BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU
2.1. Gambaran Umum Kondisi Daerah
2.1.1. Aspek Geografi dan Demografi
1) Karakteristik Lokasi dan Wilayah
Kabupaten Murung Raya dengan ibukota Puruk Cahu, merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002, tanggal 10 April 2002. Kabupaten Murung Raya merupakan kabupaten yang berada di pedalaman Pulau Kalimantan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Barito dengan luas wilayah 2.370.000 ha (23.700 km2) atau 15.43 persen dari total luas Provinsi Kalimantan Tengah.
Secara administratif Kabupaten Murung Raya terdiri dari 10 kecamatan, 116 desa dan 9 kelurahan yang terlihat pada tabel 2.1 berikut ini :
Tabel 2.1.
Banyaknya Kecamatan dan Desa/Kelurahan Di Kabupaten Murung Raya
Kecamatan Ibukota Jumlah
Desa Kelurahan
1. Permata Intan Tumbang Lahung 10 2
2. Sungai Babuat Tumbang Bantian 6 -
3. Murung Puruk Cahu 13 2
4. Laung Tuhup Muara Laung 23 3
5. Barito Tuhup Raya Makunjung 11 -
7. Tanah Siang Selatan Dirung Lingkin 7 -
8. Sumber Barito Tumbang Kunyi 8 1
9. Seribu Riam Muara Joloi 7 -
10. Uut Murung Tumbang Olong 5 -
Jumlah 116 9
Sumber : Murung Raya Dalam Angka 2015
Perbandingan luas masing-masing kecamatan terhadap total luas wilayah Kabupaten Murung Raya dapat terlihat pada tabel 2.2 dibawah ini :
Tabel 2.2.
Luas Kabupaten Murung Raya Menurut Kecamatan
Kecamatan Luas Area
(Km2)
%
Terhadap Luas
Murung Raya
1. Permata Intan 804 3.39
2. Sungai Babuat 423 1.78
3. Murung 730 3.08
4. Laung Tuhup 1.611 6.80
5. Barito Tuhup Raya 1.500 6.33
6. Tanah Siang 1.239 5.23
7. Tanah Siang Selatan 310 1.31
8. Sumber Barito 2.797 11.80
9. Seribu Riam 7.023 29.63
10. Uut Murung 7.263 30.65
Jumlah 23.700 100.00
Pada peta bumi, posisi Kabupaten Murung Raya terletak di bagian Timur Laut wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, yakni pada posisi 113012’40,98”-11506,98”-11508’6,52”BT dan 0051’51,87” LS – 0047’25,24” LU dengan batas-batas wilayah administratif yakni sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Timur; sebelah Timur berbatasan dengan Kalimantan Timur; sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Barito Utara dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kapuas dan Provinsi Kalimantan Barat.
Kabupaten Murung Raya juga merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah yang dilintasi garis khatulistiwa, yang tepatnya berasi di wilayah Kecamatan Seribu Riam dan Kecamatan Uut Murung.
Luas daerah Kabupaten Murung Raya lebih kurang 23.700 Km2, terdiri dari 10 kecamatan, 116 desa dan 9 kelurahan sehingga jumlah total desa/kelurahan adalah 125 desa/kelurahan. Topografi wilayah Kabupaten Murung Raya dari sebelah selatan ke Timur merupakan dataran agak rendah sedangkan ke arah Utara dengan bentuk daerah berbukit-bukit lipatan, patahan yang dijajari oleh pegunungan Muller/Schwaner. Wilayah dengan kelerangan 0-2% terletak dibagian selatan tepi Sungai Barito.
Sementara itu, bagian wilayah dengan kemiringan 2-15% tersebar di semua kecamatan dengan luas total 1.785 Kbm2 (21,5%).
Bagian wilayah dengan kemiringan 15-40% tersebar di semua kecamatan seluas 4.275 Km2 (51,5%) dan bagian wilayah kemiringan di atas 40% seluas 2.075 Km2 (25%).
secara keseluruhan kurang lebih 1000 Km dengan lebar sekitar 650 - 1000 meter dan kedalaman rata-rata 8 meter.
Kabupaten Murung Raya tanahnya terdiri dari dataran berbukit-bukit
dengan ketinggian dari permukaan laut antara 123-700 m. Sedangkan dataran rendah terdapat pada bagian Selatan membentang
sejauh lebih kurang 150 km ke Utara dan merupakan tanah dengan derajat keasaman kurang dari 7.
Pada sisi kiri dan kanan dataran rendah tersebut terdiri dari dataran tinggi, perbukitan, pegunungan lipatan dan patahan, terdapat tanah berwarna merah, kuning serta batuan induk hasil endapan, batuan beku dan jenis batu-batuan lainnya.
Beberapa jenis tanah yang terdapat di wilayah Kabupaten Murung Raya yaitu :
Aluvial terdapat di daerah aliran sungai,
Regosol, menyebar di bagian selatan wilayah Kabupaten Murung Raya,
Podsolik, merah dan kuning dengan induk batu-batuan dan batuan beku, terdapat pada wilayah yang berbukit,
Kambisol
Okisol (Laterik), terdapat di wilayah bagian atas dan paling luas, dengan keadaan medan bergelombang dan berbukit.
Iklim di daerah Kabupaten Murung Raya termasuk iklim tropis yang lembab dan panas, berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Bendara Beringin Muara Teweh, curah hujan rata-rata di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2013 adalah sekitar 280,42 mm dengan jumlah hari hujan rata-rata 18 hari tiap bulan.
batubara dan kegiatan pertanian pangan terutama padi, kegiatan perkebunan dan lain sebagainya.
2) Demografi
Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk sementara Kabupaten Murung Raya s/d tahun 2015 : 107.724 jiwa, dengan komposisi jumlah penduduk laki-laki sebanyak 55.991 jiwa, jumlah penduduk perempuan sebanyak 51.733 jiwa, dengan perkiraan jumlah rumah tangga sekitar 25.347 rumah tangga. Penyebaran dan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Murung Raya tahun 2015 yang dirinci per kecamatan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.3.
Jumlah Rumah Tangga, Rata-rata Jumlah Anggota Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2014
Kecamatan Luas
2.1.2. Rasio Ketergantungan Penduduk
Rasio ketergantungan atau angka beban tanggungan adalah banyaknya penduduk 0-14 tahun dan penduduk usia 65 tahun ke atas (yang merupakan penduduk yang ditanggung) dibandingkan dengan jumlah penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun, sebagai penanggung). Rasio ketergantungan penduduk Kabupaten Murung Raya tahun 2012 sd. tahun 2014 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.4.
Persentase Penduduk dirinci menurut Daerah
Tempat Tinggal Kelompok umur Rasio Ketergantungan Murung Raya Tahun 2012-2014
Tahun Kelompok Umur Rasio
Ketergantungan
0-14 15-64 65+
(1) (2) (3) (4) (5)
2012 35.565 62.020 2.515 61
2013 35.583 66.821 2.696 57
2014*) 36.481 68.480 2.763 57
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya, 2014 Keterangan : *) Data sementara
Melalui tabel 2.4. dapat diketahui bahwa rasio ketergantungan di Murung Raya pada tahun 2012-2014 secara berturut-turut stabil di angka 61, artinya bahwa setiap 100 penduduk usia 15 - 64 tahun menanggung sekitar 61 orang penduduk usia 0-14 dan 65 tahun ke atas. Sedangkan pada tahun 2014, angka ketergantungan Kabupaten Murung Raya menurun menjadi 57.
kepadatan penduduk di Kecamatan Permata Intan, Laung Tuhup, Tanah Siang dan Tanah Siang Selatan berturut-turut adalah 14, 12, 11 dan 17 jiwa per km2. Kepadatan penduduk terendah terdapat di Kecamatan Seribu Riam dan Uut Murung.
Beberapa faktor yang mengakibatkan rendahnya pemerataan jumlah penduduk di Kabupaten Murung Raya adalah belum meratanya sarana dan prasarana umum seperti jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, pusat perekonomian dan lain sebagainya.
Beberapa wilayah kecamatan dan desa di Kabupaten Murung Raya masih memiliki akses yang sulit, beberapa desa ada yang tidak dapat ditembus dengan jalur darat, sehingga harus menggunakan sarana transportasi sungai. Di antara wilayah dengan akses jalur sungai tersebut belum semuanya memiliki jalur transportasi regular, sehingga harus carter kendaraan.
Tabel 2.5.
Banyaknya Penduduk Menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin
Tahun 2014*)
Kelompok
Umur Laki-laki Perempuan Jumlah
Rasio Jenis
Kelamin
(1) (2) (3) (4) (5)
0-4 6.365 6.379 12.744 100
5-9 6.336 6.088 12.424 104
10-14 5.803 5.510 11.313 105
15-19 4.985 4.925 9.910 101
20-24 4.882 5.024 9.906 97
25-29 5.212 4.873 10.085 107
30-34 4.969 4.517 9.486 110
40-44 3.738 2.986 6.724 125
45-49 2.998 2.361 5.359 127
50-54 2.179 1.760 3.939 124
55-59 1.498 1.165 2.663 129
60-64 999 898 1.897 111
65-69 625 599 1.224 104
70-74 397 410 807 97
75+ 372 360 732 103
Jumlah 55.991 51.733 107.724 108
Sumber : Murung Raya Dalam Angka 2015. Keterangan : *) Data sementara
2.1.3 Kepegawaian
Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Murung Raya tahun 2014 yang dirinci menurut tingkat golongan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.6.
Banyaknya Kepegawaian Menurut Golongan dan Jenis Kelamin Di Kabupaten Murung Raya Tahun 2014
Tingkat
Kepangkatan Laki-laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4)
Golongan I 47 7 54
Golongan II 368 371 739
Golongan III 912 972 1884
Golongan IV 392 203 595
Jumlah 2014 1719 1553 3272
2012 1751 1598 3349
2011 1691 1469 3160
2010 1543 1259 2802
2009 1423 1061 2484
Sumber : Murung Raya Dalam Angka 2015
Banyaknya Pegawai Negeri Sipil daerah di Kabupaten Murung Raya tahun 2014 yang dirinci menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.7.
Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin Di Kabupaten Murung Raya Tahun 2014
Tingkat
Pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4)
Sekolah Dasar 22 2 24
SLTP 33 6 39
SLTA 389 208 597
DI, II III, akademi 306 371 677
Universitas (DIV, S1, S2, S3) 962 973 1935
Jumlah/Total 1712 1560 3272
2013 1718 1568 3268
2012 1700 1598 3349
2011 1751 1469 3160
2010 1691 1259 2802
Sumber : Murung Raya Dalam Angka 2015
Tabel 2.8.
Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut SKPD
Di Kabupaten Murung Raya Tahun 2016
151 SMA President Puruk Cahu 0 0 2 1 3
152 SMAN 1 Seribu Riam 0 0 7 0 7
153 SMAN 1 Tanah Siang 0 0 17 2 19
154 SMAN 1 Laung Tuhup 0 1 12 2 15
155 SMAN 2 Laung Tuhup 0 0 6 1 7
156 SMAN 3 Laung Tuhup 0 0 3 0 3
157 SMAN 4 Laung Tuhup 0 0 5 1 6
158 SMAN 1 Barito Tuhup Raya 0 0 3 0 3
159 SMAN 1 Permata Intan 0 1 8 2 11
160 SMAN 1 Sungai Babuat 0 0 3 1 4
161 SMAN 1 Sumber Barito 1 0 6 0 7
162 SMAN 2 Sumber Barito 0 0 4 1 5
163 SMAN 1 Tanah Siang Selatan 0 0 12 2 14
164 SMAN 1 Uut Murung Satu Atap 0 0 1 0 1
165 SMAN 2 Tanah Siang Satu Atap 0 0 1 0 1
166 SMKN 1 Puruk Cahu 0 3 21 7 31
167 SMKN 1 Permata Intan 0 0 2 0 2
Jumlah 58 743 2036 603 3440
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Murung Raya
2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2.2.1. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Keberhasilan pelaksanaan pembangunan dari aspek kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari capaian indikator kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial, serta seni budaya dan olahraga.
Berikut ini disajikan beberapa hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi di Kabupaten Murung Raya, sebagai berikut :
2.2.1.1. Pertumbuhan PDRB
dari 4.137.798,18 juta rupiah pada tahun 2013 menjadi 4.386.136,56 juta rupiah pada tahun 2014. Dari tujuh belas lapangan usaha tersebut, ada 9 (Sembilan) kategori lapangan usaha yang laju pertumbuhannya diatas total PDRB Murung Raya 2014, yaitu pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, konstruksi, penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, administrasi pemerintahan, jasa kesehatan dan jasa sosial dan jasa lainnya (Tabel 2.9).
Tabel 2.9
Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2010 di Kabupaten Murung Raya (Persen)
2012-2014
No Lapangan Usaha 2012 2013* 2014**
% % %
1 Pertanian. Kehutanan dan Perikanan 2,00 1,21 4,21
2 Pertambangan dan Penggalian 9,42 8,27 6,14
3 Industri Pengolahan 2,48 4,26 10,43
4 Pengadaan Listrik dan Gas 6,59 25,00 14,99
5 Pengadaan Air. Pengolahan Sampah 11,55 3,97 0,48
6 Konstruksi 3,35 8,76 11,27
7 Perdagangan Besar dan Eceran 4,85 0,77 0,12
8 Transportasi dan Pergudangan -3,19 -1,90 2,94
9 Penyediaan Akomondasi dan Makan Minum 7,85 5,86 6,51
10 Informasi dan Komunikasi 20,84 23,38 15,28
11 Jasa Keuangan dan Ansuransi 12,55 21,88 5,41
12 Real Estate 3,24 4,28 4,91
13 Jasa Perusahaan 4,36 1,02 0,56
14 Administrasi pemerintahan 6,86 7,30 7,83
15 Jasa Pendidikan 4,83 2,27 2,24
17 Jasa Lainnya 6,41 6,15 6,62
Jumlah 6,82 6,43 6,00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya 2015
Tabel 2.10
PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2010 menurut lapangan usaha di Kabupaten Murung Raya (juta), 2012 - 2014
No Lapangan Usaha 2012 2013* 2014**
(Rp) (Rp) (Rp)
1 Pertanian. Kehutanan dan Perikanan 495.505,6 501.522,9 522.639,8
2 Pertambangan dan Penggalian
2.153
761,1
2.331
828,1
2.474.928,4
3 Industri Pengolahan 110.888,5 115.611,6 127.671,3
4 Pengadaan Listrik dan Gas 493,2 616,5 709,0
5 Pengadaan Air. Pengolahan Sampah 1.687,4 1.754,5 1.762,9
6 Bangunan/Konstruksi 230.125,4 250.292,9 278.497,2
7 Perdagangan Besar dan Eceran 197.670,6 199.199,9 199.444,3
8 Transportasi dan Pergudangan 137.273,7 134.671,0 138,634,6
9 Penyediaan Akomondasi. Makan Minum 23.054,8 24.405,2 25.993,3
10 Informasi dan Komunikasi 41.333,6 50,998,5 58.793,1
11 Jasa Keuangan dan Ansuransi 26.196,0 31.926,7 33.652,3
12 Main Industri 52.067,3 54.294,3 56.958,8
13 Jasa Perusahaan 249,1 251,6 253,0
14 Administrasi pemerintahan 123.33,4 132.331,2 142.688,2
15 Jasa Pendidikan 160.100,2 163.740,4 167.410,6
16 Jasa Kesehatan dan kegiatan Sosial 71.284,8 77.671,4 85.002,9
17 Jasa Lainnya 62.818,0 66.681,5 71.096,9
Jumlah 3.887.840,7 4.137.798,2 4.386.136,6
Pada Tabel 2.9 dan Tabel 2.10 dapat terlihat sektor mana saja yang mempunyai PDRB tinggi dan laju pertumbuhan tinggi tahun 2014 sehingga sektor mana yang perlu dipacu untuk percepatan pertumbuhan ekonomi tahun-tahun berikutnya di Kabupaten Murung Raya melalui arah kebijakan dengan prioritas program dan kegiatannya.
Dari tabel diatas, ada sembilan lapangan usaha yang laju pertumbuhannya di atas pertumbuhan total PDRB Murung Raya 2014, yaitu:
1. Pertambangan dan penggalian, 2. Industri pengolahan,
3. Pengadaan Listrik dan Gas, 4. Konstruksi,
5. Penyediaan akomodasi dan makan minum, 6. Informasi dan komunikasi,
7. Administrasi pemerintahan,
8. Jasa Kesehatan dan kegiatan sosial, 9. Jasa lainnya.
Sedangkan delapan kategori sisanya yang menunjukkan laju pertumbuhan di bawah rata-rata laju pertumbuhan tahun 2014 yaitu:
1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan,
2. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, 3. Perdagangan Besar dan Eceran,
4. Transportasi dan Pergudangan, 5. Jasa Keuangan dan Asuransi, 6. Real Estate,
7. Jasa Perusahaan, 8. Jasa Pendidikan.
pertambangan dan penggalian sejalan dengan besarnya kontribusi yang diberikan terhadap PDRB Murung Raya.
Sumber pertumbuhan perekonomian Murung Raya tahun 2014 secara lebih detail menurut kategori lapangan usaha dijabarkan pada tabel 2.11 berikut ini :
Tabel 2.11
Sumber Pertumbuhan PDRB Murung Raya ADHK menurut Lapangan Usaha 2012-2014 (Persen)
No Lapangan Usaha 2012 2013* 2014**
1 Pertanian. Kehutanan dan Perikanan 0,27 0,15 0,51
2 Pertambangan dan Penggalian 5,09 4,58 3,46
3 Industri Pengolahan 0,07 0,12 0,29
4 Pengadaan Listrik dan Gas 0,00 0,00 0,00
5 Pengadaan Air. Pengolahan Sampah 0,00 0,00 0,00
6 Konstruksi 0,22 0,52 0,68
7 Perdagangan Besar dan Eceran 0,25 0,04 0,01
8 Transportasi dan Pergudangan -0,12 -0,07 0,10
9 Penyediaan Akomondasi. Makan Minum 0,05 0,03 0,04
10 Informasi dan Komunikasi 0,20 0,25 0,19
11 Jasa Keuangan dan Ansuransi 0,08 0,15 0,04
12 Real Estate 0,04 0,06 0,06
13 Jasa Perusahaan 0,00 0,00 0,00
14 Administrasi pemerintahan 0,22 0,23 0,25
15 Jasa Pendidikan 0,20 0,09 0,09
16 Jasa Kesehatan dan Jasa Sosial 0,14 0,16 0,18
17 Jasa Lainnya 0,10 0,10 0,11
Jumlah 6,82 6,43 6,00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya
kemudian diikuti kategori pertanian, kehutanan dan peternakan. Jika dilihat dari sisi kontribusi terhadap PDRB total, kategori pertanian berada diurutan kedua baru kemudian disusul oleh sektor konstruksi. Hal ini membuktikan bahwa lapangan usaha dengan nilai kontribusi yang besar terhadap perekonomian belum tentu akan memberikan sumber pertumbuhan yang besar pula terhadap laju pertumbuhan ekonomi.
Pada tahun 2014 kategori pertambangan dan penggalian memberikan sumbangan sebesar 3,46 persen dan kategori konstruksi memberikan sumbangan pertumbuhan sebesar 0,68 persen. Sedangkan kategori pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan sumbangan sebesar 0,51 terhadap laju pertumbuhan total.
Perekonomian Murung Raya secara umum didominasi oleh sektor primer, yaitu sektor pertanian serta sektor pertambangan dan penggalian. Tahun 2007 sektor pertanian lebih dominan dibandingkan dengan sektor pertambangan dan penggalian. Sektor pertambangan dan penggalian mulai menggeser posisi pertama pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2013.
Tabel 2.12
Distribusi PDRB menurut lapangan usaha Atas Dasar Harga Konstan 2010 di Kabupaten Murung Raya (%), 2012 - 2014
No Lapangan Usaha 2012 2013* 2014**
% % %
1 Pertanian. Kehutanan dan Perikanan 12,39 12,12 12,28
2 Pertambangan dan Penggalian 55,93 55,26 53,33
3 Industri Pengolahan 2,75 2,80 3,19
4 Pengadaan Listrik dan Gas 0,01 0,01 0,02
5 Pengadaan Air. Pengolahan Sampah 0,04 0,04 0,04
6 Bangunan/Konstruksi 5,79 6,38 7,00
7 Perdagangan Besar dan Eceran 5,21 5,03 5,28
8 Transportasi dan Pergudangan 3,41 3,16 3,14
9 Penyediaan Akomondasi. Makan Minum 0,60 0,62 0,65
10 Informasi dan Komunikasi 0,98 1,11 1,17
11 Jasa Keuangan dan Ansuransi 0,66 0,78 0,77
12 Main Industri 1,31 1,36 1,43
13 Jasa Perusahaan 0,01 0,01 0,01
14 Administrasi pemerintahan 3,26 3,43 3,62
15 Jasa Pendidikan 4,26 4,28 4,28
16 Jasa Kesehatan dan Jasa Sosial 1,76 1,86 1,98
17 Jasa Lainnya 1,62 1,74 1,81
Jumlah 100,00 100,00 100,00
Tabel 2.13
Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Murung Raya Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Persen)
2012-2014
No Lapangan Usaha 2012 2013*) 2014**)
(1) (4) (5) (6)
A Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan
12,39 12,12 12,28
1 Pertanian, Perternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
B Pertambangan dan Penggalian 55,93 55,26 53,33
1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi
4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya
0,61 0,63 0,67
C Industri Pengolahan 2,75 2,80 3,19
1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas
2 Industri Makanan dan Minuman 2,52 2,57 2,93
3 Industri Pengolahan Tembakau
4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 0,00 0,00 0,00
5 Industri Kulit,Barang dari Kulit dan Alas Kaki
6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya
0,04 0,04 0,04
7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman
0,02 0,02 0,03
8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional
0,00 0,00 0,00
9 Industri Karet , Barang dari Karet dn Plastik
10 Industri Barang Galian bukan Logam 0,07 0,06 0,07
12 Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik,Optik; dan Perelatan Listrik
13 Industri Mesin dan Perlengkapan
14 Industri Alat Angkutan 0,08 0,08 0,09
15 Industri Furnitur 0,02 0,02 0,02
16 Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan
0,00 0,00 0,00
D Pengadaan Listrik dan Gas 0,01 0,01 0,02
1 Ketenagalistrikan 0,01 0,01 0,02
2 Pengadaan Gas dan Produksi Es 0,00 0,00 0,00
E Pengadaan Air, Pengolahan
Sampah, Limbah dan Daur Ulang
0,04 0,04 0,04
F Konstruksi 5,79 6,38 7,00
G Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
5,21 5,03 5,28
1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya
0,08 0,08 0,08
2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor
5,14 4,95 5,20
H Transportasi dan Pergudangan 3,41 3,16 3,14
1 Angkutan Rel
2 Angkutan Darat 1,13 1,21 1,29
3 Angkutan Laut
4 Angkutan Sungai Danau dan
Penyeberangan
2,06 1,74 1,63
5 Angkutan Udara 0,05 0,05 0,04
6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; Pos dan Kurir
0,17 0,17 0,18
I Penyediaan Akomondasi dan
L Real Estat 1,31 1,36 1,43
M Jasa Perusahaan 0,01 0,01 0,01
N
O Administrasi dan Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial
3,26 3,43 3,62
P Jasa Pendidikan 4,26 4,28 4,28
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Sosial
1,76 1,86 1,98
R Jasa Lainnya 1,62 1,74 1,81
S
T
U Jumlah 100,00 100,00 100,00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya 2014
Keterangan : * Angka Sementara
** Angka Sangat Sementara
Tabel 2.14
A Pertanian,Kehutanan, dan Perikanan 2,00 1,21 4,21
1 Pertanian,Perternakan,Perburuan dan Jasa Pertanian
1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi
2 Pertambangan Batu Bara dan Lignit 10,28 9,55 8,89
3 Pertambangan Bijih Logam 4,15 0,13 (13,60) 4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya 8,75 5,23 6,40
C Industri Pengolahan 2,48 4,26 10,43
1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas
2 Industri Makanan dan Minuman 2,57 4,58 9,99 3 Industri Pengolahan Tembakau
4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi (0,33) 4,58 9,99 5 Industri Kulit,Barang dari Kulit dan Alas
Kaki
6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya
2,57 4,58 9,99
7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman
2,57 4,58 9,99
8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional
2,57 4,58 9,99
9 Industri Karet , Barang dari Karet dn Plastik
10 Industri Barang Galian bukan Logam (1,03) (8,49) 30,28 11 Industri Logam Dasar
12 Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik,Optik; dan Perelatan Listrik 13 Industri Mesin dan Perlengkapan
16 Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan
2,57 4,58 9,99
D Pengadaan Listrik dan Gas 6,59 25,00 14,99
1 Ketenagalistrikan 5,98 26,50 15,28
2 Pengadaan Gas dan Produksi Es 15,01 6,07 10,55
E Pengadaan Air, Pengolahan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang
11,55 3,97 0,48
F Konstruksi 3,53 8,76 11,27
G Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
4,85 ,077 0,12
1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya
1,69 7,27 1,21
2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor
4,89 0,68 0,11
H Transportasi dan Pergudangan (3,19) (1,90) 2,94
1 Angkutan Rel
2 Angkutan Darat 4,68 10,64 7,65
3 Angkutan Laut
4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan
(8,33) (9,74) (0,59)
5 Angkutan Udara 43,20 (4,22) (7,48)
6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; Pos dan Kurir
4,63 8,14 8,40
I Penyediaan Akomondasi dan Makan
Minum
O Administrasi dan Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial
P Jasa Pendidikan 4,83 2,27 2,24
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 7,98 8,96 9,44
R Jasa Lainnya 6,41 6,15 6,62
S
T
U Jumlah 6,82 6,43 6,00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya 2014
Keterangan : * Angka Sementara
** Angka Sangat Sementara
Sektor pertambangan dan penggalian merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Murung Raya tahun 2014 yaitu sebesar 53,33 persen. Sub kategori yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total PDRB Murung Raya adalah pertambangan batubara yaitu sebesar 45,9 dan lignit 6 persen. Selanjutnya lapangan usaha dengan kontribusi terbesar berikutnya adalah dari sub kategori pertambangan biji logam dengan nilai kontribbusi sebesar 6,70 persen dan disusul oleh sub kategori pertambangan dan penggalian lainnya dengan kontribusi sebesar 0,67 persen. Ketidaktersediaan sumber daya migas di Murung Raya mengakibatkan sub kategori pertambangan minyak, gas dan panas bumi tidak memberikan kontribusi terhadap perekonomian di Murung Raya.
Untuk sektor pertambangan dan penggalian diperlukan kajian lebih jauh terhadap kesejahteraan masyarakat Murung Raya. Benarkah hasil produksi dari sektor ini benar-benar dinikmati oleh masyarakat atau justru seluruh hasilnya dinikmati oleh pihak lain. Selain itu perlu diperhatikan juga apakah kerusakan lingkungan yang diakibatkan dengan adanya aktivitas pertambangan sebanding dengan hasil yang diperoleh dan juga perlu diperhatikan kelestarian lingkungan bagi daerah yang digunakan untuk aktivitas pertambangan.
sebesar 12,28 persen. Pada tahun 2014 pada sub kategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan jasa pertanian dengan kontribusi terhadap PDRB Murung Raya sebesar 7,76 persen, kontribusi dominan disumbang oleh sub kategori tanaman perkebunan yaitu sebesar 5,00 persen. Komoditi yang termasuk didalam sektor ini antara lain karet, kelapa, kopi, tebu dan lain sebagainya.
Diurutan kedua, sub kategori kehutanan dan penebangan kayu pada tahun 2014 memberikan kontribusi sebesar 3,31 persen terhadap PDRB Murung Raya tahun 2014. Dalam waktu 2012 sampai 2013 sempat mengalami penurunan kemudian pada tahun 2014 mengalami peningkatan kembali pada tahun 2014. Penurunan diduga diakibatkan dengan semakin ketatnya pemberian sanksi atas illegal logging.
Selain dua sub kategori diatas, komponen lain dari sektor ini adalah sub kategori perikanan yang menyumbang kontribusi terhadap PDRB Murung Raya sebesar 1,22 persen.
Berdasarkan penjelasan diatas perlu adanya kebijakan untuk meningkatkan produksi pertanian, seperti halnya tanaman bahan makanan, karena selama ini hasil tanaman dan bahan makanan yang dikonsumsi sebagian besar masyarakat Murung Raya sebagian besar berasal dari luar daerah yang secara tidak langsung akan meningkatkan ketergantungan terhadap daerah lain.
Sektor Konstruksi merupakan penyumbang terbesar ketiga terhadap PDRB Murung Raya yang mana output dari lapangan usaha pada kategori konstruksi merupakan yang paling mudah untuk diamati. Dari tahun ke tahun output sektor ini terlihat nyata perkembangannya, baik yang dihasilkan pemerintah, swasta maupun masyarakat.
diberikan pada perekonomian Murung Raya berkisar antara 5 hingga 7 persen.
Dalam tiga tahun terakhir, yakni tahun 2012 hingga 2014 sumbangan yang diberikan oleh kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor terhadap perekonomian Murung Raya tidak mengalami banyak perubahan yakni berkisar 5 sampai 6 persen. Dari nilai tersebut, dalam rentang periode yang sama sub kategori perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan sub kategori perdagangan mobil, sepeda motor dan reparasinya. Pada tahun 2014, kontribusi kategori kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor terhadap perekonomian Murung Raya menduduki urutan keempat setelah sektor konstruksi. Adapun kontribusi ini terhadap perekonomian Murung Raya adalah sebesar 5,28 persen. Sedangkan menurut sub kategorinya sebesar 5,20 persen disumbangkan oleh kategori perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor dan sisanya sebesar 0,08 disumbangkan oleh kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor.
Kontribusi kategori jasa pendidikan tidak mengalami perubahan yang signifikan dengan nilai kontribusi sebesar 4,28 persen terhadap total perekonomian Murung Raya. Namun sektor ini merupakan penyumbang terbesar kelima terhadap laju perekonomian Murung Raya.
percepatan yakni 6,96 persen pada tahun 2012 menjadi 7,83 persen di tahun 2014.
Perekonomian Murung Raya tidak dapat dipisahkan dari peranan sektor industri pengolahan. Sektor ini hanya mencakup sub sektor industri non migas, karena di Murung Raya tidak terdapat industri migas.
Jika dilihat kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB Murung Raya dalam dua tahun terakhir bisa dikatakan sektor ini mulai bergairah karena mesti kecil kontribusinya mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 sektor ini memberikan kontribusi sebesar 2,80 persen dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 3,19 persen.
Sektor transportasi dan pergudangan memiliki peranan sebagai pendorong aktivitas setiap sektor ekonomi. Dalam era globalisasi peranan sktor ini sangat sangat vital dan menjadi indikator kemajuan suatu daerah. Transportasi memiliki peran sebagai jasa pelayanan bagi mobilitas perekonomian.
penunjang angkutan, pos dan kurir memberikan sumbangan yang relatif kecil yakni kurang dari satu persen.
Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial kategori mencakup kegiatan penyediaan jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang cukup luas cakupannya. Pada tahun 2014, kontribusinya terhadap perekonomian Murung Raya sebesar 1,98 persen dengan laju pertumbuhan sebesar 9,44 persen. Selama tahun 2012-2014 peranannya relatif stabil dengan menunjukan sedikit peningkatan, secara berturut-turut nilai kontribusinya adalah 1,76 persen; 1,86 persen; dan 1,98 persen. Dalam rentang waktu tersebut, nilai laju pertumbuhan kategori jasa kesehatan dan kegiatan sosial selalu diatas lima persen. Secara berturut-turut nilai laju pertumbuhan kategori ini mulai tahun 2012 hingga 2014 adalah 7,98 persen; 8,96 persen dan 9,44 persen.
Sektor Jasa lainnya terhadap perekonomian Murung Raya relatif kecil ( kurang dari dua persen ). Nilai kontribusi kategori jasa lain secara secara berturut-turut dari tahun 2012 sampai dengan 2014 adalah 1,62 persen; 1,74 persen; dan 1,81 persen. Sedangkan laju pertumbuhannya selama tahun 2012 sampai dengan 2014 selalu positif dan berfluktatif dengan niilai secara berturut – turut yakni 6,41 persen; 6,15 persen dan 6,62 persen.
Sektor Real Estate mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 yaitu sebesar 4,91 persen dibandingkan pada tahun 2012 sebesar 3,24 persen dan jika dilihat dari kontribusi yang diberikan oleh sektor Real Estat terhadap ekonomi Murung Raya selama tiga tahun terakhir, ternyata tidak mengalami perubahan yang singnifikan dengan nilai kontribusi kurang dari dua persen.
tahun 2012-2014 hanya memberikan kontribusi yang relatif sangat kecil yakni kurang dari dua persen.
Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi disebut sebagai sektor finansial, Karena secara umum kegiatan utamanya berhubungan dengan kegiatan pengelolaan keuangan yang berupa penarikan dana dari masyarakat maupun pengalirannya ( penyalurannya ) kembali.
Selama periode 2012 hingga 2014, lapangan usaha pada kategori Jasa Keuangan dan Asuransi memberikan kontribusi yang relatif sangat kecil terhadap total PDRB Kabupaten Murung Raya. Dalam rentang waktu tersebut, kontribusi yang diberikan oleh sektor jasa keuangan dan asuransi dibawah satu persen. Dari nilai tersebut,kegiatan ekonomi pada sub kategori jasa perantara keuangan menjadi penyumbang mayoritas kontribusi perekonomian pada kategori jasa keuangan dan asuransi ini yaitu jasa perantara keuangan sebesar 0,50 persen, kemudian asuransi dan dana pensiun sebesar 0,26 persen dan jasa keuangan lainnya sebesar 0,01 persen.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang diberikan oleh lapangan usaha ini terhadap perekonomian Murung Raya dari tahun 2012 hingga 2014 relatif sangat kecil yakni kurang dari satu persen setiap tahunnya. Dari nilai kontribusi tersebut, hampir tiga seperempatnya disumbangkan oleh sub kategori penyediaan makan minum setiap tahunnya, sedangkan sisanya disumbangkan oleh sub kategori penyediaan akomodasi. Walaupun demikian, nilainya terus meningkat sedikit demi sedikit dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh oleh semakin banyak nya penyediaan makan minum serta penggunaan fasilitas hotel dan penginapan oleh masyarakat.
Pada tahun 2014, kategori Penyediaan Akomondasi dan Makan
kontribusi dari sub kategori Penyediaan Makan Minum dan sebesar 0,17 persen disumbangkan oleh sub kategori Penyediaan Akomodasi.
Nilai PDRB nominal kategori Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang selama tahun 2012-2014 mengalami mengalami penurunan setiap tahunnya, namun nilai kontribusi terhadap perekonomian hanya sekitar 0,04 persen setiap tahunnya. Laju Pertumbuhan ekonomi pada kategori ini mengalami penurunan yang sangat signifikan pada tahun 2014 jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Walaupun kategori ini tidak memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian Murung Raya, namun sektor ini merupakan sektor yang penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Jika ketersediaan air tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, maka aktivitas ekonomi masyarakat tidak dapat berjalan sebagaimana semestinya, secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi jalanya perekonomian di Murung Raya
Sektor Pengadaan Listrik dan Gas ini merupakan sektor yang menunjang seluruh kegiatan ekonomi, dan sebagai infrastuktur yang mendorong aktivitas Proses produksi sektoral mmaupun pemenuhan kebutuhan masyarakat. Produksi Listrik sebagian besar dihasilkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sebagian besar lagi oleh listrik non PLN. Peran Sektor listrik, gas dan air bersih terhadap pembentukan PDRB Murung Raya pada Periode Tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 merupakan yang paling kecil diantara delapan sektor lainnya. Ditambah lagi, peran sektor ini pada tahun 2013 tidak mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 0,02 terhadap perekonomian Murung Raya.
Murung Raya. Laju Pertumbuhan kategori jasa perusahaan terus mengalami perlambatan dari tahun 2012 hingga 2014. Pada tahun 2012 nilai laju pertumbuhan mencapai 4,36 persen kemudian mengalami perlambatan hingga menjadi 0,56 persen pada tahun 2014.
Dari tabel 2.13 diatas maka dapat dilihat bahwa pendukung laju perekonomian Murung Raya adalah sebagai berikut :
1. Sektor Pertambangan dan Penggalian 2. Pertanian,Kehutanan, dan Perikanan 3. Konstruksi
4. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 5. Jasa Pendidikan
6. Administrasi dan Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial 7. Industri Pengolahan
8. Transportasi dan Pergudangan 9. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 10. Jasa Lainnya
11. Real Estat
12. Informasi dan Komunikasi 13. Jasa Keuangan dan Asuransi
14. Penyediaan Akomondasi dan Makan Minum
15. Pengadaan Air, Pengolahan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 16. Pengadaan Listrik dan Gas
Tabel 2.15
PDRB Menurut Dasar Harga Konstan dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Murung Raya ( Juta Rp ; Persen ) 2010 - 2014
No. Tahun PDRB ADHK ( Juta Rp ) Pertumbuhan
(%)
(1) (2) (3) (4)
1. 2010 3.379.391,83 -
2. 2011 3.639.678,92 7,70
3. 2012 3.887.840,65 6,82
4. 2013* 4.137.798,18 6,43
5. 2014** 4.386.136,56 6,00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya Keterangan : * Angka Sementara
** Angka Sangat Sementara
Pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku dalam kurun waktu 5 tahun, nilai PDRB atas dasar harga berlaku Murung Raya mengalami peningkatan sebesar 54,56 persen, dari 3.379,39 miliar rupiah pada tahun 2010 menjadi 5.223,10 miliar rupiah pada tahun 2014.
Usaha atas dasar harga konstan tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 (ADHK) untuk tahun 2014 rata-rata laju pertumbuhannya sebesar 6,00 persen atau sebesar 4.386.136,56 Juta dan tahun 2013 rata-rata laju pertumbuhannya 6,43% atau sebesar 4.137.798,18 Juta Rupiah.
2.2.1.2. Laju Inflasi
barang dan jasa yang dicatat melalui survei harga konsumen (SHK). Di Indonesia SHK dilaksanakan di 82 kota yakni 33 ibukota provinsi dan sisanya adalah kota besar di seluruh Indonesia. Di Provinsi Kalimantan Tengah sendiri kota yang melaksanakan SHK adalah Kota Palangka Raya dan Sampit.
Inflasi yang terjadi di Murung Raya sendiri belum tercatat dan dihitung secara mandiri, namun untuk perkiraan inflasi dapat merujuk pada inflasi yang terjadi di wilayah regional Provinsi Kalimantan Tengah. Nilai inflasi tahunan (year on year) tahun 2011 s.d 2015 di Kalimantan Tengah serta Kota Palangka Raya dan Sampit Kabupaten Murung Raya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.16
Nilai inflasi Tahunan (year on year) rata-rata Tahun 2011 s.d 2015 (%) Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya dan Sampit
Wilayah 2011 2012 2013
2014 2015
Bulanan Tahunan Bulanan Tahunan Bulanan Tahunan Tahunan Tahunan
Kalimantan
Tengah
0,98 4,55 1,34 5,85 1,28 6,79 7,07 4,74
Palangka Raya 1,07 5,28 1,61 6,73 1,47 6,45 6,63 5,72
Sampit 0,87 3,60 0,98 4,69 1,03 7,25 7,90 4,20
3,79 4,3 8,38 8,36
Sumber : BPS Kabupaten Murung Raya, 2015
bahwa harga barang dan jasa pada setiap tahunnya terus meningkat. Jika hal ini terus terjadi dengan peningkatan nilai inflasi yang melampaui peningkatan nilai pendapatan masyarakat, maka daya beli masyarakat akan semakin turun. Meskipun Langkah-langkah konkret yang dapat mengangkat nilai pendapatan masyarakat harus segera dilaksanakan. Sektor usaha kecil yang menjadi andalan sebagian besar masyarakat hendaknya dapat diberikan stimulus, investor besar dibantu kemudahan perizinan dan jaminan pasar. Sarana infrastruktur yang menjadi entri point komiditi konsumsi maupun barang modal harus dijaga kualitas dan kuantitasnya percepatan penyerapan anggaran, meningkatan tabungan masyarakat, kemandirian pangan, energy dan ekspor produk local yang berkualitas dan peningkatan secara cepat SDM lokal sebagai tenaga trampil yang mampu bersaing menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN Desember 2015.
2.2.2. Fokus Kesejahteraan Sosial
Analisis kinerja atas fokus kesejahteraan sosial dilakukan terhadap indikator-indikator: angka melek huruf, angka rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar, angka pendidikan yang ditamatkan, angka partisipasi murni, angka kelangsungan hidup bayi, angka usia harapan hidup, persentase penduduk yang memiliki lahan, rasio penduduk yang bekerja.
Berikut ini disajikan beberapa hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus kesejahteraan sosial sebagai berikut.
2.2.2.1. Angka Melek Huruf
Angka melek huruf adalah proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis dalam huruf latin atau lainnya.
Tabel 2.17
Perkembangan Angka Melek Huruf Tahun 2011 s.d 2014 Kabupaten Murung Raya
Uraian 2011 2012 2013 2014
1. Jumlah penduduk usia di atas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis
- - - -
2. Jumlah penduduk usia 15 ke atas*)
63.520 64.535 66.517 -
3. Angka Melek Huruf*) 99,95 99,95 99,96 98,90
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya 2015
Angka melek huruf pada kabupaten Murung Raya cukup tinggi dan cenderung meningkat. Hal ini tentu disebabkan karena jumlah sekolah dan guru yang meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Dinas pendidikan Kabupaten Murung Raya, secara rata-rata setiap satu orang guru mengajar 13 murid. Dapat diartikan secara umum jumlah guru di kabupaten Murung Raya cukup memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Tabel 2.18
Angka Melek Huruf Tahun 2010 – 2014
Kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Tengah
AMH di Daerah 2010 2011 2012 2013 2014
Kabupaten Murung Raya 99.94 99.95 99.95 99,96 98,90 Provinsi Kalimantan Tengah 97.78 97.84 97.88 - 98,90 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya 2015
tahun 2010 perbedaan antara angka melek huruf antara kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 2.16 persen. Sedangkan pada tahun 2011 perbedaan angka melek huruf kabupaten Murung Raya dan provinsi Kalimantan Tengah sebesar 2.11 persen serta pada tahun 2012 perbedaan angka melek huruf kabupaten Murung Raya dan provinsi Kalimantan Tengah sebesar 2.07 persen.
2.2.2.2. Angka Banyaknya Sekolah, Murid dan Guru TK/Sederajat
Tabel 2.19
Banyaknya Sekolah, Murid dan Guru TK/Sederajat
Menurut Kecamatan dan Status Sekolah Di Kabupaten Murung Raya Tahun 2014/2015
No Kecamatan Sekolah Murid Guru
Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta
1 Permata Intan - 16 - 454 - 41
2 Sungai Babuat - 6 - 117 - 14
3 Murung 1 35 82 1.552 5 133
4 Laung Tuhup - 27 - 897 - 79
5 Barito Tuhup Raya - 9 - 183 - 21
6 Tanah Siang - 32 - 796 - 76
7 Tanah Siang Selatan
- 8 - 202 - 21
8 Sumber Barito - 13 - 298 - 32
9 Seribu Riam - 8 - 200 - 19
10 Uut Murung - 5 - 125 - 13
Jumlah 1 159 82 4797 5 449
Berdasarkan pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah swasta jauh lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan jumlah sekolah negeri. Hampir disetiap kecamatan terdapat sekolah kecuali di kecamatan Uut Murung. Sekolah, murid dan jumlah guru yang jumlahnya paling banyak terdapat di kecamatan Murung.
2.2.3. Fokus Seni Budaya dan Olahraga
Analisis kinerja atas seni budaya dan olah raga dilakukan terhadap indikator-indikator: jumlah grup kesenian, jumlah klub olah raga, dan jumlah gedung olah raga.
Perkembangan seni, budaya, dan olah raga di Kabupaten Murung Raya tahun 2009 s.d. 2010 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 2.20
Perkembangan Seni, Budaya, dan Olah Raga Di Kabupaten Murung Raya Tahun 2009 S.D. 2010
No Capaian Pembangunan 2009 2010
1 Jumlah grup kesenian per 10.000 penduduk 13
2 Jumlah gedung kesenian per 10.000 penduduk 0
3 Jumlah klub olahraga per 10.000 penduduk 11
4 Jumlah gedung olahraga per 10.000 penduduk 4 4
Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya, Tahun 2011
Berdasarkan tabel di atas, bahwa pada tahun 2010 jumlah grup kesenian berjumlah 13 grup, gedung kesenian tidak ada, klub olahraga berjumlah 11 klub dan gedung olahraga berjumlah 4 buah.
Tabel 2.21
Perkembangan Seni, Budaya dan Olahraga Tahun 2010 di Tiap Kecamatan di Kabupaten Murung Raya
No Kecamatan
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya Tahun 2010
Terdapat Jumlah grup kesenian di setiap kecamatan dan kecamatan Murung mempunyai paling banyak grup kesenian. Akan tetapi, gedung kesenian dimana para grup kesenian berkumpul dan berlatih tidak ada. Sedangkan klub olahraga berjumlah 11 klub secara keseluruhan, dan jumlah gedung olahraga hanya ada 4, masing-masing ada dua gedung di kecamatan Permata Intan dan Kecamatan Murung.
2.3. Aspek Pelayanan Umum
2.3.1. Fokus Layanan Urusan Wajib
Analisis kinerja atas layanan urusan wajib dilakukan terhadap indikator-indikator kinerja penyelenggaraan urusan wajib pemerintahan daerah, yaitu bidang Urusan Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan, Penataan Ruang, Perencanaan Pembangunan, Perhubungan, Lingkungan Hidup, Pertahanan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencanan Dan Keluarga Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga, Kesatuaan Bangsa Dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Kepegawaian, dan Persandian, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Statistik, Kearsipan, Komunikasi dan Informatika dan Perpustakaan.
Berikut ini disajikan hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus layanan urusan wajib pemerintahan daerah sebagai berikut.
2.3.1.1. Angka Partisipasi Sekolah
Angka Partisipasi Sekolah adalah rasio jumlah murid usia sekolah terhadap penduduk usia sekolah.
Tabel 2.22
Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Tingkat Pendidikan
Dan Jenis Kelamin di Kabupaten Murung Raya 2014
No. Kelompok Umur ( Tahun ) Laki-laki Perempuan Laki-laki dan
Perempuan
(1) (2) (3) (4) (5)
1. 7-12 99,42 100,00 99,70
2. 13-15 94,42 98,69 96,67
3. 16-18 74,08 61,01 67,66
4. 19-24 18,99 12,82 15,69
Sumber : Murung Raya Dalam Angka 2015
Secara keseluruhan Angka Partisipasi Sekolah (APS) menunjukkan peningkatan Pada tahun 2014 untuk seluruh sekolah.
NO Jenjang Pendidikan 2014 2015
1 SD/MI
1.1. jumlah murid usia 7-12 thn 16.331 15,951
1.2. jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun 15.453 17.046
1.3. APS SD/MI 92,53 93,58
2 SMP/MTs
2.1. jumlah murid usia 13-15 thn 5176 5195
2.2. jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun 4857 5644
2.3. APS SMP/MTs 82,32 92,04
Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya Tahun 2015
Selanjutnya dapat dikemukan data Angka Partisipasi sekolah (APS)
di Kabupaten Murung Raya
NO Kecamatan
Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya
untuk tingkat SMP/MTs murid paling banyak ada di kecamatan Murung dengan jumlah 1.926 murid dan jumlah penduduk usia sekolah berjumlah
1.941 penduduk.
2.3.1.2. Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah adalah perbandingan antara jumlah penduduk usia sekolah terhadap jumlah gedung sekolah.
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah di Kabupaten Murung Raya tahun 2012 – 2015 dapat disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 2.24
Ketersediaan Sekolah Dan Penduduk Sekolah Tahun 2014 s.d 2015 di Kabupaten Murung Raya
No Jenjang Pendidikan 2012 2013 2014 2015
1 SD/MI
1.1. Jumlah Gedung Sekolah 155 159 167 170
1.2. Jumlah Penduduk kelompok usia 7-12 thn
13.996 14.336 15.453 17.046
1.3. Rasio 90,3 90,16 92,53 94,18
2 SMPT/MTs
2.1. Jumlah Gedung Sekolah 46 47 59 59
2.2. Jumlah Penduduk usia 13-15 tahun 3.921 4.035 4.857 5.644
2.3. Rasio 85,24 85,85 82,32 95,66
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya
Tabel 2.25
Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya
2.3.1.3. Rasio Guru/Murid
Rasio guru/murid adalah perbandingan antara jumlah guru dan jumlah penduduk usia sekolah.
Hasil analisis rasio jumlah guru/murid di Kabupaten Murung Raya dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut.
Tabel 2.26
Rasio Guru Terhadap Murid Pada Jenjang Pedidikan Dasar dan Menengah
di Kabupaten Murung Raya Tahun 2008 s.d 2014
No Jenjang
Pendidikan 2008 2009 2010
2011/20
12
2013/20
14
1 SD/MI
1.1. Jumlah guru 1.387 1.502 1.502 1.509 1590
1.2. Jumlah murid 21.153 18.173 18.173 17.377 22.404
1.3. Rasio 1 : 15 1 : 12 1 : 12 1 : 12 1:14
2 SLTP/MTs
2.1. Jumlah guru 267 242 242 471 493
2.2. Jumlah Murid 5.885 4.798 7.798 4.900 4.690
2.3. Rasio 1 : 22 1 : 20 1 : 20 1 : 10 1:9
Sumber : Dinas Pendidikan Kab. Murung Raya 2015
Berdasarkan tabel di atas, jumlah guru untuk SD/MI cukup berimbang dengan jumlah murid usia sekolah. Pada tahun 2011, untuk 1 (satu) orang guru dapat mengajar hingga 12 penduduk usia sekolah. Sedangkan untuk sekolah SLTP/MTs, 1 (satu) orang guru dapat mengajar sampai 10 murid usia sekolah.
Tabel 2.27
Jumlah Guru dan Murid
Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
2.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan
Analisis kinerja atas layanan urusan pilihan dilakukan terhadap indikator kinerja penyelenggaraan urusan pilihan pemerintahan daerah, yaitu bidang urusan pertanian, kehutanan, energi dan sumberdaya mineral, pariwisata, kelautan dan perikanan, perdagangan, industri dan ketransmigrasian.
Berikut ini disajikan hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus layanan urusan pilihan pemerintahan daerah sebagai berikut.
2.3.2.1. Jumlah Investor Berskala Nasional (PMDN/PMA)
Hasil analisis jumlah investor PMDN/PMA di Kabupaten Murung Raya disajikan dalam tabel sebagai berikut.
T a b e l 2 . 2 8
Jumlah Investor PMDN/PMA Kabupaten Murung Raya Tahun 2007 s.d 2014
Tahun Uraian PMDN PMA Total
(1) (2) (3) (4) (5=3+4)
2007 Jumlah Investor 9 10 19
2008 Jumlah Investor 10 10 20
2009 Jumlah Investor 10 11 21
2010 Jumlah Investor 10 11 21
2011 Jumlah Investor 53 4 57
2012 Jumlah Investor 53 4 57
2013 Jumlah Investor 53 4 57
2014 Jumlah Investor 11 21 32
Jumlah investor sampai pada tahun 2014 mengalami perubahan dari tahun 2013. Jumlah perusahaan lokal mengalami penurunan dan jumlah perusahaan asing mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
2.3.2.2. Jumlah Nilai Investasi Berskala Nasional (PMDN/PMA)
Hasil analisis nilai PMDN/PMA di Kabupaten Murung Raya disajikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 2.29
Jumlah Investasi PMDN/PMA Kabupaten Murung Raya Tahun 2007 s.d 2015
Tahun
Sumber : Bappeda Kabupaten Murung Raya 2016
Kemudian pada tahun 2013, jumlah proyek yang mengajukan dan memperoleh persetujuan sebanyak 29 proyek dengan rencana nilai
investasi sebesar Rp. 7.081.501.93 Juta dengan realisasi sebanyak 29 proyek dengan nilai investasi hanya sebesar Rp. 1.073.602,57 juta.
Sedangkan untuk tahun 2014 dari yang direncanakan sebesar Rp. 3.524.837,05 terealisasi isebesar Rp. 82.295,81 dan tahun 2015 dari
rencana sebesar Rp. 3.485.797,00 terealisasi sebesar Rp. 299.276,44.
2.3.2.3. Rasio Daya Serap Tenaga Kerja
Hasil analisis rasio daya serap tenaga kerja di Kabupaten Murung Raya disajikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 2.30
Rasio Daya Serap Tenaga Kerja Tahun 2014 s.d 2015 di Kabupaten Murung Raya
No Uraian 2014 2015
1 Jumlah tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan
PMA/PMDN 3.789 5.983
2 Jumlah seluruh PMA/PMDN 32 32
3 Rasio daya serap tenaga
Sumber: Bappeda Kabupaten Murung Raya, 2016
Dari tahun 2014 sampai tahun 2015 jumlah PMA maupun PMDN tidak mengalami peningkatan. Akan tetapi penurunan jumlah perusahaan tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah pekerja. Pada tahun 2014 rasio daya serap tenaga kerja berada pada 5,05% tetapi pada tahun 2015 bertmbah menjadi 39,14% .
2.4. Aspek Daya Saing Daerah
mencapai pertumbuhan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan dengan kabupaten lainnya yang berdekatan, domestik atau internasional.
Aspek daya saing daerah terdiri dari kemampuan ekonomi daerah, fasilitas wilayah atau infrastruktur, iklim berinvestasi dan sumber daya manusia. Gambaran umum aspek daya saing daerah memuat indikator variabel daerah yang terdiri dari :
2.4.1. Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
Analisis kinerja atas aspek kemampuan ekonomi daerah dilakukan terhadap indikator pengeluaran konsumsi rumah tangga perkapita, pengeluaran konsumsi non pangan per kapita, produktivitas total daerah, dan nilai tukar petani.
Berikut ini disajikan hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus kemampuan ekonomi daerah sebagai berikut :
2.4.1.1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Per Kapita (Angka
konsumsi RT perkapita)
Angka konsumsi rumah tangga perkapita tahun 2010 s.d 2012 di Kabupaten Murung Raya sebagai berikut :
Tabel 2.31
Angka Konsumsi RT Perkapita di Kabupaten Murung Raya Tahun 2010 s.d 2012
No Uraian 2010 2011 2012
1 Total Pengeluaran per Kapita 635.610 641.360 763.312
2 Jumlah Penduduk 96.857 98.480 100.100
Sumber : BPS Kabupaten Murung Raya, 2013
cenderung berubah (menurun) seiring dengan terjadinya inflasi atau perubahan harga barang dan jasa. Pada tahun 2014 pengeluaran konsumsi perkapita menunjukkan angka Rp 635.610 kemudian naik pada tahun 2011 pada angka Rp 641.360. Pada tahun 2012 pengeluaran konsumsi perkapita meningkat lagi yaitu Rp 763.312. Nilai pengeluaran konsumsi perkapita dihasilkan dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang mencatat dari seluruh pengeluaran pada rumah tangga sampel baik kelompok makanan maupun non makanan.
2.4.1.2. Nilai Tukar Petani
Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator yang berguna untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani dengan mengukur kemampuan tukar produk (komoditas) yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi (usaha) maupun untuk konsumsi rumah tangga. Jika NTP lebih besar dari 100 maka periode tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan periode tahun dasar, sebaliknya jika NTP lebih kecil dari 100 berarti terjadi penurunan daya beli petani.
Gambaran nilai tukar petani di Kabupaten Murung Raya tahun 2006 sd. 2011 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.32
Nilai Tukar Petani (NTP) di Kabupaten Murung Raya Tahun 2006 s.d 2011
NO Uraian 2006 2007 2008 2009 2010 2011
1. Indeks Yang
Diterima Petani (lT) 507,7 584,97 107,88 121,02 133,79 133,78
2. Indeks Yang Dibayar
Petani (lB) 637,9 751,97 117,83 120,12 129,06 132,35
3. Rasio 29,59 77,79 91,56 100,75 103,67 101,1
2.4.1.3. Pengeluaran konsumsi non pangan perkapita (persentase
konsumsi RT untuk non pangan)
Pengeluaran konsumsi non pangan perkapita dibuat untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga di luar pangan. Pengeluaran konsumsi non pangan per kapita dapat dicari dengan menghitung persentase konsumsi RT untuk non pangan, yaitu proporsi total pengeluaran rumah tangga untuk non pangan terhadap total pengeluaran.
Gambaran pengeluaran konsumsi non pangan perkapita di Kabupaten Murung Raya tahun 2010 sd. 2011 dapat dilihat pada tabel
berikut :
Tabel 2.33
Persentase Konsumsi RT non-Pangan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2010 s.d 2012
NO Uraian 2010 2011 2012
1. Total Pengeluaran RT non Pangan 34,71 % 39,12 % 42,59 % 2. Total Pengeluaran RT Pangan 65,29 % 60,88 % 57,41 %
3. Rasio 0,53 0,64 0,74
Sumber: BPS Kabupaten Murung Raya, hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional
2.4.2. Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur
Analisis kinerja atas fasilitas wilayah / infrastruktur dilakukan terhadap indikator-indikator : rasio panjang jalan per jumlah kendaraan, jumlah orang / barang yang terangkut angkutan umum, jumlah orang / barang melalui dermaga / bandara / terminal pertahun, ketaatan terhadap RTRW, luas wilayah produktif, luas wilayah industri, luas wilayah kebanjiran, luas wilayah kekeringan, luas wilayah perkotaan, jenis dan jumlah bank dan cabang, jenis dan jumlah perusahaan asuransi dan cabang, jenis, kelas, dan jumlah restoran, jenis, kelas dan jumlah penginapan / hotel, persentase rumah tangga (RT) yang menggunakan air bersih, rasio ketersediaan daya listrik, persentase rumah tangga yang menggunakan listrik, dan persentase penduduk yang menggunakan HP/ telepon. Berikut ini disajikan hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus fasilitas wilayah / infrastruktur sebagai berikut :
2.4.2.1. Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan
Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan dihitung untuk mengetahui tingkat ketersediaan sarana jalan dapat memberi akses tiap kendaraan. Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan adalah perbandingan panjang jalan terhadap jumlah kendaraan.
Tabel 2.34
Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Murung Raya (KM) 2014
Klasifikasi Jalan/Status
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Murung Raya 2015.
2.4.2.2. Panjang Jalan dan Jumlah Kendaraan
Keadaan panjang jalan dan jumlah kendaraan di Kabupaten Murung Raya disajikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 2.35
Panjang Jalan Menurut Kondisi Ruas Jalan di Kabupaten Murung Raya (Km) Tahun 2013
No. Kondisi Jalan Panjang (Km)
2010 2011 2012 2013
1 Baik 118,67 114,69 134,49 141,71
2 Sedang 12,24 10,93 51,88 56,34
3 Rusak Ringan Ringan 72,46 75,92 311,80 347,74
4 Rusak Berat 377,07 378,14 298,83 333,65
Sumber : BPS Kab. Murung Raya, data sekunder dari Dinas PU Kabupaten Murung Raya, 2013 Data : Tahun 2014 belum tersedia
Panjang jalan di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2013 untuk kondisi baik ada sepanjang 141,71 km, sedangkan yang rusak berat sangat banyak yaitu sepanjang 333,65 km. Kondisi jalan yang rusak, baik yang rusak ringan maupun yang rusak berat akan menjadi prioritas untuk segera ditangani.
Adapun keadaan jumlah kendaraan bermotor menurut jenisnya di Kabupaten Murung Raya tahun 2012 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.36
Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya di Kabupaten Murung Raya, 2014
No Jenis Kendaraan Bermotor Jumlah/
Total
1 Sedan, Jeep, Station Wagon (Pribadi) 375
2 Sedan,JEEP, Station Wagon (Umum) 28
3 Bus, Microbus ( Pribadi ) 11
5 Truck, Pickup ( Pribadi ) 502
6 Truck, Pickup ( Umum ) 33
7 Sepeda Motor, Scooter 15 683
8 Kendaraan /Alat Berat ( Kendaraan Khusus ) 4
Jumlah / Total 16 636 2013 11 138 2012 9 169 2011 10 154 2010 5 700 Sumber : Kantor Bersama Samsat Kabupaten Murung Raya dan PPKAD
Berdasarkan data di atas jumlah kendaraan bermotor roda 2 merupakan kendaraan yang paling banyak dengan jumlah 15.683 buah.
Diurutan kedua pick up dengan jumlah 502, diurutan ketiga Mini Bus dengan jumlah 375 buah. Kendaraan yang paling sedikit jumlahnya adalah Kendaraan/ Alat Berat sebanyak 4 buah.
2.4.2.3. Jumlah Orang/Barang Yang Terangkut Angkutan Umum
Jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum di Kabupaten Murung Raya tahun 2013 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 2.37
Lalu Lintas Barang Dan Penumpang di Dermaga Puruk Cahu
Di Kabupaten Murung Raya, 2013
Wilayah LLASD Barang (Ton) Penumpang (Orang)
Masuk Keluar Masuk Keluar
Dermaga Puruk Cahu 20 962 5 727 16 952 13 847
Jumlah/Total 20 962 5 727 16 952 13 847
2.4.2.4. Jumlah Orang/Barang Melalui Dermaga/Bandara/Terminal
Jumlah orang/barang melalui dermaga / bandara / terminal di Kabupaten Murung Raya tahun 2011 dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut :
Tabel 2.38
Lalu Lintas Barang Dan Penumpang Di Dermaga Puruk Cahu, 2012
Wilayah LLASD Barang (Ton) Penumpang (Orang)
Masuk Keluar Masuk Keluar
Dermaga Puruk Cahu 17.562 15.325 19.243 18.547
Jumlah 17.562 15.325 19.243 18.547
2010 18.229 16.873 23.788 22.989
2011 17.562 15.325 19.243 18.547
2012 20.962 5.727 16.952 13.847
Sumber : BPS Kabuapten Murung Raya, Data Sekunder dari Dinas Perhubungan Pariwisata dan Telekomunikasi Kabupaten Murung Raya,2011
2.4.2.5. Ketersediaan air bersih/ Persentase Rumah Tangga (RT) yang
menggunakan air bersih
Air Bersih (clean Water) adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah dimasak.
Air Minum (drinking water) Air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002). Sumber air bersih dapat dibedakan atas :
(1) Air Hujan,
(2) Air Sungai dan Danau, (3) Mata Air,
Tabel 2.39
Banyaknya Air Minum Yang Disalurkan Menurut Jenis Konsumen
Tahun 2014
No Jenis Konsumen Pelanggan
(Buah)
Air yang
disalurkan
(M3)
Nilai
(000 Rp)
1 Rumah tangga 3 306 722 621 1 240 041 150
2 Industri Rumah Tangga 25 6 121 11 758 650
3 Rumah Sakit 6 9 658 14 076 700
4 Pemerintah - - -
5 Tempat Ibadah 28 5 706 8 581 600
6 Sekolah 23 9 506 14 750 150
7 Instansi Pemerintah 23 5 620 12 462 050
8 Niaga Kecil 415 115 829 245 435 850
9 Niaga Besar 21 9 713 39 909 000
10 ABRI Kabupaten 3 18 299 41 258 800
11 Rumah Mewah 24 7 652 30 606 000
12 Hidran Umum 3 2 354 2 175 900
13 MCK - 71 85 350
14 Terminal Umum - - -
Jumlah/Total 3 877 913 150 1 661 141 200
2013 2 798 610 533 1 186 584 000
Sumber : PDAM Kabupaten Murung Raya
2.4.2.6. Rasio Ketersediaan Daya
Tabel 2.40
Banyaknya Produksi Listrik PLN dan Jumlah Pelanggan di Kabupaten Murung Raya, 2014
Bulan Jumlah Pelanggan Produksi KWh
Januari 10.367 1.966.651
Pebruari 10.545 1.826.553
Maret 10.724 2.043.118
April 10.826 1.933.293
Mei 10.994 2.132.947
Juni 11.041 2.048.689
Juli 11.147 2.113.685
Agustus 11.154 2.065.010
September 11.156 2.091.560
Oktober 11.192 2.248.483
Nopember 11.379 2.091.137
Desember 11.571 2.087.964
Jumlah/Total - 24 695 347
2013 - 21 395 654
2012 - 15 958 889
2011 - 14 881 849
2010 - 11 887 610
2009 - 10077665
Sumber : PT. PLN Ranting Puruk Cahu, Mura Dalam Angka Tahun 2014
2.4.2.7. Persentase Rumah Tangga Yang Menggunakan Listrik