• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanganan pasca bencana berkaitan denga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penanganan pasca bencana berkaitan denga"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Penanganan pasca bencana

berkaitan dengan KDM

Makalah ini di buat untuk menyelesaikan manajemen

bencana semester VIII (delapan)

Di susun oleh kelompok 4 : 1. Anggun irma 2. Billy albiansyah

3. Dewanto cipto 4. Faisal khaerun

5. Fitri ningrum 6. Maryuni 7. Nurrohyani 8. Ridho islami 9. Siti mubarokah

10. Sudarmono

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia dan kebesarannya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Struktur Sel.

Adapun maksud dan tujuan penyusunan Makalah ini adalah sebagai tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah manajemen bencana.

Pembuatan makalah ini tidak terlepas dari bantuan, partisipasi serta dukungan dari semua pihak. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada : riyanto, S.kp.,M.kes yang telah memberikan saran dan masukan dalam penyusunan makalah ini, dan rekan-rekan yang telah memberikan saran serta informasi tambahan guna melengkapi makalah ini.

Penulis sadar bahwa ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran pembaca dan rekan rekan sangat penulis harapkan demi perbaikan di masa yang akan datang.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua.

Indramayu, Maret 2014

(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Siapa yang tidak kenal Indonesia? Negara yang terhampar dari Sabang sampai Merauke ini mempunyai berjuta kekayaan alam yang melimpah, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, kata inilah yang mampu menggambarkan kekayaan Indonesia. Selain kaya budaya, bahasa, agama dan adat istiadat, ternyata belakangan ini bumi pertiwi juga tercatat sebagai negara yang kaya akan bencana alam. Hal ini, disebabkan oleh posisi Indonesia yang terletak pada daerah pertemuan tiga lempeng besar yang aktif, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Beberapa tahun terakhir merupakan tahun bencana bagi bangsa Indonesia, dimana rakyat Indonesia mengalami berbagai bencana alam (banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami) yang hampir merata diseluruh pelosok tanah air, kondisi alam inilah yang memaksa masyarakat berdesak-desakan di wilayah pengungsian, berjuang melawan ketidaknyamanan untuk mempertahankan hidupnya sambil menunggu bantuan yang akan diberikan oleh saudara-saudaranya dan kucuran dana dari pemerintah. Di kantong-kantong pengungsian inilah mereka harus berperang dengan banyaknya gangguan kesehatan, karena terbatasnya bahan makanan yang dapat dikonsumsi, lingkungan yang serba kotor dan kumuh, serta carut-marutnya lingkungan hidup disekitarnya. Tentunya hal ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah untuk menanggulanginya dan menjadi tanggung jawab lembaga legislatif untuk mengontrol

setiap kebijakan-kebijakan pemerintah.

Bencana alam memang datang tiba-tiba. Tidak diundang dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Ini adalah realita kehidupan, ketika manusia hidup bergantung pada alam dan tinggal di muka bumi sebagai pengelola bumi. Sebagai bangsa yang beragama, bencana alam dapat dikategorikan sebagai ujian, peringatan atau azab bagi umat manusia.

B. Tujuan

(4)

BAB II

TINAJAUAN TEORI

A. Bencana

1.DefinisiBencana(disaster)

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia definisi bencana adalah peristiwa/kejadian pada suatu daerah yang mengakibatkan kerusakan ekologi, kerugian kehidupan manusia serta memburuknya kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga memerlukan bantuan luar biasa

dari pihak luar.

Pengertian bencana atau disaster menurt Wikipedia: disaster is the impact of a natural or man-made hazards that negatively effects society or environment (bencana adalah pengaruh alam atau ancaman yang dibuat manusia yang berdampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan). Dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dikenal pengertian dan beberapa istilah terkait dengan bencana. Bencana adalah peristiwa atau masyarakat rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakanlingkungan, kerugian harta benda, dan

dampak psikologis.

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan olehalam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanahlongsor. Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi,

epidemi, dan wabah penyakit.

(5)

benda dan jiwa manusia, merusak struktur sosial masyarakat, serta menimbulkan

lonjakan kebutuhan dasar (BAKORNAS PBP).

2. Jenis Bencana

Usep Solehudin (2005) mengelompokkan bencana menjadi 2 jenis yaitu:

1. Bencana alam (natural disaster) yaitu kejadian-kejadian alami seperti kejadian-kejadian alami seperti banjir, genangan, gempa bumi, gunung meletus, badai, kekeringan, wabah, serangga dan lainnya.

2. Bencana ulah manusia (man made disaster) yaitu kejadian-kejadian karena perbuatan manusia seperti tabrakan pesawat udara atau kendaraan, kebakaran, huru-hara, sabotase, ledakan, gangguan listrik, ganguan komunikasi, gangguan transportasi dan lainnya. Sedangkan berdasarkan cakupan wilayah, bencana terdiri dari:

a. Bencana Lokal

Bencana ini biasanya memberikan dampak pada wilayah sekitarnya yang berdekatan. Bencana terjadi pada sebuah gedung atau bangunan-bangunan disekitarnya. Biasanya adalah karena akibat faktor manusia seperti kebakaran, ledakan, terorisme, kebocoran bahan kimia dan lainnya.

b. Bencana Regional

Jenis bencana ini memberikan dampak atau pengaruh pada area geografis yang cukup luas, dan biasanya disebabkan oleh faktor alam, seperti badai, banjir, letusan gunung, tornado dan lainnya.

3. Fase-fase bencana

Menurut Barbara Santamaria (1995), ada 3 fase dalam terjadinya suatu bencana, yaitu fase

preimpact, fase impact dan fase postimpact.

1. Fase preimpact merupakan warning phase, tahap awal dari bencana. Informasi didapat dari badan satelit dan meteorologi cuaca. Seharusnya pada fase inilah segala persiapan dilakukan baik oleh pemerintah, lembaga, dan warga masyarakat. 2. Fase impact merupakan fase terjadinya klimaks dari bencana. Inilah saat-saat dimana manusia sekuat tenaga mencoba untuk bertahan hidup (survive). Fase impact ini terus berlanjut hingga terjadi kerusakan dan bantuan-bantuan darurat dilakukan. 3. Fase postimpact adalah saat dimulainya perbaikan dan penyembuhan dari fase darurat, juga tahap dimana masyarakat mulai berusaha kembali pada fungsi komunitas normal. Secara umum dalam fase postimpact ini para korban akan mengalami tahap respon psikologis mulai

(6)

Menganggap bencana sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang ‘normal’. Bencana adalah masalah yang tidak pernah berhenti. Peran sentral dari masyarakat adalah mengenali

bencana itu sendiri. masyarakat dalam menghadapi risiko. Gejala alam menjadi ancaman jika mengancam hidup dan harta-benda. Ancaman akan berubah menjadi bencana jika bertemu dengan

Pendekatan konvensional tidak lagi mampu menjelaskan fenomena bencana Infus pelajaran dari berbagai lapangan termasuk dari disiplin studi pembangunan.

5. Paradigma-paradigma Penanggulangan Bencana

a. Daur Penanggulangan Bencana

Memandang bencana sebagai rentetan kejadian dengan fokus ketika, sebelum dan sesudah bencana.

b. Model Kue-marmer

Upaya penanggulangan bencana dapat dilaksanakan setiap saat, masing-masing meluas atau

menyempit, tergantung pada risiko yang dihadapi.

c. Tabrakan Unsur

Upaya mengatasi (melepaskan tekanan) kerentanan (tekanan) yang berakar pada proses-proses sosial ke arah masyarakat yang aman, berdaya tahan, dan berkesinambungan.

Secara Etimologi Etika berasal dari bahasa Yunani Ethos yang berarti sikap, cara berfikir, watak kesesuaian atau adat. Ethos identik dengan Moral, yang dalam Bahasa Indonesia berarti akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang

menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup.

Etika merupakan cabang dari filsafat etika mencari ukuran baik buruknya bagi tingkah laku manusia. Etika adalah ajaran atau ilmu tentang adat kebiasaan yang berkenaan dengan kebiasaan baik atau buruk yang diterima umum mengenai sikap, perbuatan, kewajiban dan sebagainya. Etika adalah merupakan suatu cabang ilmu filsafat, tujuannya adalah mempelajari perilaku, baik moral maupun immoral dengan tujuan membuat pertimbangan yang cukup beralasan dan akhirnya sampai pada rekomendasi yang memadai yang dapat diterima oleh suatu golongan

tertentu atau individu.

Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga etik merefleksikan sifat, prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai etik perawatan. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku, apa yang seharusnya dilakukan

seseorang terhadap orang lain.

2. Macam-macam Etika

(7)

yaitu sama halnya dengan berbicara moral(mores). Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihaky a n g lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika, terdapat dua macam etika (Keraf: 1991:

23), sebagai berikut:

a. Etika Deskriptif

Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat

bertindak secara etis.

b. Etika Normatif

Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan norma - norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi

tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut:

1) Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang

nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.

2) Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi

ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.

3) Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif.

3.Tipe-TipeEtikdalamBidangKesehatan a.Bioetik

Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik, menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih lanjut, bioetik difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik,

hukum, dan theology.

Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etik pada moralitas treatment atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri, yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik, etika lingkungan, pemberian pelayanan kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa bioetik lebih berfokus pada dilema yang menyangkut perawatan kesehatan modern, aplikasi teori etik dan prinsip etik terhadap masalah-masalah pelayanan kesehatan

b. Clinical ethics/Etik klinik

Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik selama

pemberian pelayanan pada klien.

Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan, dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang bermanfaat (sia-sia).

c. Nursing ethics/Etik Perawatan

(8)

tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik.

B. Kategori Bencana >> UU No. 24 / TH 2007 Bencana Alam

Bencana yg diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yg disebabkan oleh alam, a.l. berupa Gempa bumi, Tsunami, Gunung meletus, Banjir, Kekeringan, Angin topan, dan Tanah longsor

Bencana Non Alam

Bencana yg diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa nonalam yg a.l. berupa Gagal Teknologi, Gagal modernisasi, Epidemi dan Wabah penyakit

Bencana Sosial

Bencana yg diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh

manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan terror.

C. Pase/Tahapan Penanganan Bencana Tanggap Darurat

Laporan Kejadian Bencana

PJ Penanggulangan Bencana Dinkes Kab / Kota masing2 (hubungi kantor terkait) PJ Penanggulangan Bencana DinKes Provinsi masing2 (hubungi kantor terkait) Format Laporan (via SMS)

Pada tanggal 4 Desember 2007 telah terjadi bencana banjir di Desa Srimukti Kec Tambun Utara, Kab Bekasi, pada jam 22.30 WIB, menimpa penduduk sebanyak 2.000 jiwa. Korban meninggal tidak ada, hilang tidak ada, luka berat tidak ada, luka ringan 8 ada, dirawat di Puskesmas 8 orang, dirawat di Rumah Sakit tidak ada.

Maka sms-nya sebagai berikut;

pelapor Zalfa, tbt 041207, jb banjir, lok Ds Srimukti Kec Tambun Utara Kab Bekasi, pkl 22.30, par 2000, mgl 0, hlg 0, lb 0, lr 8, rwp 8, rws 0.

Pelayanan Kesehatan & Gawat Darurat (Emergency Response)

o SAR (Search and Rescue)

o 3T (Triase/Tag, Treat & Transfer/Evakuasi)

Rapid Health Assesment (RHA)

Agar bantuan yang diberikan, tepat SASARAN dan tepat PERMASALAHAN, maka aspek-aspek berikut sangat penting dalam RHA

o ASPEK MEDIS, untuk menilai kebutuhan pelayanan medis terhadap korban & potensi pelayanan kesehatan.

o ASPEK EPIDEMIOLOGIS, untuk menilai potensi munculnya KLB penyakit menular pada

(9)

o ASPEK KESEHATAN LINGKUNGAN, untuk menilai masalah yang berkaitan dengan sarana

kesehatan lingkungan yang diperlukan bagi pengungsi & potensi yang dapat dimanfaatkan.

Rehabilitasi

Upaya untuk mengembalikan keadaan ( lingkungan Fisik & Biologis ) yang porak poranda kembali seperti semula (Mental > Trauma Healing & Sarana standar > Camp + MCK).

Rekonstruksi

Upaya untuk membangun kembali bangunan / pemukiman yang rusak / hancur agar para korban kembali dapat hidup dengan layak.

D. Pase Pra Bencana

Pencegahan

Upaya untuk menghalangi agar bencana tidak terjadi.

Mitigasi

Upaya untuk meminimalisir dampak / akibat bencana, agar kerugian yang timbul

MINIMAL

Kesiapsiagaan

Upaya agar respon terhadap bencana, berlangsung dengan CEPAT, TEPAT dan EFEKTIF.

Pertanyaan-pertanyaan berikut harus disiapkan ketika kita mengalami BENCANA; o What? Apa kegiatan/aktifitas yang akan dilakukan?

o Needs? Apa saja kebutuhan dalam kegiatan tersebut?

o Who? Siapa saja yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut? o Role? Apa peran dari masing-masing elemen terkait?

Komponen Kesiapsiagaan

o Perencanaan

o SDM

o Pelatihan & Pendidikan Masyarakat

o Analisa Resiko

o Sistem Informasi

o Mekanisme respon

o Kerangka Kerja Institusi (Koordinasi)

o Peringatan Dini

o Gladi/Simulasi Bencana

Komponen kesiapsiagaan ( minimal)

o Tim Penangulangan Bencana dan Pengungsi (Bidang Kesehatan). o Sistem Informasi Dini

o Peta Geomedik o Rencana Kontinjensi

(10)

Rencana Kontinjensi

“Suatu perencanaan kedepan pada keadaan/situasi yang tidak menentu, dengan o skenario dan tujuan yang disepakati;

o tindakan manajerial dan teknis ditetapkan; o sistem penanggulangan ditentukan

untuk meningkatkan cara penanggulangan keadaan darurat”

Rencana Kontinjensi ini;

• Dibuat segera setelah diidentifikasi adanya ancaman (hazard) tertentu di suatu wilayah • Disusun berdasarkan suatu skenario bencana yang diperkirakan akan terjadi

• Dibuat asumsi dan perhitungan kebutuhan • Dibuat jadwal perkiraan pelaksanaan • Harus selalu diperbarui / updating

Rincian Kegiatan Pra Bencana

o Membuat peta geomedik o Membuat jalur evakuasi

o Inventarisir sumber daya (Pemerintah, swasta/LSM) sesuai potensi bencana

o Menerima, mengirim dan menindaklanjuti informasi peringatan dini utk kesiapsiagaan bidang

kesehatan

o Koordinasi Lembaga Pemerintah/LSM

o Menyusun rencana kesiapsiagaan (kontinjensi) o Mengadakan pelatihan / gladi rutin

E. Struktur Organisasi SATKORLAK PBP (Penanggulangan Bencana dan Pengungsi)

a. SATKORLAK PBP (Kepala Daerah terkait)

h. Koord. Unit III (Perbekalan/Perlengkapan Kesehatan dan Logistik)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan dan Saran

(11)

saat terjadi bencana. Kondisi ini sudah cukup bagus. Recovery lokasi bencana juga sudah banyak dilakukan terutama oleh pemerintah dan keterlibatan LSM

baik dalam dan luar negeri.

Fase penanganan bencana yang belum populer dan belum banyak disentuh adalah pada fase prevention dan preparedness. Hal ini mungkin karena keadaan bencana yang belum terjadi sehingga kita lengah. Padahal potensi bahaya / bencana sudah ada di depan mata, tetapi karena selama ini tidak terjadi apa-apa sehingga kita tidak sempat terpikir untuk pencegahan dan persiapan bila bencana itu terjadi. Pencegahan dan persiapan bencana memerlukan keterlibatan banyak sektor. Pada

fase ini termasuk diantaranya pelatihan penanggulangan bencana, mitigasi bencana, pembuatan kontigensi plan, persiapan team bencana, dan sebagainya.

Perawat musti siap dan berperan aktif dalam penanganan bencana, dari prevention, preparedness, reaction dan rehabilitation.

Terlepas dari kerugian harta benda maupun nyawa yang disebabkan dari bencana alam, manusia harus tetap bersyukur kepada Tuhan atas segala kenikmatan yang

diperolehnya hidup di bumi. Bentuk rasa syukur itu dapat berupa keseriusan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan kesigapan dalam penanganan bencana

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Suhaemi (2003) Etika Keperawatan, Aplikasi pada Praktik. Jakarta: EGC http://www.okezone.com/ tata-kelola-bencana.htm

http://iaemeuropa.terapad.com/resources/8959/assets/documents/UN%20DMTP %20-%20Ethics.pdf

Referensi

Dokumen terkait

a. Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Berbagai bencana alam mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah

Menurut Qodriatun (2013) Bencana alam geologi merupakan bencana yang terjadi di permukaan bumi, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan gunung meletus.

● Pembelajaran Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Lombok Pembelajaran Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Lombok Halaman ini sengaja dikosongkan 2 Pembelajaran Penanganan

Dari peta-peta potensi masing-masing bencana alam yang telah dihasilkan di atas (Potensi Rawan Tanah Longsor, Potensi Rawan Banjir, Potensi Bahaya Gempa Bumi dan

Terlajinya beberapa peristiwa bencana alam di Konawe Utara dalam satu dekade terakhir, seperti banjir dan tanah longsor, kekeringan, angin kencang ( puting buling ) dan gempa bumi,

Pada umumnya resiko bencana alam meliputi bencana akbibat factor geologi (gempa bumi, tsunami dan letusan gunung api), bencana akibat hydrometeorology (banjir,

Adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi, tsunami, dan longsor Penyebab bencana alam di Indonesia: Posisi geografis Indonesia yang diapit oleh dua

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir,