I Dewa Made Wistika Yogi Iswara GM 1813061033 / 29
Ilmu Komunikasi Hindu / V
Soal:
1. Teori Sosial Budaya sangat erat kaitannya dengan paradigma yang digunakan dalam metodologi. Jelaskan maksud pernyataan ini!
Jawaban:
Teori sosial budaya adalah sebagai alat analisis terhadap fenomena sosial yang diamati sebagai sarana atau upaya peneliti melakukan kontruksi atau fenomena sosial yang diamati dengan syarat ; relevan, aplikabel/manajebel, replikan dan konsisten.
Pengertian Paradigma Menurut Harmon (dalam Moleong, 2004: 49), paradigma adalah cara mendasar untuk melakukan persepsi, berpikir, menilai dan melakukan yang berkaitan dengan sesuatu secara khusus tentang realitas. Bogdan & Biklen (dalam Mackenzie & Knipe, 2006) menyatakan bahwa paradigma adalah kumpulan longgar dari sejumlah asumsi, konsep, atau proposisi yang berhubungan secara logis, yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian.
Soal:
2. Jelaskan mengapa Teori Sosial Budaya dalam penelitian tidak digunakan untuk melakukan eksperimen tetapi memahami sebuah peristiwa atau realitas?
Jawaban:
Karena di dalam penelitian, teori sosial budaya hanya memiliki fungsi untuk memahami, meneliti, mencari kebenaran sebuah peristiwa, isu - isu, fenomena yang sedang
diperbincangkan. Itu berarti teori sosial budaya tidak digunakan untuk melakukan eksperimen.
Soal:
3. Carilah sebuah isu dalam budaya dan agama yang saat ini sedang aktual, lalu kaitkan dengan pendekatan Teori Sosial Budaya!
Jawaban:
Upacara perkawinan di Bali secara sederhana dikenal dengan Matanjung Sambuk, di mana kedua mempelai saling tendang serabut kelapa (matanjung sambuk) sebanyak tiga kali, setelah itu secara simbolis diduduki oleh pengantin wanita. Apabila mengalami perselisihan agar bisa saling mengalah, serta secara cepat di masing-masing individu menyadari langsung.
Selalu ingat dengan penyucian diri, agar kekuatan triguna dapat terkendali
Dalam pendekatan teori sosial budaya, ini merupakan hubungan manusia dengan manusia.
Soal:
4. Pilih salah satu isu dalam Teori Sosial Budaya, dan jelaskan dengan sebuah contoh:
a. Multikulturalisme
Adanya dominasi politik di dalam sebuah kelompok atas kelompok lainnya.
Masyarakat multikultural memiliki kelompok yang berbeda beda, baik secara politik maupun ekonomi. Tidak dapat dipungkiri jika ada kelompok yang akan mendominasi politik yang kemudian akan memaksakan kebijakan politiknya agar mendapatkan keuntungan untuk kelompoknya sendiri.
Contoh dari masyarakat multikultural yang ada di Indonesia dapat anda temukan di Pulau Bali. Bali terkenal akan masyarakatnya yang mayoritas memeluk agama Hindu dan kaum minoritas yang memeluk agama lainnya seperti Islam tentunya. Kondisi di Bali benar benar memperlihatkan wujud dari masyarakat multikultural yang begitu menghargai perbedaan agama dan budaya yang terlihat jelas perbedaannya.