• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Rantai Pasok Komoditas Jahe di Kabupaten Simalungun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Rantai Pasok Komoditas Jahe di Kabupaten Simalungun"

Copied!
202
0
0

Teks penuh

(1)

112

(Tahun) (Tahun) (Tahun) (Ha) lahan

1 Halasonta Sinurat Sipolha Horison 27 12 4 0,08 Miliki Sendiri

2 Hokkougo Silaban Sipolha Horison 57 6 25 0,16 Miliki Sendiri

3 H. Br Manik Sipolha Horison 60 6 35 0,04 Miliki Sendiri

4 Mindo Br Manik Sipolha Horison 41 6 3 0,04 Miliki Sendiri

5 Henni Br Purba Sipolha Horison 33 6 10 0,04 Miliki Sendiri

6 Tiara Br Ambarita Sipolha Horison 60 6 30 0,08 Miliki Sendiri

7 Raulina Siadari Sipolha Horison 53 6 40 0,2 Miliki Sendiri

8 Arsan Damanik Sipolha Horison 56 9 20 0,08 Miliki Sendiri

9 Halomoan Purba Sipolha Horison 56 12 1 0,08 Miliki Sendiri

10 J. Silaban Sipolha Horison 64 6 2 0,08 Miliki Sendiri

11 Binser Nainggolan Sipolha Horison 57 9 1 0,08 Miliki Sendiri

12 Jupen Purba Dolog Huluan 53 9 28 1 Miliki Sendiri

13 Edi Purba Dolog Huluan 24 12 1 0,08 Miliki Sendiri

14 Lilis Nababan Dolog Huluan 49 12 25 0,12 Miliki Sendiri

15 Jamer Saragih Dolog Huluan 61 6 5 0,32 Miliki Sendiri

16 Krisjon Purba Dolog Huluan 29 12 5 0,12 Miliki Sendiri

17 Riahman Purba Dolog Huluan 42 12 6 0,08 Miliki Sendiri

18 Jalasmen Purba Dolog Huluan 60 6 35 0,32 Miliki Sendiri

19 Joniar Purba Dolog Huluan 38 12 4 0,16 Miliki Sendiri

20 Wandi Sinaga Dolog Huluan 32 12 2 0,06 Miliki Sendiri

(2)

Lampiran 1. (Lanjutan)

No Sampel Nama Sampel Alamat Umur Sampel

(Tahun)

Lama Pendidikan (Tahun)

Lama Berusahatani (Tahun)

Luas Lahan (Ha)

Status Kepemilikan lahan

22 Jannel Simanjuntak Dolog Huluan 32 12 5 0,2 Miliki Sendiri

23 Rusien Purba Dolog Huluan 42 12 4 0,08 Miliki Sendiri

24 Mansen Munthe Dolog Huluan 35 9 2 0,08 Miliki Sendiri

25 Mangapul R. Dolog Huluan 57 6 40 0,2 Miliki Sendiri

26 Ramantuah Sumbayak Dolog Huluan 36 12 5 0,24 Miliki Sendiri

27 Robet Saragih Dolog Huluan 34 12 5 0,16 Miliki Sendiri

28 Marlon Simarmata Dolog Huluan 47 12 20 0,2 Miliki Sendiri

29 Hadi Saragih Dolog Huluan 36 16 5 0,24 Miliki Sendiri

30 Erick Purba Dolog Huluan 56 9 12 0,8 Miliki Sendiri

31 Kagawa Sumbayak Dolog Huluan 49 9 16 0,52 Miliki Sendiri

32 Mansen Sinaga Dolog Huluan 35 12 15 0,6 Miliki Sendiri

33 Donganta S. Dolog Huluan 40 9 23 0,4 Miliki Sendiri

34 Albertus Naibaho Dolog Huluan 42 12 19 1 Miliki Sendiri

35 Herdison Purba Dolog Huluan 37 12 14 0,6 Miliki Sendiri

36 Marbun Manik Dolog Huluan 30 12 8 0,2 Miliki Sendiri

37 Kennedi Damanik Dolog Huluan 33 9 9 0,6 Miliki Sendiri

38 Jaristen Dolog Huluan 27 6 5 0,24 Miliki Sendiri

39 Darman Saragih Dolog Huluan 35 6 6 0,2 Miliki Sendiri

40 Saidah Sijabat Dolog Huluan 39 9 7 0,08 Miliki Sendiri

41 Jarosman Saragih Dolog Huluan 42 12 21 0,08 Miliki Sendiri

42 M. Br Saragih Parjalangan 51 16 20 0,4 Miliki Sendiri

43 Idi Charles Damanik Parjalangan 34 12 10 0,32 Miliki Sendiri

(3)

Lamppiran 1. (Lanjutan)

No Sampel Nama Sampel Alamat Umur Sampel

(Tahun)

Lama Pendidikan (Tahun)

Lama Berusahatani (Tahun)

Luas Lahan (Ha)

Status Kepemilikan lahan

45 Duahman Saragih Parjalangan 55 12 20 0,4 Miliki Sendiri

46 Wandi Simarmata Parjalangan 45 6 8 0,4 Miliki Sendiri

47 Lince Saragih Parjalangan 55 12 25 0,2 Miliki Sendiri

48 Joheldi Turnip Parjalangan 48 12 10 0,4 Miliki Sendiri

49 Dearni Br Saragih Parjalangan 48 12 15 0,32 Miliki Sendiri

50 Legimin Damanik Parjalangan 35 9 15 0,16 Miliki Sendiri

51 Nermida Purba Parjalangan 40 12 10 0,32 Miliki Sendiri

52 Rusman Sitio Parjalangan 40 9 8 0,6 Miliki Sendiri

53 Masron Damanik Parjalangan 35 12 3 0,12 Miliki Sendiri

54 Jawalden Sinurat Parjalangan 60 9 35 0,8 Miliki Sendiri

55 Danjon Sinurat Parjalangan 45 12 15 0,8 Miliki Sendiri

56 Rasden Sijabat Parjalangan 55 16 30 1 Miliki Sendiri

57 Mersiana Saragih Parjalangan 51 12 20 0,08 Miliki Sendiri

58 Raslem Damanik Parjalangan 55 12 30 0,4 Miliki Sendiri

59 Barinsen Damanik Parjalangan 52 12 25 0,2 Miliki Sendiri

60 Peter Haloho Parjalangan 45 12 15 0,2 Miliki Sendiri

61 Berlizon Saragih Parjalangan 45 12 10 0,2 Miliki Sendiri

Jumlah

2.740 624 873 17,7

(4)

Lampiran 2. Sumber dan Cara Memperoleh Input Bibit Jahe di Kabupaten Simalungu Tahun 2016

Nomor Sampel Sumber Cara Memperoleh

Petani Kios Pertanian Mudah Sulit

1 √ - √ -

2 √ - - √

3 √ - √ -

4 √ - - √

5 √ - √ -

6 √ - √ -

7 √ - √ -

8 √ - - √

9 √ - - √

10 √ - √ -

11 √ - √ -

12 √ - - √

13 √ - - √

14 √ - √ -

15 √ - - √

16 √ - - √

17 √ - √ -

18 √ - √ -

19 √ - - √

20 √ - - √

(5)

Lampiran 2. (Lanjutan)

Nomor Sampel Sumber Cara Memperoleh

Petani Kios Pertanian Mudah Sulit

22 √ - √ -

23 √ - - √

24 √ - - √

25 √ - √ -

26 √ - - √

27 √ - √ -

28 √ - - √

29 √ - - √

30 √ - - √

31 √ - - √

32 √ - √ -

33 √ - - √

34 √ - - √

35 √ - - √

36 √ - √ -

37 √ - - √

38 √ - - √

39 √ - - √

40 √ - - √

41 √ - - √

(6)

Lampiran 2. (Lanjutan)-

Nomor Sampel Sumber Cara Memperoleh

Petani Kios Pertanian Mudah Sulit

43 √ - √ -

44 √ - - √

45 √ - - √

46 √ - √ -

47 √ - - √

48 √ - - √

49 √ - √ -

50 √ - - √

51 √ - - √

52 √ - - √

53 √ - √ -

54 √ - - √

55 √ - √ -

56 √ - √ -

57 √ - - √

58 √ - - √

60 √ - - √

61 √ - - √

(7)

Lampiran 3. Data Penggunaan Input Produksi Bibit/musim tanam di Kabupaten Simalungun Data Penggunaan Input Produksi Bibit/musim tanam di Kelurahan Sipolha Horison

No sampel Luas Lahan (Ha)

Bibit

Total Biaya Bibit Per-Petani (Rp.)

Bibit

Total Biaya Bibit Per-Ha (Rp.)

Rata-Rata 0,09 257,27 10.590,91 2.664.545,45 2.753,82 10.590,91 29.132.909,09

Data Penggunaan Input Produksi Bibit/musim tanam di Nagori Dolog Huluan

12 1 2.800 10.000 28.000.000 2.800 10.000 28.000.000

13 0,08 300 10.000 3.000.000 3.750 10.000 37.500.000

14 0,12 450 12.000 5.400.000 450 12.000 45.000.000

15 0,32 1.200 9.000 10.800.000 1.200 9.000 33.750.000

(8)

Lampiran 3. (Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Bibit

Total Biaya Bibit Per-Petani (Rp.)

Bibit

Total Biaya Bibit Per-Ha (Rp.) Jumlah

(Kg) Harga (Rp/Kg)

Jumlah (Kg)

Harga (Rp/Kg)

17 0,08 300 11.000 3.300.000 300 11.000 41.250.000

18 0,32 1.600 11.000 17.600.000 1.600 11.000 55.000.000

19 0,16 520 10.000 5.200.000 520 10.000 32.500.000

20 0,08 500 9.000 4.500.000 500 9.000 56.250.000

21 0,12 700 8.000 5.600.000 700 8.000 46.666.667

22 0,2 800 11.000 8.800.000 800 11.000 44.000.000

23 0,08 250 12.000 3.000.000 250 12.000 37.500.000

24 0,08 300 8.000 2.400.000 300 8.000 30.000.000

25 0,2 625 11.000 6.875.000 625 11.000 34.375.000

26 0,24 800 10.000 8.000.000 800 10.000 33.333.333

27 0,16 400 14.000 5.600.000 400 14.000 35.000.000

28 0,2 800 14.000 11.200.000 800 14.000 56.000.000

29 0,24 800 8.000 6.400.000 800 8.000 26.666.667

30 0,8 4.000 6.000 24.000.000 4.000 6.000 30.000.000

31 0,52 1.500 12.000 18.000.000 1.500 12.000 34.615.385

32 0,6 2.300 11.000 25.300.000 3.833 11.000 42.163.000

33 0,4 1.500 10.000 15.000.000 3.750 10.000 37.500.000

33 0,4 1.500 10.000 15.000.000 3.750 10.000 37.500.000

(9)

Lampiran 3. (Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Bibit

Total Biaya Bibit Per-Petani (Rp.)

Bibit

Total Biaya Bibit Per-Ha (Rp.)

Jumlah 9,12 32.595 308.000 320.875.000 58.395 308.000 1.128.073.052

Rata-Rata 0,304 1.086,50 10.266,67 10.695.833,33 1.946,50 10.266,67 37.602.435,07

Data Penggunaan Input Produksi Bibit(per Petani/musim tanam) di Nagori Parjalangan

(10)

Lampiran 3. (Lanjutan)

Total Biaya Bibit Per-Petani (Rp.)

Bibit

Total Biaya Bibit Per-Ha (Rp.)

Jumlah 7,64 27.300 201.000 267.700.000 72.132 201.000 724.532.000

Rata-Rata 0,382 1.365 10.050 13.385.000 3.607 10.050 36.226.600

Jumlah

Seluruhnya 17,7 62.725 625.500 617.885.000 160.819 625.500 2.173.067.052

Rata-Rata

(11)

Lampiran 4. Sumber dan Cara Memperoleh Pupuk di Kabupaten Simalungun Tahun 2016

Nomor Sampel Sumber Cara Memperoleh

Petani Kios Pertanian Mudah Sulit

1 - √ √ -

2 - √ √ -

3 - √ √ -

4 - √ √ -

5 - √ √ -

6 - √ √ -

7 - √ √ -

8 - √ √ -

9 - √ √ -

10 - √ √ -

11 - √ √ -

12 - √ √ -

13 - √ √ -

14 - √ √ -

15 - √ √ -

16 - √ √ -

17 - √ √ -

18 - √ √ -

19 - √ √ -

20 - √ √ -

(12)

Lampiran 4. (Lanjutan)

Nomor Sampel Sumber Cara Memperoleh

Petani Kios Pertanian Mudah Sulit

22 - √ √ -

23 - √ √ -

24 - √ √ -

25 - √ √ -

26 - √ √ -

27 - √ √ -

28 - √ √ -

29 - √ √ -

30 - √ √ -

31 - √ √ -

32 - √ √ -

33 - √ √ -

34 - √ √ -

35 - √ √ -

36 - √ √ -

37 - √ √ -

38 - √ √ -

39 - √ √ -

40 - √ √ -

41 - √ √ -

(13)

Lampiran 4. (Lanjutan)

Nomor Sampel Sumber Cara Memperoleh

Petani Kios Pertanian Mudah Sulit

43 - √ √ -

44 - √ √ -

45 - √ √ -

46 - √ √ -

47 - √ √ -

48 - √ √ -

49 - √ √ -

50 - √ √ -

51 - √ √ -

52 - √ √ -

53 - √ √ -

54 - √ √ -

55 - √ √ -

56 - √ √ -

57 - √ √ -

58 - √ √ -

59 - √ √ -

60 - √ √ -

61 - √ √ -

(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

Lampiran 7. (Lanjutan )

Jumlah penggunaan pupuk seluruhnya di Kabupaten Simalungun per petani 767.225

Rata-rata Jumlah penggunaan pupuk seluruhnya di Kabupaten Simalungun per petani 12.577

(21)

Lampiran 8. Biaya penggunaan input produksi pupuk /musim tanam di Kabupaten Simalungun

Biaya penggunaan input produksi pupuk/musim tanam di Kelurahan Sipolha Horison

No sampel

Luas Lahan

(Ha)

Biaya Pupuk per Jenis

Jumlah Biaya

Biaya penggunaan input produksi pupuk /musim tanam di Nagori Dolog Huluan

12 1 20.625.000 2.250.000 2.800.000 1.000.000 2.200.000 - 4.200.000 - - - - 33.075.000

13 0,08 1.540.000 84.000 92.000 122.500 114.000 - 190.000 98.000 - - - 2.240.500

14 0,12 2.750.000 148.500 150.000 100.000 88.500 - - 129.000 87.000 - - 3.453.000

(22)

Lampiran 8.( Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Biaya Pupuk per Jenis

(23)

Lampiran 8. (Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Biaya Pupuk per Jenis

Jumlah Biaya

Jumlah 9,12 135.958.100 13.547.500 12.362.000 12.982.500 6.332.500 12.160.000 18.685.000 4.542.000 10.739.000 684.000 1.757.000 229.749.600

Rata-Rata/Petani 0,30 4.531.937 1.042.115 618.100 763.676 487.115 1.105.455 1.698.636 378.500 671.188 136.800 351.400 11.784.922

Rata-Rata/Ha 1 14.594.619 3.225.744 1.791.194 1.722.732 1.791.174 3.091.346 3.231.970 2.613.889 2.179.870 597.308 1.709.816 36.549.660 Biaya penggunaan input produksi pupuk /musim tanam di Nagori Dolog Huluan

(24)

Lampiran 8. (Lanjutan)

No sampel

Luas Lahan

(Ha)

Biaya Pupuk per Jenis Jumlah

Biaya

Jumlah 7,64 139.508.000 7.670.000 8.560.000 5.412.500 6.830.000 10.295.000 890.000 230.000 6.057.500 600.000 0 186.053.000

Rata-Rata/Petani 0,38 6.975.400 1.278.333 475.556 318.382 525.385 935.909 890.000 230.000 865.357 200.000 0 12.694.322

Rata-Rata/Ha 19.044.859 4.053.472 1.043.713 798.223 1.277.324 2.377.651 2.225.000 2.875.000 1.910.714 700.000 0 36.305.957 Jumlah 17,7 278.407.600 21.217.500 21.495.000 19.151.500 13.162.500 24.205.000 19.675.000 4.772.000 17.156.500 1.344.000 2.147.000 422.733.600

Rata-Rata/Petani

seluruhnya 0,9 4.718.773 1.116.711 499.884 435.261 506.250 896.481 1.513.462 367.077 714.854 149.333 268.375 6.930.059

Rata-Rata/Ha

(25)

Tabel 9. Sumber dan Cara Memperoleh Sarana Produksi Pestisida di Kabupaten Simalungun Tahun 2016

Nomor Sampel Sumber Cara Memperoleh

Petani Kios Pertanian Mudah Sulit

1 - √ √ -

2 - √ √ -

3 - √ √ -

4 - √ √ -

5 - √ √ -

6 - √ √ -

7 - √ √ -

8 - √ √ -

9 - √ √ -

10 - √ √ -

11 - √ √ -

12 - √ √ -

13 - √ √ -

14 - √ √ -

15 - √ √ -

16 - √ √ -

17 - √ √ -

18 - √ √ -

19 - √ √ -

20 - √ √ -

(26)

Lanjutan 9 (Lanjutan)

Nomor Sampel Sumber Cara Memperoleh

Petani Kios Pertanian Mudah Sulit

22 - √ √ -

23 - √ √ -

24 - √ √ -

25 - √ √ -

26 - √ √ -

27 - √ √ -

28 - √ √ -

29 - √ √ -

30 - √ √ -

31 - √ √ -

32 - √ √ -

33 - √ √ -

34 - √ √ -

35 - √ √ -

36 - √ √ -

37 - √ √ -

38 - √ √ -

39 - √ √ -

40 - √ √ -

41 - √ √ -

(27)

Lanjutan 9 (Lanjutan)

Nomor Sampel Sumber Cara Memperoleh

Petani Kios Pertanian Mudah Sulit

43 - √ √ -

44 - √ √ -

45 - √ √ -

46 - √ √ -

47 - √ √ -

48 - √ √ -

49 - √ √ -

50 - √ √ -

51 - √ √ -

52 - √ √ -

53 - √ √ -

54 - √ √ -

55 - √ √ -

56 - √ √ -

57 - √ √ -

58 - √ √ -

59 - √ √ -

60 - √ √ -

61 - √ √ -

(28)

Lampiran 10. Data Penggunaan Input Produksi Pestisida/musim tanam di Kelurahan Sipolha Horison, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun

No sampel Luas Lahan (Ha)

Supergro Entracol

Jumlah (ltr)

Harga Jumlah

(Kg)

Harga

(Rp) (Rp)

1 0,08 6,25 28.000 6,25 47.500

2 0,16 - - - -

3 0,04 - - - -

4 0,04 - - - -

5 0,04 - - - -

6 0,08 12,5 56.000 12,5 95.000

7 0,2 - - - -

8 0,08 - - - -

9 0,08 - - - -

10 0,08 - - - -

11 0,08 - - - -

Jumlah 0,96 18,75 84.000 18,75 142.500

Rata-rata/Petani 0,09 0,75 42.000 0,75 71.250

(29)

Lampiran 11. Data Penggunaan Input Pestisida/musim tanam di Nagori Dolog Huluan

No sampel Luas Lahan (Ha)

Manjet Prepaton Basmilang Rikkot Trinep Supergro

(30)

Lampiran 11. (Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Manjet Prepaton Basmilang Rikkot Trinep Supergro

(31)
(32)
(33)

Lampiran 12 Data Penggunaan Input Pestisida Per Petani/musim tanam di Nagori Parjalangan

(Rp/ltr) Jmlah(ltr)

(34)

Lampiran 12. (Lanjutan)

Jumlah penggunaan pestisida di Kabupaten Simalungun 211,55 Ltr

(35)

Lampiran 13. Baya Penggunaan Input Produksi Peastisida/musim tanam di Kabupaten Simalungun

Data penggunaan biaya pestisida/musim tanam di Kelurahan Sipolha Horison

No sampel Luas Lahan (Ha)

Jenis Penggunaan Pestisida per Jenis

Jumlah biaya

Data penggunaan biaya pestisida /musim tanam di Nagori Dolog Huluan

12 1 - - 150.000 500.000 550.000 250.000 - - - 1.450.000

13 0,08 - - 30.000 50.000 - 12.500 - - - 92.500

14 0,12 - - 60.000 - - - 60.000

15 0,32 - - - 12.500 60.000 130.000 130.000 - - - 332.500

(36)

Lampiran 13.(Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Jenis Penggunaan Pestisida per Jenis

(37)

Lampiran 13. (Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Jenis Penggunaan Pestisida per Jenis

Jumlah

Jumlah 8,04 582.000 255.000 1.334.250 307.500 655.250 180.000 332.000 481.500 495.500 496.000 160.000 1.598.000 6.877.000

Rata-rata/Petani 0,287143 72.750 85.000 95.304 61.500 72.806 25.714 47.429 68.786 99.100 82.667 80.000 199.750 990.804 Rata-rata/Ha 329.479 559.583 439.290 274.450 335.104 159.432 123.891 309.056 322.000 316.249 331.250 675.937 4.175.725 Data penggunaan biaya pestisida /musim tanam di Nagori Parjalangan

(38)

Lampiran 13. (Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Jenis Penggunaan Pestisida per Jenis

Jumlah

seluruhnya 71.833 136.000 220.017 201.500 208.033 96.750 74.800 135.364 165.167 141.714 134.167 333.412 493.604

Rata-rata/Ha

(39)

Lampiran 14. Data penggunaan dan Biaya tenaga kerja usahatani jahe di Kabupaten Simalungun

Data Penggunaan dan Biaya Tenaga kerja/musim tanam di Kelurahan Sipolha Horison

No sampel Luas Lahan (Ha)

Jenis Tenaga Kerja Jumlah

Tenaga Kerja (HKP)

Jumlah Biaya Tenaga Kerja *)

(Rp)

TKDK (HKP) TKLK (HKP)

Lk Pr Jumlah Lk Pr Jumlah

1 0,08 15 6,3 21,3 26 18,2 44,2 65,5 3.800.000

2 0,16 8 5,6 13,6 24 15,4 39,4 53 3.100.000

3 0,04 0 12,6 12,6 2 0,7 2,7 15,3 1.050.000

4 0,04 0 9,8 9,8 5 4,9 9,9 19,7 1.300.000

5 0,04 3 0 3 16 10,5 26,5 29,5 1.700.000

6 0,08 1 4,2 5,2 27 19,6 46,6 51,8 3.100.000

7 0,2 8 5,6 13,6 23 15,4 38,4 52 3.050.000

8 0,08 9 6,3 15,3 15 8,4 23,4 38,7 2.250.000

9 0,08 34 0 34 2 1,4 3,4 37,4 1.900.000

10 0,08 9 0 9 15 10,5 25,5 34,5 1.950.000

11 0,08 12 10,5 22,5 4 3,5 7,5 30 1.800.000

Jumlah 0,96 99 60,9 159,9 159 108,5 267,5 427,4 25.000.000

Rata-rata/Petani 0,09 9,00 5,54 14,54 14,45 9,86 24,32 77,71 2.272.727

Rata-rata/Ha 105,91 87,66 193,57 177,5 122,34 299,84 986,82 29.170.455

Data Penggunaan dan Biaya Tenaga kerja musim tanam di Nagori Dolog Huluan

12 1 11 4,9 15,9 145 95,9 240,9 256,8 15.000.000

13 0,08 9 0 9 8 7,7 15,7 24,7 1.400.000

14 0,12 0 5,6 5,6 26 18,2 44,2 49,8 3.000.000

15 0,32 12 5,6 17,6 33 23,1 56,1 73,7 4.300.000

(40)

Lampiran 14. (Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Jenis Tenaga Kerja Jumlah

Tenaga Kerja (HKP)

Jumlah Biaya Tenaga Kerja *) (Rp)

TKDK (HKP) TKLK (HKP)

Lk Pr Jumlah Lk Pr Jumlah

17 0,08 0 0 0 18 11,9 29,9 29,9 1.750.000

18 0,32 8 5,6 13,6 27 21 48 61,6 3.650.000

19 0,16 12 5,6 17,6 24 16,1 40,1 57,7 3.350.000

20 0,08 6 0 6 7 4,2 11,2 17,2 950.000

21 0,12 11 4,9 15,9 18 9,1 27,1 43 2.450.000

22 0,2 13 6,3 19,3 25 15,4 40,4 59,7 3.450.000

23 0,08 11 6,3 17,3 3 2,1 5,1 22,4 1.300.000

24 0,08 7 3,5 10,5 8 4,9 12,9 23,4 1.350.000

25 0,2 8 4,9 12,9 16 7,7 23,7 36,6 2.100.000

26 0,24 11 4,9 15,9 16 9,1 25,1 41 2.350.000

27 0,16 11 4,9 15,9 14 11,2 25,2 41,1 2.400.000

28 0,2 11 5,6 16,6 24 18,9 42,9 59,5 3.500.000

29 0,24 5 0 5 28 17,5 45,5 50,5 2.900.000

30 0,8 0 0 0 111 65,1 176,1 176,1 10.200.000

31 0,52 11 5,6 16,6 51 35,7 86,7 103,3 6.050.000

32 0,6 13 5,6 18,6 59 41,3 100,3 118,9 6.950.000

33 0,4 11 5,6 16,6 33 23,1 56,1 72,7 4.250.000

34 1 12 4,9 16,9 115 80,5 195,5 212,4 12.450.000

35 0,6 10 0,7 10,7 53 35 88 98,7 5.700.000

36 0,2 8 3,5 11,5 16 23,1 39,1 50,6 3.100.000

(41)

Lampiran 14. (Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Jenis Tenaga Kerja Jumlah

Tenaga Kerja (HKP)

Jumlah Biaya Tenaga Kerja *) (Rp)

TKDK (HKP) TKLK (HKP)

Lk Pr Jumlah Lk Pr Jumlah

38 0,24 10 3,5 13,5 22 15,4 37,4 50,9 2.950.000

39 0,2 8 3,5 11,5 14 19,6 33,6 45,1 2.750.000

40 0,08 1 4,2 5,2 15 8,4 23,4 28,6 1.700.000

41 0,08 5 2,8 7,8 14 9,8 23,8 31,6 1.850.000

Jumlah 9,12 255 116,9 371,9 1.007,0 695,8 1.702,8 2.074,7 121.150.000

Rata-rata/Petani 0,30 16,45 3,90 20,35 33,57 23,19 56,76 77,11 4.038.333

Rata-rata/Ha 44.55 21.64 66.19 112,45 79,31 191,76 257,95 15.058.833

Data Penggunaan dan Biaya Tenaga kerja/musim tanam di Nagori Parjalangan

42 0,4 0 0 0 35 26,6 61,6 61,6 4.380.000

43 0,32 7 0 7 55 38,5 93,5 100,5 7.020.000

44 0,32 9 5,6 14,6 38 24,5 62,5 77,1 5.400.000

45 0,4 9 5,6 14,6 51 29,4 80,4 95 6.600.000

46 0,4 9 5,6 14,6 36 25,9 61,9 76,5 5.400.000

47 0,2 9 0,7 9,7 25 17,5 42,5 52,2 3.600.000

48 0,4 9 5,6 14,6 43 28 71 85,6 6.000.000

9 0,32 9 5,6 14,6 31 23,1 54,1 68,7 4.860.000

50 0,16 9 5,6 14,6 21 16,1 37,1 51,7 3.660.000

51 0,32 9 5,6 14,6 38 26,6 64,6 79,2 5.580.000

52 0,6 11 5,6 16,6 66 46,2 112,2 128,8 9.060.000

53 0,12 9 4,9 13,9 12 8,4 20,4 34,3 2.400.000

(42)

Lampiran 14. (Lanjutan)

No sampel Luas Lahan (Ha)

Jenis Tenaga Kerja Jumlah

Tenaga Kerja (HKP)

Jumlah Biaya Tenaga Kerja *) (Rp)

TKDK (HKP) TKLK (HKP)

Lk Pr Jumlah Lk Pr Jumlah

55 0,8 10 5,6 15,6 96 65,8 161,8 177,4 12.480.000

56 1 11 4,2 15,2 126 88,2 214,2 229,4 16.140.000

57 0,08 12 5,6 17,6 12 8,4 20,4 38 2.640.000

58 0,4 8 0 8 39 27,3 66,3 74,3 5.160.000

59 0,2 9 5,6 14,6 18 12,6 30,6 45,2 3.180.000

60 0,2 9 5,6 14,6 20 14 34 48,6 3.420.000

61 0,2 8 4,9 12,9 23 13,3 36,3 49,2 3.420.000

Jumlah 7,64 177 84 261 880 611,1 1491,1 1752,1 123.000.000

Rata-rata/Petani 0,382 8,85 4,2 13,05 44 30,56 74,56 87,61 6.150.000

Rata-rata/Ha 35,28 17,37 52,65 109,76 79,68 189,44 242,10 17.337.510

Keterangan: *

(43)

Lampiran 15. Penyusutan Peralatan Usahatani Jahe di Kabupaten Simalungun

Data Penggunaan Peralatan Usahatani dan Biaya Peralatan Usahatani Per Petani/tahun di Kelurahan Sipolha Horison

No Sampel

Luas Lahan (Ha)

Jenis Peralatan

(44)

Lampiran 15. (Lanjutan)

Data Penggunaan Peralatan Usahatani dan Biaya Peralatan Usahatani Per Petani/tahun di Nagori Dolog Huluan

No Sampel

Luas Lahan (Ha)

Jenis Peralatan

(45)

Lampiran 15. (Lanjutan)

No Sampel

Luas Lahan (Ha)

Jenis Peralatan

Cangkul (a) Kiskis(b) Sprayer (c)

Data Penggunaan Peralatan Usahatani dan Biaya Peralatan Usahatani Per Petani/tahun di Nagori Parjalangan

42 0,4 50.000 500 1 3 16.500 0 0 0 650.000 3.000 1 10 64.700

43 0,32 60.000 1.000 2 5 23.600 40.000 1.000 1 2 19.500 700.000 5.000 1 10 69.500

44 0,32 55.000 1.000 2 3 36.000 45.000 500 2 4 22.250 680.000 4.000 1 8 84.500

(46)

Lampiran 15. (Lanjutan)

Jenis Peralatan

(47)

Lampiran 16. Biaya Penyusutan Usahatani Jahe Di Kabupaten Simalungun

Biaya penyusutanPeralatan Usahatani Jahe/tahun di Kelurahan Sipolha Horison

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Biaya Penyusutan cangkul (a) Per tahun (Rp)

Biaya Penyusutan Parang Babat (b) Per

tahun (Rp)

Biaya Penyusutan Sprayer (c) Per tahun

(Rp)

Total Biaya Penyusutan Per-Hektar (a+b+c) (Rp.)

1 0,08 139.000 79.333 93.375 311.708

2 0,16 98.666 42.667 - 141.333

3 0,04 19.833 17.375 - 37.208

4 0,04 32.250 21.500 - 53.750

5 0,04 37.000 32.000 - 69.000

6 0,08 43.000 19.667 79.978 142.645

7 0,2 39.667 39.667 - 79.334

8 0,08 69.000 39.667 - 108.667

9 0,08 23.000 16.000 - 39.000

10 0,08 21.500 23.000 - 44.500

11 0,08 111.000 29.750 - 140.750

Jumlah 0,96 633.916 360.626 173.353 1.167.895

Rata-rata 0,09 57.629 32.784 86.677 177.089

Biaya penyusutanPeralatan Usahatani Jahe/tahun di Nagori Dolog Huluan

12 1 33.000 34.500 94.100 161.600

13 0,08 19.500 24.750 64.500 108.750

14 0,12 49.000 49.000 74.500 172.500

(48)

Lampiran 16. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Biaya Penyusutan cangkul (a) Per tahun (Rp)

Biaya Penyusutan Kiskis (b) Per tahun

(Rp)

Biaya Penyusutan Sprayer (c) Per tahun

(Rp)

Total Biaya Penyusutan Per-Hektar (a+b+c) (Rp.)

16 0,12 12.250 13.167 83.333 108.750

17 0,08 13.500 14.833 - 28.333

18 0,32 36.000 34.500 - 70.500

19 0,16 49.000 17.250 99.375 165.625

20 0,08 16.500 17.475 84.500 118.475

21 0,12 24.750 23.000 97.125 144.875

22 0,2 39.333 49.500 113.571 202.404

23 0,08 21.600 - 74.800 96.400

24 0,08 40.000 13.167 86.200 139.367

25 0,2 49.500 34.500 116 84.116

26 0,24 24.750 11.500 59.800 96.050

27 0,16 18.000 34.000 77.444 129.444

28 0,2 24.500 32.667 99.375 156.542

29 0,24 16.333 11.500 99.375 127.208

30 0,8 13.625 11.500 - 25.125

31 0,52 16.333 22.667 90.555 129.555

32 0,6 32.400 19.500 97.000 148.900

33 0,4 29.500 19.667 88.555 137.722

34 1 33.000 22.667 93.125 148.792

35 0,6 18.000 11.333 84.600 113.933

(49)

Lampiran 16. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Biaya Penyusutan cangkul (a) Per tahun (Rp)

Biaya Penyusutan Kiskis (b) Per tahun

(Rp)

Biaya Penyusutan Sprayer (c) Per tahun

(Rp)

Total Biaya Penyusutan Per-Hektar (a+b+c) (Rp.)

37 0,6 14.875 17.250 103.857 135.982

38 0,24 36.000 39.000 90.555 165.555

39 0,2 54.500 34.000 93.375 181.875

40 0,08 14.875 17.250 99.428 131.553

41 0,08 32.667 19.667 89.625 141.959

Jumlah 9,12 848.625 708.060 2.310.455 3.867.140

Rata-rata 0,304 28.288 24.416 85.572 138.276

Biaya penyusutanPeralatan Usahatani Jahe/tahun di Nagori Parjalangan

42 0,4 16.500 0 64.700 81.200

43 0,32 23.600 19.500 69.500 112.600

44 0,32 36.000 22.250 84.500 142.750

45 0,4 21.800 26.333 80.777 128.910

46 0,4 39.333 11.500 93.125 143.958

47 0,2 16.000 22.000 79.444 117.444

48 0,4 36.000 13.166 62.800 111.966

9 0,32 12.375 34.500 86.111 132.986

50 0,16 39.333 29.666 72.363 141.362

(50)

Lampiran 16. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Biaya Penyusutan cangkul (a) Per tahun (Rp)

Biaya Penyusutan Kiskis (b) Per tahun

(Rp)

Biaya Penyusutan Sprayer (c) Per tahun

(Rp)

Total Biaya Penyusutan Per-Hektar (a+b+c) (Rp.)

52 0,6 39.666 34.500 85.428 159.594

53 0,12 49.000 13.166 71.777 133.943

54 0,8 39.333 26.333 77.222 142.888

55 0,8 36.333 29.333 90.875 156.541

56 1 33.000 32.666 67.600 133.266

57 0,08 54.000 22.250 80.875 157.125

58 0,4 19.666 17.250 74.600 111.516

59 0,2 36.333 26.333 77.222 139.888

60 0,2 39.333 24.500 79.444 143.277

61 0,2 24.750 29.666 74.700 129.116

Jumlah 7,64 639.355 467.578 1.557.688 2.664.621

(51)

Lampiran 17. Data Penggunaan biaya pengolahan tanah /musim tanam di Kabupaten Simalungun

Data Penggunaan biaya pengolahan tanah /musim tanam di Nagori Dolog Huluan

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Pengolahan Tanah

Biaya Traktor/Ha Jumlah (kali) Total Biaya Total Biaya per Ha/musim tanam

12 1 1.000.000 3 3.000.000 3.000.000

13 0,08 1.000.000 3 240.000 3.000.000

14 0,12 1.000.000 3 360.000 3.000.000

15 0,32 1.000.000 3 960.000 3.000.000

16 0,12 1.000.000 3 360.000 3.000.000

17 0,08 1.000.000 3 360.000 3.000.000

18 0,32 1.125.000 3 1.080.000 3.375.000

19 0,16 1.000.000 4 640.000 4.000.000

20 0,08 1.000.000 2 160.000 2.000.000

21 0,12 1.000.000 3 360.000 3.000.000

22 0,2 1.000.000 3 600.000 3.000.000

23 0,08 1.000.000 3 360.000 3.000.000

24 0,08 1.000.000 3 360.000 3.000.000

25 0,2 1.000.000 3 600.000 3.000.000

26 0,24 1.000.000 3 720.000 3.000.000

27 0,16 1.000.000 3 480.000 3.000.000

28 0,2 1.000.000 3 600.000 3.000.000

29 0,24 1.125.000 3 810.000 3.375.000

30 0,8 1.125.000 3 2.700.000 3.375.000

(52)

Lampiran 17. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Pengolahan Tanah

Biaya Traktor/Ha Jumlah (kali) Total Biaya Total Biaya per Ha/musim tanam

32 0,6 1.000.000 3 1.800.000 3.000.000

33 0,4 1.000.000 3 1.200.000 3.000.000

34 1 1.000.000 3 30.000.000 3.000.000

35 0,6 1.000.000 3 1.800.000 3.000.000

36 0,2 1.000.000 3 600.000 3.000.000

37 0,6 1.000.000 3 1.800.000 3.000.000

38 0,24 1.125.000 2 540.000 2.250.000

39 0,2 1.000.000 3 600.000 3.000.000

40 0,08 1.000.000 3 240.000 3.000.000

41 0,08 1.000.000 3 240.000 3.000.000

Jumlah 9,12 30.500.000 90 55.650.000 91.375.000

Rata-rata 0,304 1.016.667 3 1.855.000 3.045.833

Data Penggunaan biaya pengolahan tanah/musim tanam di Nagori Parjalangan

42 0,4 1.125.000 3 1.350.000 3.375.000

43 0,32 1.125.000 3 1.080.000 3.375.000

44 0,32 1.125.000 3 1.080.000 3.375.000

45 0,4 1.125.000 3 1.350.000 3.375.000

46 0,4 1.125.000 3 1.350.000 3.375.000

47 0,2 1.125.000 3 675.000 3.375.000

48 0,4 1.125.000 3 1.350.000 3.375.000

(53)

Lampiran 17. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Biaya Penyusutan cangkul (a) Per tahun

(Rp)

Biaya Penyusutan Kiskis (b) Per tahun

(Rp)

Biaya Penyusutan Sprayer (c) Per tahun

(Rp)

Total Biaya Penyusutan Per-Hektar (a+b+c) (Rp.)

50 0,16 1.125.000 2 360.000 2.250.000

51 0,32 1.125.000 3 1.080.000 3.375.000

52 0,6 1.125.000 3 2.025.000 3.375.000

53 0,12 1.125.000 3 405.000 3.375.000

54 0,8 1.125.000 3 2.700.000 3.375.000

55 0,8 1.125.000 3 2.700.000 3.375.000

56 1 1.125.000 3 3.375.000 3.375.000

57 0,08 1.125.000 3 270.000 3.375.000

58 0,4 1.125.000 2 900.000 2.250.000

59 0,2 1.125.000 3 675.000 3.375.000

60 0,2 1.125.000 3 675.000 3.375.000

61 0,2 1.125.000 3 675.000 3.375.000

Jumlah 7,64 22.500.000 58 25.155.000 65.250.000

(54)

Lampiran 18. Biaya Usahatani Jahe/Musim Tanam Di Kabupaten Simalungun

Biaya usaha tani jahe/musim tanam di Kelurahan Sipolha Horison

No Sampel Luas Lahan

Biaya usaha tani jahe/musim tanam di Nagori Dolog Huluan

12 1 3.000.000 28.000.000 33.075.000 1.450.000 15.000.000 161.600 25.000 80.711.600

13 0,08 240.000 3.000.000 2.240.500 92.500 1.400.000 108.750 2.000 7.083.750

14 0,12 360.000 5.400.000 3.453.000 60.000 3.000.000 172.500 3.000 12.448.500

15 0,32 960.000 10.800.000 9.730.000 332.500 4.300.000 159.500 8.000 26.290.000

(55)

Lampiran 18. (Lanjutan)

30 0,8 2.700.000 24.000.000 20.000.000 1.108.000 10.200.000 25.125 20.000 58.053.125

31 0,52 2.080.000 18.000.000 9.140.000 150.000 6.050.000 129.555 13.000 35.562.555

32 0,6 1.800.000 25.300.000 15.705.000 396.000 6.950.000 148.900 15.000 50.314.900

33 0,4 1.200.000 15.000.000 6.363.500 389.000 4.250.000 137.722 10.000 27.350.222

34 1 30.000.000 25.000.000 28.130.000 505.000 12.450.000 148.792 25.000 96.258.792

35 0,6 1.800.000 23.100.000 19.785.000 316.000 5.700.000 113.933 15.000 50.829.933

36 0,2 600.000 6.300.000 4.535.000 130.000 3.100.000 135.750 5.000 14.805.750

37 0,6 1.800.000 22.500.000 18.807.000 323.000 6.300.000 135.982 15.000 49.880.982

(56)

Lampiran 18. (Lanjutan)

Jumlah 9,12 55.650.000 320.875.000 229.749.600 8.419.500 121.150.000 3.867.140 228.000 739.939.240

Rata-rata/Petani 0,304 1.855.000 10.695.833 7.658.320 280.650 4.038.333 128.905 7.600 24.664.641

Rata-rata/Ha 3.045.833 37.602.435 23.740.245 1.021.948 15.058.833 128.905 25.000 80.623.199

Biaya usaha tani jahe/musim tanam di Nagori Parjalangan

(57)

Lampiran 18. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Biaya Traktor

(Rp)

Biaya Bibit (Rp)

Biaya Pupuk (Rp)

Biaya Pestisida

(Rp)

Biaya Tenaga Kerja (Rp)

Biaya Penyusutan

alat (Rp)

Biaya PBB (Rp)

Jumlah Biaya Tanaman (Rp)

54 0,8 2.700.000 27.000.000 24.930.000 505.000 12.600.000 142.888 20.000 67.897.888 55 0,8 2.700.000 35.000.000 20.930.000 560.000 12.480.000 156.541 20.000 71.846.541

56 1 3.375.000 22.400.000 26.150.000 585.000 16.140.000 133.266 25.000 68.808.266

57 0,08 270.000 3.300.000 2.825.000 105.000 2.640.000 157.125 2.000 9.299.125

58 0,4 900.000 15.000.000 9.590.000 187.000 5.160.000 111.516 10.000 30.958.516

59 0,2 675.000 6.750.000 5.334.000 96.000 3.180.000 139.888 5.000 16.179.888

60 0,2 675.000 8.800.000 4.470.000 178.000 3.420.000 143.277 5.000 17.691.277

61 0,2 675.000 8.400.000 3.795.000 120.000 3.420.000 129.116 5.000 16.544.116

Jumlah 7,64 25.155.000 267.700.000 186.053.000 4416000 123.000.000 2.664.621 191.000 609.179.621

Rata-rata/Petani 0,382 1.257.750 13.385.000 9.302.650 220.800 6.150.000 133.231 9.550 30.458.981

(58)

Lampiran 19. Data produksi, harga Jual, dan penerimaan usaha tani jahe di Kabupaten Simalungun

Data produksi, harga Jual, dan penerimaan usaha tani jahe /musim tanam di Kelurahan Sipolha Horison

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Per Petani Per Hektar

Jumlah Produksi (Kg)

Jumlah 0,96 17.250 68.900 103.640.000 179.167 68.900 1.159.293.500

Rata-Rata 0,09 1.568 6.264 9.421.818 16.288 6.264 105.390.318

Data produksi, harga Jual, dan penerimaan usaha tani jahe di Nagori Dolog Huluan

(59)

Lampiran 19. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Per Petani Per Hektar

(60)

Lampiran 19. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Per Petani Per Hektar

Jumlah Produksi

Jumlah 9,12 193.800 195.000 1.211.920.000 604.892 195.000 3.945.465.100

Rata-rata 0,304 6.460 6.500 40.397.333 20.163 6.500 131.515.503

Data produksi, harga Jual, dan penerimaan usaha tani jahe/musim tanam di Nagori Parjalangan

(61)

Lampiran 19. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Per Petani Per Hektar

Jumlah Produksi (Kg)

Harga Jual (Kg)

Jumlah Penerimaan

Jumlah Produksi (Kg)

Harga Jual

(Kg) Jumlah Penerimaan

57 0,08 1.800 5.900 10.620.000 22.500 5.900 132.750.000

58 0,4 8.700 5.500 47.850.000 21.750 5.500 119.625.000

59 0,2 5.200 6.000 31.200.000 26.000 6.000 156.000.000

60 0,2 3.000 5.600 16.800.000 15.000 5.600 84.000.000

61 0,2 4.200 5.500 23.100.000 21.000 5.500 115.500.000

Jumlah 7,64 176.100 119.100 1.063.750.000 452.062 119.100 2.700.990.800

(62)

Lampiran 20. Data penerimaan, Jumlah biaya dan Pendapatan usaha tani jahe di Kabupaten Simalungun

Data penerimaan, Jumlah biaya dan Pendapatan usaha tani jahe di Kelurahan Sipolha Horison

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Per Petani Per Hektar

Jumlah

1 0,08 5.500.000 6.779.208 -1.279.208 68.750.000 37.455.458 31.294.542

2 0,16 22.940.000 9.025.333 13.914.667 143.375.000 39.391.333 103.983.667

3 0,04 3.000.000 3.298.208 -298.208 75.000.000 56.362.208 18.637.792

4 0,04 5.600.000 2.658.750 2.941.250 140.000.000 33.978.750 106.021.250

5 0,04 9.600.000 4.305.000 5.295.000 240.000.000 49.106.500 190.893.500

6 0,08 17.600.000 7.813.145 9.786.855 146.668.500 41.962.978 104.705.522

7 0,2 19.600.000 10.874.334 8.725.666 98.000.000 41.854.334 56.145.666

8 0,08 5.200.000 4.360.667 839.333 65.000.000 27.383.667 37.616.333

9 0,08 1.820.000 5.297.000 -3.477.000 22.750.000 42.914.000 -20.164.000

10 0,08 5.500.000 3.838.500 1.661.500 68.750.000 25.044.500 43.705.500

11 0,08 7.280.000 4.410.250 2.869.750 91.000.000 32.809.500 58.190.500

Jumlah 0,96 103.640.000 62.660.395 40.979.605 1.159.293.500 428.263.228 731.030.272

Rata-Rata 0,09 9.421.818 5.859.976 3.725.419 105.390.318 40.091.259 66.457.297

Data penerimaan, Jumlah biaya dan Pendapatan usaha tani jahe di Nagori Doloh Huluan

12 1 180.000.000 80.711.600 99.288.400 180.000.000 80.711.600 99.288.400

13 0,08 12.600.000 7.083.750 5.516.250 157.500.000 71.196.250 86.303.750

14 0,12 16.500.000 12.448.500 4.051.500 137.500.000 80.472.500 57.027.500

15 0,32 42.000.000 26.290.000 15.710.000 131.250.000 72.679.812 58.570.188

(63)

Lampiran 20. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Per Petani Per Hektar

Jumlah

17 0,08 7.150.000 7.540.333 -390.333 89.375.000 72.303.333 17.071.667

18 0,32 32.500.000 26.988.500 5.511.500 116.070.500 76.433.000 39.637.500

19 0,16 35.000.000 13.172.875 21.827.125 218.750.000 63.873.437 154.876.563

20 0,08 11.050.000 7.552.975 3.497.025 138.125.000 82.124.725 56.000.275

21 0,12 16.800.000 12.269.875 4.530.125 139.998.000 83.219.874 56.778.126

22 0,2 20.650.000 18.815.404 1.834.596 103.250.000 79.467.404 23.782.596

23 0,08 6.500.000 7.319.400 -819.400 81.250.000 73.933.900 7.316.100

24 0,08 2.500.000 6.176.367 -3.676.367 31.250.000 58.576.867 -27.326.867

25 0,2 22.000.000 13.734.116 8.265.884 110.000.000 59.934.116 50.065.884

26 0,24 11.200.000 14.819.300 -3.619.300 46.664.800 59.438.758 -12.773.958

27 0,16 31.500.000 10.761.444 20.738.556 196.875.000 53.979.444 142.895.556

28 0,2 30.000.000 19.856.542 10.143.458 150.000.000 84.656.542 65.343.458

29 0,24 31.500.000 16.491.708 15.008.292 131.250.000 59.129.290 72.120.710

30 0,8 96.000.000 58.053.125 37.946.875 120.000.000 76.260.125 43.739.875

31 0,52 44.200.000 35.562.555 8.637.445 74.997.000 62.685.322 12.311.678

32 0,6 84.000.000 50.314.900 33.685.100 139.998.000 79.221.899 60.776.101

33 0,4 63.700.000 27.350.222 36.349.778 159.250.000 60.793.972 98.456.028

34 1 126.500.000 96.258.792 30.241.208 126.500.000 69.258.792 57.241.208

35 0,6 59.000.000 50.829.933 8.170.067 98.329.400 80.840.597 17.488.803

(64)

Lampiran 20. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Per Petani Per Hektar

Jumlah

37 0,6 94.400.000 49.880.982 44.519.018 157.329.400 78.844.314 78.485.086

38 0,24 21.000.000 17.524.555 3.475.445 87.498.000 63.156.053 24.341.947

39 0,2 28.800.000 15.114.875 13.685.125 144.000.000 63.846.875 80.153.125

40 0,08 9.750.000 7.296.553 2.453.447 121.875.000 64.644.053 57.230.947

41 0,08 13.020.000 7.367.559 5.652.441 162.750.000 65.686.959 97.063.041

Jumlah 9,12 1.211.920.000 739.939.240 471.980.760 3.945.465.100 2.088.080.979 1.857.384.121

Rata-rata 0,30 40.397.333 25.515.676 15.732.692 131.515.503 69.602.699 61.912.804

Data penerimaan, Jumlah biaya dan Pendapatan usaha tani jahe/musim tanam di Nagori Parjalangan

42 0,4 80.000.000 24.321.200 55.678.800 200.000.000 54.111.200 145.888.800

43 0,32 48.000.000 32.290.600 15.709.400 150.000.000 85.737.350 64.262.650

44 0,32 30.000.000 23.880.250 6.119.750 93.750.000 62.847.437 30.902.563

45 0,4 47.560.000 32.731.910 14.828.090 118.900.000 71.736.410 47.163.590

46 0,4 53.940.000 28.684.958 25.255.042 134.850.000 63.396.458 71.453.542

47 0,2 30.680.000 14.892.444 15.787.556 153.400.000 59.592.444 93.807.556

48 0,4 54.000.000 31.091.466 22.908.534 135.000.000 68.560.716 66.439.284

9 0,32 36.540.000 25.560.986 10.979.014 115.275.000 81.924.236 33.350.764

50 0,16 22.960.000 12.986.362 9.973.638 143.500.000 61.207.612 82.292.388

51 0,32 50.150.000 27.834.291 22.315.709 156.715.800 74.812.541 81.903.259

52 0,6 70.800.000 44.451.594 26.348.406 118.000.000 69.033.343 48.966.657

(65)

Lampiran 20. (Lanjutan)

No Sampel Luas Lahan (Ha)

Per Petani Per Hektar

Jumlah Penerimaan

(Rp.)

Jumlah Biaya Produksi (Rp)

Jumlah Pendapatan (Rp)

Jumlah Penerimaan

(Rp.)

Jumlah Biaya Produksi (Rp)

Jumlah Pendapatan (Rp)

54 0,8 108.000.000 67.897.888 40.102.112 135.000.000 81.686.638 53.313.362

55 0,8 113.100.000 71.846.541 41.253.459 141.375.000 86.758.416 54.616.584

56 1 173.600.000 68.808.266 104.791.734 173.600.000 68.810.766 104.789.234

57 0,08 10.620.000 9.299.125 1.320.875 132.750.000 84.072.125 48.677.875

58 0,4 47.850.000 30.958.516 16.891.484 119.625.000 69.411.516 50.213.484

59 0,2 31.200.000 16.179.888 15.020.112 156.000.000 67.619.888 88.380.112

60 0,2 16.800.000 17.691.277 -891.277 84.000.000 74.188.277 9.811.723

61 0,2 23.100.000 16.544.116 6.555.884 115.500.000 68.524.116 46.975.884

Jumlah 7,64 1.063.750.000 609.179.621 454.570.379 2.700.990.800 1.429.012.097 1.271.978.703

(66)

Lampiran 21. Rata-Rata Produksi dan Produktivitas Jahe di Kabupaten Simalungun No Daerah Penelitian Katagori Hasil

Produksi

Luas Lahan (Ha)

Produksi (Ton)

Produktivitas (Ton/Ha)

1 Sipolha Horison Per Petani 0,09 1.568 17.422

Per Hektar 16.288 16.288

2 Dolog Huluan Per Petani 0,30 6.460 21.533

Per Hektar 20.163 20.163

3 Parjalangan Per Petani 0,38 8.805 23.171

Per Hektar 22.603 22.603

Jumlah Per Petani 0,27 5.611 20.709

Per Hektar 19.685 19.685

Lampiran 22. Karakteristik Penyedia Bahan Baku di Kabupaten Simalungun

No Sampel Nama Sampel Alamat Nama Kios Umur Sampel

(Tahun)

Lama Pendidikan (Tahun)

Pengalaman (Tahun)

Jumlah Tanggungan

Frekuensi Pembelian/

minggu

1 M. Saragih Parjalangan Maju Tani 51 16 8 4 1

2 Hadi Ismanto Dolog Huluan Desri Tani 36 16 2 2 1

Jumlah 87 32 10 6 2

(67)

Tabel 23. Sarana Produksi Yang Tersedia Pada Kios Pertanian Maju Tani

No

Sarana Produksi Yang Tersedia

Jenis Pupuk

Harga Beli (Rp)

Harga Jual

(Rp) Jenis Pestisida

Harga Beli (Rp)

Harga Jual (Rp)

1 Organik 100.000 110.000 Kasumin (250 gr) 50.000 60.000

2 PKB 400.000 410.000 Manjet (Kg) 71.000 80.000

3 Phoska 125.000 135.000 Prevaton (0.1 Kg) 73.000 85.000

4 ZA 85.000 95.000 Rikkot (Ltr) 90.000 100.000

5 KCL 280.000 290.000 Trinep (Ltr) 65.000 75.000

6 RJ Basf 435.000 445.000 Agro Starvit (Ltr) 23.000 30.000

7 Mutiara 470.000 480.000 Entracol (Kg) 92.000 100.000

8 Hidrokomplik 460.000 470.000 Supergro (Ltr) 22.000 30.000

9 SS 300.000 310.000 Gromoxone (Ltr) 54.000 60.000

10 Urea 110.000 120.000 Penglaris (Ltr) 28.000 35.000

11 TSP 320.000 330.000 Basmilang (Ltr) 65.000 68.000

12 Boron 340.000 350.000 Felita (Ltr) 62.000 66.000

13 SP 36 120.000 130.000

14 Cantik 310.000 320.000

(68)

Tabel 24. Sarana Produksi Yang Tersedia Pada Kios Pertanian Maju Tani

No

Sarana Produksi Yang Tersedia

Jenis Pupuk

Harga Beli (Rp)

Harga Jual

(Rp) Jenis Pestisida

Harga Beli (Rp)

Harga Jual (Rp)

1 Organik 100.000 110.000 Kasumin (250 gr) 40.000 55.000

2 PKB 500.000 515.000 Manjet (Kg) 80.000 85.000

3 Phoska 145.000 150.000 Prevaton (0.1 Kg) 62.000 75.000

4 ZA 90.000 100.000 Rikkot (Ltr) 90.000 100.000

5 KCL 300.000 315.000 Trinep (Ltr) 65.000 75.000

6 RJ Basf 460.000 470.000 Agro Starvit (Ltr) 25.000 30.000

7 Mutiara 470.000 480.000 Entracol (Kg) 92.000 100.000

8 Hydro complit 480.000 500.000 Supergro (Ltr) 22.000 30.000

9 SS 310.000 315.000 Gromoxone (Ltr) 59.000 62.000

10 Urea 115.000 120.000 Penglaris (Ltr) 31.000 35.000

11 TSP 320.000 330.000 Basmilang (Ltr) 57.000 62.000

12 Boron 345.000 355.000 Felita (Ltr) 57.000 60.000

13 SP 36 120.000 130.000 Wenri (Kg) 70.000 78.000

14 Cantik 320.000 335.000 Curater (Ltr) 26.000 30.000

(69)

Lampiran 25. Karakteristik Pedagang Pengumpul Jahe di Kabupaten Simalungun

Lampiran 26. Biaya Pemasaran Pedagang Pengumpul di Kabupaten Simalungun

No Sampel Sortasi Pengemasan

(70)

Lampiran 27. Pendapatan Pedagang Pengumpul Per Penjualan di Kabupaten Simalungun

1 16.000 6.300 100.800.000 6.271.500 15.500 7.200 111.600.000 107.071.500 4.528.500 2 10.400 6.500 67.600.000 3.504.700 10.100 7.300 73.730.000 71.104.700 2.625.300 3 22.000 6.200 136.400.000 9.107.400 21.180 7.200 152.496.000 145.507.400 6.988.600

Jumlah 48.400 19.000 304.800.000 18.883.600 46.780 21.700 337.826.000 323.683.600 14.142.400

Rata-rata 16.133 6.333 101.600.000 6.294.533 15.593 7.233 112.608.667 107.894.533 4.714.133

Lampiran 28. Karakteristik Pedagang Besar Jahe di Kabupaten Simalungun

No Sampel Nama Sampel Alamat

Jl Persatuan No 28

Siantar 47 12 20 Ped. pengumpul 81.000 78.570 Ped. Pengecer,

Jl. Narumonda No1

Siantar 58 12 30 Ped. pengumpul 137.000 132.890

Jumlah 155 36 70 230.800 224.004

(71)

Lampiran 29. Biaya Pemasaran Pedagang Besar di Kabupaten Simalungun

Kerja Pengemasan (Rp/Kg) Transportasi (Rp/Kg) Loss (Rp/Kg) Marketing (Rp/Kg) Jumlah (Rp/penjualan) Jumlah

1 78.570 53 60 407 195 670,9 52.712.613 500.000 53.212.613

Lampiran 30. Pendapatan Pedagang Besar Per Penjualan di Kabupaten Simalungun

No Sampel

1 81.000 7.200 583.200.000 53.212.613 78.570 9.000 707.130.000 636.412.613 70.717.387 2 12.800 7.300 93.440.000 3.749.424 12.544 8.000 100.352.000 97.189.424 3.162.576 3 137.000 7.200 986.400.000 118.867.020 132.890 1.231.032.000 1.105.267.020 125.764.980 Ekspor 28.000 7.200 201.600.000 43.556.000 28.000 11.000 308.000.000 245.156.000 62.844.000 Domestik 109.000 7.200 784.800.000 75.831.020 104.890 8.800 923.032.000 860.631.020 62.400.980

Jumlah 230.800 21.700 1.663.040.000 295.216.077 224.004 36.800 3.269.546.000 2.944.656.077 324.889.923

(72)

Lampiran 31. Karakteristik Pedagang Pengecer Jahe di Kabupaten Simalungun

Lampiran 32. Pendapatan Pedagang Pengecer Per Penjualan di Kabupaten Simalungun

No

(73)

DAFTAR PUSTAKA

Anonimousa. 2008. Buku Pintar Tanaman Obat. PT Agromedia Pustaka. Jakarta. Arikunto,Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta.

Badan Pusat Statistik. 2015. Simalungun Dalam Angka. BPS. Sumatera Utara Dinas Pertanian Sumatera Utara. 2014. Luas Lahan, Produksi, ekspor dan impor

Jahe di Sumatera Utara. Medan

Downey dan Ericson. 2004. Akutansi biaya. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Downey, W.D.dan S.P. Erickson. 1992. Manajemen Agribisnis. Ed. Ke-2, Cet. Ke-3.

R. Ganda.S. dan A. Sirait, Penerjemah. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Agribusiness Management

Firdaus. 2008. Manajemen agribisnis. PT Penebar Swadaya. Jakarta.

Harmono dan Agus Andoko. 2005. Budidaya Dan Peluang Bisnis Jahe. Agromedia pustaka. Jakarta.

Kementerian Pertanian. 2004. Outlook Komoditi Jahe. Pusat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Jakarta.

. 2008. Outlook Komoditi Jahe. Pusat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Jakarta.

. 2014. Outlook Komoditi Jahe. Pusat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Jakarta.

Krisnamurthi, Bayu. 2000.Pengertian Dan Ruang Lingkup Agribisnis. Laboratorium Ekonomi Dan Manajemen Agribisnis IPB. Bogor.

Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran. Erlangga. Jakarta.

Lokollo, Erna Maria.2012.Rantai Pasok Komoditas Pertanian Di Indonesia. IPB Press. Bogor.

McCarthy, E. J. dan Perreault. 1993. Dasar-dasarPemasaran. Erlangga. Jakarta. Mubyarto, 1990. Pengantar Ekonomi Pertanian.LP3S. Yogyakarta.

(74)

Sanjur, D. 1982. Social and Cultural Perspective in Nutrition. Prentice Hall Inc. New York.

Setiadi, N. J. 2003. Perilaku Konsumen, Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Pranada Media. Bandung.

Shepherd, R. and Sparks, P. 1994. Modelling Food Choice. Blackic Academic and Professional. London.

Silalahi,U. 2009. Metode Penelitian Sosial. Refika Aditama. Bandung.

Soekartawi, 2003. Agribisnis teori dan aplikasinya. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Setyawan, Budi. 2015. Peluang Usaha Budidaya Jahe. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Setiawati, Tanti. 2007. Mengenal Jahe dan Khasiatnya. Karya Mandiri Pratama. Jakarta.

Sudjana. 2005. Metode Statistika. Tarsito. Bandung.

Supriana, Tavi. 2016. Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. USU Press. Medan. Syukur, Cheppy. 2001. Agar Jahe Berproduksi Tinggi. Penebar Swadaya. Bogor. Uma, Sekaran. 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Salemba Empat.

(75)

27 3.1 Metode Penentuan Daerah Penelitian

Daerah penelitian ditetapkan secara purposive, artinya daerah penelitian didasarkan atas adanya tujuan tertentu (Arikunto, 2006). Kabupaten Simalungun dipilih dengan pertimbangan merupakan sentra produksi jahe tertinggi di Sumatera yang dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4. Produksi Jahe (Ton) Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Tahun 2014

No Kecamatan 2010 2011 2012 2013 2014

1 Silimakuta 180 60 0 180 75

2 Pematang Silimakuta 815,2 30 0 0 0

3 Purba 0 720 1.001,6 420 375

4 Haranggaol Horison 0 0 0 0 0

5 Dolok Pardamean 100 1.050 763 1.650,55 1.990

6 Sidamanik 0 30 0 0 0

7 P. Sidamanik 570 195 150 225 90

8 Girsang Sipangan Bolon 0 150 540 1.110 153

9 Tanah Jawa 1,3 0 0 0 0

10 Hatonduhan 5 0 0 0 0

11 Dolok Panribuan 65,2 0 0 31,5 150

12 Jorlan Hatarang 0 160 0 0 0

13 Pane 73.04 0 60 210 1.195

14 Panombean Pane 0 0 0 0 180

15 Raya 690 240 450 390 300

16 Dolok Silau 0 150 900 1.080 150

17 Silau Kahean 0 0 0 0 0

18 Raya Kahean 869,38 540 44,4 0 90

Simalungun 3.556 1.245 3.909 5.387,05 4.823 Sumber : BPS Kabutaen Simalungun 2015

(76)

Dolok Pardamean. Ketiga kecamatan ini merupakan daerah yang menghasilkan jahe selama lima tahun terakhir ini sehingga peneliti melakukan penelitian didaerah ini.

3.2 Populasi dan sampel

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 2006), sedangkan menurut Sudjana (1996) menyatakan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung ataupun pengukuran kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari dari sifat-sifatnya.

Menurut Supriana (2016) sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat mewakili populasi. Penentuan sampel petani menggunakan metode Simple Random Sampling. Penentuan sampel ini dihitung dengan menggunakan rumus Slovin dalam Umar (1998) berikut ini :

n =

Dimana :

n = besar sampel N = besar populasi

e = error tolerance/ persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan (10%)

(77)

Besar sampel petani yang akan diteliti adalah 61 orang. Selanjutnya dalam penentuan sampel pada pemasok bahan baku, pedagang perantara jahe digunakan metode snowballing sampling, yang menurut Silalahi (2009) yaitu penarikan sampel dimana sampel ditentukan dengan mengikuti arus pergerakan komoditi tersebut mulai dari petani hingga konsumen. besar sampel pedagang perantara adalah 3 pedagang pengumpul, 3 pedagang besar dan 1 pedagang pengecer.

3.3. Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara kepada petani dengan berpedoman kepada daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah disiapkan sebelumnya. Data sekunder dikumpulkan dari instansi atau lembaga terkait dengan penelitian ini diantaranya: Dinas Pertanian Sumatera Utara, Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Kantor KUPTD dan literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini.

3.4 Metode Analisis Data

Secara umum alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Analisis deskriptif dilakukan sesuai dengan tujuan masing-masing.

(78)

keadaan atau fenomena yang terjadi saat ini dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual. Adapun tahapan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Tahap pertama

Langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan kuisioner. Kuisioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawab (Uma, 2006). Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuisioner bertujuan untuk menjawab masalah penelitian yang berisi tentang ketersedian pra produksi jahe seperti bibit, lahan, sarana produksi dan teknologi yang digunakan di daerah penelitian. Kuisioner juga berisi tentang jumlah produktivitas jahe, daerah sentral produksi, dan bagaimana rantai pasok jahe di daerah penelitian mulai dari petani, pedagang pengumpul, pedagang besar hingga sampai pada konsumen.

Tahap kedua

(79)

Tahap ketiga

Setelah menyiapkan kuisioner dan pra survei akan dilakukan pengumpulan data dengan metode wawancara dimana penulis akan langsung datang ke daerah penelitian untuk melakukan wawancara kepada responden dengan panduan kuisioner.

Tahap keempat

Setelah mengumpulkan semua data yang diperlukan maka akan dilakukan analisis data. Berdasarkan jumlah teknik pengumpulan data dan dari berbagai unit analisis data yang telah ditetapkan kriterianya, data dalam catatan lapangan akan dianalisis dengan cara melakukan penghalusan bahan empiric yang masih kasar ke dalam laporan lapangan. Dengan rencana ini, berarti peneliti mulai melakukan penyederhanaan data menjadi beberapa unit informasi yang rinci tetapi sudah terfokus dalam ungkapan asli responden.

Tahap kelima

Tahap kelima adalah membuat pembahasan sesuai dengan hasil penelitian dan penarikan kesimpulan.

3.5. Defenisi dan Batasan Operasional

Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penelitian ini, maka penulis membuat defenisi dan batasan operasional sebagai berikut:

3.5.1. Definisi

(80)

2. Agribisnis adalah kegiatan usaha pertanian yang terdiri dari 4 subsistem yaitu subsistem hulu (pengadaan sarana produksi/input pertanian), subsistem primer (menggunakan sarana produksi yang dihasilkan subsistem hulu), subsistem hilir (mengolah dan memasarkan komoditas pertanian), dan subsistem penunjang (kegiatan yang menyediakan jasa penunjang seperti modal dan teknologi.

3. Faktor produksi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi untuk menghasilkan jahe.

4. Lahan adalah lingkungan fisik dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap kehidupan dan kesejahtraan hidup manusia.

5. Sarana produksi adalah alat pertanian, pupuk dan pestisida, dimana alat-alat pertanian untuk mengelola lahan dan tanaman digunakan alat-alat-alat-alat seperti cangkul, parang babat, arit dan traktor.

6. Produksi jahe adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan atau menambah nilai guna jahe.

7. Produktivitas jahe adalah produksi tanaman jahe yang diusahakan per satuan luas lahan per satuan waktu

8. Produsen adalah petani sampel yang mengusahakan lahan dengan komoditi jahe di daerah penelitian baik sebagai pemilik maupun penyewa.

9. Konsumen adalah pembeli yang merupakan konsumen akhir yang langsung membeli dari produsen atau dari pedagang perantara.

(81)

11. Penerimaan usahatani adalah total produksi yang dihasilkan dalam sekali musim tanam dikali dengan harga yang dihitung dalam satuan rupiah.

12. Pendapatan usahatani jahe adalah hasil yang diterima dari selisih penerimaan usahatani jahe dengan total biaya produksi jahe.

3.5.2. Batasan Operasional

1. Daerah penelitian adalah Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. 2. Waktu penelitian adalah tahun 2016.

Gambar

Tabel 23. Sarana Produksi Yang Tersedia Pada Kios Pertanian Maju Tani
Tabel 24.  Sarana Produksi Yang Tersedia Pada Kios Pertanian Maju Tani
Tabel 4. Produksi Jahe (Ton) Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Tahun 2014
Tabel 5. Luas Wilayah Kabupaten Simalungun Per Kecamatan 2015
+7

Referensi

Dokumen terkait

Karakter-karakter morfologi pada jahe di tiga desa Kabupaten Simalungun yang membedakan antara jenis jahe satu dengan yang lainnya merupakan karakter genetik antara lain yaitu

Identifikasi produk telah diberlakukan pada petani yang telah memenuhi standar pelaksanaan budidaya yang baik (GAP) berupa nomor registrasi. Kelompok Tani Cempaka

Karakter morfologis bentuk dan warna rimpang jahe (a) jahe putih besar dan (b) jahe merah Diketahui beberapa karakter morfologis terdapat karakter yang sama pada

Untuk melihat pengklasifikasian sektor perekonomian Kabupaten Simalungun digunakan data tahun 2001-2010 dengan metode analisys Typology Klassen , sementara untuk

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan analisis pendapatan usahatani jahe di Desa Mokobang, Kecamatan Modoinding, pendapatan yang diperoleh petani jahe yang panen

Pada gambar ke 3 Aliran produk yang terjadi dalam saluran I cengkeh yaitu: Dari pembudidaya cengkeh di Kecamatan Eremerasa yang melakukan kegiatan produksi cengkeh

Karakter morfologis bentuk dan warna rimpang jahe (a) jahe putih besar dan (b) jahe merah Diketahui beberapa karakter morfologis terdapat karakter yang sama pada

Biaya pemasaran adalah semua jenis biaya yang dikeluarkan pemasaran suatu komoditas dalam proses penyampaian barang oleh lembaga-lembaga yang terlibat dalam system