• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagaimana Program Sinabung Sebaiknya?

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bagaimana Program Sinabung Sebaiknya?"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

USULAN PROGRAM

(2)

Sinabung Kini

Gunungapi Sinabung berbentuk

strato, secara administratif terletak

di Kabupaten Karo, Provinsi

Sumatera Utara dan secara

geografis terletak pada posisi 3º

10’ LU, 98º 23,5’ BT dengan

ketinggian 2.460 meter di atas

permukaan laut.

(3)

Sinabung Kini

Erupsi masih berpotensi terjadi, yang

menghasilkan material berukuran abu sampai lapili (berukuran 2-6 cm) yang ancamannya dapat mencapai radius 5 km serta dapat mengganggu kesehatan dan merusak tanaman di area

terdampak.

Pertumbuhan kubah semakin intensif berpotensi menimbulkan awan panas yang dapat disertai longsoran dinding kawah yang mengancam ke arah Tenggara dan Timur. Letusan yang diikuti awan panas masih berpotensi terjadi disertai dengan lontaran

material. Dampak bencana berupa awan panas dapat menjangkau jarak lebih dari 4 km.

(Sumber PVMBG)

2013

(4)

Sinabung Kini

Potensi longsor di lereng Utara (Lau

Kawar) dan di sekitar puncak sebelah Selatan-Tenggara-Timur G. Sinabung masih tinggi. Ini dipicu oleh lubang tembusan fumarola baru yang diikuti beberapa kali longsor di lereng Utara. Pemicu di sekitar puncak sebelah Selatan-Tenggara-Timur adalah retakan yang memotong dinding kawah.

Potensi terjadinya lahar masih tinggi yang berasal dari endapan abu/material erupsi dan curah hujan tinggi. Lahar berpotensi terjadi di lembah-lembah sungai yang berhulu di puncak G. Sinabung.

(5)

Berada di dalam radius 5 km

Masyarakat 17 Desa dan 2 Dusun yang tersebar dalam 4 Kecamatan yaitu:

Kecamatan Tiga Nderket (Desa Mardinding, Desa Kuta Mbaru, Desa Temberun, Desa Tiga Nderket, Desa Perbaji); Kecamatan Payung (Desa Selandi, Desa Sukameriah, Guru Kinayan); Kecamatan Simpang Empat

(Desa Berastepu dan Dusun Sibintun serta Desa Gamber); Kecamatan Naman Teran (Desa Bekerah, Desa Simacem, Desa Sukanalu, Desa Kuta Tonggal, Desa Sigarang-garang, Desa Kuta Rakyat, serta Desa Kuta Gugung

dan Dusun Lau Kawar)

Di luar radius 5 km, berpotensi terkena material jatuhan

Masyarakat Kecamatan Naman Teran (Desa Kebayaken, Desa Naman dan Desa Kutambelin), yang terletak di timur laut gunungapi.

Di luar radius 5 km, berpotensi terkena awan panas

Masyarakat Kecamatan Simpang Empat Desa (Desa Kuto Tengah, Desa Pintubesi, dan Desa Jeraya) yang terletak pada arah Tenggara bukaan kawah.

(6)

Desain Umum

Meletakkan pemerintah

sebagai pemegang

mandat dan masyarakat

sebagai pelaku utama.

Meningkatkan peran

pemerintah dan

masyarakat dalam

menangani ancaman dan

kerentanan melalui

kapasitas yang telah ada.

Meningkatkan kemampuan

(7)

Desain Umum

Meningkatkan

kesiapsiagaan dan

pengembangan sistem

peringatan dini agar dapat

mengelola ancaman dan

kerentanan secara lebih

baik

Membangun jaringan kerja

(8)

Kerentanan

Masyarakat bersiko 23

desa, dalam 4 kecamatan

terdiri dari 24.902 orang,

dan 7.789 kk.

Masyarakat merupakan

petani yang belum

beradaptasi dengan

aktivitas gunungapi

Masyarakat peka isu,

mudah panik dan masih

lemah dalam beradaptasi

dengan aktivitas

(9)

Kerentanan

Pemerintah daerah belum

mempunyai persepsi yang

cukup terhadap risiko bencana

dan penyelenggaraan

penanggulangan bencana

Pemerintah daerah tidak

mempunyai perangkat

penyelenggaraan

penanggulangan bencana

yang memadai

Pemerintah daerah belum

mempunyai kecakapan yang

memadai dalam

peyelenggaraan

(10)

Kapasitas

Kemampuan pemantauan

gunungapi yang memadai

Responsibilitas pemerintah

pusat dan pihak terkait yang

memadai

Responsibilitas lembaga

masyarakat lokal yang edai

Kerjasama asyarakat yang

(11)

Tujuan

Berkontribusi terhadap

berkurangnya risiko masyarakat

di kawasan rawan bencana G

Sinabung melalui

penyelamatan aset serta

peningkatan kepemilikan, akses

dan kontrol terhadap aset

melalui penyelenggaraan

(12)

Arti Penting

Program ini mendorong semua

pihak di Kabupaten Karo dalam

melakukan pelaksanaan transisi

darurat, rehabilitasi-rekontruksi

dan kesiapsiagaan sebagai

upaya pengurangan risiko

bencana yang terpadu kedalam

rencana pembangunan daerah.

Dalam jangka panjang sistem

kesiapsiagaan ini dapat

digunakan sebagai sistem

perlindungan aset pada kondisi

status gunungapi nirmal,

(13)

Kegiatan Sekarang 1

Lokalatih dan berbagi

pengalaman penanganan

darurat (Sphere)

Lokakatih dan berbagi

pengalaman ICS

Lokalatih PDNA, DaLA dan

HRNA

Lokalatih penyusunan

rencana rehabilitasi dan

rekontruksi

Lokalatih penanganan

(14)

Kegiatan Sekarang 2

Lokalatih dan berbagi

pengalaman tentang

penanggulangan bencana

Lokalatih dan berbagi

pengalaman tentang

pengelolaan kondisi darurat

Lokalatih dan berbagi

(15)

Kegiatan Sekarang 3

Lokalatih dan berbagi

pengalaman pengembangan

ekonomi kreatif dan

alternatif

Lokalatih dan berbagi

pengalaman pendampingan

masyarakat & trauma

healling

Lokalatih dan berbagi

pengalaman pendidikan

alternatif

(16)

Kegiatan (Nanti)

Lokalatih Pengelolaan

Risiko Bencana (ISO 31000)

Lokalatih Penglelolaan

Risiko Bencana berbasis

Komunitas

Lokalatih dan pelaksanaan

Program Desa Tangguh

Lokalatih penguatan

(17)

Kegiatan Besok

Membangun sistem radio

komunitas (radio komunitas,

program, masyarakat radio)

Mebangun sistem radio

(18)

TERIMAKASIN ATAS PERHATIANYA

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dampak bencana pasca meletusnya Gunung Sinabung terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Bekerah Kecamatan Naman

Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi di Desa Kutarayat Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo.. Skripsi Departemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat dan strategi hidup masyarakat pasca erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutambelin Kecamatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat dan strategi hidup masyarakat pasca erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutambelin Kecamatan

- Sampel yang digunakan berasal dari aliran Sungai Lau Borus yang mengaliri tiga. desa yaitu Desa Sigarang-garang, Desa Naman, Desa Simpang

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dampak bencana pasca meletusnya Gunung Sinabung terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Bekerah Kecamatan Naman

Helenta Br Tarigan : Upacara “Nengget” Di Kalangan Suku Karo (Studi Tentang Perspektif Gender di Desa Kuta Rayat, Kecamatan Naman Teran, Kab.Karo), 2009... Helenta Br Tarigan

Pada penelitian yang berjudul “Multikulturalisme Studi Hubungan Antar Penduduk pada Masyarakat Desa Kuta Rayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo” memfokuskan pada praktik dan