USULAN PROGRAM
Sinabung Kini
Gunungapi Sinabung berbentuk
strato, secara administratif terletak
di Kabupaten Karo, Provinsi
Sumatera Utara dan secara
geografis terletak pada posisi 3º
10’ LU, 98º 23,5’ BT dengan
ketinggian 2.460 meter di atas
permukaan laut.
Sinabung Kini
Erupsi masih berpotensi terjadi, yang
menghasilkan material berukuran abu sampai lapili (berukuran 2-6 cm) yang ancamannya dapat mencapai radius 5 km serta dapat mengganggu kesehatan dan merusak tanaman di area
terdampak.
Pertumbuhan kubah semakin intensif berpotensi menimbulkan awan panas yang dapat disertai longsoran dinding kawah yang mengancam ke arah Tenggara dan Timur. Letusan yang diikuti awan panas masih berpotensi terjadi disertai dengan lontaran
material. Dampak bencana berupa awan panas dapat menjangkau jarak lebih dari 4 km.
(Sumber PVMBG)
2013
Sinabung Kini
Potensi longsor di lereng Utara (Lau
Kawar) dan di sekitar puncak sebelah Selatan-Tenggara-Timur G. Sinabung masih tinggi. Ini dipicu oleh lubang tembusan fumarola baru yang diikuti beberapa kali longsor di lereng Utara. Pemicu di sekitar puncak sebelah Selatan-Tenggara-Timur adalah retakan yang memotong dinding kawah.
Potensi terjadinya lahar masih tinggi yang berasal dari endapan abu/material erupsi dan curah hujan tinggi. Lahar berpotensi terjadi di lembah-lembah sungai yang berhulu di puncak G. Sinabung.
Berada di dalam radius 5 km
Masyarakat 17 Desa dan 2 Dusun yang tersebar dalam 4 Kecamatan yaitu:
Kecamatan Tiga Nderket (Desa Mardinding, Desa Kuta Mbaru, Desa Temberun, Desa Tiga Nderket, Desa Perbaji); Kecamatan Payung (Desa Selandi, Desa Sukameriah, Guru Kinayan); Kecamatan Simpang Empat
(Desa Berastepu dan Dusun Sibintun serta Desa Gamber); Kecamatan Naman Teran (Desa Bekerah, Desa Simacem, Desa Sukanalu, Desa Kuta Tonggal, Desa Sigarang-garang, Desa Kuta Rakyat, serta Desa Kuta Gugung
dan Dusun Lau Kawar)
Di luar radius 5 km, berpotensi terkena material jatuhan
Masyarakat Kecamatan Naman Teran (Desa Kebayaken, Desa Naman dan Desa Kutambelin), yang terletak di timur laut gunungapi.
Di luar radius 5 km, berpotensi terkena awan panas
Masyarakat Kecamatan Simpang Empat Desa (Desa Kuto Tengah, Desa Pintubesi, dan Desa Jeraya) yang terletak pada arah Tenggara bukaan kawah.
Desain Umum
●
Meletakkan pemerintah
sebagai pemegang
mandat dan masyarakat
sebagai pelaku utama.
●
Meningkatkan peran
pemerintah dan
masyarakat dalam
menangani ancaman dan
kerentanan melalui
kapasitas yang telah ada.
●
Meningkatkan kemampuan
Desain Umum
●
Meningkatkan
kesiapsiagaan dan
pengembangan sistem
peringatan dini agar dapat
mengelola ancaman dan
kerentanan secara lebih
baik
●
Membangun jaringan kerja
Kerentanan
●
Masyarakat bersiko 23
desa, dalam 4 kecamatan
terdiri dari 24.902 orang,
dan 7.789 kk.
●
Masyarakat merupakan
petani yang belum
beradaptasi dengan
aktivitas gunungapi
●
Masyarakat peka isu,
mudah panik dan masih
lemah dalam beradaptasi
dengan aktivitas
Kerentanan
●
Pemerintah daerah belum
mempunyai persepsi yang
cukup terhadap risiko bencana
dan penyelenggaraan
penanggulangan bencana
●
Pemerintah daerah tidak
mempunyai perangkat
penyelenggaraan
penanggulangan bencana
yang memadai
●
Pemerintah daerah belum
mempunyai kecakapan yang
memadai dalam
peyelenggaraan
Kapasitas
●
Kemampuan pemantauan
gunungapi yang memadai
●
Responsibilitas pemerintah
pusat dan pihak terkait yang
memadai
●
Responsibilitas lembaga
masyarakat lokal yang edai
●
Kerjasama asyarakat yang
Tujuan
Berkontribusi terhadap
berkurangnya risiko masyarakat
di kawasan rawan bencana G
Sinabung melalui
penyelamatan aset serta
peningkatan kepemilikan, akses
dan kontrol terhadap aset
melalui penyelenggaraan
Arti Penting
Program ini mendorong semua
pihak di Kabupaten Karo dalam
melakukan pelaksanaan transisi
darurat, rehabilitasi-rekontruksi
dan kesiapsiagaan sebagai
upaya pengurangan risiko
bencana yang terpadu kedalam
rencana pembangunan daerah.
Dalam jangka panjang sistem
kesiapsiagaan ini dapat
digunakan sebagai sistem
perlindungan aset pada kondisi
status gunungapi nirmal,
Kegiatan Sekarang 1
●
Lokalatih dan berbagi
pengalaman penanganan
darurat (Sphere)
●
Lokakatih dan berbagi
pengalaman ICS
●
Lokalatih PDNA, DaLA dan
HRNA
●
Lokalatih penyusunan
rencana rehabilitasi dan
rekontruksi
●
Lokalatih penanganan
Kegiatan Sekarang 2
●
Lokalatih dan berbagi
pengalaman tentang
penanggulangan bencana
●
Lokalatih dan berbagi
pengalaman tentang
pengelolaan kondisi darurat
●
Lokalatih dan berbagi
Kegiatan Sekarang 3
●
Lokalatih dan berbagi
pengalaman pengembangan
ekonomi kreatif dan
alternatif
●
Lokalatih dan berbagi
pengalaman pendampingan
masyarakat & trauma
healling
●
Lokalatih dan berbagi
pengalaman pendidikan
alternatif
Kegiatan (Nanti)
●
Lokalatih Pengelolaan
Risiko Bencana (ISO 31000)
●
Lokalatih Penglelolaan
Risiko Bencana berbasis
Komunitas
●
Lokalatih dan pelaksanaan
Program Desa Tangguh
●
Lokalatih penguatan
Kegiatan Besok
●
Membangun sistem radio
komunitas (radio komunitas,
program, masyarakat radio)
●
Mebangun sistem radio
TERIMAKASIN ATAS PERHATIANYA