

A. Karakteristik Sistem

Dalam pembuatan suatu sistem harus memahami ciri-ciri atau karakteristik yang terdapat pada sekumpulan elemen yang ada. Adapun karakteristik dari sistem yang dimaksud (Hutahaean, 2016:3) yaitu:

1. Komponen Sistem

Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem.Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

4. Penghubung (Interface)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui

(3)

penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Keluaran Sistem (Output) Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini dapat menjadi masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsistem lain.

6. Pengolah Sistem (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

7. Sasaran (Objectives)

Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistemtidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

B. Klasifikasi Sistem

Klasifikasi sistem menurut Hutahaean (2016:6) sebagai berikut:

1. Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

2. Sistem fisik (physical system) adalah sistem yang ada secara fisik atau kelihatan.

(4)

3. Sistem alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia misalnya sistem perputaran bumi.

4. Sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (humanmachine system).

5. Sistem tertentu (deterministicl system) adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.

6. Sistem tak tentu (probalistiv system) adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik. 7. Sistem tertutup (close system) adalah sistem yang tidak terpengaruh dan

tidak terhubung dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closedsystem.

8. Sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar atau subsistem lainnya. Karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendali yang baik. 1.1.2. Informasi

Informasi merupakan data yang sudah diolah yang ditujukan untuk seseorang, organisasi ataupun siapa saja yang membutuhkan. Informasi akan menjadi berguna apabila objek yang menerima informasi membutuhkan informasi tersebut (Sri Mulyani, 2017:18).

(5)

Sedangkan suatu data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi penerimanya merupakan pengertian informasi menurut Jogianto dalam Aristoteles, Syafe’i dan Muludi (2017:44).

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah suatu data yang dikumpulkan dari beberapa fakta untuk diolah sehingga dapat bermanfaat bagi penerimanya.

Sumber: Ginting, (2016:61).

Gambar 2. 1 Software Development Life Cycle A. Perencanaan Sistem (Systems Planning)

Perencanaan sistem lebih menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistem (feasibility study). Aktivitas-aktivitas yang ada meliputi:

1. Pembentukan dan konsolidasi tim pengembang.

2. Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.

3. Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem.

(6)

4. Menentukan dan evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.

5. Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.

B. Analisis Sistem (Systems Analysis)

Analisa sistem adalah tahap di mana dilakukan beberapa aktivitas berikut: 1. Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa

ditangani oleh sistem.

2. Brainstorming dalam tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat dimodelkan dengan sistem.

3. Mengklasifikasikan masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut.

4. Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem. 5. Mendefinisikan kebutuhan sistem.

C. Perancangan Sistem (Systems Design)

Pada tahap ini, features dan operasi-operasi pada sistem dideskripsikan secara detail. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan adalah:

1. Menganalisa interaksi obyek dan fungsi pada sistem. 2. Menganalisa data dan membuat skema database. 3. Merancang user interface.

D. Implementasi Sistem (Systems Implementation)

Tahap berikutnya adalah implementasi yaitu mengimplementasikan rancangan dari tahap-tahap sebelumnya dan melakukan uji coba. Dalam implementasi, dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:

(7)

2. Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem. 3. Pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging). E. Testing/ pengujian sistem

Sesudah sistem selesai dikembangkan, sistem harus melalui pengujian sebelum digunakan atau dikomersialisasikan. Tahap pengujian sistem harus dijalankan untuk mencoba apakah sistem yang dikembangkan dapat bekerja optimal atau tidak.

Pada tahap ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kemudahan penggunaan sampai pencapaian tujuan dari sistem yang sudah disusun sejak perancangan sistem dilakukan. Jika ada kesalahan, tahap pertama hingga keempat harus diperbarui, diulangi, atau pun dirombak total.

Tahap tes SDLC ialah bagian paling penting dalam rangkaian pembuatan sebuah perangkat lunak. Karena sangat tidak mungkin mempublikasikan sebuah software tanpa melalui pengujian terlebih dahulu.

Beberapa pengujian yang harus dilewati, antara lain kualitas kode, tes fungsional, tes integrasi, tes performa, dan tes keamanan.Untuk memastikan pengujian berjalan teratur dan tidak ada bagian yang terlewati, tes dapat dilakukan menggunakan perangkat Continuous Integration seperti Codeship. Dari tahap ini, akan dihasilkan perangkat lunak yang telah dites dan siap untuk disebarkan ke dalam proses produksi. F. Pemeliharaan Sistem (Systems Maintenance)

Dilakukan oleh admin yang ditunjuk untuk menjaga sistem tetap mampu beroperasi secara benar melalui kemampuan sistem dalam mengadaptasikan diri sesuai dengan kebutuhan.

1.1.3. Inventory

Inventory atau persediaan barang adalah suatu aset perusahaan yang dapat

(8)

guna untuk perkembangan perusahaan menurut Indrajani dalam Juansyah (2018:56). Sedangkan suatu aktivitas didalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk perkembangan perusahaan merupakan pengertian dari persediaan barang menurut Nugraha dalam Fauziah dan Ratnawati (2018:99).

Inventory merupakan simpanan barang-barang mentah, material atau barang

jadi yang disimpan untuk digunakan dalam masa mendatang atau dalam kurun waktu tertentu (Heryanto, 2016: 33).

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan inventory adalah jumlah bahan atau barang yang disimpan guna memenuhi tujuan tertentu setiap perusahaan.

1.1.4. Sistem Informasi Inventory

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan (Hutahapean, 2016:13).

Sistem informasi dapat pula dikatakan sebagai sekumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mengumpulkan, memperosess, menyimpan, dan mendistribusikan informasi terkait untuk mendukung proses pengambilan keputusan (Aditiyawarman et al., 2018:541).

Sistem informasi inventory adalah sebuah jaringan yang digunakan untuk mempermudah proses organisir persediaan barang sehingga dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat untuk perusahaan.

Beikut beberapa jurnal penelitian yang digunakan oleh penulis:

1. Jurnal peneltian Vol 4, No. 1, Februari 2018, Sifa Fauziah dan Ratnawati dengan berjudul “Penerapan Metode FIFO Pada Sistem Informasi Persediaan Barang”.

(9)

Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Sistem pengendalian persediaan barang dibangun menggunakan konsep pemrograman terstruktur dengan menggunakan bahasa pemrograman desktop serta database MySQL dan desain sistem dibuat menggunakan UML (Unified Modelling Language) (Use Case Diagram, Activity Diagram, Deployment Diagram, dan Component Diagram). Permasalahan dalam

penelitian hal ini adalah pengelolaan dan pencatatan ketersediaan jumlah stok barang seperti mudah terjadinya redudansi data, sering mengalami selisih jumlah persediaan di akhir periode, kekurangan stok sehingga proses kelancaran perdagangan menjadi terganggu, kebutuhan pelanggan menjadi tidak terpenuhi sehingga perusahaan akan kehilangan konsumen dan kesempatan memperoleh laba. Untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi dalam mengolah persediaan barang, ditutuhkan sistem informasi persediaan barang berbasis web agar dalam pengolahan data persediaan barang dapat lebih cepat, efektif dan terkontrol. 2. Jurnal IKRA-ITH Informatika Vol 2 No 3 November 2018 ISSN 2580-4316 yang

ditulis oleh Maulana Hasanudin dengan judul Rancang Dan Bangun Sistem Informasi Inventori Barang Berbasis Web (Studi Kasus Pt. Nusantara Sejahtera Raya). Metode penelitian yang digunakan, perangkat penelitian dan pembangunan sistem yang dibuat. Kekurangan yang ada pada sistem yang sedang berjalan yaitu pencatatan stok barang masih dihitung manual memberikan celah kepada admin untuk kesalahan mencatat stok barang sehingga tidak seimbang antara jumlah stok barang di catatan dengan fisik yang ada. Belum adanya transparansi data stok barang di gudang kantor pusat sehingga bioskop tidak mengetahui ketersediaan barang yang ada di gudang kantor pusat. Sistem pengendalian persediaan barang dibangun menggunakan konsep pemrograman terstruktur dengan menggunakan

(10)

bahasa pemrograman menggunakan PHP, database yang digunakan MYSQL dan web server yang digunakan adalah Apache. Sistem yang dibangun dapat mempermudah dalam proses pendataan barang masuk dan keluar yang sudah tersistem sehingga lebih mudah dalam pencarian data yang diperlukan dan dengan adanya sistem inventory ini dapat mengurangi penumpukan kertas.

3. Jurnal Volume 3, No. 3 Desember 2019 yang ditulis oleh Mufida, dkk dengan judul Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Pada Salon Kecantikan. Sistem pengendalian persediaan barang dibangun menggunakan konsep pemrograman terstruktur dengan menggunakan UML dan ERD, bahasa pemograman Framework Codeigniter, XAMPP, MySQL. Masalah yang sering kali terjadi ketidaksesuaian antara informasi yang didapat serta kehilangan data yang disebabkan oleh human eror. Kehilangan data terjadi saaat pengguna dengan sengaja atau tidak sengaja melakukan penghapusan dokumen atau penimpaan dokumen sehingga informasi akhir persediaan barang yang dihasilkan sering tidak sesuai dengan stok fisik barang yang ada digudang. Sistem yang terkomputersisasi merupakan solusi terbaik untuk memecahkan permasalahan yang ada pada perusahaan ini, banyak manfaat yang akan diperoleh yaitu dalam hal proses transaksi, pembuatan laporan menjadi lebih cepat sehingga cara kerja dapat berjalan dengan secara efektif dan efisien.

4. Jurnal Edik Informatika Vol.1 2019 yang ditulis oleh husaini, dkk dengan Judul Perancangan Sistem Informasi Inventori Barang Pada Toko Auryn Computer Kabupaten Solok Selatan. Perancangan sistem menggunakan bahasa pemodelan dengan menggunakan analisis sistem informasi (ASI). Sedangkan bahasa pemograman yang digunakan adalah Micrososft Visual Studio 2010 dengan menggunakan database Microsoft Access. Sistem informasi yang dirancang

(11)

dengan metode SDLC (System Development Life Cycle). Pengelolaan data barang dibangun sebuah sistem informasi inventory barang pada toko Auryn Computer Kabupaten Solok Selatan dengan tujan untuk mememudahkan pengelolaan data penjualan barang, laporan pembelian barang, penghitungan persediaan barang dan laporan persediaan barang, semua data sudah tersimpan dalam database dengan baik, sehingga sistem informasi inventory ini sangat efektif dan efesien untuk memberikan informasi.

5. Jurnal PILAR Nusa Mandiri Vol. 13, No. 2 September 2017 yang ditulis oleh Nawang, dkk dengan judul Rancang Bangun Sistem Informasi Pengolahan Data Persediaan Barang Berbasis Dekstop Dengan Model Waterfall. Sistem inventory menggunakan metode FIFO (First In First Out) untuk mengatur alur keluar masuknya barang di gudang. Metode aliran yang digunakan adalah UML (Unified Modeling Language). Bahasa pemrograman menggunakan PHP, dan database

MySQL. Sistem dibangun dengan user friendly, sehingga sistem dilengkapi dengan Interface yang mmudah dipahami dan dibuat semenarik mungkin. Pengolahan data persediaannya masih dikelola secara manual sehingga sistem berjalannya masih memiliki banyak kekurangan dan kelemahan sehingga hal ini menyebabkan kinerja perusahaan menjadi terhambat dan menyebabkan terjadi banyak kesalahan. Penulis tertarik untuk merancang sistem yang terkomputerisasi dengan adanya perancangan sistem informasi persediaan barang ini diharapkan dapat mencatat proses masuk dan barang keluar dengan baik sehingga informasi yang dihasilkan cepat, tepat dan akurat.

2.2. Teori Pendukung

(12)

2.2.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut (Robi Yanto, 2016:47) mengemukakan bahwa Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari

model konseptual suatu basis data relasional. Entity Relationship Diagra (ERD) juga merupakan gambaran yang merelasikan objek yang satu dengan objek yang lain dari objek didunia nyata yang sering dikenal dengan hubungan antar entitas.

Berikut adalah tabel simbol Entity Relationship Diagram (ERD):

Simbol Nama Keterangan

Entitas

Entitas merupakan suatu objek yang ada dan dapat dibedakan dengan objek lain.

Relasi

Relasiy akan menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berbeda.

Atribut

Atribut berfungsi dalam mendiskripsikan karakter entitas.

Garis

Garis berfungsi untuk penghubung antara relas idengan entitas, relasi dan entitas dengan atribut.

Sumber: Ginting, (2016:40).

(13)

Berikut adalah contoh Diagram ERD :

Sumber : (Susanti, 2016)

Gambar 2. 2 Diagram ERD

2.2.2 Logical Record Structure(LRS)

Menurut Hasiguan dan Shidiq dalam (Damayanti, 2017) mengemukakan bahwa “LRS atau Logical Record Strucure adalah sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram ER yang akan mengikuti pola atau aturan pemodelan tertentu dalam kaitannya dengan konvensi ke LRS”.

Perubahan ini dapat terjadi akan mengikuti aturan sebagai berikut: a. Setiap entitas akan dirubah berbentuk kotak.

b. Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas lain jika hubungan yang terjadi pada diagram ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau tingkatan hubungan 1:1 (relasi bersatu dengan cardinality yang paling berhubungan dengan referensi).

(14)

c. Relasi dipisah dalam suatu kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubungannya M:M (many to many) dan memiliki foreign key sebagai primary key yang diambil dari entitas sebelumnya saling berhubungan.

Berikut adalah contoh diagram Logical Record Structure (LRS) :

Sumber: (Erawati, 2019:67)

Gambar 2. 3 Diagram Logical Record Strucure 2.2.3 Unified Modelling Language

Unified Modeling Language (UML) digunakan untuk perancangan suatu

perangkat lunak dengan diagram dan bentuk rancangan sistem, dengan maksud dalam desain tersebut adalah untuk memvisualisasikan desain sistem. Dan UML sendiri adalah suatu bahasa pemodelan di bidang rekayasa perangkat lunak (Aristoteles, Syafe’i dan Muludi, 2017:72).

Unified Modeling Language (UML) hanya berfungsi untuk melakukan

pemodelan. Unified Modeling Language (UML) terdiri daru 13 macam diagram yang dikelompokan dalam kategori.

(15)

Berikut adalah tabel mengenai pembagian kategori dan macam-macam diagram Unified Modeling Language (UML):

Structure Diagrams Behavior Diagrams Intraction Diagrams

Class Diagram Use Case Diagram Sequence Diagram

Object Diagram Activity Diagram Communication

Diagram Component Diagram StateMachine Diagram Timing Diagram

Composit Diagram Interaction Overview

Diagram Package Diagram

Deployment Diagram

Sumber: (Sukamto dan Shalahuddin, 2015:137)

Tabel 2. 2 Macam-macam Diagram Unified Modeling Language (UML) 2.2.4 Activity Diagram

Menurut (Sri Mulyani, 2017) mengemukakan bahwa activity diagram, yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur kerja (aktifitas) pada use case (proses), logika, proses bisnis dan hubungan antara aktor dengan alur-alur kerja use case. Jika anda sudah terbiasa dengan flowchart, maka anda tidak akan merasa

kesulitan dalam mempelajari activity diagram, karena activity diagram identik dengan flowchart, hanya saja ada beberapa notasi tambahan yang digunakan untuk

kasus-kasus tertentu.

Activity diagram menggambarkan suatu aliran kegiatan atau aktivitas dalam

sebuah sistem atau prosedur dari suatu bisnis ataupun menu yang ada di dalam perangkat lunak (Sukamto dan Shalahuddin, 2018:161).

(16)

Berikut adalah tabel macam-macam simbol activity diagram:

No Nama Simbol Keterangan

1. Simbol awal Status awal adalah status

pembukaan kegiatan di suatu sistem, sebuah diagram aktivitas mempunyai sebuah status pembukaan atau yang sering disebut status awal.

2. Aktivitas Menunjukkan kegiatan yang

dilakukan oleh sistem,aktivitas biasanya dimulai dengan kata kerja.

3. Percabangan atau

decision

Gambaran percabangan dimana jika ada suatu pilihan kegiatan yang melebihi dari satu aktivitas

4. Penggabungan atau join

Gambaran penggabungan dimana aktivitas yang lebih dari satu digabungkan menjadi satu aktivitas yang sama

5. Status akhir Status akhir adalah status

penutup kegiatan di suatu sistem, sebuah diagram aktivitas mempunyai sebuah status putup atau yang sering disebut status awal.

(17)

6 6 6 6 6 6 6 6

Swimlane Memecah organisasi bisnis

yang berkewajiban kepada kegiatan yang terjadi.

Sumber: Sukamto dan Salahuddin (2018:162).

Tabel 2. 3 Simbol Activity Diagram

Berikut adalah contoh activity diagram sistem inventoy: atau

(18)

Sumber: (Janti dan Susanti, 2017)

Gambar 2. 4 Activity Diagram

2.2.5 Use Case Diagram

Menurut (Sri Mulyani, 2017:49) mengemukakan bahwa “use case diagram, yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara sistem dengan aktor. Diagram ini hanya menggambarkan secara global. Karena use case diagram hanya menggambarkan sistem secara globel, maka elemen-elemen yang digunakan pun sangat sedikit, berikut ini elemen-elemen yang digunakan pada use case diagram”.

(19)

Simbol Deskripsi

Use Case Aktor atau unit yang memiliki fungsionalitas untuk saling bertukar pesan menggunakan kata kerja di awal frase.

Actor/actor Sistem informasi yang memiliki interaksi dengan orang atau proses diluar sistem itu sendiri. Sehingga simbol aktor merupakan gambar orang, tetapi orang belum tentu aktor. Asosiasi/Assosition Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor.

Ekstensi/Extend Sebuah use case yang ditambahkan relasi use case dapat berdiri sendiri.

Generalisasi/Generalization Dua buah use case yang memiliki hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum-khusus) yang salah satu fungsinya lebih umum dari yang lain.

Sumber: Sukamto dan Salahudin (2018:144)

Tabel 2. 4 Simbol Use Case Diagram Nama Use Case

(20)

Berikut adalah gambar mengenai contoh use case diagram tentang system inventory:

Sumber: (Janti dan Susanti,2017).

Gambar 2. 5 Diagram Use Case 2.2.6 Skenario Use Case

Skenariouse case menggambarkan penjelasan yang berdasar pada teks yang didapat dari kumpulan interaksi skenario. Pada masing-masing scenario menggambarkan rangkaian langkah ataupun aksi yang dilakukan aktor pada saat berkomunikasi dengan sistem, baik yang berhasil maupun yang gagal menurut (Kurniawan, 2018:79).

Skenario use case dijelaskan berdasar pada teks dalam berbagai format sesuai dengan kebutuhan, yaitu brief (singkat), casual (informal), ataufully dressed (lengkap). Dalam format singkat (brief), penjelasannya hanya diberikan 1 paragraf yang tertuju

(21)

hanya pada skenario yang tujuannya tercapai. Kemudian pada format casual (informal), penjelasannya dibuat dalam beberapa paragraf yang terdiri dari seluruh skenario. Sedangkan pada format fully dressed atau lengkap, penjelasannya dibuat secara detail dan disertai dengan beberapa bagian pendukung yang bermanfaat. Dan pada format yang terakhir ini lah yang paling banyak digunakan dalam kegiatan praktik menurut Larmanpada (Kurniawan, 2018:79).

Bagian-bagiannya adalah:

a. Primary actor atau aktor primer, adalah aktor yang meresmikan layanan pada system guna untuk mencapai suatu tujuan dari actor tersebut dan biasanya jumlah dari primary actor atau aktor primer ini bisa lebih dari satu.

b. Preconditions atau prakondisi, adalah kondisi yang istimewa yang harus

dipenuhi sebelum use case bisa diresmikan atau dieksekusi oleh aktor primer dan biasanya jumlah dari preconditions atau prakondisi bisa lebih dari satu keadaan. c. Main or basic flow atau alur utama, adalah alur interaksi yang mengarah kepada

skenario yang berhasil sehingga apa yang telah aktor targetkan dapat terpenuhi dan pada alur utama ini hanya terdiri dari satu alur saja.

d. Alternative Flows atau alur alternatif, adalah alur pengganti dari komunikasi yang melibatkan aktor satu dan yang lainnya dengan sistem yang mencakup pilihan atau pencabangan atau pun skenario yang tidak berhasil sehingga apa yang di targetkan aktor tidak dapat terpenuhi dan alur ini biasanya bisa lebih dari satu alur pilihan.

e. Postconditions atau kondisi akhir, adalah alur yang istimewa dari komunikasi yang terjadi antara aktor yang satu dengan yang lainnya yang seharusnya terjadi ketika use case dinyatakan berhasil dieksekusi atau dijalankan dengan sempurna,

(22)

sebagai gambaran dari target yang ingin dicapai oleh aktor dan biasanya jumlah keadaan akhir ini bisa lebih dari satu kondisi.

2.2.7 Class Diagram

Class diagram menjelaskan desain suatu sistem dari aspek pendefinisian

kelas-kelas yang akan dirancang untuk membentuk sistem menurut Sukamto dan Salahuddin (2018:141). Adapun atribut dan operasi atau metode menjadi isi dari kelas, yang artinya:

a. Atribut menggambarkan satu variabel atau lebih yang dimiliki oleh suatu kelas. b. Operasi atau metode yaitu kegiatan atau fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.

Class diagram dibuat agar programmer merancang kelas-kelas sesuai dengan

rancangan yang ada di dalam diagram kelas, sehingga dokumentasi perancangan dan perangkat lunak cocok. Bentuk struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya mempunyai jenis-jenis sebagai berikut:

a. Kelas main, suatu kelas yang mempunyai fungsi awal dieksekusi saat sistem sedang dijalankan.

b. Kelas view, suatu kelas yang mendeskripsikan dan menyusun tampilan ke user. c. Kelas controller, suatu kelas yang mengatasi fungsi-fungsi yang wajib ada diambil

dari pendefinisian use case.

d. Kelas model, suatu kelas yang digunakan untuk memegang ataupun mengemas data menjadi sebuah satu kesatuan yang diambil ataupun yang akan disimpan ke basis data.

Cardinality atau Multiplicity adalah relasi antara kelas yang satu dengan yang

lainnya yang mempunyai deskripsi atau keterangan. Berikut adalah tabel macam-macam simbol class diagram:

(23)

Multiplicity Penjelasan

1 Satu dan hanya satu

0_ _* Bias saja tidak ada keteragan,boleh satu ataupun lebih dari satu

1_ _* Satu atau lebih

0_ _1 Bisa saja tidak ada maksimal satu

n_ _n Batasan antar, contoh:1_ _3 memiliki makna minimal satu maksimal 3

Sumber : Sukamto dan Salahuddin (2018:141)

Tabel 2. 5 Simbol Class Diagram Berikut adalah contoh class diagram system inventory :

(24)

Gambar 2. 6 Class Diagram 2.2.8 Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan perilaku objek pada use case dengan

menggambarkan waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek menurut (Sukamto dan Salahuddin, 2018:165).

Berikut adalah tabel macam-macam simbol Sequence Diagram :

No Nama Simbol Keterangan

1. Aktor Orang, prosedur, atau sistem

lain yang berkomunikasi dengan sistem informasi yang

akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat, jadi

walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, akan tetapi belum tentu berupa orang.

2. Garis hidup/ Lifeline

Menyatakan suatu kehiduapn pada objek

3. Objek Menyatakan objek yang

berisikan suatu pesan

4. Waktu aktif Menyatakan objek dalam

suatu keadaan yang aktif dan berkomunikasi, semua yang tersambungkan dengan waktu aktif ini adalah suatu Nama Aktor

atau

Nama_aktor

Tanpa waktu aktif

(25)

langkah yang dilakukan di dalamnya.

5. Pesan tipe create Menyatalan suatu objek

yang membuat objek lain dengan arah panah yang mengarah pada objek yang telah akan

dibuat.

6. Pesan tipe call Menyatakan suatu objek

yang memanggil operasi ataupun prosedur yang ada pada objek lain maupun pada dirinya sendiri, arah panah mengarah pada objek yang memiliki operasi ataupun prosedurnya.

7. Pesan tipe send Menyatakan bahwa suatu

objek memberi data atau masukan atau informasi ke objek yang lain, arah panahnya mengarah pada objek yang diberi.

8. Pesan tipe return Menyatakan bahwa suatu

objek yang telah melakukan suatu operasi atau prosedur menghasilkan suatu kembalian pada objek tertentu, arah panahnya mengarah pada suatu objek yang menerima kembalian. <<create>

>

1 : Nama_metode()

1 : Masukan

(26)

9. Pesan tipe destroy Menyatakan suatu objek yang menghentikan hidup objek lainnya, arah panahnya mengarah pada objek yang dihentikan. Sumber: Sukamto dan Salahuddin (2018:165).

Tabel 2. 6 Sequence Diagram 2.2.9 Black Box Testing

Sumber : Sukamto dan Salahuddin (2018:121)

Gambar 2. 7 Black Box Testing

Black Box Testing atau yang sering dikenal dengan sebutan pengujian

fungsional merupakan metode pengujian perangkat lunak yang digunakan untuk menguji perangkat lunak tanpa mengetahui struktur internal kode atau Program. Dalam pengujian ini, tester menyadari apa yang harus dilakukan oleh program tetapi tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana melakukannya.

Kelebihan Black Box Testing yaitu: 1. Efisien untuk segmen kode besar 2. Akses kode tidak diperlukan

3. Pemisahan antara perspektif pengguna dan pengembang Kelemahan Black Box Testing yaitu:

X <<destroy> >

(27)

1. Cakupan terbatas karena hanya sebagian kecil dari skenario pengujian yang dilakukan.

2. Pengujian tidak efisien karena keberuntungan tester dari pengetahuan tentang perangkat lunak internal.

Berikut dibawah ini adalah tabel pengujian perangkat lunak menggunakan metode Black Box Testing:

No. Skenario Penguji Hasil yang diharapkan Kesimpulan 1. Mengkosongkan username dan

password, lalu langsung klik tombol login.

sistem akan menolak akses login dan tidak merubah tampilan login

valid

2 Hanya mengisi username dan mengkosongkan password

sistem akan menolak akses login dan tidak merubah tampilan login

valid

3 Hanya mengisi password dan mengkosongkan username

sistem akan menolak akses login dan tidak merubah tampilan login

Valid

Sumber : Ginting (2106:79).

(28)

Gambar

Gambar 2. 1 Software Development Life Cycle  A.  Perencanaan Sistem (Systems Planning)
Tabel 2. 1 Simbol Diagram ERD
Gambar 2. 2 Diagram ERD
Gambar 2. 3 Diagram Logical Record Strucure  2.2.3  Unified Modelling Language
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan jaringan komputer akan memberikan reliabilitas tinggi yaitu adanya sumber-sumber alternatif pengganti jika terjadi masalah pada salah satu perangkat

Dari definisi-definisi di atas dapat dikemukakan bahwa pemasaran adalah proses yang melibatkan analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang mencakup barang dan jasa,

Alternatif lebih luas dari pengganti (substitutes). Produk atau jasa yang memiliki bentuk berbeda,tapi menawarkan fungsi atau utilitas/manfaat inti yang sama, sering kali

Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun

Diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behaivor) sistem informasi yang akan dibuat. Mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan

Kelebihan penggunaan bentuk soal pilihan ganda adalah materi yang diujikan mencakup sebagian besar bahan pengajaran yang telah diberikan, jawaban siswa dapat mudah dan cepat

Aktor /actor Orang,proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri,

Aktor / actor Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi