• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT SMART TBK DI SURABAYA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT SMART TBK DI SURABAYA."

Copied!
114
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

(Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyar atan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana

Ilmu Administrasi Bisnis Pada Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur)

Oleh:

Furi Amalia

NPM. 0842010021

YAYASAN KESEJ AHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” J AWA TIMUR

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

J URUSAN ILMU ADMINISTRASI BISNIS

(2)

Disusun Oleh :

FURI AMALIA

NPM. 0842010021

Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Skripsi

Menyetujui,

Pembimbing Utama

Dra. Siti Ning Farida, M.Si

NIP. 196407291990032001

Mengetahui

DEKAN

Dra.Ec.Hj. Suparwati, M.Si

(3)

KARYAWAN PADA PT SMART TBK DI SURABAYA

Disusun oleh :

FURI AMALIA

0842010021

Telah diper tahankan dihadapan dan diter ima oleh Tim Penguji Skr ipsi J urusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Univer sitas Pembangunan Nasional ’’Veter an” J awa Timur Pada Tanggal 30 Maret 2012

Menyetujui

Pembimbing Utama Tim Penguji

1. Ketua

Dra. Siti Ning Far ida, M.Si Dr a. Lia Nirawati, M.Si

NIP. 196009241993032001 NIP. 196009241993032001

2. Skretaris

Dr a. Siti Ning Far ida, M,Si NIP. 196009241993032001

3. Anggota

Dr a. Sonja Andar ini, MSi NIP. 196503261993092001 Mengetahui,

DEKAN

(4)

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat,

hidayah dan karunia-nya kepada penulis, sehingga skripsi dengan judul Pengaruh

Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT SMART Tbk di

Surabaya dapat terselesaikan dengan baik.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Siti Ning Farida, M.Si. selaku

dosen pembimbing utama yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan

bimbingan, nasehat serta motivasi kepada penulis. Dan penulis juga banyak

menerima bantuan dari berbagai pihak, baik itu berupa moril, spiritual maupun

materil. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1.

Ibu Hj. Dra. Suparwati, M.Si. selaku dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

2.

Ibu Dra. Lia Nirawati, M.Si. selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi

Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional

”Veteran” Jawa Timur.

3.

Ibu Dra. Siti Ning Farida, M.Si. selaku Sekretaris Program Studi Ilmu

Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran“ Jawa Timur.

4.

Bapak Edwin Pawitra selaku

General Manager

PT SMART Tbk di Surabaya.

5.

Bapak Heru Cipto Wibowo selaku

Personnel & GA Dept. Head

PT SMART Tbk

(5)

PT SMART Tbk di Surabaya.

7.

Seluruh staf dan karyawan PT SMART Tbk di Surabaya.

8.

Keluarga terutama kedua orangtua penulis, kakak-kakak penulis yang turut

memberi dukungan dan motivasi hingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari banyak kekurangan baik dari

segi teknis maupun dalam segi penyusunannya. Untuk itu, penulis senantiasa bersedia

dan terbuka dalam menerima saran dan kritik yang bersifat membangun.

Besar harapan penulis agar skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua

pihak. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga Allah SWT

senantiasa memberikan petunjuk bagi kita semua. Amin.

Surabaya, April 2012

(6)

HALAMAN J UDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN PERSETUJ UAN ... iii

KATA PENGANTAR ……….…………. iv

DAFTAR ISI ……….………… v

DAFTAR TABEL ……….………… x

DAFTAR GAMBAR ……….………... xi

DAFTAR LAMPIRAN ………..…...…….. xii

ABSTRAKSI ………..…….. xiii

BAB I PENDAHULUAN ………... 1

1.1. Latar Belakang ………..…...………. 1

1.2. Perumusan Masalah ………..……...…. 5

1.3. Tujuan Penelitian ………..………….... 5

1.4. Manfaat Penelitian ………..…...………….. 5

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA ………... 7

2.1 Pengertian Manajemen ………...……….…….. 7

2.1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia ... 7

2.1.2 Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia ……….. 10

(7)

2.1.5 Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia ... 15

2.2 Pengangkatan Sebagai Karyawan Tetap ……….... 16

2.3 Kepuasan Kerja ………..…………..………... 17

2.3.1 Pengertian Kepuasan Kerja …... 17

2.3.1.1 Bentuk Dari Kepuasan Kerja ……… 20

2.3.2 Faktor-faktor Mempengaruhi Kepuasan Kerja ………….. 23

2.3.3 Teori-teori Tentang Kepuasan Kerja ... 25

2.3.4 Indikator Tentang Kepuasan Kerja ... 28

2.3.5 Pengukuran Tentang Kepuasan Kerja ... 28

2.3.6 Aspek-aspek Tentang Kepuasan Kerja ... 29

2.4 Kinerja Karyawan ... 30

2.4.1 Pengertian Kinerja ... 30

2.4.2 Indikator Kinerja ... 31

2.4.3 Sistem Penilaian Prestasi Kerja ……….. 32

2.4.4Stategi dan Proses Penilaian Kerja ………. 35

2.4.5 Kepuasan Kerja Mempengaruhi Kinerja Karyawan ... 36

2.4.6Faktor-faktor Kepuasan Kerja Mempengaruhi Kinerja Karyawan ... 38

2.5 Kerangka Berpikir ... 39

(8)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ………..……….. 41

3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel …………... 41

3.1.1 Variabel Bebas (X) ………. 41

3.1.1.1 Kepuasan Kerja (X) ………... 41

3.1.2 Variabel Terikat (Y) ………... 42

3.2 Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel ... 43

3.2.1 Populasi ………... 43

3.2.2 Sampel ………... 44

3.2.3 Teknik Penarikan Sampel ……….……... 45

3.3 Teknik Pengumpulan Data ... 46

3.3.1. Jenis Data ... 46

3.3.2. Sumber Data ... 46

3.3.3. Pengumpulan Data ………...…….. 46

3.4. Teknik Analisa Data dan Uji Hipotesis ………... 47

3.4.1. Teknik Analisis …... 47

3.4.1.1 Uji Validitas ……... 47

3.4.1.2 Uji Reliabilitas …... 48

3.4.1.3 Uji Asumsi Klasik ... 49

3.4.1.4 Teknik Analisis Regresi Linier Sederhana ……… 52

3.4.2 Uji Hipotesis ………... 53

(9)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ………..……….. 55

4.1. Gambaran Umum Perusahaan dan Penyajian Data …... 55

4.1.1. Sejarah dan perkembangan Perusahaan ……… 55

4.1.2. Struktur Organisasi …….…... 61

4.1.3. Visi dan Misi .….………... 71

4.1.4. Lokasi Perusahaan ……….……….………... 71

4.2. Penyajian Data ………...……... 72

4.2.1. Karakteristik Responden …………... 72

4.2.1.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin…. 73

4.2.1.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ……...…… 73

4.2.1.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ... 74

4.2.1.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja.… 75 4.2.2. Variabel – Variabel Penelitian …….……... 75

4.2.2.1. Kepuasan Kerja (X) …….……….…..…………. 76

4.2.2.3. Kinerja Karyawan (Y) .………... 78

4.3. Uji Kualitas Data ………... 80

4.3.1. Uji Validitas …………..….………... 81

4.3.2. Uji Reliabilitas ..………..….. 83

4.4. Uji Asumsi Klasik ……….………... 84

4.4.1. Uji Autokorelasi ... 84

4.4.2. Uji Multikolonieritas ………... 85

(10)

4.5.1. Analisis Regresi Linier Sederhana ... 87

4.5.2. Koefisien Determinasi dan Koefisien Korelasi ... 88

4.5.3. Uji t ... 89

4.6. Pembahasan ... 91

4.6.1. Pembahasan secara parsial ... 91

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……….….……… 93

5.1. Kesimpulan ………..………….…... 93

5.2. Saran ……….………..………….. 93

DAFTAR PUSTAKA

(11)

Tabel 4.1 : Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 73

Tabel 4.2 : Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia ... 73

Tabel 4.3 : Klasifikasi Responden Berdasarkan Pendidikan ……….... 74

Tabel 4.4 : Klasifikasi Responden Berdasarkan Lama Bekerja ……… 75

Tabel 4.5 : Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Kepuasan kerja (X)………... 77

Tabel 4.6 : Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Kinerja Karyawan (Y) ………..…………... 79

Tabel 4.7 : Hasil uji validitas variabel Kepuasan Kerja (X) ... 82

Tabel 4.8 : Hasil uji validitas variabel Kinerja Karyawan (Y) ... 82

Tabel 4.9 : Hasil uji realibilitas variabel Kepuasan Kerja (X2), dan Kinerja Karyawan (Y)... 83

Tabel 4.10 : Batas – batas daerah uji Durbin Watson ... 85

Tabel 4.11 : Uji Multikolinearitas ... 85

Tabel 4.12 : Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana ... 87

Tabel 4.13 : Koefisien Determinasi dan Koefisien Korelasi ... 89

(12)

Gambar 4.1 : Struktur Organisasi ………... 62

Gambar 4.2 : Gambar Persebaran Pola Residual ... 86

Gambar 4.3 : Kurva Daerah Penerimaan dan

(13)

Lampiran 1 : Kuesioner

Lampiran 2 : Data Responden Pada Penelitian Pengaruh Kepuasan

Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Lampiran 3 : Scoring Kuesioner Pada Penelitian Pengaruh Kepuasan

Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Lampiran 4 : Uji validitas dan realibilitas untuk variabel Kepuasan

Kerja (X) dengan software SPSS

Lampiran 5 : Uji validitas dan realibilitas untuk variabel Kinerja

Karyawan (Y) dengan software SPSS

Lampiran 6 : Uji Asumsi Klasik

Lampiran 7 : Uji Regresi Linier

Lampiran 8 : Tabel Durbin-Watson (α=0,05)

Lampiran 9 : Tabel t dan r ( product moment )

(14)

Oleh : Fur i Amalia

0842010021

ABSTRAKSI

Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. Sumber daya manusia di suatu perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di perusahaan PT SMART Tbk Surabaya.

Berdasakan hal tersebut diatas maka peneliti ingin mengkaji tentang pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT SMART Tbk Surabaya. Sehingga perumusan masalah adalah apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di perusahaan PT SMART Tbk Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada PT SMART Tbk Surabaya dengan jumlah 115 karyawan pada divisi HRD. Sampel yang diambil sebanyak 100 responden sebagai batasan karyawan pada divisi di PT SMART Tbk Surabaya.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana yaitu Variabel kepuasan kerja secara parsial juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai thitung 5,209 > ttabel 1,985. Variabel

bebas memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien determinasi.

(15)

Oleh : Fur i Amalia

0842010021

ABSTRAKSI

Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. Sumber daya manusia di suatu perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di perusahaan PT SMART Tbk Surabaya.

Berdasakan hal tersebut diatas maka peneliti ingin mengkaji tentang pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT SMART Tbk Surabaya. Sehingga perumusan masalah adalah apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di perusahaan PT SMART Tbk Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada PT SMART Tbk Surabaya dengan jumlah 115 karyawan pada divisi HRD. Sampel yang diambil sebanyak 100 responden sebagai batasan karyawan pada divisi di PT SMART Tbk Surabaya.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana yaitu Variabel kepuasan kerja secara parsial juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai thitung 5,209 > ttabel 1,985. Variabel

bebas memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien determinasi.

(16)

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelolah,

mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara

produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. Sumber daya manusia di suatu

perusahaan perlu dikelolah secara profesional agar terwujud keseimbangan

antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan perusahaan.

Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat

berkembangan secara produktif dan wajar.

Manusia adalah salah satu sumber daya yang penting bagi perusahaan

yang berkedudukan sebagai karyawan, buruh, atau pekerja. Pentingnya

kedudukan sumber daya manusia dalam suatu usaha, sehingga bagian terbesar

dari perhatian, waktu dan tenaga disibukkan dengan masalah-masalah manusia

yang sering bersifat pelik dan sensitif untuk dapat diselesaikan. Keberadaan

Sumber Daya Manusia dalam perusahaan diperlukan agar perusahaan tersebut

dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang sejenis agar tetap

eksis. Bila produktivitas sumber daya manusianya tinggi, maka sumber daya

manusia merupakan aset utama perusahaan, tapi bila produktivitasnya rendah,

maka sumber daya manusia bukan merupakan aset lagi, melainkan akan

(17)

dalam perusahaan, maka layak bagi perusahaan untuk memberi perhatian yang

lebih melalui kebijakan yang diambil.

Kepuasan kerja adalah merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa

jauh pekerjaannya atau keseluruhan memuaskan kebutuhannya dan secara

umum dapat diberi batasan sebagai perasaan seseorang terhadap pekerjaannya.

Kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap dari karyawan terhadap

pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerja sama antar pimpinan dan dengan

sesama karyawan (As,ad, 2000).

Hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan adalah manusia bukan

merupakan sebuah mesin, manusia mempunyai kehendak, kemauan,

angan-angan dan cita-cita. dan memiliki dorongan-dorongan hidup tertentu. Selain

itu manusia mempunyai pikiran-pikiran dan pertimbangan-pertimbangan yang

menentukan sikap dan pendiriannya. Juga manusia mempunyai

pergaulan-pergaulan hidup, baik dirumahnya atau ditempat kerjanya maupun

dimasyarakat luas.

Di sisi lain, faktor kepuasan kerja yang relatif baik tampaknya

memberikan kontribusi bagi kinerja karyawan untuk tetap bekerja dengan

lebih baik di perusahaan PT SMART Tbk Surabaya. Standar gaji yang

dianggap memuaskan oleh karyawan, kebijakan terhadap karyawan yang

dianggap cenderung lebih memperhatikan nasib karyawan dan menunjukkan

kepedulian perusahaan terhadap karyawan tampaknya menjadi masalah yang

(18)

Kinerja karyawan merupakan kemampuan yang dimiliki karyawan dalam

bekerja yang dihasilkan dalam kekuatan yang bersifat relatif dari individu

dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya ke dalam bagian perusahaan.

Kinerja karyawan tidak hanya lebih dari sekedar kesadaran dan keberadaan

bagi perusahaan, tetapi kinerja karyawan harus memiliki suatu kebijakan

untuk melakukan hubungan karyawan dengan perusahaan secara aktif.

Karyawan yang menunjukkan kinerja tinggi memiliki keinginan untuk

memberikan tenaga dan tanggung jawab yang lebih dalam menyongkong

kesejahteraan dan keberhasilan perusahaan tempatnya bekerja.

Selama ini karyawan yang bekerja pada PT SMART Tbk Surabaya

memiliki perilaku yang positif untuk bekerja secara lebih baik di perusahaan

tersebut. Realita ini merupakan fakta bahwa karyawan perusahaan PT

SMART Tbk Surabaya memiliki kinerja yang baik jika dilihat dari faktor

tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan. Realita ini cukup relevan jika

diikatkan dengan kondisi penempatan karyawan yang menimbulkan

kenyamanan bagi karyawan untuk tetap dan meningkatkan kinerja di

perusahaan tersebut.

Manusia merupakan unsur terpenting dan paling menentukan bagi

kelancaran jalannya proses manajemen, maka hal-hal yang berhubungan

dengan karyawan perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari

setiap pimpinan guna keberhasilan tujuan suatu perusahaan. Apabila tujuan

perusahaan tersebut diiringi dengan kesungguhan dan kemampuan yang

(19)

tersebut diharapkan dapat menggerakkan, mengerahkan dan mengarahkan

segala sumber daya yang dimiliki untuk mengoptimalkan kinerjanya.

Makin tinggi kesadaran karyawan akan hak-haknya, makin banyak

permasalahan yang muncul. Makin beragam nilai yang dianut para

karyawannya, maka banyak konflik yang berkembang. Penyelesaian terhadap

semua persoalan tersebut sangat tergantung pada tingkat kesadaran perusahaan

terhadap setiap komitmen karyawan dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Karyawan harus dapat melihat adanya perbedaan antar perusahaan dalam

penyediaan waktu, biaya dan usaha dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat diperlukan kinerja karyawan

pada setiap perusahaan untuk dapat mengantisipasi perubahan lingkungan

eksternal. Hubungan interpersonal antar karyawan yang lebih harmonis akan

lebih dapat mengantisipasi adanya persaingan bisnis jika terdapat

kebersamaan dan saling mempercayai. Penghargaan yang sesuai dengan

prestasi yang telah diraih dapat memberikan motivasi karyawan lainnya untuk

mengikuti jejak rekannya dalam mencapai sebuah prestasi. Sebaliknya

karyawan akan memiliki semangat kerja rendah apabila anggota perusahaan

memiliki suatu kerja sama antar perusahaan.

Dari uraian singkat di atas maka penulis tertarik untuk melakukan

penelitian tentang sumber daya manusia pada PT SMART Tbk di Surabaya

dengan judul "Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT

(20)

1.2Rumusan Masalah

Penempatan karyawan yang baik dan kepuasan kerja yang dirasakan

karyawan merasa nyaman bekerja di perusahaan sehingga meningkatkan

kinerja karyawan pada perusahaan. Dari latar belakang masalah maka dapat

dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di

perusahaan PT SMART Tbk Surabaya.

1.3Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk menganalisis kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja

karyawan di perusahaan PT SMART Tbk Surabaya.

1.4Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi

penulis, institusi perusahaan maupun obyek penelitian (karyawan)

PT SMART Tbk Surabaya.

A. Secara Teoritis

1. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang manajemen

sumber daya manusia sebagai penerapan ilmu pengetahuan dan teori

yang telah penulis diperoleh selama masa kuliah yang relevan dengan

(21)

2. Penelitian ini memberikan manfaat bagi penulis untuk mampu

menerapkan disiplin ilmu yang diperoleh selama masa kuliah yang

relevan dengan penelitian.

B. Secara Praktis

1. Sebagai tambahan informasi dan bahan masukan bagi perusahaan

dalam pengambilan kebijakan yang berhubungan dengan bidang

pengelolaan Sumber Daya Manusia, khususnya yang menyangkut

kinerja karyawan pada PT SMART Tbk Surabaya.

2. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan wacana bagi

karyawan di perusahaan PT SMART Tbk Surabaya untuk menyadari

aspek-aspek yang mempengaruhi komitmen karyawan untuk tetap

bekerja di perusahaan PT SMART Tbk Surabaya yang berkaitan

(22)

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1Pengertian Manajemen

Ada keseragaman pendapat dari para ahli didalam mendifinisikan

manajemen. Hal ini disebabkan karena para ahli tersebut dalam memberikan

definisinya dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pekerjaan

masing-masing. Namun walaupun pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tersebut

berbeda-beda namun pada prinsipnya pengertiannya hampir sama.

Pengertian manajemen menurut Hasibuan (2006:2), bahwa manajemen

adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia

dan sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan

tertentu.

Sedangkan menurut Terry (2003:1), pengertian manajemen adalah suatu

proses atau kerangka kerja yang dapat melibatkan bimbingan atau pengarahan

suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan organisasional atau

maksud-maksud yang nyata.

2.1.1 Penger tian Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi,

pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya manusia

untuk mencapai tujuan-tujuan individu maupun organisasi. Menurut

(23)

manajemen telah banyak disebut sebagai seni untuk menyelesaikan

pekerjaan melalui orang lain, yang mengandung arti bahwa para manajer

mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk

melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain

tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Sedangkan menurut Mangkunegara (2004:2), manajemen sumber daya

manusia merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian,

pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan,

pengembangan, pemberian balas jasa, pengintergrasian, pemeliharaan, dan

pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Manajemen sumber daya manusia dapat pula di definisikan sebagai suatu

pengelolaan dan pendayagunaan tersebut dan dapat dikembangkan secara

maksimal di dalam dunia kerja untuk mencapai tujuan organisasi dan

pengembangan individu karyawan.

Menurut Malayu S.P Hasibuan (2003:10-12), manajemen sumber daya

manusia adalah ilmu atau seni yang digunakan untuk mengatur hubungan

dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya

tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.

Menurut Yusuf (2000:1-3), mengemukakan pendapat tentang

manajemen sumber daya manusia yang memiliki persamaan dengan

manajemen personalia yaitu keduanya merupakan ilmu yang mengatur

unsur manusia dalam suatu organisasi agar mendukung terwujudnya

(24)

Dari pengertian-pengertian manajemen tersebut, kemudian

dikemukakan pengertian manajemen personalia. Dalam manajemen

personalia faktor manusia merupakan sumber daya yang ada dalam

perusahaan yang dapat dikembangkan sehingga dapat bekerja secara

efisien dan efektif.

Manajemen sumber daya manusia menurut Handoko (2001:8), adalah

proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan

usaha-usaha para anggota dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya

agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Menurut Panggabean (2004:15), manajemen sumber daya manusia

dapat di definisikan sebagai suatu proses yang terdiri atas perencanaan,

pengorganisasian, kepemimpinan, evaluasi pekerjaan, pengadaan,

pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja

guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari beberapa definisi di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa

manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pemeliharaan, evaluasi

pekerjaan, pengembangan sumber daya manusia dengan memanfaatkan

orang-orang sebagai anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang telah

(25)

2.1.2 Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan mewujudkan

hasil tertentu melalui kegiatan-kegiatan orang-orang. Hal ini bahwa

sumber daya manusia berperan penting dan dominan dalam manajemen.

Manajemen sumber daya manusia mengatur menetapkan progam

kekaryawanan yang mencakup masalah-masalah, menurut Hasibuan

(2002:14) dan menurut Soedarmayanti (2001:4), adalah sebagai berikut:

1. Menetapkan jumlah, kualitas dan penempatan tenaga kerja yang efektif

sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan deskripsi kerja,

spasifikasi kerja, permintaan kerja, dan evaluasi kerja.

2. Menetapkan penarikan, seleksi dan penempatan karyawan berdasarkan

asas the right man in the right place and the right manin the right job

(orang yang tepat pada tempat yang tepat dan orang yang tepat pada

pekerjaan yang tepat).

3. Menetapkan progam kesejahteraan, pengembangan, promosi, dan

pemberhentian.

4. Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia pada

masa yang akan datang.

5. Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan

perkembangan perusahaan pada khususnya.

6. Memonitor kemajuan teknik dan perkembangan serikat buruh.

7. Melaksanakan pendidikan, latihan dan penilaian prestasi karyawan.

(26)

Peranan manajemen sumber daya manusia diakui sangat menentukan

bagi terwujudnya tujuan, tetapi untuk memimpin ini sangat sulit dan rumit.

Tenaga kerja manusia selain mampu, cakap, dan terampil juga tidak kalah

pentingnya kemauan dan kesungguhan mereka untuk bekerja efektif dan

efisien.

2.1.3 Pentingnya Manajemen Sumber Da ya Manusia

Manajemen sebagai ilmu dan seni untuk mencapai suatu tujuan untuk

melalui kegiatan orang lain. Artinya, tujuan dapat dicapai bila dilakukan

satu orang atau lebih. Sementara itu manajemen sumber daya manusia

sebagai suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan

peranan manusia dalam suatu perusahaan. Unsur dalam manajemen adalah

tenaga kerja pada suatu perusahaan, sehingga dalam manajemen sumber

daya manusia faktor yang paling diperhatikan adalah manusianya itu

sendiri.

Menurut Rivai (2005:16), peran manajemen sumber daya manusia

dalam menjalankan aspek sumber daya manusia harus dikelola dengan

baik sehingga kebijakan dan praktek dapat berjalan sesuai dengan yang

diinginkan perusahaan, yang meliputi kegiatan antara lain.

1. Merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan merekrut calon pekerja.

2. Menyeleksi calon pekerja.

3. Memberikan pengenalan dan penempatan karyawan baru.

(27)

5. Melakukan evaluasi kerja.

6. Memberikan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan.

7. Membangun komitmen kerja.

8. Memberikan keselamatan kerja.

9. Memberikan jaminan kesehatan.

10.Menyelesaikan masalah tentang perselisihan perburuan.

Kemajuan yang dicapai dalam beberapa bidang baik ekonomi, budaya,

pengetahuan, pendidikan, hukum, sosial, politik, maupun pembangunan

sudah dapat dipastikan akan menimbulkan berbagai rintangan serta

kendala yang beraneka ragam, dan semakin kompleksnya kehidupan

dalam bermasyarakat dan bernegara. Dengan adanya berbagai rintangan

dan kendala tersebut maka manajemen sumber daya manusia dirasa

penting bagi perusahaan, sehingga mampu menyelesaikan berbagai

masalah yang sedang dihadapi ataupun yang makin muncul dikemudian

hari.

2.1.4 Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Menurut Malayu (2002:21), fungsi manaejemen sumber daya manusia

meliputi:

a. Perencanaan

Perencanaan (human resources planning) adalah merencanakan tenaga

kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan

(28)

b. Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengorganisasikan semua

karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja,

delegasi wewenang, intergrasi dan koordinasi dalam bagan organisasi

(organization chart). Organisasi hanya merupakan alat untuk mencapai

tujuan. Dengan organisasi yang baik akan membantu terwujudnya

tujuan secara efektif.

c. Pengarahan

Pengarahan (directing) adalah suatu kegiatan untuk mengarahkan

semua karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efektif serta

efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan

masyarakat. Pengarahan dilakukan pimpinan dengan menugaskan

bawahan agar mengerjakan semua tugasnya dengan baik.

d. Pengendalian

Pengendalian (controlling) adalah kegiatan yang mengarahkan semua

karyawan agar mentaati peraturan-peraturan perusahan dan bekerja

sesuai dengan rencana. Apabila terdapat penyimpangan atau kesalahan

diadakan tindakan perbaikan dan penyempurnaan rencana.

Pengendalian karyawan meliputi kehadiran, kedisiplinan, perilaku,

kerjasama, pelaksanaan pekerjaan dan menjaga situasi lingkungan

(29)

e. Kompensasi

Kompensasi (compensation) adalah pemberian balas jasa langsung dan

tidak langsung berupa uang atau barang kepada karyawan sebagai

imbalan jasa yang diberikan kepada perusahaan. Prinsip kompensasi

adalah adil dan layak. Adil diartikan sesuai dengan prestasi kerjanya,

sedangkan layak diartikan dapat memenuhi kebutuhan primernya serta

berpedoman pada batas upah minimum pemerintah dan berdasarkan

pada internal atau eksternal konsistensi.

f. Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan fungsi manajemen sumber daya manusia yang

sangat terpenting dan kunci terwujudnya tujuan, karena tanpa disiplin

yang baik sulit terwujud tujuan yang maksimal. Kedisiplinan adalah

keinginan dan kesadaran untuk mentaati peraturan-peraturan

perusahaan dan norma-norma sosial.

g. Pemberhentian

Pemberhentian (saparation) adalah putusnya hubungan kerja

seseorang dari suatu perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan

keinginan karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir,

pensiun dan sebab-sebab lainnya.

Menurut Siagian (2002:159), pengenalan situasi baru sangat penting

juga dalam rangka keseluruhan upaya meningkatkan produktivitas kerja.

Selama mengikuti progam orientasi status para karyawan baru masih

(30)

menjalani masa percobaan. Setelah masa percobaan itu dilalui dengan

berhasil berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh manajemen sumber

daya manusia yang bekerja sama dengan manajer lini, barulah status

mereka berubah menjadi karyawan tetap. Dari permulaan status itulah

mereka akan ditempatkan dan diberi posisi tertentu untuk melaksanakan

tugas tertentu disatuan kerja tertentu pula.

2.1.5 Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia

Menurut Rivai (2005:17), merupakan sudut pandang yang memberikan

tema-tema pelengkap yang membantu manajer dan operasional sumber

daya manusia dalam mempertahankan fungsi Sumber daya manusia dan

aktivitasnya tetap ada pada sudut pandang yang benar, meliputi:

1. Pendekatan Strategis

Manajemen sumber daya manusia harus memberikan andil atas

keberhasilan strategis perusahaan. Bila aktivitas manajer dan bagian

sumber daya manusia mencapai sasaran strategisnya, maka sumber

daya tidak digunakan secara efektif.

2. Pendekatan sumber daya manusia

Manajemen sumber daya manusia merupakan manajemen manusia.

(31)

3. Pendekatan manajemen

Manajemen sumber daya manusia merupakan tanggung jawab setiap

manajer. Departemen ada dalam rangka melayani manajer dan

karyawan melalui keahliannya.

4. Pendekatan sistem

Pendekatan sumber daya manusia berlangsung di dalam sistem yang

lebih basar yakni, perusahaan. Oleh karena itu upaya sumber daya

manusia harus mengevaluasi andil karyawan yang diberikan terhadap

produktivitas perusahaan.

5. Pendekatan proaktif

Manajemen sumber daya manusia bisa meningkatkan andilnya atas

karyawan dan organisasi dengan mengantisipasi berbagi masalah

sebelum kemunculannya.

2.2 Penga ngkatan Sebagai Kar yawan Tetap

Menurut Siagian (2001:186), setelah karyawan baru tersebut selesai

melewati masa percobaan para karyawan diangkat sebagai karyawan tetap

berdasarkan prosedur perusahaan. Ada beberapa hak yang harus diberikan

kepada karyawan yang baru diangkat menjadi pegawai tetap seperti halnya

karyawan yang sudah lama bekerja, diantaranya:

1. Berhak diberikan penugasan yang permanen pada satuan kerja tertentu

(32)

2. Menerima segala haknya sebagai karyawan seperti gaji penuh,

tunjangan jabatan, tunjangan istri dan anak-anak kalau ada, tunjangan

pengobatan, hak cuti, upah lembur dan berbagai hak lainnya dengan

peraturan kekaryawanan yang berlaku.

3. Berhak atas kesempatan pengembangan pengetahuan dan ketrampilan

melalui progam pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh

organisasi bagi para anggotanya.

4. Berhak menerima bimbingan dalam rangka pengembangan kariernya

di masa depan.

2.3 Kepuasan Ker ja

2.3.1 Penger tian Kepuasan Ker ja

Menurut Mangkunegara (2005:117), kepuasan kerja adalah suatu

perasaan yang menahan diri para karyawan yang berhubungan dengan

pekerjaannya maupun dengan kondisi pada dirinya.

Menurut Hasibuan (2003:202), kepuasan kerja sikap ini dicerminkan

oleh moral kerja, penempatan, perlakuan, peralatan, dan suasana

lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang lebih suka menikmati

kepuasan kerja dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaannya

dari pada balas jasa maupun balas jasa itu penting.

Sedangkan menurut Panggabean (2004:128-129), menyebutkan bahwa

kepuasan kerja dapat diduga dari sikap seseorang terhadap pekerjaannya.

(33)

seseorang dari pekerjaannya dan apa yang mereka peroleh. Orang yang

merasa tidak puas adalah orang yang mempunyai keinginan paling banyak.

Sedangkan orang yang merasa puas adalah orang mempunyai sikap dan

tanggung jawab kepada hasil pekerjaannya.

Menurut Siagian (2006:295), menyebutkan bahwa kepuasan kerja

merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif

maupun bersifat negatif tentang pekerjaannya. Pada dasarnya kepuasan

kerja memiliki banyak faktor yang perlu mendapat perhatian dalam

menganalisis kepuasan kerja seseorang. Misalnya, sifat pekerjaan

seseorang mempunyai dampak tertentu pada kepuasan kerjanya. Berbagai

penelitian telah membuktikan bahwa apabila dalam pekerjaannya

seseorang mempunyai otonomi untuk bertindak, terdapat variasi,

memberikan sumbangan penting keberhasilan organisasi dan karyawan

memperoleh umpan balik tentang hasil pekerjaan yang dilakukannya, yang

bersangkutan akan merasa puas.

Menurut Rivai (2005:475), kepuasan kerja merupakan sesuatu yang

bersifat individual. Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang

berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Makin

tinggi penilaian terhadap kegiatan yang dirasakan sesuai dengan keinginan

individu, maka makin tinggi penilaian terhadap kegiatan tersebut.

Salah satu hal yang mempunyai pengaruh terhadap pelaksanaan

kegiatan dalam suatu organisasi adalah adanya kepuasan kerja (job

(34)

bersifat individual. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa, setiap

individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda yang sesuai dengan

sistem dan nilai-nilai yang berlaku pada dirinya seperti, tercermin dalam

setiap perilaku positif para karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya

dan dalam segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.

Kepuasan kerja yang merupakan ukuran proses pembangunan manusia

yang berkelanjutan dalam suatu organisasi oleh karena itu, kepuasan kerja

karyawan perlu mendapatkan perhatian, sebab berbagai keinginan,

kemauan dan kebutuhan karyawan sebagai individu mempunyai hubungan

yang saling berkaitan dengan kepuasan kerja yang akan menentukan sikap

dan perilaku mereka dalam bekerja. Sehingga Departemen Personalia atau

manajemen harus senantiasa memonitor kepuasan kerja karyawan. Hal ini

sangat mempengaruhi tingkat absensi, perputaran tenaga kerja, semangat

kerja, dan masalah-masalah personalia vital lainnya menurut (Handoko

2000:194).

Menurut Zainun (2004:55), kepuasan kerja yang timbul dari pekerjaan

yang menarik disebabkan karena, karyawan yang mengerjakan itu

sungguh-sungguh merupakan perhatian yang penuh kepada pekerjaan

tersebut dan akan terjadi sebaliknya bagi pekerjaan yang tidak menarik.

Dengan demikian, kepuasan merupakan evaluasi yang menggambarkan

seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak

(35)

2.3.1.1 Bentuk Dari Kepuasan Ker ja

Menurut Siagian (2006:296) kepuasan kerja memiliki beberapa bentuk

diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kepuasan Kerja dan Prestasi

Didalam kepuasan kerja dan prestasi terdapat korelasi positif antara

keduanya. Selain itu kepuasan kerja tidak selalu menjadi faktor

mitivasional kuat untuk berprestasi.

Seorang karyawan yang puas belum tentu terdorong untuk berprestasi

karena kepuasannya tidak terletak pada kepuasannya, tidak terletak

pada motivasinya, akan tetapi dapat terletak pada faktor-faktor lain,

misalnya pada imbalan yang diperolehnya.

2. Kepuasan Kerja dan Kemangkiran

Didalam kepuasan kerja dan kemangkiran terdapat korelasi

(hubungan) yang kuat, artinya bahwa karyawan yang tinggi tingkat

kepuasan kerjanya akan rendah tingkat kemangkirannya, sebaliknya

karyawan yang rendah tingkat kepuasannya cenderung lebih tinggi dari

pada tingkat kemangkirannya. Dalam praktek korelasi bahwa seorang

karyawan yang puas akan hadir ditempat tugas kecuali ada alasan yang

benar-benar kuat untuk mangkir. Dengan demikian salah satu cara

yang paling efektif untuk mengurangi tingkat kemangkiran karyawan

(36)

3. Kepuasan Kerja dan Keinginan Pindah

Tidak dapat disangkal bahwa salah satu faktor penyebab timbulnya

keinginan pindah kerja adalah ketidakpuasan pada tempat bekerja.

Sebab-sebab ketidakpuasan itu dapat beranekaragam seperti

penghasilan rendah atau dirasakan kurang memadai, kondisi kerja

yang kurang memuaskan, hubungan yang tidak serasi baik dengan

atasan maupun dengan para rekan sekerja, pekerjaan yang tidak sesuai

dan berbagai faktor lainnya. Berarti terdapat hubungan korelasi antara

tingkat kepuasan dengan kuat atau lemahnya keinginan pindah

pekerjaan. Keadaan seperti ini harus diwaspadai karena jika terjadi

dalam skala besar, maka organisasi pula yang dirugikan.

4. Kepuasan Kerja dan Usia

Dalam pemeliharaan hubungan yang serasi antara organisasi dengan

para anggotanya, kaitan antara usia karyawan dengan kepuasan kerja

perlu mendapat perhatian. Telah diketahui terdapat korelasi antara

kepuasan kerja dengan usia seorang karyawan. Artinya kecenderungan

yang sering terlihat ialah bahwa semakin lanjut usia karyawan, tingkat

kepuasan kerjanya biasanya semakin tinggi.

5. Kepuasan Kerja dan Tingkat Jabatan

Literatur mengenai hal ini memberi petunjuk bahwa semakin tinggi

kedudukan seseorang dalam suatu organisasi, pada umumnya tingkat

(37)

Berbagai alasannya antara lain ialah:

a. Penghasilan yang dapat menjamin taraf hidup yang layak.

b. Pekerjaan yang memungkinkan mereka menunjukkan kemampuan

kerjanya.

c. Status sosial yang relatif tinggi didalam dan diluar sebuah

organisasi.

Dengan demikian bahwa apabila seseorang yang sudah menduduki

jabatan tertentu, apalagi sudah berada pada tingkat manajerial melihat

bahwa masih terdapat prospek yang cerah untuk menduduki jabatan

yang lebih tinggi lagi, kepuasan kerjanya akan cenderung lebih besar.

Menurut Umar (2004:36), kepuasan kerja merupakan penilaian

atau cerminan dari perasaan pekerja terhadap pekerjaannya. Hal ini

tampak dalam sikap positif pekerja terhadap pekerjaannya dan segala

sesuatu yang dihadapi limgkungan kerjanya. Dampak dari kepuasan

kerja perlu di pantau dengan mengikatnya pada output, contoh:

a. Kepuasan kerja dengan produktivitas.

b. Kepuasan kerja dengan turn-over (perputaran karyawan).

c. Kepuasan kerja dengan absensi.

d. Kepuasan kerja dengan efek lainnya seperti dengan kesehatan fisik

mental, kemampuan mempelajari pekerjaan baru dan kecelakaan

(38)

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja antara lain

adalah sebagai berikut:

1. Pembayaran seperti gaji dan upah.

2. Pekerjaan itu sendiri.

3. Promosi pekerjaan.

4. Rekan kerja.

2.3.2 Fak tor -faktor yang Mempengar uhi Kepuasan Kerja

Menurut Mangkunegara (2005:120), ada dua faktor yang dapat

mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu faktor yang ada pada diri karyawan

dan faktor pekerjaannya:

a. Faktor yang ada pada diri karyawan yaitu kecerdasan (IQ), kecakapan

khusus, umur, jenis kelamin, kondisi fisik, pendidikan, pengalaman

kerja, masa kerja, kepribadian, emosi, cara berfikir, persepsi, dan sikap

kerja.

b. Faktor pekerjaan, yaitu jenis pekerjaan, struktur organisasi, pangkat

(golongan), kedudukan, mutu pengawasan, jaminan finansial,

kesempatan promosi jabatan, interaksi sosial dan hubungan kerja.

Sedangkan menurut Pangabean (2004:129-130), dalam kaitannya

dengan faktor-faktor penentu kepuasan kerja, beberapa peneliti

mengemukakan bahwa variabel-variabel tersebut dapat dikelompokkam ke

(39)

a. Karakteristik Pekerjaan

Karakteristik Pekerjaan terdiri atas keanekaragaman ketrampilan (skill

variaty), identitas tugas (task identity), keberartian tugas (task

significance), otonomi (autonomy) dan umpan balik pekerjaan

(feedback). Selain itu karakteristik pekerjaan juga dapat mempengaruhi

tingkat motivasi, kinerja karyawan, kepuasan kerja, tingkat absensi dan

tingkat perputaran kerja.

b. Karakteristik Organisasi

Karakteristik Organisasi mencakup skala usaha kompleksitas,

formalisasi, sentralisasi, jumlah anggota keluarga, anggaran anggota

kelompok, lamanya beroperasi, dan kepemimpinan.

c. Karakteristik Individu

Karakteristik Individu terdiri atas jenis kelamin, tingkat pendidikan,

usia, masa kerja, status perkawinan, dan jumlah tanggungannya.

Sedangkan untuk karakteristik yang paling sering untuk diamati adalah

usia, jenis kelamin, masa kerja, suku bangsa, tingkat pendidikan,

(40)

2.3.3 Teor i-teori Tentang Kepuasan Ker ja

Menurut Rivai (2005:475), teori tentang kepuasan kerja yang sangat

terkenal meliputi:

1. Teori Ketidaksesuaian (Discrepancy Theory)

Teori ini mengukur tentang kepuasan kerja seseorang dengan

menghitung selisih antara sesuatu yang seharusnya dengan kenyataan

yang dirasakan. Sehingga apabila kepuasannya diperoleh melebihi dari

apa yang diinginkan, maka orang akan menjadi lebih puas lagi,

sehingga terdapat discrepancy (ketidaksesuaian), tetapi merupakan

discrepancy yang positif. Kepuasan kerja seseorang tergantung pada

selisih antara sesuatu yang dianggap akan didapatkan dengan apa yang

dicapai.

2. Teori Keadilan (Equity Theory)

Teori ini mengemukakan bahwa orang akan merasa puas atau tidak

puas, tergantung pada ada atau tidaknya keadilan (equity) dalam suatu

situasi, khususnya situasi kerja. Menurut teori ini komponen utama

dalam teori keadilan adalah input, hasil, keadilan dan ketidakadilan.

Input adalah faktor bernilai bagi karyawan yang dianggap mendukung

pekerjaannya, seperti pendidikan, pengalaman, kecakapan, jumlah

tugas dan peralatan atau perlengkapan yang dipergunakan untuk

melaksanakan pekerjaannya. Hasil adalah sesuatu yang dianggap

bernilai oleh seorang karyawan yang diperoleh dari pekerjaannya

(41)

kesempatan untuk berhasil atau aktualisasi diri. Menurut teori ini,

setiap karyawan akan membandingkan rasio input hasil dirinya dengan

rasio input hasil orang lain. Bila perbandingan dianggap cukup adil,

maka karyawan akan merasa puas. Bila perbandingan itu tidak

seimbang tetapi menguntungkan bisa menimbulkan kepuasan, tetapi

bisa pula tidak. Tetapi bila perbandingan itu tidak seimbang akan

menimbulkan ketidakpuasan.

3. Teori Dua Faktor (Two Factor Theory)

Menurut teori ini kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja itu

merupakan hal yang berbeda. Kepuasan dan ketidakpuasan terhadap

pekerjaan itu bukan suatu variabel yang kontinu (bersambung). Teori

ini merumuskan karakteristik pekerjaan menjadi dua kelompok yaitu

satifies (motivator) dan dissatisfies (bukan motivator). Satifies adalah

faktor-faktor atau situasi yang dibutuhkan sebagai sumber kepuasan

kerja yang terdiri dari: pekerjaan yang menarik, penuh tantangan, ada

kesempatan untuk berprestasi, kesempatan untuk memperoleh

penghargaan dan promosi. Terpenuhi faktor tersebut akan

menimbulkan kepuasan, namun tidak terpenuhinya faktor ini tidak

selalu mengakibatkan ketidakpuasan.

Sedangkan menurut Mangkunegara (2005:120), mengemukakan

(42)

1. Teori Keseimbangan

Teori ini dikembangkan oleh Adam. Adapun komponen dari teori

ini adalah outcome dan comprison person. Dimana outcome adalah

semua nilai yang diperoleh dan dirasakan oleh karyawan,

sedangkan comprison person adalah seorang karyawan dalam

organisasi yang sama.

2. Teori Perbedaan

Teori ini pertama kali dipelopori oleh Prother. Ia berpendapat

bahwa mengukur kepuasan dapat dilakukan dengan cara

menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan kenyataan

yang dirasakan oleh karyawan. Selain itu kepuasan kerja karyawan

bergantung pada perbedaan yang di dapat dengan apa yang

diharapkan oleh karyawan. Apabila yang di dapat karyawan

ternyata lebih besar dari pada apa yang diharapkan, maka

karyawan tersebut akan menjadi puas.

3. Teori Pemenuhan Kebutuhan

Menurut teori ini kepuasan kerja karyawan bergantung pada

terpenuhi atau tidaknya terpenuhi kebutuhan karyawan. Karyawan

akan merasa puas apabila mendapatkan apa yang dibutuhkannya.

4. Teori Pandangan Kelompok

Menurut teori ini kepuasan kerja karyawan bukanlah bergantung

pada pandangan kelompok, yang oleh karyawan itu dianggap

(43)

2.3.4 Indikator Tentang Kepuasan Ker ja

Menurut Marihot T.E Hariandja (2006:291), secara teoritis

faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja sangat banyak

jumlahnya, seperti gaya kepemimpinan, produktivitas kerja, perilaku,

pemenuhan harapan penggajian dan aktivitas kerja. Faktor-faktor yang

biasanya digunakan untuk mengukur kepuasan kerja seorang karyawan

adalah:

1. Kepuasan terhadap pekerjaan.

2. Kepuasan terhadap gaji.

3. Kepuasan terhadap peluang promosi.

4. Kepuasan terhadap sistem pengawasan.

5. Kepuasan terhadap lingkungan.

2.3.5 Pengukur an Tentang Kepuasan Ker ja

Menurut Rivai (2005:480), mengukur kepuasan kerja adalah

bagaimana orang merasakan pekerjaan dan aspek-aspeknya. Ada beberapa

alasan mengapa perusahaan harus benar-benar memperhatikan kepuasan

kerja, yang dapat dikategorikan sesuai dengan fokus karyawan atau

perusahaan, yaitu:

1. Manusia berhak diberlakukan dengan adil dan hormat, pandangan ini

menurut prespektif kemanusiaan. Kepuasan kerja merupakan perluasan

refleksi perlakuan yang baik. Penting juga memperhatikan indikator

(44)

2. Prespektif kemanfaatan, bahwa kepuasan kerja dapat menciptakan

perilaku yang mempengaruhi fungsi-fungsi perusahaan. Perbedaan

kepuasan kerja antara unit-unit organisasi dapat mendiagnosis potensi

persoalan. Buhler (1994) menekankan pendapatnya bahwa upaya

organisasi berkelanjutan harus ditempatkan pada kepuasan kerja dan

pengaruh ekonomis terhadap perusahaan. Perusahaan yang percaya

bahwa karyawan dapat dengan mudah dapat diganti dan tidak

berinvestasi di bidang karyawan maka akan menghadapi bahaya.

2.3.6 Aspek-aspek Tentang Kepuasan Ker ja

Menurut Panggabean (2004:129), berkaitan dengan aspek-aspek

kepuasan kerja yang relevan, secara khusus Kreitner dan Kinicki (1998)

mengemukakan bahwa aspek-aspek kepuasan kerja yang relevan terdiri

atas kepuasan terhadap pekerjaan, gaji, promosi, dan rekan kerja.

Sementara itu Blau (1998) mengemukakan bahwa selain terhadap hal-hal

tersebut diatas, kepuasan kerja yang relevan terhadap penilaian prestasi.

Ini berarti bahwa:

1. Kepuasan kerja adalah kepuasan terhadap setiap perlakuan yang

mereka terima di tempat kerja, termasuk kepuasan terhadap evaluasi

pekerjaan, seleksi, pemberian fasilitas dan tunjangan (benefits),

(45)

2. Kepuasan kerja bukan merupakan konsep yang berdimensi tunggal,

melainkan berdimensi jamak. Seseorang bisa saja merasa puas dengan

dimensi yang satu, namun tidak puasdengan dimensinya yang lain.

2.4 Kinerja Kar yawan

2.4.1 Penger tian Kinerja

Menurut Soedarmayanti (2001:50-51), performance diterjemahkan

menjadi kinerja, juga prestasi kerja, pencapaian kerja, atau hasil kerja dan

penampilan kerja. Jadi kinerja adalah merupakan hasil atau keluaran dari

suatu proses yang ada pada diri karyawan terhadap suatu

organisasi/perusahaan.

Kinerja mempunyai hubungan erat dengan masalah produktifitas

karena merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk

mencapai tingkat produktifitas yang tinggi dalam suatu organisasi.

Sehubungan dengan hal tersebut maka upaya untuk mengadakan penilaian

terhadap kinerja di suatu organisasi merupakan hal yang sangat penting.

Berbicara tentang kinerja personil, sangat erat kaitannya dengan cara

mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang sehingga perlu

ditetapkan kinerja atau performance.

Menurut Mangkunegara (2005:67), istilah kinerja berasal dari kata Job

Performance atau Actual Performance (prestasi kerja atau prestasi

(46)

hasil kerja yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan

tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Sedangkan menurut Simamora (2004:409), kinerja karyawan atau

karyawan adalah tingkat terhadapnya para karyawan atau pegawai untuk

mencapai persyaratan pekerjaan.

Dari definisi diatas dapat dinyatakan bahwa kinerja adalah tingkat

seluruh keluaran baik kuantitas maupun kualitas yang dihasilkan oleh

karyawan yang merupakan hasil dari pekerjaan yang sesuai dengan

persyaratan pekerjaan dalam setiap waktu menurut tanggung jawab yang

diberikan kepadanya.

Ungkapan tersebut menyatakan bahwa kinerja perlu dirumuskan yang

gunanya untuk dijadikan sebagai tolak ukur dalam mengadakan

perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan apa yang

diharapkan, yang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan yang telah di

percaya.

2.4.2 Indikator Kiner ja Karyawan

Kinerja dapat dijadikan sebagai dalam mengadakan pertanggung

jawaban terhadap apa yang telah dilakukan.

Menurut Soedarmayanti (2001:51), indikator kinerja meliputi beberapa

aspek antara lain:

1. Quality of Work (Kualitas Pekerjaan).

(47)

3. Initiative (Inisiatif).

4. Capability (Kapabilitas).

5. Comunication (Komunikasi).

Kelima aspek tersebut dapat dijadikan ukuran dalam mengadakan

perkajian tingkat seseorang.

2.4.3 Sistem Penilaian Prestasi Ker ja

Menurut Notoatmodjo (2003:141-143), penilaian kerja dalam rangka

pengembangan sumber daya manusia mempunyai arti yang penting. Hal

ini mengingatkan bahwa dalam kehidupan organisasi setiap orang sumber

daya manusia ingin mendapatkan penghargaan dan perlakuan yang adil

dari pimpinan organisasi yang bersangkutan. Dalam kehidupan suatu

organisasi ada beberapa asumsi tentang perilaku manusia sebagai sumber

daya manusia, yang mendasari pentingnya penilaian prestasi kerja. Asumsi

tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Setiap orang ingin memiliki peluang untuk mengembangkan

kemampuan kerjanya sampai tingkat yang maksimal.

2. Setiap orang ingin mendapatkan penghargaan apabila ia dinilai

melaksanakan tugasnya dengan baik.

3. Setiap orang ingin mengetahui secara pasti tentang karier yang akan

diraihnya apabila melaksanakan tugasnya dengan baik.

4. Setiap orang ingin mendapatkan perlakuan yang baik dan penilaian

(48)

5. Setiap orang bersedia menerima tanggung jawab yang lebih besar.

6. Setiap orang pada umumnya tidak hanya melakukan kegiatan yang

sifatnya rutin.

Berdasarkan asumsi tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian

prestasi kerja adalah sangat penting dalam suatu organisasi dan berguna

untuk pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan ini dapat

memperbaiki keputusan pimpinan dalam memberikan umpan balik kepada

karyawan tentang kegiatan karyawan, antara lain:

1. Peningkatan Prestasi Kerja

Dengan adanya penilaian, baik pimpinan maupun karyawan

memperoleh umpan balik sehingga karyawan dapat memperbaiki

pekerjaannya.

2. Kesempatan Kerja yang Adil

Adanya penilaian kerja yang akurat dapat menjamin karyawan untuk

memperoleh kesempatan menempati posisi pekerjaan yang sesuai

dengan kemampuannya.

3. Penyesuaian Kompensasi

Penilaian prestasi kerja dapat membantu para pimpinan untuk

mengambil keputusan dalam menentukan perbaikan pemberian

(49)

4. Keputusan Promosi

Hasil penilaian prestasi kerja terhadap karyawan dapat digunakan

untuk mengambil keputusan dalam rangka mempromosikan karyawan

yang berprestasi kurang baik.

5. Kesalahan Desain Pekerjaan

Hasil penilaian prestasi kerja dapat digunakan untuk menilai desain

kerja. Artinya hasil dari penilaian prestasi kerja dapat membantu untuk

melihat kesalahan dalam melakukan pekerjaan.

6. Penyimpangan Proses Rekruitment dan Seleksi

Penilaian prestasi kerja dapat digunakan untuk menilai proses

rekruitmen dan seleksi para karyawan. Prestasi kerja yang sangat

rendah bagi karyawan baru adalah mencerminkan adanya

penyimpangan proses rekruitmen dan seleksi.

Sedangkan menurut Panggabean (2004:66), penilaian prestasi kerja

merupakan sebuah proses formal untuk melakukan peninjauan ulang dan

evaluasi prestasi kerja seseorang secara periodik. Proses adalah suatu cara

yang sistematis tentang prestasi kerja seseorang secara periodik. Proses

penilaian prestasi ditunjukkan untuk memahami prestasi kerja seorang.

Dan tujuan ini memerlukan sebuah proses, yaitu serangkaian kegiatan

yang saling berkaitan. Kegiatan-kegiatan ini terdiri dari identifikasi,

observasi, pengukuran dan pengembangan hasil kerja karyawan dalam

(50)

Sedangkan menurut Mangkunegara (2005:69), penilaian prestasi

karyawan adalah suatu proses penilaian prestasi kerja karyawan yang

dilakukan oleh pimpinan perusahaan secara sistematis berdasarkan

pekerjaan yang diberikan kepada para karyawan tersebut. Pemimpin

perusahaan yang menilai prestasi kerja karyawan, yaitu atasan karyawan

langsung, dan atasan tak langsung. Disamping itu pula, kepala bagian

personalia berhak pula memberikan penilaian prestasi terhadap semua

karyawan yang sesuai dengan data yang ada di bagian personalia.

2.4.4 Str ategi dan Pr oses Penilaian Ker ja

Menurut Simamora (2004:397), sistem penilaian kinerja dapat

digunakan untuk mempromosikan berbagai tujuan dan sasaran

manajemen. Selain mendorong tingkat kinerja karyawan secara sistematis,

sistem penilaian kinerja juga berpengaruh dalam mngidentifikasi

karyawan potensial, memberikan imbalan secara adil, dan menentukan

kebutuhan karyawan akan pengembangan.

Sedangkan menurut Rivai (2005:309), penilaian kinerja merupakan

suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Salah satu cara yang dapat

digunakan untuk melihat perkembangan perusahaan adalah dengan cara

melihat hasil penilaian kinerja. Sasaran yang menjadi objek penilaian

kinerja adalah kecakapan, kemampuan karyawan dalam melaksanakan

suatu pekerjaan atau tugas yang dievaluasi dengan mengunakan tolok ukur

(51)

dapat dilihat kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh kinerja karyawan

atau dengan kata lain, kinerja merupakan hasil kerja yang konkrit yang

dapat diamati dan diukur.

Penilaian kinerja mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur

yang digunakan untuk mengukur, menilai dan mempengaruhi sifat-sifat

yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil termasuk tingkat

ketidakhadiran. Dalam praktiknya istilah penilaian kinerja (performance

appraisal) dan evaluasi kerja (performance evaluation) dan dapat

digunakan secara bergantian atau bersamaan, karena pada dasarnya

mempunyai maksud yang sama. Penilaian kinerja dapat digunakan untuk

menilai kinerja karyawannya atau mengevaluasi hasil pekerjaan karyawan.

Penilaian kinerja yang dilakukan dengan benar akan bermanfaat bagi

karyawan, manajer departemen sumber daya manusia, dan pada akhirnya

bagi perusahaan sendiri.

2.4.5 Kepuasan Ker ja Mempengar uhi Kinerja Kar yawan

Menurut Danfar meskipun hanya merupakan salah satu faktor dari

banyak faktor berpengaruh lainnya, kepuasan kerja juga mempengaruhi

tingkat kinerja karyawan. Dengan kepuasan kerja yang diperoleh

diharapkan kinerja karyawan yang tinggi dapat dicapai para karyawan.

Tanpa adanya kpuasan kerja, karyawan akan bekerja tidak seperti apa yang

diharapkan oleh perusahaan, maka akibatnya kinerja karyawan menjadi

(52)

Sehingga dapat diketahui bahwa tidak hanya kemampuan karyawan

saja yang diperlukan dalam bekerja tetapi juga motivasi dalam bekerjapun

sangat mempengaruhi karyawan untuk kinerjanya lebih baik. Salah satu

upaya yang dapat ditempuh oleh para manajer/atasan untuk memotivasi

karyawannya adalah dengan menciptakankepuasan dalam bekerja agar

tercapainya kinerja karyawan didalam perusahaan tersebut meskipun

didasari bahwa hal itu tidak mudah.

Menurut Marihot T.E Hariandja (2006:290) Kepuasan kerja

merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam organisasi. Hal

ini disebabkan kepuasan kerja dapat mempengaruhi perilaku seperti malas,

rajin, produktif, dan lain-lain, atau mempunyai hubungan dengan beberapa

jenis perilaku yang sangat penting dalam organisasi”.

Menurut Handoko dan AS’ ad (2002:36), kepuasan kerja adalah

penilaian cerminkan dari perasaan pekerja terhadap pekerjaannya. Hal ini

tampak dalam sikap positif pekerja trehadap pekerjaannya dan segala

sesuatu yang dihadapi lingkungan kerjanya. Dampak kepuasan kerja perlu

dipantau dengan mengaitkan pada output yang dihasilkannya.

Menurut Noe-Hollenbeck-Gerhart-Wright (2004:325), Kepuasan kerja

merupakan ‘A pleasant feeling resulting from the perception that one’s job

fulfills or allows for the fulfillment of one’s important job values’ yakni

perasaan puas yang dihasilkan oleh persepsi karyawan dari terpenuhinya

(53)

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat penulis simpulkan

bahwa kepuasan kerja merupakan cara pandang karyawan menyangkut

pekerjaan yang dihadapinya baik mengenai pekerjaan maupun

faktor-faktor tertentu dalam pekerjaan tersebut. Kepuasan kerja bersifat

individual dan tergantung pada persepsi seseorang tentang apa yang

dirasakannya mengenai pekerjaan. Demikian juga setiap individu akan

memiliki tingkat kepuasan yang berbeda dengan nilai yang berlaku pada

dirinya. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan

keinginan tersebut, maka semakin tinggi kepuasan yang dirasakannya dan

juga sebaliknya.

2.4.6 Fak tor -faktor Kepuasan Ker ja Mempengar uhi Kinerja Kar yawan

Menurut Kuswadi (2004:23-25) Kepuasan kerja seorang karyawan

dipengaruhi oleh banyak faktor. Terutama yang menyangkut

kebutuhan-kebutuhan karyawan sebagai manusia (Teori Maslow atau Maslow’s

hierarchy of need), berdasarkan hasil penelitian selama ini dapat

dikategorikan menjadi banyak kelompok atau klasifikasi antara lain:

1) Gaji/pendapatan.

2) Variasi pekerjaan.

3) Keamanan kerja.

4) Merasa dihargai.

5) Merasa dipercaya.

(54)

7) Fleksibilitas atau keluwesan jam kerja.

8) Hak libur.

9) Kesempatan promosi.

10)Penghargaan dari manajemen.

11)Pelatihan.

12) Kepuasan terhadap pekerjaan.

13)Lingkungan kerja.

14)Sistem pengawasan.

2.5 Ker angka Berpikir

Para karyawan yang lamarannya diterima tidak selalu serta merta dapat

berkarya secara produktif. Masih diperlukan langkah-langkah pendahuluan

yang harus diambil sebelum seseorang mampu berkarya dengan tingkat

kinerja yang sesuai dengan harapan. Hal yang terpenting untuk

memposisikan karyawan pada kinerja yang baik adalah kepuasan pada

satuan tugas dan pada satuan wilayah yang tepat secara psikologis dan dari

sudut pandang kapasitas dan profesionalisme karyawan. Karyawan yang

ditempatkan sesuai dengan kapasitas dan profesionalismenya serta merasa

nyaman dengan lingkungan kerja yang ditempatinya maka akan cenderung

menyukai untuk tetap bekerja diperusahaan tersebut, dan akan mampu

bekerja lebih baik sehingga kinerjanya menjadi meningkat.

Karyawan adalah mahluk sosial yang menjadi kekayaan utama bagi

(55)

pengendalian yang selalu berperan aktif dalam mewujudkan tujuan

perusahaan. Karyawan yang menjadi pelaku yang menunjang tercapainya

tujuan, mempunyai pikiran, perasaaan dan keinginan yang dapat

mempengaruhi sikap-sikapnya terhadap pekerjaannya. Sikap ini akan

menunjukkan rasa kecintaan terhadap pekerjaan yang dibebankan

kepadanya. Jadi keterlibatan karyawan yang menimbulkan kepuasan atau

ketidakpuasan dalam bekerja akan menentukan dedikasi dan kecintaan

terhadap pekerjaan yang dibebankan kepadanya yang pada akhirnya hal ini

akan mampu memperbaiki kinerja karyawan.

Gambar:2.1 Kerangka berfikir

Kepuasan Kerja (X) Kinerja Kar yawan (Y)

2.6 Hipotesis

1. Terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada

(56)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1Definisi Oper asional dan Pengukuran Variabel

Definisi operasional adalah suatu definisi yang memberikan arti atau

menspesifikasikan kegiatan atau memberikan suatu operasional yang

diperlukan untuk mengukur variabel-variabel tersebut. Untuk memberikan

gambaran yang jelas atas pemecahan masalah, maka perlu adanya analisis

variabel-variabel yang digunakan sesuai dengan masalah-masalah yang ada.

Definisi dari variabel-variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini

meliputi variabel bebas (X) dan veriabel tidak bebas (Y) adapun

variabel-variabel yang berkaitan yaitu terdiri dari:

3.1.1 Var iabel Bebas (X)

3.1.1.1Kepuasan Ker ja (X)

Kepuasan kerja adalah suatu cara pandang atau sikap para karyawan

pada PT SMART Tbk Surabaya yang menyenangkan dan mencintai

pekerjaannya, dengan indikator:

a. Kepuasan terhadap pekerjaan.

b. Kepuasan terhadap gaji.

c. Kepuasan terhadap peluang promosi.

d. Kepuasan terhadap sistem pengawasan.

(57)

Kepuasan kerja diukur dengan menggunakan skala likert yakni skala

pengukuran sikap yang menggunakan 5 skala dalam interval yang sama.

Nilai dari jawaban yang diberikan atas kuesioner dibedakan menjadi lima

tingkatan yaitu:

a. Sangat Setuju = 5

b. Setuju = 4

c. Cukup Setuju = 3

d. Kurang Setuju = 2

e. Sangat Tidak Setuju = 1

3.1.2 Var iabel Ter ikat (Y)

Kinerja Kar yawan (Y)

Kinerja karyawan adalah suatu kegiatan pencapaian kerja yang

dilakukan manajemen untuk menilai tenaga kerja dengan cara

membandingkan kinerja dan uraian pekerjaan dalam suatu periode

tertentu. Diukur dengan indikator:

a. Kualitas Pekerjaan.

b. Ketepatan Waktu.

c. Inisiatif.

d. Kapasitas.

(58)

Kinerja diukur dengan cara menggunakan skala likert. Nilai dari

jawaban yang diberikan atas kuesioner dibedakan menjadi lima tingkatan

yaitu:

a. Sangat Setuju = 5

b. Setuju = 4

c. Cukup Setuju = 3

d. Kurang Setuju = 2

e. Sangat Tidak Setuju = 1

3.2Populasi, Sampel, dan Teknik Penar ikan Sampel

3.2.1 Populasi

Pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek

atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Gambar

Tabel 3.1
Gambar 4.1:
Tabel 4.2 Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia
Tabel 4.3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat dilihat bahwa kepuasan tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan, sedangkan yang berpengaruh terhadap kinerja

Teknik analisis yang digunakan adalah SEM diagram untuk melihat pengaruh kompensasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT.. Hotel Sinar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT Indoris Printingdo. Sampel dalam penelitian ini berjumlah

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kompensasi, Komunikasi, dan Disiplin Kerja secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT.. Telkom

Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan PT.. Sedangkan variabel kepuasan kerja

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Bagi perusahaan

Penelitian ini mempunyai tujuan antara lain adalah Untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan PT Hexindo Adiperkasa, Tbk Cabang Banjarmasin dan

, Pem 1m mg,_bi bi I- Pernbimbing Skripsi : :Pengaruh Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi pada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk